cover
Contact Name
Nelfiyanti
Contact Email
nelfiyanti@ftumj.ac.id
Phone
+6281363155951
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Cempaka Putih Tengah 27 Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JISI UMJ (Jurnal Integrasi Sistem Industri UMJ)
ISSN : 23552085     EISSN : 2550083X     DOI : 10.24853/jisi
Core Subject : Engineering,
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Jurusan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta mengundang para dosen, peneliti, pengkaji, praktisi, industri, dan pemerhati serta mahasiswa S1/S2/S3, untuk mengirimkan paper atau artikel ilmiahnya. JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri bersifat terbuka. Paper yang masuk akan di-review secara peer-review. Setelah proses review selesai, hasil review akan diinformasikan kepada penulis paper melalui sistem Open Journal System (OJS). JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri terbit 2 kali dalam setahun. Secara berkala JISI UMJ: Jurnal Integrasi Sistem Industri terbit setiap bulan Februari dan Agustus.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 1 (2026): JISI UMJ" : 12 Documents clear
PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN PENYEDIA JASA PENGEBORAN MINYAK DAN GAS MENGGUNAKAN INTEGRASI SERVQUAL, KANO DAN QFD Lase, Putri Dewi Rolasni; Oktavina , Rakhma
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol. 13 No. 1 (2026): JISI UMJ
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.13.1.1-14

Abstract

PT Pertamina Drilling Services Indonesia merupakan perusahaan penyedia jasa pengeboran minyak dan gas yang berasal dari negara Indonesia, dimana mayoritas pelanggan berasal dari Wilayah Subholding Upstream PT Pertamina. Fenomena persaingan yang terjadi membuat perusahaan berlomba-lomba menawarkan kualitas pelayanan yang terbaik. Konsep kualitas layanan terkait dengan konsep persepsi dan harapan konsumen dimana kualitas layanan adalah hasil dari membandingkan antara harapan tentang layanan yang mereka inginkan dan yang mereka terima. Service Quality digunakan untuk mengukur kualitas layanan dari penyedia layanan. Kano Model untuk mengkategorikan atribut dari produk atau jasa berdasarkan pada seberapa jauh atribut-atribut tersebut dapat memuaskan kebutuhan pelanggan. Integrasi gabungan service quality, kano model dan quality function deployment akan memberikan langkah-langkah sistematis dalam upaya perbaikan kualitas atribiut pelayanan. Diagram pareto digunakan sebagai penentu prioritas utama perbaikan dan analisis 5W+1H guna menentukan langkah-langkah implementasi perbaikan. Berdasarkan hasil penelitian, atribut pelayanan terbagi menjadi dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty. Pengukuran service quality menunjukkan 24 atribut perlu ditingkatkan oleh perusahaan. Klasifikasi atribut-atribut pelayanan yaitu attractive, one-dimensional  dan must be dengan masing-masing atribut sebanyak 8, 16 dan 4. Prioritas perbaikan perusahaan yaitu menyediakan person in charge proyek, peralatan lulus inspeksi, persentase NPT < 1,47%, tidak ada insiden, list peralatan tersedia sesuai kontrak, pekerjaan selesai tepat waktu, personel memiliki sertifikat first aid, fire fighter, K3 dan profesi khusus, personel memiliki pengalaman minimal 5 tahun, harga kompetitif dan peralatan memiliki certificate of conformance. Terdapat 18 usulan implementasi perbaikan salah satunya yaitu manajemen perlu melakukan perekrutan atau penunjukan personel untuk berdedikasi terhadap proyek tertentu.
Mitigasi Risiko Supply Chain dengan Pendekatan Metode Ganda: House of Risk dan Bow Tie Analysis Primadhiya, Fairuzzayyan; Pulansari, Farida; Nugraha, Isna
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol. 13 No. 1 (2026): JISI UMJ
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.13.1.109-122

Abstract

Studi ini dilakukan di CV. Pelita Mandiri sebagai investigasi awal risiko yang mungkin terjadi dalam rantai pasok mereka untuk meningkatkan efisiensi. Dengan mengintegrasikan kedua metode, analisis dan mitigasi risiko dapat memberikan gambaran yang lebih jelas dan menjadi solusi bagi perusahaan. Studi ini menghasilkan 15 agen risiko prioritas seperti terjadi perubahan jadwal pengiriman, armada pengangkutan dari mitra tidak tersedia, dan bahan baku yang tidak disimpan dengan suhu yang tepat, dll. Dari agen risiko prioritas terdapat 17 strategi mitigasi yang direkomendasikan seperti menyusun jadwal produksi dengan waktu tambahan, memastikan gudang penyimpanan memiliki suhu yang tepat, monitoring ketersedian armada 1-2 minggu sebelum jadwal pickup, dll. Selain itu, 10 kejadian risiko memerlukan analisis menggunakan diagram bow-tie, yang diprioritaskan oleh agen risiko, untuk menentukan dampaknya dan langkah-langkah pengendalian risiko terkait. Dengan demikian, agen risiko dapat dimitigasi dengan strategi yang tepat dan kejadian risiko dapat dikendalikan dengan baik oleh perusahaan.
Pengaruh Pengendalian Persediaan Menggunakan Metode EOQ terhadap Biaya Operasional Gudang di Industri Retail Pada PT XYZ joseph, flora; Irwan, Hery
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol. 13 No. 1 (2026): JISI UMJ
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.13.1.87-96

