Articles
1,474 Documents
Perancangan Gedung Parkir Terintegrasi di Universitas Brawijaya dengan Pendekatan Green Facade
Muhamad Zulfikri;
Heru Sufianto;
Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (871.78 KB)
Universitas Brawijaya merupakan pendidikan tinggi negeri dengan total penerimaan mahasiswa baru tertinggi di Indonesia. Bertambahnya jumlah mahasiswa baru tiap tahun selaras dengan naiknya jumlah kendaraan yang beroperasi di dalam kampus. Fakta tersebut berbanding terbalik dengan luas lahan di kampus yang semakin sempit dikarenakan pembangunan gedung dan fasilitas perkuliahan. Hal itu menimbulkan permasalahan akan berkurangnya lahan parkir, kemacetan di dalam kampus, dan permasalahan lingkungan hijau. Gedung Parkir Terpusat dirancang sebagai solusi terhadap tiga permasalahan tersebut. Rancangan berupa gedung parkir ini menerapkan sistem transfer centre sebagai pusat pergantian beberapa jenis moda transportasi yang berbeda. Berdasarkan studi dibutuhkan 3 gedung parkir untuk melayani parkir kendaraan seluruh kampus. Studi ini difokuskan pada pembahasan salah satu gedungnya. Konsep green facade dijadikan dasar perancangan gedung parkir yang diterjemahkan pada keempat sisi permukaan bangunan berdasarkan perletakan, pemilihan jenis vegetasi, skala bangunan, arah angin, pencahayaan, dan bentuk rancangan.Kata kunci: gedung parkir, transportasi terintegrasi, green facade
Perancangan Pasar Agrobisnis Plaosan Kabupaten Magetan
Rizqi Novian Pratama Putra;
Edi Hari Purwono;
Bambang Yatnawijaya Soebandono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (834.091 KB)
Dasar diangkatnya judul ini adalah salah satu upaya untuk mengembangkan Pasar Plaosan 2 Kabupaten Magetan yang memiliki potensi yang besar terhadap sistem perdagangan pada bidang pertanian yang mampu bersaing dengan pasar yang memiliki bidang penjualan yang sama. Kabupaten Magetan yang terletak di lereng Gunung Lawu memiliki potensi alam yang besar dalam menghasilkan produk pertanian karena didukung dengan tanah yangg subur sehingga pasar Plaosan dapat menjual produk pertanian yang bagus. Pasar Plaosan saat ini merupakan Sub Terminal Agrobisnis untuk pasar induk Puspa Agro Jatim yang terdapat pada Kabupaten Sidoarjo, sehingga dengan adanya perancangan ini sangat mendukung upaya pemerintah untuk memajukan Pasar Agro Baik di dalam maupun di luar negeri. Perancangan ini menggunakan sebuah parameter acuan dari I Nyoman Gde Suardana serta ditambah dengan data eksisting di lapangan sehingga dapat membantu tahap-tahap di dalam perancangan.Kata kunci: pasar, agrobisnis, Magetan, I Nyoman Gde Suardana
Optimalisasi Penghawaan Alami Pada Bangunan Pendidikan Berlantai Banyak (Studi Kasus : Gedung F FEB UB)
Dwiantosa Ahmad Fathony;
Heru Sufianto;
Bambang Yatnawijaya Soebandono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (386.077 KB)
Pemanasan global diantaranya disebabkan oleh penggunaan sumber daya energi yang sangat besar, didapatkan dari eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan yang banyak terserap oleh bangunan gedung, khususnya bangunan gedung berlantai banyak. Gedung F Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya(UB) adalah salah satu gedung berlantai 7 (tujuh) yang berada di lingkungan UB. Gedung tersebut menjadi objek kajian tentang penghawaan alami guna mengurangi penggunaan energi listrik pada gedung tersebut. Melalui kajian atau penelitian ini akan dilakukan pendataan dan pengukuran sistem penghawaan alami (kecepatan angin, kelembapan udara dan temperatur ruangan) pada kondisi eksisting serta melakukan simulasi pergerakan udara dan kondisi termal dalam bangunan dengan menggunakan aplikasi software Vasari