cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
TARBIYA : Journal Education in Muslim Society
ISSN : 23561416     EISSN : 24429848     DOI : -
Core Subject : Education,
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society is a peer-reviewed journal on education in the Muslim world. This journal is published by the Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta, in partnership with HSPAI (Scholars of Islamic Education), an affiliate of ISPI( Association of Indonesian Scholars of Education). Editors welcome scholars, researchers and practitioners of education around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles. P-ISSN: 2356-1416 E-ISSN: 2442-9848
Arjuna Subject : -
Articles 441 Documents
Successful Accreditation Techniques Baker, Shirley; Camden-Anders, Sherry
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 2 2020
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v7i2.20592

Abstract

AbstractThe challenges of accreditation reviews create a sense of stress across academic institutions that can be significantly reduced when strategies are implemented and maintained. Understanding the purpose, value, and benefits of the accreditation process is critical. Two techniques that lead to accreditation success include ongoing program meetings resulting in assigned tasks that address government or commission evaluation standards, and the use of a program matrix. The article includes meeting strategies and a universally adaptable matrix design. Moving from stress to success is possible when the techniques are linked to all standards and subsections, and each task successfully meets accreditation requirements.AbstrakTantangan akreditasi menciptakan rasa stres di seluruh institusi akademik, hal ini dapat dikurangi, secara signifikan ketika strategi diterapkan dan dipertahankan. Memahami tujuan, nilai, dan manfaat dari proses akreditasi sangatlah penting. Dua teknik yang mengarah pada keberhasilan akreditasi, termasuk  program rapat yang sedang berjalan sehingga menghasilkan tugas-tugas saat membahas standar evaluasi pemerintah atau komisi, dan penggunaan matriks program. Artikel ini mencakup strategi rapat dan desain matriks yang dapat disesuaikan secara universal. Beralih dari rasa stres akan keberhasilan akreditasi, hal ini memungkinkan jika teknik ini dikaitkan dengan semua standar dan subbagian, serta setiap tugas yang berhasil memenuhi persyaratan akreditasi.How to Cite:  Baker, S., Camden-Anders, S. (2020).  Successful Accreditation Techniques. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 7(2), 226-240. doi:10.15408/tjems.v7i2. 20592.
Humanizing Islamic Religious Education in Bali During the Covid-19 Pandemic Ramdhani, Fajri Zulia; Rusmayani, Rusmayani; Kurniawati, Kurniawati
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 1 2021
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v8i1.20636

Abstract

AbstractThe delivery of Islamic Religious Education (PAI) in Bali has been fraught with difficulties, which have been exacerbated by the pandemic. This paper discusses 1) the realities of Islamic religious education in Bali, 2) the implementation of a special condition curriculum as a means of humanizing PAI education, and 3) the humanization of Islamic religious education in Bali during the COVID-19 pandemic. This research employed a qualitative phenomenological study, with data gathered through in-depth interviews with school principals, Islamic Religious Education teachers, and Muslim students' parents. The data is handled in stages that include data reduction, visualization, and verification. The findings indicate that: 1) The ratio of Islamic Religious Education teachers to pupils is imbalanced; some schools even lack Islamic Religious Education teachers, and numerous parents express dissatisfaction with online learning in PAI sessions. 2 ) Curriculum implementation for special/emergency situations; some schools have implemented it as a means of increasing learning effectiveness and efficiency, while others continue to use the national curriculum, despite teacher recognition that it is unproductive. 3) The special education curriculum is considered one of the first steps toward humanizing Religious Education Islam, which, in the face of poor online learning, must also be accompanied by teachers who are accessible to parents and students. AbstrakPenyelenggaraan Pendidikan Agama Islam (PAI) di Bali penuh dengan kesulitan yang diperparah dengan adanya pandemi. tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki penggunaan kurikulum pengaturan khusus/darurat sebagai metode memanusiakan pendidikan. Tulisan ini membahas 1) realitas pendidikan agama Islam di Bali, 2) penerapan kurikulum kondisi khusus sebagai sarana memanusiakan pendidikan PAI, dan 3) humanisasi pendidikan agama Islam di Bali pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan studi kualitatif fenomenologis, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan orang tua siswa Muslim. Penanganan data dilakukan secara bertahap yang meliputi reduksi data, visualisasi, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Rasio guru PAI terhadap siswa tidak seimbang; beberapa sekolah bahkan kekurangan guru PAI, dan banyak orang tua menyatakan ketidakpuasan dengan pembelajaran online di sesi PAI. 2) Implementasi kurikulum untuk situasi khusus/darurat; beberapa sekolah telah menerapkannya sebagai sarana untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran, sementara yang lain tetap menggunakan kurikulum nasional, meskipun diakui oleh guru bahwa kurikulum tersebut tidak produktif. 3) Kurikulum pendidikan luar biasa dianggap sebagai salah satu langkah awal untuk memanusiakan Pendidikan Agama Islam, yang dalam menghadapi pembelajaran online yang buruk, juga harus didampingi oleh guru yang dapat diakses oleh orang tua dan siswa.How to Cite: Ramdhani, F. Z., Rusmayani, Kurniawati. (2021). Humanizing Islamic Religious Education in Bali During the Covid-19 Pandemic. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 8(1), 66-81. doi:10.15408/tjems.v8i1.20636.
Students’ Responses to Adapted Online Tahsin Quran Learning during the COVID-19 Pandemic Shabrina, Rifda; Chaeruman, Uwes Anis; Tarjiah, Indina
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 1 2021
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v8i1.21715

