cover
Contact Name
Ida Wiendijarti
Contact Email
ida.wiendijarti@upnyk.ac.id
Phone
+682137688150
Journal Mail Official
jik@upnyk.ac.id
Editorial Address
Kampus II UPN "Veteran" Yogyakarta, Jl. Babarsari 2, Tambakbayan, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 16933028     EISSN : 24078220     DOI : https://doi.org/10.31315/jik.v21i3
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmu Komunikasi focuses on writings that contain current research and thinking in the fields of: Communication Science, including media and journalism studies, audio and audiovisual broadcasting studies, public relations studies and advertising studies; Design of Visual Communication; Marketing Communications; Health Communication; Communication Psychology; Sociology of Communication;
Articles 501 Documents
Identitas Etnik dalam Komunikasi Politik Ilyas Lampe
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 3 (2010)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v8i3.133

Abstract

Identifikasi identitas etnik yang lazim dilakukan pada masyarakat multietnik senantiasa diarahkan pada situasi dan konteks di mana seseorang berada. Dalam konteks politik, terutama pada lembaga seperti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), identifikasi identitas etnik menjadi hal penting dalam aktifitas politik. Identitas etnik adalah sesuatu yang problematik ketika dihadapkan dengan komunikasi politik, terutama dalam sistem pemilu yang demokratis. Hal tersebut bisa menjadi pembeda atau ko-identifikasi bagi pihak-pihak yang menggunakannya untuk tujuan meraih dukungan politik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan dramaturgi dan etnik situasional. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, pengamatan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa atribut artifisial komunikasi politik anggota DPRD Palu seperti pakaian yang digunakan, gaya hidup, kendaraan yang dimiliki dan gaya berkomunikasi merupakan bentuk pengelolaan kesan (impression management) dalam panggung politik. Sementara simbol-simbol identitas etnik yang ditemukan dalam komunikasi politik adalah, klan sebagai identitas, bahasa daerah, logat dan adat istiadat. Beragam simbol tersebut kemudian melahirkan stigma pendatang dan asli sebagai bentuk pembeda dan ko-identifikasi identitas etnik. Istilah pendatang disematkan pada orang yang tidak memiliki ikatan genealogis, perkawinan, tempat lahir dan hubungan erat dengan tokoh beretnis Kaili. Etnik pendatang lalu mengkonstruksi identitas baru yang mereka sebut sebagai “orang Palu”. Penggunaan beragam identitas tersebut juga dilakukan sesuai konteks dan waktu yang dianggap dapat memberikan keuntungan politik, penerimaan sosial dan budaya.
Model Bisnis Penyiaran Televisi Digital di Indonesia Arif Wibawa; Subhan Afifi; Agung Prabowo
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v8i2.74

Abstract

Migrasi penyiaran televisi analog ke teknologi penyiaran televisi digital membawa perubahan yang radikal dalam industri penyiaran. Konvergensi media dalam penyiaran televisi digital menjadi semakin tajam dan intensif. Konvergensi media ini mengakibatkan berkembangnya model bisnis yang sama sekali baru. Model bisnis penyiaran televisi digital yang baru perlu diantisipasi sejak dini dengan studi yang mendalam mengenai banyak hal yang terkait dengan industri penyiaran. Implikasi sosial, ekonomi, politik bahkan budaya sangat besar dalam model bisnis yang baru ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosio-technical dalam mencermati perkembangan baru ini. Pendekatansosio-technical melihat interrelasi antara ketiga subsistem sekaligus yaitu subsistem teknologi (berupa infrastruktur, pelayanan, aplikasi) subsistem sosial (pasar, pelanggan dan industri) dan susbsistem lingkungan yang berupa regulasi, kebijakan dan masyarakat. Dalam memperoleh data penelitian ini menggunakan teknik:konsultasi, focus group discusion, kuesioner dan studi kebijakan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa model bisnis hrs mempertimbangkan daya dukung ekonomi masyarakat lokal yang pada gilirannya akan berpengaruh pada iklan sebagai sumber daya hidup stasiun televisi. Sementara itu untuk TVRI, dibutuhkan model bisnis tersendiri yang mampu mengembangkan TVRI sebagai stasiun televisi yang mampu memberi jawaban bagi kebutuhan penonton akan televisi. TVRI juga dapat sebagai Multiplekser dengan catatan, TVRI juga harus bersedia menampung televisi komunitas yang berjangkauan terbatas.
Penerapan Komunikasi Kelompok dalam Kepemimpinan Parabela di Masyarakat Kabupaten Buton M. Najib Husain; Trisakti Haryadi; Sri Peni Wastutiningsih
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v10i2.128

