cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
ISSN : 23550163     EISSN : 25023845     DOI : 10.21043/thufula
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 450 Documents
Media Patung 4 Dimensi Dalam Pembelajaran Mewarnai Untuk Meningkatkan Ketahanan Belajar Dan Kecerdasan Anak Usia Dini Muh Shofiyuddin; Ana Rahmawati
ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 6, No 1 (2018): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v6i1.3519

Abstract

Mengajar anak usia dini, seperti pembelajaran di Roudlotul Athfal harus dilakukan dengan kreatif dan totalitas sebab kondisi psikologi anak masih belum menentu. Pembelajaran AUD lebih banyak dilakukan dengan bermain dan berimajinasi karena kecenderungan mereka suka bermain. Atas dasar itu peneliti melakukan penelitian menggunakan media patung 4 dimensi pada pembelajaran materi warna dan bentuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektivan patung 4 dimensi sebagai media pembelajaran dapat merangsang semangat ketahanan belajar dan kecerdasan anak. Metode yang digunakan yaitu deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data penelitian ini berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari kondisi peserta didik sebelum treatment menggunakan patung 4 dimensi diketahui bahwa hanya ada 1 peserta didik atau 3% yang memperoleh nilai dengan kategori baik. Sedangkan 97% lainnya mendapatkan nilai dengan kategori cukup dan kurang. Hal itu menunjukkan rendahnya semangat dan kecerdasan siswa dalam pembelajaran. Adapun setelah treatment hasil menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan yaitu 13 peserta didik atau 43% mendapatkan nilai dengan kategori baik dan 67%  lainnya masih dalam kategori cukup dan kurang. Dari hasil tersebut, dapat disimpulakn bahwa pembelajaran AUD dengan mengguanakan media patung 4 dimensi dapat menarik minat peserta didik dan meningkatkan ketahanan dalam belajar serta merangsang kecerdasan mereka.
Spoiled Children: Problem dan Solusi Ema Fitria Agustina; Dewi Ulya Mailasari
ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 5, No 2 (2017): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v5i2.3479

Abstract

Abstract:SPOILED CHILDREN: PROBLEM AND SOLUTIONS. The definitionof a spoiled child may be almost the same as a child who is overly protectedby his parents. But is it true that spoiled is synonymous with 'overprotected'?This article attempts to examine spoiled children from apsychological point of view, beginning with the definition or characteristicsof children with spoiled categories, future consequences, causal factors,prevention, and solutions if it is already happen. Some parents do notrealize that they have spoiled their child. This becomes a problem thatmust be solved. Spoiled child is a self-centered child, he does not care aboutthe needs of others. Being focused on him, he demands that everything befulfilled now and can not wait. Unconsciously by the parents actually thebehavior is caused by permissive parents because of the condition ofparents who are tired, working, and looking for easy. For the sake of thechild's future this should be prevented by the assertiveness and consistencyof the parents themselves.Abstrak: Definisi anak yang manja mungkin hampir sama dengan anakyang terlalu dilindungi oleh orang tuanya. Namun apakah benar bahwamanja identik dengan ‘over-protected?’ Artikel ini mencoba menelaahanak manja dari sudut psikologi, dimulai dari definisi atau ciri-ciri anakdengan kategori manja, akibat di masa datang, faktor penyebab,pencegahan, dan solusi jika itu sudah terjadi. Sebagian orang tua tidakmenyadari bahwa mereka telah memanjakan anak mereka. Ini menjadimenjadi problem yang harus dicarikan jalan keluarnya. Anak manjaadalah anak yang terpusat pada dirinya sendiri, ia tidak peduli dengankebutuhan orang lain. Karena terpusat pada dirinya, ia menuntut segalasesuatu terpenuhi sekarang dan tidak bisa menunggu. Tanpa disadarioleh orang tua sebenarnya perilaku itu disebabkan oleh orang tua yangpermisif karena kondisi orang tua yang lelah, bekerja, dan mencarimudahnya. Demi masa depan anak maka hal ini harus dicegah dengansikap ketegasan dan kekonsistenan dari orang tua itu sendiri.
Latihan Gerak Lokomotor Sebagai Upaya Mengembangkan Motorik Kasar Anak Down Syndrome Salpina Simahate; Abdul Munip
ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 8, No 2 (2020): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v8i2.7656

Abstract

Salah satu aspek  yang sangat penting bagi  perkembangan dan pertumbuhan pada anak usia dini adalah aspek motorik kasar, karena perkembangan motorik kasar akan berimplikasi pada perkembangan anak kedepannya. Begitu juga dengan anak dengan keterbelakangan fisik dan mental (Down Syndrome). Untuk mengoptimalkan perkembangan aspek fisik motorik anak down syndrome seorang guru atau orang tua perlu memberikan latihan-latihan gerak pada anak, misalnya gerak lokomotor. Tujuan penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan perkembangan motorik kasar anak down syndrome melalui latihan-latihan gerak lokomotor. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah seorang anak berinisial Jf yang sekolah di TK Islam Pelangi Anak Negeri berusia 5 tahun 5 bulan dan mengalami gangguan down syndrome dengan tingkat hambatan intelektual ringan. Dalam proses penelitian, peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tehnik pengambilan data menggunakan tehnik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan tehnik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model miles dan huberman dengan tahap analisis data yakni reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi dengan pengujian kebasahan data menggunakan  tehnik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek fisik motorik anak down syndrome semakin berkembang setelah diberikan latihan-latihan gerak lokomotor. Anak mampu melakukan gerakan lokomotor seperti berlari, merangkak, berjalan, mendaki, meluncur, berjengket, meloncat, mengguling dan melompat.
Implementasi Pendidikan Multikultural pada Anak-Anak Melalui Model Pembelajaran Bermain Peran Much Deiniatur
ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 4, No 1 (2016): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v4i1.1929

Abstract

Multicultural education is very important to be applied in Indonesia. This is motivated by several reasons, one of them is globalization. Globalization gives rise to opportunities, threats and challenges to human life. One impact is the nation's culture. Nations are not able to manage the diversity will experience a loss of local and national identity.Multicultural education is a strategy in offering a powerful strategy of cultural transformation through education that is able to appreciate cultural differences.One of strategy to teach Multicultural Education is through role play. Children can play the roles chosen by the teacher.In a role-play, the teacher can teach a wide range of vocabulary, traditional clothes, traditional house, and folk songs. Children will also feel happy when playing a certain role. Keywords: Multicultural Education, Role Playing, Kids                 ABSTRAK Pendidikan Multikultural sangat penting untuk diterapkan di Indonesia. Hal ini dilatarbelakangi oleh beberapa sebab, salah satunya adalah globlalisasi. Globlaisasi melahirkan peluang, ancaman, dan tantangan bagi kehidupan manusia. Salah satu imbasnya adalah kebudayaan bangsa. Bangsa yang tidak mampu mengelola kemajemukan akan mengalami kehilangan jati diri lokal dan nasionalnya.Pendidikan Multikultural merupakan strategi dalam menawarkan strategi transformasi budaya yang ampuh melalui pendidikan yang mampu menghargai perbedaan budaya.Salah satu cara untuk mengajar Pendidikan Multikultural adalah melalui bermain peran. Anak-anak dapat memainkan peran-peran yang dipilihkan oleh gurunya.Dalam bermain peran, guru dapat mengajarkan berbagai kosa kata, pakaian daerah, rumah istiadat, dan lagu daerah. Anak-anak juga akan merasa senang ketika memainkan peran tertentu. Kata Kunci: Pendidikan Multikultural, Role Playing, Anak-anak
Metode Praktek dalam Memperkenalkan Nilai-Nilai Keagamaan pada Anak Usia Dini di PAUD Mawar Tasikrejo Pemalang Failasuf Fadli
ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 7, No 1 (2019): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v7i1.4938

