cover
Contact Name
Surjono
Contact Email
surjono@ub.ac.id
Phone
+62817381534
Journal Mail Official
tatakota@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Perencanaan WIlayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono No. 167 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Kota dan Daerah
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2338168X     EISSN : 26865742     DOI : 10.21776/ub.takoda
Jurnal Tata Kota dan Daerah (TAKODA) is an Indonesian journal, peer-reviewed publication of original research and review article covering new concepts, theories, methods, and techniques related to urban and regional planning. The journal will cover, but is not limited to, the following topics: Urban planning and design Environment and settlement Regional planning and development Rural studies Disaster management Transportation planning
Articles 206 Documents
Pengembangan Paket Wisata Di Kota Ternate Karim, Taufik Z.; Hasyim, Abdul Wahid; Meidiana, Christia
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the current era of regional autonomy, tourism is one of the key sectors of a region’s economy development, as each local government is required to develop and to utilize its natural resources, namely tourism sector, in order to increase its local revenue to improve the welfare of its society. Despite having diverse tourism attraction potentials including historical, cultural, natural, and artificial tourist attractions, the city of Ternate has not developed its potential prevalently. The purpose of this study is therefore to identify potential tourist attraction, to arrange clusters of the potentials based on their common attraction characteristics, and to develop a tourism package formulation strategy in Ternate. The analytical methods used were descriptive analysis on the characteristics of Ternate’s tourism potential, and quantitative analysis including cluster analysis to arrange tourism clusters, travel time analysis, and tour package price calculations. The results showed that the tourism attractions in Ternate could be classified into three different clusters based on their shared values. The first cluster consists of palace of Sultan of Ternate, Sulamadaha Beach, BobaneIci, Legu Gam Festival, and the Festival of Kora-kora. Cluster II includes Oranje Fort, Kalamata Fort, St. Paulo Fort, Tolucco Fort, St W Church, ThianHou Temple King, Resident Bridge, Grave of Sultan Badaruddin II, Batu Angus, Tolire Lake, and Laguna Lake. Finally, Cluster III includes Kastela Fort, Grave of Sultan Babullah, KedatonIci, Kastela Beach, Tabanga Beach, Ake Rica, CengkehAfo, and Gamalama Tracking. Moreover, the study proposed three tour packages: two recreational and cultural package and one cultural and adventural package. Keywords: tour route, tour packages, analysis cluster
Preferensi Lokasi Industri Menengah Di Wilayah Kabupaten Malang Noor, Raffli; Marsoyo, Agam; Pramono, R. Widodo Dwi
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2018.010.01.1

Abstract

Location is one of the important factors for economic activity including industrial activities. Therefore, the determination of industrial site must consider the factors that influence the location. The purpose of this study is to know the spatial distribution pattern of medium industries and to measure the influence of geographical factors (raw materials, human capital, market, transportation, and utility) to medium industries location preference in Malang Regency. The method used in this research is deductive method with quantitative analysis. To know the pattern of spatial distribution of medium industries, this research used Moran's I Index analysis, while to measure the influence of geographical factor to medium industries location preference, it used discriminant statistical analysis. The result of analysis using Moran's I Index states that spatial distribution pattern of medium industries is spread randomly. Factors affecting the preferences of medium-sized industrial sites to be close to the road or far from the road based on discriminant statistical analysis results are; (i) the distance between the source of raw materials and the industrial site; (ii) distance of workforce with industrial site; (iii) distance of industrial site with utility; (iv) market distance with industrial site; and (v) the distance of the industrial site to the owner's home. The most influential factor is the distance of industrial site with the house of the industry’s owner and the distance of industrial site with utility because it has the biggest function coefficient value.Keywords: location preferences, intermediate industries, geographic factors.
