cover
Contact Name
Ahmad Nasrulloh
Contact Email
ahmadnasrulloh@uny.ac.id
Phone
+6281228220223
Journal Mail Official
jurnal.keolahragaan@uny.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Keolahragaan
ISSN : 23390662     EISSN : 24610259     DOI : 10.21831
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 290 Documents
Mental atlet Papua: Bagaimana karakteristik psikologis atlet atletik? Sutoro Sutoro; Tri Setyo Guntoro; Miftah Fariz Prima Putra
Jurnal Keolahragaan Vol 8, No 1: April 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.897 KB) | DOI: 10.21831/jk.v8i1.30312

Abstract

Tujuan penelitian tersebut adalah untuk mengungkap secara komprehensif karakteristik psiko-logis atlet atletik PPLP Papua. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian seluruh atlet atletik yang tergabung dalam PPLP Provinsi Papua berjumlah 20 (12 laki-laki dan 8 perempuan). Atlet junior tersebut berada pada tingkat sekolah SMP dan SMA (17 SMA dan 3 SMP) dengan rentang usia 13-18 tahun ( = 16,6; s = 1,27). Terdapat tiga belas dimensi psikologis yang akan diungkap dengan menggunakan dua instrumen. Pertama, Psychological Skill Inventory for Sport (PSIS) yang terdiri dari 38 pernyataan dengan lima aternatif pilihan jawaban. Kedua, Inventori Kepribadian Atlet (IKA) yang terdiri dari 48 pernyataan dengan lima aternatif pilihan jawaban. Teknik analisis deskriptif seperti nilai rata-rata, nilai terendah dan tertinggi, serta standar deviasi akan digunakan. Hasil penelitian menemukan motivasi menjadi dimensi psikologis yang skornya paling tinggi yaitu 4,36, kemudian disusul dimensi komitmen (4,11) dan kerja keras (4,01). Terdapat dua dimensi yang skornya paling rendah, yaitu kontrol kecemasan (2,60) dan konsentrasi (2,83). Untuk dimensi psikologis lainnya seperti perhatian, kepercayaan, persiapan, ambisi prestatif, gigih, mandiri, cerdas, dan swakendali berada pada nilai sedang. Karakteristik psikologis tersebut juga didiskusikan cara meningkatkannya. Mental athletes of Papua: How are the psychological characteristics of the athletic athlete? AbstractThe purpose of this study was to reveal the psychological characteristics of athletes from PPLP Papua comprehensively. The quantitative descriptive research will be used in this study by involving all athletic athletes who were members of PPLP Papua amounted to 20 (12 male and 8 female). The junior athletes were at the junior high school (JHS) and senior high school (SHS) (3 JHS and 17 SHS) with a range of ages 13 – 18 years ( = 16,6; s = 1,27). Thirteen psychology dimensions will be revealed using two instruments. First, Psychological Skill Inventory for Sport (PSIS) consisting of 38 statements with five alternative answer choices. Second, the inventory of athletes’ personality (IAP) composed of 48 statements with five options. Descriptive analysis techniques such as average values, lowest and highest values, and standard deviation will be used. The results of the study found that motivation was the most top psychological dimensions (4,36), followed by the dimensions of commitment (4,11) and hard work (4,10). There were two dimensions with the lowest score, namely anxiety control (2,60) and concentration (2,83). For other psychological dimensions such as attention, self-confidence, achievement ambition, prestige, perseverance, self-containment, intelligence and self-control were at a moderate value. The psychology characteristics are also discussed how the improve it.
Pengaruh teknik effleurage dan petrissage terhadap penurunan perasaan lelah pasca latihan Pencak Silat Jeane Betty Kurnia Jusuf; Andri Tria Raharja; Nanda Alfian Mahardhika; Rifqi Festiawan
Jurnal Keolahragaan Vol 8, No 1: April 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.67 KB) | DOI: 10.21831/jk.v8i1.30572

