cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 14, No 2 (2013): SEPTEMBER 2013" : 11 Documents clear
OPTIMASI SUHU WAKTU DAN JUMLAH DEHIDRATOR P2O5 UNTUK MEDEHIDRASI RISINOLEAT CASTOR OIL MENJADI ASAM LINOLEAT TERKONJUGASI Sitorus, Marham; Sutiani, Ani
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 14, No 2 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan optimasi suhu,waktu dan jumlah dehidrator P2O5 optimal untuk mendehidrasi castor oil menjadi Asam Linoleat Terkonjugasi. Reaksi dilakukan dengan cara refluks dengan memvariasi salah satu faktor dengan dua faktor yang lain tetap. Analisis hasil dilakukan dengan kombinasi alat GC dan GC-MS yang dibandingkan dengan standar maka kondisi optimal adalah: suhu 200oC, waktu 4 jam dan 3%(b/b) P2O5. Konversi (yield) yang diperoleh pada suhu optimal adalah 97,94%.
KAJIAN AKTIFITAS IMMUNOMODULATOR EKSTRAK DAUN BANGUN BANGUN (Coleus amboinicus L.) PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergivus L.) Silitonga, Melva; Silitonga, Pasar Maulim
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 14, No 2 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana keterlibatan ekstrak air daun bangun-bangun (Coleus amboinicus Lour) dalam menstimulir tubuh untuk meningkatkan imunitas terhadap antigen spesifik. Penelitian ini mengkaji tentang jumlah total leukosit IgG dan gambaran Histologi limpa. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dosis ekstrak air daun bangunbangun ( EADB) terdiri dari 3 taraf yaitu 0.0, 19.0, dan 31,5 gr /kg BB. Digunakan dua puluh empat ekor tikus putih (Rattus norvegicus) umur 2,5 - 3 bulan dengan berat badan rata-rata 140-200 gram. Kelompok A sebagai plasebo diberi aquadest 19,0 g/Kg BB per oral tiap hari. Kelompok B dan C diberi ekstrak air daun bangun-bangun 15% dengan dosis 19,0 dan 31,5g/kg BB , kelompok D dan E diberi ekstrak air daun bangun-bangun 15% dengan dosis 19,0 dan 31,5g/kg BB ditambah DPT, sedang kelompok F diberi aquadest 19,0 g/Kg BB tiap hari dan DPT. Masa pemberian perlakuan adalah 30 hari. Selama pemeliharaan dan perlakuan diberi makan dan minum ad libitum. Pada hari ke 31, dilakukan dekapitasi leher untuk mengambil darah bagi analisis TLC, IgG, dan histopatologi limfa. Analisis TLC, dilakukan dengan menggunakan alat ABX 70, uji spesifitas IgG secara kuantitatif dengan metode enzym liked immunosorbent assay ( ELISA) menggunakan IgG Kit ( Sigma), sedang preparat histologi dilakukan dengan pewarnaan hematoksilin-eosin. Antigen yang diberikan adalah vaksin DPT. Suntikan DPT ini dilakukan satu dan dua minggu sebelum pengambilan darah. Hasil penelitian menunjukkan Ekstrak air daun bangunbangun meningkatkan jumlah total leukosit pada tikus secara sangat signifikan (α < 0.01). Kadar IgG pada tikus yang diberi Ekstrak air daun bangunbangun lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol (α < 0.05). Gambaran histologi organ limfa pada tikus yang diberi ekstrak daun bangunbangun semuanya dalam keadaan normal, akan tetapi limpa tikus yang diberi DPT tanpa ekstrak mengalami pelebaran dalam ukuran follikel.
PENENTUAN INDEKS BANJIR SEBAGAI PERINGATAN SIAGA BERDASARKAN ANALISIS DEBIT PADA SUNGAI ASAHAN Harahap, Rumilla
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 14, No 2 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir yang sering terjadi di sungai Asahan merupakan salah satu kejadian hidrologi. Penelitian ini dilakukan melalui data primer dan data sekunder. Data primer mencakupi survei sekitar sungai Asahan dan peninjauan lapangan terhadap karakteristik sungai Asahan. Data sekunder meliputi data dari instansi terkait seperti data curah hujan, data debit, kemudian dianalisa. Selanjutnya perhitungan debit banjir menggunakan metode Rasional, Nakayasu, dan perhitungan muka banjir di hilir juga menggunakan kombinasi dari metode HEC-RAS. Adapun judul penelitian ini adalah “Penentuan Indeks Banjir Sebagai Peringatan Siaga Berdasarkan Analisis Debit Pada sungai Asahan  ”. Tujuan penelitian adalah dapat mengetahui indeks banjir pada sungai Asahan, dapat mengetahui  analisa hujan untuk pemanfaatan sungai Asahan yang berkelanjutan. Mengetahui indeks banjir sebagai peringatan siaga berdasarkan analisis debit  . Asahan tengah maka debit banjir kala ulang 2 tahunan A = 51,03 km² adalah 30,348 m³/dt jam ke 4 dan Asahan hilir maka debit banjir kala ulang 2 tahunan A = 34,22 km2adalah sebesar 20,351 m³/dt jam ke 4. indeks luas genangan di hilir  rerata didapat sebesar 1,01 dan indeks banjir di hilir rerata didapat sebesar 0.33. Perhitungan Debit Banjir Rancangan Periode Ulang 2 Tahunan  A = 178,51 km², L = 49 km pada daerah hilir debit banjir maksimum terdapat pada jam ke 8 sebesar 401,968 m3/dtk sedangkan mulai kenaikan pada jam ke 2 sebesar 13,226 m3/dt. Dengan banjir tersebut dapat ditentukan  sebagai peringatan Siaga. Dengan  Penentuan Indeks Banjir Sebagai Peringatan Siaga  maka dapat dipetakan jika di wilayah tersebut terjadi banjir.
PENGEMBANGAN MODEL KONSTRUKSI BANGUNAN TRADISIONAL DI SUMATERA UTARA SEBAGAI PANDUAN PERANCANGAN RUMAH TINGGAL BERBASIS ETNIS SUMATERA UTARA A.Luthan, Putri Lynna; Nasution, Irma Novrianty; Alvan, Syahreza; Jeumpa, Kemala
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 14, No 2 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya keinginan masyarakat untuk mendirikan rumah tinggal berbasis etnis dalam bentuk dan cara yang lebih baru merupakan faktor yang menjadi prioritas utama dalam kelangsungan pelestarian kebudayaan tradisional. Permasalahan yang ditemui adalah a) banyak ditemui bangunan ditingkat daerah yang menggunakan unsur-unsur etnis, namun rancangan bangunan yang dibuat tanpa panduan yang baku, b)banyak ditemui rumah tinggal yang masih mempertahankan nilai-nilai budaya etnis dengan alasan tertentu, namun dikhawatirkan pengembangannya akan semakin tidak terarah. Dari permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian dengan tujuan membuat peta konsep bangunan tradisional etnis Mandailing dan Melayu yang akan dipergunakan dalam membuat model perancangan konstruksi rumah tinggal berbasis etnis. Hasil penelitian yang dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan observasi langsung bahwa,a) bentuk bangunan tradisional etnis Mandailing dan Melayu adalah rumah panggung, b) bentuk denah dan pola susunan ruang persegi dengan orientasi kanan-kiri atau depan-belakang,c) ditemui ruang-ruang tambahan yang permanen sebagai kebutuhan baru dalam berhuni,d) bangunan terdiri dari susunan tiang-tiang tinggi jauh diatas muka tanah, dan perpaduan sistem konstruksi tradisional dan kekinian,e) bentuk ragam hias pada elemen-elemen bangunan terdapat pada tiang, atap, pagar serambi, pintu dan jendela,f) pemilihan material bersifat alami dan kayu dikombinasikan dengan material yang praktis dan mudah diperoleh pada saat ini, demi kelangsungan bangunan,g) sistem teknologi pada pondasi, tiang-balok, dan sambungan-sambungan atap adalah perpaduan teknik membangun secara tradisional dan kekinian,h) pola hidup dan kebutuhan masyarakat petani memiliki kebutuhan yang berbeda dengan masyarakat pelaut, di Mandailing dijumpai rumah dilengkapi lumbung padi dan balai adat, tidak demikian dengan Melayu, i) lokasi, orientasi rumah, dan bentuk atap merupakan pemahaman masyarakat etnis terhadap iklim, cuaca, tanggapan terhadap bencana, dan sosial masyarakatnya,j) ukuran dan besaran yang digunakan dalam parameter tradisional bersifat magis dan ditentukan secara bersama-sama dalam suatu upacara yang sakral.
