cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 1,707 Documents
ENHANCING SELF-REGULATED LEARNING THROUGH A CULTURE-INTEGRATED STEM FLIPPED CLASSROOM APPROACH Hairul Saleh; Dian Nopitasari; Westi Bilda; Ahmad Fadillah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v15i2.14992

Abstract

This study was prompted by the challenge of low student autonomy in traditional education and the urgent need to foster self-regulated learning (SRL) through contextually relevant methods. It examined the effectiveness of a Culture-Integrated STEM–Flipped Classroom model in improving students’ SRL. Using a quasi-experimental, pretest-posttest non-equivalent control group design, students from intact classes were assigned to an experimental group receiving the culture-integrated STEM–Flipped intervention and a control group receiving conventional instruction. SRL was measured before and after the intervention, and improvement was evaluated through gain score analysis. Results showed that the experimental group achieved a substantially higher gain (M=13.28) than the control group (M=5.44). The magnitude of the intervention effect, calculated using Cohen’s d, was d=0.88, indicating a large effect. These findings demonstrate that integrating cultural values within a STEM-based flipped learning environment can significantly enhance students’ ability to plan, monitor, and regulate their learning processes. The study concludes that combining culturally meaningful learning contexts with structured pre-class preparation and active in-class STEM problem solving provides a powerful approach for strengthening SRL.
ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH ILL-STRUCTURED BERKONTEKS LOKAL Taufiq Hidayanto; Sutarto Hadi; Kamaliyah Kamaliyah; Martin Suhendra; Ali Ridho; M. Fadilah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v15i2.15040

Abstract

Salah satu tantangan yang sering muncul di dalam kehidupan sehari-hari adalah masalah yang tidak terstruktur dengan jelas atau ill-structured. Berdasarkan hasil observasi maupun penelitian, masih ditemukan mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah yang bersifat kompleks, terbuka, dan berkonteks lokal, padahal kemampuan tersebut penting untuk menghadapi berbagai permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah ill-structured berkonteks lokal. Penelitian menggunakan desain explanatory sequential mixed methods yang melibatkan 72 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Lambung Mangkurat. Data dikumpulkan melalui tes penyelesaian masalah ill-structured dan wawancara. Empat subjek dipilih secara purposive untuk dianalisis secara mendalam. Prosedur penelitian meliputi penyusunan dan validasi instrumen tes, pengambilan data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami kesulitan dalam merancang, menjustifikasi, dan mengevaluasi solusi secara komprehensif pada masalah ill-structured berkonteks lokal. Penelitian ini berkontribusi memberikan gambaran mengenai kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah lingkungan yang aktual serta sebagai dasar untuk mempertimbangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif.
PENGEMBANGAN MEDIA EDUKATIF MATH ADVENTURE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DAN MENURUNKAN MATH ANXIETY SISWA Ummu Atiyatul Musodiqoh; Anton Jaelani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v15i2.15702

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis dan tingginya math anxiety masih menjadi permasalahan pada pembelajaran matematika, terutama pada materi trigonometri. Siswa masih kesulitan dalam menyelesaikan soal yang memerlukan penalaran matematis. Sementara itu, pemakaian alat belajar yang kurang interaktif mengakibatkan partisipasi siswa pada proses belajar belum mencapai tingkat maksimal. Tujuan dari studi berikut ialah pengembangan alat belajar berbasis permainan edukasi Math Adventure yang valid, praktis, serta efektif dalam  meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis dan penurunan math anxiety siswa. Studi berikut menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Uji efektivitas dilaksanakan dengan quasi-experimental design melalui bentuk posttest-only control group design. Subjek studi melibatkan 60 siswa kelas X dari SMA Negeri 1 Mesuji Raya yang dikelompokkan ke dalam kelas eksperimen dan kontrol. Kelas eksperimen mempergunakan media Math Adventure untuk belajar, sementara kelompok kontrol menerapkan metode pembelajaran tradisional. Informasi diperoleh lewat kuesioner validasi dari ahli, angket tentang kepraktisan, tes yang mengukur kecakapan berpikir kritis matematis, dan angket mengenai math anxiety. Temuan studi mengindikasikan bahwasanya penilaian dari ahli media mendapatkan nilai 4,28 dan dari ahli materi meraih nilai 4,47, yang termasuk dalam kelompok sangat valid. Uji kepraktisan mendapatkan rerata skor sebesar 3,48, yang tergolong praktis. Temuan dari uji t dan MANOVA memperlihatkan bahwasanya siswa di kelas eksperimen mempunyai keterampilan berpikir kritis matematis yang lebih tinggi dan taraf math anxiety yang lebih rendah daripada dengan kelas kontrol (p < 0,001). Oleh karena itu, media Math Adventure yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis, dan efektif serta memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan pembelajaran konvensional.
Pengembangan e-lkpd berbantuan flipbook untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan disposisi matematis siswa Saudah Saudah; Fitrianto Eko Subekti
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v15i2.15815

Abstract

Matematika sebagai induk ilmu menuntut siswa tidak hanya mampu berhitung, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis yang mencakup interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi dalam pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan, dan efektivitas e-lkpd berbantuan flipbook untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan disposisi matematis siswa pada materi SPLDV. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Larangan yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen pengumpulan data meliputi tes kemampuan berpikir kritis, angket disposisi matematis, lembar validasi, serta angket respons siswa.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-lkpd berbantuan flipbook sangat praktis (rata-rata 88,44%) dan sangat valid dengan rata-rata validitas sebesar 96,33%. Uji-t independen menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) , membuktikan adanya perbedaan kemampuan koognitif dan afektif yang signifikan di mana kelompok eksperimen memperoleh rata-rata skor berpikir kritis (89,1) dan disposisi matematis (83,33) yang jauh lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan dengan tingkat kekuatan korelasi yang kuat (r = 0,705; p = 0,000) antara kemampuan berpikir kritis dan disposisi matematis siswa, yang berarti semakin baik disposisi matematis siswa maka semakin tinggi pula kemampuan berpikir kritisnya. Selain itu, uji effect size cohen’s d menghasilkan nilai sebesar 4,53 ( 0,8), menunjukkan bahwa penerapan e-lkpd berbantuan flipbook efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelompok eksperimen dibandingkan penggunaan lkpd konvensional . Dengan demikian, e-lkpd berbantuan flipbook layak digunakan sebagai media pembelajaran yang valid, praktis, dan efektif dalam pembelajaran matematika.
TRANSITIONAL STRUCTURE OF MATHEMATICAL THINKING FROM STRUCTURAL INTUITIVE TO DEDUCTIVE WITH THE FREEMAN FRAMEWORK Abdul Aziz; Wayan Rumite; Sri Suryanti; Agung Setiawan
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v15i2.16273

Abstract

Formal thinking requires analytical skills to evaluate whether a statement is true or false. However, researchers have found that some students complete the mathematical proof process using intuitive thinking. Students who studied mathematical proof in their early semesters often struggle to construct structural proofs intuitively. Therefore, this study aims to explore students' thought processes in conducting mathematical proofs, transitioning from intuitive reasoning to deductive reasoning, and achieving correct conclusions. The research employs a qualitative descriptive method, validated by experts in mathematical proof and reasoning, all of whom have at least ten years of teaching experience in the field. The subjects of this study were two students selected based on their thought processes, ranging from intuitive to deductive reasoning, with both providing correct and incorrect answers. Students who struggle with this transition tend to rely on institutional and evaluative assurances. In contrast, those who successfully navigate the transition are able to integrate evaluative, empirical, and a priori warrants into their reasoning. This research suggests that all parties involved in mathematical proof need to pay careful attention to each stage of the reasoning process to ensure accuracy.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR MENGGUNAKAN INQUIRY TERBIMBING BERBASIS PENDEKATAN OPEN ENDED UNTUK MENINGKATKAN PENALARAN MATEMATIS Melisya Melisya; Edwin Musdi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v15i2.12906

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan penalaran matematis peserta didik kelas X SMK yang ditunjukkan melalui hasil tes awal kemampuan penalaran matematis. Penelitian ini bertujuan menghasilkan modul ajar menggunakan model inkuiri terbimbing berbasis pendekatan open ended yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) menggunakan model Plomp yang meliputi tahap preliminary research, development/prototyping, dan assessment. Subjek penelitian terdiri atas peserta didik kelas X SMK, sedangkan uji praktikalitas melibatkan 1 orang pendidik matematika dan 15 orang peserta didik. Instrumen penelitian berupa lembar validasi, angket praktikalitas, dan tes kemampuan penalaran matematis. Validitas modul ajar dilakukan terhadap empat aspek, yaitu aspek isi, konstruk, bahasa, dan penyajian dengan skor rata-rata berturut-turut sebesar 3,3; 3,4; 3,6; dan 3,4 sehingga skor rata-rata validitas 3,4 dengan kriteria sangat valid. Praktikalitas dilakukan dengan peserta didik dan pendidik yaitu tahap one-to-one evaluation 3 peserta didik, small group evaluation 6 peserta didik dan field test 1 pendidik matematika dan 15 peserta didik. Skor rata-rata yang diperoleh pada praktikalitas sebesar 83,4% dengan kriteria praktis. Efektivitas dilakukan dengan cara melihat hasil tes kemampuan penalaran matematis peserta didik yang memenuhi kriteria, hasil efektivitas memperoleh 89% dengan kriteria efektif. Dengan demikian, modul ajar menggunakan model inkuiri terbimbing berbasis pendekatan open ended dinyatakan valid, praktis, dan efektif sehingga layak digunakan dalam pembelajaran matematika di kelas X SMK.
A CASE METHOD–BASED MATHEMATICS MODULE INTEGRATING EAST NUSA TENGGARA ETHNOMATHEMATICS FOR NUMERACY LITERACY Nur Hasanah Syarief; Reschi Vanchristo Ardi Sinlae
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v15i2.15708

Abstract

Improving students' numeracy literacy requires mathematics learning that is contextual, meaningful, and connected to students' cultural experiences. This study aimed to develop a case method–based mathematics learning module integrating East Nusa Tenggara ethnomathematics to improve students' numeracy literacy. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model. The module was validated by two subject-matter experts and two media experts, while its practicality was evaluated through teacher and student response questionnaires. Its effectiveness was examined using a one-group pre-test–post-test design, analyzed with a paired-samples t-test and Cohen's d effect size. The subject-matter experts assigned validation scores of 4.6 for content accuracy, 4,8 for ethnomathematics content, 4,7 for instructional strategy, and 3,9 for language, indicating that module was valid to very valid. The media experts assigned scores of 4,4 for visual design, 4,3 for layout, and 4,9 for usability, indicating that the module was very valid. The practicality evaluation yielded scores of 89% for attractiveness, 86% for ease of use, and 88% for both module quality and user guidance, indicating that the module was highly practical. Students' numeracy literacy improved significantly after the implementation of the module (p=0.007), with the mean score increasing from 69,63 to 85,25. The module demonstrated a medium effect size (Cohen's d=0.683), indicating that the improvement was not only statistically significant but also educationally meaningful. These findings indicate that the developed module is a valid, practical, and effective learning resource for improving students' numeracy literacy while fostering appreciation of local cultural values.