cover
Contact Name
Surjono
Contact Email
surjono@ub.ac.id
Phone
+62817381534
Journal Mail Official
tatakota@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Perencanaan WIlayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono No. 167 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Kota dan Daerah
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2338168X     EISSN : 26865742     DOI : 10.21776/ub.takoda
Jurnal Tata Kota dan Daerah (TAKODA) is an Indonesian journal, peer-reviewed publication of original research and review article covering new concepts, theories, methods, and techniques related to urban and regional planning. The journal will cover, but is not limited to, the following topics: Urban planning and design Environment and settlement Regional planning and development Rural studies Disaster management Transportation planning
Articles 206 Documents
Rekomendasi Penyediaan RTH Publik Aktif di Kecamatan Kepanjen Berdasarkan Persepsi Masyarakat Shakia, Nisrina F; Sasongko, Wisnu; Setyono, Deni Agus
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2020.012.02.2

Abstract

Kecamatan Kepanjen merupakan satu dari tiga puluh tiga kecamatan di Kabupaten Malang yang hanya memiliki lima RTH publik aktif dengan total luas sekitar 3,00 ha. Maka dari itu, Kecamatan Kepanjen belum dapat memenuhi persentase minimal penyediaan RTH publik pada kawasan perkotaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan rekomendasi penyediaan RTH publik aktif di Kecamatan Kepanjen berdasar persepsi masyarakat. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Hierarki Proses (AHP). Hasil analisis kebutuhan RTH publik aktif mengidentifikasi bahwa Kecamatan Kepanjen hanya memiliki dua desa yang telah memenuhi persentase minimal penyediaan RTH publik aktif, yaitu Desa Ngadilangkung dan Desa Kedungpedaringan. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa masyarakat Kecamatan Kepanjen memilih faktor kenyamanan sebagai faktor utama yang harus dipertimbangkan dalam penyediaan RTH publik aktif. Hasil analisis AHP juga menunjukkan bahwa kenyamanan merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam penentuan lokasi penyediaan RTH publik aktif di Kecamatan Kepanjen. Berdasar hasil dari kedua analisis tersebut, selanjutnya disusun rekomendasi penyediaan RTH publik aktif di Kecamatan Kepanjen, yaitu perlu adanya penyediaan fasilitas yang dapat menunjang kenyamanan masyarakat ketika berkunjung ke RTH publik aktif. Fasilitas tersebut dapat berupa tempat duduk di dekat ruang bermain anak, sehingga pengunjung dapat menemani anak mereka bermain sembari bersantai. Kata Kunci : Ruang-Terbuka-Hijau, RTH-Publik-Aktif, Analisis-Hierarki-Proses, Kecamatan-Kepanjen
Tingkat Konektivitas Fasilitas Wilayah Pertumbuhan/Kawasan Potensial Kabupaten Mojokerto Dinanti, Dian; Pratama, Iman Tunas
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2021.013.01.4

Abstract

Berdasarkan RPJMD Kabupaten Mojokerto misi ketiga memiliki tujuan yaitu “meningkatnya konektivitas ekonomi melalui ketersediaan sarana dan prasarana transportasi serta teknologi informasi komunikasi yang memadai dan handal”. Salah satu indikasi keberhasilan pembangunan adalah terpenuhinya  kondisi konektivitas yang ideal yang mendukung perkembangan wilayah sehingga pemerataan pembangunan dapat tercapai. Tujuan penelitian ini adalah menilai tingkat konektivitas wilayah berdasarkan elemen-elemen sarana prasarana transpotasi pada seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto. Teknik analisis yang digunakan adalah indeks konektivitas, indeks sentralitas marshall dan indeks gravitasi. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai indeks konektivitas Kabupaten Mojokerto adalah >1, sehingga dapat disimpullkan bahwa secara umum pertumbuhan Kabupaten Mojokerto termasuk dalam klasifikasi wilayah yang maju. Pada perhitungan indeks sentralitas marshall, Kecamatan Gedeg, Kemlagi, Mojosari dan Ngoro merupakan wilayah yang paling mudah untuk diakses yang berpotensial sebagai wilayah pemusatan kegiatan. Sedangkan pada indeks gravitasi, kawasan yang memiliki daya tarik kuat yaitu di sekitar Kota Mojokerto dan pusat Kabupaten Mojokerto, yaitu wilayah yang telah dilalui oleh jalan arteri dan kolektor
Tingkat Produktivitas Pada Aglomerasi Industri (Studi Kasus : Sentra Industri Mebel Tunjungsekar, Kota Malang) Ashary, Dinar Amelia; Wijayanti, Wawargita Permata; Dinanti, Dian
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2021.013.01.5

Abstract

Industri pengolahan non migas menjadi salah satu pilar perekonomian masyarakat Indonesia salah satunya adalah sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM), IKM mampu menyerap tenaga kerja lebih dari 60% dari sektor industri, memiliki ketahanan akan kiris ekonomi dan juga berperan dalam ekonomi lokal, karena penyerapan tenaga kerja yang memanfaatkan masyarakat di sekitarnya. Industri pengolahan kayu menjadi salah satu industri yang berkembang pesat namun memiliki permasalahan terhadap ketersediaan bahan baku. Agar industri dapat terus berkompetisi salah satu strategi untuk efisiensi produksi dengan memanfaatkan industri yang beraglomerasi. Aglomerasi ini biasanya memunculkan manfaat ekonomi berupa limpahan tenaga kerja, kerja sama suplier khusus, terjadinya transfer pengetahuan dan teknologi, serta kerja sama pemasaran. Salah satu aglomerasi industri di Kota Malang ialah Industri Mebel Tunjungsekar. Produktivitas sentra industri mebel ini mengalami rintangan terutama pada persediaan bahan baku kayu dan tenaga kerja yang masih mengandalkan kekerabatan, selain itu ini belum didukung kelembagaan yang baik serta belum ada jaringan pemasaran yang kuat. Maka penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana tingkat produktivitas sentra indutri mebel sebagai salah satu bentuk terjadinya aglomerasi menggunakan rumus produktivitas yaitu perbandingan nilai total output/ pendapatan dengan nilai total input/ pengeluaran (biaya tenaga kerja, modal dan bahan baku) di tahun 2019. Hasil analisis menunjukkan bahwa ke-30 industri mebel memiliki nilai di atas 1,0 dengan rata-rata nilai 1,31. Nilai produktivitas yang tidak jauh di atas 1,00 dikarenakan masih terdapat permasalahan pada tingginya biaya bahan baku dan modal namun tidak diimbangi dengan tingginya jumlah pesanan produk mebel yang terjual.Kata Kunci : Produktivitas Industri, Aglomerasi, Industri Kecil dan Menengah.
Dampak Relokasi Terhadap Perubahan Ruang dan Sosial Ekonomi Masyarakat Permukiman Kalijodo di Jakarta Sutantio, Alfan; Ismawan, Guntur; Karim, Muhammad Arifandy Abdul Gani Haji; Hantono, Dedi
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2021.013.01.2

Abstract

Kota Jakarta Memiliki kepadatan dan kota yang sangat kompleks sehingga tidak dapat menampung seluruh kegiatan didalamnya dikarenakan semakin berkembangnnya penduduk atas berbagai aktifitas sehingga terjadinya transformasi atas kegiatan di pinggiran kota sehingga terjadinnya alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang sudah diberlakukan oleh pemerintah Kota DKI Jakarta. Dari hal tersebut munculnnya rumusan masalah mengenai kondisi sebelum dan sesuda dari kawasan Kalijodo, serta dampak sosial ekonomi yang dihasilkan dari relokasi permukiman kawasan terbuka Kalijodo. Metode yang digunakan berupa kualitatif deskriptif Metode tersebut berupa pembahasan opini atau teori yang di gabung dari beberapa teori dengan mengacu dari beberapa jurnal, artikel ilmiah atau bentuk tulisan ilmiah lainnya. Analisis yang digunakan berupa dampak sosial ekonomi relokasi terhadap permukiman warga di kalijodo dengan di tampilkan dalam bentuk tabel serta dari hasil tersebut memiliki kesimpulan bahwa dampak relokasi Kawasan Kalijodo mendapat kehidupan yang mencukupi dan lebih baik dari sebelumnya. Penataan kawasan tersebut berdampak untuk membentuk karakter warga yang lebih bermoral dan sejahtera.
PENGELOLAAN DESA WISATA BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL DI NEGERI SALEMAN KABUPATEN MALUKU TENGAH Romeon, Rachmat Hidayat; Sukmawati, Annisa Mu’awanah
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2021.013.01.1

Abstract

Negeri Saleman merupakan salah satu wilayah yang terletak di Desa Sawai, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku yang memiliki beragam potensi alam berupa wisata pantai dan wisata bahari. Namun, wisata di Negeri Saleman belum terkelola dengan baik karena masih terbatasnya keterlibatan pemerintah daerah. Wisata-wisata yang ada masih dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat. Untuk itu, penelitian bertujuan untuk menggali bentuk-bentuk partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan potensi wisata di Negeri Saleman. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara mendalam dengan teknik purposive sampling kepada 7 informan, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk partisipasi masyarakat lokal Negeri Saleman adalah sebagai pelaku utama pariwisata, seperti penyedia jasa akomodasi wisata dan oleh-oleh khas Negeri Saleman. Selain itu, ada juga peran dari local champion, yaitu tokoh adat dan Bapa Raja yang berperan sebagai pengawas dan pengendali aktivitas wisata agar keberlanjutan aktivitas wisata dapat terjamin. Faktor yang mendorong keterlibatan masyarakat lokal adalah motif ekonomi terkait dampak ekonomi wisata terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat setempat.
KORELASI ANTARA KONFIGURASI RUANG PUBLIK DENGAN INTERAKSI SOSIAL Siregar, Johannes Parlindungan
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2021.013.01.3

Abstract

Ruang publik sangat penting sebagai katalis bagi kohesi sosial. Jaringan jalan lingkungan berperan sebagai saluran bagi pertukaran ekonomi yang sekaligus berperan untuk menjadi penghubung antara warga. Kota Malang adalah sebuah kota yang mengalami urbanisasi secara cepat dan membutuhkan ruang publik yang juga seharusnya terintegrasi dengan perencanaan permukiman. Makalah ini memaparkan kajian mengenai peranan jaringan jalan lingkungan di kawasan perumahan menyediakan ruang publik. Kajian ini mempergunakan metode space syntax dengan data berupa peta axial line untuk mengidentifikasi karakteristik konfigurasi ruang dan analisa deskriptif atas hasil observasi atas karakteristik aktivitas. Kemudian, analisa dilanjutkan dengan membuktikan hubungan antara karakteristik konfigurasi ruang dengan interaksi sosial dengan mempergunakan analisa korelasi product moment. Kajian ini menemukan karakteristik konfigurasi jalan lingkungan mempengaruhi timbulan interaksi sosial di sekitar jalan lingkungan. Dengan demikian, struktur jalan lingkungan penting untuk mendukung terbentuknya ruang publik yang berkualitas.
MODEL SUPPLY-DEMAND LAHAN PERTANIAN DENGAN KONSEP ECOLOGICAL FOOTPRINT Faiz, Syauqi Asyraf; Wicaksono, Agus Dwi; Dinanti, Dian
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Malang melalui RTRW Kabupaten Malang tahun 2010-2030 merupakan wilayah yang diarahkan sebagai pusat perkembangan pertanian termasuk juga di kecamatan-kecamatan yang berbatasan dengan Kota Malang. Kecamatan-kecamatan tersebut juga diarahkan sebagai kawasan penyokong Kota Malang dengan ketersediaan permukiman, fasilitas umum, dan infrastruktur. Dua peranan tata ruang tersebut berdampak pada peningkatan permintaan akan hasil produksi padi namun ketersediaan lahan sawahnya yang justru semakin terbatas. Oleh sebab itu, diperlukan penyeimbang antara dua peran kebijakan sekaligus mengatasi dampak yang muncul. Kajian supply-demand lahan pertanian berdasarkan konsep ecological footprint merupakan cara untuk menyeimbangkan dan menanggulangi dari dampak tersebut. Kajian ini didasari dari model regresi untuk membuat model supply-demand lahan pertanian. Hasilnya, model hasil produksi padi dengan bentuk Y 1 =- 207,983+10,246X 1 dan model tingkat konsumsi beras masyarakat dengan bentuk Y 2 = 8,015+2,080X 5 +0,002x 8 . Berdasarkan model supply-demand yang sudah dirumuskan, pada tahun 2015 permintaan konsumsi adalah sebesar 15.911,09 Ton dan kebutuhan lahan pertanian sebesar 2.161,40 Ha dan permintaan konsumsi terus meningkat menjadi 22.273,00 Ton pada tahun 2035 dengan kebutuhan lahan pertanian sebesar 2.825,41 Ha. Hal ini mengakibatkan 14 desa yang berbatasan dengan Kota Malang akan mengalami defisit lahan sawah. Hingga tahun 2035, terjadi peningkatan kebutuhan lahan sebesar 33,18 Ha/tahun dan ancaman defisit lahan sawah akan semakin besar.
Disaster Preparation Knowledge Of Urban And Rural Students At Solo Region Sunarhadi, R. Muh. Amin; Khoirunisa, Nanda
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Solo region covers Sukoharjo, Surakarta and Klaten that have been recognized as vulnerable areas for flood and earthquake. This study wants to determine the level of students’ preparedness who attends school in urban and rural areas against floods and earthquakes. The data come from secondary data obtained through research in 2013-2014. 1.150 respondents came from 15 junior high schools. The results show that: 1) the average level of student preparedness against floods is 52.22% and included in the category of less prepared; 2) the average level of preparedness of students to the earthquake is 67.52% and included in the category of prepared; 3) the average level of preparedness of students who attend school in urban areas is 67.72% included in the category of prepared; 4) the average level of preparedness of students who attend school in rural areas is 52.02% and included in the category of less prepared. The study conclude that students who attend school in an urban preparedness higher than students who attend school in rural areas.Keywords: Disaster preparedness, urban and rural, school
Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Perumahan Swasta Du Kota Padang Putri, Agisti Amelia; Fosterharoldas, Deva; Roychansyah, Sani
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2018.010.02.1

Abstract

Padang City is one of the coastal city located in coastal area of Sumatera Island. The beginning of the development of housing was in the western region which was the Muara Batang Arau Port Area. The development of private housing in the city of Padang continues to shift increasingly moving towards the eastern region which is a suburb far from the coast. This phenomenon affects the activities of large land conversion that resulted in changes in the structure of the Padang City space and increasingly eliminate the characteristics of the City of Padang as a Beach City. This is interesting to study so research questions arise as to the development of private housing in the city of Padang and what are the factors that influence this development. The purpose of this study is to describe the development of private housing in the city of Padang and identify factors that influence the development of private housing in the city of Padang. The research approach used is deductive qualitative rationality, which in the analysis phase uses a Geographic Information System (GIS) to describe the development of private housing in Padang City in 2007-2016.The results showed that there was a change in the orientation of private housing development from 2007-2016 from the western part of Padang Sarai, Lubuk Buaya, Pasie Nan Tigo, Bungo Padang and Parupuk Tabing villages to the eastern part of Balai Gadang Village, Lubuk Minturun Urban Village, Gunung Sarik Urban Village and Kuranji Village with the addition of 156 Ha of private housing area. Factors affecting housing development in Kota Padang are factors of policy, population factor, land limitation factor, and partnership factor.Keywords: Kota Padang, development of private housing, factors
Kinerja dan Rute Pelayanan Angkutan Kota di Kawasan Perkotaan Lumajang - Kabupaten Lumajang Achadiyah, Ira Rachmani; Kurniawan, Eddi Basuki; Hariyani, Septiana
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angkutan kota merupakan salah satu bentuk dari sarana transportasi yang mempunyai fungsi sebagai sarana pergerakan manusia untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, yang juga merupakan sarana transportasi alternatif di dalam kota, terutama bagi masyarakat yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Angkutan kota di kawasan perkotaan Lumajang memiliki permasalahan kinerja dan rute pelayanan dikarenakan semakin menurunnya jumlah penumpang sehingga trayek yang ada (yaitu 7 trayek) disusutkan menjadi tiga trayek pada tahun 2003 berdasarkan Keputusan Kadinhub Kabupaten Lumajang dengan SK No. 551. 21/ 332/ 427. 37/ 2003 tentang Trayek Angkutan Kota di Kabupaten Lumajang hingga menjadi satu trayek pada saat survei dilaksanakan (Mei 2009). Selain itu masih terdapat guna lahan potensial yang belum terlayani oleh jasa angkutan kota. Pada kondisi eksisting, angkutan kota mengalami penumpukan trayek yang disebut overlap rute. Kondisi overlap mempengaruhi kinerja operasional angkutan kota yang nantinya akan berpengaruh pada kenyamanan penumpang. Penelitian kinerja dan rute pelayanan angkutan kota di kawasan perkotaan Lumajang-Kabupaten Lumajang untuk mengavaluasi angkutan kota baik dari sisi kinerja operasional, finansial dan rute/ trayek.Hasil dari analisis kinerja operasional (faktor muat, waktu antara, waktu tunggu keberangkatan, waktu perjalanan dan kecepatan kendaraan) angkutan kota di kawasan perkotaan Lumajang berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: SK.687/AJ.206/DRJD/2002, rata-rata masih berada di bawah standar. Untuk kinerja finansial, diperoleh hasil bahwa rata-rata biaya operasi kendaraan (BOK) per hari sebesar Rp. 161.704,29,- dan pendapatan pemilik angkutan per hari sebesar Rp. 27.295,72 bila dihitung berdasarkan tarif yang berlaku saat ini (tahun 2009). Sedangkan berdasarkan hasil dari pemilihan rute dengan memakai model all or nothing dan stokastik dihasilkan rute rekomendasi untuk agkutan kota. Selanjutnya hasil analisis tersebut dapat dijadikan sebagai acuan untuk membuat rekomendasi dalam upaya peningkatan kinerja dan rute pelayanan angkutan kota di kawasan perkotaan Lumajang.Kata kunci: Angkutan kota, Kinerja operasional, Kinerja finansial, Rute pelayanan