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif naratif dengan melakukan studi perkara pada PT XYZ. Data yang digunakan adalah data sekunder seperti laporan pembelian dan penjualan, serta porto operasional gudang. PT XYZ memiliki porto operasional gudang yang tinggi karena pola pemesanan yang tidak terencana dan penumpukan barang. Menurut perhitungan, penerapan metode EOQ dapat menurunkan biaya pemesanan secara signifikan dari Rp2.400.000 menjadi Rp1.080.000, meskipun porto penyimpanan meningkat dari Rp500.000 menjadi Rp1.080.000. Secara keseluruhan, biaya operasional total gudang akan turun dari Rp2.900.000 menjadi Rp2.175.500. Hal ini menunjukkan bahwa metode EOQ dapat menekan porto operasional gudang dan membantu mengoptimalkan jadwal pemesanan. Namun, perusahaan harus mempertimbangkan kapasitas penyimpanan mereka untuk mengendalikan biaya penyimpanan permanen. Penelitian ini harus dilakukan agar industri retail lain dapat menerapkan metode EOQ untuk mengurangi biaya operasional gudang.
Analisis Peningkatan Kualitas Produk Case ECU dengan Menggunakan Metode DMAIC dan QFD pada Industri Manufacturing Die Casting S, Suhaeri; Jaqin , Choesnul
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol. 13 No. 1 (2026): JISI UMJ
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.13.1.123-136

Abstract

Industri otomotif, khususnya pada sektor kendaraan bermotor roda dua mengalami pertumbuhan signifikan yang mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap komponen elektronik seperti casing ECU (Electronic Control Unit). Proses produksi casing ECU (Electronic Control Unit) melalui metode die casting berbahan aluminium sangat krusial karena dituntut menghasilkan produk yang presisi dan minim cacat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki jenis cacat tertinggi menggunakan metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) yang diintegrasikan dengan QFD (Quality Function Deployment). Berdasarkan data, tiga jenis cacat terbesar ditemukan yaitu porosity gate sebesar 51,18% (47.545 pcs), flowline sebesar 31,11% (28.904 pcs), dan cold shut sebesar 11,43% (10.618 pcs). Fokus perbaikan ditujukan pada porosity gate sebagai cacat dengan persentase tertinggi. Hasil analisis House of Quality menghasilkan enam prioritas perbaikan, yaitu penambahan pengecekan visual gate (75,83), metode deteksi burr area gate lebih optimal (75,23), optimasi titik spray (70,90), kontrol posisi tube spray saat running (57,70), peningkatan periode training operator (35,63), dan evaluasi hasil training (26,70). Korelasi positif kuat ditemukan pada pengecekan visual gate dan metode deteksi burr dengan kontribusi masing-masing sebesar 22,2% dan 22,0%. Setelah perbaikan, nilai DPMO (Defect Per Million Opportunities) menurun dari 14.592 menjadi 4.871, dan nilai sigma meningkat dari 3,68 menjadi 4,08. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) dan QFD (Quality Function Deployment) mampu menurunkan tingkat cacat dan meningkatkan kualitas produksi casing ECU (Electronic Control Unit).
Analisis Maintenance Gas Compressor dengan Integrasi Total Produktive Maintenance (TPM) dan Reliability Centered Maintenance (RCM) di Gas Plant Umar, Yandi; Purba, Humiras Hardi; Prabowo, Herry Agung
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol. 13 No. 1 (2026): JISI UMJ
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.13.1.137-154

Abstract

Gas compressor package merupakan salah satu peralatan utama dan vital, yang beroperasi 24 jam non-stop didalam gas plant. Untuk itu dibutuhkan keandalan (Reliability), ketersediaan (Availability), dan keselamatan (Safety) peralatan serta fasilitas menjadi hal yang terpenting dalam pengoperasiannya. Namum sering dihadapi dilapangan, tingginya tingkat kerusakan menyebabkan downtime serta berdampak langsung pada proses produksi dan biaya perawatan. Disebabkan kegagalan mekanis karena kurang optimalnya kegiatan pemeliharaan dan perencanaan perawatan yang diterapkan. Diperlukan penerapan pemeliharaan dan perawatan peralatan dengan metode Total Productive Maintenance (TPM) untuk mendorong partisipasi operator dalam kegiatan pemeliharaan rutin, sedangkan Reliability Centered Maintenance (RCM) berguna untuk menetapkan startegi kebijakan perawtan berbasis resiko dan fungsi krisis. Pada penelitian ini, data dikumpulkan dari histori kerusakan yang terjadi pada gas compressor package, dilakukan analisis menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Fishbone dan perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE), serta evaluasi keandalan sistem. Hasil penelitian menunjukkan nilai OEE sebesar 73,08%, masih jauh dibawah standart JIPM sebesar 85% pada priode September 2023 – Oktober 2024. Nilai tersebut merupakan perkalian dari tiga komponen utama: Availability yang mencapai 75,84%, Performance sebesar 96,35%, dan Quality 100%. Nilai Availability yang rendah dari target 95%, memberikan citra buruk untuk Perusahaan.
PENINGKATAN KUALITAS UNTUK MENGURANGI PENOLAKAN JEMBATAN SOLDER DALAM PERAKITAN SMT MENGGUNAKAN METODE PLAN-DO-CHECK-ACT (PDCA): STUDI KASUS DI PT PCI ELEKTRONIK INTERNASIONAL Maharani, Jacinda; Irwan, Hery
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol. 13 No. 1 (2026): JISI UMJ
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.13.1.15-24

Abstract

Industri Electronics Manufacturing Services (EMS) dituntut mencapai kualitas zero-defect untuk menjaga daya saing. Namun, PT PCI Elektronik Internasional menghadapi masalah tingginya tingkat final test reject pada modul telematika otomotif “Gea Backand”, yaitu sebesar 5,2%, yang melampaui standar internal perusahaan sebesar ≤ 2,5%. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya biaya rework, scrap, dan ketidakstabilan proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar penyebab utama cacat dan menerapkan perbaikan berkelanjutan guna menurunkan tingkat reject hingga memenuhi standar internal perusahaan. Metode yang digunakan adalah siklus Plan–Do–Check–Act (PDCA) yang didukung oleh Analisis Pareto, diagram Ishikawa, dan Statistical Process Control (SPC). Hasil analisis pada kondisi awal (before improvement) menunjukkan bahwa cacat solder bridging pada proses Surface Mount Technology (SMT) merupakan penyumbang terbesar produk reject. Analisis akar masalah mengidentifikasi bahwa penyebab utama berasal dari parameter mesin stencil printer yang tidak optimal serta metode pembersihan stencil yang belum terstandarisasi. Setelah dilakukan tindakan perbaikan (after improvement) berupa optimasi parameter mesin dan penerapan prosedur pembersihan stencil yang terstandarisasi, tingkat final test reject berhasil diturunkan secara signifikan dari 5,2% menjadi 1,1%, atau mengalami peningkatan kualitas sebesar 78,8%, sekaligus telah melampaui target standar internal perusahaan. Studi kasus ini membuktikan bahwa penerapan PDCA secara terstruktur efektif dalam menyelesaikan permasalahan kualitas spesifik pada perakitan SMT, meningkatkan stabilitas proses, dan menurunkan biaya kualitas
Kerangka Desain Sains untuk Standardisasi Data Perikanan pada Lingkungan Enterprise Resource Planning (ERP) Prakoso, Bobby Suryo; Ardika , Sanggi Bayu; Mardiah; Nur Masruriyah, Anis Fitri; Parsetyo, Rizky Tito; Tiana, Ade Hikma
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol. 13 No. 1 (2026): JISI UMJ
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.13.1.155-166

Abstract

Sektor perikanan Indonesia menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan data, terutama akibat beragamnya penggunaan nama lokal ikan yang menimbulkan redundansi data, inkonsistensi inventori, serta lemahnya sistem traceability. Penelitian ini bertujuan merancang sebuah kerangka kerja berbasis Design Science Research (DSR) untuk melakukan standardisasi data perikanan dalam lingkungan Enterprise Resource Planning (ERP). Framework dikembangkan dengan pendekatan arsitektur microservices yang mengintegrasikan basis data taksonomi eksternal (FishBase) ke dalam modul Odoo ERP melalui tahapan scraping, ETL, dan sinkronisasi. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan kondisi data sebelum dan sesudah implementasi berdasarkan indikator kualitas data. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengurangan redundansi data hingga 100%, peningkatan konsistensi nomenklatur, keterisian atribut taksonomi yang lengkap, serta penurunan tingkat kesalahan input hingga nol. Penelitian ini berkontribusi pada peningkatan kualitas data, efisiensi operasional, serta mendukung analisis bisnis dan kepatuhan ekspor di industri perikanan.
Analisis Peningkatan Risiko Kelelahan Postur Operator Gudang dengan Pendekatan REBA pada Industri Otomotif Kurnia, Hibarkah; Wiyatno, Tri Ngudi; Khofiyah , Nida An; Sulaeman, Asep Arwan
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol. 13 No. 1 (2026): JISI UMJ
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.13.1.41-56

Abstract

Seringkali pekerja di gudang mengalami keluhan tubuh saat bekerja setelah 3 tahun. Pekerja gudang memiliki kombinasi sikap kerja: jongkok, membungkuk, dan bungkuk. Postur tubuh yang tidak ergonomis akan mengganggu pekerjaan, sesuai dengan jenis pekerjaan dan alat atau fasilitas yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan operasi kerja. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menghasilkan produk yang berkualitas antara lain dengan memperhatikan bahaya dan risiko, meliputi lingkungan, kesehatan, dan keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis yang dilakukan terhadap operator gudang dan kondisi kerja operator, sehingga dapat dihasilkan postur kerja yang nyaman bagi operator gudang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Entire Body Assessment (REBA) yaitu untuk mengkaji nyeri. Saran untuk perbaikan posisi kerja saat mengangkat barang yaitu pada posisi jongkok dengan badan/punggung tegak, dan dengan anjuran penggunaan peralatan tenaga mekanik agar posisi badan operator menjadi tegak dan meminimalisir terjadinya cedera pada pinggang yaitu nyeri punggung merupakan keluhan tertinggi berdasarkan presentase NBM. Penelitian ini menghasilkan nilai REBA setelah dilakukan perbaikan dengan nilai risiko sebesar 4 yang berarti risiko rendah dan memungkinkan untuk dilakukan pemantauan guna menjaga konsistensi kerja di gudang.
ANALISIS PENGARUH LEARNABILITY, EFFICIENCY, DAN MEMORABILITY DENGAN KEPUASAN OPERATOR PADA PENGGUNAAN POKA-YOKE CHECKER DIODA MENGGUNAKAN METODE SYSTEM USABILITY SCALE DAN REGRESI LINEAR BERGANDA DI PT. XYZ Nugroho, Dony Satriyo; Salsa Putri Firdaningrum
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol. 13 No. 1 (2026): JISI UMJ
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.13.1.25-40

Abstract

Dalam industry wiring harness, kesalahan pemasangan diode oleh operator dapat mempengaruhi kualitas produk dan efisiensi produksi. Untuk mengurangi kesalahan tersebut, perusahaan menerapkan alat Poka-Yoke Checker Dioda sebagai system pencegahan kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh learnability, effiency, dan memorability terhadap kepuasan operator dalam penggunaan alat tersebut di PT XYZ. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan System Usability Scale (SUS) yang dimodifikasi melalui penyebaran kuesioner kepada 50 operator. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, ANOVA, dan regresi linier berganda dengan bantuan software IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efficiency dan memorability berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan operator, sedangkan learnability tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel memberikan kontribusi sebesar 63% terhadap kepuasan operator. Hasil ini menunjukkan bahwa efisiensi dan kemudahan mengingat penggunaan alat menjadi faktor utama dalam meningkatkan kepuasan operator
Optimasi dengan Metode Linier Programming pada Penentukan Kapasitas Produksi Pengolahan Pangan dengan Tujuan Meminimalkan Biaya Total SIHOTANG, FARIDA
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol. 13 No. 1 (2026): JISI UMJ
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.13.1.71-86

Abstract

Kapasitas produksi pada industri pengolahan pangan berperan penting dalam memenuhi permintaan pasar secara efisien, terutama untuk produk pangan olahan yang bersifat mudah rusak dan memiliki permintaan fluktuatif. Produk yang dihasilkan meliputi keripik singkong, basreng, dan keripik pisang. Pada kondisi eksisting, penentuan kapasitas produksi umumnya dilakukan berdasarkan pengalaman melalui lembur atau outsourcing, tanpa perhitungan optimal, sehingga berpotensi meningkatkan biaya dan menurunkan efisiensi operasional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan model matematis berbasis linear programming untuk menentukan kebijakan kapasitas produksi tahunan yang optimal pada industri pengolahan pangan. Model yang dikembangkan mengintegrasikan biaya investasi mesin, biaya operasional, biaya produksi internal, biaya lembur, dan biaya outsourcing dengan mempertimbangkan batasan kapasitas proses yang realistis. Model diselesaikan menggunakan perangkat lunak Matlab untuk periode perencanaan 2025–2034. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model mampu menurunkan total biaya produksi menjadi Rp266.799.000, dengan kebijakan penambahan mesin yang lebih terarah dibandingkan kondisi eksisting, yaitu hanya pada proses pencampuran bumbu dan pengeringan hingga tahun 2029, serta penggunaan lembur dan outsourcing yang terbatas pada produk keripik singkong pada periode akhir perencanaan

Page 1 of 2 | Total Record : 12