dan Ecotect untuk mengetahui apakah sistem penghawaan alami yang ada saat ini memenuhi syarat atau tidak, terhadap persyaratan Standart Nasional Indonesia (SNI) sebagai standart tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian udara pada bangunan gedung berlantai banyak. Kemudian dilakukan analisa tentang kebutuhan dimensi bukaan ventilasi sebagai bahan rekomendasi agar sistem penghawaan alami dapat diterapkan atau dimanfaatkan pada gedung F FEB UB dan memenuhi syarat SNI. Sehingga dapat memberikan solusi alternatif untuk penghematan penggunaan energi listrik dalam gedung F FEB UB. Kata kunci: Pemanasan global, Penghawaan alami, Penghematan energi
Ruang Perawatan Spa dengan Pemanfaatan Tanaman Aromatik pada Fasilitas Relaksasi di Malang
Melisha Astrini;
Rinawati Handajani;
Damayanti Asikin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (988.716 KB)
Salah satu bentuk inovasi perancangan ruang perawatan spa, yaitumengoptimalkan ruang perawatan tersebut sebagai sarana terapi kesehatan denganmenggunakan konsep tanaman aromatik pada desain ruang perawatannya. Karenapada kenyataannya banyak fasilitas relaksasi yang dijumpai kurang memaksimalkanpengolahan ruang dalam dengan memanfaatkan tanaman aromatik sebagai saranaterapi aroma alami pada ruang perawatannya. Inovasi baru pada ruang perawatanspa tersebut mengabungkan dua fasilitas pelayanan yang dapat dilakukan secarabersamaan, yaitu pelayanan spa dan terapi alternatif berupa terapi aroma. Desainruang perawatan tersebut diharap mampu memberikan kontribusi kepadamasyarakat dengan jalan memberikan fasilitas relaksasi spa yang menerapkankonsep terapi aroma sebagai terapi alternatif yang mampu merangsangpengembalian kesehatan tubuh secara fisik, psikis, emosional, serta pikiran.Kata kunci: fasilitas relaksasi, ruang perawatan spa, tanaman aromatik
REDESAIN INTERIOR GEDUNG SENI PERTUNJUKAN CAK DURASIM SURABAYA BERDASARKAN AKUSTIK RUANGAN
Dea Smita Pangesti;
Jusuf Thojib;
Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1235.332 KB)
Berdasarkan data dari Badan Perencanaan Kota Surabaya, pemerintah Kota Surabaya saat ini masih sangat minim dengan infrastruktur pengembangan bakat budaya serta seni di lingkungannya. Pernyataan pada beberapa media cetak mengatakan bahwa para seniman yang datang ke Surabaya selalu mengeluhkan tidak bisa tampil maksimal di Surabaya karena tidak didukung oleh fasilitas gedung yang memadai. Meninjau dari teori desain gedung pertunjukan mengatakan bahwa tata akustik merupakan unsur keberhasilan desain. Namun, kondisi gedung seni pertunjukkan Cak Durasim Surabaya yang ada saat ini belum memenuhi kriteria tersebut. Metode perancangan berawal dari meninjau teori desain akustik dan nilai akustik, menganalisis data eksisting berdasarkan teori desain, menyimpulkan hasil analisis untuk mengetahui kondisi eksisting yang perlu ditingkatkan kualitasnya, merancang kembali elemen-elemen yang belum sesuai, menghitung nilai akustik hingga memperoleh hasil yang sesuai. Hasil kajian yang diperoleh adalah perlu dilakukan perancangan kembali pada elemen desain ruang yaitu penempatan penonton tidak maksimal pada area longitudinal, ukuran ketinggian lantai trap tempat duduk penonton tidak sesuai, tidak adanya pengolahan bentuk permukaan dinding dan plafon serta penggunaan jenis material.Kata kunci: gedung pertunjukan, akustik, interior
Ekspresi Estetika Struktur pada Stadion Sepakbola Arema Malang
Naufal Fastabiq Forilma;
Beta Suryokusumo;
Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (730.847 KB)
