cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,474 Documents
Taman Wisata Sejarah dan Budaya Goa Selomangleng Kediri Henly Fika Adrinda; Chairil Budiarto Amiuza; Nurachmad Sujudwijono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.039 KB)

Abstract

Goa Selomangleng Kediri merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Kediri atau Panjalu. Goa ini merupakan tempat bertapanya Sanggramawijaya Tunggadewi yang bergelar Rakryan Mahamantri i Hino Sanggramawijaya Dharmaprasada Uttunggadewi atau lebih dikenal oleh masyarakat Kediri sebagai Dewi Kili Suci.Goa Selomangleng adalah goa batu yang sengaja dibuat oleh manusia, bukan goa yang terbentuk dari proses alam. Selomangleng berasal dari kata selo dan mangleng yang merupakan istilah dalam bahasa Jawa. Adapun selo artinya batu, sedangkan mangleng diartikan mangklung atau menjorok keluar. Salah satu daya tarik dari Goa Selomangleng adalah beberapa peninggalan arca dan relief yang ada disekitar goa. Dari relief dan artefak yang terdapat di Goa Selomangleng tersebut akan di data dan dianalisis untuk mendapatkan pola dasar. Pola dasar dari hasil analisis tersebut akan ditransformasikan menjadi bentuk massa bangunan dari perancangan taman wisata di kawasan Goa Selomangleng. Perancangan taman wisata ini untuk menunjang pelestarian kawasan dan sebagai wadah yang selain berfungsi sebagai tempat wisata juga sebagai tempat edukasi akan budaya sejarah bagi masyarakat kota Kediri dan sekitar.Kata kunci: Goa Selomangleng, relief, taman wisata
PENERAPAN STRUKTUR DAN KONSTRUKSI ARSITEKTUR PORTABEL PADA BANGUNAN PANGGUNG Andrian Al Islam; Tito Haripradianto; Bambang Yatnawijaya Soebandono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.625 KB)

Abstract

Seiring waktu berjalan, semakin banyak kegiatan yang membutuhkan panggung, entah itu untuk acara pameran, workshop, ataupun acara musik. Ukuran panggung yang sering digunakan untuk kegiatan-kegiatan tersebut adalah panggung rigging yang proses pendiriannya cukup lama. Untuk mengatasi masalah proses pendirian panggung yang lama, maka dibutuhkan sebuah panggung yang cepat dalam proses pendirian dan pembongkarannya, juga mudah dalam proses pengemasannya agar lebih mudah dan cepat juga proses transportasinya. Salah satu arsitektur portabel yaitu bangunan portabel adalah solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Bangunan portabel menggunakan teknik konstruksi yang canggih, sehingga proses bongkar pasangnya dapat berjalan dengan cepat dan efisien. Bangunan portabel terdiri dari berbagai macam komponen yang berspesifikasi tinggi, ringkas, dan awet, sehingga mudah dalam proses penyimpanannya. Karena bangunan portabel ini terdiri dari berbagai macam komponen, bangunan portabel ini dapat dipindahkan dengan mudah ke tempat lain. Dengan melihat kelebihan-kelebihan tersebut, struktur dan konstruksi bangunan portabel sangat cocok digunakan untuk sebuah panggung. Walaupun bangunan panggung portabel ini hanya bersifat sementara, panggung tetap harus dapat melindungi dan memfasilitasi penggunanya, ramah lingkungan, dan tetap harus mengusung nilai estetis.Kata kunci: panggung, struktur, konstruksi, portabel
Bangunan Industri Peternakan Sapi Perah Berkonsep Agrowisata di Poncokusumo – Malang Umar Widodo; Agung Murti Nugroho; Edi Hari Purwono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1035.237 KB)

