cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ternak Tropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25031007     EISSN : 25031007     DOI : -
Core Subject :
TERNAK TROPIKA, Journal of Tropical Animal Production (JTAP) provides for rapid publication of full-length papers, short communication and review articles describing of new finding or theory in Animal Production area. TERNAK TROPIKA has 1 volume with 2 issues per year. TERNAK TROPIKA is published by Department of Animal Priduction, Faculty of Animal Husbandry, Brawijaya University Indonesia in collaboration with Indonesian Society of Animal Science (ISPI
Arjuna Subject : -
Articles 305 Documents
Substitusi Ampas Tahu Terfermentasi Lactobacillus Plantarum pada Formulasi Pakan terhadap Kandungan Nutrisi Daging Kelinci Fase Grower Eka Fitasari; Nurita Thiasari
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 2 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2019.020.02.5

Abstract

Penelitian ampas tahu fermentasi menggunakan Lactobacillus plantarum dilaksanakan untuk mengetahui pengaruhnya dalam campuran pakan kelinci fase grower terhadap kualitas karkas (bahan kering, bahan organik, protein, lemak, , dan abu (mineral)) serta untuk mencari formulasi terbaik terhadap kualitas daging. Materi penelitian yaitu 25 ekor kelinci fase grower, pakan yang terdiri dari konsentrat berupa ampas tahu terfermentasi Lactobacillus plantarum dan polar serta pakan hijauan yaitu kangkung. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan yang terdiri dari P1 (Hijauan dan polar 100%), P2 (Hijauan dan formulasi polar 75%+ampas tahu fermentasi 25%), P3 (Hijauan dan formulasi polar 50%+ampas tahu fermentasi 50%), P4 (Hijauan dan formulasi polar 25%+ampas tahu fermentasi 75%), P5 (hijauan dan ampas tahu fermentasi 100%). Penggunaan Lactobacillus plantarum dalam media cair pada ampas tahu segar adalah 20% (v/m). Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi ampas tahu fermentasi Lactobacillus plantarum dlam pakan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kandungan bahan kering, bahan organik, protein dan abu pada karkass kelinci fase grower bagian paha. Penggunaan substitusi ampas tahu fermentasi secara nyata dapat menurunkan kandungan lemak pada paha daging kelinci (P<0,01). Disarankan untuk menggunakan ampas tahu fermentasi Lactobacillus plantarum pada pakan yang memenuhi kecukupuan protein dan energi pakan kelinci.
Interaksi Antara Bentuk Ambing dan Paritas Terhadap Produksi Susu Kambing Senduro Jisril Palayukan; Ali Murthadho; Nanda Dwi Putra; Ahmad Furqon; Aswah Ridhowi; Tri Eko Susilorini; Suyadi Suyadi
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 1 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2020.021.01.7

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara bentuk ambing dan paritas terhadap produksi susu pada kambing Senduro. Materi yang digunakan adalah 69 ekor induk kambing Senduro yang sedang laktasi pada paritas 1 – 4. Metode penelitian adalah metode observasional dan penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling. Variabel penelitian adalah bentuk ambing, paritas, dan produksi susu. Produksi susu diperoleh dengan cara mengukur volume susu dari tiap ternak pada pagi hari. Analisi data menggunakan uji T-test tidak berpasangan untuk bentuk ambing terhadap produksi susu, sedangkan untuk mengetahui korelasi antara paritas dengan produksi susu menggunakan analisis regresi korelasi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk ambing pada kambing Senduro, yaitu ambing berbentuk botol sebanyak 56 ekor dan ambing berbentuk kendi sebanyak 13 ekor. Hasil uji T-test tidak berpasangan menunjukkan bahwa bentuk ambing tidak berpengaruh nyata terhadap produksi susu. Hasil uji regresi korelasi linier sederhana menunjukkan bahwa paritas dan produksi susu memiliki korelasi yang sedang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tidak ada interaksi antara bentuk ambing dengan produksi susu. Korelasi antara paritas dengan produksi susu adalah semakin bertambah paritas maka semakin tinggi produksi susu yang dihasilkan.
Metode Peningkatan Nilai Nutrisi Jerami Jagung Sebagai Pakan Ternak Ruminansia Yanuartono Yanuartono; Soedarmanto Indarjulianto; Alfarisa Nururrozi; Slamet Raharjo; Hary Purnamaningsih; Nurman Haribowo
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 1 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2020.021.01.3

