cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 358 Documents
PROGRAM PENYIARAN RADIO DI KABUPATEN BULELENG DALAM UPAYA PEMERTAHANAN BAHASA BALI ., I WAYAN SUARDIKA; ., PROF. DR. I NENGAH MARTHA, M.Pd; ., DR. GDE ARTAWAN, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) isi, (2) modus, dan (3) sasaran program acara siaran oleh media penyiaran radio (Pro1 RRI Singaraja, Singaraja FM, dan Citra Bali FM) dalam upaya pemertahanan bahasa Bali. Penelitian dirancang sebagai penelitian deskriptif-kualitatif dengan menggunakan metode observasi, dokumentasi, perekaman, dan wawancara. Data dianalisis sesuai pengolahan data menurut Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan/pembuktian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) isi program acara siaran oleh media penyiaran radio (Pro1 RRI Singaraja, Singaraja FM, dan Citra Bali FM) berupa hiburan, berita, dan informasi. Upaya pemertahanan Bahasa Bali dilakukan dengan mengadakan kegiatan On Air dan Off Air; (2) modus program acara siaran media penyiaran radio (Pro1 RRI Singaraja, Singaraja FM, dan Citra Bali FM) ketika berlangsungnya kegiatan On Air melalui interaktif dan noninteraktif sedangkan kegiatan Off Air dilaksanakan dengan mendatangkan artis, para penari, para fans, peserta lomba, penonton, dan lain-lain. Modus program acara dapat digunakan secara efektif sehingga khalayak merasa leluasa, nyaman, dan antusias terhadap pelayanan penyiaran yang disuguhkan oleh ketiga media penyiaran tersebut; dan (3) sasaran program acara siaran media penyiaran radio (Pro1 RRI Singaraja, Singaraja FM, dan Citra Bali FM) dalam kegiatan On Air secara umum dapat dibagi berdasarkan tiga hal, yaitu sasaran demografi, sasaran geografi, dan sasaran psikografi sedangkan acara Off Air telah menyasar kepada semua penikmat acara tersebut. Sajian program acara ketiga media penyiaran radio itu telah menyasar ke semua aspek dengan maksimal. Semua pihak (media penyiaran radio, dunia pendidikan, masyarakat Bali, dan lainnya) diharapkan lebih berperan aktif dalam upaya pemertahanan bahasa Bali agar tidak mengalami kepunahan.Kata Kunci : program penyiaran radio, upaya, pemertahanan, dan bahasa Bali This study aimed at discovering (1) content, (2) modus, and (3) target of broadcasting media program (Pro1 RRI Singaraja, Singaraja FM, and Citra Bali FM) in the attempt of preserving Balinese. This present study was designed as a descriptive-qualitative research using the method of observation, documentation, recording, and interviews. Data were analyzed based on data analysis by Miles and Huberman, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions/verification. Research result indicated that (1) the contents of programs by broadcasting media (Pro1 RRI Singaraja, Singaraja FM, and Citra Bali FM) were entertainment, news and information. The attempt of preserving Balinese was conducted through on air and off air activities; (2) the modus of programs by broadcasting media (Pro1 RRI Singaraja, Singaraja FM, and Citra Bali FM) in on going On Air activities were through interactive and non interactive while in Off Air ones were by inviting artists, dancer, fans, participants in an competition, audiences etc. The modus of the program could be used effectively hence audience will feel free, comfortable and enthusiastic toward broadcasting service which was provided by those three broadcasting media; and (3) target of broadcasting media program (Pro1 RRI Singaraja, Singaraja FM, and Citra Bali FM) in general could be classified into three targets, namely (1) target of demographics, (2) target of geography, and (3) target of psychographics meanwhile, off air activity had spread over all of the audience. Program from the three broadcasting media has spread into all aspects maximally. All parties (broadcasting media, educational field, citizen of Bali, etc.) is hoped actively involved in the attempt of preserving Balinese so its extinction could be avoided.keyword : broadcasting program, attempt, preserve, and Balinese
PENGARUH PENERAPAN METODE SQ3R DAN TEKNIK KLOSE TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA ., MUHAJI; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.743 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi penerapan metode dan teknik pembelajaran terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP SSN Kabupaten Lombok Timur. Variabel dalam penelitian ini adalah metode SQ3R, teknik klose, dan pembelajaran konvensional sebagai variabel bebas, kemampuan membaca pemahaman sebagai variabel terikat. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Experimental Research Design dengan desain factorial 3x2. Sampel penelitian ini berjumlah 120 orang siswa kelas VIII yang diambil diambil dari sekolah berbeda menggunakan teknik proportional random sampling yang menghasilkan 3 kelas untuk perlakuan yang berbeda yang ditentukan dengan cara diundi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan membaca pemahaman. Data dianalisis menggunakan ANAVA tiga jalur. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) ada perbedaan kemampuan membaca pemahaman siswa yang diajar dengan metode SQ3R, teknik Klose dan cara konvensional (Fhitung > Ftabel ( 21,06 > 3,11) dan p-value = 0,000 < 0,05); (2) ada perbedaan kemampuan membaca pemahaman siswa antara siswa laki-laki dengan perempuan (Fhitung > Ftabel ( 5,19 < 3,96) dan p-value = 0,025 < 0,05); dan (3) tidak ada interaksi antara penerapan metode SQ3R, teknik membaca klose dan cara konvensional dengan jenis kelamin terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa (Fhitung > Ftabel ( 0,02 < 2,33) dan p-value = 0,981 > 0,05). Disimpulkan bahwa metode SQ3R, teknik klose dan cara konvensional berpengaruh signifikan terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VIII SMP Negeri SSN Kabupaten Lombok Timur.Kata Kunci : metode SQ3R, teknik klose, kemampuan membaca pemahaman This research is aims at finding the interaction effect of instructional method and technique toward students reading comprehension. The research was conducted at SMP SSN Kabupaten Lombok Timur. The research variables were SQ3R method, close technique and conventional learning as independent variable, studentsâ?? reading comprehension as dependent variable. The research design used was experimental research design with 3x2 factorial design. The research sample were 120 students of eight grade which were taken from different school by using proportional random sampling technique which finally produce three sample classes that treated by using different treatment. Research instrument used to collect data was reading comprehension test. Data were analyzed using three-ways ANOVA. The research result shows that: 1) there is a different of studentsâ?? reading comprehension taught by using SQ3R method, close technique, and conventional learning (Fobs > Fcv ( 21,06 > 3,11) and p-value = 0,000 < 0,05); 2) there is a different of studentsâ?? reading comprehension between studentsâ?? male and female (Fobs > Fcv ( 5,19 < 3,96) and p-value = 0,025 < 0,05); and 3) there is no interaction between the implementation of SQ3R method, close technique and conventional learning with studentsâ?? reading comprehension (Fobs > Fcv ( 0,02 < 2,33) and p-value = 0,981 > 0,05). It can be concluded that SQ3R method, close technique and conventional learning have significant effect toward studentsâ?? reading comprehension for the eighth grade of SMP Negeri SSN Kabupaten Lombok Timur.keyword : SQ3R method, close technique, studentsâ?? reading comprehension
PENGARUH PENGGUNAAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN TEKS BIOGRAFI PADA SISWA KELAS VIII DI SMP HARAPAN NUSANTARA Setiawan, Dw. Gd. Yudi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.573 KB) | DOI: 10.23887/jurnal pendidika.v8i1.2986

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan konstruktivisme terhadap aktivitas belajar dalam pembelajaran teks biografi pada siswa kelas VIII SMP Harapan Nusantara, 2) Untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan konstruktivisme terhadap hasil belajar dalam pembelajaran teks biografi pada siswa kelas VIII di SMP Harapan Nusantara, dan 3) Untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan konstruktivisme terhadap aktivitas dan hasil belajar dalam pembelajaran teks biografi pada siswa kelas VIII di SMP Harapan Nusantara. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian pre-experimental designs (nondesigns). Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Harapan Nusantara tahun ajaran 2016/2017. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan teknik acak. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster sampling (area sampling). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis multivarians of variance (MANOVA) satu jalur. Hasil analisis menyatakan sebagai berikut. (1) Terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan pendekatan konstruktivisme terhadap aktivitas belajar dalam pembelajaran teks biografi pada siswa kelas VIII di SMP Harapan Nusantra. Ini terbukti dari rata-rata aktivitas belajar di kelas eksperimen sebesar 82, 75 sedangkan di kelas kontrol sebesar 72, 25. (2) Terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan pendekatan konstruktivisme terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran teks biografi pada siswa kelas VIII di SMP Harapan Nusantara. Ini terbukti dari rata-rata yang diperoleh oleh siswa kelas eksperimen sebesar 84,85 sedangkan di kelas kontrol sebesar 72,125. (3) Terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan pendekatan konstruktivisme terhadap aktivitas dan hasil belajar dalam pembelajaran teks biografi pada siswa kelas VIII di SMP Harapan Nusantara. Ini terbukti dari uji hipotesis dengan MANOVA ditemukna Fhitung = 50, 720 dan Ftabel = 3,232. Fhitung > Ftabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima.
Penerapan Pembelajaran Berbicara Bahasa Indonesia Menggunakan Dongeng dengan Kearifan Lokal di Kelas 2 SD Negeri 3 Yehembang Kangin Yuni, Eka Parama
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.327 KB)

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan (1) pelaksanaan pembelajaran berbicara bahasa Indonesia menggunakan dongeng dengan kearifan lokal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang terdiri atas langkah-langkah pembelajaran, aktivitas belajar-mengajar, dan evaluasi pembelajaran serta  (2) nilai kearifan lokal yang terdapat dalam dongeng yang digunakan dalam pembelajaran berbicara bahasa Indonesia. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dan guru bahasa Indonesia kelas 2 SD Negeri 3 Yehembang Kangin tahun ajaran 2011/2012. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan metode wawancara. Metode observasi digunakan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran berbicara bahasa Indonesia menggunakan dongeng dengan kearifan lokal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia serta nilai kearifan lokal yang terdapat dalam dongeng yang digunakan dalam pembelajaran berbicara bahasa Indonesia. Metode wawancara digunakan untuk memperoleh data yang tidak  teramati atau tidak tercatat saat observasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan prosedur analisis data kualitatif, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran pembelajaran berbicara bahasa Indonesia menggunakan dongeng dengan kearifan lokal  menggunakan pendekatan tematik yang terdiri atas (1) penciptaan suasana menarik dengan instrumen musik, (2) proses penggalian wawasan siswa melalui tanya-jawab, (3)  penceritaan dongeng oleh guru dengan memperhatikan aspek-aspek mendongeng, yakni pilihan kata dan panjang pendek kalimat, urutan cerita, mimik atau ekspresi , serta pelafalan dan intonasi, (4) penceritaan dongeng oleh siswa dengan memperhatikan aspek-aspek mendongeng, (5) tanya-jawab guna memancing siswa  mengemukakan pendapat, (6) penyimpulan, evaluasi, dan tindak lanjut yang disertai klarifikasi dan penegasan di akhir pembelajaran. Evaluasi pembelajaran dilaksanakan dengan evaluasi proses dan evaluasi hasil. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa nilai kearifan lokal yang terkandung dalam dongeng, yakni moral individu, sosial, dan religi.   Kata kunci: pembelajaran berbicara, dongeng, kearifan lokal          2  The Implementation of A Speaking Technique Using Talking Story with Local Wisdom in Indonesian Language Learning at Class 2 SD Negeri 3 Yehembang Kangin  by  Eka Parama Yuni, NIM  1029011009 Language Education Study Program, Concentration Indonesian Master Degree of Ganesha Education University   ABSTACT  This study is a qualitative descriptive study which aimed at (1) describe and explain the activity of teaching and learning activities in the implementation of fairy tale with local wisdom in Bahasa Indonesia which consist of teaching and learning steps, teaching and learning activities, also evaluation and (2) the value of local wisdom in the implementation of the fairy tale with local wisdom as speaking technique. The subjects in this study were students and teachers of Indonesian Elementary School at Class 2 SD Negeri 3 Yehembang Kangin in academic year 2011/2012. The data collection used in this study were observation methods and interview methods. The observational method used to determine the activity of teaching and learning activities in the speaking technique using fairy tale with local wisdom and the value of local wisdom implied in the application of the speaking technique using Fairy Tale with local wisdom. Interview method was used to obtain data that was not observed or not recorded when doing observation. Further, data analysis in this study using qualitative data analysis procedures, namely (1) data reduction, (2) the presentation of data, and (3) conclusion. The results showed that the activity of teaching and learning activities in the application of speaking technique using fairy tale  with local wisdom is effective in (1) the creation of attractive atmosphere with musical instruments, (2) the process of building the students knowledge through questions and answers, (3) the story telling by teachers and students with concern to the diction and sentences, narrative sequence, expression, as well as pronunciation and intonation. (4) story telling by the students concerning the aspects of story telling, (5) questions and answers in order to provoke the students to express opinions, (6) concluding, evaluating,  clarification and confirmation at the end of the lesson. In addition, this study also showed that the value of local knowledge include: the individual's moral, social, and religious.   Key words: speaking technique, tales, local wisdom
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM SKRIPSI MAHASISWA JURUSAN BAHASA IKIP PGRI BALI ., NI KADEK SANTYA PRATIWI; ., PROF. DR. I NENGAH MARTHA, M.Pd; ., PROF.DR. I WAYAN RASNA, MPd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata kunci : analisis kesalahan bahasa, skripsi, mahasiswa IKIP PGRI Bali Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan fonologi, semantik, morfologi dan sintaksis dalam skripsi Jurusan Bahasa IKIP PGRI Bali. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian ini adalah skripsi Jurusan Bahasa IKIP PGRI Bali sedangkan objeknya adalah kesalahan fonologi, semantik, sintaksis, dan morfologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi. Metode dokumentasi digunakan untuk mengambil data kesalahan berbahasa dari tataran fonologi, semantik, morfologi, dan sintaksis. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah prosedur analisis data kualitatif yang meliputi tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dalam setiap skripsi mahasiswa terdapat kesalahan tataran fonologi, semantik, morfologi dan sintaksis. Dalam tataran fonologi terdapat kesalahan perubahan fonem dan penghilangan fonem. Kesalahan tataran semantik yaitu kesalahan karena pasangan seasal dan kesalahan pasangan terancukan. Dalam tataran morfologi, terdapat kesalahan penghilangan afiks, bunyi yang seharusnya luluh tidak diluluhkan, peluluhan bunyi yang seharusnya tidak luluh, penggantian morf, penyingkatan morf, penentuan bentuk kata yang tidak tepat, penempatan afiks yang tidak tepat. Kesalahan tataran sintakis meliputi, penggunaan preposisi yang tidak tepat, kesalahan susunan kata, penggunaan unsur yang berlebihan, penggunaan bentuk superlatife yang berlebihan, penjamakan yang ganda. penggunaan bentuk resiprokal yang tidak tepat, kalimat yang tidak logis, kalimat yang ambigu, dan urutan yang tidak paralel. Simpulan dari hasil penelitian ini yaitu, dalam fonologi didominasi oleh kesalahan perubahan fonem sebanyak 92,85%. Dalam tataran semantik didominasi oleh kesalahan kesalahan pasangan yang seasal sebanyak 100%. Wujud kesalahan morfologi didominasi oleh kesalahan bunyi yang seharusnya luluh tidak diluluhkan sebanyak 30,03%, dan wujud kesalahan sintaksis didominasi oleh kesalahan penggunaan unsur yang berlebihan sebanyak 31,05%. Kata Kunci : analisis kesalahan bahasa, skripsi, mahasiswa IKIP PGRI Bali Keywords : error analysis, work skripsion, high school IKIP PGRI Bali This study aimed to describe the error phonology, semantics, morphology and syntax in the thesis Department of Language Teachers' Training PGRI Bali. This study uses descriptive qualitative research design. Subjects of this study is the thesis Department of Language Teachers' Training PGRI Bali while the object is a mistake phonology, semantics, syntax, and morphology. Data collection techniques used is the method of documentation. Documentation methods used to retrieve data from the level of language errors phonology, semantics, morphology, and syntax. Methods of data analysis in this research is qualitative data analysis procedures that include three stages, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that, in every level of student thesis contained errors phonology, semantics, morphology and syntax. There are errors in the level of phonological changes and omissions of phonemes