Abstract

AbstractTahsin Quran is a method of learning to read the Quran that strives to increase the reader's ability to adhere to the guidelines established (tajwid). In tahsin Quran learning, teachers must pay close attention to students' letter pronunciation in the Quran, ideally face-to-face or in sync. However, the COVID-19 pandemic has necessitated online learning, requiring some alterations to its application. The purpose of this study was to determine how students respond to online Quran learning conducted virtually in one of South Tangerang's Quran learning facilities. Students are given questionnaires about instructor competencies, the substance of learning materials, and the efficiency of tahsin online learning, which are reinforced by an interview with one of the teachers, an institution member, and students. The results indicated that, based on student answers, the institution's implementation of tahsin Quran online learning has been highly successful, with some notes and inputs to consider to improve the quality of Quran online learning in the future.AbstrakTahsin Al-Qur’an merupakan pembelajaran membaca Al-Qur’an yang bertujuan untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an agar sesuai dengan kaidah (tajwid) yang ditetapkan. Dalam pembelajaran tahsin Al-Qur’an, guru atau instruktur perlu memperhatikan ketepatan tiap siswanya dalam melafalkan huruf dalam Al-Qur’an sehingga pembelajaran idealnya dilakukan secara tatap muka atau sinkron. Namun pandemi COVID-19 mengharuskan pembelajaran dilaksanakan secara daring sehingga membutuhkan beberapa penyesuaian dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana respon siswa pembelajaran tahsin Al-Qur’an online yang dilaksanakan secara virtual di salah satu lembaga pembelajaran Al-Qur’an di Tangerang Selatan. Kuesioner mengenai kemampuan guru, isi materi pembelajaran, dan efektifitas pembelajaran tahsin yang dilaksanakan secara online diberikan kepada siswa yang kemudian hasilnya dilengkapi dengan hasil wawancara kepada salah satu guru, pihak lembaga, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan respon siswa pembelajaran tahsin Al-Qur’an online yang dilaksanakan di lembaga tersebut telah berjalan sangat baik dengan beberapa catatan dan masukan yang perlu diperhatikan untuk peningkatan kualitas pembelajaran tahsin Al-Qur’an daring yang akan datang.How to Cite: Shabrina, R., Chaeruman, U. A., Tarjiah, I. (2021). Students’ Responses to Adapted Online Tahsin Quran Learning during the COVID-19 Pandemic. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 8(1), 57-65. doi:10.15408/tjems.v8i1.21715.
Framework and Prototype Development of Mathsci Instruments for Measuring 21st Century Skills in Islamic Context Zulfiani, Zulfiani; Suwarna, Iwan Permana; Muin, Abdul
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 1 2021
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v8i1.22120