Abstract

 Tujuan penelitian ini;(1) menganalisis peran kepemimpinan Parabela dandukungan pemerintah desa;(2) mengevaluasi penerapan komunikasi kelompok pada peran kepemimpinan Parabela dalam mengajak masyarakat dalam menjaga kawasan Kaombo pasca kebijakan Otonomidaerah. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi.Hasil penelitiaan menemukan peran kepemimpinan Parabela pasca kebijakan otonomi daerah masih ada yaitu Parabela sebagai pemberiinformasi, pemangku adat, mediator dan pegambilkeputusan dalammenjaga kawasan hutan Kaombo dan dukungan pemerintah desa masih berjalan di masyarakat. Penerapan komunikasi kelompok pada kepemimpinan Parabela dilaksanakan dalam menjaga kelestarian kawasan hutan Kaombo yang berlangsung sacara alami, di mana Parabela melakukan dua tahap pertemuan kelompok yaitu melakukan pertemuan dengan perangkat adat, yang kedua melibatkan berbagai komponen dalam masyarakatnya ketika mengambil keputusan di Baruga dalam menjaga kawasan hutan Kaombo sebagai bentuk dari implementasi komunikasi kelompok. Parabela juga menyampaikan pesan-pesan untuk menjaga kelestarian hutan Kaombo serta sanksi bagi perusak lingkungan pada saat pesta adat berlangsung, baik itu pesta adat “Sampua Galampa” di Desa Rongi, pesta adat “Pikoela liwu” diKelurahan Pasarwajo, pesta adat “Pibacua” di Desa Lapandewa, dan pesta adat “Pencucian Payung Siontapina” di Puncak Gunung Siontapina di Desa Labuandiri
Model Komunikasi dalam Sosialisasi Pengarusutamaan Gender dan Anggaran Responsif Gender di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Puji Lestari; Machya Astuti Dewi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v8i2.80

Abstract

Fenomena komunikasi di masyarakat menunjukkan adanya gap antara laki-laki dan perempuan. Hal ini disebabkan oleh posisi lintas budaya (cross culture), ada perbedaan perspektif diskriminatif gender dan perbedaan budaya linguistik. Penelitian ini bertujuan menemukan model komunikasi PUG yang sesuai dengan kondisi di Dinas Provinsi DIY. Penelitian ini menggunakan teori : Genderlect Styles,; Standpoint Theory, dan Muted Group Theory . Metode penelitian kualitatif ini menggunakan teknik pengumpulan data Focus Group Discussion (FGD) dan ujicoba model komunikasi Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Anggaran Responsive Gender (ARG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model komunikasi PUG-ARG yang diujicobakan, mengerti tentang gender dan responsive gender, namun belum mengimplementasikan dalam program kerja, dan hasil post test ternyata para peserta pelatihan dari perwakilan dinas Kabupaten Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, dan Sleman merasa puas dengan materi, metode, narasumber. Hasil pelatihan PUG-ARG dapat diimplementasikan di dinas masing-masing. Model ini dapat memperlancar dalam proses komunikasi pembuatan program kerja yang responsive gender dan diimplementasikan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program, serta didukung oleh personil di semua dinas yang memiliki pengetahuan memadai tentang PUG, demi keharmonisan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di pemerintahan Provinsi DIY.
Respon Konsumen Terhadap Iklan Mie Sedaap Susanta, Susanta
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of the research are identzj5’ Mie Sedaap advertising strength, customer c response strength, customer response index, and relationship between advertising strength and customer s response strength. Closed questionnaire is use to collect data froni 100 respondents. Purposive sampling technique used to determine respondent. Date tabulating is kind of descriptive analysis that is used to analysis advertising strength, customers ‘ response strength, and custon2ers ‘response index. Rank Spearman correlation use to analysis relationship between advertising strength and customers ‘response strength. The result of descriptive analysis show that strength of Mie Sedaap ach’ertising lid Kanial Version is in the average category it means the respondent see the advertising very oflen but there & no special thing on the interest build. ‘ith the hierarchy effect model, it shows the consumer respondent has goes outside aivareness, interest, desire, convict, and purchase level. Most of the respondents do the purchase, while some respondent dzdn purchase just because they didn ‘t get convicted about what the advertising claim and did,, ‘1 get interest whit that. Mie Sedaap advertising can be categorized success because most of the people buy the goods. But if we look to the strength of the advertising which created only iveak responses, there c no guarantee they will buy again in the future or continuing the purchase. In the other hand,for those who haven bought the product, still very small possibility to buy. It is because the weak support from the advertising. The result of correlation analysis also shows relations between strength of the advertising and strength of consumer response is sign /Icant on level a = 0.05 If the company wants to get the goal offrom tiie advertising, they have to repair the advertising so it cciii improve the awareness, interest, desire, conviction and purchase level. Key word. advertising strength, customer ‘response strength, customer ‘response index
MODEL MANAJEMEN KOMUNIKASI DAN ADMINISTRASI BACK OFFICE E-GOVERNMENT SEBAGAI MEDIA PELAYANAN PUBLIK Sosiawan, Edwi Arief; Pujiastuti, Eny Endah
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2009)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v7i1.4

