cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
Hubungan Pelaksanaan Strategi Directly Observed Treatment Short Course dengan Hasil Pengobatan Tuberkulosis Paru Puskesmas Padang Pasir Kota Padang 2011-2013 Nurmadya Nurmadya; Irvan Medison; Hafni Bachtiar
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i1.223

Abstract

AbstrakTuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah utama kesehatan global di dunia. Pada tahun 2011, Indonesia berada di posisi keempat dengan jumlah penderita TB terbanyak di dunia. Dalam upaya penanggulangan TB, Indonesia telah mengadopsi strategi DOTS sejak tahun 1995. Berdasarkan laporan tahunan Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2011, angka keberhasilan pengobatan di Puskesmas Padang Pasir yaitu 71,43% dan angka ini belum mencapai target nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelaksanaan strategi DOTS dengan hasil pengobatan TB paru di Puskesmas Padang Pasir Kota Padang. Jenis Penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional study. Data dikumpulkan melalui wawancara kepada responden menggunakan kuisioner yang kemudian di analisis melalui uji Chi-Square. Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan adanya hubungan antara pelaksanaan komitmen oleh petugas kesehatan (p-value : 0,000), pelaksanaan pemeriksaan dahak (p-value: 0,005, ketersedian OAT (p-value : 0,002) dengan hasil pengobatan TB paru. Hasil uji statistik pada peranan PMO (p-value : 0,185) dan pencatatan pelaporan penderita TB paru (p-value 0,184) menunjukkan tidak terdapat hubungan dengan hasil pengobatan TB paru.Kata kunci: tuberkulosis paru, DOTS, hasil pengobatanAbstractTuberculosis (TB) remains a major problem pulmonary global health in the world. In 2011, Indonesia was in fourth position with the highest number of TB patients in the world. InTB controlefforts, Indonesia hasadopted theDOTS strategysince 1995.Based on the annual report of Padang City Health Department in 2011, the treatment success rate in Padang Pasir Health Center is 71.43% and this figure has not reached the national target. The study aims to determine the relationship implementation of the DOTS strategy with pulmonary TB treatment success in health centers Padang Padang Pasir.This type of study design was cross-sectional analytic study. Data were collected through interviews with respondents using a questionnaire which was then analyzed by chi-square test. The results of the chi -square statistical tests showed that the implementation of commitments by health workers (p - value: 0.000), the implementation of sputum examination (p - value : 0.005), availability of OAT (p - value : 0.002) have a correlation with the results of treatment of pulmonary tuberculosis . While results statistical tests on the role of the PMO (p - value : 0.185) reporting and recording of pulmonary TB patients (p– value : 0.184) showed there was no correlation with the results of treatment of pulmonary tuberculosis.Keywords: pulmonary tuberculosis, DOTS, treatment success
Screening Kandungan Plastik pada Minyak Goreng yang Terdapat pada Gorengan di Jati Padang Ayu Ratna Sari; Yustini Alioes; Rima Semiarty
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i3.118