Abstract

Rendahnya tingkat produksi susu di Indonesia dikarenakan manajemen ternak yang kurang benar dan masih sedikitnya sentra peternakan sapi perah di Indonesia. Konsep agrowisata merupakan konsep yang menggabungkan aktivitas peternakan dan pariwisata. Agrowisata sapi perah menjadi konsep wisata peternakan yang kaya akan muatan pendidikan tentang manajemen usaha agribisnis ternak sapi perah, konsep ini akan menyediakan sarana bagi peternak kecil untuk menambah wawasannya mengenai mengelola usaha agribisnis persusuan yang baik dan benar, sehingga peternak kecil bisa menghasilkan produk susu segar berkualitas dan berdaya saing yang bisa menopang kebutuhan bahan baku susu segar nasional. Metode perancangan menggunakan pendekatan analitik dan programatik dengan memasukkan konsep agrowisata pada bangunan industri peternakan sapi perah, sehingga menghasilkan desain bangunan yang memenuhi standar sebagai bangunan peternakan sapi perah serta memenuhi kriteria sebagai tempat wisata.Kata kunci: peternakan sapi perah, agrowisata
TAMAN BERMAIN ANAK DENGAN PENEKANAN ASPEK KEAMANAN DAN KENYAMANAN DI TAREKOT MALANG Christofer Ronggur Hutapea; Haru Agus Razziati; Nurachmad Sujudwijono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1520.129 KB)

Abstract

Secara ilmiah aktivitas bermain sangat menunjang bagi perkembangan anak-anak seperti belajar dan beradaptasi dengan perkembangan kemampuan inderanya. Salah satu ruang bermain yang dapat digunakan oleh anak-anak adalah di ruang publik terutama di kawasan perkotaan. Di kota-kota besar, banyak anak tidak mempunyai halaman untuk bermain sehingga keberadaan taman kota dan taman bermain sangat penting dan sering menjadi satu-satunya tempat anak-anak bermain. Peralatan bermain anak-anak dapat memberikan resiko yang besar jika tidak dirancang dan dipelihara secara hati-hati. Berdasarkan data Consumer Product Safety Commission (CPSC) Amerika Serikat di tahun 1999 terjadi 202.970 kecelakaan terkait peralatan taman bermain dengan jumlah 75,8% di ruang publik. Bahkan dalam periode 1990-2000 tercatat 147 kematian di taman bermain. Taman bermain anak-anak dibangun di ruang publik baik pada ruang terbuka maupun ruang tertutup bagi seluruh lapisan masyarakat baik dengan kondisi fisik dan mental normal maupun yang mengalami keterbatasan. Untuk dapat mengakomodasikan seluruh pengguna, diperlukan penekanan dalam aspek keamanan dan kenyamanan untuk memastikan tingkat keselamatannya sebagai dasar pengendalian perancangan taman bermain anak-anak yang sampai saat ini belum ada di Kota Malang khususnya di Tarekot Malang.Kata kunci: taman bermain, keamanan dan kenyamanan, anak
PENGOLAHAN SIDE LIGHTING SEBAGAI STRATEGI OPTIMASI PENCAHAYAAN ALAMI PADA RUANG PAMER MUSEUM BRAWIJAYA MALANG Rima Alvianita Putri; Jusuf Thojib; triandriani mustikawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1092.15 KB)

Abstract

Sistem pencahayaan samping (side lighting) merupakan salah satu sistem pencahayaan alami yang paling banyak digunakan pada bangunan. Selain memasukkan cahaya, juga dapat memberikan keleluasaan view, orientasi, konektivitas luar, dan dalam serta ventilasi udara. Studi ini bertujuan mengeksplorasi side lighting untuk mengoptimasi pencahayaan alami pada ruang pamer dengan objek studi kasus yaitu ruang pamer Museum Brawijaya Malang. Ruang pamer Museum Brawijaya memiliki masalah mengenai adanya side lighting sebagai sistem penerangan alami ruangan yang belum dirancang dengan baik, sehingga terdapat beberapa area yang terkena dampak silau. Metode yang digunakan yaitu eksperimental desain secara bertahap menggunakan program aplikasi DIALux. Strategi yang dilakukan untuk mengolah side lighting pada ruang pamer tersebut yaitu merubah dimensi ruang beserta perletakan tinggi rendah bukaan dengan melebarkan ruang dan meninggikan langit-langit untuk meminimalkan sudut datang cahaya. Kemudian membelokkan cahaya dengan menambah reflektor berupa cermin, memberi filter berupa shading device pada jendela ruang pamer I serta secondary skin di beberapa titik bukaan. Hasil simulasi DIALux menunjukkan bahwa uji coba yang telah dilakukan ternyata dapat menurunkan intensitas silau. Sehingga uji coba tersebut dapat mengoptimalkan kondisi pencahayaan alami pada ruang pamer Museum Brawijaya.Kata kunci: side lighting, pencahayaan alami, ruang pamer museum
GEOMETRI DAN PROPORSI BENTUK CANDI ANGKA TAHUN DI BLITAR JAWA TIMUR Zakharia Sahat Maruly Nababan; Antariksa Sudikno; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.796 KB)

Abstract

Candi Angka Tahun merupakan salah satu bagian dari kompleks Candi Penataran. Candi ini merupakan simbol arsitektur dalam peradaban manusia pada massa itu. Candi Angka Tahun memiliki bentuk arsitektur yang dikelompokkan dalam langgam Jawa Timur dan memiliki bagian yang lengkap, maka perlu adanya perlakuan khusus terhadap candi ini dan diketahui bagaimana geometri serta proporsinya. Dengan bentuk yang khas, Candi Angka Tahun ini memiliki beberapa transformasi bentuk yang perlu dianalisis serta ukuran yang perlu dikaji. Dalam studi ini akan dilakukan analisis geometri dan proporsi bentuk dasar dari Candi Angka Tahun tersebut. Dalam analisis geometri akan dikaji dimana bagian dari candi tersebut yang memiliki bentuk persegi, lingkaran, dan segitiga serta bagian yang berupa sebuah transformasi bentuk. Setelah itu proses analisis dilanjutkan dengan kajian proporsi yang mengukur bagian pada setiap elemen pembentuk candi yang hasilnya nanti berupa perbandingan setiap bagian serta elemen Candi Angka Tahun tersebutKata kunci: geometri, proporsi, Candi Angka Tahun
HOTEL WISATA DI KOTA BATU Rahardiyan Ari Wicahyo; Tito Haripradianto; Ali Soekirno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.819 KB)

Abstract

Kota Batu merupakan salah satu kota Pariwisata di JawaTimur yang terletak di dataran tinggi, tentunya dengan udaranya yang relatif sejuk dan dingin sehingga wisatawan lokal dari kota-kota besar seperti Surabaya menjadikan Kota Batu sebagai pilihan tempat berlibur sejenak untuk sekedar melepas penat dari rutinitas. Kota Batu sendiri memiliki banyak destinasi wisata yang cukup beragam baik yang mengandalkan alam seperti pendakian Gunung Panderman, Wisata Songgoriti, Air Terjun Cuban Rondo, Wisata Desa Bunga, Wisata sayur, Wisata Agro dan juga wisata edukasi seperti Museum Satwa. Jatim Park, Pasar Malam yang berdekatan dengan alun-alun, BNS (Batu Night Spectacular) dan lain sebagainya. Selain sebagai Kota Wisata dengan adanya penambahan objek-objek wisata baru, hotel-hotel di kota Batu juga banyak digunakan untuk pelatihan-pelatihan, diklat-diklat maupun seminar baik oleh usahawan maupun birokrat-birokrat di Propinsi Jawa Timur, sehingga dengan penambahan hotel-hotel baru masih banyak minat tamu hotel yang datang. Sebagai industri yang bergerak dalam bidang jasa, industri perhotelan di wilayah Kota Batu, juga tidak dapat lepas dari sentra-sentra wisata baru yang banyak dibangun beberapa akhir tahun ini, juga tidak akan lepas dari kondisi persaingan yang ketat untuk memperebutkan pasar wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Tujuan utama dari sebuah usaha perhotelan adalah untuk mendapatkan sebanyak mungkin tingkat hunian hotel, karena semakin tinggi tingkat hunian hotel menunjukkan besarnya keuntungan yang diperoleh dari bisnis perhotelan.Kata kunci: hotel, wisata, Kota Batu
EVALUASI PURNA HUNI FASILITAS PADA TAMAN WISATA BUDAYA SENAPUTRA MALANG Daniar Valent Prameswari; Haru Agus Razziati; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.87 KB)

