cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Pola Ruang Dalam pada Rumah Tinggal Tradisional Jawa di Desa Brayut, Yogyakarta Marinda Noor Fajrina; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.221 KB)

Abstract

Rumah Tinggal tradisional Jawa merupakan salah satu rumah tinggal tradisional di Indonesia khusunya yang terletak di Yogyakarta. Pola ruang dalam pada rumah tinggal tradisional Jawa, adalah sebuah pembahasan penting dalam keseluruhan bahan yang dapat diteliti pada rumah tinggal tradisional Jawa. Pembagian katagori bangunan pada rumah tinggal tradisional Jawa menjadi rumah tipe Joglo, Limasan dan Kampung dipengaruhi oleh pola ruang bangunanya yang memiliki makna serta simbol tertentu. Salah satu lokasi yang memiliki tiga tipe rumah tinggal tradisional Jawa adalah Desa Brayut. Desa Brayut adalah desa yang dicanangkan menjadi desa wisata yang menjual kearifan lokal berupa rumah tinggal tradisionalnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pola ruang dalam yang tercipta pada rumah tinggal tradisional Jawa yang ada di desa tersebut dengan faktor yang memepengaruhi terbentuknya serta perubahan yang terjadi pada pola ruang dalam rumah tinggal tradisional Jawa. Metode yang diggunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kualitatif dengan studi kasus rumah tinggal tradisional Jawa ayang ada di Desa Brayut yang dianalisis berdasarkan pada fungsi, zonasi, orientasi mikrokosmos, orientasi mezokosmos, hirarki linier, hirarki oposisi binair, dan elemen pembentuk ruangnya. Ketujuh aspek tersebut saling terkait dalam pembentukan pola rung dalam pada rumah tinggal tradisional Jawa. Hasil dari studi ini menjukan susunan ruang pada rumah tingal tradisional jawa sesuai dengan klasifikasi pola ruang dalam pada kawasan tersebit.Kata kunci : Pola ruang dalam, rumah tinggal tradisional Jawa, Brayut Yogyakarta
Penerapan Material Beton Prafabrikasi pada Fasad Hotel Bisnis di Surabaya Priyo Warsito; Tito Haripradianto; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1249.745 KB)

Abstract

Persaingan hotel yang cukup tinggi di Surabaya menuntut adanya kreasi desain yang unik sebagai citra hotel yang dapat menarik pengunjung. Perlu adanya eksplorasi desain terhadap fasad hotel bisnis sebagai elemen arsitektur pertama yang dirasakan oleh calon pengunjung. Kajian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan fasad hotel bisnis di Surabaya dengan menerapkan material prafabrikasi beton untuk mendapatkan hasil desain yang berkarakter. Pendekatan perancangan dilakukan secara pragmatis dengan metode kajian deskriptif. Rancangan fasad bangunan hotel bisnis menciptakan karakter lokal dengan stilisasi lambang daerah yaitu Sura dan Buaya dan implementasi tarian khas daerah Tari Ngremo. Eksplorasi bentuk fasad pada elemen tekstur dan irama yang menghasilkan 5 tipe panel perbedaan. Pada fasad podium menghasilkan 2 tipe panel yang berbeda dengan permainan irama pada sun shading vertikal yang mengambil dari gerakan kaki penari Ngremo. Penetapan material prafabrikasi beton (panel) pada fasad menggunakan material Ultra High Performance Cement (UHPC) dari Ductal dengan kombinasi mineral lainnya. Sistem pengikat berupa concealed anchor (tidak terlihat) dengan ikatan mur-baut. Panel tersebut memiliki ketahanan fisik berupa sistem isolasi termal, efisiensi energi, dan tahan gempa. Finishing fasad berwarna putih dengan kelebihan waterproof dan anti panas.Kata kunci: beton prafabrikasi, fasad, hotel bisnis
Konsep Arsitektur Ekologi pada Pendidikan Pariwisata Red Island di Banyuwangi Agus Mujahid Anshori; Chairil Budiarto Amiuza; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.71 KB)

