cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
Perencanaan Geometrik dan Perkerasan Lentur Jalan Alternatif JLS Kretek – Girijati Yogyakarta Afifah Lathifunnisa; Ompusunggu, Samantha Rosa; Hendi Bowoputro; Achmad Wicaksono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang tengah dilaksanakan oleh pemerintah adalah JLS Kretek–Girijati. Pada beberapa segmen jalan yang telah direncanakan terdapat kemiringan yang melebihi standar geometrik sehingga diperlukan peninjauan dan perencanaan ulang sekaligus perencanaan tebal perkerasan jalan untuk menjamin kemampuan struktur dalam menahan beban lalu lintas. Penelitian ini bertujuan  untuk merencanakan alinyemen horizontal dan vertikal yang mengacu pada Pedoman Desain Geometrik Jalan 2021 (PDGJ 2021) dan Peraturan Menteri PUPR No. 5 Tahun 2023, serta merencanakan tebal perkerasan lentur menggunakan Manual Desain Perkerasan 2024 (MDP 2024). Data yang digunakan meliputi data lalu lintas, peta topografi, dan data CBR tanah dasar yang diperoleh dari B2PJN Jawa Tengah–DI Yogyakarta. Proses perencanaan didukung oleh penggunaan aplikasi AutoCAD Civil 3D. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa ruas STA 3+000 – STA 5+779,940 dengan kecepatan rencana 40 km/jam, tipe jalan (2/2 TT), lebar lajur 3,50 m dan lebar bahu 2,00 m memiliki alinyemen horizontal yang terdiri atas 2 tikungan full circle dan 14 tikungan spiral–circle–spiral dengan Rmin 50 m dan superelevasi maksimum 8%, alinyemen vertikal terdiri atas 11 lengkung cembung dan 10 lengkung cekung dengan kemiringan maksimum 10%. Pada tebal perkerasan lentur didapat tebal jalur utama dengan lapis AC WC 40 mm, AC BC 65 mm dan 80 mm, LPA Kelas A 200 mm, serta LPA Kelas B 150 mm, sedangkan perkerasan bahu jalan terdiri atas AC WC 60 mm, LPA Kelas A 200 mm, dan LPA Kelas B 150 mm.
Studi Analisis Perilaku Kegagalan pada Struktur Portal Baja Cold-Formed Double C Berhadapan (Toe to Toe) terhadap Beban Statis Farras Wisandana, Haafizh Daffa; Dr. Eng. Ir. Desy Setyowulan, ST., MT., M.Sc., IPM., ASEAN Eng.; Dr. Eng. Devi Nuralinah, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring berjalannya waktu, industri kontruksi telah menjadi salah satu kontributor utama perekonomian karena fenomena urbanisasi yang menyebabkan populasi perkotaan meningkat dari 30% menjadi 56% selama tujuh puluh tahun terakhir. Oleh karena itu, industri konstruksi harus mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dengan melakukan inovasi dibidang kontruksi guna menggantikan metode atau material konvensional yang tidak ramah lingkungan, salah satunya adalah baja cold-formed. Di Indonesia, penggunana baja cold-formed sebagai struktur utama suatu bangunan hingga saat ini belum diterapkan. Oleh karena itu diperlukan pengujian lebih lanjut mengenai perilaku kekuatan serta kapasitas beban maksimum pada baja cold-formed dengan struktur portal sambungan top & seat angle serta pelat samping dengan variasi pembebanan melalui software ABAQUS. Penggunaan baja cold-formed dengan sambungan sekrup perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan profil kanal ganda (C) 80x30x9x0,75 mutu G550 dengan satu variasi balok sepanjang 500 mm dan dua variasi kolom sepanjang 500 mm serta 1000 mm. Profil ini akan disusun secara berhadapan (Toe to Toe) yang disambung menggunakan sekrup SDS 12x20. Tumpuan yang dipakai pada kedua kolom yaitu jepit-jepit dengan jumlah sekrup pada pelat top & seat angle ialah 8 sekrup dan pelat samping 6 sekrup. Sehingga dilakukan perbandingan perilaku dan efektivitas kekuatan tahanan struktur serta sambungan struktur portal berdasarkan analisis SNI 7971:2013 dan software ABAQUS. Didapatkan efektivitas hasil kapasitas beban maksimum yang dapat diterima oleh struktur portal berdasarkan analisa SNI 7971:2013 dan software ABAQUS mencapai 50,99% lebih efektif variasi panjang kolom 500 mm dibandingkan variasi panjang kolom 1000 mm. Sedangkan efektivitas hasil kapasitas beban maksimum antar variasi sambungan mencapai 4,73% lebih efektif variasi sambungan top & seat angle serta pelat samping. Sehingga semakin rendah angka kelangsingan profil dan semakin tinggi kekakuan akibat penambahan sambungan, maka semakin besar kapasitas beban yang dapat diterima struktur sambungan tersebut.Kata kunci: Baja Cold-Formed, Kapasitas Beban, Struktur Portal, Software ABAQUS, Variasi Sambungan Balok-Kolom, Variasi Panjang Kolom.