Abstract

Pakan merupakan  faktor  sangat penting  dalam menunjang keberhasilan usaha peternakan. Ternak ruminansia sangat bergantung pada pakan hijauan. Di sisi lain, ketersediaan pakan hijauan sangat berfluktuasi, melimpah di musim hujan tetapi minim di saat musim kemarau.. Jerami  jagung adalah produk limbah samping pertanian yang berpotensi digunakan sebagai alternatif untuk pakan ternak ruminansia. Menggunakan jerami jagung sebagai pakan ternak untuk hewan ruminansia dapat membantu menyelesaikan masalah kekurangan pakan ternak terutama di musim kemarau. Penggunaan jerami jagung sebagai pakan ternak terbatas karena daya cerna yang rendah. Berbagai metode dapat digunakan untuk mengatasi nilai gizi jerami jagung yang terbatas seperti membuat hay dan silase sehingga kandungan nutrisinya dapat ditingkatkan. Makalah ini bertujuan untuk memberikan ulasan singkat tentang metode untuk meningkatkan nilai gizi jerami jagung sehingga dapat meningkatkan produktivitas ruminansia.
Estimasi Most Probable Producing Ability (MPPA) Sifat Produksi Pada Sapi Madura Yuli Arif Tribudi; Peni Wahyu Prihandini; Veronica Margareta Ani Nurgiartiningsih
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 1 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2020.021.01.10

Abstract

UPT Pembibitan dan Kesehatan Hewan Pamekasan adalah unit pelayanan milik Pemerintah Jawa Timur yang khusus menangani pembibitan sapi Madura. Pendugaan nilai parameter genetik yang didasarkan pada catatan produksi dapat digunakan sebagai dasar evaluasi terhadap nilai pemuliaan dan keunggulan genetik sapi Madura melalui metode MPPA (Most Probable Producing Ability). Penelitian ini menggunakan catatan produksi tahun 2014-2019 dari 52 ekor induk yang berjumlah 127 keturunan. Ripitabilitas dihitung berdasarkan metode korelasi antar kelas sedangkan metode Most Probable Producing Ability (MPPA) digunakan untuk menduga keunggulan performans produksi induk sapi Madura. Rataan berat badan sapi Madura umur 205 hari dan 365 hari masing-masing sebesar 83,55±15,66 kg dan 109,97±16,04 kg. Estimasi ripitabilitas berat umur 205 hari dan berat umur 365 hari yang dihasilkan termasuk dalam kategori tinggi. Berdasarkan nilai pendugaan MPPA performans produksi sapi Madura pada berat umur 205 hari dan 365 hari didapat induk terbaik sapi Madura dengan nomor identitas 386 dan induk dengan nomor identitas 378 dengan nilai pendugaan masing-masing 118,52 kg dan 142,34 kg.
Energy and Nitrogen Retention of Bali Heifers (Bos sondaicus) Fed Diet Containing Different Energy Protein Level Ni Nyoman Suryani; I Wayan Suarna; I Gede Mahardika; Ni Putu Sarini; Lindawati Doloksaribu
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 1 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2020.021.01.9

Abstract

Database of Bali heifer particularly on their nutrient digestibility, energy and nitrogen balance of various ration formulas on their growth performance were limited.  A randomized block design with four types rations of metabolizable energy (ME) and crude protein ratios, i.e. of 2,045.38 kcal ME/kg:12.06% (Treatment A), 2,103.57 kcal ME/kg:13.11% (Treatment B), 2,201.85 kcal ME/kg:13.97% (Treatment C) and 2297.60 kcal ME/kg:15.05% (Treatment D) were conducted to evaluate nutrient digestibility, energy and nitrogen retention of Bali heifers.  The rations consisted of concentrate, urea, molasses, king grass, coconut oil and vitamin-mineral mix.  Results showed that Treatment D improved significantly of the 7,814.34 kcal/d digestible energy, 49.87 g/d digestible nitrogen, 11,015.06 kcal/d energy intake, 423.53 g/d nitrogen intake, 67.76 kcal/d energy retention, 7.91 g/d nitrogen retention, 0.33 kg/d daily weight gain (ADG), (P<0.05).  In summary, ration for Bali heifer should contain at least 2,297.60 kcal ME/kg:15.05% crude protein for better average daily weight gain.
Identifikasi Total Protein dan Fraksi Protein Induk Kambing Peranakan Ettawah Beranak Kembar dan Tunggal Gusfarisa Rafika Putri; Mudawamah Mudawamah; Sumartono Sumartono
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 1 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2020.021.01.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi total protein dan fraksi protein (albumin dan globulin) serum darah induk kambing Peranakan Ettawah (PE) beranak kembar dan tunggal. Penelitian ini dilakukan menggunakan serum darah induk kambing PE beranak tunggal dan kembar dengan membagi dalam 2 kelompok, setiap kelompok terdiri atas 6 ekor kambing. Sampel serum diisolasi dari whole blood. Whole blood diambil melalui vena jugularis kambing PE. Separasi serum induk kambing PE dilakukan menggunakan total protein, albumin, dan globulin menggunakan metode spektofotometri, kemudian data dianalisa menggunakan uji unpaired t-test melalui software SPSS.16 untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Berdasarkan penelitian, didapatkan hasil total protein kelompok induk kambing beranak kembar berbeda nyata (P<0,05) lebih tinggi 31,68% dibanding kelompok induk kambing beranak tunggal.  Kadar albumin kelompok induk kambing beranak kembar berbeda sangat nyata (P<0.01) lebih tinggi 21,43% dibandingkan dengan beranak tunggal.  Kadar globulin kelompok induk kambing beranak kembar berbeda nyata (P<0,05) lebih tinggi 26,89% dibandingkan dengan beranak tunggal.  Total protein dan fraksi protein (albumin dan globulin) lebih tinggi pada induk beranak kembar dapat membantu perkembangan anak dapat maksimal. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu induk kambing beranak kembar memiliki aktivitas metabolisme yang lebih tinggi dilihat dari konsentrasi total protein dan fraksi protein. Implikasi dari penelitian ini adalah pemberian pakan pada induk beranak kembar perlu ditingkatkan minimal 32 % sejak awal kebuntingan dibandingkan dengan induk beranak tunggal.
Penggunaan Feces Sapi Terfermentasi dalam Ransum Terhadap Performa Produksi dan Reproduksi Ayam Kampung Sabu dan Semau Franky M S Telupere
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 1 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2020.021.01.2

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji penggunaan feces sapi terfermentasi dalam ransum terhadap performa produksi dan reproduksi ayam kampung Sabu dan Semau. Masing-masing kelompok terdiri dari 6 pejantan dan 18 ekor betina berumur 1,5-2 tahun yang digunakan sebagai tetua. Dari perkawinan inter se mating, dihasilkan 144 ekor anak ayam. Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial 2x3 digunakan dalam penelitian ini, dimana terdapat 2 faktor, yaitu pertama faktor pakan: T0: Ransum Basal + 0% feces sapi terfermentasi (kontrol); T1: Ransum Basal 90% + 10% feces sapi terfermentasi; T2:  Ransum Basal 80% + 20% feces sapi terfermentasi. Faktor kedua adalah grup genetik, yaitu: S: Ayam Sabu dan M: Ayam Semau. Setiap perlakuan diulang 2 kali, dan setiap ulangan terdiri dari 1 pejantan dan 3 betina. Variabel yang diteliti adalah produksi telur, bobot telur, fertilitas, daya tetas, bobot DOC, bobot badan 4 dan 8 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan feces sapi terfermentasi dalam ransum basal sampai 20% memberikan hasil  yang lebih baik untuk produksi telur dan bobot telur. Sedangkan untuk variabel lainnya tidak berpengaruh, sehingga dapat disimpulkan bahwa feces sapi terfermentasi dapat digunakan dalam ransum ayam kampung Sabu dan Semau.
Pemberian Air Isotonik Alami untuk Mengatasi Kondisi Heat Stress Terhadap Performan Produksi Burung Puyuh (Cortunix cortunix japonica) Nurul Frasiska; Andri Kusmayadi
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 1 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2020.021.01.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan isotonik alami (sari jeruk nipis, ekstrak seledri dan gula) untuk ternak unggas (Burung Puyuh) yang mampu mengatasi cekaman panas (Heat Stress) dengan dosis yang tepat yang ditunjukkan dengan performan produksi. Performan produksi yang diamati meliputi produksi telur dan rataan bobot telur. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan antara lain T0 yaitu perlakuan air minum tanpa dosis isotonik, T1 menggunakan 10% infusa seledri, T2 menggunakan 20% infusa seledri, T3 menggunakan 30% infusa seledri yang masing-masing level ditambahkan 2% sari jeruk nipis dan 2% gula untuk menghasilkan cairan isotonik. Hasil penelitian terhadap performan produksi menunjukkan tidak ada perbedaan (P>0,05) yang nyata terhadap produksi telur. Namun ada perbedaan (P<0,05) terhadap bobot telur yang dihasilkan. Bobot telur meningkat pada level 30% isotonik alami.
The Reject Green Kale Substitution (Ipomoea Aquatica) Fermented Yeast in Commercial Feed on Performance and Carcass Quality of Super Native Chicken Alberth Nugrahadi Ndun; Franky M. S. Telupere; Ni Gusti Ayu Mulyantini
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 1 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2020.021.01.1

Abstract

The purpose of this study was to determine the reject green kale effect of substitution fermented yeast in commercial feed on the performance and carcass quality of super native chicken. The design of this study is a completely randomized design (CRD) factorial pattern 2 x 4. The first factor is gender, the second factor is 4 treatment of feed. Each treatment consisted of 4 replications, and each test consisted of 4 chickens. The treatment in question is: R0 = (100%) basal ration without the reject green kale substitution (Control), R1 = 95% basal ration + with the reject green kale substitution fermented yeast 5%, R2 = 90% basal ration + with the reject green kale substitution fermented yeast 10%, R3 = 85% basal ration + with the reject green kale substitution fermented yeast 15%. Conclusion the reject green kale substitution fermented yeast in commercial feed can improve the performance and carcass quality of super native chicken. The best performance results were obtained from the value of feed consumption in male R3 treatment at 455.6 grams/head/week, body weight gain/week in male R3 treatment at 295.5 grams/head/week, feed conversion in male R2 treatment at 1,538, and carcass percentage at male R3 treatment by 62.6%. While the best results of carcass quality obtained from the value of the water holding capacity is the treatment of male R1 by 53.83%, cooking losses in the treatment of R3 female by 12.63%, the potential hydrogen of the male R2 treatment by 5.07%, and tenderness which is at the highest favorite level in the treatment of treatment. Male R3 is 3.53%.
Karakteristik Antimikroba Bakteri Asam Laktat Susu Kuda Sumba Terhadap Bakteri Salmonella Typhimurium Annytha Detha; Maria Grasia Jo; Nancy Foeh; Nemay Ndaong; Frans Umbu Datta
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 1 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2020.021.01.6

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi aktivitas antimikroba dari bakteri asam laktat yang diisolasi dari susu sumba terhadap bakteri patogen Salmonella Typhimurium; dan membandingkan penghambatan bakteri asam laktat dalam bentuk filtrat dan non-filtrat. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana. Pembuatan Filtrat Bakteri Asam Laktat dan Bakteri non-Filtrat dari asam laktat utuh adalah bakteri asam laktat yang non-filtrat, sedangkan filtrat bakteri asam laktat melewati proses centrifuge dari MRS Broth dan dituangkan ke dalam tabung reaksi dan disentrifugasi pada 3000 rpm untuk 30 menit untuk memisahkan supernatan dari endapan. Berdasarkan data, diameter zona hambat filtrat bakteri asam laktat dalam metode sumur menunjukkan hasil 12,2±2,1 mm Diameter zona hambat bakteri asam laktat non-filtrat dalam metode sumur menunjukkan hasil 13,3±0,1 mm. Berdasarkan perbandingan, bakteri asam laktat menggunakan metode sumur non filtrat memiliki zona hambat yang lebih rendah daripada metode sumur non filtrat. Bakteri asam laktat memiliki kategori kekuatan antimikroba yang kuat terhadap bakteri Salmonella Typhimurium dan diameter zona hambat optimal bakteri asam laktat dalam bentuk non-filtrat lebih besar daripada diameter zona hambat optimal bakteri asam laktat dalam bentuk filtrat.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 1 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 2 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 1 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 2 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 1 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 2 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 1 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 2 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 1 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 2 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 1 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 2 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 1 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 2 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 1 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 2 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 1 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 16, No 1 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 2 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 1 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika Vol 14, No 1 (2013): Ternak Tropika Vol 13, No 1 (2012): Ternak Tropika Vol 12, No 2 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 11, No 2 (2010): Ternak Tropika Vol 11, No 1 (2010): Ternak Tropika Vol 9, No 2 (2008): Ternak Tropika Vol 7, No 2 (2007): Ternak Tropika Vol 6, No 2 (2007): Ternak Tropika More Issue