cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
PALASTREN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 466 Documents
Transformasi Sosial-Ekonomi dan Manajemen Pendidikan Eks-Pekerja Migran Perempuan (PMP) di Sendang Kabupaten Tulungagung Chotimah, Chusnul; Khusna, Nur Isroatul
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 13, No 1 (2020): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v13i1.7137

Abstract

Penghasilan rendah dan minimnya lapangan kerja menyebabkan para perempuan di Sendang Kabupaten Tulungagung nekat untuk jadi Pekerja Migran Perempuan (PMP) ke luar negeri. Fenomena demikian sudah terjadi sekian lama dan seolah menjadi bagian dari dinamika kehidupan. Impactnya adalah terjadi transformasi sosial-ekonomi dan pendidikan para eks-PMP pasca kepulangannya dari luar negeri. Dengan menggunakan mix methods, artikel ini menggambarkan perubahan taraf kehidupan para mantan PMP dari sisi social, ekonomi dan manajemen pendidikan. Populasi dalam penelitian ini berjumlah sekitar 138 orang dengan sampel 100 responden. Analisis tabulasi tunggal dan persentase digunakan peneliti untuk mendapatkan gambaran umum masing-masing variabel. Hasil dari riset ini menunjukkan bahwa transformasi social-ekonomi terjadi ditandai dengan pergeseran jenis pekerjaan PMP dari agraris menjadi non-agraris. Dari pekerjaan buruh tani 13% pasca menjadi PMP berubah menjadi petani dengan lahan sendiri 15% dan 85% lainnya pekerjaan non agraris. Transformasi sosial terlihat dari life style yang berubah sebagai akibat dari meningkatnya penghasilan dari 54% tidak berpenghasilan turun menjadi 17% setelah menjadi PMP. Life style terjadi juga karena infiltrasi nilai dan tujuan hidup yang tidak lagi homogen menjadikan kesadaran kolektif melemah dan terjadiya kelonggaran norma sosial. Adapun transformasi pendidikan ditandai dengan tumbuhnya kesadaran pengelolaan pendidikan dengan menyisihkan anggaran sebesar 20% dari remitensi untuk tabungan pendidikan.
Transformasi Sosial-Ekonomi dan Manajemen Pendidikan Eks-Pekerja Migran Perempuan (PMP) di Sendang Kabupaten Tulungagung Chotimah, Chusnul; Khusna, Nur Isroatul
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 13, No 1 (2020): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v13i1.7137

Abstract

Penghasilan rendah dan minimnya lapangan kerja menyebabkan para perempuan di Sendang Kabupaten Tulungagung nekat untuk jadi Pekerja Migran Perempuan (PMP) ke luar negeri. Fenomena demikian sudah terjadi sekian lama dan seolah menjadi bagian dari dinamika kehidupan. Impactnya adalah terjadi transformasi sosial-ekonomi dan pendidikan para eks-PMP pasca kepulangannya dari luar negeri. Dengan menggunakan mix methods, artikel ini menggambarkan perubahan taraf kehidupan para mantan PMP dari sisi social, ekonomi dan manajemen pendidikan. Populasi dalam penelitian ini berjumlah sekitar 138 orang dengan sampel 100 responden. Analisis tabulasi tunggal dan persentase digunakan peneliti untuk mendapatkan gambaran umum masing-masing variabel. Hasil dari riset ini menunjukkan bahwa transformasi social-ekonomi terjadi ditandai dengan pergeseran jenis pekerjaan PMP dari agraris menjadi non-agraris. Dari pekerjaan buruh tani 13% pasca menjadi PMP berubah menjadi petani dengan lahan sendiri 15% dan 85% lainnya pekerjaan non agraris. Transformasi sosial terlihat dari life style yang berubah sebagai akibat dari meningkatnya penghasilan dari 54% tidak berpenghasilan turun menjadi 17% setelah menjadi PMP. Life style terjadi juga karena infiltrasi nilai dan tujuan hidup yang tidak lagi homogen menjadikan kesadaran kolektif melemah dan terjadiya kelonggaran norma sosial. Adapun transformasi pendidikan ditandai dengan tumbuhnya kesadaran pengelolaan pendidikan dengan menyisihkan anggaran sebesar 20% dari remitensi untuk tabungan pendidikan.
Teori Hukum Feminisme dan Kaidah Fikih Sebagai Pertimbangan Hakim dalam Perkara Dispensasi Kawin (Studi Penetapan Hakim Nomor.10/PDT.P/2017 di Pengadilan Agama Bojonegoro) Mesraini, Mesraini; Rahmatullah, Indra; Mahmud, Abdul Alim
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 13, No 1 (2020): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v13i1.6807

Abstract

Anak adalah anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang harus dilindungi dan dipenuhi hak-hak dasarnya seperi hak kelangsungan hidup, hak mendapatkan perlindungan, hak untuk tumbuh berkembang dan hak untuk berpartisipasi. Oleh karena itu, berbagai instrumen hukum telah mengatur dalam melindungi hak-hak anak. Perlindungan dasar terhadap hak-hak anak seharusnya tidak dapat dikurangi dalam kondisi apapun termasuk karena berbagai faktor nonhukum yang dapat mereduksi hak anak tersebut. Namun demikian, dalam perkara penetapan dispensasi kawin di bawah umur No.10/Pdt.P/2017/PA.Bjn pertimbangan hakimnya masih didominasi oleh faktor-faktor nonhukum seperti kondisi pekerjaan, kondisi psikologis dan kondisi ekonomi orang tuanya daripada mempertimbangkan hak-hak dasar anak. Ironisnya adalah pertimbangan hakim tersebut tidak dilakukan melalui sistem pembuktian yang ilmiah sehingga lebih mendekati pada kesimpulan asumtif. Selain itu, analisis perspektif fikih dan filsafat hukum yang digunakan oleh hakim dalam memutus perkara tersebut tidak sesuai dengan konteks perkara yang ditanganinya sehingga tujuan hukum yaitu keadilan, kepastian dan kemanfaatan tidak terpenuhi. Untuk menjawab masalah ini, akan digunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis-normatif. Sebagai kesimpulan, pertimbangan hakim dalam penetapan perkara tersebut seharusnya dapat mengedepankan hak-hak dasar anak yang harus dilindungi berdasarkan dengan analisis fikih dan filsafat hukum yang tepat daripada faktor-faktor nonhukum yang diprioritaskan.
Peace Education Taught by the Female Muslim Nobel Peace Prize Laureates in 21st Century Supaat, Supaat; Suciati, Suciati
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 13, No 1 (2020): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v13i1.6744

Abstract

AbstractWomen have a very important role in upholding world peace and security because they have the power that is not possessed by men, namely the maternal instinct which naturally can create peace with love, care and harmony. This study aims to find out Muslim women who received world peace awards in the 21st century and analyze the points of peace education that they teach and implement. This research was a qualitative descriptive study with the content analysis of the peace speech they deliver. Based on the analysis, it can be seen that there are three Muslim women who received world nobel peace prize in the 21st century, namely Shirin Ebadi, Tawakkul Karman and Malala Yousafzai. The messages of peace that become their focus are efforts for democracy and human rights, especially the struggle for human rights and children (Shirin Ebadi), nonviolent struggle against women's security and women's human rights for full participation in peace-building work (Tawakkul Karman), struggle against the oppression of children and young people and the right of all children to get education (Malala Yousafzai).
Pemberdayaan Keluarga Prasejahtera Melalui Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) di Kota Depok Noer, Khaerul Umam; Khairunnisa, Dhea Ariesta
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 13, No 2 (2020): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v13i2.8717

Abstract

Artikel ini menyajikan hasil penelitian tentang pemberdayaan ibu rumah tangga prasejahtera melalui program terpadu peningkatan perananan wanita menuju keluarga sehat sejahtera (P2WKSS). Ibu rumah tangga prasejahtera bekerja agar dapat membantu suami dalam mendukung perekonomian keluarga. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Cipayung dan Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, studi dokumentasi dan studi kepustakaan dengan melakukan analisa data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberdayaan yang dilakukan bagi ibu rumah tangga prasejahtera melalui program terpadu P2WKSS telah dilakukan sesuai dengan 7 tahapan pemberdayaan. Pada prakteknya program P2WKSS ini dapat menjadi salah satu alternatif program dalam memberikan pelatihan bagi ibu rumah tangga prasejahtera untuk menambah kemampuan dan keterampilan sehingga ibu rumah tangga prasejahtera dapat berusaha secara mandiri untuk meningkatkan perekonomian keluarga.This article presents the results of research on empowering underprivileged housewives through the Integrated Program to Increase the Role of Women towards Prosperous Families (P2WKSS). Poor housewives work so they can help their husbands support their families. This research was conducted in Cipayung and Ratujaya Village, Cipayung District, Depok City. In this study, researchers used qualitative research methods. This type of research is descriptive. Data collection used was interviews, observation, study, and study of literature by conducting data analysis. The results showed that the empowerment carried out for underprivileged housewives through the integrated P2WKSS program was carried out in accordance with the 7 stages of empowerment. In its practical program P2WKSS can be one of the alternative programs in providing training for underprivileged housewives to increase the ability and skills of underprivileged housewives to increase their own ability to improve their family economies.
DEVELOPING THE ISLAMIC READING CENTER THROUGH FOSTERING THE VILLAGE YOUTH ORGANIZATION TO IMPROVE CHILDREN’S LITERACY Wardhani, Irma Yuniar; Fakhri Auliya, Nanang Nabhar; Fuadah, Laily
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 14, No 1 (2021): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v14i1.6552

Abstract

The study of literacy always becomes the main issue in education, because this skill is a benchmark for the progress and development of a nation. Indonesia is a large country with a large area, however with its wide area it turns out to be an obstacle in terms of equalizing education in Indonesia. In fact, some rural villages have not had adequate access to education and it causes the paradigm about education among rural villages is less open.  Moreover, Indonesia is a country which majority of the population are Muslims, so the literacy skills improvement program which is being pursued should have an Islamic value. . Unfortunately, there have not been many reviews about increasing literacy skills based on Islamic education. Therefore, it needs an effort that can develop literacy skills for children especially for the nation's next generation. The fostering of villages youth organizations through the Islamic Reading Center (IRC) which aims to increase children's literacy is a literacy collaborative (LC) program starting from rural villages’ level, local government and central government which involves youth organization from the rural villages’ level, sub-district, regency, education and culture agency, social agency, regional and national libraries, and the directorate general of Islamic education of religious ministry of Republic of Indonesia. The Islamic reading center provides Islamic books and media that can be managed by the youth organizations in a rural village. So, through Islamic reading centers and literacy activities, it can increase literacy skills in rural villages which need more attention in education.
Contextualization of Qiwamah Meaning: Reflection on Abdullah Saeed, Application and Consistency Musfiroh, Mayadina Rohmi; Syamsuddin, Sahiron
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 13, No 2 (2020): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v13i2.7191

Abstract

Textual interpretation potentially emerges conflict because it denies the social cultural context in which Al-Qur’an is used a way of life in the present context. Especially if the verse interpreted textually is related to the division of roles and rights that must be fulfilled in a family relationship. This article aims to examine the principles of interpretation, application and consistency of Saeed’s contextual interpretation in the qiwamah verse. This research is a library research with a data collection model and is presented in an analytical descriptive. The results of this study found that: First, Saeed’s contribution in contextual interpretation was a theoretical-methodological contribution by establishing nine principles in treating texts. Secondly, Saeed has applied three hermeneutical stages in interpreting verses related to male and female relationship, but it is not entirely consistent with the contextual interpretation model he initiated, especially in the third (meaning for the first recipient) and the fourth (meaning for the present). He explores the opinions of pre-modern to modern scholars more to describe the shift in context and the possibility of radically changing interpretation but he tends not to convey his personal opinion regarding the meaning of qiwamah. 
INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN PERDAMAIAN MELALUI PEMAHAMAN PERBEDAAN PERAN GENDER DALAM PERTUNJUKAN KESENIAN REOG PONOROGO Nurwendah, Yusti Dwi; Nugrawiyati, Jepri
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 14, No 1 (2021): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v14i1.9925