Analisis Penggunaan Mortar Busa sebagai Pengganti Timbunan Tanah pada Jembatan dengan Konstruksi Struktur Baja Bergelombang Yuka, Lambang Katresnan; Ari Wibowo; Sugeng Prayitno Budio
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan mortar busa sebagai material ringan merupakan inovasi konstruksi yang bertujuan mengurangi beban di atas struktur baja bergelombang atau Corrugated Steel Pipe (CSP). Material ini diharapkan mampu meningkatkan stabilitas jembatan pelengkung seperti yang ada dalam proyek Pembangunan Jembatan Pandansimo di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja struktur CSP pada segmen P10–P11 Jembatan Pandansimo dengan membandingkan dua jenis material penimbun, yaitu mortar busa dan timbunan tanah konvensional. Pemodelan struktur dilakukan dengan metode elemen hingga (Finite Element Method) menggunakan software MIDAS Civil, dan seluruh analisis ditinjau pada kondisi Ultimate Limit State (ULS). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa penggunaan mortar busa memberikan kinerja yang lebih aman, dengan compression failure probability sebesar 30%, plastic hinge probability sebesar 13%, dan connection failure probability sebesar 14%, sehingga ketiganya berada di dalam kapasitas izin 100%. Sebaliknya, pada skenario timbunan tanah, dua parameter menunjukkan kondisi tidak aman, yaitu compression failure probability sebesar 178% dan plastic hinge probability sebesar 271%. Sementara, connection failure probability didapatkan sebesar 63% sehingga masih berada dalam batas aman 100% karena kekuatan sambungan lebih besar daripada gaya aksial terfaktor. Penelitian ini menunjukkan bahwa material timbunan mortar busa lebih efektif dalam menurunkan tegangan, gaya aksial, dan potensi keruntuhan pada struktur CSP dibandingkan dengan material timbunan tanah.
Integrasi Metode Building Information Modeling dan Visual Programming Tools untuk Automasi Estimasi Biaya Proyek Konstruksi Hernadi, Ananta Dewadana; Dr. Eng. Ir. Indradi W., ST., M.Eng.(Prac.), IPU., ASEAN Eng.; Ir. M. Hamzah Hasyim, ST., M.Eng.Sc
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pesat teknologi informasi, khususnya Building Information Modeling (BIM), telah merevolusi perencanaan biaya proyek dengan menawarkan potensi peningkatan efisiensi dan akurasi yang signifikan. BIM, sebagai metode manajemen proyek berbasis digital, mengintegrasikan desain, data kuantitas, dan berbagai informasi proyek ke dalam satu model tiga dimensi yang komprehensif. Pendekatan ini tidak hanya mendorong kolaborasi multi-disiplin dan mempercepat validasi desain, tetapi juga memungkinkan perhitungan volume dan estimasi biaya dilakukan secara otomatis. Dalam penelitian ini, model bangunan dikembangkan menggunakan Autodesk Revit 2023, sementara Database harga pekerjaan dikelola dalam Microsoft Excel. Kedua komponen ini diintegrasikan melalui program automasi estimasi biaya yang dirancang dengan visual programming tools Dynamo. Integrasi ini bertujuan untuk menciptakan BIM 5D yang terintegrasi dengan Database harga yang dapat memungkinkan penyesuaian biaya secara dinamis seiring dengan perubahan pada model bangunan maupun pembaruan Database harga. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan selisih biaya sebesar 3% dengan nilai Rp33.914.343. Selisih tersebut didapatkan setelah melakukan pengujian program pada studi kasus penelitian. Penelitian ini membuktikan bahwa integrasi pemrograman visual dapat mendukung proses estimasi biaya proyek konstruksi.