Studi ini bertujuan untuk merancang stadion berkarakter menggunakan skemaperancangan ekspresi estetika struktur yang berangkat dari parameter arsitekturhigh-tech dan bionik. Pendekatan ekspresi estetika struktur menghasilkan bentuktampilanbangunan maupun struktur yang simbolik representatif dengan identitasArema. Semua elemen yang mempengaruhi bentuk ditransformasikan menggunakanmetode mixed metaphor. Fase pertama perancangan (target domain) adalahmenggali potensi dan identitas lokal Arema sebagai sumber ide. Fase kedua(metaphor transformation) adalah translasi ide menjadi konsep rancangan. Faseketiga (source domain) adalah hasil dan evaluasi rancangan terhadap parameter.Ekspresi estetika struktur pada rancangan blockplan, form, envelop dan structuraltampak pada: (1) penerapan arsitektur bionik dengan metafor simbol-simbol Aremamelalui bentuk dan struktur stadion yang mengambil figur serta mekanisme struktursistem gerak pada singa; (2) penerapan parameter arsitektur high-tech, yaitu padarancangan fasad yang menampilkan transparency, layering dan movement,penggunaan warna material cerah, ekspos struktur dengan aplikasi struktur ringanserta penyatuan antara ruang luar dan dalam; (3) penerapan ruang-ruangmultifungsi pada stadion yang bersesuaian dengan arsitektur high-tech.Kata kunci: Arema, stadion sepakbola, ekspresi estetika struktur
Pusat Olahraga Bunder di Kabupaten Gresik
Ach. Muchlasi Ridho;
Edi Hari Purwono;
Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (937.428 KB)
Olahraga merupakan kegiatan peningkatan kesehatan yang rekreatif sebagai bagian dari pendidikan menuju sportivitas, disiplin, dan prestasi. Jumlah penduduk Indonesia yang tinggi merupakan salah satu potensi perkembangan dan prestasi kegiatan olahraga. Tetapi kurangnya sarana dan prasarana dapat menghambat perkembangannya. Pengembangan sarana olahraga yang mewadahi dan terstandarisasi harus segera dikembangkan untuk mengatasi kebutuhan masyarakat akan tempat berolahraga. Pengembangan sarana olahraga dapat dilakukan secara mandiri dan terpadu. Perencanaan sarana olahraga harus disesuaikan dengan fungsi kegiatan yang diwadahi sehingga dapat meningkatkan kualitas aktivitas, pelayanan, kenyamanan dan keamanan. Perancangan pusat olahraga Bunder ini dapat menjadi solusi dari kebutuhan masyarakat dalam melakukan kegiatan berolahraga khususnya di Kabupaten Gresik. Kebutuhan ruang yang luas dengan sedikit kolom sebagai bagian dari aktivitas olahraga dan pandangan penonton yang tidak terhalangi menuntut desain bangunan olahraga menggunakan struktur bentang panjang. Perkembangan pada dunia arsitektur yang mulai menggabungkan antara estetika pada arsitektur dengan kekokohan pada sistem struktur juga mempengaruhi dari pemilihan jenis strutur bentang panjang yang dipilih. Struktur lipat membentuk lipatan-lipatan kaku yang bekerja secara efisien untuk menyalurkan beban sehingga memungkinkan dicapainya bentang lebar di antara tumpuan-tumpuan yang direncanakan. Permukaan bidang lipat pada sistem ini dapat juga digunakan menjadi fasade bangunan sehingga dapat memaksimalkan fungsi ruang, memunculkan karakter bangunan, penghematan biaya dan bahan bangunan.Kata kunci: olahraga, pusat olahraga, struktur bentang panjang, struktur lipat
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dengan Pendekatan Arsitektur Ramah Lingkungan
Bagus Suryo Atmojo;
Herry Santosa;
Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (882.364 KB)
Angka kelahiran di Indonesia saat ini termasuk cukup tinggi, sehingga harus diimbangi dengan kuantitas tenaga kesehatan yang memadai, sehingga akan timbul angka tingkat kesehatan yang tinggi. Kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan dapat diciptakan salah satunya dengan pengembangan sekolah tinggi ilmu kesehatan. Saat ini di Indonesia masih sedikit jumlah bangunan yang masuk kategori ramah lingkungan dan diantaranya belum terdapat bangunan pendidikan. Metode desain yang digunakan adalah pragmatik dan kanonik. Metode kanonik diterapkan pada perancangan ruang luar dan ruang dalam bangunan, sedangkan metode pragmatik lebih difokuskan untuk perancangan ruang luar dengan permodelan dalam bentuk dua dan tiga dimensi dengan deskripsi tekstual, sketsa-sketsa dan gambar dokumentasi. Langkah awal adalah dengan melakukan evaluasi bangunan eksisting pada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Kepanjen, kemudian hasil yang diperoleh digunakan sebagai acuan untuk rencana pengembangan yang disesuaikan dengan standar GBCI (Green Building Council Indonesia). Berdasarkan hasil kajian, ada 4 kelompok variabel atau kriteria desain yang dijadikan sebagai acuan dalam perancangan pada bangunan, yaitu tata masa dan lingkungan bangunan, efisiensi energi dan konservasi air, lingkungan ruang dalam, serta material ramah lingkungan yang akan diterapkan pada rencana pengembangan bangunan STIKES Kepanjen dengan konsep arsitektur ramah lingkungan.Kata kunci: sekolah tinggi, kesehatan, arsitektur ramah lingkungan
Pola Ruang Dalam Rumah Panggong di Kampung Bontang Kuala
Yazid Dwi Putra Noerhadi;
Antariksa Antariksa;
Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (733.191 KB)
Kampung Bontang Kuala merupakan kampung di pinggiran laut Kota Bontang. Dulunya mata pencaharian utama masyarakat kampung ini adalah sebagai nelayan. Rumah tradisional Kampung Nelayan Bontang Kuala berbentuk seperti Panggung yang terletak di atas permukaan air sungai atau laut sehingga disebut Rumah Panggong. Seiring perkembangan zaman, menjadi nelayan bukan satu-satunya mata pencaharian di kampung ini. Berdagang dan jasa menjadi salah satu alternatif pencaharian saat ini. Hal itu mempengaruhi pola ruang dalam tempat masyarakat itu bermukim. Metode yang digunakan dalam studi adalah metode analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Metode analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan kemudian menganalisis pola ruang dalam pada rumah, sehingga ditemukan karakteristik ruang dalam pada bangunan Rumah Panggong. Studi bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pola ruang dalam Rumah Panggong yang terdapat di Kampung Bontang Kuala.Kata Kunci: pola ruang dalam, Rumah Panggong
Pelestarian Bangunan Masjid Jamik Sumenep
Faridatus Saadah;
Antariksa Antariksa;
Chairil Budiarto Amiuza
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (485.132 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menemukan karakter bangunan MasjidJamik Sumenep yang meliputi karakter visual, spasial dan karakter strukturalbangunan, dan menentukan strategi pelestarian yang dapat digunakan pada bangunantersebut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan tiga macampendekatan, yaitu metode deskripsi analisis, metode evaluative (pembobotan) danmetode development. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa karakter bangunan MasjidJamik Sumenep ditentukan oleh beberapa elemen, yaitu antara lain elemen karaktervisual yang membentuk tampak bangunan seperti pintu, jendela dan dinding. Karakterspasial yaitu organisasi ruang dan orientasi bangunan, dan karakter struktural denganmenganalisa struktur atap dan dinding bangunan. Setelah ditemukan karakterbangunan tersebut, maka digunakan metode evaluative dan ditetapkan beberapaelemen bangunan yang mempunyai potensial tinggi, sedang dan rendah. Dari hasilpenetapan ditentukan stategi pelestarian yang sesuai dengan kondisi masing –masingelemen bangunan tersebut.Kata kunci: masjid, karakter bangunan, strategi pelestarian