Abstract

AbstrakPlastik ditambahkan ke dalam gorengan dengan cara dimasukkan ke dalam minyak goreng panas oleh penjual gorengan agar gorengannya tetap gurih dalam waktu yang lama. Praktik penggunaan plastik pada minyak goreng ini telah ditemukan pada beberapa tempat di Indonesia. Daerah Jati Padang telah dilakukan identifikasi awal kepada penjual gorengan dan diperkirakan minyak gorengnya mengandung plastik, untuk itu diperlukan screening kandungan plastik pada minyak goreng yang terdapat pada gorengan di Jati Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat kandungan plastik pada minyak goreng yang digunakan oleh penjual gorengan di Jati Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sampel yang diambil sebanyak 10 dari penjual gorengan dengan masing-masing sebanyak 100 ml minyak goreng. Semua sampel dilakukan uji kualitatif dengan GC-MS QP2010 jenis kolom RT-5MS (Crossbond 5% Diphenyl- 95% Dimethypoly silicone). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9 dari 10 sampel minyak goreng mengandung senyawa isopropyl dari plastik polyethylene dan polypropylene. Sampel yang mengandung senyawa plastik dengan persentasenya adalah sampel 1(18.57%), 2(19.19%), 3(18.54%), 4(23.11%), 6(8.52%), 7(7.80%), 8(11.49%), 9(11.57%), dan 10(19.69%).Kata kunci: screening, plastik, minyak goreng, GC-MS, isopropylAbstractPlastics is added into frieds by entering into hot cooking oil by the seller in order fried savory fried fixed in a long time. The added of plastics in cooking oil has been found in several places in Indonesia. The fried seller in Jati Padang has made as initial identification to estimated oil-containing plastic. It is necessary for screening of plastic content in cooking oil found in fried in Jati Padang. The objective of this study was to determine whether there was any plastics content in coocking oil by the fried seller in Jati Padang. This research was a descriptive qualitative. Samples were taken from10 of fried sellers about 100 ml of cooking oil each . All samples were tested qualitatively by GC-MS QP2010 type RT-5MS column (5% Diphenyl- Crossbond 95% Dimethypoly silicone). The results showed that nine from ten samples of cooking oils contain isopropyl compound of polyethylene and polypropylene plastic. Samples containing compound is the percentage of plastic with sample 1 (18.57%), 2 (19.19%), 3 (18.54%), 4 (23.11%), 6 (8.52 %), 7 (7.80%), 8 (11.49%), 9 (11.57%), and 10 (19.69%).Keywords: screening, plastic, cooking oil, GC-MS, isopropyl.
Hubungan Berbagai Faktor Risiko Terhadap Kejadian Penyakit Jantung Koroner Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Fadma Yuliani; Fadil Oenzil; Detty Iryani
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i1.22

Abstract

AbstrakPenyebab mortalitas dan morbiditas utama pada pasien diabetes mellitus (DM) tipe 2 adalah penyakit jantung koroner (PJK) dimana penderitanya dua sampai empat kali lebih berisiko terkena penyakit jantung dari pada non DM. Mekanisme terjadinya PJK pada DM tipe 2 dikaitkan dengan adanya aterosklerosis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan berbagai faktor risiko terhadap kejadian PJK pada penderita DM tipe 2. Penelitian dilaksanakan di RSUP. Dr. M. Djamil Padang dan RS. Khusus Jantung Sumbar pada bulan Maret-Agustus 2013. Penelitian bersifat analitik dengan desain cross sectional comparative. Jumlah sampel 176 orang yang terdiri dari 88 orang penderita DM dengan PJK dan 88 orang DM tanpa PJK. Pengolahan data dilakukan dengan uji chi-square menggunakan sistem komputerisasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian PJK pada penderita DM tipe 2 adalah jenis kelamin (p=0,000), lama menderita DM (p=0,043), hipertensi (p=0,007), dislipidemia (p=0,000), obesitas (p=0,023), dan merokok (p=0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang sangat bermakna (p<0,0001) antara jenis kelamin, dislipidemia, dan merokok dengan kejadian PJK pada penderita DM tipe 2 dan terdapat hubungan yang bermakna (p<0,05) antara lama menderita DM, hipertensi, obesitas dengan kejadian PJK pada penderita DM tipe 2.Kata kunci: DM tipe 2, PJK, faktor risikoAbstractThe main causes of mortality and morbidity in type 2 diabetes mellitus (DM) patients is coronary heart disease (CHD) which adults who suffer from DM are two to four times have the risk of heart disease than people without DM. The mechanism of CHD in DM is associated with the presence of atherosclerosis that influenced by various factors. This research has aims to determine the relationship of risk factors for CHD incident in patients with DM. The study was conducted in the Dr. M. Djamil Padang and Cardiac Hospital of West Sumatra from March to August 2013. This research is an analytic study with comparative cross-sectional design. There are 176 DM patient samples that consist of 88 CHD patients and 88 patients without CHD. The data processing used chi-square test by computerized system. The result showed that risk factors that were related with CHD incident in DM patients are gender (p=0,000), long-suffering diabetes (p=0,043), hypertension (p=0,007), dyslipidemia (p=0,000), obesity (p=0,023), and smoking habit (p=0,000). Conclusion: There are marked significant (p<0,0001) relationship between gender, dyslipidemia, and smoking habit with CHD incident in DM patients and significant relationship (p<0,05) between long-suffering diabetes, hypertension, and obesity with CHD incident in DM patients.Keywords: type 2 diabetes mellitus, CHD, risk factor
Hubungan Depresi dan Sindrom Dispepsia pada Pasien Penderita Keganasan Yang Menjalani Kemoterapi di RSUP DR. M. Djamil Padang Mona Rahmi Rulianti1; Dedy Almasdy; Arina Widya Murni
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v2i3.150

Abstract

AbstrakGangguan psikologi dan sindrom dispepsia (seperti mual dan muntah) merupakan hal yang sering terjadi pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan depresi dengan sindrom dispepsia yang terjadi pada pasien keganasan yang menjalani kemoterapi. Metode penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan menggunakan kuisioner. Didapatkan pasien sebanyak 56 pasien keganasan yang menjalani kemoterapi di bangsal Penyakit Dalam, Bedah dan Obstetri & Ginekologi RSUP Dr. M. Djamil Padang selama 3 bulan (Desember 2012-Februari 2013). Depresi dinilai dengan wawancara menggunakan kuisioner BDI (Beck Depression Inventory) II. Dispepsia dinilai dengan menggunakan kuisioner pedoman skor dispepsia. Data dianalisis dengan SPSS 17 menggunakan analisis korelasi bivariat Spearman. Koefisien korelasi untuk depresi dan sindrom dispepsia adalah 0,387. Kesimpulan akhir dari penelitian ini adalah ada hubungan yang cukup dan searah (p<0,01) antara depresi dan sindrom dispepsia yang terjadi pada pasien keganasan yang menjalani kemoterapi.Kata kunci: kanker, kemoterapi, depresi, sindrom dispepsiaAbstractPsychological disorders and dyspepsia syndromes (such as nausea and vomiting) is a common thing in cancer patients undergoing chemotherapy. This study aims to examine the relationship of depression with dyspepsia syndrome that occurs in patients with malignancies who are undergoing chemotherapy. Methods this study uses cross-sectional design using questionnaires. Obtained for 56 patients who underwent chemotherapy malignancy patients in wards Internal Medicine, Surgery and Obstetrics & Gynecology in Hospital Dr. M. Djamil Padang for 3 months (December 2012-February 2013). Depression was assessed by interview using a questionnaire BDI (Beck Depression Inventory) II. Dyspepsia assessed using questionnaires guidelines dyspepsia score. Data were analyzed with SPSS 17 using bivariate Spearman correlation analysis. The correlation coefficients for depression and dyspepsia syndrome was 0.387. The final conclusion of this study is that there are sufficient and direct relationship (p <0.01) between depression and dyspepsia syndrome that occurs in patients with malignancies who are undergoing chemotherapy.Keywords: cancer, chemotherapy, depression, dyspepsia syndrome
Pengaruh Mobilisasi Ibu Post Partum terhadap Pengeluaran Kolostrum Fitriyanti Fitriyanti; Joserizal Serudji; Sunesni Sunesni
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i1.182

Abstract

AbstrakSasaran Making Pregnancy Safer (MPS) menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) hingga 28 per 1000 kelahiran hidup dengan salah satu upaya yang dapat dilakukan melalui pemberian kolostrum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh mobilisasi ibu post partum terhadap pengeluaran kolostrum. Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan post test only group design. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Hasil analisis data menunjukkan persentase pengeluaran kolostrum early pada kelompok intervensi 72,2% dan kelompok kontrol 50,0%. Persentase pengeluaran kolostrum late pada kelompok intervensi 27,8% dan kelompok kontrol 50,0%. Tidak terdapat pengaruh bermakna mobilisasi ibu post partum terhadap pengeluaran kolostrum dengan nilai p value 0,305 (>0,05). Tidak terdapat pengaruh bermakna tingkat stres dan IMT ibu terhadap pengeluaran kolostrum dengan nilai p value 1,000 (>0,05). Terdapat pengaruh bermakna daya hisap bayi terhadap pengeluaran kolostrum dengan nilai p value 0,047 (<0,05).Dari hasil penelitian disimpulkan persentase pengeluaran kolostrum early kelompok intervensi lebih besar dibandingkan kelompok kontrol, namun secara statistik tidak terdapat pengaruh bermakna mobilisasi ibu post partum terhadap pengeluaran kolostrum pada kedua kelompok tersebut. Tidak terdapat pengaruh bermakna tingkat stres dan IMT ibu terhadap pengeluaran kolostrum, terdapat pengaruh bermakna daya hisap bayi terhadap pengeluaran kolostrum.Kata kunci: post partum, mobilisasi, kolostrum,AbstractTarget of Making Pregnancy Safer (MPS) to improve Infant Mortality Rate (IMR) to 28 per 1000 live births. One of effort to do is giving colostrum. The objective of this study was to determine the effect of maternal postpartum mobilization against eject of colostrum. This study was a quasi experiment with post-test only group design. Data were analyzed using Chi-square and Fisher’s Exact test. Result of this study showed that early colostrums in the intervention group was 72.2% while in control group only 50%. Late colostrums in intervention group was 27.8% compared 50% in the control group. There was no significant effect between maternal postpartum mobilization against eject of colostrum with p value 0.305 (> 0.05). No significant effect on stress level and Body Mass Index (BMI) and eject of colostrum with p value was 1.000 (> 0.05) but significant effect occurred between infant suction power against colostrums spending with p value was 0.047 (< 0.05). It can be concluded that percentage of early eject of colostrum was greater in intervention group than in control group, but statistically there was no significant effect among maternal postpartum mobilization, stress level and BMI against colostrums spending in both group. Significant effect only showed between infant suction power against colostrums spending.Keywords: postpartum, mobilization, colostrums
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kadar Nitric Oxide (NO) Plasma pada Masyarakat di Kota Padang Ghozi Natul Isral; Afriwardi Afriwardi; Delmi Sulastri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i2.77

Abstract

AbstrakNitric oxide merupakan faktor relaksan yang disentesis oleh endotel pembuluh darah yang kadarnya dapat dipengaruhi oleh aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kadar NO plasma pada masyarakat di kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian dengan data sekunder dari penelitian Delmi Sulastri dkk dalam “Pengaruh Asupan Antioksidan terhadap ekspresi Gen eNOS3 pada penderita Hipertensi Etnik Minangkabau”. Subyek penelitian adalah semua responden penelitian Delmi Sulastri dkk dalam “Pengaruh Asupan Antioksidan terhadap ekspresi Gen eNOS3 pada Penderita Hipertensi Etnik Minangkabau” berjumlah 130 orang yang dinilai aktivitas fisiknya dengan menggunakan kuisioner Baecke dkk. dan dilakukan pemeriksaan kadar NO plasma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik ringan dan NO plasma rendah dengan dengan rerata 26,3±15,2 μmol/L. Dari analisis data didapatkan bahwa responden dengan aktivitas fisik ringan lebih banyak memiliki kadar NO plasma rendah (61,7%) dibandingkan kadar NO plasma normal (38,3%). Dari analisis statistik uji Chi-Square didapatkan nilai p = 0,007 yang berarti terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan kadar NO plasma (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar masyarakat di kota Padang memiliki tingkat aktivitas fisik ringan dan kadar NO plasma rendah. Dari uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan kadar NO plasma pada masyarakat di kota Padang.Kata kunci: Aktivitas fisik, NOAbstractNitric oxide is relaxan factor that is synthesized by endothelial cell of blood vessel. From previous research showed that plasma NO level influenced by physical activity. The purpose of this study is to know correlation between physical activity with plasma NO level to Padang city people. The research is a research with secondary data by Delmi Sulastri et al., in “The Influence Of Antioksidan Intake to eNOS3 Gene Ekspression In Hypertension Patients In Minangkabau Ethnicity”. Participant of this research is all participant of Delmi Sulastri et al. research in “The Influence Of Antioksidan Intake to eNOS3 Gene Ekspression In Hypertension Patients In Minangkabau Ethnicity” with 130 participant. All participant were observed their physical activity using Baecke et al. quitionaire and were examined plasma NO level. Result of this study showed that most of responden have low physical activity level and low NO plasma level,with mean 26,3±15,2 μmol/L. From data analysis shows that subject with mild physical activity more had low plasma NO level (61,7%) than normal plasma NO level (38,3%). Then, from data analysis with Chi-Square test, found p value = 0,007. It mean, there is significant correlation between physical activity with NO plasma level (p<0.05). The summary of this study is most of Padang city people have mild physical activity level and low NO plasma level. From data statistics analysis showed that there is significant correlation betweeen physical activity with NO plasma level to people in Padang city.Keywords:Physical activity, NO
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap dengan Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Dokter Hasnal Laily Yarza; Yanwirasti Yanwirasti; Lili Irawati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i1.214

Abstract

AbstrakAntibiotik merupakan obat yang digunakan untuk penyakit infeksi. Tingginya insiden penyakit infeksi mengakibatkan tinggi pula penggunaan antibiotik. Sekarang ini banyak antibiotik digunakan tanpa resep dokter, padahal antibiotik seharusnya digunakan dengan resep dokter dan dibeli di apotik. Penggunaan antibiotik tanpa resep dokter ini akan menimbulkan resistensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat dengan penggunaan antibiotik tanpa resep dokter di Kampung Seberang Pebayan RW IV Kelurahan Batang Arau Padang Selatan.Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian cross sectional study analytic dengan subjek 152 orang yang diambil secara simple random sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan chi square. Hasil uji statistik chi square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara sikap dengan penggunaan antibiotik tanpa resep dokter (p < 0,05), tetapi tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dan kepemilikan asuransi kesehatan dengan penggunaan antibiotik tanpa resep dokter (p > 0,05).Kata Kunci : tingkat pengetahuan, sikap, asuransi kesehatan, antibiotik tanpa resep dokterAbstractAntibiotics are medicine while use to infection disease. The high incidence of infectious diseases are resulting in higher use of antibiotics. Now many antibiotics are used without doctors prescription, whereas antibiotics must be used with doctors prescription and bought in drug strore. Use antibiotics without doctors prescription will be impact resistence. The objective of this study was to determine the correlation between the level of knowledge, attitude as well as health insurance towards the use of antibiotics without doctors prescriptions in Kampung Seberang Pebayan RW IV Kelurahan Batang Arau Padang Selatan.This research is conducted using cross sectional analytic study method with 152 people taken as a sample by using simple random sampling. The data analysis was based on univariate and bivariate analysis equipped with chi-square. Statistical test has been conducted by "Chi-Square". It shows that there is a significant correlation between attitude toward the use of antibiotics without doctors prescriptions (p ˂ 0.05), it shows that there is no significant correlation between the level of knowledge and the ownership of health insurance toward the use of antibiotics without doctors prescriptions (p ˂ 0.05).Keywords : knowledge level, attitude, health insurance, antibiotics without doctorspresription
Pengaruh Pelvic Floor Muscle Training terhadap Pengembalian Fungsi Miksi dan Defekasi pada Ibu Postpartum Spontan Mustika Dewi; Ermawati Ermawati; Nuzulia Irawati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v3i3.109

Abstract

AbstrakPersalinan membawa dampak terhadap fungsi miksi dan defekasi pada ibu postpartum. Stimulasi dini yang dapat dilakukan guna memulihkan fungsi miksi dan defekasi, antara lain dengan Pelvic Floor Muscle Training (PFMT) atau latihan yang dilakukan khusus untuk otot dasar panggul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PFMT terhadap pengembalian fungsi miksi dan defekasi pada ibu postpartum spontan (tanpa bantuan alat penolong persalinan). Penelitian ini merupakan studi kuasi eksperimen dengan post test only control group design. PFMT dilakukan setelah 2 jam persalinan sebanyak 3 sesi selama 3 hari postpartum. Selanjutnya mewawancarai kelompok yang melakukan PFMT maupun kelompok yang tidak melakukan PFMT untuk mengetahui miksi dan defekasi pertama kali dimasa postpartum. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji chi-square dan nilai p < 0.05 dianggap bermakna secara statistik. Hasil penelitian didapatkan persentase miksi spontan lebih tinggi pada ibu yang melakukan PFMT dari pada ibu yang tidak melakukan PFMT (83.3% : 58.3%), Secara statistik perbedaan tersebut tidak signifikan (p > 0.05), maka dapat dinyatakan tidak terdapat pengaruh PFMT terhadap miksi pada ibu postpatum spontan. Persentase defekasi normal lebih tinggi pada ibu yang melakukan PFMT dari pada ibu yang tidak melakukan PFMT (87.5% : 16.7%). Secara statistik perbedaan tersebut signifikan (p < 0.05), maka dapat dinyatakan ada pengaruh PFMT terhadap defekasi pada ibu postpartum spontan. Dari hasil penelitian disimpulkan tidak terdapat pengaruh PFMT terhadap miksi pada ibu postpartum spontan dan terdapat pengaruh PFMT terhadap defekasi pada ibu postpartum.Kata Kunci: PFMT, miksi, defekasi, postpartum spontanAbstractLabour have an impact on the function of micturition and defecation in postpartum. Early stimulation that can be done to restore the function of micturition and defecation, among others, with Pelvic Floor Muscle Training (PFMT). The purpose of this study was to determine the effect of PFMT on restoring the function of micturition and defecation in spontaneous postpartum. This study was a quasi-experimental study with a post test only control group design. PFMT in women post partum in the intervention group after 2 hours of labor, further interviewing intervention and control groups to determine micturition and defecation first days of postpartum. Data were analyzed using chi-square test and p value <0.05 was considered statistically significant. The percentage of spontaneous micturition was higher in mothers who did PFMT than mothers who did not PFMT (83.3% : 58.3%), the difference was not significant (p > 0.05). The percentage of normal defecation was higher in mothers who did PFMT than mothers who did not PFMT (87.5%: 16.7%), the difference was statistically significant (p < 0.05). The results showed that of PFMT did affect micturition, although there is a tendency to spontaneous micturition in the intervention group than the control group, but not statistically significant. PFMT affect defecation in spontaneous postpartum.Keyword: PFMT, micturition, defecation, spontaneous postpartum
Penggunaan Tetes Telinga Serum Autologous dengan Amnion untuk Penutupan Perforasi Membran Timpani Hidayatul Fitria; Yan Edward
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v1i1.8

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Gangguan pendengaran atau ketulian mempunyai dampak yang merugikan bagi penderita , keluarga, masyarakat maupun negara. Salah satu penyebab ketulian yang sering dijumpai adalah radang telinga tengah, terutama yang disertai perforasi membran timpani yang menetap. Penutupan perforasi membran timpani dapat dilakukan dengan operatif dan konservatif. Secara konservatif sudah banyak cara yang dilakukan. Salah satunya dengan mengkaustik tepi perforasi dengan menggunakan silver nitrat untuk membuat luka baru, kemudian digunakan amnion sebagai jembatan (bridge) dan faktor regulasi yang terdapat pada tetes telinga serum autologous. Tujuan: Untuk menjelaskan gambaran penggunaan amnion sebagai jembatan dan tetes telinga serum autologous sebagai faktor regulasi. Tinjauan pustaka: Penutupan perforasi membran timpani dapat dilakukan secara konservatif salah satunya dengan menggunakan tetes telinga serum autologous sebagai faktor regulator, amnion sebagai jembatan dan penggunaan silver nitrat pada tepi perforasi untuk membuat luka baru. Serum autologous memiliki asselerator pertumbuhan yaitu epidermal growth factor (EGF) , transforming growth factor β1 (TGF- β1) dan fibronektin. Asselerator pertumbuhan ini dapat kita temukan pada penyembuhan membran timpani normal. Sedangkan membran amnion adalah jaringan semi transparan tipis yang membentuk lapisan terdalam membran fetus dengan susunan membran basalis yang tebal dan jaringan stroma avaskuler. Membran amnion mempercepat pembentukan epitel normal dengan menekan pembentukan jaringan fibrosis. Sel epitel amnion memproduksi faktor pertumbuhan seperti fibroblast growth factor dan transforming growth factor beta. Faktor pertumbuhan akan membantu komunikasi antara epitel dan sel fibroblast stroma untuk menekan proliferasi dan diferensiasi jaringan fibrosis. Kesimpulan: Diperlukan tiga elemen pada penutupan perforasi membran timpani yaitu faktor regulasi, jembatan (bridge) dan membuat luka baru pada tepi perforasi. Kata kunci: tetes telinga serum autologous, membran amnion, perforasi membran timpani Abstract Background: Hearing loss or deafness have an adverse impact on patients, families, communities and the country. One cause of deafness that often met is middle ear inflammation, especially those with persistent tympanic membrane perforation. Closure of tympanic membrane perforation can be performed with operative and conservative. The conservatives have done with a lot of ways. One of them is cauterize edge of perforation by using silver nitrate to make a new wound, then used the amnion as a bridge and regulatory factors present in autologous serum eardrops. Objective: To describe the use of amnion as a bridge and autologous serum eardrops as a regulatory factor. Literature review: Closure of tympanic membrane perforation conservatively can be done either by using the autologous serum eardrops as a factor regulator, amnion as a bridge and the use of silver nitrate on the edge of the perforation to create a new wound. Autologous serum have asselator growth of Epidermal Growth Factor (EGF), Transforming Growth Factor β1 (TGF-β1) and fibronectin. Asselerator growth factor can be found on normal tympanic membrane healing. While the amniotic membrane is semi-transparant thin tissue that forms the deepest layer of fetal membranes with formation of a thick basement membrane and tissue stroma avaskuler. Amniotic membrane accelerate the formation of normal epithelial tissue by pressing the formation of fibrosis. Amniotic epithelial cells produce growth factors such as fibroblast growth factor and transforming growth factor beta. Growth factors will help the communication between epithelial and stromal fibroblast cells to suppress proliferation and differentiation of tissue fibrosis. Conclusion: It takes three elements on the closure of tympanic membrane perforation factor regulation, bridge and make new cuts on the edge of the perforation. Keywords: autologous serum eardrops, amnion membrane, tympanic membrane perforation
Kasus Persalinan Dengan Bekas Seksio Sesarea Menurut Keadaan Waktu Masuk di Bagian Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. M. Djamil Padang Anggy Afriani; Desmiwarti Desmiwarti; Husnil Kadri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v2i3.141

Abstract

AbstrakKehamilan dengan bekas seksio sesarea merupakan kehamilan dengan risiko tinggi sehingga persalinannya harus dilakukan di rumah sakit dengan fasilitas yang memadai. Ibu hamil dengan bekas seksio sesarea yang akan melakukan persalinan seharusnya datang ke rumah sakit dalam keadaan belum in partu, belum ada komplikasi persalinan. Namun, masih banyak ibu hamil dengan bekas seksio sesarea datang ke rumah sakit dalam keadaaan in partu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kasus-kasus persalinan dengan bekas seksio sesarea saat masuk ke bagian Obstetri dan Ginekologi RSUP.dr.M.Djamil Padang. Penelitian ini dilakukan pada ibu hamil dengan bekas seksio sesarea yang datang ke RSUP.dr.M.Djamil untuk melakukan persalinan. Penelitian dilakukan pada tanggal 22 Desember 2012-21 Maret 2013 di bagian Obstetri dan Ginekologi RSUP. dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini merupakan studi deskriptif. Kasus-kasus persalinan dengan bekas seksio sesarea didapat dari observasi rekam medik dan mewawancarai subjek penelitian dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan 52 kasus persalinan dengan bekas seksio sesarea. Premature rupture of membrane (PRM) merupakan kasus persalinan dengan bekas seksio sesarea terbanyak yaitu 13 kasus (25%) dan ibu hamil dengan bekas seksio sesarea yang melakukan rujukan dini berencana sebanyak 5,7%. Simpulan dari penelitian adalah masih kurangnya kesadaran ibu hamil dengan bekas seksio sesarea yang akan melakukan persalinan untuk datang ke rumah sakit beberapa hari sebelum tanggal taksiran persalinan.Kata kunci: bekas seksio sesarea, rujukan dini berencanaAbstractPregnancy with previous caesarean section is a high risk pregnancy. The delivery must be performed in hospital. The women who has previous caesarean section in their pregnancy must come to the hospital before the date of planned birth, no labor, and no complications for the woman and her infants. However, there are many woman with caesarean section come to the hospital in partu. The objective of this study to describe labor case of previous section birth when come to the Obstetric and Gynecology of dr.M.Djamil Padang Hospital. This study is descriptive .The subject of this study is a pregnant women with previous caesarean section who come to the dr.M.Djamil Padang hospital to the delivery. This study was performed from on 22rd December 2012 until 21rdMarch 2013 in Obstetric and Gynecology of dr.M.Djamil Padang. The labor case of previous caesarean section are gotten from medical record and interview with use questionnaire. The result of this study is gotten fifty two labor cases of previous caesarean section. Premature rupture of membrane (PRM) is the mayority labor case, thirteen case(25%) and account for 5,7% of woman with previous caesarean section who early referral plan come to the hospital. The conclusion is the woman who have previous caesarean section are not awarness to come to the hospital a few days before the plan birth.Keywords: previous caesarean section, early referral plan

Page 17 of 130 | Total Record : 1294


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue