cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 1,528 Documents
EKSPLORASI KONSEPTUAL MATEMATIS PADA BATIK TRUSMI KHAS CIREBON DITINJAU DARI ASPEK ETNOMATEMATIKA Diana Ayu Wulandari; Yaya Sukjaya Kusumah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.539 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.6171

Abstract

Istilah Etnomatemarika diartikan sebagai matematika dalam kebudayaan. Terdapat kebudayaan pada masyarakat Indonesia dengan konseptual matematis. Salah satu kebudayaan hasil karya masyarakat Indonesia adalah Batik. Batik yaitu hasil karya menulis menggunakan lilin diatas kain. Batik terdiri dari dua jenis yaitu batik cap dan batik tulis. Daerah Trusmi Kota Cirebon merupakan salah satu penghasil Batik terkenal di Jawa Barat. Dalam penelitian ini memiliki tujuan penelitian yaitu untuk mengungkapkan konseptual matematis yang terdapat pada proses pembuatan dan motif pada kain batik, selain itu dalam dunia Pendidikan penelitian ini untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam proses pembelajaran yag berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan dalam kebudayaan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Dalam penelitian ini terdapat beberapa konseptual matematis seperti geometri transformasi, motif yang dimodifikasi dengan applikasi geogebra dan photoshop serta proses pengukuran dan perbandingan dalam proses pembuatan batik. Dengan adanya penelitian ini siswa dapat lebih mudah memahami konseptual matematis yang terdapat pada batik, khususnya bagi masyarakat batik tidak hanya memiliki keindahan estetika namun terdapat konseptual matematis yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran.
ETNOMATEMATIKA SISTEM BILANGAN MASYARAKAT MANGGARAI TIMUR DAN MASYARAKAT TIMOR TENGAH SELATAN Osniman Paulina Maure; Konradus Silvester Jenahut
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.385 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.6380

Abstract

Suatu kelompok masyarakat memiliki sistem bilangan yang dikembangkan untuk mewakili besaran dari suatu objek. Sistem bilangan ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji etnomatematika sistem bilangan masyarakat Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Kabupaten Manggarai Timur serta penerapannya dalam kehidupan masyarakat. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Sumber data penelitian ini yaitu data primer yaitu tokoh masyarakat Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten TTS dan sumber data sekunder yaitu jurnal, buku, dan literatur yang berkaitan dengan sistem bilangan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara tidak tersruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Kabupaten Manggarai Timur memiliki sepuluh bilangan pokok yaitu bilangan satu sampai sepuluh, sedangkan bilangan lainnya merupakan hasil pengembangan bilangan pokok tersebut. Sistem bilangan ini diterapkan oleh masyarakat Kabupaten Manggarai Timur dalam penamaan hari, sedangkan masyarakat Kabupaten TTS menggunakannya dalam penamaan hari dan bulan. Dalam penamaan bilangan masyarakat Kabupaten TTS selain bilangan pokok mengalami metatesis, dimana hal ini tidak terdapat pada penamaan bilangan masyarakat Kabupaten Manggarai Timur. Selanjutnya, hasil penelitian ini dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah.A community group has a number system developed to represent the magnitude of an object. This number system is applied in everyday life. Therefore, the purpose of this study is to examine the ethnomathematics of the number system of the people of Timor Tengah Selatan Regency and Kabupaten Manggarai Timur and its application in people's lives. This type of research is qualitative research with an ethnographic approach. The data sources for this research are primary data, namely community leaders in East Manggarai Regency and TTS Regency and secondary data sources, namely journals, books, and literature related to the number system. Data collection methods used are observation, unstructured interviews, and documentation. The results of this study indicate that the people of South Central Timor Regency and East Manggarai Regency have ten base numbers, namely numbers one to ten, while the other numbers are the result of developing these basic numbers. This number system is applied by the people of East Manggarai Regency on naming days, while the people of TTS Regency use it on naming days and months. In the naming of community numbers in TTS Regency, besides the principal numbers, there is a metathesis, which is not found in the naming of community numbers in East Manggarai Regency. Furthermore, the results of this study can be applied to learning in schools.
PENGEMBANGAN SOAL MATEMATIKA BILINGUAL BERBASIS MATHEMATICAL LITERACY DENGAN KONTEKS TEKNIK MESIN UNTUK MAHASISWA POLITEKNIK Indah Riezky Pratiwi; Shanty Dwi Krishnaningsih; Elisa Mayang Sari
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.078 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.6136

Abstract

Mathematical literacy merupakan salah satu kemampuan yang muncul dari aktivitas pemecahan masalah matematika seseorang. Dalam kegiatan peningkatan mathematical literacy diperlukan adanya instrumen khusus yang dapat mengeksplor aktivitas mahasiswa dalam merumuskan, menerapkan, dan menafsirkan matematika untuk memecahkan permasalahan dalam konteks di kehidupan sehari-hari. Kurang tersedianya instrumen tes yang mampu mendukung peningkatan mathematical literacy m­­­­ahasiswa menjadi salah satu penyebab rendahnya pencapaian keterampilan berpikir tingkat tinggi mahasiswa politeknik. Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan sumber belajar melalui pengembangan soal-soal matematika bilingual (dua bahasa) berbasis mathematical literacy dengan konteks teknik mesin untuk mahasiswa vokasi di abad 21 yang valid, praktis, dan mempunyai efek potensial. Penelitian pengembangan soal ini merupakan penelitian design research tipe development study dengan tahapan preliminary dan formative evaluation. Secara rinci, tahap formative evaluation dibagi lagi menjadi self evaluation, prototyping, dan field test. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian berupa seperangkat soal matematika bilingual (dua bahasa) berbasis mathematical literacy dengan konteks teknik mesin untuk mahasiswa politeknik dengan memiliki kriteria valid, praktis dan mempunyai efek potensial. Soal yang dikembangkan sebanyak 23 butir soal yang dinyatakan valid berdasarkan penilaian validator dari aspek konten, konstruk, dan bahasa, kemudian memiliki kriteria praktis berdasarkan uji coba small group dan butir soal tersebut mempunyai efek potensial yang ditinjau dari analisis hasil jawaban siswa dan angket pada saat field test
THE EFFECTIVENESS OF TEAMS GAMES TOURNAMENT IN BILINGUAL MATHEMATICS LEARNING AGAINTS ACTIVITIES AND LEARNING OUTCOME Lilis Widayanti; Widya Adhariyanty Rahayu
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.897 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.6186

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji teori-teori di bidang yang digelutinya. Teori yang akan diujikan adalah metode Teams Game Tournament (TGT) dalam pembelajaran matematika bilingual. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran kooperatif tipe TGT dalam meningkatkan hasil belajar dan keaktifan berbicara bahasa Inggris pada pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode pra eksperimen dengan subjek penelitian sebanyak 30 mahasiswa program studi teknik informatika. Data penelitian berupa data hasil pretest dan posttest. Untuk mengetahui dan mengetahui kondisi data yang diperoleh, peneliti melakukan perhitungan dengan menggunakan software statistika paket untuk ilmu-ilmu sosial (SPSS). Analisis data dilakukan analisis deskriptif berupa uji normalitas dan uji t sampel berpasangan. Didapatkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe TGT efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan keaktifan berbahasa Inggris siswa. Berdasarkan hasil pretes dan postes, terdapat peningkatan nilai hasil tes dari 59.23 menjadi 83.87. Model pembelajaran kooperatif tipe TGT mampu meningkatkan hasil belajar. Perbedaan persentase keaktifan siswa dalam berbicara bahasa Inggris yang tercatat pada pertemuan kedua dan ketiga menunjukkan peningkatan yang signifikan sebesar 47,41% dan 65,56%. Model pembelajaran kooperatif tipe TGT mampu meningkatkan keaktifan berbicara. Kata kunci: Efektivitas; Hasil belajar; Keaktifan; Pembelajaran kooperatif; Teams Games Tournament. AbstractThe research aims is testing theories in field they are engaged in. The theory that will be tested is Teams Game Tournament (TGT) method in bilingual mathematics learning. Research aims to determine the effectiveness of cooperative learning TGT improving learning outcomes and activeness of English speaking on mathematics learning. Pre-experimental methodology was employed in this study with research subject as many as 30 students in informatics study program. Research data in the form of results data pretest and posttest. To find out the condition of the data obtained, the researchers performed calculations using the statistical software package for the social sciences (SPSS). Analysis of data performed descriptive analysis form of paired-sample t-test. Obtained that cooperative learning type TGT is effective in improve learning outcomes and students’ activeness of English speaking. Based on the result of pretest and posttest, there is an increase in the value of test results from 59.23 to 83.87. The cooperative learning model of TGT is able improving learning outcomes. The difference in percentage of students' activeness recorded at the second and third meetings shows a significant increase of 47.41% and 65.56%. The cooperative learning model of TGT type is able to make speaking activeness increase. Keywords: Activeness; Effectiveness; Learning Outcome; Cooperative Learning; Teams Games Tournament.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN BERBANTU LKPD BERBASIS DISCOVERY LEARNING Mirza Julia Nurcahyani; Sumardi Sumardi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.148 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5765

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan aspek yang penting untuk ditingkatkan dalam pembelajaran matematika. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah adalah dengan menerapkan pembelajaran berbantu LKPD berbasis Discovery Learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan kemampuan pemecahan masalah peserta didik melalui pembelajaran berbantu LKPD berbasis Discovery Learning. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain One Group Pretest Posttes yang digunakan untuk membandingkan tingkat kemampuan pemecahan masalah sebelum dan sesudah perlakuan. Subjek penelitian ini melibatkan peserta didik kelas XI TITL yang terdiri dari 25 orang. Subjek ini akan mendapatkan perlakuan pembelajaran dengan LKPD berbasis Discovery Laerning. Penelitian ini menggunakan instrumen test dan wawancara untuk pengumpulan data. Pengumpulan data test dilakukan 2 kali yaitu tes awal sebelum perlakuan (pretest) dan tes akhir setelah perlakuan (posttest). Analisis data hasil pretest dan posttest ini dilakukan dengan uji t dan normalized gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika berbantu LKPD berbasis Discovery Learning dapat meningkatan kemampuan pemecahan masalah peserta didik sebesar  dengan kategori sedang.Problem solving ability is an important aspect that must be improved in learning mathematics. One effort to improve problem solving ability is to apply Discovery Learning based student worksheets. The purpose of this study was to analyze the improvement of students' problem solving ability through student worksheet assisted learning based on Discovery Learning. This type of research is quantitative with One Group Pretest Posttest design which is used to compare the level of problem solving ability before and after treatment. The subjects of this study involved 25 students of class XI TITL. The subjects of this study will receive learning treatment with student worksheets based on Discovery Learning. This study used test and interview instruments for data collection. The test data collection was carried out 2 times, namely the initial test before treatment (pretest) and the final test after treatment (posttest). Data analysis of pretest and posttest results was carried out using t-test and normalized gain. The results showed that learning mathematics assisted by Discovery Learning based student worksheets could improve students' problem solving abilities by 0.465 in the moderate category.
DESAIN DIDAKTIS UNTUK MENGATASI HAMBATAN BELAJAR PADA KELILING DAN LUAS PERSEGI SERTA PERSEGI PANJANG Rifyan Firdaus; Udin Syaefudin Sa'ud; Andika Arisetyawan
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.861 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5592

Abstract

Penelitian ini didasarkan ketika munculnya hambatan belajar siswa pada konsep keliling dan luas persegi serta persegi panjang. Untuk mengatasi hambatan belajar tersebut maka tujuan pada penelitian ini adalah menyusun dan mengembangkan desain didaktis sesuai dengan alur belajar siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode didactical design research (DDR). Subyek yang terlibat pada penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Serang 11 Kota Serang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah tes, wawancara dan dokumentasi. Pada proses pengembangan desain didaktis dilakukan juga focus group discussion untuk mendapatkan masukan pengetahuan secara teori dan praktik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa desain didaktis memberikan dampak positif terhadap pemahaman siswa serta mengatasi hambatan belajar siswa yang sifatnya ontogenic, epistemological, dan didactical pada konsep keliling dan luas persegi serta persegi panjang. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru dalam mengembangkan desain didaktis pembelajaran matematika di sekolah dasar.
GAYA BELAJAR GURU BERPERAN DALAM MENGAJUKAN THOUGHT-PROVOKING QUESTIONS Agustiani Putri; Abdur Rahman As'ari; Purwanto Purwanto; Sharifah Osman
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.943 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5983

Abstract

Bertanya merupakan salah satu stimulus yang sering diberikan guru di dalam pembelajaran. Pertanyaan yang diajukan guru sangat berpengaruh terhadap level pemikiran siswa. Namun, guru memiliki referensi cara tersendiri untuk dapat menyerap informasi dari masalah numerasi sebelum mengajukan pertanyaan. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya menyelidiki pengaruh gaya belajar guru terhadap cara guru dalam menyerap dan mengolah informasi yang bersumber dari masalah numerasi sebelum mengajukan thought-provoking questions. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif yang dikategorikan ex post facto dengan desain kausal komparatif. Instrumen yang dimanfaatkan dalam penelitian ini berupa kuesioner gaya belajar dan cara guru menyerap informasi sebelum bertanya, serta pedoman wawancara. Subjek dari riset ini berjumlah 72 orang yang berasal dari berbagai sekolah di beberapa daerah. Guru diminta mengisi kuesioner terkait gaya belajar dan cara guru menyerap informasi sebelum bertanya, kemudian guru yang mewakili masing-masing gaya belajar diwawancarai lebih lanjut terkait cara guru mengajukan pertanyaan dan bentuk pertanyaan yang dapat diajukan. Data kuesioner yang telah didapatkan selanjutnya dianalisis menggunakan uji regresi sederhana, sedangkan data wawancara yang telah didapatkan dianalisis secara kualitatif. Riset ini menemukan bahwa guru yang menjadi subjek penelitian ini dominan mempunyai gaya belajar visual. Hasil angket yang telah didistribusikan menunjukkan persentase guru visual sebesar 42%, guru auditori senilai 24%, dan guru kinestetik berjumlah 34%. Hasil dari uji normalitas membuktikan bahwa data yang ada mempunyai distribusi normal dengan nilai signifikansi 0.246 > 0.05, sedangkan uji linearitas memperoleh nilai signifikansinya sebesar 0.467 > 0.05, artinya terdapat hubungan antara gaya belajar dengan cara guru mengajukan thought-provoking questions. Selain itu, uji t menunjukkan bahwa thitung > ttabel yaitu 4.290 > 1.665 dengan nilai signifikansinya 0,000 < 0,05. Dengan demikian, riset ini menemukan bahwa ada pengaruh antara gaya belajar dengan cara guru mengajukan thought-provoking questions. Gaya belajar dinilai mampu memberikan kontribusi terhadap cara guru mengajukan thought-provoking questions yang melalui proses menyerap dan mengolah informasi sebesar 69.2%. 
PENGEMBANGAN LKPD PEMODELAN MATEMATIKA SISWA SMP PADA MATERI ARITMATIKA HARDIAN MEI FAJRI; Yusuf Hartono; Cecil Hiltrimartin
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1139.371 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.6248

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk menghasilkan LKPD pemodelan matematika siswa SMP pada materi aritmatika yang valid, praktis, dan memiliki efek potensial terhadap kemampuan pemodelan matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian design research tipe development study yang terdiri dari dua tahap, yaitu preliminary dan formative evaluation (self-evaluation, expert reviews, one-to-one, small group, dan field test). Siklus pemodelan yang digunakan pada penelitian ini ialah DISUM-proyek. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri 1 Palembang. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif terhadap hasil angket, hasil wawancara, dan hasil tes siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa LKPD yang telah dikembangkan memiliki karakteristik valid berdasarkan hasil expert reviews dan one-to-one, praktis terlihat dari hasil ujicoba small group, serta memiliki efek potensial terhadap kemampuan pemodelan matematika berdasarkan hasil tes siswa setelah dilakukan pembelajaran menggunakan LKPD yang dikembangkan pada tahapan field test. Penilaian hasil tes siswa menunjukan bahwa 93% dengan 62% siswa tergolong kategori sangat baik, 21% siswa tergolong kategori baik, dan 10% siswa tergolong kategori cukup. Hanya 7% yang belum mencapai ketuntasan minimal yang tergolong kedalam kategori kurang.
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL INDUKSI MATEMATIKA Reka Ikraami Kurniawan; Rizky Rosjanuardi; Imam N Albania
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.343 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.6106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika dengan induksi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 2 siswi kelas XI SMA IPA. Subjek Pertama (Siswa A) merupakan siswi di salah satu SMA Negeri di Jakarta dan subjek kedua (Siswa B) merupakan siswi di salah satu Homeschooling di Jakarta. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan pembuktian dengan induksi matematika, hal ini terlihat dari kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan permasalahan dengan induksi matematika. Kesalahan tersebut adalah kesalahan konsep dan kesalahan operasi aljabar. Kesalahan konsep yang dilakukan adalah siswa tidak memahami makna “n” dalam induksi matematika. Siswa terbiasa menyelesaikan soal induksi matematika yang dimulai dari basis induksi n = 1. Selanjutnya pada tahap P(k+1), kesalahan konsep yang dilakukan adalah siswa tidak memahami maksud “k+1”. Siswa melupakan tahap n = k saat menyelesaikan P(k+1) sehingga dalam menyelesaikan pembuktian tidak diperoleh hasil yang benar. Kesalahan operasi terjadi saat proses pembuktian dengan induksi. Pada tahap P(k+1), siswa mengalami kesulitan dalam pengoperasian bentuk aljabar. Kesalahan ini terjadi karena siswa belum memahami materi operasi bentuk aljabar dengan baik. This study aims to describe students' difficulties in solving mathematical problems by induction. This research uses a case study research type with a qualitative approach. The subjects of this study were 2 students of class XI SMA IPA. The first subject (Student A) is a student at a public high school in Jakarta and the second subject (Student B) is a student at a Homeschool in Jakarta. The research instruments used were tests and interviews. The results showed that students still had difficulties in completing the proof by mathematical induction, this could be seen from the mistakes made by students in solving problems with mathematical induction. These errors are conceptual errors and algebraic operations errors. The conceptual error made is that students do not understand the meaning of "n" in mathematical induction. Students are accustomed to solving mathematical induction problems starting from basic induction n = 1. Then at the P(k+1) stage, the conceptual error made is that students do not understand "k+1". Students forget the step n = k when completing P(k+1) so that in the completion they do not get the correct result. operating errors that occur during the inspection process by induction. At stage P(k+1), students have difficulty operating algebraic forms. This error occurs because students do not understand the material of algebraic operations well.
PENGEMBANGAN SOAL LITERASI MATEMATIKA KONTEKS BUDAYA MINANGKABAU UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MATEMATIKA SISWA Isnaniah Isnaniah; M. Imamuddin
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.698 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5985

Abstract

Pembelajaran lebih mudah oleh siswa apabila materi disajikan dengan menggunakan konteks kehidupan sehari-hari siswa. Penggunaan konteks membantu siswa dalam penguasaan literasi matematika. Salah satu konteks yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika adalah budaya Minangkabau. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan soal literasi matematika konteks budaya Minangkabau yang berkriteria valid, praktis dan efektif/memiliki efek potensial. Jenis penelitian ini adalah Development Research dengan menggunakan tahapan pendahuluan dan evaluasi formatif ( expert-review, one to one, and small-group ), dan field-test .Pengembangan soal ini dilakukan di kelas IXB MTsN 7 Agam dengan jumlah siswa 30 orang. Instrumen yang digunakan antara lain lembar validasi, angket, dan tes. Lembar validasi diisi oleh ahli, angket dan tes diisi oleh siswa. Hasil penelitian pengembangan memperoleh data validitas sebesar 87.5 dengan Kriteria sangat valid, kepraktisan mencapai 88.9 dengan kriteria sangat praktis, dan efektif/memiliki efek potensial. Efek yang dikembangkan adalah memiliki manfaat yang tinggi untuk siswa karena dapat memotivasi dan meningkatkan potensi literasi matematika siswa It is easier for students to learn mathematics if the material is presented using their daily context. The use of context helps students master mathematical literacy. One of the contexts that can be used in learning mathematics is the Minangkabau culture. The purpose of this study is to develop mathematical literacy questions using the Minangkabau cultural context with valid, practical, and effective criteria/potential effects. This research is Development Research using preliminary and formative evaluation stages (expert-review, one to one, and small-group), and field-test. The developed mathematical literacy question were carried out in class IXB of MTsN 7 Agam with 30 students. The instruments used include validation sheets, questionnaires, and tests. Validation sheets were filled out by experts while questionnaires and tests were filled out by students. The results of the development research obtained data on the validity of 87.5 with very valid criteria, practicality of 88.9 with very practical criteria, and effective/potential effects. The questions developed are highly beneficial for students because they are able to motivate and improve students' mathematical literacy.

Page 95 of 153 | Total Record : 1528