cover
Contact Name
Erwin Hikmatiar
Contact Email
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Phone
+6281282648901
Journal Mail Official
jurnal.salam@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 90 Ciputa Tangsel
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
ISSN : 23561459     EISSN : 26549050     DOI : 10.15408
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i (ISSN 2356-1459) is a national journal published by the Faculty Sharia and Law Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, INDONESIA. The focus is to provide readers with a better understanding of Indonesia social and sharia culture and present developments through the publication of articles, research reports, and book reviews. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. SCOPE of SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i specializes in Indonesian social and sharia culture, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles 880 Documents
Dispensasi Nikah Dalam Perspektif Hukum Islam, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam Kamarusdiana Kamarusdiana; Ita Sofia
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i1.14534

Abstract

AbstractMarriage dispensation is a legal solution because most of the perpetrators of marriage dispensation are those who do not yet have formal legality to get married, so they then take the legal initiative so that marriages can be recognized. This study aims to determine the perspective of Islamic law, Marriage Law and Compilation of Islamic Law regarding marriage dispensation. The method used is qualitative with primary data sources from the Marriage Law, the Book of Fiqh and the Compilation of Islamic Law while secondary data are books, journals, magazines related to marriage dispensation. The results of this study found that Islamic law does not specifically regulate marriage dispensation because the majority of scholars only mention balig as a condition for marrying a person and do not specify a minimum age of marriage, whereas Law Number 1 of 1974 concerning Marriage and Compilation of Islamic Law strictly regulates underage marriage , i.e. must go through a court hearing mechanism to obtain a marriage dispensation permit.Keywords: Marriage Dispensation, Compilation of Islamic Law AbstrakDispensasi Nikah sebagai solusi hukum karena para pelaku dispensasi nikah kebanyakan mereka yang belum memiliki legalitas formal untuk menikah, sehingga kemudian mengambil ikhtiar hukum agar pernikahan yang dilakukan dapat diakui. Penelitian ini bertujuan mengetahui perspektif hukum Islam, Undang-undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam tentang dispensasi nikah. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan sumber data primer dari Undang-Undang Perkawinan, Kitab Fiqh dan Kompilasi Hukum Islam sedangkan data sekunder adalah buku-buku, jurnal, majalah yang terkait dengan dispensasi nikah. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Hukum Islam tidak mengatur khusus dispensasi nikah karena mayoritas ulama hanya menyebutkan balig sebagai syarat menikah seseorang dan tidak menentukan minimal usia perkawinan, sedangkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam mengatur ketat tentang perkawinan di bawah umur, yaitu harus melalui mekanisme sidang pengadilan untuk mendapatkan izin dispensasi perkawinanKata Kunci: Dispensasi Nikah, Kompilasi Hukum Islam
STRATIFIKASI SOSIAL DAN KESADARAN KELAS Rizqon H Syah
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v2i1.2239

Abstract

Abstract: Social Stratification and Class-Conscience. Human’s life is stratified. The status itself is determined by some factors, such as inheritance, education and religion. Even though divided into different status, people should not be treated based on their status which can lead in to disharmony in their social life and national life as a whole. It is a fact that social stratification is fruits of people’s life reflected by the ideas, values, norms, social activities and things. This phenomenon is always present in people’s life in every level of the society.Key Words: Society, Status, Dichotomy and Harmony  Abstrak: Stratifikasi Sosial dan Kesadaran Kelas. Kehidupan dalam bermasyarakat tidak dapat dipisahkan dari jenjang status kehidupan yang bertingkat-tingkat. Status tersebut diakibatkan oleh banyak faktor seperti karena keturunan, pendidikan, dan agama. Meskipun realitanya status manusia yang berbeda-beda, manusia tidak boleh terdikotomi dengan status tersebut sehingga mengganggu keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Satu bentuk variasi kehidupan dari hasil perbedaan adalah fenomena stratifikasi (tingkatan-tingkatan) sosial yang terjadi melalui proses suatu bentuk kehidupan baik berupa gagasan, nilai, norma, aktifitas sosial, maupun benda-benda, Fenomena dari stratifikasi sosial akan selalu ada dalam kehidupan manusia, sesederhana apapun kehidupan, berbeda satu sama lain, tergantung bagaimana mereka menempatkannya.Kata Kunci: Masyarakat, Status, Dikotomi dan Harmoni DOI: 10.15408/sjsbs.v2i1.2239 
Psikoterapi Spiritual dan Pendidikan Islam dalam mengatasi dan menghadapi gangguan Anciety Disorder di saat dan pasca Covid 19 Yono Yono; Indriya Rusmana; Hielda Noviyanty
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 7 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i8.15801

Abstract

Berbagai keluhan masyarakat mengenai kecemasan akibat covid 19 mulai muncul ke permukaan, diikuti juga dengan gerakan solidaritas untuk memberikan bantuan dalam menghadapi dampak wabah covid 19. Dalam buku Mukadimmah karya Ibn Khaldun, pendidikan mempunyai pengertian yang cukup luas. Pendidikan bukan hanya merupakan proses belajar mengajar yang dibatasi oleh empat dinding, tetapi pendidikan adalah suatu proses, dimana manusia secara sadar menangkap, menyerap, dan menghayati peristiwa-peristiwa alam sepanjang zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran psikologi spiritual dan pendidikan Islam, dalam mengatasi kecemasan disaat dan setelah wabah coronavirus covid 19. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, dengan jenis penelitian survei. Hasil penelitian menemukan bahwa, pertama, psikoterapi spiritual dan pendidikan Islam memiliki kelebihan dengan meningkatkan ketauhidan dan meningkatkan imun dalam tubuh, dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt, sehingga mampu membantu dalam mengatasi dan menghadapi gangguan kecemasan dalam diri masyarakat di saat dan setelah wabah. Kedua, mandi malam, solat taubat dan zikir pagi petang mampu mencegah, mengatasi, dan membantu masyarakat dalam menghadapi gangguan kecemasan akibat corona virus covid 19. Ketiga berbaik sangka, berikhtiar, dan banyak berdoa.Kata Kunci: Psikologi Spiritual, Pendidikan Islam, Axciety Disorder, Covid 19Berbagai keluhan masyarakat mengenai kecemasan akibat covid 19 mulai muncul ke permukaan, diikuti juga dengan gerakan solidaritas untuk memberikan bantuan dalam menghadapi dampak wabah covid 19. Dalam buku Mukadimmah karya Ibn Khaldun, pendidikan mempunyai pengertian yang cukup luas. Pendidikan bukan hanya merupakan proses belajar mengajar yang dibatasi oleh empat dinding, tetapi pendidikan adalah suatu proses, dimana manusia secara sadar menangkap, menyerap, dan menghayati peristiwa-peristiwa alam sepanjang zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran psikologi spiritual dan pendidikan Islam, dalam mengatasi kecemasan disaat dan setelah wabah coronavirus covid 19. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, dengan jenis penelitian survei. Hasil penelitian menemukan bahwa, pertama, psikoterapi spiritual dan pendidikan Islam memiliki kelebihan dengan meningkatkan ketauhidan dan meningkatkan imun dalam tubuh, dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt, sehingga mampu membantu dalam mengatasi dan menghadapi gangguan kecemasan dalam diri masyarakat di saat dan setelah wabah. Kedua, mandi malam, solat taubat dan zikir pagi petang mampu mencegah, mengatasi, dan membantu masyarakat dalam menghadapi gangguan kecemasan akibat corona virus covid 19. Ketiga berbaik sangka, berikhtiar, dan banyak berdoa.Kata Kunci: Psikologi Spiritual, Pendidikan Islam, Axciety Disorder, Covid 19
Hak Mendapatkan Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Dalam Dimensi Politik Hukum Pendidikan Faiqatul Husna; Nur Rohim Yunus; Andri Gunawan
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v6i1.10454