Abstract

Tujuan dari penelitian Deskriptif ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan metode praktek untuk anak usia dini di PAUD Mawar Tasikrejo dengan tujuan sebagai langkah untuk mengenalkan nilai-nilai keagamaan kepada anak pra sekolah. Data dikumpulkan menggunakan observasi lapangan dan wawancara dengan guru yang bersangkutan. Dari hasil wawancara dan data di lapangan membuktikan bahwa PAUD Mawar menerapkan metode praktek sholat maghrib dan wudhu kepada para siswa disamping adanya metode-metode lain untuk mengenalkan nilai-nilai keagamaan kepada siswanya. Dengan menggunakan metode praktek dalam pembelajaran diharapkan para siswa mampu untuk menerima materi yang disampaikan dengan baik dan dapat mempraktekan secara nyata pengetahuan yang telah disampaikan guru ketika di sekolah. Dengan diperkenalkannya anak-anak pada nilai-nilai keagamaan maka anak akan mampu mengembangkan potensi spritualitasnya dengan baik sesuai dengan tingkatan usianya. Selain itu, Juga dapat mengetahui kewajiban yang harus anak-anak lakukan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Spiritual juga disebut bekal bagi anak untuk tetap menggunakan nurani dan karakter positifnya
Peningkatan Penguasaan Kosa Kata Bahasa Inggris Melalui Metode Total Physical Response (TPR) pada Anak Usia Dini Setyoningsih Setyoningsih
ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 4, No 1 (2016): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v4i1.4274

Abstract

IMPROVING ENGLISH VOCABULARY MASTERY THROUGH TOTALPHYSICAL RESPONSE METHOD IN EARLY CHILDHOOD. In general, the languagecomponent consists of three, namely grammar, vocabulary, and pronunciation.Vocabulary is a language center and is important for language learning. Withoutsufficient vocab, one can not communicate effectively or express all his ideas eitherorally or in writing. Teaching vocabulary especially in early childhood should beemphasized, because having sufficient vocabulary will make it easier for childrento communicate. In addition, early childhood is a very vulnerable or golden age,because at this time the child’s brain has accelerated the development of up to 80%of the entire adult brain. Total Physical Response is the perfect method for learningEnglish for early childhood because the general purpose of the TPR method isto teach oral language skills at the beginner level. Thus, students understandspoken language before developing speaking skills, emphasizing the transfer ofcommunication information.
Pengembangan Media Arabic Alphabet for Kids untuk Pengenalan Huruf Hijaiyah Ishmatul Maula; Aip Saripudin; Jazariyah Jazariyah
ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 9, No 2 (2021): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v9i2.12421

Abstract

The implementation of learning the introduction of Hijaiyah letters at RA Miftahul Ulum, Cirebon Regency has not been effective so that researchers develop learning media to improve the ability to recognize Hijaiyah letters in the form of Arabic Alphabet for Kids. This study uses the Research and Development method using data collection techniques in the form of questionnaires, observations, interviews, and documentation. This research was held for about 6 months The type of data analysis produced is a descriptive qualitative analysis using percentage calculations. This study resulted in a product in the form of Arabic Alphabet for Kids media which was declared suitable to be used for the introduction of children’s Hijaiyah letters. Expert judgment for media resulted in 100% and material expert validation obtained 96, 42% results, user assessments conducted by class A teachers obtained 91.66% results, and user assessments carried out by class B teachers. obtained a yield of 93.75%. In addition, during the media trial, children’s ability to recognize Hijaiyah letters increased to 77.81% which was included in the very well-developed category (BSB).
Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak Melalui Pendidikan Agama Yuliatun Yuliatun
ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 1, No 1 (2013): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v1i1.4251

Abstract

Naturally, Every child born has brought potential for good, that willfoster a sense of potential and needs to know and close to Allah who created him.Communication that is built will bring up commendable attitudes and alwaysincline to virtue. This is the characteristics of spiritual potential that contain highvalues of humanity. The values will be wise and make coverage always attenddeep meaning and value in their actions. Religious education can be used as amedium or tool to a activate children spiritual intelligence potency in addition totheir emotional and intelectual ones. This paper analyzes how the importance ofreligious education which is reinforced by the meaning of each Islamic dimension(faith, Islam, and ihsan) in every facet of human life.
Penanaman Pendidikan Karakter untuk Anak Usia Dini M. Nailash Shofa
ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 5, No 1 (2017): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v5i1.2408

Abstract

Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak-anak sejak lahir sampai usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu partumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.Pendidikan anak usia dini diharapkan dapat membantu mengembangkan atau menumbuhkan kebiasaan anak didiknya menjadi anak yang berkarakter mulia (anak yang berakhlak mulia). Oleh karena itu, pendidikan karakter sangat perlu dikembangkan di lembaga pendidikan anak usia dini.Yang dimaksud Pendidikan karakter dalam hal ini adalah suatu usaha mengenai proses yang secara sistematis dilakukan untuk mengembangkan intelegensi, bakat khusus dan emosional anak didik agar terbentuk manusia yang berkarakter baik, dan proses itu dapat dilakukan melalui pengajaran, pelatihan, bimbingan, pembiasaan, pemberian petunjuk, nasehat dan lain-lain.Beberapa karakter yang ditanamkan pada anak didik di Lembaga pendidikan anak usia dini antara lain sikap empati, kasih sayang, mandiri, peduli lingkungan, kreatif, dan berani.Penanaman beberapa karakter di atas kepada anak didik di lembaga pendidikan anak usia dini merupakan jembatan penghubung untuk menjembatani perubahan lingkungan maupun psikis anak saat akan masuk ke jenjang yang lebih tinggi.
Pengembangan Literasi Anak Melalui Permainan Dadu Literasi Di TK AL-AQSHO Konawe Selatan La Hewi
ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 8, No 1 (2020): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v8i1.7238

Abstract

Abstract: DEVELOPMENT OF CHILDREN LITERATION THROUGH LITERATING DADU GAMES IN TK AL-AQSHO KONAWE SELATAN. Literacy is an aspect of language development in early childhood education. Literacy is often associated with the words reading and writing, although the terminology of literacy is broader than reading and writing. The aim of this article is to describe the development of children's literacy through the literacy dice game. The researcher used a qualitative approach with a descriptive analysis method, with the subject of the study being the children of group A TK Al-Aqsa South Konawe determined by the researcher by purposive sampling. Techniques of data analysis using an interactive model with the steps of data reduction, data presentation, conclusions drawn and verification. The results showed that children's literacy on child development indicators can recognize symbols for reading preparation, children can recognize the initial letters of the names of objects, write and pronounce letters a-z and children can write their own names. All indicators of children's literacy develop very well through the use of literacy dice games.Keywords: Literacy, Children, Games Abstrak: Literasi merupakan aspek perkembangan bahasa dalam pendidikan anak usia dini. Literasi sering dilekatkan pada istilah membaca dan menulis, walaupun terminologi literasi lebih luas dari baca-tulis. Tujuan penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan pengembangan literasi anak melalui permainan dadu literasi. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif, dengan subjek penelitian yaitu anak kelompok A TK Al-Aqsho Konawe Selatan yang ditetapkan peneliti secara purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan interaktif model dengan langkah-langkah yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi anak pada indikator perkembangan anak dapat mengenal simbol untuk persiapan membaca, anak dapat mengenal huruf awal dari nama benda, menuliskan dan mengucapkan huruf a-z dan anak dapat menuliskan nama sendiri. Seluruh indikator literasi anak tersebut berkembang dengan sangat baik melalui penggunaan permainan dadu literasi.Kata kunci: Literasi, Anak, Permainan

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 1 (2024): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 11, No 2 (2023): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 11, No 1 (2023): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 10, No 2 (2022): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 10, No 1 (2022): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 9, No 2 (2021): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 9, No 1 (2021): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 8, No 2 (2020): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 8, No 1 (2020): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 7, No 2 (2019): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 7, No 1 (2019): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 6, No 2 (2018): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 6, No 1 (2018): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 5, No 2 (2017): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 5, No 1 (2017): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 5, No 1 (2017): THUFULA Vol 4, No 2 (2016): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 4, No 1 (2016): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 3, No 2 (2015): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 3, No 2 (2015): ThufuLA Vol 3, No 1 (2015): ThufuLA Vol 3, No 1 (2015): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 2, No 2 (2014): ThufuLA Vol 2, No 2 (2014): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 2, No 1 (2014): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 2, No 1 (2014): THUFULA Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Thufula Vol 1, No 1 (2013): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 1, No 1 (2013): THUFULA More Issue