Abstract

Taman wisata budaya Senaputra merupakan taman wisata di Kota Malang yang didalamnya terdapat fasilitas budaya. Fasilitas pada Senaputra saat ini kurang diminatimasyarakat dikarenakan kurang memadahi dan kurang dapat mengikuti perkembanganjaman. Sejak berdirinya hingga sekarang taman wisata ini tidak mengalami perubahanyang signifikan. Padahal seiring berkembangnya jaman, berkembang pula teknologi yangmempengaruhi kebutuhan dan selera masyarakat. Evaluasi Purna Huni (EPH) merupakanlangkah yang tepat guna mengevaluasi fasilitas pada taman wisata budaya Senaputrayang bertujuan untuk mengetahui kelayakan performa bangunan secara fisik padamasing-masing fasilitas dalam taman budaya. Metode yang dilakukan adalah MetodeInvestigatif yaitu penilaian berdasarkan literatur dan perbandingan dengan bangunanatau fasilitas lainnya yang sama. Dalam hal ini evaluasi dilakukan berdasarkan observasilangsung pada lapangan lalu diperbandingkan standar fasilitas pada bangunan tamanwisata budaya. Hasil dari evaluasi menunjukkan kondisi fasilitas Senaputra jikadibandingkan dengan standar fasilitas pada wisata budaya. Sehingga dapat menjadi dasardalam proses pengembangan taman wisata budaya Senaputra.Kata kunci: EPH, taman budaya
PENERAPAN UKIRAN MADURA PADA INTERIOR GALERI BATIK DI BANGKALAN PLAZA MADURA Karina Yunita Sari; Chairil Budiarto Amiuza; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1403.285 KB)

Abstract

Ornamen atau ukiran Madura memiliki warna, jenis, maupun corak yang sangat beragam.Interior bangunan terutama galeri batik Madura pada umumnya memiliki tema atau gayamodern. Walaupun demikian, penerapan ukiran Madura pada galeri batik Madura dapatdipakai untuk menunjukkan ciri khas Madura. Perancangan interior ditekankan padamotif hiasan Madura yang kaya akan bentuk, warna, dan karakter yang bertujuan untukmenampilkan ciri khas Madura melalui ukiran. Metode yang dipilih ialah metodeperancangan ruang dalam, selanjutnya dilakukan pemilihan ornamen ukiran Madurabeserta corak, warna, bentuk maupun cara penerapannya untuk dirancang pada sebuahruang interior. Hasil yang diperoleh ialah galeri batik Madura dengan menampilkan cirikhas Madura melalui ornamen ukiran untuk memperoleh ruang interior galeri batikMadura.Kata kunci: interior, ornamen, ukiran Madura
Transfer Termal pada Selubung Bangunan SMPN 1 Plandaan Jombang Bagus Widianto; Beta Suryokusumo; Nurachmad Sujudwijono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.281 KB)

Abstract

Kegiatan dalam ruang kelas merupakan kegiatan yang membutuhkan kondisi temperatur yang nyaman. Temperatur ruang kelas yang tinggi menyebabkan suasana belajar menjadi kurang efektif. Siswa menjadi kurang fokus dan sulit berkonsentrasi dalam mengikuti pembelajaran. Transfer panas melalui selubung bangunan menyumbang prosentase terbesar dalam jumlah beban pendinginan yang berpengaruh pada temperatur dalam ruang. Karena itu, perlu diketahui nilai transfer termal selubung bangunan SMPN 1 Plandaan dengan metode OTTV dan RTTV. Dengan metode ini, dapat diketahui besarnya nilai termal yang ditransferkan melalui selubung bangunan. Batasan nilai dari metode merupakan kriteria perancangan. Apabila nilai transfer termal belum memenuhi batasan dapat diubah faktor-faktor OTTV dan RTTV sebagai rekomendasi desain.Kata kunci: transfer termal, selubung bangunan, kenyamanan termal

Page 12 of 148 | Total Record : 1474