cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
PALASTREN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 466 Documents
PEMIMPIN AKADEMIK ATAU MANAJERIAL? Aspirasi, Harapan dan Tantangan Perempuan untuk Menjadi Pemimpin di Lembaga Pendidikan Tinggi Islam Hidayah, Siti Nur; Munastiwi, Erni
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 12, No 2 (2019): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i2.5628

Abstract

The disparity of women leadership in higher education has been the concern of scholars for decades. However, the problem still exists until today. In the context of Islamic higher education in Indonesia, similar problem also continues to occur, yet the aspiration of young women lecturers has not been examined. This research aims to investigate the aspiration, hope, and challenges of young women lecturers at Islamic University in Banda Aceh, Indonesia on leadership positions. Employing in-depth interviews with 12 women lecturers in junior and mid leadership career this study found that: first,  women lecturers are less represented both in academic and managerial leaderships; second, all participants aspire more for academic leadership than the managerial one. However they would accept leadership position if they are given trust (amanah) or are appointed for that position; third,  the university uses a direct appointment model in the managerial positions, thus limiting highly motivated women or even men to apply for leadership career; and fourth, women academics have to deal with triple challenges in leadership careers: related to balancing between career and family as well as organizational culture and policies.
EGALITERIANISME DALAM KELUARGA MENURUT AL-QURAN : STUDI PEMIKIRAN BARLAS BARLAS TERHADAP Q.S. AN-NISA’ AYAT 1 Fauziyah, Fauziyah
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 6, No 2 (2013): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v6i2.991

Abstract

Barlas Barlas merupakan salah satu tokoh feminis muslim yang kontroversial dalam memahami ayat sikap egaliterkeluarga. Penafsiran Barlas sangat berbeda dengan paramufassir sebelumnya terutama ulama klasik. Denganmetode analisis deduktif induktif dengan tingkatananalisis deskriptif, artikel ini menyimpulkan Barlasmenafsirkan tentang keluarga dalam al-Quran dengansemangat pembebasannya, menunjukkan bahwa keluargadalam Islam tidak bersifat patriarkis, mengingat bahwaperlakuan al-Quran terhadap laki-laki dan perempuandalam kapasitasnya sebagai orang tua atau pasangantidak didasarkan pada asumsi tentang keistimewaan ataukekuasaan laki-laki atau ketidaksetaraan jender bahkanal-Quran menurut Barlas telah memasukkan ibu kedalamwilayah penghormatan simbolis yang diasosiakan denganTuhan, sehingga ibu diangkat posisinya melebihi ayah.Penghormatan simbolis ini terlihat pada surat al-Nisa’ayat 1 dimana Barlas menafsirkan konsep taqwa kepadaTuhan dan kepada ibu. Barlas menegaskan bahwa ayahdalam tradisi patriarki tidak sesuai dengan al-Quran.Barlas dengan semangat pembebasan menafsiri ayatayattersebut dengan menerapkan hermenutik yang berdasarkan ontology ketuhanan.Kata Kunci: Egaliterianisme, Keluarga, Barlas Barlas. Barlas Barlas is a feminist Muslim figure who has controversial understanding about egalitarian attitudes of a family. Barlas interpretation is very different fromthe previous commentators, especially classical scholars.By using inductive deductive method of analysis withdescriptive level of analysis, this article concludes thatthe interpretation of Barlas on the family in the Koranindicates that the family is not patriarchal in Islambecause the Qur’an treatment to men and women intheir capacity as parents or spouses is not based onassumptions about privilege or power of men or genderinequality. In fact, according to Barlas, the Koran hasincluded a mother into symbolic honor region, which isassociated with God, so that the position of a motheris raised exceeds the father’s. This symbolic tribute isshown at Surah An-Nisa ‘verse 1 where Barlas interpretsthe concept of piety to God and to the mother. Barlasconfirms that the father in the patriarchal tradition is not appropriate with the Koran.Keywords: Egaliterianisme, family, Barlas Barlas.
SOSIOLOGI ANAK JALANAN DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NO. 1 TAHUN 2000 TENTANG PENANGGULANGAN PEKERJA ANAK : STUDI KASUS DI PONOROGO, JAWA TIMUR Rokamah, Ridho
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 7, No 1 (2014): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v7i1.998

Abstract

Penelitian ini mengkaji masalah penyebab terjadinya pekerja anak, dan  implementasi Undang-undang No.1 tahun 2000 tentang Penanggulangan Pekerja Anak.Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitianini adalah pendekatan kualitatif. Dari hasil penelitiandapat ketahui bahwa alasan anak di bawah umurmenjadi pekerja anak adalah karena ekonomi, mengisiwaktu luang, terpaksa, lari dari rumah, dll. Fenomenaini terjadi karena adanya struktur norma-norma hukumdalam masyarakat yang tidak bisa berlaku. Sedangkanimplementasi undang-undang ini dilapangan jugamasih belum bisa maksimal karena banyak faktor yangsaling kait mengkait, mulai dari keberadaan hukumbaik secara sosiologis maupun filosofis, budaya/norma masyarakat yang mulai luntur, sarana atau fasilitas yang tidak memadai, aparat penegak yang belum tegas, dankesadaran dari seluruh masyarakat untuk menghapuspekerja anak secara integrasi belum terbentuk.kata kunci: Pekerja Anak, UU No.1 Tahun 2000 The number of school dropout children in Ponorogofrom year to year is still high despite decreased. Thisphenomenon led to the opportunitie for children tobecome child laborers. Based on this concern, theresearcher examined the causes of the child laborproblem, and the implementation of Law No. 1 of 2000on Combating Child Labour. The research approachused in this study is a qualitative approach. The resultsof this research is that the main reason of child labor wasan economic factor, leisure time, being forced, or runningaway from home, etc. This phenomenon occurs becauseof the structure of legal norms in the society still can notbe applied. While the implementation of this legislationin the field still can not be maximized because of manyfactors are intertwined, from the existence of laws eithersociological or philosophical, cultural / societal normsthat started to fade, inadequate facilities, non assertiveenforcer and the awareness of the whole society toeliminate child labor in the integration has not beenformed.Keywords: Child Labour, Law No.1. Year  2000
Desacralization of Marriage in the Islamic Community of Javanese Farmers Sardjuningsih, Sardjuningsih
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 13, No 1 (2020): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v13i1.7412

Abstract

Field research with a phenomenological approach, in the District of Kabuh-Jombang. The barren rural socio-geographical setting makes tradition basics a reference and measure of norms of action. The uniqueness of this study with previous research is the process of reducing the sacredness of marriage by placing the status of Widower or Widow better than the status of an old spinster or old age. Research with a Phenomenological approach with Robert Merton's Structural-Functional analysis knife rests on deep interview techniques of 20 informants consisting of couples who experience young and divorced couples, families, and community leaders. produce conclusions that the tradition of underage marriage is a social fact, a habit that still continues to this day, constructed with noble and sacred meaning. In the social process the Nobleness of meaning is not supported by other social facts, that being a widower or widow is better than being an old woman or old woman. This puts divorce better than maintaining marriage. This pragmatic outlook is contrary to the ideal ideals of a sacred marriage. The result of a complex divorce is a negative new social fact that is neglecting the rights of children to be paid by their parents. This negative social fact is due to the dysfunctional social control and social structure of the process of adaptation to change.
Perempuan dan Ekonomi Digital: Peluang Kewirausahaan Baru dan Negosiasi Peran berbasis Gender Nurcahyani, Anisa; Isbah, M. Falikul
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 13, No 1 (2020): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v13i1.6382

Abstract

Artikel ini mendiskusikan bagaimana para perempuan pengusaha memanfaatkan media digital sebagai peluang kewirausahaan baru, serta bagaimana mereka menegosiasikan aktifitas ekonomi tersebut dengan peran mereka sebagai istri dan ibu. Berdasarkan riset lapangan di Yogyakarta dengan menggabungkan metode observasi daring atas beberapa akun Instagram milik perempuan pengusaha dan wawancara langsung dengan mereka, riset ini menemukan bahwa ekonomi digital telah menjadi peluang kewirausahaan baru bagi para perempuan pengusaha untuk menjangkau pasar yang lebih luas tanpa mengabaikan peran mereka sebagai istri/ibu. Namun mereka dituntut untuk terus berinovasi dan memahami trend pasar yang terus berubah serta selalu meningkatkan penguasaan teknologi demi hasil yang maksimal. Pada saat yang sama, mereka juga harus mampu menegosiasikan peran domestik dan publik mereka dengan suami. Riset ini menemukan bahwa negosiasi yang berhasil umumnya bertumpu pada kesepakatan dengan suami dalam mengelola waktu, tetap menempatkan keluarga sebagai prioritas, dan memposisikan suami sebagai mitra kerja. Berdasarkan temuan ini, penulis berargumen bahwa ekonomi digital menyediakan peluang kewirausahaan baru yang memungkinkan kaum perempuan berperan di ranah domestik dan publik secara neogotiable dan fluid (cair atau lentur). 
Nalar Gender Para Khatib Nikah di Surabaya Syakur, Abd; Rochimah, Rochimah; Khoiroh, Muflikhatul
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 13, No 1 (2020): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v13i1.6902

Abstract

Artikel ini mengupas ide-ide tentang relasi suami-istri dalam rumah tangga yang dipaparkan oleh para khatib nikah di Surabaya. Penelitian dilakukan dengan model kualitatif bertumpu pada data primer berupa pernyataan verbal para khatib dalam moment akad nikah. Jumlah khatib sebagai partisipan penelitian ini ditentukan berdasarkan penetapan lokasi khutbah nikah, yaitu di dua masjid utama di Surabaya, Masjid Al-Akbar dan Masjid Al-Falah yang keseluruhannya berjumlah 12 orang. Pengambilan data dilakukan melalui dokumentasi khutbah, observasi, dan wawancara. Data yang terhimpun dianalisis menggunakan teknik fenomenologis. Temuan riset adalah bahwa para khatib nikah di Surabaya masih banyak yang mengeksplikasi pesan relasi suami-istri dalam kategori; a) bias gender sebanyak 42%; b) ambigu gender, sebanyak 25%, yaitu menyatakan relasi timbal-balik, namun memosisikan istri sebagai tangan kanan suami; c) netral gender yang mencapai sejumlah 8%; d) keadilan dan kesetaraan gender, yaitu 25% dengan kreteria memosisikan suami-istri secara equal. Perbedaan wawasan gender para khatib tersebut disebabkan oleh perbedaan latar belakang sosio-kultural. Khatib yang sudah berwawasan equal berlatar belakang sebagai dosen dan pejabat kementerian agama. Sedangkan yang masih bias berlatar belakang sebagai penceramah dan belum pernah mengikuti pendalaman tentang konsep gender.
Menenun Bagi Perempuan Melayu Riau: Antara Peluang Usaha dan Pelestarian Budaya Hasbullah, Hasbullah; Wilaela, Wilaela; Syafitri, Riska
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 13, No 1 (2020): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v13i1.6867

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan aktivitas menenun bagi Perempuan Melayu yang dilihat dari dua sisi, yaitu peluang usaha dan pelestarian budaya. Metode yang digunakan dalam penelitan ini adalah metode kualitatif dengan teknik wawancara sebagai pengumpul data utama. Data primer diperoleh dari wawancara dengan informan yang terdiri dari perajin tenun, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Hasil kajian ini menyimpulkan bahwa peluang usaha muncul sebagai akibat dari otonomi daerah dan kebijakan Pemerintah Provinsi Riau untuk menggali berbagai khasanah lokal khas Riau. Pada saat ini sudah muncul pusat-pusat penghasil kain tenun dan juga sentra-sentra yang menjual kain tenun. Sedangkan pelestarian budaya merupakan efek dari kebijakan tersebut yang membuat para perajin tenun kembali bergairah untuk menekuninya karena memiliki nilai ekonomis. Pewarisan keterampilan menenun tidak lagi hanya terbatas pada keluarga perajin, melainkan juga sudah meluas kapada masyarakat yang meminatinya. Pemerintah mendukung dengan berbagai program dan kebijakan agar keterampilan menenun tetap bertahan dan berkembang di tengah masyarakat Melayu Riau.
Is It Possible to Prevent Radicalism through Women's Participation in STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) Education?: Challenges and Opportunities Imaduddin, Muhamad
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 13, No 1 (2020): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v13i1.4157

Abstract

Women and education as an effort to prevent radicalism are connected. If the international community tries to engage education as part of a strategy to reduce terrorism, it should be necessary to consider the content of education. One of the SDGs mandates in “equality” is the importance of women to be involved in mastering STEM. This study reveals how the challenges and opportunities for women's relationships and participation in STEM education can make it possible to prevent the emergence of radicalism. This was carried out by exploring several kinds of literature related to the level of women's participation and the usefulness of STEM education. The role of women is shown by their participation as learners, educators, and directly involved in the STEM industry as a workforce. As an educator, women's participation occupies a much better position than workforces. STEM content can be integrated with radicalism issues to be resolved in the classroom to practice critical thinking skills. Women as STEM workers face obstacles that have nothing to do with their abilities, such as stereotyping, discrimination, violence, and abuse. Religious education integrated with STEM education provides an opportunity to reduce radicalism values with women taking part in it.
Kontestasi Teodisi dan Aksi Antara Islam Moderat dan Radikal Dalam Bencana Palu dan Lombok Zahra, Fathimatuz; Hakim, M. Nasrul
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 11, No 2 (2018): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v11i2.4056

Abstract

Bencana merupakan  keniscayaan dalam kehidupan manusia dan memunculkan berbagai respon bagi masyarakat sekitarnya. Bencana sering terjadi di Indonesia, pada tahun 2018 di antaranya adalah gempa bumi Lombok dan Palu.Objek kajian yang dipilih adalah menyangkut respon organisasi masyarakat berbasiskan Islam terhadap bencana Lombok dan Palu. Dalam penelitian ini lebih khusus lagi diambil dari pemahamahan teodisi dan aksi organisasi Islam moderat dan radikal. Organisasi keislaman  memproduksi teks berupa fatwa, surat keputusan, atau artikel-artikel yang disebarkan pada lingkup internal. Teks-teks tersebut sebagai data kontestasi teodisi dalam organisasi keislaman. Analisis terhadap interpretasi tersebut digunakan untuk melihat respon tindakan yang dilakukan organisasi keislaman sebagai pelaksanaan dari teks. Bencana Palu dan Lombok menunjukkan Islam moderat memahami teodisi dalam bencana sebagai kasih sayang Tuhan sehingga dalam tindakan pun menggunakan dalil-dalil yang fleksibel. Sedangkan Islam radikal memunculkan kontestasi teodisi bahwa bencana yang turun merupakan azab, sehingga mereka dalam tindakan pun menggunakan dalil-dalil yang keras.Kata Kunci : Kontestasi, teodisi,  islam moderat dan islam radikal, bencanaAbstract :                                                                                               Disaster is a necessity in human life and raises various responses for the surrounding community. Disasters often occur in Indonesia, so here a study of disasters is needed. The disasters that occurred in Indonesia this year included the Lombok and Palu earthquakes. The study subjects chosen were related to the response of Islamic-based community organizations to the disasters of Lombok and Palu. In this paper, it is more specifically taken from the understanding of theodicy and the actions of moderate and radical Islamic organizations.Every Islamic organization produces texts in the form of fatwas, decrees, or articles that are disseminated in the internal sphere. These texts will be the data of theodic contestation in Islamic organizations. Then, the analysis of the interpretation is used to see the response of actions taken by Islamic organizations as the implementation of the text that has been produced.Keywords: Contestation, theodicy, action, moderate Islam and radical Islam, disaster
Perempuan dalam Proses Pekerjaan Tambang Kapur (Studi Kasus di Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah) Rohimi, Rohimi
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 13, No 1 (2020): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v13i1.5804

Abstract

Keterlibatan pekerja perempuan di  tambang kapur mengandung dua sisi. Selain mengukuhkan kehadiran perempuan di ruang publik, di sisi lain juga memberikan potret kerentanan perempuan dalam pekerjaan berat yang beresiko bersama dengan pekerja laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk memotret kegiatan kaum perempuan dalam pekerjaan tambang kapur di Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis gender. Temuan yang diperoleh, perempuan pekerja tambang kapur melakukan empat jenis pekerjaan yakni mengeluarkan batu kapur setelah pembakaran, penyiraman dan pengguguran kapur, pengemasan kapur, dan pemasaran kapur ke tempat tujuan. Dalam empat proses ini, resiko keselamatan dan kesehatan perempuan tinggi. Untuk itu, pekerja perempuan harus menggunakan alat keselamatan kerja dan  memiliki jam istirahat yang cukup.  Kata Kunci: pekerja perempuan, tambang kapur, keselamatan kerjaABSTRACT The involvement of female in limestone mines has two sides. It is an affirmation of women in public sphere, but on the other hand women are vulnerable to the risk of such back-breaking work along with male miners. This article portrays female miners in the limestone mines in Mangkung Village, West Praya District of Central Lombok from the perspective of gender studies. Result shows women miners are responsible for four kinds of jobs, namely: taking the limestone out of the stove, limestone watering and dropping, packaging, and distributing the lime to the marketplace. During those processes, female workers are open to injury and harm. Therefore a proper health and safety policy, risk assessments and safety precautions should be taken into consideration in order to eliminate the risk.     Keywords: female workers, limestone mines, work health and safetyÂ