Abstract

AbstractThe right pf childrenis a part of human right that should be fullfilled, protected and assured by parents, families, societies, civils, and nations. One of children right that should be fullfilled is the right get education in pre-school yet. This happens because the existence of pre-school education has not been able to give some servicestha is suitable with thei need. To give service with to special need pre-school age students. The service of pre-school age education that give service not only to normal students but also to special need student called called inclusive pre-school age education. Inclusive education is an education existing all student in a kind of learning process by holding an education giving chance to all students to study together in about ethnic, rase, social statue, economic, language, place, sex, religion and differentiation of mental and physycal education.Key words:  the right of children, pre-school age student, inclusive educational.AbstarkHak anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi, dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan negara. Hak anak yang wajib dipenuhi diantaranya adalah hak untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran. Anak berkebutuhan khusus usia dini juga berhak mendapatkan layanan pendidikan. Anak berkebutuhan khusus usia dini yang ada di masyarakat belum semuanya mendapatkan layanan di pendidikan anak usia dini. Hal ini disebabkan karena keberadaan pendidikan anak usia dini belum mampu memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhannya. Untuk memberikan pelayanan anak berkebutuhan khusus usia dini, maka pendidikan anak usia dini yang telah ada seharusnya dapat menerima dan melayani anak berkebutuhan khusus. Pelayanan pendidikan anak usia dini yang memberikan pelayanan bersama-sama antara anak yang tidak mengalami hambatan dan anak berkebutuhan khusus disebut pendidikan anak usia dini inklusif. Pendidikan inklusif adalah sistem pendidikan yang menyertakan semua anak secara bersama-sama dalam suatu iklim proses pembelajaran dengan penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua anak secara bersama-sama dalam suatu iklim proses pembelajaran dengan layanan pendidikan yang layak dan sesuai kebutuhan individu siswa tanpa membedakan anak dari latar belakang suku, ras, status sosial, kemampuan ekonomi, status politik, bahasa, geografis, jeniskelamin, agama/kepercayaan, dan perbedaan kondisi fisik atau mental.Kata kunci: hak anak, anak berkebutuhan khusus usia dini, pendidikan inklusif.
Penggunaan Masker Penutup Wajah Saat Salat Sebagai Langkah Pencegahan Wabah Coronavirus Covid-19 Syandri Syandri; Fadhlan Akbar
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 3 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i3.15105

Abstract

AbstractThis study discusses the spread of the Corona virus throughout the world, intended in Indonesia to find solutions, especially in carrying out the rituals of prayer in Islam. This study uses a descriptive qualitative method by using data related to the use of face or mouth coverings (masks) when carrying out the prayers that are affirmed as understood from the prohibition of the Prophet. The results of this study indicate that the law of origin using the mouth cover (mask) when prayer is makruh tanzih or makruh which does not cancel the prayer. However, in certain conditions such as the existence of intent, then using a legal mask may. It could even be increased to the law recommended if a person who will attend congregational prayers in unhealthy conditions such as fever, cough or flu. This is expected to prevent the spread of the Corona virus in the community.Keywords: Masks, Face masks, Corona, Salat AbstrakPenelitian ini membahas tentang merebaknya virus Corona di seluruh dunia termaksud di Indonesia untuk menemukan solusi khususnya dalam melaksanakan ritual ibadah salat dalam Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan data yang berhubungan dengan penggunaan penutup wajah atau mulut (masker) saat melaksanakan ibadah salat yang dimakruhkan sebagaimana difahami dari pelarangan Rasulullah saw. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa hukum asal menggunakan penutup mulut (masker) ketika salat adalah makruh tanzih yaitu makruh yang tidak membatalkan salat. Akan tetapi pada kondisi tertentu seperti adanya hajat, maka menggunakan masker hukumnya boleh. Bahkan bisa meningkat kepada hukum dianjurkan jika seorang yang akan menghadiri salat jamaah dalam kondisi kurang sehat seperti demam, batuk atau flu. Hal ini diharapkan dapat mencegah tersebarnya virus Corona dalam masyarakat.Kata Kunci: Masker, Penutup wajah, Corona, Salat
Kloning Manusia Perspektif Hukum Islam Di Indonesia la Jamaa
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v3i1.3163