Abstract

AbstractThe development of competency assessments that measure 21st century competencies is critical for improving the quality of education. The purpose of this research is to describe a framework and prototype for assessing Math and Science or Math-Sci competency skills in the twenty-first century. The method of development research employed in this study is based on the Akker framework, which entails preliminary research, prototyping, design, and development in a paper and pencil test format. The equipment of the investigation included observation sheets, questionnaires, and tests. This study results in a conceptual framework for the instrument and a verified prototype of the Math-Sci competence evaluation. The Math-Sci competence evaluation is conceptualized around thematic, interdisciplinary questions that integrate three (three) subjects, namely Science (Biology-Physics) and Mathematics, in an Islamic context. Math-Sci, using the ladder analogy (monodisciplinary, interdisciplinary 1, and interdisciplinary 2) to rank students' competency, relates to the thought process of Bloom's taxonomy, the context, and the complexity of the topic. The instrument created was deemed valid and practicable based on the results of expert validation. The development of the Math-Sci competence assessment instrument was the first step toward strengthening assessment for learning and assisting in the improvement of learning through the presentation of integrated contextual problems. AbstrakPengembangan asesmen kompetensi yang membekalkan kecakapan abad 21 sangat urgent untuk memperbaiki proses pembelajaran di sekolah. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan framework dan prototype asesmen kompetensi Math-Sci untuk mengukur keterampilan abad 21. Metode penelitian pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada framework Akker yang meliputi penelitian pendahuluan, prototipe yang meliputi desain, dan pengembangan dalam format paper and pencil test. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, angket, dan tes. Hasil penelitian diperoleh kerangka konseptual instrumen dan prototipe asesmen kompetensi Math-Sci yang telah divalidasi melalui expert judgment. Kerangka konseptual asesmen kompetensi Math-Sci berupa soal-soal tematik, interdisipliner yang memadukan 3 (tiga) disiplin ilmu yakni IPA (Biologi-Fisika) dan Matematika pada konteks keIslaman. Math-Sci dengan analogi titian anak tangga (monodisiplin, interdisiplin 1, dan  interdisiplin 2) yang mengukur kompetensi peserta didik secara hierarki mengacu pada proses berpikir taksonomi Bloom, konteks dan kompleksitas masalah. Hasil validasi pakar diperoleh instrumen soal yang dikembangkan valid dan layak. Pengembangan instrumen asesmen kompetensi Math-Sci merupakan langkah awal upaya menguatkan asesmen for learning, membantu memperbaiki pembelajaran, bersifat inovatif dengan menghadirkan permasalahan kontekstual integratif.  How to Cite: Zulfiani, Suwarna, I.P., Suwarna, Muin, A. (2021). Framework and Prototype Development of Mathsci Instruments for Measuring 21st Century Skills in Islamic Context. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 8(1), 96-107. doi:10.15408/tjems.v8i1.22120.
The Development of Students’ Self-Regulated Learning Through Online Learning Design Mardiana, Dina; El-Rumi, Umiarso
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 2 2021
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v8i2.22804