phonemes. Level error semantics that is a mistake because the cognate pairs and pairs terancukan error. In the morphological level, there are mistakes affix removal, noise should not be assimilated yield, yielding sounds that should not yield, replacement morph, morph condensation, the determination of the form of words that are not appropriate, affix improper placement. Level error sintakis covers, improper use of prepositions, errors wording, use of excessive elements, use of excessive superlatife form, penjamakan double. Use the form reciprocal improper, illogical sentence, the sentence is ambiguous, and sequences that are not parallel. The conclusions of this research is, in phonology dominated by mistake phonemes change as much as 92.85%. In the semantic level is dominated by mistake mistake cognate pairs as much as 100%. Form error morphology is dominated by the sound of error that should not be assimilated yield as much as 30.03%, and form a syntax error is dominated by mistake excessive use of the elements as much as 31.05%. keyword : error analysis, work skripsion, high school IKIP PGRI Bali
ANALISIS BENTUK, FUNGSI DAN MAKNA LELAKAQ DALAM ACARA SORONG SERAH PADA RITUAL PERNIKAHAN ADAT SASAK ., JAMALUDIN; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.575 KB)

Abstract

Lelakaq adalah ungkapan tradisional yang menyerupai pantun, terdiri dari empat baris, dua baris sampiran dan dua baris isi yang biasa di gunakan dalam adat tradisional suku Sasak.Lelakaq bertujuan untuk menyampaikan pikiran masyarakat yang tumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu, khususnya dalam acara sorong serah pada ritual pernikahan adat sasak. Penelitian ini adalah tentang kajian terhadap lelakaq yang merupakan ungkapan tradisional. Masalah dalam penelitian ini berkaitan dengan bentuk, fungsi dan makna lelakaq.Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana berdasarkan teori pragmatik semantic ( Kempson 1984) Data penelitian ini diperoleh melalui observasi,wawancara dan analisis dokumen yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data interaktif (Miles & Huberman 1994).Kajian bentuk yang meliputi tipologi, diksi, dan stilistika yang mengungkapkan beberapa pokok persoalan yang berkaitan dengan aspek fungsi dan makna lelakaq. Fungsi lelakaq dalam Sorong Serah adalah sebagai mencakup fungsi imformasional,Expresif,Direktif,Estetik dan Fatik . Adapun analisis makna lelakaq menunjukan bahwa lelakaq mempunyai makna pragmatik,yaitu makna lokusi,ilokusi dan perlokusi(Kempson,1984) Sedangkan makna semantic lelakaq adalah: makna konsepsional, konotatif, sosial, afektif, reflektif, kolokatif, dan makna tematik. Menurut ( Leech 1981).Kata Kunci : Lelakaq,Analisis wacana,Sorong serah . Lelakaq is a traditional expression which is similar to traditional poetry that consists of four lines, the first line being sampiran and the others are contents its usually used in sasak traditional ceremony. Lelakaq aim to communicate society thought which rises and develops from day to day especially when the process of sorong serah sasak ritual.This research inspect on lelakaq which is used as traditional expression.In this study the discussion is limited to looking at the form,function and meaning of lelakaq. The research use the discourse analysis based on the semantic Kempson(1984)speech act Searle(1969) and pragmatic meaning in lelakaq. The methology used in this research by observation, interview and analysis documents than analyzed by using interactive data.The result of the research conclude that Lelakaq in Sorong Serah have form, function and meaning.The form of lelakaq include the typology, diction and stylistic that expression that correlation with the form,function and meaning of lelakaq. Functions of Lelakaq in Sorong Serah are: As Entertainment, tool of education, cultivation of moral value, medium fastener of brotherhood and advice.The analysis of meaning,in term of pragmatic meaning as proposed by Kempson(1984) are locution, illocution and perlocution meaning,while the semantic meaning as proposed by leech(1981)are conceptual, connotative, social, affective, reflective, collocative and thematic meaning.keyword : Lelakaq,Analisis wacana,Sorong serah
STRUKTUR NARATIF NOVEL BUMI MANUSIA KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER: SEBUAH TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA Winusari, Ni Nyoman
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.314 KB)

Abstract

 Penelitian dengan rangcangan deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan  (1) Struktur naratif ( unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik) dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer, dan (2) Perbedaan kelas sosial dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, untuk mengetahui struktur naratif dan perbedaan kelas sosial yang terdapat dalam novel Bumi Manusia karya Pramodya Ananta Teor. Subjek dalam penelitian ini adalah novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer dan objek dalam penelitian ini adalah perbedaan kelas sosial dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Data yang sudah terkumpul diolah secara induktif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Dikaji dari struktur naratif, unsur intrinsic yang terdapat dalam novel Bumi Manusia meliputi: tema, alur, latar, dan penokohan; unsur ekstrinsik yang terdapat dalam novel Bumi Manusia adalah: aspek sosial, aspek moral, aspek pendidikan, aspek budaya, aspek religi, dan biografi pengarang. (2) Perbedaan kelas sosial dalam novel Bumi Manusia meliputi: penguasa, bangsawan, dan golongan intelektual.
HUMBLE ADORATIONS BEHIND KAKAWIN BANAWA SEKAR TANAKUNG: A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS Lawa Manuaba, Ida Bagus Arya
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.819 KB)

Abstract

ABSTRACT   This research which deals with critical discourse analysis aims (1) to find out meanings of terms and vocabularies in Kakawin Banawa Sekar Tanakung, (2) to analyze meanings of Kakawin Banawa Sekar Tanakung in religious context, and (3) to reveal ideology behind the Kakawin Banawa Sekar Tanakung. The subject of this study was Kakawin Banawa Sekar Tanakung in ancient Javanese language, while the techniques of data collections were documentation. The data was then analyzed descriptively based on theory of Critical Discourse Analysis, theory of Natural Semantic Metalanguage and theory of meaning. The results of data analysis show that (1) most meanings of terms and vocabularies in the Kakawin Banawa Sekar Tanakung were reduced and broadened due to the influence of local culture and historical events. Some words are still common in today?s society, especially the Balinese in which ancient Javanese literatures are kept preserved today. (2) Kakawin Banawa Sekar Tanakung has a religious and ethical meaning, that people?s life in the ancient Java was religiously patterned. Besides, the kakawin showed that people of the ancient Java maintained their respects and submissiveness to the royal authorities. (3) The ideology of Kakawin Banawa Sekar Tanakung is submissive adoration, seen from the way the poet selected words and presented the kakawin through humble language choices. Considering that kakawins have valuable religious, moral, and educational values, further research on ancient Javanese literature are needed. Critical analysis according to the context of the kakawin should be conducted for the raise of Indonesian research on local assets.           2   PUJIAN DENGAN KERENDAHAN HATI  DALAM KAKAWIN BANAWA SEKAR TANAKUNG: SEBUAH ANALISIS WACANA KRITIS  oleh Ida Bagus Arya Lawa Manuaba NIM. 1029011062  Jurusan Pendidikan Bahasa  Program Pascasarjana  Universitas Pendidikan Ganesha Juli 2012   ABSTRAK   Penelitian yang berorientasi pada analisis wacana kritis ini bertujuan (1) menemukan makna istilah dan kosa kata dalam Kakawin Banawa Sekar Tanakung, (2) menganalisis makna Kakawin Banawa Sekar Tanakung dalam konteks religius, serta (3) mengungkap ideology di balik penyusunan Kakawin Banawa Sekar Tanakung. Subjek penelitian ini adalah ayat-ayat Kakawin Banawa Sekar Tanakung dalam Bahasa Jawa Kuno, sementara teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Data kemudian dianalisis secara deskriptif sesuai dengan teori analisis wacana kritis, teori semantik alami metabahasa dan teori makna. Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) kebanyakan makna istilah dan kata yang termuat dalam Kakawin Banawa Sekar Tanakung mengalami baik penyempitan maupun perluasan makna yang dipengaruhi oleh budaya local dan peristiwa sejarah. Beberapa kata masih digunakan oleh masyarakat hingga saat ini, terutama masyarakat Bali yang masih mempertahankan keberadaan karya sastra Jawa Kuno. (2) Kakawin Banawa Sekar Tanakung memiliki makna religious dan etis, bahwa kehidupan masyarakat Jawa Kuno pada masa itu tertata secara agamais. Di samping itu, kakawin ini menunjukkan bahwa masyarakat Jawa Kuno mempertahankan rasa hormat dan kepatuhan mereka kepada otoritas kerajaan. (3) Ideologi Kakawin Banawa Sekar Tanakung adalah berupa sanjungan yang diekspresikan dengan bahasa yang merendah. Ini dilihat dari bagaimana penyair memilih kata-kata dan menulis kakawin-nya dengan pilihan kata yang menggambarkan kerendahan hati.  Menyadari bahwa banyak kakawin memiliki nilai agama, moral dan pendidikan, penelitian lebih mendalam menyangkut karya sastra Jawa Kuno sangat diperlukan. Analisis kritis sesuai dengan konteks kakawin harus dipacu demi bangkitnya penelitian-penelitian mengenai aset lokal Indonesia.    Kata kunci: kakawin banawa sekar tanakung, analisis wacana kritis, semantik alami metabahasa.
ANALISIS WACANA KRITIS MODEL VAN DIJK TERHADAP PEMBERITAAN REKLAMASI TELUK BENOA PADA SURAT KABAR BALI POST DAN POS BALI ., GILANG PRATAMA Y.R.; ., PROF.DR. I NENGAH SUANDI, M.Hum; ., PROF. DR. I NENGAH MARTHA, M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek suprastruktur, struktur makro, struktur mikro, dan kognisi sosial serta konteks sosial yang terdapat dalam teks berita reklamasi Teluk Benoa pada surat kabar harian Bali Post dan Pos Bali periode Juli 2013 sampai Januari 2014. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pisau analisis wacana kritis model Teun A Van Dijk dengan sumber data pemberitaan reklamasi Teluk Benoa pada Bali Post dan Pos Bali periode Juli 2013 sampai Januari 2014, dan wartawan Bali Post dan Pos Bali yang menulis berita reklamasi Teluk Benoa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan wawancara dengan teknik analisis data menggunakan prosedur Van Dijk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi teks pada aspek suprastruktur, struktur makro, dan struktur mikro teks berita Bali Post cenderung berpihak pada gerakan menolak reklamasi Teluk Benoa, sedangkan Pos Bali cenderung mendukung reklamasi Teluk Benoa. Ditemukan kognisi sosial wartawan Bali Post yang menolak reklamasi Teluk Benoa dengan tetap menjaga objektivitasnya sebagai wartawan, sedangkan kognisi sosial wartawan Pos Bali bersikap netral. Analisis konteks sosial menunjukkan keterlibatan pengusaha, penguasa, dan elemen masyarakat yang memengaruhi wacana reklamasi Teluk Benoa sesuai dengan akses yang dimiliki masing-masing pihak. Peneliti menyarankan agar surat kabar dapat memaksimalkan perannya sebagai agen pendidik masyarakat, bukan berpihak pada kelompok yang justru memberikan kemunduran bagi masyarakat, dan menyarankan agar masyarakat lebih kritis dalam menyerap informasi yang ada sehingga mampu mengambil keputusan yang terbaik dalam menghadapi permasalahan yang ada.Kata Kunci : Analisis Wacana Kritis, Teun A. Van Dijk, Wacana Reklamasi Teluk Benoa The goals of the research are to describe the suprastructure, macrostructure, microstructure, and describing the social cognition dimension and social context in the text of the news of the reclamation of Benoa Bay in Bali Post and Pos Bali Daily Newspaper from period of July 2013 to January 2014. This research uses the approach of qualitative descriptive with the critical discourse analyze of Teun A. Van Dijk model from reclamation of Benoa Bay news on Bali Post and Pos Bali daily news period of July 2013 to January 2014 and also the journalists