cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ternak Tropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25031007     EISSN : 25031007     DOI : -
Core Subject :
TERNAK TROPIKA, Journal of Tropical Animal Production (JTAP) provides for rapid publication of full-length papers, short communication and review articles describing of new finding or theory in Animal Production area. TERNAK TROPIKA has 1 volume with 2 issues per year. TERNAK TROPIKA is published by Department of Animal Priduction, Faculty of Animal Husbandry, Brawijaya University Indonesia in collaboration with Indonesian Society of Animal Science (ISPI
Arjuna Subject : -
Articles 305 Documents
Productivity of Bali Cattle on Peatland in Central Kalimantan Kristyan Amiano; Woro Busono; Sucik Maylinda
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 1 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2020.021.01.4

Abstract

This study aims to compare the productivity of Bali cattle bred on wet peatland and on dry peatland. This research was conducted in Pulang Pisau Regency, Central Kalimantan Province on September-November 2019. The research method used were a survey, observation and measurement of calf directly in the field. The samples of the area used were four districts using purposive sampling based on the largest population of Bali cattle on dry peatland and wet peatland. The total number of Bali calves were 186 tails. The observations consist of birth weight, weaning weight, and weight gain.The data were processed using the t-test (Independent t-test) with SPSS 2.2. The results obtained that productivity of male calf and female calf were higher productivitiy in dry peatland than wet peatland.
Sinbiotik Dari Bawang Putih dan Lactobacillus Acidophilus Terhadap Bobot Badan, Rasio Heterofil: Limfosit dan Suhu Tubuh Ayam Broiler Prayogi Sunu; Dwi Sunarti; Vitus Dwi Yunianto; Luthfi Djauhari Mahfudz
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 2 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2020.021.02.10

Abstract

Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi bawang putih sebagai prebiotik yang dikombinasikan dengan lactobacillus acidhopilus sebagai sinbiotik untuk ayam broiler. Rancangan penelitian dengan RAL, sebagai perlakuan TO = pakan basal; T1= pakan basal + sinbiotik 2 ml; T2= Pakan basal + sinbiotik 4 ml. Parameter yang diamati adalah Performans yang meliputi bobot badan 4 minggu, rasio H/L dan suhu lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan B dengan 4 mlsinbiotik dapat meningkatkan pertambahan bobot badan sebesar 1202,78 gr. Suhu kandang pada penelitian sekitar 250C–33 0C dengan kelembaban sekitar 45 % - 71 %. Pada rasio H:L meningkat pada perlakuan kontrol secara nyata (P<0,05) dibandingkan perlakuan menggunakan sinbiotik. Suhu Tubuh ayam pada penelitian sekitar 40 0C – 43 0C.
Identifikasi Karakteristik Sapi Betina Madura Tipe Taccek Doni Herviyanto; Kuswati Kuswati; Gatot Ciptadi
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 2 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2020.021.02.1