KONVERSI MEFA DEDAK PADI MENJADI BIOGASOLINE MELALUI PROSES CATALYTIC CRACKING DENGAN KATALIS ZEOLIT ALAM TEREMBANKAN LOGAM Ni Sihombing, Junifa Layla; midi, Jas; malis, Nur; Pulungan, Ahmad Nasir
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 14, No 2 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dedak Padi sebagai hasil samping penggilangan gabah padi mengandung minyak yang tidak dapat digunakan sebagai bahan pangan, memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai renewable resources.Konversi minyak dedak padi menjadi biogasolinedilakukan melalui reaksi Catalytic CrcakingMEFA dedak padi dengan katalis zeolit. Zeolit alam diperoleh dari Sarulla, diaktivasi dengan metode pengasaman. Aktivasi zeolit alam (ZS) dilakukan dengan refluks HCl 3M pada suhu 90oC selama 30 menit, dilanjutkan kalsinasi dengan metode aliran gas Nitrogen selama 2 jampada temperatur 500oC (diperoleh Katalis ZAS). Impregnasi logam Ni  pada ZAS dengan metode refluks, dilanjutkan proses kalsinasi dan oksidasi dengan aliran gas O2 pada temperatur 500OC selama 2 jam (diperoleh katalis NiO/ZAS,). Karakterisasi katalis meliputi Spektroskopi IR, X-ray diffraction (XRD) dan luas permukaan spesifik katalis dengan BET. Uji aktivitas katalis pada proses catalyticcracking MEFA dedak padi, dilakukan dengan menggunakan reaktor sistem flow jenis fixed bed, pada variasi temperatur350OC, 400OC, dan 450OC  selama 1 jam, konsentrasi katalis yang digunakan 1% (b/b). Produk bahan bakar cair yang diperoleh dianalisis dengan GC.Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa aktivasi zeolit alam dengan pengasaman HCl menyebabkan terjadinya dealuminasi dan peningkatan kristanilitas pada katalis ZAS. Impregnasi  oksida logam Ni secara umum menurunkan intensitas puncak pita utama (kristanilitas) pada katalis NiO/ZAS. Hasil Karakterisasi menunjukkan, sampel ZAS, NiO/ZAS, memiliki luas permukaan berturut-turut 14,845 m2 /g dan 12,273 m2 /g. Konversi produk cair katalis ZAS sebesar 68,18% dan NiO/ZAS sebesar 69,17% masing-masing pada temperatur 450oC. Selektivitas tertinggi terdapat pada katalis NiO/ZAS sebesar 49,45 % terhadap fraksi bensin dan 50,05%fraksi  diesel,sedangkan katalis ZAS sebesar 38,58 % fraksi bensin dan fraksi Diesel 60,73%.
PENGARUH EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata) SEBAGAI IMMUNOSTIMULAN TERHADAP TITER ANTIBODI DAN LEUKOSIT PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) Restuati, Martina
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 14, No 2 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirsak (Annona muricata) terhadap jumlah hitung dan  jenis leukosit  serta kadar imunoglobulin M pada tikus putih (Rattus norvegicus).), dengan sampel yang digunakan  sebanyak 24 ekor Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan empat perlakuan masing-masing diberi enam ulangan. Perlakuan yang dilakukan pada tikus putih adalah kelompok A0 sebagai kontrol diberi 0,5 ml aquadest  per oral tiap hari. Kelompok A1 250 mg ekstrak etanol daun sirsak /kg BB tanpa SRBC,  kelompok A2 250 mg ekstrak etanol daun sirsak/kg BB + 0,1 SRBC dan kelompok A3 0,1 ml SRBC. Dilakukan selama 30 hari dan pemberian SRBC dilakukan pada hari ke 8 dan ke 15. Parameter yang diamati adalah  hitung jenis leukosit dan titer antibodi. Selanjutnya dianalisis dengan Anava dan dilanjutkan dengan uji BNT. Ekstrak etanol sirsak  memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan jumlah agranulosit leukosit jenis  limfosit pada tikus putih. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan ANAVA satu jalur diperoleh F hitung = 4,3 lebih besar dari F tabel (0,05) =3,10 dan lebih kecil dari F tabel (0,01) = 4,94. Hal ini menunjukkan ekstrak etanol daun sirsak berpengaruh dalam peningkatan imunostimulan dan hitung jenis leukosit serta dapat meningkatkan imunitas humoral melalui peningkatan kadar titer antibodi. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan ANAVA satu jalur diperoleh F hitung = 3,20  lebih besar dari F tabel (0,05) =3,10 dan lebih kecil dari F tabel (0,01) = 4,94. Hal ini menunjukkan bahwa  ada pengaruh pemberian ekstrak etanol sirsak terhadap peningkatan jumlah granulosit (jenis leukosit lainnya) pada tikus putih.
SISTEM PENJADWALAN KULIAH DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA Simamora, Purwanto; ., Tulus; Batubara, Fakhruddin R.
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 14, No 2 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Course scheduling is process of placing courses into available time-and classroom slots. As number of course activities and requirement needed increase, the solution to scheduling problem become more complicated. In order to get a good course scheduling, there are some important components such as lecturer, subject, student, curriculum, classroom and time. The limitation of rooms and time is often become a problem in making the course scheduling. The addition number of the students and the subjects due to the application of the new curriculum, and the other activity in university give the effects the using of times and rooms. Course scheduling systems which is adaptable in every changing that happened. The course scheduling must be able to overcome the limitation of each component such as the number of the lecturer, times and rooms. This research uses two methods in making the course scheduling which are by using the scheduling algorithm and without using the scheduling algorithm. These two methods will be combined into the genetic algorithm in order to get a course scheduling which can reduce the problem in the availability of rooms and times.             The research result shows without using the schedule algorithm these are 2 faults appear in the time schedule and the minimum number of room which used is 9 rooms and converged in the 127th generation. But, by using the schedule algorithm the number of the fault is no longer appear, the using of the room becomes 8 rooms and converget in the 85th generation. It is concluded that making the course scheduling by combining the schedule algorithm and genetic algorithm is a right method in reducing the time fault and minimizing the using of the room.
GROWTH AND CHARACTERIZATION OF ZnS NANOPARTICLE ., Motlan; Sirait, Makmur
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 14, No 2 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ZnS nanoparticle has been syntesized from zinc asetat and thiorea 0.2 M using copresipitation method. The structure of the ZnS nanoparticle are wurtzite with hexagonal and blende (sphalerit) with cubic shape with average size of 39.56 nm. The elements of the ZnS measuring using EDS it was found that Zn has a mass of sebesar 52.20% with disperse energy of 8.630 keV and S element of 18.92% with disperse energy of 2.307 keV
RANCANG BANGUN SENSOR KIMIA SEBAGAI INSTRUMEN ANALISIS DALAM DETEKSI SPEKTROFOTOMETRI UNTUK PENENTUAN PENGAWET NITRIT Sinaga, Marudut; Sihombing, Kawan; Saputra, Agam; Hakim, Lukman; Situmorang, Manihar
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 14, No 2 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian rancang bangun sensor kimia sebagai instrumen analisis dalam deteksi spektrofotometri untuk penentuan pengawet nitrit bertujuan untuk mendapatkan instrumen analisis yang memiliki daya analisis akurat, selektif, sensitif, cepat dan sederhana untuk penentuan pengawet nitrit. Penelitian dilakukan terdiri atas pembuatan matriks polityramin pada permukaan plastik transparan, mengimobilasi senyawa aktif asam sulfanilat di dalam polymer sehingga menjadi bahan aktif sensor, dan diintegrasikan pada detektor spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah awal pembuatan sensor kimia untuk penentuan senyawa nitrit telah berhasil dilakukan. Polityramin berbentuk polimer yang transparan dan dapat dipergunakan untuk mengikat senyawa aktif yang memberi respon pada nitrit diintegrasikan dengan deteksi spektrofotometri UV-Vis. Sensor kimia menunjukkan linearitas yang cukup baik, yaitu berada pada skala konsentrasi 0,1-10 ppm, dan batas deteksi berada pada 0,1 ppm nitrit.
SINTESIS IONOFOR SEBAGAI BAHAN AKTIF ION SELEKTIF ELEKTRODA (ISE) UNTUK ANALISIS PENENTUAN ION LOGAM BERAT DI DALAM SAMPEL LINGKUNGAN Purba, Jamalum; Sibuea, Gorat Viktor; Tarigan, Miska Likasina; Fonica, Arini; Situmorang, Manihar
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 14, No 2 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sintesis senyawa ionofor turunan azacrown untuk mendapatkan senyawa aktif yang yang dapat dipergunakan sebagai komponen sensor dalam ion selektif elektroda (ISE) dijelaskan dalam tulisan ini. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan ionofor 7,16-Dithenoyl-1,4,10,13-tetraoxa-7,16-diazacyclooctadecane (DTODC) yang menjadi komponen aktif di dalam membran elektroda ion selektif penentuan merkuri sebagai langkah untuk menghasilkan instrumen analisis yang memiliki daya analisis akurat, cepat, selektif, sedehana untuk penentuan ion merkuri. Sintesis DTODC dilakukan melalui reaksi adisi terhadap senyawa dasar senyawa 1,4,10,13-tetraoksa-7,16 diazosiklooktadecana (DC). Dari sebanyak 0,2406 gram DC diperoleh sebanyak 0,456 gram DTODC berwarna putih, dengan rendemen 93,63%. Membran PVC mengandung DTODC terlah berhasil dicetak menjadi membrane ISE berwarna bening dan kenyal dan dibuat menjadi membran elektroda ion selektif penentuan merkuri (ISE-Hg).

Page 1 of 2 | Total Record : 11