Abstract

AbstractSelf-regulated learning is one of the most important factors in online education. This research focused on exploring how the learning design of an online Islamic education course called Pendidikan Agama Islam (PAI) facilitated the development of students’ self-regulated learning. This study was situated at the State University of Malang (MUs), Indonesia and used qualitative approach in the form of case study as its methodology. The data were collected through documentation, online-based interviews, and observation. After being collected, the data then were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana. The research found that the PAI course at State University of Malang (MUs) had four learning design stages consisting of stimulation and problem identification, learning problem-content analysis, verification of results, and generalization. This stages facilitated the development of students’ self-regulated learning, as observed through three indicators owned by each student, namely, creativity, ability to think critically, and self-regulation. The implication of this study is the emerge of the technical-didactic side of online Islamic education learning through a designed learning design stages so that in the end it will lead to benefits in achieving educational goals more effectively.AbstrakPembelajaran mandiri merupakan salah satu faktor terpenting dalam pembelajaran online. Penelitian ini berfokus pada eksplorasi tentang bagaimana desain pembelajaran daring matakuliah pendidikan Islam yang disebut Pendidikan Agama Islam (PAI) memfasilitasi pengembangan pembelajaran mandiri mahasiswa. Penelitian ini berlokasi di Universitas Negeri Malang (MUs), Indonesia dan menggunakan pendekatan kualitatif berupa studi kasus sebagai metodologinya. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara berbasis online, dan observasi. Setelah dikumpulkan, data kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Penelitian menemukan bahwa matakuliah PAI di Universitas Negeri Malang (MUs) memiliki empat tahap desain pembelajaran yang terdiri dari stimulasi dan identifikasi masalah, analisis konten masalah pembelajaran, verifikasi hasil, dan generalisasi. Tahapan ini memfasilitasi pengembangan pembelajaran mandiri mahasiswa, sebagaimana terlihat melalui tiga indikator yang dimiliki oleh masing-masing mahasiswa, yaitu, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan regulasi diri. Implikasi dari penelitian ini adalah munculnya sisi teknis pembelajaran daring Pendidikan Agama Islam melalui tahapan desain pembelajaran yang dirancang sehingga pada akhirnya akan bermanfaat dalam mencapai tujuan pendidikan secara lebih efektif.  How to Cite: Mardiana, D, Umiarso. (2021). The Development of Students’ Self-Regulated Learning Through Online Learning Design. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 8(2), 119-134. doi:10.15408/tjems.v8i2.22804.
An Evaluation to Predict the Probability of Success of Student-Centered Learning in Business School Ridho, Taridi Kasbi; Jalil, Fitri Yani
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 9 NO. 1 2022
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v9i1.23189

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to describe the implementation of student-centered learning, to evaluate its effectiveness and to predict the possibility of success of it in a business school of the Faculty of Economics and Business of Universitas Islam Negeri (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta. A number of questioners were distributed to lecturers and students who experienced in using this method, followed by focused group discussions and in-depth interviews. Results showed that piloting three student-centered learning methods, i.e. learning by case method, project market research, and gamification at the faculty was welcomed by both students and lecturers as they have taken many advantages from it. They gained deeper and wider knowledge. They could improve their critical and creativity thinking, be more independent, responsible, confidence, courage and had better engagement and dedication to learning process, a set of skills required to be successful after graduation. However, challenges to make this new pedagogy method to be fun, easy to understand and deliver optimum result still remained. This paper contributed to improvement of human resources in the private sector especially in emerging countries by showing that applying right pedagogical method together with multi aspects improvement from lecturers, students, and physical infrastructures will enable business school graduates to fulfill the needs and challenges of current and future business world.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran yang berpusat pada siswa, mengevaluasi keefektifannya dan memprediksi kemungkinan keberhasilannya di sekolah bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif. Hidayatullah Jakarta. Sejumlah kuesioner dibagikan kepada dosen dan mahasiswa yang berpengalaman menggunakan metode ini, dilanjutkan dengan diskusi kelompok terfokus dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa percontohan tiga metode pembelajaran yang berpusat pada siswa, yaitu pembelajaran dengan metode kasus, riset pasar proyek, dan gamifikasi di fakultas disambut baik oleh mahasiswa dan dosen karena mereka telah mengambil banyak keuntungan darinya. Mereka mendapatkan pengetahuan yang lebih dalam dan lebih luas. Mereka dapat meningkatkan pemikiran kritis dan kreativitas mereka, menjadi lebih mandiri, bertanggung jawab, percaya diri, berani dan memiliki keterlibatan dan dedikasi yang lebih baik dalam proses pembelajaran, seperangkat keterampilan yang dibutuhkan untuk sukses setelah lulus. Namun, tantangan untuk menjadikan metode pedagogi baru ini menyenangkan, mudah dipahami dan memberikan hasil yang optimal masih ada. Makalah ini berkontribusi pada peningkatan sumber daya manusia di sektor swasta terutama di negara-negara berkembang dengan menunjukkan bahwa menerapkan metode pedagogis yang tepat bersama dengan peningkatan multi aspek dari dosen, mahasiswa, dan infrastruktur fisik akan memungkinkan lulusan sekolah bisnis untuk memenuhi kebutuhan dan tantangan saat ini dan dunia bisnis masa depan How to Cite Ridho, T. K., Jalil, F. Y. (2022). An Evaluation to Predict the Probability of Success of Student-Centered Learning in Business School. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 9(2), 93-104. doi:10.15408/tjems.v9i1.23189. 
English as a Foreign Language (EFL) Student Teachers' Readiness to Deal with Online Learning During the Covid-19 Pandemic Aprilia Sari, Evi Nusrira; Azkiyah, Siti Nurul; Sumintono, Bambang
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 2 2021
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v8i2.23324

Abstract

AbstractThe COVID-19 pandemic has forced all teachers to deliver online teaching and learning whether they are ready or not. Some studies have reported that many teachers face many challenges in delivering online classrooms. Hence, it is logical to assume that student teachers are likely to face even a more complex situation dealing with this issue. Unlike in-service teachers, for student teachers, they lack experience in both face-to-face and online learning. Therefore, this study attempts to report the readiness of English as a Foreign Language (EFL) student teachers and the kinds of digital competencies they need to be ready to teach English with digital technology using a quantitative approach. There were 60 respondents who participated using convenience sampling, from an Islamic university in Bogor, Indonesia. Using the TESOL Technology Standards for Teachers and Technology Acceptance Model (TAM) theory, a questionnaire consisting of 50 items was written in 'yes' and 'no' questions. The findings of the study show that most respondents possess adequate basic digital skills to teach digital technology. However, they need to learn various digital technology that more effectively supports language instructions.The respondents also indicate acceptance of the utilization of technology and are willing to integrate it into their future classrooms. This study implies the need to include technology in the curriculum of the English Education Department.AbstrakPandemi COVID-19 telah memaksa semua guru untuk melaksanakan belajar mengajar secara online baik siap atau tidak. Beberapa penelitian telah melaporkan bahwa banyak guru menghadapi banyak tantangan dalam memberikan ruang kelas online. Oleh karena itu, masuk akal untuk mengasumsikan bahwa siswa guru cenderung menghadapi situasi yang lebih kompleks dalam menangani masalah ini. Tidak seperti guru yang sudah mengajar, mahasiswa, kurang pengalaman dalam pembelajaran tatap muka dan online. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba melaporkan kesiapan siswa guru Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) dan jenis kompetensi digital yang mereka butuhkan untuk siap mengajar Bahasa Inggris dengan teknologi digital menggunakan pendekatan kuantitatif. Ada 60 responden yang berpartisipasi menggunakan convenience sampling, dari sebuah universitas Islam di Bogor, Indonesia. Menggunakan teori TESOL Technology Standards for Teachers and Technology Acceptance Model (TAM), kuesioner yang terdiri dari 50 item ditulis dengan pertanyaan 'ya' dan 'tidak'. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki keterampilan digital dasar yang memadai untuk mengajarkan teknologi digital. Namun, mereka perlu mempelajari berbagai teknologi digital yang lebih efektif mendukung pengajaran bahasa. Responden juga menunjukkan penerimaan pemanfaatan teknologi dan bersedia mengintegrasikannya ke dalam kelas masa depan mereka. Studi ini menyiratkan perlunya memasukkan teknologi ke dalam kurikulum Departemen Pendidikan Bahasa Inggris. How to Cite: Sari, E.N.A., Azkiyah. S.N., Sumintono, B. (2021). English as a Foreign Language (EFL) Student Teachers' Readiness to Deal with Online Learning During the Covid-19 Pandemic. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 8(2), 135-154. doi:10.15408/tjems.v8i2.23324.
Teacher Students’ Critical Literacy in the Academic Environment Rosfiani, Okta; Kuswiyanti, Tanti Sri; Abdultawab, Mohamed Metwaly
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 2 2021
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v8i2.24095