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik sapi Madura betina tipe taccek berbagai umur. Penelitian dilakukan di wilayah sumber bibit sapi Madura yang berada di Kecamatan Pasean dan Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur. Penelitian dimulai tanggal 1 Desember sampai 30 Desember 2019. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah sapi Madura betina tipe taccek berbagai umur berdasarkan PI (Permanent incicivi) sebanyak 110 ekor dengan rincian PI0 22 ekor, PI2 10 ekor, PI4 25 ekor, PI6 19 ekor dan PI8 34 ekor. Metode penelitian yang digunakan adalah survei di lapangan dengan pengambilan datasecara purposive sampling. Data statistik vitaldihitung nilai rataan dan standar deviasinya, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan ANOVA satu arah (one way anova) dan dilanjutkan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) untuk membedakan 2 rataan. Data fenotip dianalisis secara deskriptif dan diamati proporsi fenotipnya. Hasil penelitian disimpulkan bahwa seiring bertambahnya umur sapi taccek maka panjang kepala, lebar kepala, bobot badan, panjang badan dan lingkar dada ukuranya bertambah. Ukuran tinggi gumba dan tinggi pinggul juga bertambah mulai PI0, PI2, PI4, sampaiPI6,namun mengalami penurunan pada PI8. Sapi taccek memiliki ciri fenotip yang spesifik yaitu bentuk mata sipit dengan garis lingkar mata hitam, bentuk telinga kecil, tanduk melengkung ke atas, berpunuk, mempunyai gelambir dan rambut ekor berwarna hitam.
Analisis Hubungan Bobot Badan Terhadap Produksi Semen Sapi Limousin Di Balai Besar Inseminasi Buatan-Singosari Gama Yusaq Syah Alam; Enniek Herwijanti; Irida Novianti; Ahmad Furqon; Wike Andre Septian; Woro Busono; Suyadi Suyadi
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 2 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2020.021.02.6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan bobot badan dengan kualitas semen. Materi yang digunakan yaitu data sekunder mulai tahun 2012 sampai 2018 dari 29 ekor pejantan sapi Limousin meliputi data kualitas semen sebanyak (n=27257) ejakulasi. Tempat penelitian dilakukan di Balai Besar Inseminasi Buatan, Singosari, Jawa Timur. Metode penelitian adalah studi kasus. Variabel yang diamati yaitu bobot badan, volume semen, mortilitas individu dan konsentrasi semen. Data dianalisa dengan menggunakan SPSS 21 dengan metode One-Way ANOVA. Uji korelasi menggunakan korelasi Pearson (r) dan analisis statistik model regresi linier untuk menduga kualitas semen berdasarkan bobot badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot badan sapi Limousin berbeda nyata (p<0,05) terhadap kualitas semen. Semakin tinggi bobot badan maka nilai motilitas dan konsentrasi menurun sedangkan volume semen meningkat. Bobot badan berkorelasi nyata (p<0,05) dengan volume (r=0,054), motilitas individu (r=0,096) dan konsentrasi semen (r=0,244). Disimpulkan bahwa bobot badan berpengaruh nyata tehadap volume, motilitas individu dan konsentrasi semen. Bobot badan memberikan korelasi negatif terhadap motilitas dan konsentrasi semen, namun memberikan korelasi positif terhadap volume semen.
Penampilan Produksi Kambing Peranakan Etawa Yang Diberi Pakan Konsentrat Berbasis Daun Tanaman Eko Marhaeniyanto; Sri Susanti; Ariani Trisna Murti
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 2 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2020.021.02.2

Abstract

Penelitian menguji respon penggunaan campuran tepung daun gamal, lamtoro dan sengon (1:1:1) dalam pakan konsentrat (kandungan protein 16%) dibandingkan pakan konsentrat komersial (P0). Konsentrat perlakuan menggunakan sebanyak 10% (P1), 20% (P2) dan 30% campuran tepung daun (P3). Ujicoba secara in-vivo dilakukan pada 16 ekor kambing Peranakan Etawa jantan muda umur 10-12 bulan dengan rataan bobot badan (BB) 20,7±2,8kg.Pakan basal yang diberikan sesuai dengan pemberian di peternak. Respon konsumsi pakan pada semua perlakuan tidak berbeda nyata (P>0,05). Konsumsi pakan basal berkisar 2,1 - 2,3% dari BB kambing. Tambahan pemberian pakan konsentrat sebanyak 1% BB menghasilkan pertambahan bobot badan harian (PBBH) yang berbeda nyata (P<0,05). Penggunaan campuran tepung daun sebanyak 10% dalam pakan konsentrat menghasilkan rataan pertambahan bobot badan harian tertinggi (105,9±9,0g/ekor/hari) dan konversi pakan terrendah (6,56±0,9).
Kajian Suplementasi Zinc Organik Terhadap Kualitas Semen Pejantan Sapi Bos indicus Sri Hindrawati; Gatot Ciptadi; Siti Chuzaemi
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 2 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2020.021.02.7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi Zinc organik terhadap kualitas semen sapi Bos indicus. Materi penelitian yang digunakan adalah 12 (dua belas) ekor sapi pejantan dan semennya. Sapi pejantan dengan kisaran umur 3-7 tahun dan bobot badan 600-800 kg, diberikan suplementasi Zinc organik[ZN: Availa®Zn 100, mengandung 10% Zinc dari asam amino Zinc kompleks (Zinpro Corporation, Asosiasi Pakan Amerika Pejabat Kontrol (AAFCO) No. 57.150) sebanyak 3 gram/ekor/hari. Pemberian Zinc organik selama 20 minggu dengan pakan basal berupa pakan komplit. Analisis statistik menggunakan T-test independent untuk membandingkan data perlakuan control dan suplementasi Zinc pada masing-masing kelompok sampel pada taraf kepercayaan 95% (α 0,05). Hasil penelitian kualitas semen kelompok kontrol sebagai berikut: pH 6,43±0,05; volume 6,22±1,38 mL; motilitas 77,31±0,04 %; abnormalitas6,18±0,03%; dan konsentrasi 1.403,47±157,21 juta/ml.Sementara hasil penelitian kualitas semen kelompok suplementasi sebagai berikut: pH 6,46±0,07; volume 6,29±1,79 mL; motilitas 79,12±0,04 %; abnormalitas 5,27±0,01%; dan konsentrasi 1.302,28±274,84 juta/mL. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa suplementasi Zinc memberikan perbedaan tidak nyata (P<0,05) terhadap pH semen, motilitas, abnormalitas, volume semen dan konsentrasi spermatozoa, namun terlihat kecendrungan peningkatan pada pH semen, motilitas, volume semen dan kecendrungan penurunan pada abnormalitas dan konsentrasi spermatozoa.
Variasi Genetik Kambing Senduro dan Peranakan Etawa (PE) Berdasarkan Sekuen Gen CYT-B (Cytochrome-B) Dengan Metode Polymerase Chain Reaction Rizka Gitta Almaida; Yudit Oktanella; Gatot Ciptadi
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 2 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2020.021.02.3

Abstract

Informasi genetik kambing Senduro dan PE (Peranakan Etawa) yang berada di BBIB Singosari merupakan kambing lokal asal Jawa Timur, Indonesia yang digunakan dalam program breeding, khususnya untuk produksi semen beku untuk inseminasi buatan masih sangat terbatas. Perlu dilakukan analisa molekuler untuk menseleksi pejantan yang akan digunakan untuk produksi semen beku salah satunya dengan ilmu biologi molekuler. Penelitian tentang keragaman genetik dilakukan dengan menggunakan DNA mitokondria (mtDNA). Cytochrome b (Cyt-b) merupakan salah satu mtDNA yang memiliki laju mutasi yang sedang dan memiliki posisi sekuens nukleutida yang dipertahankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui susunan nukleutida kambing Senduro dan PE berdasarkan genotip mtDNA. Sampel yang digunakan berupa whole blood dari enam ekor kambing Senduro, dan tiga ekor kambing PE yang berasal dari BBIB Singosari, Malang, Jawa Timur. Sampel whole blood diisolasi dengan Blood DNA Preparation Kit by Jena Bioscience. Primer yang digunakan yaitu primer Forward (Cytb_F) 5’GCAATTGCCATAGTCCACCT’3 dan Reverse (Cytb_R) 5’GGATTTGCCGGG GTATAGTT’3. Hasil PCR disekuensing dengan metode Sanger. Analisa sekuen gen dilakukan menggunakan software MEGA-X. Penyejajaran pairwise distance menunjukkan terdapat perbedaan basa nukleutida pada kambing Senduro dan PE. Sampel SE1 mengalami missense mutation, dan sampel SE2, SE3, SE4, SE5, SE6, PE1, PE2, PE3 mengalami frameshift mutation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman genetik kambing Senduro dan PE yang dibandingkan dengan database NCBI Capra hircus: D8420.1 tergolong tinggi.
Performa Pertumbuhan Broiler Dengan Suplementasi Adaliman (Zanthoxylum Acanthopodium DC) Sebagai Zat Aditif Dalam Ransum Pajri Anwar; Jiyanto Jiyanto; Melia Afnida Santi
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 2 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2020.021.02.8

Abstract

Penelitian bertujuan untuk meningkatkan performa pertumbuhan broiler dengan suplementasi andaliman dalam ransum. Andaliman mengandung senyawa aditif (alkaloida, fenol hidrokuinon, flavonoida, steroida/triterpenoida, tannin, glikosida, terpenoid dan minyak atsiri ) yang mampu menekan pengaruh stress oksidatif pada ternak dan diharapkan akan mampu memperbaiki performa broiler. Penelitian menggunakan 200 ekor day old chick (DOC) strain CP 707 yang diberi ransum perlakuan umur 15 hari dengan rata-rata bobot badan 465±1.50 g/ekor dan dipelihara sampai umur 35 hari. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan, setiap ulangan berisi 10 ekor broiler. Suplementasiandaliman dalam ransum penelitian adalahR1= ransum basal (0% Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.); R2= ransum + 0.25% Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.); R3= ransum + 0.5% Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.); R4= ransum + 0.75% Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.); dan R5= ransum + 1% Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.). Peubah yang di amati adalah performa broiler yang terdiri dari jumlah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi tepung andaliman di dalam ransum tidak signifikan (P>0.05) mempengaruhi performa broiler. Kesimpulan hasil penelitian adalah suplementasi tepung andaliman sebagai zat aditifdalam ransum broiler sampai 1% tidak mempengaruhi performa pertumbuhan broiler.
Pembekuan Spermatozoa Ayam Kampung dengan Suplementasi Bovine Serum Albumin dan Putih Telur Dalam Pengencer Ringer Laktat Kuning Telur Khaeruddin Khaeruddin
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 2 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2020.021.02.4

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi sumber protein (bovine serum albumin/BSA atau putih telur) terbaik sebagai bahan pengencer dalam pembekuan semen ayam kampung. Pengencer dasar yang digunakan adalah ringer laktat dan kuning telur 10% dengan perlakuan kontrol, BSA 0.5%, BSA 1%, BSA 1.5%, putih telur 0.5%, putih telur 1% dan putih telur 1.5%. Semen diencerkan dan dikemas dalam straw 0.25 mL, dilanjutkan dengan ekuilibrasi pada suhu 5 oC selama 2 jam, ditempatkan pada uap nitrogen cair selama 10 menit dan disimpan dalam container nitrogen cair bersuhu -196 oC selama 24 jam. Thawing dilakukan pada suhu 37 oC selama 30 detik. Parameter yang diamati adalah motilitas, viabilitas dan abnormalitas setelah pengenceran dan setelah thawing, recovery rate dan motilitas spermatozoa 7 jam pada penyimpanan 5 oC setelah thawing. Data dianalisis sidik ragam, jika ditemukan pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh (P>0.05) terhadap motilitas, viabilitas, abnormalitas spermatozoa setelah pengenceran. Demikian juga dengan motilitas dan abnormalitas setelah thawing. Perlakuan jenis protein dalam pengencer berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap motilitas spermatozoa setelah thawing yang disimpan selama 7 jam pada suhu 5 oC. Viabilitas spermatozoa setelah thawing berbeda (P<0.05) antar perlakuan. Viabilitas spermatozoa paling tinggi diperoleh pada pengenceran dengan putih telur 1.5% yaitu 44.33%). Kesimpulan penelitian ini adalah putih telur 1.5% merupakan sumber protein terbaik untuk disuplementasi ke dalam ringer laktat kuning telur sebagai pengencer pada pembekuan semen ayam kampung.
Aplikasi Dekok Daun Kemangi (Ocimum basilicum L) Sebagai Bahan Aktif Untuk Mencegah Kejadian Mastitis Subklinis Pada Sapi Perah Riska Faradila; Binti Khopsoh; Anna Lidiyawati
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 2 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2020.021.02.9

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas daun kemangi dalam mencegah kejadian mastitis subklinis pada sapi perah dengan menggunakan metode teat dipping. Materi yang digunkan dalam penelitian ini dua belas ekor sapi perah yang menderita mastitis subklinis digunakan dalam rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan berupa teat dipping menggunakan dekok daun kemangi 20%, 30%, 40% dan iodin selama 14 hari. Tingkat kejadian mastitis diketahui dari penjumlahan skor California mastitis test (CMT) dari keempat putting sapi perah. Hasil dari penelitian menunjukkan ada pengaruh nyata (P<0.05) pada setiap konsentrasi dekok daun kemangi dan iodin. kisaran rata-rata skor CMT sebelum teat dipping sebesar 0,96-1,25, kemudian sesudah dilakukan teat dipping selama 14 hari dengan menggunakan dekok daun kemangi kosentrasi 20%, 30%, 40% dan iodin kisaran rata-rata skor CMT turun menjadi 0,42-0,67. Perubahan skor CMT sebelum dan sesudah dilakukan teat dipping selama 14 hari di dapatkan penurunan yang cukup signifikan dengan kisaran 42,74%- 69,72%. Kesimpulan dari penelitian ini dekok daun kemangi dapat digunakan sebagai alternative antiseptik alami untuk mengantikan iodin dalam mencegah kejadian mastitis subklinis pada sapi perah dengan metode teat dipping

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 1 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 2 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 1 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 2 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 1 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 2 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 1 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 2 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 1 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 2 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 1 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 2 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 1 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 2 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 1 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 2 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 1 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 16, No 1 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 2 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 1 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika Vol 14, No 1 (2013): Ternak Tropika Vol 13, No 1 (2012): Ternak Tropika Vol 12, No 2 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 11, No 2 (2010): Ternak Tropika Vol 11, No 1 (2010): Ternak Tropika Vol 9, No 2 (2008): Ternak Tropika Vol 7, No 2 (2007): Ternak Tropika Vol 6, No 2 (2007): Ternak Tropika More Issue