Pengaruh Variasi Jumlah dan Jarak Kolom DSM Diameter 3,5 cm terhadap Perubahan Daya Dukung Pondasi Dangkal Menggunakan Pengujian Laboratorium Shafira Rahmazhahira; As'ad Munawir; Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lunak memiliki daya dukung rendah dan tingkat kompresibilitas tinggi sehingga tidak mampu menahan beban bangunan tanpa mengalami penurunan yang berlebihan. Kondisi tersebut banyak dijumpai di wilayah pesisir, termasuk di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Untuk meningkatkan kekuatan tanah, diperlukan metode perbaikan yang efektif seperti Deep Soil Mixing (DSM), yaitu pencampuran tanah dengan bahan pengikat semen untuk membentuk kolom stabilisasi di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tanah asli sebelum perbaikan serta menganalisis pengaruh variasi jumlah dan jarak kolom DSM terhadap nilai daya dukung tanah (qu) dan Bearing Capacity Improvement (BCI). Pengujian laboratorium dengan menggunakan tanah lempung yang berasal dari Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Tanah dicampur dengan semen sebesar 12% dari berat kering tanah dan dibentuk menjadi kolom DSM dengan diameter 3,5 cm dan kedalaman 10 cm. Variasi penelitian meliputi jumlah kolom DSM sebanyak 1, 2, dan 4 kolom serta jarak antar kolom sebesar 1D, 1,25D, dan 1,5D. Setelah proses pencampuran, benda uji dilakukan curing selama 7 hari. Pengujian daya dukung tanah dilakukan menggunakan uji pembebanan dengan pelat baja berukuran 6×6 cm dan 10×10 cm untuk memperoleh nilai daya dukung ultimit (qu) serta nilai peningkatan daya dukung yang dinyatakan dalam Bearing Capacity Improvement (BCI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode DSM efektif dalam meningkatkan daya dukung tanah lunak. Pada pengujian menggunakan pelat 6×6 cm, nilai daya dukung tertinggi (qu) sebesar 0,424 kg/cm² dengan BCI 2,14 diperoleh pada konfigurasi 4 kolom berjarak 1D. Sedangkan pada pengujian menggunakan pelat 10×10 cm, nilai daya dukung tertinggi (qu) sebesar 0,593 kg/cm² dengan BCI 2,997 diperoleh pada konfigurasi 4 kolom berjarak 1D. Nilai tersebut menunjukkan bahwa semakin rapat jarak antar kolom dan semakin banyak jumlah kolom yang digunakan, maka peningkatan daya dukung tanah semakin besar. Sebaliknya, pada jarak kolom yang lebih besar (1,5D) nilai daya dukung cenderung menurun akibat berkurangnya interaksi antar kolom DSM. Dengan demikian, variasi jumlah dan jarak kolom DSM memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan daya dukung tanah lempung. Konfigurasi empat kolom dengan jarak 1D merupakan kondisi paling optimal untuk meningkatkan kapasitas dukung tanah lunak di daerah penelitian. Kata kunci: tanah lunak, daya dukung, stabilisasi tanah, deep soil mixing, bearing capacity improvement (BCI).
Evaluasi terhadap Kinerja Operasional Bus Transjakarta Koridor 13 (Rute: Ciledug-Tegal Mampang) Berdasarkan Peraturan BRT Standard 2024 Darmawan, Hendiarto; Ir. Achmad Wicaksono, M.Eng., Ph.D., IPU.; Lasmini Ambarwati, ST., M.Eng.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan transportasi di Indonesia semakin bertambah setiap tahunnya dikarenakan populasi serta perpindahan penduduk semakin banyak. Jakarta Selatan dan Tangerang merupakan dua kota yang menjadi tempat dimana masyarakat menetap untuk bekerja maupun bersekolah. Koridor 13 merupakan satu-satunya koridor BRT yang melintasi pada jalan layang sejauh  ± 9,3 km yang membentang antara halte Petukangan D’MASIV sampai dengan halte Tegal Mampang. Penelitian ini ditujukan untuk melihat langsung kondisi yang ada di lapangan apakah untuk operasional yang ada di koridor 13 sudah berjalan dengan baik sesuai dengan peraturan BRT Standard 2024 atau belum. Selain itu, penelitian ini juga difokuskan untuk menentukan strategi SWOT yang didapat melalui perhitungan dari Internal Factor Analysis Summary (IFAS) yang berisi faktor Strength dan Weakness, serta Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS) atau yang biasa disebut dengan IFAS-EFAS yang berisi faktor Opportunity dan Threats yang ditentukan berdasarkan peraturan BRT Standard 2024. Selanjutnya, pada penelitian ini ditentukan untuk strategi baik strategi Strength Opportunity, Strength Threats, Weakness Opportunity, dan Weakness Threats yang nantinya dapat menjadi rekomendasi untuk PT Transjakarta menjalani operasional pada koridor 13 kedepannya.