Abstract

On the challenges of development for democratization and transparency in the frame- work of regional autonomy, local governments now compete to build a race-e-government infrastructure. In factual, the main obstacles of the implementation of e-government is on the governance or management structure of the management and quantity and quality of human resources at government agencies that are very limited. The object of the selected study site is The City of Yogyakarta and The Sleman regency government. The formulation of the problem is taken “How E-Government Communication and Adminitrations Management Back Office Models as a Public Service Studies on the regional government of Yogyakarta and Sleman District Government Sites? “ Research method used was descriptive research to guide the inductive eksploratory to the results of research that the technical provisions of the respective websites of local governments to become the object of research in managing the front office has to follow some standard that is required in the development of the web as a medium for communication and information. Information uptodating, especially news on the navigation was done routinely. But still there is a delay of uptodating websites is a sign that there is imbalance between the management of websites each local government. Number of links the information of each local government websites have been sufficient, meaning that many categories of information provided. The fundamental problem lies in the fact that the government does not provide e-mail links for the user community, if there is acceptance of the feedback is to the manager or administrator websites and not on the officials concerned.
Komunikasi Ritual Natoni Masyarakat Adat Boti Dalam di Nusa Tenggara Timur Petrus Ana Andung
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v8i1.67

Abstract

Suku Boti Dalam adalah suku tradisional yang tidak pernah berubah. Suku ini mewarisi cara nenek moyang mereka dalam berkomunikasi. Misalnya, suku menggunakan “natoni” sebagai media tradisional hampir di setiap upacara sakral. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana cara suku itu melakukan ritual komunikasi melalui “natoni”. Tujuan lain adalah untuk mengidentifikasi fungsi menggunakan “natoni” dalam perspektif ritual komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif Etnometodologi yaitu metode penelitian yang telah digunakan untuk mengumpulkan informasi. Kerangka teoritis yang digunakan peneliti untuk memfokuskan masalah adalah menggunakan teori komunikasi ritual. Berdasarkan wawancara mendalam dan observasi, ditemukan bahwa suku tersebut masihmenggunakan“natoni”sebagaimediakomunikasitradisionalmereka.Mediainidigunakan secara lisan dalam puisi tradisional hampir di setiap acara formal, meskipun memasukkan beberapa pesan, aktifitas melakukan natoni adalah refleksi dari komunikasi ritual. Dampaknya, seni tradisional tidak sekedar untuk mentransfer pesan melainkan untuk budaya berbagi, membuat asosiasi, dan hubungan dalam rangka untuk memiliki sebuah komunitas utuh.
Model Manajemen Teknologi Komunikasi Dalam Pemerintahan dan Penanganan Bencana Alam Edwi Arief Sosiawan; Arif Rianto Budi Nugroho; Susilastuti D.N.
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v11i1.304

