cover
Contact Name
Surjono
Contact Email
surjono@ub.ac.id
Phone
+62817381534
Journal Mail Official
tatakota@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Perencanaan WIlayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono No. 167 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Kota dan Daerah
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2338168X     EISSN : 26865742     DOI : 10.21776/ub.takoda
Jurnal Tata Kota dan Daerah (TAKODA) is an Indonesian journal, peer-reviewed publication of original research and review article covering new concepts, theories, methods, and techniques related to urban and regional planning. The journal will cover, but is not limited to, the following topics: Urban planning and design Environment and settlement Regional planning and development Rural studies Disaster management Transportation planning
Articles 206 Documents
Penataan Kembali Area PKL Kuliner Yang Ramah Pejalan Kaki Di Jalan Pejanggik Kota Mataram A. W., Riana Rizki; Sunarti B. D., Endang Titi; Sulistyarso, Haryo
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi adalah merumuskan desain penataan ulang PKL kuliner Jalan Pejanggik yang juga ramah bagi pejalan kaki. Tujuan ini berangkat dari kondisi eksisting bahwa Jalan Pejanggik dikenal sebagai kawasan dengan potensi kuliner malam hari oleh masyarakat dan pendatang. Sebagai sebuah jalan kolektor primer, Jalan Pejanggik juga memiliki potensi ruang-ruang parkir dan jalur pejalan kaki yang memadai. Sayangnya potensi-potensi tersebut tidak diiringi dengan penataan yang baik, sehingga terjadi benturan kepentingan antara PKL kuliner, pejalan kaki, dan pengguna ruang lainnya. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan yang dilakukan menggunakan kriteria-kriteria penataan PKL kuliner dan jalur pejalan kaki, yaitu tata guna lahan, keterhubungan, keindahan, kenyamanan, keamanan, dan kejelasan. Sebagai implementasi dari metode deskriptif evaluatif, selanjutnya digunakan analisis Walkthrough. Teknik analisis Walkthrough membantu dalam mendapatkan gambaran mengenai kondisi eksisting wilayah studi melalui pengamatan langsung oleh peneliti. Hasil studi adalah diperolehnya konsep desain, yaitu: a) Menciptakan area beraktivitas untuk masing-masing kegiatan, yaitu kegiatan PKL kuliner dan kegiatan berjalan kaki; b) Menciptakan area PKL kuliner yang memudahkan konsumen; c)Menciptakan ruang aktivitas PKL yang tidak mengganggu kepentingan pengguna ruang lainnya; d)Menciptakan area PKL kuliner yang rapi dan higienis; e)Mewujudkan sebuah area PKL kuliner yang mudah dikenali; f) Menciptakan sebuah area PKL kuliner yang aman bagi pejalan kaki; g) Mewujudkan area PKL kuliner yang dapat menarik minat pejalan kaki; h) Mewujudkan area PKL kuliner yang dapat memberi kenyamanan bagi pejalan kaki.Kata Kunci : Penataan Kembali, area PKL kuliner, Jalan Pejanggik
TENEMENT KAMPUNG DI KOTA MALANG TAHUN 1914 - 1940 Wijaya, I Nyoman Suluh; Hariyanto, Annisa Dira; Setyono, Deni Agus
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkampungan dianggap sebagai lingkungan tradisional khas Indonesia yang telah ada sejak masa KolonialismeBelanda (Nababan & Kustiwan, 2015), perkampungan yang telah berkembang pada masa kolonial Belandadisebut sebagai Tenement kampung (Barros & Prawoto dalam Widjaja, 2013). Kampung kota pada umumnyamemiliki permasalahan seperti kepadatan penduduk dan bangunan yang tinggi, perumahan dibangun secara tidakformal, kurang sarana dan prasarana, sehingga kesehatan masyarakat merupakan masalah utama. Namun, adanyapermasalahan-permasalahan lingkungan tersebut tidak membuat penghuni berkeinginan untuk pindah. KotaMalang adalah kota yang tumbuh serta berkembang dengan pesat sejak masa Kolonial Belanda di Tahun 1914 -1940 dan perkampungan pada saat itu berkembang menjadi permukiman penduduk pribumi dan mengalamidegradasi lingkungan. Tenement kampung di Kota Malang merupakan perkampungan lama yang telah dihunisecara turun temurun dengan berbagai macam permasalahan lingkungan. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuanpenelitian ini adalah untuk mengidentifikasi persebaran Tenement kampung di Kota Malang. Tenement kampungakan dibedakan menjadi pusat kota dan pinggiran kota, dikarenakan adanya perbedaan karakter permukiman danpenghuni. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis identifikasi kampung kota denganmenggunakan teknik analisis overlay. Hasil dari penelitian ini adalah teridentifikasinya 40 RW yangdikategorikan sebagai Tenement kampung pusat kota dan 7 RW Tenement kampung pinggiran kota.
Pengembangan Industri Kecil Krupuk Rambak Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto Binarwati, Erizky; Suharso, Tunjung Wijayanto; Prayitno, Gunawan
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sektor industri pengolahan di Kabupaten Mojokerto semakin meningkat dengan prosentase sebesar 33,25% di tahun 2007 terutama untuk industri kecil yang memproduksi berbagai produk olahan. Salah satu industri kecil yang berbahan baku kulit adalah krupuk rambak. Industri kecil ini diproses menjadi makanan ringan di Kecamatan Bangsal. Pemerintah setempat menetapkan rambak sebagai salah satu produk unggulan yang dapat menjadi salah satu icon industri Kabupaten Mojokerto. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan industri kecil krupuk rambak di Kabupaten Mojokerto. Pengembangan industri kecil krupuk rambak dilakukan dengan beberapa tahapan analisis mulai dari analisis karakteristik kegiatan industri hingga memberikan arahan penataan lokasi sentra industri di lokasi terpilih. Berdasarkan hasil analisis, faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan industri kecil krupuk rambak adalah faktor bahan baku dan inovasi, pemasaran dan teknologi, sumber energi serta kebijakan pemerintah. Setelah diketahui faktor-faktor tersebut kemudian dimasukkan ke dalam perhitungan matriks IFAS-EFAS sehingga dapat diketahui letak industri kecil krupuk rambak pada kuadran SWOT. Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui posisi dalam kuadran SWOT untuk strategi pengembangan industri kecil krupuk rambak di Kabupaten Mojokerto adalah pada kuadran II-D yaitu Selective Maintanence Strategy dimana pengelolaan industri kecil dilakukan dengan pemilihan hal-hal yang dianggap penting. Untuk mendukung strategi pengembangan yang dihasilkan dari analisis SWOT, maka diberikan arahan mengenai penataan lokasi sentra industri kecil pada lokasi terpilih. Hasil penentuan lokasi optimum dengan enam kriteria menunjukkan bahwa lokasi terpilih terdapat di Desa Bangsal, Kecamatan Bangsal. Dalam melakukan analisis penataan lokasi sentra dilakukan dengan melakukan analisis pelaku dan aktivitas, analisis kebutuhan ruang, analisis hubungan fungsional ruang, analisis sirkulasi, analisis parkir dan analisis zona.Kata kunci: Industri kecil krupuk rambak, Pengembangan, Kabupaten Mojokerto
Evaluasi Kinerja Operasional Angkutan Lingkungan Bajaj di DKI Jakarta Fajar, Ibnu
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Environmental transport bajaj become one of the paratransit modes of public transportation that can only be found in the Jakarta area. The purpose of this research is to determine the operational characteristics, measure user satisfaction levels of operating performance, and develop concepts and strategies for improving the work environmental transport bajaj operations in Jakarta. The statistical test used was Test Validity and Reliability Test by using the method of analysis, namely: the operational characteristics of the transport environment bajaj, Importance Performance Analysis (IPA), and a SWOT analysis. Operational characteristics of the transport environment bajaj driver aspects namely: the number of passengers in a day 28.15 ≈ 28 people / day, duration of operation more than 10 hours (42%), average speed of 52.9 km / h ≈ 53 km / h, operational distance of 8-10 km (48%), and net income of Rp 126,000-Rp driver 150,000 (38%). Meanwhile, from the user aspects: the frequency of use of 7-8 times / week (37%), the waiting time of 5-10 minutes (54%), distance to the activities of <5 km (53%), travel time 5-10 minutes (43 %), and travel costs Rp 10,000-Rp 15,000 (35%). For Importance Performance Analysis (IPA), the level of user satisfaction on the operational performance of the three-wheeler transport environment is satisfactory with an average value of 73.48% suitability level. SWOT analysis can be seen in the value of the weighting factor of 2.5 and the value of the internal strategy of weighting factor of 2.3 so that the external strategy in Internal External Matrix (IE) included in the strategy of cell 5 is Stability Strategy is the strategy adopted without changing the strategic direction that has been set. Thus the concept and strategy to be implemented are not add-wheeler transport modes environment but need to increase the environmental performance of transport operations bajaj in Jakarta. Keywords: Environmental Transport Bajaj, Importance Performance Analysis (IPA), SWOT Analysis
Analisis Preferensi Dan Rute Destinasi Pariwisata Pantai Di Daerah Istimewa Yogyakarta Widyastuti, Henny; Marsoyo, Agam; Setiawan, Bakti
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2018.010.02.2

Abstract

The mainstay tourism destinations in Yogyakarta Special Region are beach tourism destinations. Accessibility in beach tourism destinations does not deter tourists. The purpose of this study is to illustrate the relationship between accessibility to preferences and routes of beach tourism destinations, and identify factors affecting the preferences and routes of beach tourism destinations in Yogyakarta Special Region. The method used is deductive method with quantitative analysis. The analysis method used is using descriptive statistical analysis. The result of the analysis shows that there is a relation between accessibility with preference and route of beach tourism destination. There are beach tourism destinations that are often bypassed and become the referral of Baron Beach and Parangtritis Beach. Factors influencing the preferences and routes of beach tourism destinations are (i) the socio-demographic factor of tourists, consisting of the area of origin of tourists, the source of information, and the frequency of travel, (ii) the amenity factor which includes the availability of tourism facilities and infrastructure and the ability of facilities and infrastructure tourism in meeting the needs of tourists, (iii) tourist behavior factor, consisting of tourist destinations, tourism motivation, and tourist expectations of tourism facilities and infrastructure needed, (iv) tourist attraction factors that include the ability of tourist attractions in attracting tourists, tourist attractions are popular tourists, and tourist activities undertaken by touristsKeywords: Preferences, Routes, Beach Tourism Destinations, Yogyakarta Special Region.
Manajemen Lalu Lintas Jalan Brigjen Hasan Basri - Jalan S. Parman Kota Banjarmasin Rosanti, Rossy; Hariyani, Septiana; Kurniawan, Eddi Basuki
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Brigjen Hasan Basri-Jalan S. Parman merupakan salah satu jalan utama yang melintas di dalam Kota Banjarmasin dengan hirarki arteri sekunder yang mempunyai peran dan fungsi penting karena merupakan satu-satunya jalan yang digunakan untuk lalu lintas dua arah yang menghubungkan pusat Kota Banjarmasin (Kecamatan Banjarmasin Tengah) dengan Kecamatan Banjarmasin Utara, dan sebaliknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja jalan, pengaruh pembangunan jalan alternatif terhadap tingkat pelayanan jalan untuk kemudian merumuskan alternatif penanganan masalah melalui manajemen lalu lintas. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif evaluatif meliputi analisis sistem transportasi, tingkat pelayanan jalan, plat matching. Analisis tingkat pelayanan jalan with-without jalan alternatif untuk mengetahui pengaruh jalan alternatif terhadap kinerja jalan dan analisis alternatif penanganan masalah melalui manajemen lalu lintas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ruas Jalan Brigjen Hasan Basri-Jalan S. Parman mencapai puncak (peak hour) pada hari efektif di pagi hari pukul 07.00-08.00. Tingkat pelayanan jalan segmen I bernilai D dengan DS mencapai 0,760 smp/jam (utara) dan bernilai C dengan DS mencapai 0,670 smp/jam (selatan). Tingkat pelayanan jalan segmen II bernilai D dengan DS mencapai 0,830 smp/jam (utara) dan 0,780 smp/jam (selatan). Tingkat pelayanan jalan segmen III bernilai E dengan DS mencapai 0,930 smp/jam (utara) dan 0,950 smp/jam (selatan). Tingkat pelayanan jalan segmen IV bernilai E dengan DS mencapai 0,910 smp/jam (utara) dan 0,950 smp/jam (selatan). Adanya rencana pembangunan jalan alternatif dalam pengalihan arus menerus kendaraan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja ruas Jalan Brigjen Hasan Basri-Jalan S. Parman karena hanya dapat menurunkan derajat kejenuhan rata-rata sebesar 1,79%. Penanganan masalah melalui manajemen lalu lintas meliputi skenario penambahan lebar jalan, pelarangan parkir on street, penertiban aktivitas angkutan umum, penertiban PKL, dan pengaturan arus menerus kendaraan berat melalui jalan alternatif untuk meningkatkan kinerja jalan.Kata kunci : Manajemen lalu lintas, Tingkat Pelayanan, Jalan Alternatif
Pengaruh Guna Lahan Terhadap Penurunan Infiltrasi di Kota Batu Permanasari, Puspa; Bisri, M.; Suharyanto, Agus
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to evaluate the condition of existing land use in years 2010 with the Spatial Plan Batu years 2003 to 2013 to determine the effect of land use on infiltration in Batu City. The method used in this study is regression analysis and Analysis Hierarky Proces. The results showed there is a dominant influence of land use on infiltration and analysts have a different outcome each district. Existing land use conditions in 2010 have an influence on the decline in power of absorbing rainwater into the soil. It can be seen from the declining value of the infiltration in Batu declined 34.915.235 m³ / year or 13% of land use in 2003. To ensure the conservation of water resources in terms of preventing the destructive force of water, the ground water reserves in 3 (three) districts in the town of Batu need to consider land use contained in the spatial plan that no longer have the conversion of land to land up which can lead to reduced capacity and water potential capacity.Keywords: conservation, land use, infiltration.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Preferensi Masyarakat Dalam Menggunakan Moda Mass Rapid Transit (MRT) Kota Jakarta Sembada, Mochamad Trias; Hariyani, Septiana; Setyono, Deni Agus
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2020.012.02.1

Abstract

DKI Jakarta selain merupakan Ibukota Negara Indonesia juga menjadi pusat bisnis dan pemerintahan dengan jumlah penduduk mencapai 10.374.235 jiwa dan kepadatan penduduk mencapai 15.663 orang per . Dinamika kota-kota besar dengan karakter pertumbuhan penduduk dan kepadatan lalu lintas yang tinggi membuat kebutuhan terhadap pengembangan sistem transportasi terutama transportasi massal cepat (Mass Rapid Transportation-MRT) menjadi cukup besar. Selain itu, pengembangan sistem transportasi ini juga untuk mengimbangi pertumbuhan kendaraan pribadi yang terus mengalami peningkatan sedangkan sistem moda shares angkutan umum cenderung mengalami penurunan hingga 3% sejak tahun 2002. Saat ini, terdapat upaya pengembangan sistem angkutan umum massal berbasis jalan dan berbasis rel berdasarkan RTRW DKI Jakarta 2010-2030. Berkaitan dengan kondisi tersebut perlu adanya kajian terhadap penilaian pelayanan transportasi umum guna menarik masyarakat dalam menggunakannya agar permasalahan lalu lintas yang ada dapat terselesaikan. Tujuan penelitian ini antara lain adalah mengetahui karakteristik masyarakat yang memiliki preferensi dalam menggunakan moda MRT dan faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi masyarakat dalam menggunakan moda MRT. Penelitian ini menggunakan metode analisis statistic deskriptif dan analisis faktor. Berdasarkan hasil analisa diketahui masyarakat yang memiliki preferensi untuk menggunakan moda MRT sebesar 98% dengan karakter sebagian besar berjenis kelamin Laki-laki, rentang usia 25-35 Tahun, jenis pekerjaan pegawai swasta, dan tingkat penghasilan ≥Rp.4.000.000. Tujuan perjalanan menuju perkantoran, dan memiliki keperluan perjalanan untuk bekerja. Selanjutnya dari analisis faktor dihasilkan 17 kelompok faktor yang mempengaruhi preferensi masyarakat dalam menggunakan moda MRT, dengan kelompok faktor nomor 1 yang memiliki tingkat variasi eigen value tertinggi.  Kata kunci: Preferensi, Analisis Faktor, Mass Rapid Transit
Pemetaan Perubahan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Pasca Gempa Bumi di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara Dewi, Baiq Vidy Tiara; Sukmawati, Annisa Mu'awanah
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2020.012.02.3

Abstract

Indonesia rentan terhadap bencana gempa bumi karena terletak pada garis Ring of Fire Samudera Pasifik. Gempa beruntun yang terjadi sejak 29 Juli 2018 menyebabkan banyak kerugian bagi masyarakat di Pulau Lombok. Gempa bumi dengan main shock berkekuatan 7,0 SR yang terjadi pada 5 Agustus 2018 memberi dampak kerusakan besar bagi Kabupaten Lombok Utara karena menjadi pusat gempa. Penelitian berlokasi di Kecamatan Tanjung karena mengalami dampak kerusakan terbesar serta merupakan salah satu pusat pemerintahan di Kabupaten Lombok Utara. Gempa bumi memberi dampak signifikan bagi aspek sosial dan ekonomi. Penelitian bertujuan untuk menilai dampak akibat bencana gempa bumi berdasarkan aspek sosial dan ekonomi di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan pemetaan untuk menujukkan sebaran spasial daerah kerusakan. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, kuesioner, dan telaah dokumen. Jumlah sampel penelitian sebanyak 100 reponden dengan nilai error 10% dengan teknik Proportionate Sampling yang disebar ke tujuh desa di Kecamatan Tanjung. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan signifikan kondisi sosial ekonomi masyarakat sebelum dan setelah gempa bumi di Kecamatan Tanjung. Desa Jenggala menjadi desa dengan perubahan sosial ekonomi tertinggi atau paling rentan terdahap bencana gempa bumi. Perubahan sosial ekonomi diakibatkan oleh tingginya tingkat ancaman di desa tersebut. Selain itu, juga disebabkan oleh kerusakan infrastruktur, lamanya proses evakuasi, banyaknya korban, perubahan fisik lingkungan, serta karakteristik sosial ekonomi penduduk. Penelitian ini dapat menjadi acuan pemerintah daerah dalam menentukan upaya mitigasi terhadap bencana gempa bumi di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara.
Persepsi Wisatawan terhadap Aspek Penawaran Wisata Pantai Lariti Kabupaten Bima Furqon, Arif; Wijayanti, Wawargita Permata; Subagiyo, Aris
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2020.012.02.4

Abstract

Pantai Lariti merupakan salah satu obyek wisata paling potensial di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Meski Lariti memiliki daya tarik wisata yang indah, namun pantai tersebut memiliki masalah yang cukup serius terkait dengan lokasinya yang dekat dengan tambak ikan. Kondisi ini membuat wisatawan tidak nyaman dengan bau dan limbah dari kolam. Selain itu minimnya infrastruktur membuat jumlah pengunjung ke pantai ini juga semakin berkurang dalam kurun waktu tiga tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi wisatawan terhadap pasokan pariwisata di Pantai Lariti dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kondisi Lariti. Kami menggunakan analisis deskriptif dengan IPA dan analisis faktor untuk menentukan faktor yang berpengaruh terkait dengan penawaran wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir 50% wisatawan tidak puas terkait dengan aspek penawaran pariwisata yag ditawarkan pada Pantai Lariti. Sehingga, 12 dari 20 atribut penelitian menjadi prioritas pemerintah untuk meningkatkan pasokan pariwisata di Pantai Lariti.Atribut-atribut inilah yang akan diprioritaskan penanganannya guna peningkatan kualitas aspek penawaran di Pantai Lariti. Dengan harapan, jumlah kunjungan wisatawan ke Pantai Lariti akan semakin meningkat dan dapat meningkatkan pendapatan daerah Kabupaten Bima.