Studi Eksperimental Pengaruh Variasi Jarak dan Jumlah Kolom DSM Diameter 2,54 cm terhadap Kapasitas Daya Dukung Pondasi Dangkal Shofa, Ghaitsa; Prof. Dr. Ir. As’ad Munawir, MT.; Prof. Dr. Eng. Ir. Yulvi Zaika, MT., IPU.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi tanah di Indonesia sangat bervariasi. Dalam kondisi tanah lunak, diperlukan teknik perkuatan pondasi untuk meningkatkan stabilitas dan daya dukungnya. Salah satu perkuatan yang dapat dilakukan adalah Deep Soil Mixing (DSM). Penelitian ini dilakukan menggunakan model laboratorium metode DSM dengan variasi jarak antar kolom DSM sebesar 1D, 1.25D, dan 1.5D serta variasi jumlah kolom sebanyak 1 kolom, 2 kolom, dan 4 kolom. Pengujian pembebanan dilakukan menggunakan pelat berukuran 6x6 cm dan 10x10 cm. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa kapasitas daya dukung tanah meningkat sesuai dengan bertambahnya jumlah kolom serta semakin rapat jarak antar kolom DSM. Pada pengujian pelat 6x6 cm, variasi 4 kolom jarak 1D menghasilkan nilai qu terbesar dengan nilai 0,466 kg/cm2 serta BCI sebesar 190,99%. Untuk pengujian pelat 10x10 cm, variasi 4 kolom jarak 1D menghasilkan nilai qu terbesar senilai 0,398 kg/cm2 dan BCI sebesar 81,40%.
Perilaku Jembatan Cable-Stayed dengan Tinjauan Kabel di Dalam Pengaturan Vertical Alignment Yohanes Kevin; Wisnumurti; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji kinerja jembatan cable-stayed dengan konfigurasi pylon tunggal asimetris, dengan perhatian utama pada peran kabel dalam pengaturan vertical alignment gelagar. Fokus analisis diarahkan pada pengaruh variasi sudut kemiringan pylon terhadap besarnya tegangan awal kabel (prestress), deformasi vertikal gelagar, dan distribusi gaya prategang pada struktur. Tiga variasi sudut pylon digunakan, yaitu 0°, −10°, dan +10°, yang dianalisis melalui pemodelan numerik menggunakan perangkat lunak SAP2000. Hasil kajian memperlihatkan bahwa sudut kemiringan pylon memengaruhi secara langsung komponen gaya vertikal pada kabel. Konfigurasi pylon −10° menuntut tegangan awal paling tinggi, namun mampu menghasilkan deformasi vertikal paling kecil sehingga lebih efektif dalam mempertahankan kesesuaian vertical alignment dengan desain. Sebaliknya, kemiringan pylon +10° membuat sudut kabel lebih landai sehingga komponen gaya vertikal berkurang dan lendutan gelagar meningkat. Variasi sudut pylon juga memicu perubahan distribusi gaya prategang pada kabel, khususnya pada bentang terpanjang. Dengan demikian, konfigurasi pylon −10° dinilai sebagai alternatif yang paling efisien dalam pengendalian lendutan dan pengaturan vertical alignment pada jembatan cable-stayed asimetris. Kata kunci: cable-stayed, tegangan awal kabel, vertical alignment, sudut pylon, SAP2000
Pengaruh Konsentrasi dan Ukuran Butiran Sedimen Aliran Banjir terhadap Karakteristik Hidraulis Aliran dan Morfologi Sungai Tawing, Kabupaten Trenggalek dengan Pemodelan Numerik I Putu Dio Ananda Wira Prasetya; Indradi Wijatmiko; Yatnanta Padma Devia
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Tawing, Kabupaten Trenggalek merupakan sungai yang rawan banjir dan tanah longsor, sehingga perubahan karakteristik aliran dan morfologi sungai perlu dianalisis lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi sedimen melayang dan ukuran butiran sedimen terhadap karakteristik hidraulis aliran serta perubahan morfologi Sungai Tawing pada kondisi aliran banjir. Analisis dilakukan menggunakan pemodelan numerik dengan software HEC-RAS 2D berupa simulasi aliran banjir kala ulang 100 tahun sebesar 111,69 m3/s selama 24 jam. Skenario pemodelan mencakup variasi konsentrasi sedimen melayang sebesar 12 mg/L, 18 mg/L, dan 22 mg/L serta variasi ukuran butiran sedimen dengan nilai D50 sebesar 2,787 mm, 3,727 mm, dan 5,163 mm. Hasil simulasi menunjukkan bahwa variasi konsentrasi sedimen melayang tidak berpengaruh signifikan terhadap karakteristik hidraulis aliran yang ditunjukkan oleh persentase perbedaan nilai kurang dari 1%, tetapi berpengaruh cukup signifikan dan memiliki hubungan yang kuat dengan perubahan morfologi sungai. Sebaliknya, ukuran butiran sedimen menunjukkan pengaruh yang lebih signifikan terhadap karakteristik hidraulis aliran, sementara hubungannya dengan perubahan morfologi bersifat lebih kompleks dan tidak sepenuhnya dapat dijelaskan dengan regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa ukuran butiran sedimen merupakan parameter utama dalam memengaruhi respons hidraulis dan morfologi Sungai Tawing pada kondisi aliran banjir dengan angkutan sedimen. Kata kunci: konsentrasi sedimen melayang, ukuran butiran sedimen, karakteristik hidraulis aliran, perubahan morfologi, Sungai Tawing
Evaluasi Lajur Khusus Sepeda di Kota Malang Majesticha, Aidha Deo; Ludfi Djakfar; Achmad Wicaksono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya tren bersepeda di Kota Malang perlu diimbangi dengan ketersediaan lajur khusus sepeda yang memadai dan aman. Kondisi eksisting lajur khusus sepeda di Kota Malang belum sepenuhnya memenuhi standar yang berlaku serta masih terdapat penyalahgunaan fungsi lajur oleh pengguna jalan lain. Sementara itu, keberadaan lajur khusus sepeda di Kota Malang menimbulkan perbedaan persepsi antara pesepeda dan pengguna jalan lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara menyeluruh kondisi eksisting lajur khusus sepeda di Kota Malang serta mengetahui persepsi pesepeda dan pengguna jalan terhadap keberadaan lajur khusus sepeda di beberapa ruas jalan di Kota Malang. Dilakukan survei pada beberapa ruas jalan dimana terdapat lajur khusus sepeda baik kondisi fisik lajur maupun kelengkapan fasilitas lajur khusus sepeda berdasarkan Standar Bina Marga Nomor 05/P/BM/2021. Selain itu, untuk mengetahui persepsi masyarakat dilakukan penyebaran kuesioner dilakukan kepada pesepeda dan pengguna jalan di Kota Malang. Lebih lanjut guna merumuskan strategi meningkatkan kinerja pada lajur khusus sepeda dilanjutkan dengan metode analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum beberapa ruas jalan di Kota Malang memiliki lajur khusus sepeda yang telah memenuhi standar, meliputi lebar lajur, marka lajur, dan penempatan rambu. Meskipun demikian, kondisi lajur khusus sepeda pada sebagian besar ruas jalan belum memenuhi standar hingga masih ditemukan rute lajur yang terputus, fasilitas lajur yang tidak merata serta hambatan samping yang tinggi. Disisi lain, terdapat kesenjangan antara persepsi pesepeda dan pengguna jalan. Pengguna jalan cenderung menerima keberadaan lajur khusus sepeda sebagai salah satu bagian dari ruang jalan yang memperjelas posisis pesepeda, sedangkan pesepeda sebagai pengguna lajur secara langsung memiliki penilaian yang kritis terhadap keberadaan lajur khusus sepeda di Kota Malang. Lebih lanjut, dilakukan perbandingan antara kondisi eksisting pada lajur, standar yang berlaku, dan persepsi. Berdasarkan analisis SWOT, diperlukan perbaikan konektivitas lajur khusus sepeda pada beberapa ruas jalan serta penambahan rute lajur khusus sepeda di area strategis dengan mobilitas tinggi, yaitu di Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang. Kata kunci: Lajur Sepeda, Infrastruktur, Olahraga, Tren Bersepeda, Analisis SWOT