Abstract

Abstract:Reproductive cloning technology is able to facilitate artificial fertilization by using the husband's body and wife's ovum, as well the embryo transferred to the womb of the wife. So that, human cloning can give benefit to husband and wife to get child. However, human cloning technology has negative implications in case of marriage, jurisprudence, guardianship, inheritance, and investigation of criminal offense, because a person may have children cloned without marital status that can underestimate the institution of marriage. The “Nasab” of cloned child is also unclear, so it affects the guardianship, inheritance, father's responsibility to the child. Therefore, Islamic law in Indonesia prohibits human cloning.Keywords: Human Cloning, Islamic Law, Marriage. Abstrak.Teknologi kloning reproduksi mampu memfasilitasi pembuahan buatan dengan menggunakan sel tubuh suami dan ovum istri, serta embrionya ditransfer ke rahim istri. Sehingga kloning manusia dapat memberikan kemaslahatan terhadap pasangan suami istri yang tidak subur untuk memperoleh keturunan. Namun demikian, teknologi kloning manusia berimplikasi negatif, baik terhadap institusi perkawinan, nasab, perwalian, kewarisan, serta penyelidikan dan penyidikan pelaku tindak pidana. Sebab seseorang bisa punya anak secara kloning tanpa ikatan perkawinan sehingga bisa menyepelekan institusi perkawinan. Nasab anak hasil kloning juga tidak jelas sehingga berpengaruh pada perwalian, kewarisan, tanggungjawab ayah kepada anak dan sebaliknya. Karena itu hukum Islam di Indonesia melarang kloning manusia.Kata Kunci: Kloning Manusia, Hukum Islam, Perkawinan.
Pandangan Syaykh Al-Zaytun A.S. Panji Gumilang Terhadap Pancasila Perspektif Fiqh Siyasah Pungki Harmoko; Siti Ngainnur Rohmah
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 11 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i11.17791

Abstract

AbstractPancasila as the ideology of the Indonesian people should become a spirit. In fact, he only became a mere jargon. The phenomena that occur are evidence, Bisexual, and Transgender, Gay, Lesbians (LGBT), corruption is rampant and has become a culture. God is only present in houses of worship but not present in daily activities. In other words, the concept of the precepts of Godhead fails to become the spirit of the nation. Automatic, the other precepts cannot be applied correctly. Shaykh Al-Zaytun (Grand Chancellor) Dr. (HC. MSU) U.S. Panji Gumilang has the view that Pancasila is a divine teaching. Not just jargon, but Pancasila can be applied well at Ma'had Az-Zaytun. Researchers tried to explore Shaykh's Al-Zaytun views on the Pancasila ideology through the book Al-Zaytun Sources of Inspiration (ASI). Then the view is associated with Siyasah Fiqh. After investigation, there is a relationship between Pancasila and Siyasah Dauliyah (international relations). This proves that the values contained in Pancasila are universal.Keywords: Pancasila, Ideology, Siyasah Dauliyah AbstrakPancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia seharusnya menjadi ruh.. Kenyataannya, ia hanya menjadi jargon belaka. Fenomena-fenomena yang terjadi merupakan bukti. Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), korupsi yang merajalela dan menjadi budaya. Tuhan hanya hadir di rumah ibadah, namun tidak hadir dalam aktivitas keseharian. Dengan kata lain, konsep sila Ketuhanan Yang Maha Esa gagal menjadi ruh bangsa. Otomatis, sila yang lain tidak mampu diaplikasikan dengan benar. Syaykh Al-Zaytun (Grand Chancellor) Dr. (HC. MSU) A.S. Panji Gumilang memiliki pandangan bahwa Pancasila merupakan ajaran ilahi. Bukan hanya sekedar jargon, namun Pancasila mampu diaplikasikan dengan baik di Ma’had Al-Zaytun. Peneliti mencoba menggali pandangan Syaykh Al-Zaytun terhadap ideologi Pancasila melalui buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi (ASI). Kemudian pandangan tersebut dikaitkan dengan Fiqih Siyasah. Setelah diteliti, ada relasi antara Pancasila dengan Siyasah Dauliyah (hubungan internasional). Hal ini membuktikan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila bersifat universal.Kata Kunci: Pancasila, Ideologi, Siyasah Dauliyah
Urgensi Hukuman Mati Bagi Koruptor Dengan Pengabaian Penderitaan Yang Akan Diderita M Makhfud
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v6i3.13200

Abstract

Abstract:A guilty person deserves the penalty of punishment, and must get suffering in return, without considering how much benefit to society if he is subject to punishment. Regardless of how big the consequences of moral punishment someone who has done wrong is better in law than not punished. Therefore, the authors provide an alternative sanction of the death penalty as an alternative final punishment for perpetrators of corruption. So that it can be a meaningful lesson for the next generation. This study uses qualitative methods on the available data. In addition to analyzing and observing the current reality.Keywords: Death Penalty, Corruption, Sanctions Abstrak:Seseorang bersalah patut mendapatkan ganjaran hukuman, dan harus mendapatkan penderitaan sebagai balasannya, tanpa mempertimbangkan seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat jika dia dikenai hukuman. Terlepas seberapa besar konsekuensinya dari penghukumannya secara moral seseorang yang telah berbuat salah lebih baik di hukum dari pada tidak dihukum. Oleh karenanya, penulis memberikan alternatif sanksi hukuman mati sebagai alternatif akhir pemidanaan bagi pelaku kejahatan korupsi. Sehingga dapat menjadi pelajaran  berarti bagi generasi selanjutnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pada data yang tersedia. Selain dengan melakukan analisa dan observasi pada realita yang ada saat ini.Kata Kunci: Hukuman Mati, Korupsi, Sanksi    
MENAKAR PENGARUH MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2015 TERHADAP PEMBANGUNAN INDONESIA AbduRofiq, Atep
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v1i2.1543

Abstract

Abstract: Measuring the Influence of ASEAN Economic Community (AEC) toward Indonesian Development. The implementation of AEC 2015 brings positive and negative impact. However if it is analyzed from the discrepancy income of developed country, AEC 2015 opens opportunity for domestic and international development. By having clear procedures and professional development, AEC 2015 will face challenges for Indonesian economic development to be better. Keywords: AEC 2015, development, professionalism  Abstrak: Menakar Pengaruh MEA 2015 Terhadap Pembangunan Indonesia. Pelaksanaan MEA 2015 tidak lepas dari dampak positif dan negatif, namun jika dilihat dari tingkat pendapatan yang belum merata serta kesenjangannya dengan negara-negara yang maju di kawasan ASEAN lainnya. MEA 2015 justeru memberikan peluang yang postif bagi pembangunan domestik maupun pengembangan internasional, dengan prosedur dan pengembangan profesionlitas yang jelas maka MEA akan mampu merubah tantangan menjadi peluang bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih baik. Kata Kunci: MEA 2015, pembangunan, profesionalitasDOI:10.15408/sjsbs.v1i2.1543
Pencegahan Primer Membentuk Masyarakat Sehat Di Era Covid-19 Nikma Fitriasari
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 7, No 12 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i7.15407