Guna Lahan di Kawasan Sekitar Bandar Udara Mutiara Kota Palu Pratomo, Rahmat Aris; Kurniawan, Eddi Basuki; Prayitno, Gunawan
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi perkembangan lahan terbangun di kawasan sekitar Bandar Udara Mutiara terutama pada jalur yang sejajar dengan daerah landasan pacu sebagai area lepas landas maupun jalur pendaratan pesawat di Bandar Udara Mutiara semakin meningkat hingga kini. Kawasan tersebut berkembang menjadi sebuah kawasan dengan kepadatan bangunan yang cukup tinggi sehingga dapat mengganggu keselamatan penerbangan. Belum adanya dokumen yang mengatur secara khusus guna lahan kawasan sekitar bandara akan menimbulkan kesemerawutan perkembangan kota. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah dengan mendeskripsikan karakteristik fisik dan perkembangan guna lahan di wilayah studi dari tahun 1998 hingga tahun 2008 yang merupakan tahun awal realisasi pengembangan Bandar Udara Mutiara, mengetahui kemampuan lahan di wilayah studi sebagai salah satu acuan pengembangan kawasan terbangun di wilayah studi, mengetahui dampak aktivitas penerbangan terhadap lingkungan di sekitar Bandara Udara Mutiara yang meliputi batasan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) dan batasan Kawasan Kebisingan. Hasil akhir dari studi ini berupa guna lahan di kawasan sekitar Bandar Udara Mutiara.Kata kunci : guna lahan, Bandar Udara Mutiara
Elemen Pembentuk Permukiman Tradisional Kampung Naga Fairuzahira, Syavana; Rukmi, Wara Indira; Sari, Kartika Eka
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2020.012.01.3

Abstract

Permukiman tradisional merupakan permukiman yang masih menjaga tradisi, budaya, adat-istiadatnya. Elemen-elemen ekistik adalah elemen yang membentuk suatu permukiman, yang merupakan hasil interaksi antara manusia dengan lingkungannya. Kampung Naga yang merupakan salah satu permukiman tradisional di Jawa Barat yang masih bertahan hingga kini, terbentuk dari elemen ekistik. Pada penelitian ini, peneliti mengidentifikasi elemen pembentuk permukiman dari Doxiadis (1968) yang terdapat di permukiman tradisional Kampung Naga. Metode penelitian adalah deskriptif-eksplanatif dengan metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis behaviour mapping. Variabel penelitian ini adalah elemen ekistik yang terdiri dari fisik alam, manusia dan masyarakat, bangunan, dan jaringan. Hasil penelitian ini diketahui bahwa di dalam permukiman tradisional Kampung Naga, seluruh elemen pembentuk permukiman permukiman memiliki sifat timbal balik, dari elemen manusia dan masyarakat dengan elemen lainnya.
Pemanfaatan Bioreaktor Mini Sebagai Alternatif Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Kelurahan Majahlega Kota Bandung Wittesa, Chigara; Sutikno, Fauzul Rizal; Anggraeni, Mustika
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The growth rate of population increase will be directly proportional to the increase in waste disposal. Increasing the volume of waste that is not followed by proper management can pose problems in handling waste. Bio Reactor Mini is one of the waste processing technology to reduce the volume of waste disposed to the landfills. This study aims to identify the operational performance of waste management on Bio Reactor Mini in Kelurahan Manjahlega Bandung City using Bio Reactor Mini erformance analysis, level of community participation analysis, institutional analysis, and level of community satisfaction using Important Performance Analysis (IPA). Based on the analysis of compliance with SNI 3242:2008, known that waste management using Bio Reactor Mini in Kelurahan Manjahlega obtain classification scores 20 are classified as Fit Waste Processing Standard In Settlement. Based on participatory analysis, derived categories partnership and co-learning. Based on the result of IPA, obtained by variable levels of perceived low community satisfaction. The result of this research is the recommendation about improvement Bio Reactor Mini performance, which consist of community participation,institutional, waste management system, so that the Bio Reactor Mini can be a system of community-based waste management.Keywords: Waste Management, Bio Reactor Mini, Community Participation
Kajian Kondisi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Di Kelurahan Lai Lai Bisi Kopan (LLBK) Kota Kupang Lay, Yermias Elvis; Effendi, Jauhari; Ramang, Ruslan
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Open green spaces for urban people who live in city is something that cannot be separated with their lives. The importance of open green spaces could support the aesthetic value and beauty open green spaces and also provide a cooler micro-climate by maintaining the balance of oxygen and carbon dioxide, reducing pollutants and help maintain availability of ground water. Based on the existing problems, the researcher tries to analyze how the conditions of the existing open green spaces in the LLBK Village Kupang today, and how the concept of green spaces planning is needed in the LLBK Village Kupang. The research is conducted in the LLBK Village for four months from August to December 2013. Data collecting techniques used in this study is field observation to obtain secondary data and primary data, while the data analysis techniques used in this study is a descriptive analysis under the qualitative paradigm. The result of the analysis showed the arrangement of open green spaces in LLBK village faces a number of problems due to the LLBK village as economic/trading center, coastal areas, the old town and cultural heritage. The development of facilities and infrastructure needs resulting in an area of open green space that is difficult to develop. Based on the results of observations, it is known that there is open green space at LLBK consists of Kopan coastal city park, open parking in Siliwangi road, coastal border, and a roof garden with a total area of 0.74 ha reaches 6.38% or urban at the total of LLBK area of 11.6 hectares or 116,000 m 2 . The concept of open green spaces planning in LLBK is analyzed based on the following components: 1) The principle of the physical environment that includes vegetation, soil, and water. 2) The principle ingredients include: pedestrian, vehicle lanes, parking lots, building support, signs (signage), open space, landscape equipment, network utilities. 3) Management Principles and Design include: construction of protection, utility management. While the type of open green spaces can be developed consisting of public open green spaces (city park, coastal town, open road parking Siliwangi, coastal border) and private open green spaces (courtyard house, roof garden, office) to improve environmental quality in the area as well as contributing collectively to open green spaces.Keywords: open green spaces, old city.
Evaluasi Dan Potensi Pengoperasian Bus Sekolah (Studi Kasus : Bus Halokes Kota Malang) Prasetyo, Tony; Djakfar, Ludfi; Abusini, Sobri
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang merupakan kota dengan kepadatan penduduk yang tinggi mencapai 8.129 jiwa/km 2 . Selain sebagai kota wisata, kota Malang juga dikenal sebagai kota pendidikan. Tingginya kepadatan penduduk Kota Malang sejalan dengan beragamnya aktifitas yang ada menyebabkan terjadinya kemacetan di Kota Malang. Untuk mengurangi kemacetan dan membantu pelajar mengurangi penggunaan kendraan pribadi, pemerintah Kota Malang menyediakan bus sekolah gratis bagi para pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk Evaluasi kinerja bus sekolah menggunakan metode Analisis Deskriptif serta analisis biaya operasional kendaraan serta metode SWOT untuk mengetahui kinerja dan strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja operasional kendaraan cukup baik dengan nilai load factor kurang dari 1 per segmen dengan kecepatan perjalanan ratarata 40 km/jam dan waktu tempuh 40-60 menit. Waktu pelayanan 2 kali yakni berangkat dan pulang sekolah dengan waktu tunggu penumpang antara 5 sampai 10 menit. Sementara itu hasil perhitungan BOK adalah Rp 145.579,- per hari yang disubsidi pemerintah. Berdasarkan persepsi pengguna bus sekolah kenyamanan, keamanan dan keandalan adalah faktor yang dirasa paling penting. Berdasarkan hasil perhitungan SWOT, strategi pegembangan terdapat pada ruang A yaitu rapid growth strategy yakni strategi pertumbuhan cepat dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada.Kata Kunci : Bus sekolah, kinerja operasional, BOK, SWOT, strategi pengembangan
KESESUAIAN PROGRAM PENGELOLAAN DALAM MENGATASI PERMASALAHAN AIR PERKOTAAN DI KOTA SURAKARTA Wardhani, Jayanti Kusuma; Rahayu, Paramita; Rini, Erma Fitria
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2019.011.01.4

Abstract

Air perkotaan sangat penting dalam menunjang aktivitas masyarakat perkotaan. Keberadaan airperkotaan semakin langka dikarenakan semakin tingginya pertambahan penduduk yang menyebabkan kebutuhan akan air juga meningkat serta aktivitas perkotaan yang semakin intensif. Permasalahan-permasalahan mengenai air perkotaan terjadi hampir di seluruh kota yang ada di Indonesia, tak terkecuali terjadi juga di Kota Surakarta. Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, diperlukan kesesuaian program pengelolaan air perkotaan dalam mengatasi permasalahan-permasalahan air perkotaan di Kota Surakarta. Berdasarkan hasil analisis triangulasi sumber data yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa program yang dilakukan telah mengarah pada penyelesaian permasalahan air perkotaan yang ada di Kota Surakarta. Tetapi tidak semua permasalahan air perkotaan tersebut dapat teratasi. Terdapat permasalahan air perkotaan yang saat ini masih belum teratasi yaitu mengenai hal kelangkaan air, karena belum adanya program yang dibuat. Selain itu terdapat pula permasalahan yang masih jauh dalam penyelesaiannya karena terkendala dalam hal pendanaan. Program yang dibuat dirasa sudah cukup mampu sedikit demi sedikit untuk menanggulangi permasalahan air perkotaan yang ada, ini dibuktikan dengan program yang dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan serta adanya pengecekan dan monitoring dan telah melibatkan seluruh stakeholder.
Aspek Sains Arsitektur pada Prinsip Feng Shui Faisal, Muhammad
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Feng Shui berarti “angin dan air”, digambarkan sebagai seni mencapai keseimbangan hidup antara manusia dengan lingkungan untuk memperoleh kesehatan, rezeki serta kebahagiaan. Penerapan Feng Shui pada rumah tinggal, terkait dengan Sains Arsitektur pada aspek termal. Melalui penelitian bersifat eksploratif membahas keterkaitan penerapan Feng Shui dan Sains Arsitektur serta kontribusinya pada kinerja termal rumah tinggal, dengan studi kasus Perumahan YKP Rungkut Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Feng Shui, terdapat dua komponen disain termal yang signifikan mempengaruhi kinerja termal pada obyek studi kasus. Variabel tersebut adalah dimensi terluas permukaan bangunan dan orientasi bukaan terhadap arah datangnya angin.Kata kunci: Feng Shui, Aspek Arsitektur, Termal
Kajian Potensi Pariwisata Perkotaan di Kota Malang Berdasarkan Stakeholder Mirajanatin, Herlinda Pramesvari; Sutikno, Fauzul Rizal; Sari, Nindya
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Role of stakeholders toward the development of tourism in Malang is not only to take decision for the tourism policy but also to manage the attraction of tourism in Malang. The problems being encountered are the number of tourists which is unstable, and also some existing tourism potencies which are managed inattentively. But then, Malang still has an urban tourism which needs role of stakeholders to manage the tourism. Therefore, it is conducted a study which aims to identify the strategy of urban tourism in Malang based on stakeholders. Analysis method of the study consists of overlaying the tourism sites, determining the evaluation criteria using Analytical Hierarchy Process; finding out several alternatives using SWOT and IFAS-EFAS, evaluating the alternatives using policy criteria recommendation, and deciding the alternatives using Goeller Scorecard. Based on the result of the study, the tourism strategies of Malang based on stakeholders can be formulated become: (a) to socialize the policy of every tourism attraction; (b) to determine the job division clearly between government and private enterprise; (c) to intertwine tourism attraction through holding events; (d) to develop the attraction with travel package tours, festivals, and fairs; (e) to improve and to keep facilities on every tourism places; (f) to allocate public transportation for the tour transportation (g) to increase the number of tourists by improving the quality of urban tourism; (h) to hold promotions using various media.Keywords: Tourism, Stakeholders.