Abstract

AbstractIn an academic setting, critical literacy necessitates that teacher-students be critical of every text message (textbooks, videos, films, and other electronic media) that they read from courses. This study aims to illustrate the critical literacy of teacher students in an academic college environment in Jakarta, Indonesia, describing how critical literacy becomes a habit, a need, and eventually becomes a teacher-student culture. This case study employs a qualitative technique with an ethnographic design. Purposive sampling is used in this study. The research participants were a group of 14 female and two male teacher-students from the Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education study program. Observation and documentation are used to collect research data. Observer becoming an insider who participates in critical literacy exercises in the classroom. Portfolios, notes on critical literacy activities, assignments, midterm exam scores, and final exam scores are among the documents gathered. According to the findings of this study, we should first put up an online platform scaffolding for critical literacy. Second, it demands significant encouragement from lecturers at the start of students' teaching preparation program, as well as commitment from lecturers and teacher students. Third, teamwork among lecturers in the study program is required. Fourth, critical discussions must be constructed using multiple narratives from scholarly papers and social media texts.AbstrakDalam lingkungan akademik, literasi kritis mengharuskan guru-siswa bersikap kritis terhadap setiap pesan teks (buku teks, video, film, dan media elektronik lainnya) yang mereka baca dari kursus. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan literasi kritis siswa guru di lingkungan akademik perguruan tinggi di Jakarta, Indonesia, menggambarkan bagaimana literasi kritis menjadi kebiasaan, kebutuhan, dan akhirnya menjadi budaya guru-siswa. Studi kasus ini menggunakan teknik kualitatif dengan desain etnografi. Purposive sampling digunakan dalam penelitian ini. Partisipan penelitian ini adalah sekelompok 14 orang guru-murid laki-laki dan perempuan dari program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Observasi dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Observer menjadi orang dalam yang mengikuti latihan literasi kritis di kelas. Portofolio, catatan kegiatan literasi kritis, tugas, nilai ujian tengah semester, dan nilai ujian akhir termasuk di antara dokumen yang dikumpulkan. Menurut temuan penelitian ini, pertama-tama kita harus memasang perancah platform online untuk literasi kritis. Kedua, menuntut dorongan yang signifikan dari dosen di awal program persiapan mengajar mahasiswa, serta komitmen dosen dan mahasiswa guru. Ketiga, kerjasama antar dosen di prodi sangat diperlukan. Keempat, diskusi kritis harus dibangun dengan menggunakan narasi ganda dari karya ilmiah dan teks media sosial. How to Cite: Rosfiani, O., Kuswiyanti, T.S., Abdultawab, M. M. (2021). Teacher Students’ Critical Literacy in the Academic Environment. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 8(2), 179-189. doi:10.15408/tjems.v8i2.24095.
The Effect of Offline and Online Learning System on Elementary School Students' Stress Levels During a Pandemic Masyithoh, Siti; Lestari, Sindi
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 9 NO. 1 2022
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v9i1.24690

Abstract

AbstractThe entry of the Covid-19 virus into Indonesia has a direct impact, especially in the education sector. The most felt impact is the implementation of the learning process from home with or without using the internet network. Learning using the internet is known as online learning while learning without using the internet is known as offline learning. This study aims to determine the difference in stress levels of students who use offline learning systems and students who use online learning systems during a pandemic. This study uses a quantitative method with an experimental design of posttest only control group design.. This research was conducted at SDIT Nurul Amal with a total sample of 52 students with details of 36 students using the offline learning system and 16 students using the online learning system. Data collection was carried out using an instrument in the form of a student stress questionnaire with a Likert scale model containing 59 items with a valid value (α = 0.279). Data analysis used Independent Sample t-Test. The results of this study indicate that there are differences in the stress level of students who use offline learning systems and students who use online learning systems as indicated by the value of t count = 10.03 with p = 0.039 (p <0.05) and the value of Sig. 2 (tailed) 0.00 (Sig. 2 tailed < 0.05). This shows that there are differences in the stress levels of students who use offline learning systems and students who use online learning systems. AbstrakMasuknya virus Covid-19 ke Indonesia berdampak langsung terutama pada sektor pendidikan. Dampak yang paling dirasakan adalah pelaksanaan proses belajar dari rumah dengan atau tanpa menggunakan jaringan internet. Pembelajaran dengan menggunakan internet disebut pembelajaran online sedangkan pembelajaran tanpa menggunakan internet disebut pembelajaran offline. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat stres siswa yang menggunakan sistem pembelajaran offline dan siswa yang menggunakan sistem pembelajaran online pada masa pandemi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen posttest only control group design. Penelitian ini dilakukan di SDIT Nurul Amal dengan jumlah sampel 52 siswa dengan rincian 36 siswa menggunakan sistem pembelajaran offline dan 16 siswa menggunakan pembelajaran online. Sistempengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa angket stres siswa dengan model skala Likert yang berisi 59 item dengan nilai valid (α = 0,279). Analisis data menggunakan Independent Sample t-Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat stres siswa yang menggunakan sistem pembelajaran offline dan siswa yang menggunakan sistem pembelajaran online yang ditunjukkan dengan nilai t hitung = 10,03 dengan p = 0,039 (p < 0,05) dan nilai dari Sig. 2 (berekor) 0,00 (Sig. 2 berekor < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat stres siswa yang menggunakan sistem pembelajaran offline dan siswa yang menggunakan sistem pembelajaran online. How to Cite: Masyithoh. S.,  Sindi. L. (2022). The Effect of Offline and Online Learning System on Elementary School Students' Stress Levels During a Pandemic. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 9(2), 63-76. doi:10.15408/tjems.v9i1. 24690.
Academic Cheating in Pesantren: How Self Efficacy, Religiosity, and Academic Integrity Predict Academic Cheating Lestari, Wahidah Iskar; Latifa, Rena; Rahmah, Muthia
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 9 NO. 1 2022
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v9i1.24701

Abstract

AbstractThis research aims to determine the effect of self-efficacy, religiosity and academic integrity on academic cheating in Pesantren. The population of the research is consisted of students MA. Sample are 332 students and sampling technique is carried out using probability sampling, namely purposive sampling technique. The instrument used were ACS (Academic Cheating Scale), GSE (General Self Efficacy), DUREL (Duke Religion Index), and AIS (Academic Integrity Scale). Data analysis used in this study is multiple linear regression techniques and for the analysis of the construct validity used to measure instrument is Confimatory Factor Analysis CFA. The results of the study show that the effect of the variables of self-efficacy, the dimensions of organizational and dimensions intrinsic to academic cheating which was moderated by academic integrity are significant. Based on the results of the multiple linear regression with academic integrity as the moderator variable, shows that academic integrity has a significant effect or influence on academic cheating and also has a significant influence in moderating one independent variable, namely the organizational dimension to academic cheating. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri, religiusitas dan integritas akademik terhadap kecurangan akademik di Pesantren. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa MA. Sampel berjumlah 332 siswa dan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik probability sampling yaitu teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah ACS (Academic Cheating Scale), GSE (General Self Efficacy), DUREL (Duke Religion Index), dan AIS (Academic Integrity Scale). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik regresi linier berganda dan untuk analisis validitas konstruk yang digunakan untuk mengukur instrumen adalah Confimatory Factor Analysis CFA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh variabel efikasi diri, dimensi organisasi dan dimensi intrinsik terhadap kecurangan akademik yang dimoderatori oleh integritas akademik adalah signifikan. Berdasarkan hasil regresi linier berganda dengan variabel moderator integritas akademik, menunjukkan bahwa integritas akademik berpengaruh atau berpengaruh signifikan terhadap kecurangan akademik dan juga memiliki pengaruh signifikan dalam memoderasi salah satu variabel independen yaitu dimensi organisasi terhadap kecurangan akademik.How to Cite Lestari, W. I., Latifa, R. Rahmah, M. (2022). Academic Cheating in Pesantren: How Self Efficacy, Religiosity, and Academic Integrity Predict Academic Cheating. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 9(2), 1-18. doi:10.15408/tjems.v9i1.24701. 

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 12 NO. 1 2025 (In Progress Issue) TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 12 NO. 1 2025 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 2 2024 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 1 2024 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 2 2023 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 1 2023 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 9 NO. 2 2022 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 9 NO. 1 2022 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 2 2021 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 1 2021 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 2 2020 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 1 2020 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 2 2019 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 1 2019 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 1 JUNE 2018 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 4 NO. 2 DECEMBER 2017 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 4 No. 1 June 2017 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 3 No. 2 December 2016 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 3 No. 1 June 2016 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 2 No. 2 December 2015 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 2 No. 1 June 2015 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 2 Desember 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 2 December 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 1 Juni 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 1 Juni 2014 More Issue