Abstract

Culture is the result of the construction of society through ideas and norms, which are reciprocal with public social life. Plural community life certainly creates its own challenges because it is vulnerable to conflict. This paper’s aim is to determine the differences in gender roles in Reog art and the valuescontained in. Gender differences in their identities and roles both naturally and as result of social construction often arise conflicts within them. One feels as a passive and subordinating, while other as an active and dominating. This dichotomy of roles, traits, and positions between men and women born by the concept of gender causes its own stereotypes, so that misunderstandings and conflicts arise between one and another. The art of Reog Ponorogo essentially internalizes the values of peace as an effort to cultivate spirit of peace and mutual tolerance. The value of peace education is displayed through understanding diversity of men and womens’ identities and roles.
Kapitalisasi Politik Identitas dalam Produk Halal; Industri Fashion dan Kosmetika Muthmainnah, Yulianti
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 14, No 1 (2021): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v14i1.7031

Abstract

Isu produk halal merupakan fenomena industri yang dekat dengan politik identitas, karena produk halal menjanjikan standar jaminan atas ketaatan konsumen pada norma-norma agama terutama terkait kebutuhan sehari-hari yang dikonsumsi. Jilbab dan kosmetika halal merupakan dua contoh produk yang sangat dekat dengan politik identitas dan seolah-olah menggaransi kebutuhan konsumen atas produk halal. Beragam materi iklan maupun informasi tentang konten halal dalam sebuah produk merupakan jawaban atas kebutuhan konsumen terkait dua produk halal yang kebanyakan dikonsumsi oleh perempuan (muslimah). Penelitian ini berupaya menjelaskan pandangan, persepsi, dan respon atas produk fashion dan kosmetika dengan jaminan produk halal yang diperoleh dari questioner, analisis iklan produk halal, dan kajian pustaka terkait materi produk halal tersebut.   
Perempuan dan Warung Kopi: Persepsi, Simbol dan Eksistensi Kiranantika, Anggaunita; Haryuni, Titis Dwi
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 13, No 2 (2020): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v13i2.7359

Abstract

Warung kopi merupakan tempat ngongkrong bagi kalangan masyarakat untuk menikmati secangkir kopi panas. Budaya ngopi menjadi rutinitas yang harus dilakukan oleh kaum laki-laki. Pemilik warung memutar otak dengan menggunakan perempuan sebagai daya tarik menarik pelanggan dan mempertahankan eksistensi di tengah maraknya coffee shop. Warung kopi ini biasa disebut dengan warung kopi pangku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana persepsi pelayan perempuan bekerja di kopi pangku beserta simbol yang digunakan dalam menjalankan praktek prostitusi terselubung sebagai pelayan warung kopi di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Lokasi penelitian yaitu pada 5 warung kopi pangku yang berada di Kabupaten Ponorogo, Propinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data dan penentuan informan menggunakan purposive sampling dengan melakukan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan persepsi perempuan bekerja di warung kopi di Kabupaten Ponorogo yaitu kebutuhan ekonomi, rendahnya pendidikan namun ingin penghasilan yang besar dan keinginan untuk hidup secara mandiri. Selanjutnya, simbol yang dilakukan pelayan perempuan dalam menjalankan prostitusi terselubung adalah berupa pakaian ketat, mini dan seksi yang digunakan; make up yang dipakai; melalui bahasa verbal dengan nada mendesah dan gestur tubuh.