Abstract

Perkembangan perancangan bangunan di kawasan wisata pesisir Red Island di Banyuwangi belum sepenuhnya memaksimalkan aspek ekologi lingkungan terutama Terkait pemanfaatan sinar matahari dan angin yang melimpah. Potensi Red Island Dari segi pariwisata cukup baik namun harus disertai peningkatan kualitas Lingkungan hidup yang dapat terintegrasi secara fungsi dengan kawasan pariwisata Sekaligus menjadi contoh bangunan yang dapat memanfaatkan ekologi Red Island dalam proses perancangannya. Salah satu upaya mendukung untuk ditingkatkannya kualitas pelayanan dan lingkungan hidup di Red Island adalah perancangan gedung pendidikan pariwisata dimana selain dapat terintegrasi dengan aktifitas Red Island sebagai laboratorium para mahasiswa misalnya mereka dapat berpraktik di homestay, cafe dsb. Juga dapat memanfaatkan ekologi Red Island terutama aktifitas belajar dengan tugas melihat, membaca dan berdiskusi yang membutuhkan pengaturan pencahayaan alami serta penghawaan alami yang nyaman untuk kegiatan belajar mengajar tersebut sehingga pada perancangan difokuskan pada pencahayaan dan penghawaan ruang. Energi surya dimanfaatkan juga sebagai pembangkit tenaga untuk menunjang operasional bangunan yang sekaligus sebagai indikator konsep arsitektur ekologi pada pendidikan pariwisata Red Island.Kata kunci: pendidikan pariwisata, cahaya alami, penghawaan alami, panel surya
Konsep Taman Sensori sebagai Healing Environment pada Pusat Layanan Autis Kota Malang Tyas Pinendita; Lisa Dwi Wulandari; Jenny Ernawati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.798 KB)

Abstract

Autisme merupakan merupakan bagian dari Kelainan Spektrum Autisme atau Autism Spectrum Disorders (ASD). Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penyandang autisme pada tahun 2010 diperkirakan sebanyak 2,4 juta jiwa (Tempo,2012). Terus meningkatnya jumlah anak penyandang autisme perlu didukung dengan fasilitas dan pelayanan untuk anak penyandang autisme. Pada tahun 2012, pemerintah mulai membangun 26 Pusat Layanan Autis di berbagai kota termasuk diantaranya ialah Pusat Layanan Autis Kota Malang sebagai PLA pertama yang didirikan di Indonesia. Ruang luar khususnya taman sensori sebagai healing environment yaitu suatu desain lingkungan terapi yang memadukan antara unsur alam,indera, dan psikologis. Taman sensori merupakan taman yang memiliki fungsi untuk merangsang kelima panca indera manusia agar dapat bekerja lebih peka (Sensory Trust, 2013 dan Worden & Moore, 2013). Untuk mencapai hasil berupa konsep taman sensori, telah dilakukan riset mengenai pola perilaku anak hipersensitif dan hiposensitif di ruang luar pada PLA Kota Malang.Kata kunci: Taman Sensori, healing environment, Pusat Layanan Autis Kota Malang
Pengembangan Fasilitas Wisata di Kawasan Pantai Pancer Door Kabupaten Pacitan Zaqiyul Fuad; Subhan Ramdlani; Ali Soekirno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.831 KB)

Abstract

Kawasan Pantai Pancer Door ditetapkan sebagai kawasan wisata sejak tanggal 30 Desember 1997 dibawah pengelolaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pacitan. Rencana pengembangan pantai Pancer Door sebagai kawasan wisata mulai dilakukan oleh pemerintah daerah sejak tahun 2014 melalui penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Pantai Teleng Ria dan Pancer Door Kabupaten Pacitan. Namun hingga saat ini, belum terlihat adanya perubahan maupun pembangunan yang dilakukan, hal ini tentu tidak sejalan dengan tujuan pengembangan kawasan wisata pantai Pancer Door sesuai yang direncanakan. Salah satu aspek penting yang dapat menarik minat pengunjung untuk datang ke suatu lokasi wisata adalah ketersediaan fasilitas penunjang wisata, sehingga dibutuhkan adanya perancangan bangunan-bangunan fasilitas penunjang wisata di kawasan wisata pantai Pancer Door. Langkah pengembangan yang dilakukan meliputi pengadaan fasilitas akomodasi dan fasilitas penunjang wisata. Pengadaan fasilitas wisata ini didasarkan pada kebutuhan pengunjung yang meliputi kebutuhan akan fasilitas akomodasi, rekreasi dan olahraga. Perancangan dilakukan dengan cara melakukan pemrograman data eksisting, memetakan kebutuhan pengunjung serta meninjau komparasi objek wisata sejenis untuk menentukan kriteria dan konsep desain fasilitas yang akan dibangun. Selain perancangan bangunan fasilitas, juga dilakukan perencanaan lansekap meliputi penentuan zoning, penataan sirkulasi dan ruang terbuka hijau untuk memaksimalkan potensi kawasan wisata.Kata kunci : pengembangan, fasilitas, pariwisata, pantai Pancer Door
Interior Layanan Perpustakaan Anak (Studi Kasus : Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur) Dyah Aprilia; Rinawati P Handajani; Triandi Laksmiwati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1181.69 KB)