Abstract

Pemerintah daerah yang diteliti yaitu Pemkab Sleman, Pemkab Bantul dan Pemkot Yogyakarta yang secara kelembagaan memiliki perbedaan dalam pengelolaan teknologi komunikasi dan informasi (TIK).Ketiga lembaga pengelola bertanggung jawab kepada bupati melalui sekretaris daerah, namun kewenangan dalam menentukan kebijakan sangat berbeda. Pada sisi lain, adanya perbedaan pengelolaan TIK terlihat kurangnya standardisasi dalam manajemen. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ”Bagaimana model manajemen teknologi komunikasi informasi yang ideal yang digunakan jajaran Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam mendukung pemerintahan dan penanganan bencana alam?” Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian. Hasil Penelitian menunjukkan manajemen TIK yang dilakukan oleh lembaga teknis yang mendukung sistem pemerintahan diantara subjek yang diteliti memang memiliki perbedaan dalam implementasinya.Perbedaan tersebut bersumber dari penerjemahan undang-undang serta peraturan di bawahnya yang berbeda-beda di antara subjek yang diteliti.Rekomendasi lembaga yang mengelola TIK untuk kegiatan pencegahan dan penanggulangan bencana adalah dengan penambahan Bagian Urusan Teknologi di struktur organisasi BPBD, yang memiliki dua seksi yaitu Seksi Operasional Administrasi serta Seksi Operasional Lapangan.
ANALISIS COMMUNITY DEVELOPMENT PT. TELKOM KANDATEL YOGYAKARTA DALAM PENGEMBANGAN UKM MELALUI PROGRAM KEMITRAAN Suzy Yolanda Gussman; Siti Fathonah; Arif Wibawa
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2009)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v7i1.11

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) is new feature of strongly ethical, humaneness and fully responsible of word business upon its surrounding society. Principally, a company will be unable to growth in the middle hardship environment. Community Development is one of CSR implementation in continual development that encompasses society empowerment. PT. Telekomunikasi Indonesian Tbk. is one company that implicates Community Development through Partnership Program and Environment Establish (PKBL). This program was performed by each Kandatel and PT. Telekomunikasi Indonesian Tbk., as one. This research is proposed to analyze the implementation of Community Development by PT. Telcom Kandatel Yogyakarta to em- power UKM through Partnership Program, to identify the obstacles when performing program, and to identify its advantages for company and program target goal. This research is descriptive research with subjecting on PT. Telcom Kandatel Yogyakarta. Data type that being used are both primary and secondary data. Several techniques that being used to gather data include depth interview, observation and literature study. Data-research and method triangulations were used to extend research validity. Data was analyzed by data reduc- tion, data presentation and conclusion drawn or verification thus research conclusion can be obtained. One of Community Development activities that performed by PT. Telcom Kandatel Yogyakarta is Partnership Program. Partnership Program is program that intended to develop moderate and small business (UKM) activity thus they able to independent. This program had been confirmed by BUMN minister Regulation therefore its procedure and mechanism already determined. During its implementation, three stages that token by PT. Telcom Kandatel Yogyakarta were planning, implementation and evaluation. The successful of Partnership Program cannot directly see from financial that had been given, however, it is can be observed through program continuality. Socialization is one main factor to communicate program existence hence its implementation broadly shared. Partnership Community has high advantage not merely for company but also for Partner Founded. Good image and reputation become main factor in company business live, mean while, Partner Founded has opportunity to develop its business through financial loan and no longer impeded by capital matter.
Textual Analysis of Tempo News Magazine Representation of Terrorism Prayudi Prayudi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v8i1.72

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis media berita yang merepresentasikan isu terorisme dalam konteks Indonesia. Upaya lembaga media berita dalam menampilkan realitas melalui teknologi untuk memproduksi dan mendistribusikan teks; keberadaan institusi di mana teknologi dibentuk dan dikendalikan untuk menghasilkan teks; dan bentuk budaya yang berhubungan dengan penataan media teknologi dan organisasi, bagaimana bahasa dan makna yang tertuang dalam kode. Institusi media juga harus mempertimbangkan konteks politik dan budaya. Dengan demikian, isu-isu kontroversial dan penting seperti serangan teroris dan perang internasional melawan teror diwakili sesuai dengan kebijakan internal lembaga media berita dengan pertimbangan dari konteks budaya dan politik. Metode penelitian ini menggunakan analisis framing dengan objek penelitian berita Majalah mingguan Tempo. Temuan penelitian menunjukkan bahwa liputan Tempo difokuskan pada proses penyelidikan jaringan teroris. Kedua isu dibangun dalam perspektif politik dan budaya yang kuat yang menjadi ciri dari Tempo sebagai media berita yang kritis dan bebas dari tekanan. Aktualitas, pelaporan mendalam, dan akurasi mewakili kebijakan kuat dan mandiri dari editorial media Tempo.

Page 8 of 51 | Total Record : 501


Filter by Year

2008 2025