cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Kota
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Pengembangan Kota (ISSN: 2337-7062) adalah jurnal ilmiah berisi hasil penelitian dan telaah kritis teoritis mengenai pengembangan perkotaan meliputi: Arsitektur Perkotaan; Perancangan Kota; Ekonomi Pembangunan Wilayah dan Kota; Perumahan dan Permukiman; Perencanaan Transportasi; Perencanaan Pariwisata; Lingkungan; Pengembangan Sosial-Masyarakat Kota; dan Bidang lainnya yang terkait dengan perencanaan, pembangunan dan pengembangan Wilayah dan Kota.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2: Desember 2024" : 10 Documents clear
KAJIAN TIPOLOGI RUANG TERBUKA HIJAU KAMPUS UNDIP DI TEMBALANG BERDASARKAN INDEKS HIJAU BIRU INDONESIA (IHBI) SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN SUSTAINABLE CAMPUS Puspita, Astrini Ayu; Prasetya, Nararya Adi; Jayanimitta, Maria Ekacarini
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 2: Desember 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.2.135-147

Abstract

Institusi pendidikan tinggi berperan dalam meningkatkan aspek keberlanjutan, salah satunya adalah lingkungan. Universitas Diponegoro (UNDIP) sebagai salah satu perguruan tinggi di Kota Semarang telah menerapkan konsep Green and Sustainable dalam pengembangan kampusnya. UNDIP saat ini memiliki kepadatan bangunan mencapai 48% dari luas kawasan, sehingga penyediaan RTH sangat penting untuk menjamin peningkatan ekologis kawasan Undip. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis tipologi RTH di Kampus Undip Tembalang menggunakan tipologi RTH dengan pendekatan Indeks Hijau Biru Indonesia (IHBI) menurut Peraturan Menteri ATR/BPN nomor 14/2022, serta menggunakan analisis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa luas RTH dengan pendekatan IHBI adalah 99,67 hektar atau mencapai 66,81% dari luas kawasan. Luasan RTH terbesar adalah hutan kampus yaitu sebesar 43,86 hektar atau 44% dari luas RTH. Selain itu RTH publik di kawasan kampus saat ini hanya 16,77 hektar atau 16% sehingga perlu adanya peningkatan RTH Publik di Kawasan Kampus.
ANALISIS PERILAKU BERKESELAMATAN KURIR PENGIRIMAN BARANG DI KAWASAN PENDIDIKAN TINGGI TEMBALANG KOTA SEMARANG Manullang, Okto Risdianto; Cahyo Ariyanto, Andrik Fiter
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 2: Desember 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.2.123-134

Abstract

Fenomena perkembangan aplikasi mobilitas digital dinilai mendikte pola pergerakan khususnya pengiriman barang ke tujuan akhir lokasi konsumen atau biasa disebut last mile delivery/LMD secara fisik. Penelitian ini berfokus pada area kawasan pendidikan tinggi yang menjadi growth pole pertumbuhan aktivitas dan pergerakan serta fungsi permintaan barang untuk pemenuhan kebutuhan. Keselamatan kurir dalam LMD dengan menggunakan sepeda motor berpotensi tinggi mengalami risiko kecelakaan lalu lintas, dengan 61% kecelakaan disebabkan oleh faktor manusia terutama kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku keselamatan kurir pengiriman barang di kawasan pendidikan tinggi Tembalang Kota Semarang. Metode SEM-PLS digunakan sebagai alat bantu dalam mengeksplorasi hubungan karakteristik aspasial dan spasial terhadap perilaku keselamatan berkendara kurir sepeda motor. Data penelitian ini diperoleh dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada kurir sepeda motor yang memiliki wilayah kerja di kawasan pendidikan tinggi Tembalang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen kepribadian dan karakteristik spasial memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku keselamatan berkendara kurir sepeda motor, dengan masing-masing kontribusi sebesar 36,1% dan 26,8%. Selain itu, komponen kepribadian berperan sebagai variabel mediasi yang memperkuat pengaruh pola perjalanan dan aktivitas harian terhadap keselamatan berkendara sebesar 16,4%. Secara keseluruhan, kolaborasi antara faktor spasial dan aspasial terbukti berpengaruh terhadap perilaku keselamatan kurir sepeda motor di kawasan pendidikan tinggi Tembalang, menunjukkan pentingnya memperhatikan kedua aspek ini dalam upaya meningkatkan keselamatan kerja kurir.
RETURN AS KAMPUNG: A DEVELOPMENT THINKING PERSPECTIVE OF KAMPUNG SUSUN AKUARIUM REDEVELOPMENT Delfirman, Delfirman; Rahardjo, Muhammad Nabiel; Giovani, Febrian; Yuliar, Sonny
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 2: Desember 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.2.148-161

Abstract

The Development of Kampung Susun Akuarium has caused many changes. The kampung community had experienced a downturn because they lost their homes, livelihoods and social environment, but they chose to rise again. This research uses a development thinking framework in analyzing the way of views or values of the community, ideas of progress, agents involved, resources, and patterns of change that occur in the kampung community. This framework makes it possible to see community change in various aspects and provides an alternative perspective on development. The qualitative method was carried out with observations and interviews with the community and local leaders, coupled with a review of related literature. As a result, we found that the values as a unified Kampung community continue to be maintained amidst the change. Then, independence and increased capability become the criteria of progress for the community that is being strived for. This is done by actors or institutions that mainly come from the grassroots, namely Koperasi and non-governmental organizations, through community empowerment efforts in improving livelihoods. The local government itself tends to be constrained by internal political dynamics, resulting in a lack of sustainability of the Development program. Finally, the revival of kampung communities is pursued primarily by the communities themselves.
KONSEP PENGEMBANGAN AKTIVITAS PERDAGANGAN INFORMAL PADA KAWASAN ALUN-ALUN GRESIK Afifah, Wanda Rifatul; Setyono, Deni Agus; Kurniawan, Eddi Basuki
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 2: Desember 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.2.221-235

Abstract

Pedagang Kaki Lima merupakan salah satu sektor informal perdagangan dan jasa yang tumbuh untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Masalah perkotaan akibat adanya PKL terjadi di Alun-Alun Gresik meliputi belum tersedianya peraturan daerah yang khusus dalam mengatur arahan lokasi PKL di Alun-Alun Gresik, kesemrawutan pola berjualan yang tersebar dan tidak teratur, kurang tersedianya infrastruktur penunjang bagi pengunjung, dan PKL yang tidak memiliki Surat Izin Menempati semakin bertambah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan infrastruktur penunjang PKL serta merekomendasikan konsep pengembangan PKL di Alun-Alun Gresik. Metode analisis yang digunakan ialah Analisis Statistik Deskriptif, Importance Performance Analysis dan Analytical Hierarchy Process. Konsep pengembangan PKL di Alun-Alun Gresik didasarkan pada perhitungan analisis IPA dengan AHP, sehingga urutan variabel yang perlu dikembangkan ialah infrastruktur penunjang, kenyamanan, karakteristik PKL, dan kemudahan aksesibilitas. Prioritas pengembangan variable infrastruktur penunjang terdiri dari sub variabel ketersediaan air bersih (X2.2), tempat parkir (X2.5) dan drainase (X2.1).
OPTIMALISASI ASET NEGARA DI KAWASAN PERKOTAAN MELALUI ANALISIS HIGHEST AND BEST USE: STUDI KASUS GEDUNG KEUANGAN NEGARA SEMARANG I Lestari, Lien W.; Pradoto, Wisnu; Trisnawan, Harymas
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 2: Desember 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.2.236-250

Abstract

Aset negara memiliki peran penting dalam mendukung fungsi pemerintahan dan pelayanan publik, namun banyak di antaranya belum dimanfaatkan secara optimal. Di antaranya, Gedung Keuangan Negara (GKN) Semarang I, yang juga sebagai bangunan cagar budaya di pusat Kota Semarang, menunjukkan indikasi penggunaan yang belum mencapai tingkat tertinggi dan terbaik (underutilized). Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi optimalisasi penggunaan GKN Semarang I sebagai aset negara dengan menggunakan pendekatan Highest and Best Use (HBU). Analisis HBU mengidentifikasi penggunaan paling menguntungkan dan kompetitif dari suatu properti, sehingga dapat meminimalkan kegagalan pengembangan pasar dan mendukung keberhasilan penataan kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun saat ini digunakan sebagai gedung perkantoran pemerintah, aset ini memiliki potensi tertinggi dan terbaik untuk pengembangan sebagai kawasan mixed use yang mencakup ruang pamer atau galeri seni, kios UMKM, dan food court. Rekomendasi ini sejalan dengan potensi komersial kawasan pusat kota dan arah pembangunan kota yang mendorong integrasi fungsi ekonomi, sosial, dan pariwisata.
IDENTIFIKASI FUNGSI PERKOTAAN KAWASAN KOTABARU, KOTA YOGYAKARTA MENGGUNAKAN DATA SURVEI LAPANGAN DAN POINT OF INTEREST GOOGLE MAPS Kartikakirana, Renindya Azizza; Laksito, Arif Dwi; Adninda, Gardyas Bidari; Rifani, Irfan
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 2: Desember 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.2.162-173

Abstract

Identifikasi fungsi kota yang akurat dan efektif sangat penting untuk mengoptimalkan pengalokasian tata ruang kota dan memonitoring perkembangan kota, termasuk di Kawasan Kotabaru, Yogyakarta. Penelitian ini berusaha membandingkan hasil antara 2 metode identifikasi fungsi perkotaan, yaitu interpretasi citra disertai survei lapangan dan data Point of Interest (POI). Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif-kuantitatif-kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat perbedaan hasil identifikasi fungsi perkotaan Kawasan Kotabaru antara metode identifikasi melalui interpretasi citra disertai survei lapangan dan data Point of Interest (POI). Perbedaan hasil ini dikarenakan POI yang diperoleh dari google maps secara gratis hanya 60 POI (tidak semua POI pada kawasan). Adapun metode identifikasi fungsi perkotaan yang lebih efektif dari segi output yang dihasilkan yaitu metode interpretasi citra disertai survei lapangan. Dari segi efektivitas waktu dan efisiensi biaya, metode yang lebih baik yaitu metode data POI. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa untuk memperoleh data yang akurat lebih baik menggunakan metode interpretasi disertai validasi survei lapangan. Namun jika untuk memonitoring perkembangan kota secara cepat dan murah, maka metode data POI lebih baik digunakan dari pada metode interpretasi disertai survei lapangan.
TINJAUAN BIBLIOMETRIK: MANAJEMEN RISIKO BENCANA, BAHAYA, DAN KERENTANAN DALAM INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI Dyaksa, Gde Abhicanika Pranata; Firdaus, Muhammad Sandy; Santoso, Eko Budi; Setiawan, Rulli Pratiwi
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 2: Desember 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.2.174-189

Abstract

Peranan strategis infrastruktur transportasi mendorong berbagai penelitian untuk menemukan solusi agar infrastruktur transportasi menjadi lebih kuat, tangguh dan bertahan. Penelitian ini kemudian bertujuan untuk memetakan perkembangan topik riset, gap dan potensi penelitian kedepannya dalam manajemen risiko infrastruktur transportasi. Tinjauan bibliometrik digunakan sebagai kerangka analisis, dengan memanfaatkan basis data Scopus sebagai sumber. Analisis co-occurrence; co-citation; bibliographic coupling; co-authorship; serta analisis klaster dilakukan terhadap 4.231 artikel riset dengan pemetaan secara matematik dan grafis menggunakan software VOSviewer 1.6.19. Hasil analisis menunjukkan artikel riset bidang manajemen risiko infrastruktur transportasi mengalami perkembangan pesat selama delapan tahun terakhir, dengan lebih dari 200 artikel riset dipublikasikan setiap tahunnya. Berbagai artikel riset secara dominan membahas penilaian dan manajemen risiko serta pengelolaan infrastruktur transportasi. Sementara itu, lebih rendahnya pembahasan substansi klaster terakhir yang berkaitan dengan sisi keamanan bagi manusia menjadi gap topik penelitian ini. Peluang penelitian kedepan untuk menemukan solusi lebih efektif adalah mempertimbangkan keamanan manusia dalam pembangunan infrastruktur transportasi sebagai input penelitian.  
EXPLORATION STUDY OF CLIMATE CHANGE MITIGATION USING A PARTICIPATORY DESIGN CHARRETTE APPROACH IN THE ANDIR AREA, BANDUNG CITY, INDONESIA Kurniawan, Abhi; Gunawan, Kelvin Narada; Afiya, Ishma Umni
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 2: Desember 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.2.190-207

Abstract

Climate change poses a challenge for many urban areas worldwide. Inner cities face significant climate change impacts; one such inner city is the Andir Area in Bandung. Andir Area faces climate change issues due to its limited green space coverage of 18.15%, which impacts flood risks and high carbon emissions. However, the Andir Area also has the potential for heterogeneity and societal tolerance. With its potential and challenges, Andir Area can be developed as a climate village prototype, prompting the need for research exploring design strategies to mitigate climate change based on harnessing community heterogeneity. Collaborative planning, such as design charrettes, is one approach that leverages the heterogeneity of a community. This research method is a collaborative experimental study and utilizes design charrettes as an alternative approach to designing a heterogeneous and climate-resilient area. The research findings indicate that the quality of the Andir Area can be enhanced by integrating climate change mitigation with community heterogeneity through participatory design charrettes. The benefit of this research lies in providing insights to reduce the impact of climate change in the Andir Area through community participation. Overall, this article offers valuable perspectives on designing areas that can adapt to the challenges of climate change while preserving social-cultural heterogeneity, acculturation, and tolerance.
DINAMIKA PERBANDINGAN URBANISASI: STUDI KASUS KECAMATAN COLOMADU DAN GROGOL Noviani, Rita; Saputra, Aditya Eka; Muta'ali, Luthfi; Syafii, Syarif
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 2: Desember 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.2.208-220

Abstract

Perkembangan pesat Kota Surakarta yang melampaui batas administrasi, Kecamatan Colomadu dan Grogol muncul sebagai pusat pertumbuhan yang signifikan. Penelitian ini menggambarkan perbandingan urbanisasi di kedua kecamatan pada tahun 2011 dan 2022, dengan mempertimbangkan LULC, tingkat urbanisasi, dan urbanisasi lahan sebagai indikator utama. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis komparatif atau perbandingan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kecamatan Colomadu menunjukkan laju urbanisasi yang lebih tinggi daripada Kecamatan Grogol, tercermin dalam perubahan signifikan dalam penggunaan lahan, tingkat urbanisasi yang lebih besar, dan intensitas urbanisasi lahan yang lebih tinggi. Implikasinya, perencanaan tata ruang yang terkoordinasi perlu diterapkan, khususnya di Kecamatan Grogol, untuk mengatasi pertumbuhan yang pesat dan memastikan keberlanjutan lingkungan. Penyusunan kebijakan perkotaan perlu berfokus pada pengelolaan pertumbuhan yang seimbang dan berkelanjutan, mengakomodasi kebutuhan penduduk perkotaan tanpa mengorbankan aspek lingkungan.
DINAMIKA KETAHANAN MASYARAKAT DI DESA TENGGELAM: ANALISIS PEOPLE-PLACE-INSTITUTION DI PESISIR DEMAK, INDONESIA Sitepu, Esa Linita Br; Sariffuddin, S
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 2: Desember 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.2.%p

Abstract

This study examines the resilience of communities living in sinking villages along the northern coast of Java, Indonesia — an extreme phenomenon in which settlements gradually subside and disappear due to coastal erosion and chronic tidal flooding. Resilience is viewed as a multidimensional phenomenon that should be assessed across three components: people, place, and institutions. Using this framework, the study evaluates how well communities can adapt and survive amid worsening environmental conditions. Based on descriptive statistics and a scoring method, the study shows that over the past 30 years, these villages have been gradually sinking, with flood depths now exceeding 1 meter. Field observations reveal that residents cope by elevating their houses up to 1.5 meters. At the same time, local governments and community groups also invest in public infrastructure, such as roads, and develop joint disaster risk reduction initiatives. The assessment identifies three levels of community resilience: low, medium, and high. The people dimension emerges as the main factor differentiating communities, especially in terms of preparedness, livelihood types, and prior disaster experiences. Meanwhile, the place dimension demonstrates resilience through community participation and environmental programs that raise awareness and strengthen collective capacity to face increasingly permanent sinking conditions.

Page 1 of 1 | Total Record : 10