Abstract

Perpustakaan anak merupakan tempat yang memiliki peran penting dalam meningkatkan minat baca pada anak. Salah satu perpustakaan di Indonesia yang menyediakan layanan perpustakaan anak adalah Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Untuk meningkatkan minat baca pada anak, dapat diwujudkan dengan menciptakan perancangan ruang yang sesuai dengan kebutuhan karakteristik pada anak. Ruang tersebut diharapkan dapat menarik anak untuk melakukan kegiatan membaca. Suasana yang menarik bagi anak dapat dengan menerapkan usur-unsur desain yang sesuai dengan karakteristik anak, seperti unsur warna dan unsur bentuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rancangan interior pada layanan perpustakaan anak yang dapat meningkatkan minat baca pada anak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, yang berupa penelitian dengan pendekatan studi kasus, sedangkan metode perancangan yang digunakan adalah metode programatik dan metode preseden. Penelitian didasarkan pada dua aspek yang terkait, yaitu unsur warna dan unsur bentuk yang sesuai dengan kebutuhan karakteristik pada anak. Diharapkan dengan adanya rancangan interior layanan perpustakaan anak yang sesuai, dapat meningkatkan minat baca pada anak.Kata Kunci: Perpustakaan anak, karakteristik anak, warna, bentuk
Rumah Susun Sederhana dengan Penerapan Konsep Bioklimatik di Kecamatan Sukun Malang Dimas Septian Permana; Heru Sufianto; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.376 KB)

Abstract

Kota Malang merupakan kota terbesar kedua setelah Surabaya, yang memilikipenduduk cukup besar dengan lahan permukiman yang terbatas. Rumah susunmerupakan salah satu alternatif solusi pembangunan rumah tinggal dengan lahanpermukiman terbatas. Keterbatasan lahan tersebut mengakibatkan lahan hijau menjadisasaran untuk dialih fungsikan sebagai lahan permukiman. Kurangnya lahan hijausuatu kota dapat mengakibatkan meningkatnya suhu udara serta kualitas udara yangburuk, maka dari itu diperlukan pembangunan dengan mengusung konsep arsitekturhijau. Desain Bioklimatik merupakan contoh dari arsitektur hijau yang dapatditerapkan pada bangunan rusun di daerah perkotaan. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mencari kriteria-kriteria bioklimatik yang teapt dan diterapkan pada bangunanrusun agar mampu menanggapi kondisi iklim setempat. Metode penelitian yangdigunakan adalah metode deskriptif kualitatif, yang berupa penelitian denganpendekatan studi kasus. Hasil yang dicapai adalah bangunan mampu mengoptimalkanpencahayaan dan penghawaan alami secara merata melalui orientasi, bentukbangunan, desain bukaan, vegetasi, pemilihan material, dan efisiensi penggunaan air.Diharapkan rusun dengan konsep bioklimatik mampu merespon terhadap iklimdengan perancangan secara pasif.Kata Kunci: rumah susun, tanggap iklim, bioklimatik
Pelestarian Bangunan Kantor Pos Besar Surabaya Novalinda Puspitasari; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.267 KB)