Abstract

Tujuan dari penelitian ini difokuskan pada pengkajian berikut: (1) untuk menurunkan perasaan lelah pasca latihan mahasiswa UKM pencak silat Tapak Suci di UMKT, (2) melakukan analisis dan uji coba teknik efflurage dan pettrisage terhadap penurunan perasaan lelah. Jenis pendekatan penelitian ini merupakan jenis pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa yang aktif di UKM Tapak Suci di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Setelah data terkumpul, data dianalisis menggunakan analisis regresi. Hasil data yang diperoleh ada pengaruh teknik efflurage terhadap perasaan lelah pada UKM Pencak Silat Tapak Suci di UMKT. Hasil data ini membuktikan bahwa pengaruh teknik efflurage dan teknik petrissage terhadap penurunan perasaan lelah pasca latihan pada UKM Pencak Silat Tapak Suci di UMKT. Effect of effleurage and petrissage techniques on feeling decreased tired after training of Pencak Silat AbstractThe purpose of this study is focused on the following assessment: (1) to reduce feelings of fatigue after the exercise of Tapak Suci martial arts UKM students at UMKT, (2) to analyze and test effleurage and petrissage techniques for reducing fatigue. This type of research approach is a type of quantitative descriptive approach. The subjects of this study were students who were active in UKM Tapak Suci at Muhammadiyah University of East Kalimantan. Analysis of the data used in this study uses quantitative descriptive analysis techniques. After the data is collected, the data is analyzed using regression analysis. The results of the data obtained that there is an effect of effleurage techniques on fatigue in UKM Tapak Suci Silat in UMKT. The results of this data prove that the effect of effleurage techniques and petrissage techniques on the reduction of post-training fatigue feelings in Pencak Silat Tapak Suci UKM at UMKT.
Pengaruh cold water immersion terhadap laktat, nyeri otot, fleksibilitas dan tingkat stres pasca latihan intensitas sub maksimal Kusuma, Moh Nanang Himawan; Syafei, Muh.; Saryono, Saryono; Qohhar, Wildan
Jurnal Keolahragaan Vol 8, No 1: April 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.425 KB) | DOI: 10.21831/jk.v8i1.30573

Abstract

Weight Training adalah metode latihan untuk meningkatkan kekuatan dan kinerja neuromuskular melalui proses hyperthropy, namun juga meningkatkan produksi Laktat, menyebabkan inflamasi otot, meng-gangu metabolisme tubuh sehingga menurunkan performa. Stimulus dingin pada Cold water Immersion dapat mengurangi laju metabolisme, menyerap suhu jaringan lokal, menurunkan kepekaan saraf dan mengu-rangi rasa nyeri sehingga menurunkan resiko terjadinya cidera musculoskeletal dan kelainan metabolisme. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh cold water Immersion 5°C (CWI5°C) terhadap Laktat pada darah, nyeri otot, fleksibilitas dan tingkat stress pasca latihan berbeban intensitas sub maksimal. Pre- dan Post-test dalam penelitian ini menggunakan kelompok kontrol dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 15 sampel kelompok eksperimen diberikan CWI5°C selama 15 menit setelah latihan berbeban, sedangkan 15 sampel kelompok kontrol menggunakan metode Statis Stretching (SS) salama 15 menit. Uji prasarat menggunakan Shapiro-Wilk, sedangkan analisa Bivariate menggunakan Paired Sample T-test dan Independent Sample t-test. Hasil yang diperoleh yaitu metode CWI5°C lebih cepat menurunkan Kadar Laktat (t=2.32±0.27, p=0,001), mengurangi nyeri otot (t=5.32±1.07, p=0,003) dan menurunkan stress (t=13.02±1.27, p=0,001), sedangkan SS meningkatkan fleksibilitas (t=17.98±2.76, p=0,001). Dapat disimpulkan cold water Immersion suhu 5°C selama 15 menit mempercepat proses recovery, mengurangi inflamasi otot dan menurunkan stress, sedangkan statis stretching meningkatkan fleksibilitas setelah latihan berbeban intensitas sub maksimal. The effect of cold water immersion on lactate, muscle soreness, flexibility and stress level post-sub-maximal physical exercises AbstractStrength is one of the main components of bio-motor affecting the development of other physical components. Strength training improves strength and neuromuscular coordination, muscle hypertrophy, contrary causes physical stressor, muscle inflammation, produce muscular disease, increases lactate levels, interferes body metabolism, thus decreases performance. Appropriate recovery methods can prevent over-training, musculoskeletal injuries, stress levels. The study examines the effect of cold water immersion 5°C (CWI5°C) on blood lactate, muscle soreness, flexibility, and stress level after high-intensity resistance training. The study design was pre- and Post-test using a cross-sectional approach with the control group. It gave selected 15 samples treated with CWI5°C for 15 minutes directly after high-intensity resistance training, while control samples with static stretching for 15 minutes. The prerequisite test uses Shapiro-Wilk, while the bivariate analysis uses paired sample T-test and independent sample T-test. The prerequisite test uses Shapiro-Wilk, while the bivariate analysis uses paired sample T-test and independent sample T-test. The results showed there were significant differences between the two groups (p=0.001). The CWI-5 C method recover lactate levels faster (p = 0.001), reduces muscle pain (p=0.003), decrease stress (p=0.002), while SS increase muscle flexibility (p=0.001). We can conclude that 15°C cold water immersion for 15 minutes accelerates recovery, reduce muscle inflammation and stress level, while static stretching increases flexibility after high-intensity resistance training.
Profil antropometri, ketersediaan energi dan kepadatan tulang pada atlet remaja putri berbagai cabang olahraga Setyawati, Novi; Dieny, Fillah Fithra; Rahadiyanti, Ayu; Fitranti, Deny Yudi; Tsani, A. Fahmy Arif
Jurnal Keolahragaan Vol 8, No 1: April 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.609 KB) | DOI: 10.21831/jk.v8i1.30367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan profil antropometri, ketersediaan energi, dan kepadatan tulang pada atlet remaja putri berbagai cabang olahraga. Desain penelitian cross-sectional metode consecutive sampling dengan jumlah 54 atlet usia 13-21 tahun dilaksanakan di BPPLOP Jawa Tengah, Klub Atletik Salatiga, Klub Atletik dan Renang Universitas Negeri Semarang. Persen lemak tubuh, IMT, fat free mass diukur dengan Total Body Composition Analyzer. Form 24 hour-food recall, 24-hour physical activity record dan fat free mass untuk mengukur ketersedian energi. Bone densitometer Osteosys SONOST 3000 untuk mengukur kepadatan tulang. Analisis menggunakan uji One-way ANOVA dan uji Kruskal Wallis. Persen lemak tubuh dan IMT cabang olahraga endurance lebih rendah dibandingkan cabang olahraga kekuatan dan beregu. Terdapat perbedaan ketersediaan energi antara cabang olahraga endurance dan kekuatan (p<0.05). T-score kepadatan tulang cabang olahraga kekuatan lebih rendah dibandingkan cabang olahraga endurance dan beregu. Mayoritas atlet memiliki persen lemak tubuh, IMT, kepadatan tulang tergolong normal, dan ketersediaan energi tergolong rendah. Anthropometric profile, energy availability and bone density in adolescent female athletes in various sports AbstractThis study analyzed the differences anthropometric profile, energy availability and bone density of adolescent female athletes in various sports. A cross-sectional study design consecutive sampling method with 54 athletes aged 13 -21 years conducted in the BPPLOP Central Java, Salatiga Athletics Club, Athletics and Swimming Club Semarang State University. Per cent body fat, BMI, fat-free mass was measured by Total Body Composition Analyzer. The 24 hour-food recall form, 24-hour physical activity record, and fat-free mass were used for measuring energy availability. Bone densitometer Osteosys SONOST 3000 was used to measure bone density. Data were analyzed by One-way ANOVA and Kruskal Wallis test. Percent body fat and BMI of endurance sports were lower than strength and team sports. There were differences in the energy availability between endurance and strength sports (p < 0.05). Bone density t-score of strength sports was lower than endurance and team sports. The most of athletes classified normal on percent body fat, BMI and bone density, while energy availability was classified low.
Pengaruh komponen fisik dan motivasi latihan terhadap keterampilan bermain sepakbola Firmansyah Dahlan; Rahmad Hidayat; Syahruddin Syahruddin
Jurnal Keolahragaan Vol 8, No 2: September 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.159 KB) | DOI: 10.21831/jk.v8i2.32833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh komponen fisik yakni kelentukan, kelincahan, koordinasi mata–kaki, kecepatan, keseimbangan dan motivasi latihan terhadap keterampilan bermain sepakbola. Berdasarkan sifatnya yang bertujuan untuk menguji (Explanatory) maka penelitian ini menggunakan analisis jalur (path analisis). Variabel independen yaitu kelentukan, kelincahan, koordinasi mata–kaki, dan motivasi latihan, adapun variabel dependen yaitu keterampilan bermain sepakbola (keterampilan passing, dribbling, shooting, jugling, dan heading) yang diakumulasi kedalam nilai T-score. Teknik sampling menggunakan sampel jenuh yaitu seluruh populasi pemain sepakbola UKM Olahraga Sepakbola UM Palopo berjumlah 57 orang. Waktu dan tempat penelitian mengikuti ketentuan WFH (work from home) karena kondisi pandemic dan dipantau secara daring. Analisis data menggunakan uji regresi korelasional. Hasil penelitian memperlihatkan Komponen fisik (kelentukan, kelincahan, koordinasi mata–kaki, kecepatan, keseimbangan) dan motivasi latihan berpengaruh terhadap keterampilan bermain sepakbola. Komponen fisik (kelentukan, kelincahan, koordinasi mata–kaki, kecepatan, keseimbangan) melalui motivasi latihan berpengaruh terhadap keterampilan bermain sepakbola. Penelitian dan pengambilan data dapat dilakukan dapat dilakukan secara daring, tentunya dengan penggunaan dan pengembangan media (e-learning UM Palopo dan Google Form) dan komitmen yang tinggi dari semua pihak. The effect of physical ability and training motivation towards soccer skills AbstractThis research examines the effect of flexibility, agility, eye-foot coordination, speed, balance, and training motivation towards soccer skills. Based on its intended nature, which is to examine (Explanatory), this research uses path analysis. The independent variables are flexibility, agility, eye-foot coordination, and training motivation. In contrast, the dependent variables are soccer skills (passing, dribbling, shooting, juggling, and heading), which are accumulated into T-values. The sampling technique uses saturated samples, which is the entire population of Soccer players in UM Palopo.57 people. The time and place of this research followed the WFH provisions (working from home) due to pandemic requirements and was monitored through online. Data analysis was using the correlational regression test. The research results prove that physical abilities (flexibility, agility, eye-foot coordination, speed, balance) and training motivation are strongly related to soccer skills. This research and data collection was conducted and collected by using developing media (UM Palopo e-learning and Google Forms) and high commitment from all parties.
Self-efficacy dan mental toughness: Apakah faktor psikologis berkorelasi dengan performa atlet? Edi Setiawan; Ihsan Abdul Patah; Céu Baptista; M.E Winarno; Bebiana Sabino; Eneng Fitri Amalia
Jurnal Keolahragaan Vol 8, No 2: September 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.593 KB) | DOI: 10.21831/jk.v8i2.33551

Abstract

Faktor psikologis saat ini telah menjadi salah satu aspek yang sangat penting dalam olahraga futsal, namun belum diketahui dengan jelas faktor mana yang lebih berkorelasi dengan performa. Tujuan penelitian ini mencoba untuk menganalisis besarnya korelasi dua faktor psikologis antara self-efficacy dan mental toughness dengan performa atlet futsal. Pendekatan penelitian adalah kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Subjek sebanyak tiga puluh atlet futsal amatir dari Suryakancana University (15 pria dan 15 wanita, n=30). Instrumen self-efficacy, mental toughness dan performa menggunakan FSEQ, FMTQ dan FPQ. Analisis data menggunakan IBM SPSS software versi 25 dengan analisis korelasi person product moment dan analisis korelasi ganda. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara self-efficacy dengan performa atlet, terdapat korelasi yang signifikan antara mental toughness dengan performa atlet, terdapat korelasi antara self-efficacy dan mental toughness dengan performa atlet dalam kategori tinggi diperoleh (r=0.733, Sig=0.0020.05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat korelasi yang tinggi antara self-efficacy dan mental toughness dengan performa atlet futsal. Self-efficacy and mental toughness: Do psychological factors correlate with athlete performance? AbstractPsychological factors have become one of the most important aspects in futsal, however, it is not clear which factors are more correlated with performance. The purpose of this study is to analyze the magnitude of the correlation between two psychological factors between self-efficacy and mental toughness with the performance of futsal athletes. The research approach is quantitative with correlational descriptive methods. Thirty amateur athletes from Suryakancana University (15 men and 15 women, n = 30). Instrumen of self-efficacy, mental toughness and performance using FSEQ, FMTQ and FPQ. Data analysis using IBM SPSS software version 25 with Pearson Product Moment correlation analysis and multiple correlation analysis. The results found that there was a significant correlation between self-efficacy and athlete performance, there is a significant correlation between mental toughness with athlete performance, there is a correlation between self-efficacy and mental toughness with athlete performance in the high category (r=0.733, Sig=0.0020.05). The conclusion in this study is that there is a high correlation between self-efficacy and mental toughness with the performance of futsal athletes.
Validitas dan reliabilitas instrumen tes reaktif agility tenis meja Tomoliyus Tomoliyus; R. Sunardianta
Jurnal Keolahragaan Vol 8, No 2: September 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.258 KB) | DOI: 10.21831/jk.v8i2.32492

Abstract

Instrumen tes reaktif agility sangat diperlukan oleh beberapa cabang olahraga termasuk tenis meja, tetapi kenyataan belum ada instrumen tes reaktif agility untuk tenis meja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji validitas dan reliabilitas tes reaktif agility tenis meja.  Metode research and development yang dipergunakan  dalam penelitian ini yaitu model 3D yang merupakan modifikasi model dari Thiagarajan yaitu Develop, dengan pendekatan campuran kualitatif dan kuantitatif. Partisipan adalah dokumen dan seoarang ahli. Pengumpulan data menggunakan teknik literature reviews dengan tipe narrative review, kemudian dilanjutkan dengan FGD dan teknik delphi. Instrumen penelitian menggunaka koesioner dengan skala rating 1 sampai 4. Analisis data menggunakan formula Aiken’s untuk uji konten validitas dan  Cronbach's Alpha maupun intraclass correlation  coefficients (ICC) untuk uji reliabilitas antar rater. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien Aiken’s V di atas 0,76, maka dapat dikatakan bahwa semua aspek valid. Selain itu, juga dihasilkan nilai Cronbach's Alpha dan ICC sebesar 0,875, maka dapat dikatakan bahwa instrumen ini cukup andal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tes reaktif agility tenis meja memiliki validitas Aiken cukup tinggi, dan reliabilitas antar rater cukup kuat. Validity and reliability of reactive agility test instrument table tennis AbstractThe reactive agility test instrument is strongly needed by several sports, including table tennis. Nevertheless, there has no reactive agility measurement instrument used in table tennis. The purpose of this study was to test the validity and reliability of the test reactive agility table tennis. The research and development (RD) method used in this study refers to the 3D model, which is a modification model from Thiagarajan, including Develop, using a mixed approach of qualitative and quantitative. The participants were documents and an expert. Data were collected using a literature review technique with the narrative review, then proceeded with FGD and Delphi technique. The research instrument used was a questionnaire with a rating scale of 1 to 4. Data were analyzed using Aiken’s formula to test the content validity and Cronbach’s Alpha as well as intraclass correlation coefficient (ICC) to test the inter-rater reliability. The research result shows that the Aiken’s V coefficient value is above 0.76, indicating that all aspects are valid. Furthermore, Cronbach’s Alpha and ICC value are 0.875, indicating that the instrument is quite reliable. Therefore, it is concluded that the reactive agility test instrument for table tennis has a quite high Aiken validity and a quite strong inter-rater reliability.
Analisis tingkat motivasi belajar dan berlatih pada atlet-pelajar PPLOP Jawa Tengah tahun 2020 Agam Akhmad Syaukani; Nur Subekti; Muhad Fatoni
Jurnal Keolahragaan Vol 8, No 2: September 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.58 KB) | DOI: 10.21831/jk.v8i2.32553

Abstract

Pemerintah daerah melalui dinas pemuda dan olahraga memiliki program pemusatan latihan bagi atlet pelajar setingkat SMA yang bertajuk Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP). Efektivitas program PPLOP sangat bergantung dari prestasi atlet di lapangan dan di bangku sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi atlet-pelajar PPLOPD Jawa Tengah dalam berlatih  dan belajar di sekolah. Penelitian ini melibatkan 36 atlet dari cabang olahraga beregu. Metode survey deskriptif kuantitatif presentase digunakan untuk menjabarkan tingkat motivasi latihan (ML) dan motivasi belajar (MB). Uji beda juga dilakukan untuk mengetahui perbedaan tingkat ML dan MB antara pemain inti dan pemain cadangan pada sampel yang dilibatkan. Hasilnya sebanyak 47% atlet memiliki tingkat MB yang tinggi, 39% dalam tingkat sedang, dan 14% tergolong memiliki tingkat MB rendah. Tingkat ML dalam kategori tinggi 11,5%, kategori sedang 77%, dan kategori rendah 11,5%. Dalam uji beda yang dilakukan diketahui tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat ML dan MB (p0,05) pada pemain inti dan pemain cadangan. Analysis of Level of Learning and Training Motivation among Student-athletes in Central Java PPLOP 2020 AbstractThe government through Deputy of Youth and Sport has a training center program for highschool student namely Student’s Center for Education and Training (PPLOP).The program effectivity depends on the student’s performance on (in training) and off the court (in education). This study aims to collect information on student motivation toward training and learning. There are 36 participants in this study. All came from team sports athletes.Descriptive quantitative percentage was used as research method which using motivation questionnaire to collect data from the participants for both training motivation (ML) and learning motivation (MB).T-test was also conducted to study the variant difference on motivation between starter and subtitutes player. The results came as follow, on MB there are  47% of the participants were categorized as highly motivated, 39% moderately motivated and only 14% categorized having low motivation. Meanwhile for ML, there are 11.5% of the participants are highly motivated, 77% are moderately motivated, and 11,5% showing low level of motivation. T-test conducted among starter and subtitutes player revealed that the difference on the level of ML and MB were not statistically significant (p0.05) among those subjects.
Petanque: Apa saja faktor fisik penentu prestasinya? Yulingga Nanda Hanief; Ardhi Mardiyanto Indra Purnomo
Jurnal Keolahragaan Vol 7, No 2: September 2019
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4651.668 KB) | DOI: 10.21831/jk.v7i2.26619

Abstract

Petanque merupakan permainan dengan melempar bola besi (BOSI) sedekat mungkin pada sasaran berupa bola kayu (cochonnet). Permainan ini menuntut akurasi yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor fisik dominan penentu prestasi petanque. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif. Populasi sekaligus sampel pada penelitian ini adalah semua atlet petanque Kota Kediri yang berjumlah 15 atlet dengan usia rata-rata 15 tahun. Teknik pengambilan data berupa tes dan pengukuran dengan item tes yaitu tinggi badan, panjang lengan, panjang telapak tangan, kekuatan otot lengan, kelentukan pergelangan tangan, keseimbangan, power otot lengan, kekuatan peras tangan, dan koordinasi mata-tangan. Teknik analisis data menggunakan analisis konfirmatori dengan bantuan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sembilan variabel yang dianalisis terdapat enam indikator variabel yang menunjukkan sebagai faktor fisik dominan penentu prestasi petanque, antara lain tinggi badan, panjang lengan, kekuatan otot lengan, kelentukan pergelangan tangan, keseimbangan, dan koordinasi mata-tangan. Untuk mendapatkan hasil lemparan yang akurat, faktor fisik tersebut harus menjadi penekanan utama setiap pelatih ketika berurusan dengan atlet pemula. Petanque: What are the physical factors that determine performance? AbstractPetanque is a game by throwing an iron ball (BOSI) as close as possible to the target in the form of a wooden ball (cochonnet). This game demands high accuracy. The purpose of this study was to determine the dominant physical factors determining petanque achievement. This research is a quantitative descriptive. The population as well as the sample in this study were all petanque athletes in the City of Kediri totaling 15 athletes with an average age of 15 years. Data collection techniques in the form of tests and measurements with test items namely height, arm length, palm length, arm muscle strength, wrist flexion, balance, arm muscle power, squeeze strength, and eye-hand coordination. The data analysis technique used explanatory analysis with the help of SPSS version 23. The results showed that of the nine variables analyzed there were six indicator variables that showed as dominant physical factors determining petanque achievement, including height, arm length, arm muscle strength, wrist flexion. , balance and eye-hand coordination. To get accurate toss results, these physical factors must be the main emphasis of every coach when dealing with novice athletes.
Identifikasi penyebab kenaikan berat badan pada anak usia dini Rahmat Sanusi; Widiyanto Widiyanto; Ronny Brayntin Rahail
Jurnal Keolahragaan Vol 8, No 2: September 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.423 KB) | DOI: 10.21831/jk.v8i2.30233

Abstract

Upaya pencegahan masalah berat badan berlebih menjadi fokus utama saat ini berdasarkan peningkatan resiko kesehatan akibat overweight dan obesitas, teruatama pada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi penyebab kenaikan berat badan pada anak usia dini dengan metode penelitian cross sectional. Jumlah subjek penelitian terdiri dari enam puluh enam anak. Teknik analisa yang digunakan adalah analisis multivariat. Hasil penelitian menujukkan terdapat hubungan bermakna (p 0.05) antara variabel varian terhadap kenaikan berat pada anak usia dini. Hasil penelitian disimpulkan bahwa faktor rendahnya aktivitas fisik, genetik dari orang tua dan pola makan berhubungan terhadap kenaikan berat badan pada anak usia dini. Identify the causes of weight gain in early childhood AbstractToday, the efforts to prevent weight gain excess become the main focus base on increased health risk consequences of overweight and obesity, especially in childhood. This research to investigate the factors that affect the incidence of overweight/obesity in childhood with an ex post facto research method. The total subject for this research was sixty-six children with data analysis using multivariate analysis. The results of this research are showing there is a significant correlation between variants variable on the increased weight gain excess in childhood. Finally, inactive physical activity, genetic, and diet are related to weight gain excess in childhood.