who wrote them. Documentation for suprastructural, macrostructure, microstructure, and social context, and interview for social cognition dimension. The results of the research the suprastructure, macrostructure, and microstructure of Bali Post are more on the side of the movement of against Benoa Bay reclamation, and the other hand Pos Bali supporting the project of Benoa Bay reclamation. The social cognition of Bali Post journalists are against Benoa Bay reclamation, while Pos Bali journalist try to be an netral person, and the social context shows the involvement of investors, government, and social elements that persuade the discourse according to the access they owned. The researcher recommends the newspapers to maximize their role as the society educator agent, not defended those who gave disadvantages to the society life.keyword : Critical Discourse Analysis, Teun A Van Dijk, Reclamation of Benoa Bay Discourse
The Communication Skills of Tour Guides in Handling Customers ., I NENGAH SUARDHANA; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.318 KB)

Abstract

Suardhana Nengah I (2013), " Ketrampilan Berkomunikasi Para Pemandu Wisata dalam Penanganan Pelanggan". Tesis ini telah disetujui dan diperiksa oleh: Pembimbing I: Prof Dr PK Nitiasih, MA dan Penasehat II: Prof Dr N. Adi Jaya Putra , MA. Kata kunci: verbal dan non-verbal komunikasi, pemandu wisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan keterampilan bahasa pemandu wisata dalam hal komunikasi verbal dan non-verbal dalam berurusan dengan wisatawan asing. Penelitian ini adalah analisis deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi, interview, kuisoner dan dokumentasi. Dua puluh kuesioner diisi oleh wisatawan dari dua Biro perjalanan wisata. Jan?s toursTours & Trave Ltd, yang terletak di Denpasar dan Destination Asia Travel, yang terletak di Padang Galak, Sanur. Data terdiri dari pita rekaman percakapan, menggunakan random sampling. Kuesioner ini meneliti kemampuan komunikasi verbal dan nonverbal dari Pemandu wisata yang ada di Bali. Sebuah rekaman verbal setiap pemandu wisata juga diperoleh sebagai data pendukung. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa dalam komunikasi verbal, keakuratan informasi menduduki peringkat "baik" dalam 40% kasus, kelancaran komunikasi menduduki peringkat "baik" dalam 35% kasus dan pemahaman itu peringkat "baik"dalam 35% kasus. Dalam hal keterampilan komunikasi nonverbal, bahasa tubuh dinilai "baik" dalam 25%, ekspresi wajah, 50%, kontak mata, 60%, gerakan berjalan, 55% dan 55% bersalaman. Kata Kunci : verbal dan non-verbal komunikasi, pemandu wisata. Suardhana Nengah I (2013), ? The Communication Skills of Tour Guides in Handling Customers?. This thesis has been approved and inspected by: Supervisor I: Prof. Dr. P.K Nitiasih, M.A. and Supervisor II: Prof. Dr. I Nyoman Adi Jaya Putra, MA. Keywords: Verbal and Non-verbal communication, tour guides. The purpose of this study was to describe the language skills of tour guides in terms of verbal and non-verbal communication in dealing with foreign tourists. Besides, this study is descriptive analysis. This study is a descriptive analysis. Data was collected using observation,, interview and documentation. The data consist of completed by tourists from two travel agents. Jan's Tours and Travel Ltd, located in Denpasar and Destination Asia Travel, located in Padang galak , Sanur. These questionnaire examined the verbal and non-verbal communication skills of Balinese tour guides. A verbal recording of each tour guide was also obtain as supporting data. The results of this study revealed that in verbal communication, the accuracy of the information was ranked as "good" in 40 % of cases, the fluency of the communication was ranked "good" in 35% of cases and the comprehension was ranked " good " in 35 % of cases. In terms of the non-verbal communication skills, body language was rated "good" in 25%, facial expression, 50%, eye contact, 60% , walking gesture, 55% and hand shaking 55%. keyword : verbal and non-verbal communication, tour guides