Abstract

Sejarah Kota Surabaya sebagai kota pahlawan menjadikan Kota Surabaya sebagai pusat pemerintahan pada masa kolonial, terdapat banyak bangunan dengan fungsi kantor pelayanan jasa sebagai pemenuhan kebutuhan pada zaman kolonial. Bangunan Kantor Pos Besar Surabaya merupakan salah satu bangunan yang memiliki nilai historis yang tinggi. Bangunan Kantor Pos Besar Surabaya bergaya Indische empire stijl yang tampak pada elemen-elemen bangunan. Tujuan studi ini sebagai identifikasi dan anaisis karaktakteristik bangunan, serta sebagai identifikasi dan analisis arah pelestarian Bangunan Kantor Pos Besar Surabaya Studi ini menggunakan tiga macam metode deskriptif, meliputi metode deskriptif analisis, metode evaluatif, dan metode development. Analiis karakter bangunan pada studi ini meliputi karakter spasial, karakter visual, dan karakter struktural. Hasil dari analisis ketiga karakter tersebut merupakan sumber untuk menganalisis arahan pelestarian Bangunan Kantor Pos Besar Surabaya. Potensial arahan pelestarian dibedakan menjadi tiga, yaitu potensial tinggi dengan arahan pelestarian preservasi dan konservasi, potensial sedang dengan arahan pelestarian konservasi dan rehabilitasi, serta potensial rendah dengan arahan pelestarian rehabilitasi.Kata Kunci: Kantor Pos Besar Surabaya, bangunan cagar budaya, Strategi Pelestarian
Komposisi Fasad Masjid Al Mubarok di Nganjuk Mohammad Bahrun Nidzom; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.78 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi komposisi fasadbangunan masjid al Mubarok yang meliputi komposisi pada fasad dan komposisielemen pada fasad. Metode analisis yang digunakan adalah metode diskriptifkualitataif, dengan menggambarkan dan menganalisis variabel-variabel tentangkomposisi fasad dan komposisi elemen-elemen fasad dengan sub variabel prinsipkomposisi. Hasil temuan menunjukkan bahwa adanya perbedaan komposisi padafasad bangunan yang terbagi menjadi tiga periode. Pembagian bangunan ini sesuaidengan periode pendirian bangunan masjid yang dilakukan dengan tiga tahap, yaitu: tahap pertama pada tahun 1830, tahap kedua dibangun beberapa tahun setelahtahap pertama, dan tahap ketiga pada tahun 2014. Hasil yang didapatkan padakomposisi fasad memiliki keseimbangan simetri; iramanya ada yang statis dan jugadinamis; skalanya intim pada periode kesatu, skala normal pada periode kedua; danskala monumental pada periode ketiga; proporsinya tidak didapatkan menggunakanprinsip Golden Sectian; kesatuan yang dihasilkan berbeda-beda; dan urutan padamasjid al Mubarok formal dengan urutan dari monumental menuju normal,kemudian menuju intim.Pada komposisi elemen fasad menggunakan variabel yangada pada elemen fasad, yaitu: atap, dinding, jendela dan pintu dengan subvariabelprinsip komposisi yang terdiri dari: keseimbangan, irama, point of interest dankesatuan.Kata kunci : Komposisi, fasad, masjid al Mubarok
Balai Budidaya Ikan Bandeng dan Udang Vanamei Sebagai Percontohan Budidaya Perikanan di Kecamatan Jabon, Sidoarjo Moch. Solichudin; Subhan Ramdlani; Bambang Yatnawijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1617.643 KB)

Abstract

Jabon merupakan salah satu Kecamatan di Sidoarjo yang memiliki luas tambak terbesar dengan komoditi utama ikan bandeng dan udang vanamei. Pada 10 tahun terakhir perikanan di Jabon terus menurun dikarenakan rendahnya mutu genetik dan masyarakat masih menggunakan metode tradisional dalam budidaya. Metode yang penelitan adalah dengan observasi langsung pada kawasan budidaya perikanan di Kecamatan Jabon, Sidoarjo. Observasi menghasilkan data mengenai kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas perikanan yang sampai saat ini belum ada di Kecamatan Jabon. Fasilitas yang dimaksud adalah fasilitas yang dapat mengedukasi para petani tambak yang nantinya akan berfungsi sebagai sarana percontohan budidaya perikanan khususnya budidaya ikan bandeng dan udang vanamei. Fasilitas berupa balai budidaya perikanan menjadi solusi kebutuhan petani tambak, karena balai budidaya perikanan merupakan sarana yang memiliki fasilitas yang mampu menunjang kebutuhan budidaya masyarakat setempat. Perancangan balai budidaya perikanan mengacu pada pedoman umum pemanfaatan kawasan konservasi perairan untuk kegiatan penelitian dan pendidikan yang diterbitkan oleh kementrian kelautan dan perikanan. Hasil perancangan balai budidaya perikanan difokuskan pada jenis budidaya ikan bandeng dan udang vanamei yang merupakan komoditi utama perikanan setempat.Kata kunci: Balai budidaya ikan bandeng dan udang vanamei, percontohan budidaya

Page 23 of 150 | Total Record : 1492