cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 572 Documents
Pemberian Ekstrak Hypophise Sapi dan Tepung Umbi Kunyit terhadap Produktivitas Kambing Lokal Siwitri Kadarsih
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.2.1.17-21

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak hypophise sapi dan tepung umbi kunyit dalam ransum baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama terhadap perubahan pertumbuhan, sehingga diperoleh suatu model yang tepat diantara kombinasi perlakuan yang diberikan dalammeningkatkan produktivitas ternak. Rancangan Penelitian digunakan dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan pola Faktorial yang terdiri 2 (dua) factor. Faktor pertama: Pemberian ekstrak hypophise 4 (empat ) taraf: 0 ml (Ho); 1 ml (H1);2ml (H2) dan 3 ml (H3). Sedangkan faktor kedua adalah : pemberian tepung kunyit yang terdiri 4 taraf juga yaitu: nol % (Ko); 1% (K1); 2 % (K2) dan 3 % (K3) dari total ransum penguat yang diberikan. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 ekor. Rumput lapangan diberikan minimal 10 % dari bobot badan ternak dan konsentrat diberikan 2.50 % dari bobot ternak dalam bentuk bahan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara pemberian ekstrak hypophise dan tepung umbi kunyit (P>0,05) terhadap pertambahan bobot ternak dan ukuran tubuh ternak.Namun terdapat interaksi (P<0,01) terhadap konsumsi rumput lapangan dan konsentrat. Selain itu faktor pertama dan kedua masing-masing berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan pertambahan bobot badan dan ukuran tubuh ternak (lingkar dada, panjang badan dan tinggi gumba). Hal ini berarti bahwa dengan pemberian ekstrak hypophise atau pemberian tepung umbi kunyit dapat meningkatkan produktivitas ternak kambing lokal.Kata kunci: Ekstrak hypophise sapi, tepung kunyit, produktivitas, ukuran tubuh.
Pengaruh Beberapa Level Daging Itik Manila dan Tepung Sagu terhadap Komposisi Kimia dan Sifat Organoleptik Bakso Olfa Mega; Desia Kaharuddin; Kususiyah Kususiyah; Yosi Fenita
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.1.30-34

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh beberapa level daging itik Manila dan tepung sagu terhadap komposisi kimia dan sifat organoleptik bakso. Rancangan yang digunakan ádalah rancangan acak lengkap terdiri dari 5 perlakuan dan 22 ulangan. Perlakuannya ádalah P0 = 60 % daging sapi dan 40% tepung sagu (kontrol), P1 = 85% daging itik 15% tepung sagu, P2 = 75% daging itik 25% tepung sagu, P3 = 65% daging itik 35% tepung sagu dan P4 = 55% daging itik 45% tepung sagu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar air dan kadar protein bakso tetapi nyata (P<0.05) mempengaruhi kadar lemak bakso. Nilai rataan dari kadar air dan protein adalah 60,34% dan 10,19%. Kadar lemak P1 nyata lebih tinggi (2,83%) dibanding P2 (1,23%), P3 (1,19%) dan P4 (1,17%). Kadar lemak bakso kontrol (P0) yang menggunakan daging sapi 60% nyata lebih rendah dibanding bakso yang menggunakan daging itik Manila pada semua level. Tidak ada perbedaan sifat organoleptik (keempukan, bau, warna dan rasa) bakso daging itik manila dengan beberapa kombinasi level daging dan tepung sagu.Kata Kunci: Daging itik, tepung sagu, komposisi kimia, organoleptik, bakso
Karakteristik Fisik dan Organoleptik Sosis Daging Sapi Disubstitusi Daging Itik Talang Benih (Anas plathyryncos) Dian Rahayu; Suharyanto Suharyanto; Warnoto Warnoto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.7.2.93-100

Abstract

ABSTRAKItik Talang Benih merupakan itik lokal Bengkulu yang dagingnya belum banyak dimanfaatkan untuk produk olahan. Padahal daging itik memiliki potensi untuk menjadi produk olahan. Salah satu produk olahan yang cukup berkembang saat ini adalah sosis yang biasanya bahan bakunya adalah daging sapi. Mengingat daging itik potensial dikembangkan maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui beberapa sifat fisik dan organoleptik sosis daging sapi disubstitusi daging itik Talang Benih. Diduga daging itik Talang Benih dapat menggantikan daging sapi dalam pembuatan sosis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan P1 (Sosis daging Sapi 100%), P2 (Sosis daging sapi 75% disubstitusi daging itik talang benih 25%), P3 (Sosis daging sapi 50% disubstitusi daging itik talang benih 50%), P4 (Sosis daging sapi 25% disubstitusi daging itik talang benih 75%) dan P5 (Sosis daging itik Talang Benih 100%) dengan masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Daya Mengikat Air (DMA) sosis tidak berbeda nyata (P>0,05) dan pH sosis cenderung meningkat dengan peningkatan substitusi daging itik Talang Benih (P<0,05). Atribut organoleptik warna, rasa, dan tekstur sosis memperlihatkan hasil yang tidak berbeda nyata (P>0,05) sedangkan bau sosis yang mengandung daging itik lebih tinggi cenderung menjadi amis, yaitu skor 3,03 pada P5 (agak amis) dari skor 4,03 pada P1 (sedikit amis). Namun, secara umum sosis daging itik Talang benih dapat diterima oleh panelis.Kata Kunci: sosis, daging itik, organoleptik, pH, DMA
Studi Perilaku Makan Burung Anak Walet Putih (Collocalia Fuciphaga) dari Mulai Menetas Sampai Bisa Terbang Bieng Brata; Rustama Saepudin; Sutriyono Sutriyono; Ardi Yorman
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.5.2.135-142

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku makan burung anak walet putih (Collacalia fuciphaga) mulai mentas sampai bisa terbang dengan pemberian pakan kroto rang-rang (Oerophylla smargdina), jangkrik, dan campurannya (jangkrik 33%, kroto 34% dan pakan ayam BRI 33%). Metode Penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 4 ulangan dimana setiap ulangan terdiri dari 10 ekor burung anak walet putih. Sebagai perlakuannya adalah kroto 100%, jangkrik 100% dan pakan campuran (33% jangkrik, 34% kroto dan 33% pakan ayam broiler fase satu). Parameter yang diamati adalah; tanda – tanda lapar, jarak makan antar periode, jumlah periode pemberian pakan, jumlah pakan yang dilolohkan per perode. Hasil penelitian menujukkan bahwa tidak ada perbedaan pemberian pakan kroto rang – rang, jangkrik, dan campuran terhadap perilaku anak walet mulai menetas sampai terbang.Kata kunci : Burung walet sarang putih, kroto, jangkrik.
Analisis Nutrisi Tempe Rebung dengan Level Inokulum Rhizopus oligosphorus yang Berbeda serta Pengaruhnya Terhadap Produksi dan Feed Konsumsi Domba Lokal Jantan Siwitri Kadarsih
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 1, No 1 (2006)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.1.1.17-20

Abstract

-
Model Penentuan Suhu Kritis Pada Sapi Perah Berdasarkan Kemampuan Produksi Dan Manajemen Pakan D. Suherman; B. P. Purwanto; W. Manalu; I. G. Permana
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.8.2.121-138

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di Jakarta dan Bogor dari bulan Januari hingga Pebruari 2012.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan suhu kritis (suhu dan kelembaban udara) pada sapi dara peranakan Fries Holland berdasarkan indikator respon fisiologis.Pakan diberikan dua kali setiap hari dengan rumput dan konsentrat.Enam ekor sapi dara yang digunakan dalam penelitiannya.Parameter respon fisiologis yang diamati meliputi suhu kulit, suhu rektal, dan suhu tubuh selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan suhu kritis pada sapi dara yang dihitung dengan program Artificial Neural Network (ANN) di dareah Jakarta dan Bogor. Berdasarkan indikator respon fisiologis untuk menentukan suhu kritis dengan program ANN yang paling sensitif melalui suhu rektal dan suhu kulit baik di Jakarta maupun BogorKata kunci: suhu kritis, sapi dara, indikator respon fisiologis
Analisis Model Integrasi Lebah dengan Kebun Kopi (Sinkolema) dalam Rangka Peningkatan Produksi Madu dan Biji Kopi Rustama Saepudin; Asnath M. Fuah; C. Sumantri; L. Abdullah; S. Hadisoesilo
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 6, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.6.1.19-32

Abstract

ABSTRAKPenelitian tentang hubungan antara produksi madu pada integrasi lebah madu dan kebun kopi telah dilaksanakan di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. Tujuan penelitian adalah menganalisa model integrasi kaitannya dengan penelingkatan produksi madu dan biji kopi. Metoda penelitian dirancang berdasarkan RAL dan model dianaalisis dengan menggunakan SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa peroduksi lebah 114 % dan biji kopi 10,55 % lebih tinggi pada siatem integrasi dari pada di luar sistem integrasi. Setiap satu hektar kebun kopi di Kabupaten Kepahiang dapat mendukung 100 koloni lebah A cerana. Berdasarkan analisis SWOT integrasi lebah madu kebun kopi berada pada kuadran ke I, yang berarti pengembangan Siskolema dapat dilaksanakan secara progresif karena kekuatan dapat mengatasi kelemahan dan peluang lebih besar dari pada ancaman yang dihadapi.Kata kunci: madu, cerana, kopi, integrasi. Produksi
Pengaruh Ekstrak Melastoma malabathricum Terhadap Fisiologi Pada Kambing Kacang Yang Terinfestasi Haemonchus contortus. Wahyuti Ningsih; Tatik Suteky; Dwatmadji Dwatmadji
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.8.1.25-31

Abstract

ABSTRAKKambing Kacang merupakan ternak yang mudah terinfestasi cacing Haemonchus contortus sehingga perlu diberi pengobatan, pemberian antelmintik yang sering dilakukan adalah dengan menggunakan antelmintik komersial, selain harganya mahal juga dapat menimbulkan resistensi. Oleh karena itu perlu dicari alternatif pengganti antelmintik komersial yang dapat berupa tanaman obat atau ekstrak tanaman. Tanaman yang mengandung tanin diketahui mempunyai efek sebagai antelmintik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ekstrak Melastoma malabathricum terhadap fisiologi pada kambing kacang yang terinfestasi Haemonchus contortus. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan sehingga jumlah ternak yang digunakan sebanyak 20 ekor kambing Kacang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap, dengan perlakuan sebagai berikut: P0 (Kontrol), P1 (Ekstrak Melastoma malabathricum 125 mg/kg BB/minggu), P2 (Ekstrak Melastoma malabathricum 250 mg/kg BB/minggu), P3 (Ivermectin super dengan dosis tunggal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun Melastoma malabathricum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap fisiologi ternak kambing. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak daun Melastoma malabathricum tidak berpengaruh terhadap fisiologi ternak.Kata Kunci: Kambing Kacang, Ekstrak Melastoma malabathricum, Haemonchus contortus,Fisiologi
Total Digestible Nutrient of Diet Containing PUFA- Concentrate Supplemented with Yeast and Curcuma xanthorrhiza Roxb for Dairy Goat Endang Sulistyowati; Asep Sudarman; Komang G. Wiryawan; Toto Toharmat
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.9.2.110-116

Abstract

 ABSTRAKPenelitian ini didisain untuk mengevaluasi kecernaan nutrisi, dinyatakan dalam TDN, dari ransum yang mengandung PUFA konsentrat yang disuplementasi yeast dan Curcuma xanthorrhiza Roxb pada kambing perah.  Dua puluh ekor kambing Peranakan Ettawah (PE) pada fase laktasi akhir dialokasikan kedalam 6 perlakuan dengan Rancangan Acak Kelompok.  Perlakuan tersebut adalah: PD0: PUFA-diet tanpa suplemen, PDA: dengan Asifit, PDY: dengan 0,5% yeast, PDC: dengan 2% curcuma, dan PDM: dengan 0,5% yeast + 2% curcuma.  Ransum- PUFA terdiri atas 80% PUFA- konsentrat sebagai ransum dasar dan 20% rumput gajah.   Sumber PUFA terdiri atas jagung giling sangrai, tepung kedelai sangrai, dan minyak jagung.  Hasil menunjukkan bahwa  konsumsi  DM, OM, CP, CF, NFE, ADF, dan GE tidak terpengaruh oleh perlakuan.  Namun, EE dan NDF  antarperlakuan berbeda  signifikan (P<0.05), sedang Ca dan P  berbeda sangat signifikan (P<0.01).  Kandungan nutrisi yang tinggi (DM, OM, CP, EE, CF, NDF, and GE)  ditemukan di feces pada kambing dengan perlakuan Curcuma (PDC), konsekuensinya adalah kecernaan nutrisinya secara signifikan (P<0.05) atau sangat signifikan (P<0.01) terendah.  Total digestible nutrient (TDN) dari  PDY dan PDM secara signifikan tinggi (79,89% dan 79,37%) disbanding ransum lainnya, terendah pada PDC (69,94%).  Hal ini menunjukkan bahwa yeast atau ragi dengan konsentrasi 1,8 108cfu/d baik disuplementasikan tunggal atau dikombinasi dengan 2% Curcuma dapat dikatakan sebagai kandungan yang tepat untuk memperbaiki kecernaan nutrisi pada kambing perah dengan laktasi akhir pada penelitian ini.Kata kunci: curcuma, kambing perah,  PUFA-diet, TDN, yeast
Scrotal circumference dan Hubungannya dengan Ukuran Tubuh Kambing Kacang pada Sistem Pemeliharaan yang Berbeda Dwatmadji Dwatmadji; Tatik Suteky; Edwar Efrianto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.1.10-14

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi ukuran lingkar skrotum pada Kambing Kacang umur 8, 12 dan 15 bulan serta hubungannya dengan ukuran tubuh. 114 ekor kambing Kacang jantan dibagi manjadi 3 kelompok, kelompok pertama terdiri dari 40 ekor , kelompok ke dua 37 ekor dan kelompok ke tiga 37 ekor. Masing-masing kelompok dibagi menjadi dua berdasarkan sistem pemeliharaannya (dikandangkan dan tidak dikandangkan). Variabel yang diamati adalah, lingkar skrotum, dan ukuran tubuh (berat badan, lingkar dada, panjang badan dan tinggi gumba). Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis dengan Anova dan diuji lanjut dengan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkar skrotum kambing Kacang yang tidak dikandangkan nyata lebih besar (P<0,05) dibanding yang dikandangkan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada korelasi yang cukup tinggi antara lingkar skrotum dengan berat badan (r=0,76) , lingkar dada (r=0,77) dan panjang badan (0,56). Analisis regresi menunjukkan bahwa pada kambing Kacang umur 8 bulan, terdapat hubungan yang sangat nyata (P<0,001) antara berat badan dan lingkar skrotum, dengan persamaan y= 10,27 + 60 x (R = 0,57), hubungan tersebut menjadi melemah pada kambing Kacang umur 12 dan 15 bulanKata-kata kunci : lingkar skrotum, kambing kacang

Page 11 of 58 | Total Record : 572