Abstract

The situation of the growth of COVID-19 cases is very fast in Indonesia. Primary prevention efforts become the most appropriate prevention because there is no drug for COVID-19 therapy. This research aims to further study the proper and rational primary prevention to establish a healthy society as an effort to prevent transmission of COVID-19. Primary prevention can be done in the form of health promotion and special protection. Primary prevention through promotion is done by selectively selecting information from social media, applying a cough ethic, consumption of nutritious food, and exercise. Primary prevention through special protection is done by resignation. cleaning hands regularly, using masks, social distancing and self-isolation, and avoiding unprotected contact with wild animals.Keyword: COVID-19, primary prevention, healthy society Abstrak Situasi pertumbuhan kasus COVID-19 sangat cepat di Indonesia. Upaya pencegahan primer menjadi pencegahan yang paling tepat karena belum ada obat untuk COVID-19.  Penelitia ini bertujuan untuk mengkaji lebih jauh tentang pencegahan primer yang tepat dan rasional untuk membentuk masyarakat sehat sebagai upaya pencegahan penularan kasus COVID-19. Pencegahan primer dapat dilakukan berupa promosi kesehatan dan perlindungan khusus. Pencegahan primer melalui promosi dilakukan dengan selektif memilih informasi dari media sosial, menerapkan etika batuk, konsumsi makanan bergizi, dan olahraga. Pencegahan primer melalui perlindungan khusus dilakukan dengan resignasi. membersihkan tangan secara rutin, menggunakan masker, social distancing dan isolasi diri, serta menghindari kontak tanpa pelindung dengan hewan liar.Kata Kunci: COVID-19, pencegahan primer, masyarakat sehat 

Page 7 of 88 | Total Record : 880


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2025): Summer Edition Vol. 12 No. 2 (2025): Summer Edition Vol. 12 No. 1 (2025): Spring Edition Vol 12, No 1 (2025): Spring Edition Vol 11, No 4 (2024): Winter Edition Vol. 11 No. 4 (2024): Winter Edition Vol 11, No 3 (2024): Autum Edition Vol. 11 No. 3 (2024): Autum Edition Vol 11, No 2 (2024): Summer Edition Vol. 11 No. 2 (2024): Summer Edition Vol. 11 No. 1 (2024): Spring Edition Vol 11, No 1 (2024): Spring Edition Vol 10, No 6 (2023) Vol. 10 No. 6 (2023) Vol 10, No 5 (2023) Vol 10, No 5 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 4 (2023) Vol 10, No 3 (2023): Article-in-Press Vol 10, No 3 (2023) Vol. 10 No. 3 (2023) Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023) Vol 10, No 1 (2023): Article-in-Press Vol. 9 No. 6 (2022) Vol 9, No 6 (2022) Vol 9, No 5 (2022) Vol 9, No 4 (2022) Vol 9, No 3 (2022) Vol 9, No 3 (2022): Mei - Juni Vol 9, No 2 (2022): Maret-April Vol 9, No 2 (2022) Vol 9, No 1 (2022) Vol 9, No 1 (2022): Januari-Februari Vol 8, No 6 (2021): November-Desember Vol 8, No 6 (2021) Vol 8, No 5 (2021) Vol 8, No 5 (2021): September - Oktober Vol 8, No 4 (2021) Vol 8, No 4 (2021): Juli - Agustus Vol 8, No 3 (2021): Mei-Juni Vol 8, No 3 (2021) Vol 8, No 2 (2021): Maret-April Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 1 (2021): Januari-Februari Vol 8, No 1 (2021) Vol 7, No 10 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 8 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 7 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 6 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 5 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 3 (2020): Special Issue Coronavirus Covid-19 Vol 7, No 12 (2020) Vol 7, No 11 (2020) Vol 7, No 9 (2020) Vol. 7 No. 6 (2020) Vol 7, No 6 (2020) Vol 7, No 5 (2020) Vol 7, No 4 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol 7, No 1 (2020) Vol 6, No 5 (2019) Vol 6, No 4 (2019) Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol 6, No 1 (2019) Vol 5, No 4 (2018) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue