cover
Contact Name
Dr. Evi Mu'afiah
Contact Email
muafiahevi@gmail.com
Phone
(0352) 481277
Journal Mail Official
-
Editorial Address
LPPM IAIN Ponorogo Jl. Pramuka No.156 Ponorogo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam
ISSN : 19076371     EISSN : 25279254     DOI : -
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam is a journal based on Islamic research published by Institute for Research and Community Services, State Islamic Institute of Ponorogo. This journal first published in 2007 to facilitate the publication of research, articles, and book review. The Journal issued biannually in June and December.
Articles 411 Documents
RESPONS NAHDLATUL ULAMA PONOROGO TERHADAP GERAKAN ISLAM FUNDAMENTALIS Aminuddin, Luthfi Hadi
Kodifikasia Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.381 KB) | DOI: 10.21154/kodifikasia.v9i1.794

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengungkap respons Nahdlatul Ulama Ponorogo terhadap dakwah dan ajaran dari gerakan Islam Fundamentalis. Gerakan Islam Fundamentalis dicirikan sebagai gerakangerakan Islam yang hendak kembali kepada pondasi dasar ajaran Islam dan tradisi kenabian dengan pemahaman terhadap teks yang cenderung harfiah, menonjolkan klaim kebenaran, mempertentangkan Islam dan NKRI, serta menyerang praktik-praktik keagamaan kalangan tradisionalis. Gerakan Islam fundamentalis tersebut sekarang mulai mengembangkan dakwah dan ajarannya di kantong-kantong Nahdlatul Ulama seperti di Ponorogo dan sekitarnya. Untuk menggali data, penulis melakukan wawancara dengan beberapa tokoh sentral NU Ponorogo dan studi terhadap beberapa dokumen serta literarur. Penelitian ini mendapati bahwa untuk merespons gerakan Islam fundamentalis, para kiai NU di bawah koordinasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ponorogo, mendirikan Aswaja NU Center. Lembaga ini kemudian mengkoordinasi beberapa bentuk program dan kegiatan dalam rangka meng-counter gerakan Islam fundamentalis. Program tersebut adalah: 1) Dauroh Ahl al-Sunnah wa al-Jama?ah (Dakwah), 2) Kajian Islam Ahl al-Sunnah wa alJama?ah (Kiswah), 3) Usaha sosialisasi Islam Ahl al-Sunnah wa al-Jama?ah (Uswah), 4) Maktabah Ahl al-Sunnah wa al-Jama?ah (Makwah); dan 5) Bimbingan Islam Ahl al-Sunnah wa al-Jama?ah (Biswah).
PENGUASAAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DASAR SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH (STUDI PADA MADRASAH MITRA STAIN PONOROGO) Widayanti, Esti Yuli
Kodifikasia Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.199 KB) | DOI: 10.21154/kodifikasia.v9i1.465

Abstract

Prodi PGMI STAIN Ponorogo sejak berdirinya telah mengembangkan kerjasama dengan beberapa Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebagai mitra dalam mengembangkan pembelajaran di MI. Kerjasama berupa fasilitasi pengembangan madrasah, peningkatan sumber daya manusia, penelitian ke-MI-an, dan peningkatan kualitas mahasiswa calon guru MI. Kerjasama yang telah berjalan sekitar satu dekade diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kedua belah pihak. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat penguasaan Keterampilan Proses Sains Dasar Kelas Atas (KPSDKA) siswa madrasah ibtidaiyah mitra STAIN Ponorogo serta membuktikan dan menganalisis ada tidaknya perbedaan dan pengaruh variabel jenis kelamin, tingkatan kelas, jenis sekolah dan interaksi di antaranya terhadap KPSDKA siswa. Melalui survey pada beberapa madrasah mitra sebagai sampel penelitian ditemukan bahwa rata-rata prosentase tingkat penguasaan KPSDKA siswa hanya 54,47%, sedangkan kategori penguasaan siswa mayoritas belum begitu tinggi/sedang. Setelah dilakukan uji perbedaan dengan three ways anova, dibuktikan bahwa tidak ada perbedaan KPSDKA siswa antara siswa laki-lak idan perempuan, dan antara siswa dari MI negeri atau swasta. Tetapi ada perbedaan KPSDKA untuk tingkatan kelas yang berbeda, yaitu siswa dari kelas lebih tinggi mempunyai tingket penguasaan KPSDKA yang lebih baik.
REPRESENTATION OF RELIGIOUS AND MORAL VALUES IN THE ENGLISH TEXTBOOK FOR INDONESIAN JUNIOR HIGH SCHOOL: A CDA INVESTIGATION Nadhif, Ahmad
Kodifikasia Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1095.501 KB) | DOI: 10.21154/kodifikasia.v11i1.1148

Abstract

This research aims to examine the construction of the discourse of religious and moral values within the official English textbook for Indonesian high school students and to expose the underlying ideology. The textbook analyzed is the official English textbook for junior high school grade VII, Bahasa Inggris: When English Rings the Bell. This study makes use of Fairclough?s three dimensional models, namely textual, processing, and socio-cultural analysis. In the level of textual analysis, the researcher addresses the issues of transitivity and modality. In the processing stage, the focus is on the issue of assumption. Meanwhile, the ideology investigation is done in the last level. The findings shows that the discourse of the religious and moral values are classified into four main categories: values toward one?s self (e.g being disicpline regarding the time), values toward others (e.g loving them and being attentive to their occupation and physical appearance), values toward animals (i.e. loving and being attentive to them), and values toward things around (i.e. being attentive to them). The Critical Discourse Analysis (CDA) investigation reveals that the discourse of religious and moral values within this book represents some dominating ideologies, such as the western-secular way of greeting people, the outschool activites of the mid-high social class, the rich?s-style house furniture, and the notion that beauty is identical with white skin and straight hair, the capitalism-driven economics system, as well as the idea of woman emancipation by the feminist movement.
Peran Lembaga Keuangan Mikro Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Di Kabupaten Ponorogo Rofiah, Khusniati
Kodifikasia Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.563 KB) | DOI: 10.21154/kodifikasia.v5i1.755

Abstract

Abstrak: Salah  bentuk  pemberdayaan  ekonomi  umat  adalah  dengan mengembangkan kewirausahaan yang dilakukan oleh rakyat kecil yang sering disebut dengan istilah usaha kecil mikro (UKM). Lembaga Keuangan Mikro (LKM) merupakan lembaga keuangan yang secara naluriah lebih cocok dengan UKM, dikarenakan menyediakan jasajasa keuangan  bagi  penduduk  yang  berpendapatan  rendah  dan termasuk dalam kelompok miskin. Di kabupaten Ponorogo, lembaga keuangan mikro yang banyak berperan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah BMT dan KSP. Dalam hal ini yang dijadikan sampel  adalah  BMT  Surya Mandiri  dan  KSP  Baku  Makmur. Hasil penelitian menunjukkan pemberdayaan ekonomi umat yang dilakukan oleh BMT Surya Mandiri dalam bentuk penghimpunan dan penyaluran dana (pembiayaan) masuk dalam tahapan inisiator saja,  belum  masuk  pada  tahapan  fasilitator  dan  pendampingan. Sedangkan pemberdayaan ekonomi umat yang dilakukan oleh KSP Baku Makmur dalam bentuk inisiator, fasilitator dan pendampingan, dilaksanakan dalambentuk penghimpunan dan penyaluran dana, dilanjutkandalam bentuk pembinaan dan pendampingan kelompok ekonomi  perempuan-berkaitan  dengan  manajemen  usaha  anggota dan ekonomi rumah tangga. Prosedural pemberian pembiayaan atau pinjaman produktif bagi UKM di BMT Surya mandiri maupun di KSP Baku Makmur sangat mudah dan cepat, walaupun keduanya mewajibkan  persyaratan  adanya  jaminan.  Dalam  melakukan pembiayaan terhadap UKM, BMT Surya mandiri menggunakan sistem  mudárabah,  dengan  menentukan  besarnya  bagi  hasil berdasarkan besarnya pokok pinjaman bukan laba. Sementara KSP Baku  makmur  menggunakan  sistem  bunga  yang  ringan.Dampak pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh BMT maupun KSP adalah  secara  tidak  langsung  dapat  meningkatkan  pendapatan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja.
THE VIOLATION OF COOPERATIVE PRINCIPLES ON STUDENTS’ RESPONSES TOWARD TEACHER QUESTIONS IN TEFL CLASS Sri Agung, Winantu Kurnianingtyas
Kodifikasia Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.558 KB) | DOI: 10.21154/kodifikasia.v10i1.813

Abstract

Questioning is mostly conducted in learning process. As the reasons, by giving questions, teacher engages communicative interaction with students in classroom. But sometimes the communication can run effectively. The participants ordinary, broke the communication roles. This research investigates violation of maxims on students? responses toward teacher question and determines the dominant type of maxim which is violated on students? responses. This research was conducted qualitative research. And the research found that there were three types of maxim that were violated on students maxim of quantity, maxim of quality and maxim of manner. Then, maxim of quantity was mostly violated on students? responses.
PENGARUH KEMAMPUAN PENALARAN LOGIKA MATEMATIKA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH DI STAIN PONOROGO Hidayati, Kurnia
Kodifikasia Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.632 KB) | DOI: 10.21154/kodifikasia.v7i1.779

Abstract

Kemampuan penalaran Logika Matematika sangat diperlukan dalam menerapkan aturan­aturan pemikiran yang tepat terhadap persoalan­persoalan konkrit yang dihadapi dalam kehidupan sehari­hari. Sese orang yang terbiasa berpikir logis biasanya akan melakukan segala tindakannya berdasarkan logika, bukan karena menuruti perasaan atau emosi semata. Bagi mahasiswa, kemampuan penalaran Logika Matematika dapat mempermudah mereka dalam memahami materi­materi mata kuliah, baik mata kuliah Matematika maupun mata kuliah lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kemampu  an penalaran Logika Matematika mahasiswa PGMI di STAIN Ponorogo; (2) mengetahui prestasi belajar mahasiswa PGMI di STAIN Ponorogo; (3) mengetahui adanya hubungan yang positif dan signifikan antara ke mampuan penalaran Logika Matematika dan prestasi belajar mahasiswa PGMI di STAIN Ponorogo dan (4) mengetahui adanya pengaruh kemampuan penalaran Logika Matematika terhadap prestasi belajar mahasiswa PGMI di STAIN Ponorogo.Hasil penelitian me nunjuk kan bahwa (1) kemampuan penalaran Logika Matematika mahasiswa PGMI di STAIN Ponorogo termasuk kategori sedang dengan skor antara 64,432 ? 94,662 sebanyak 72 orang responden (75,79 %); (2) prestasi belajar mahasiswa PGMI di STAIN Ponorogo termasuk kategori sedang dengan skor antara 2,602 ? 3,504 sebanyak 62 orang responden (65,26 %); (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kemampuan penalaran Logika Matematika dan prestasi belajar mahasiswa PGMI di STAIN Ponorogo dan (4) terd­apat pengaruh kemampuan penalaran Logika Matematika terhadap prestasi belajar mahasiswa PGMI di STAIN Ponorogo.
HUMAN AGENTDALAM TRADISI FIKIH: Studi Relasi Hukum Islam dan Moralitas Perspektif Abou El Fadl Rohmanu, Abid
Kodifikasia Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.981 KB) | DOI: 10.21154/kodifikasia.v7i1.774

Abstract

Penelitian ini ingin menguak bagaimana kontruksi human agent di­kembang kan oleh Abou El Fadl dalam rangka membangun relasi hukum Islam dan moralitas, dan apa sandaran teologis dan epistemologis Abou El Fadl dalam mengidealisasikan human agentdalam tradisi hukum Islam. Jawaban­jawaban terhadap pertanya an ini menurut penulis sangat penting karena paling tidak dua hal: pertama, karena masih relatif keringnya wacana moralitas dalam kajian hukum Islam. Hal ini dikarenakan keyakinan bahwa ke daulat an hukum secara mutlak ada di tangan Tuhan, dan tiada pilih  an bagi manusia kecuali ketaatan secara harfiyah terhadap teks hukum. Kedua, perlunya mengaitkan hukum Islam dengan basis teologis untuk menunjukkan pentingnya interkoneksi hukum Islam dengan keilmuan lain untuk menunjukkan pada the body of knowledge yang komprehensif dan utuh tentang Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menjadikan buku­-buku Abou El Fadl sebagai referensi primer. Dengan paradigma verstehen dan interpretative understanding, dan pendekatan teks, serta teori human agent, data akan diolah, dianalisa dan ditafsirkan sesuai rumusan masalah penelitian. Penelitian ini menyimpulkan: per tama, hukum Islam menurut Abou El Fadl dimediasi oleh human agency (perwakilan manusia atau khalifatullah). Dalam konteks hukum Islam human agencybersifat kolektif sebagaimana tidak ada institusi ke pendetaan dalam Islam. Human agency dalam konteks hukum Islam lebih banyak dibawa oleh Abou El Fadl pada moral agency. Kedua,Persepsi teologis Abou El Fadl sebagai bangunan dasar pemikiran hukum Islamnya lebih dekat dengan paham teologis Mu?tazilah sebagaimana kecenderungannya pada rasionalitas dan ke bebas an bertindak.
PENGEMBANGAN KURIKULUM PRODI AL-AHWAL AL-SYAKHSHIYYAH KE ARAH KOMPETENSI SYARIAH DAN KEBUTUHAN MASYARAKAT Sabiq,dkk, Fairuz
Kodifikasia Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.887 KB) | DOI: 10.21154/kodifikasia.v6i1.764

Abstract

Tulisan ini membahas Pengembangan Kurikulum Program Studi al-Ahwal al-Syakhshiyyah Jurusan Syari?ah Fakultas Syari?ah dan Ekonomi Islam Institut  Agama  Islam  Negeri  (IAIN)  Surakarta  ke  Arah  Kompetensi Syari?ah  dan  kebutuhan  masyarakat  dengan  meng  analisis  pengembangan  kurikulum  Program  Studi  al-Ahwal  al-Syakhshiyyah.  Model pengem bangan kurikulum yang dibutuhkan program studi al-Ahwal alSyakhshiyyah adalah pengembangan kurikulum yang berbasis kompetensi syariah. Saat ini, kurikulum dalam program studi ini ada yang mendukung ke arah kompetensi syari?ah dan kebutuhan masyarakat, tetapi ada juga kurikulum yang terdiri dari sebaran mata kuliah dan praktikum yang sama  sekali  tidak  mendukung  dua  tuntutan  tersebut.  Kurikulum  yang tidak mendukung hanya berupa ilmu pengetahuan bagi mahasiswa secara umum, bukan untuk mahasiswa program studi ini, misalnya mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar. Seharusnya sebaran mata kuliah dan praktikum yang mendukung kompetensi syariah dan kebutuhan masyarakat harus diperkuat kembali dan ditambahkan sesuai visi dan misi program studi, serta mengurangi mata kuliah dan praktikum yang kurang mendukung kompetensi syariah dan kebutuhan masyarakat. Misal nya, memperkuat mata kuliah perkawinan atau keperdataan Islam dengan bobot sks yang lebih, dosen yang kompeten, serta praktikum yang bersifat reguler bukan simultan.
AGAMA, TUBUH, DAN PEREMPUAN: Analisis Makna Tubuh Bagi Perempuan Berjilbab di Ponorogo Janah, Unun Roudlotul
Kodifikasia Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.525 KB) | DOI: 10.21154/kodifikasia.v4i1.744

Abstract

Abstraks: Perlindungan terhadap tubuh perempuan dilakukan dengan mengenakan kain panjang yang dikenal dengan jilbab. Sebagai anjuran agama yang masuk dalam kesadaran perempuan muslimah, perintah menutup aurat bagi perempuan dengan berjilbab memunculkan keanekaragaman bentuk dan model jilbab yang dikenakan para perempuan, termasuk di Ponorogo. Artikel ini berusaha menemukan jawaban atas makna tubuh bagi perempuan berjilbab di balik bentuk jilbab yang mereka pilih. Selanjutnya akan dipaparkan landasan pilihan tersebut akan diketahui permasalahan kedua tentang makna tubuh dalam model praktik berjilbab bagi perempuan. Dari penelitian di lapangan dan hasil anaalisis data dapat disimpulkan. Pertama, Tiga kategori  perempuan  berjilbab  di  Ponorogo  secara  ideologis  memiliki  alasan yang sama, yaitu sebagai bentuk implementasi pemahaman mereka terhadap konsep aurat. Kedua, tubuh bagi perempuan jilbaber adalah hak individu yang sangat sakral dan menjadi tubuh pribadi yang diciptakan Tuhan dan menjadi tubuh populasi yang menempatkan agama yang tersubordinasi pada kontrol seksualitas bagi perempuan berjilbab sedang. Adapun bagi perempuan berjilbab dengan busana sexy, tubuh dimaknai sebagai komoditas yang menjadi aset bagi pemiliknya.
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY(CSP) BANK SYARIAH DI INDONESIA Prasetiyo, Luhur
Kodifikasia Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.731 KB) | DOI: 10.21154/kodifikasia.v8i1.790

Abstract

Bank syariah memiliki karakteristik unik yang berbeda dengan bank konvensional. Salah satu karakteristik unik tersebut adalah bank syariah memiliki fungsi sosial yang bisa dijalankan dan bahkan fungsi ini dipayungi oleh undang-undang. Oleh karena itu, kinerja sosial bank syariah perlu dievaluasi dan dinilai, untuk melihat apakah bank syariah benar-benar menjalankan fungsi sosialnya atau tidak. Selama ini, kinerja bank syariah lebih banyak dinilai dari sisi kinerja keuangannya. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini meneliti Kinerja Sosial Bank Umum Syariah di Indonesia. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah 1. Bagaimana Kontribusi Pembangunan Ekonomi (KPE) bank syariah di Indonesia?; 2. Bagaimana Kontribusi Kepada Masyarakat (KKM) bank syariah di Indonesia?; dan 3.Bagaimana Kontribusi Untuk Stakeholder bank syariah di Indonesia? Dengan jenis kuantitatif deskriptif yang diteliti adalah semua bank umum syariah yang beroperasi pada tahun 2012-2013 yang berjumlah 11 BUS, hasil analisis menunjukkan Kontribusi Pembangunan Ekonomi (KPE) Bank Syariah di Indonesia mendapatkan nilai 69,09 (baik); Kontribusi Kepada Masyarakat (KKM), kinerja KKM bank syariah di Indonesia ternyata hanya mendapatkan nilai 41,36 (Tidak Baik) karena <50; dan Kontribusi Untuk Stakeholder (KUS) bank syariah rata-rata mendapatkan nilai 64 dengan predikat Kurang Baik (51-<66). Sementara hasil akumulatif penilaian kinerja sosial seluruh bank syariah di Indonesia adalah skor 57,60. Skor ini artinya secara akumulatif bank syariah kinerja sosialnya masih berpredikat Kurang Baik. Kinerja paling rendah pada aspek Kontribusi Kepada Masyarakat (KKM) yang hanya mendapatkan nilai 41,36 (Tidak Baik), disusul Kontribusi Untuk Stakeholder (KUS) yang mendapatkan nilai 64,00 (Kurang Baik), dan kinerja sosial bank syariah yang terbaik pada aspek Kontribusi Pembangunan Ekonomi (KPE) yang mendapatkan nilai 69,09 (Baik).

Page 7 of 42 | Total Record : 411