cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ternak Tropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25031007     EISSN : 25031007     DOI : -
Core Subject :
TERNAK TROPIKA, Journal of Tropical Animal Production (JTAP) provides for rapid publication of full-length papers, short communication and review articles describing of new finding or theory in Animal Production area. TERNAK TROPIKA has 1 volume with 2 issues per year. TERNAK TROPIKA is published by Department of Animal Priduction, Faculty of Animal Husbandry, Brawijaya University Indonesia in collaboration with Indonesian Society of Animal Science (ISPI
Arjuna Subject : -
Articles 305 Documents
Kajian Karakteristik Fenotipe Kuantitatif dan Kualitatif Ayam Bekisar Hamiyanti, Adelina Ari; Ciptadi, Gatot; Nuryadi, Nuryadi; Yekti, Aulia Puspita Anugra
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2023.024.02.4

Abstract

Ayam bekisar merupakan hasil persilangan interspesies antara ayam hutan merah/ayam hutan hijau jantan dengan ayam kampung. Persilangan ini menguntungkan dari segi fenotipe karena menghasilkan warna bulu yang indah selain suara kokokan yang memikat. Karakteristik fenotipe kuantitatif dan kualitatif ayam bekisar belum terdokumentasi dengan baik sehinggapenelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran fenotipe kuantitatif dan kualitatif dari ayam bekisar jantan. Penelitian ini menggunakan metode survei. Penelitian menggunakan 95 ekor ayam dewasa yang terdiri dari 5 ekor ayam hutan jantan, 65 ekor ayam kampung betina dan 25 ekor ayam bekisar jantan yang diperoleh di Kecamatan Dau Kabupaten Malang danKecamatan Suboh Kabupaten Situbondo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfometrik ayam bekisar yaitu panjang femur 10,64±0,79 cm, panjang tibia 13,01±1,25cm, lingkar tarsometatarsus 9,01±0,94 cm, panjang dada 11,85±1,09 cm, lingkar dada 41,39±1,92 cm, panjang leher 12,82±1,80 cm, panjang paruh 2,50±0,54 cm, panjang kepala 6,35±0,55 cm, lebar kepala 3,17±049 cm, panjang badan 42,96±2,49 cm dan bobot badan1972,16±251,16 g. Secara kualitatif memiliki warna bulu berwarna (92%) dan putih (8%); pola bulu bervariasi liar (54%), hitam (28%), columbian (26%) ; kerlip bulu emas (92%) dan perak (8%) ; corak bulu100% non lurik serta bentuk jengger (96%) tunggal dan (4%) kapri. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah secara kuantitatif ukuran tubuh ayam bekisar berada diantara ayam hutan merah dan ayam kampung sebagai tetuanya. Demikian pula dengan karakteristik kualitatifnya
Tingkat Pengencer dan Waktu Penyimpanan Berbeda Terhadap Abnormalitas dan Malondialdehid Semen Entog Pada Suhu Kamar Andaruisworo, Sapta; Tanjungsari, Ardina; Yuniati, Erna; Solikin, Nur; Anifiatiningrum, Anifiatiningrum; Fitriani, Fitriani
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2023.024.02.6

Abstract

Efek penyimpanan semen Entog akan menyebabkan penurunan kualitas seiring dengan perlakuan lama penyimpanan dan kadar pengencer  semen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan Malondialdehid (MDA) semen Entog pada pengenceran dan penyimpanan yang berbeda pada suhu ruang 27 °C. Penelitian ini menggunakan tingkat pengenceran semen dengan lama penyimpanan yang berbeda pada suhu ruang 27 °C. Pada penelitian ini parameter motilitas masa spermatozoa yang digunakan adalah motilitas individu, abnormalitas spermatozoa, dan uji aktivitas MDA. Sampel menggunakan 5 ekor Entog dewasa berumur 1,5-2 tahun, 3 jantan dan 2 betina, sehat dan memiliki libido tinggi digunakan sebagai penelitian dan dikandangkan secara individu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pola petak terbagi. Faktor pertama sebagai petak utama adalah tingkat pengenceran yaitu 0 (A0), 5 kali (A1), 10 kali (A2) dan 15 kali (A3), faktor kedua sebagai anak petak adalah waktu penyimpanan 0 (BO), 60 menit (B1), 120 menit (B2) dan 180 menit (B3) disimpan pada suhu ruang 27 °C dengan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian ini adalah hasil terbaik adalah abnormalitas terjadi pada laju pengenceran 5 kali dengan umur simpan 60 menit dan MDA tanpa pengenceran atau kontrol dengan umur simpan 120 menit.
Penggunaan Tepung Campuran Daun Indigofera (Indigofera zollingeriana) dan Ampas Tahu Fermentasi Dengan Inokulum Waretha Sebagai Sumber Protein Dalam Ransum Puyuh Petelur Mirzah, Mirzah; Hellyward, James; Fajrona, Kadran; Herwanto, Taufik
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2023.024.02.7

Abstract

Bungkil kedelai merupakan pakan sumber protein nabati dalam ransum unggas yang diperoleh dari impor. Perlu upaya mencari bahan pakan alternatif sebagai substitusinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung Daun Indigofera dan Ampas Tahu Fermentasi (DIATF) dalam ransum terhadap performa produksi puyuh dan kualitas telur puyuh. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah level penggunaan tepung DIATF dalam ransum yang terdiri dari R0 = ransum tanpa penggunaan DIATF ( kontrol), R1 = 4% DIATF, R2 = 8% DIATF, R3= 12% DIATF dan R4 = 16% DIATF dalam ransum. Peubah yang diamati adalah konsusi ransum, produksi telur, masa telur dan konversi ransum, kolesterol, lemak, dan warna kuning telur puyuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, produksi telur harian, berat telur, massa telur dan konversi ransum. Namun menunjukkan pengaruh yang  sangat nyata (P<0,01) terhadap kolesterol kuning telur  puyuh dan lemak kuning telur puyuh,  serta   berpengaruh nyata (P<0,05)  terhadap warna kuning telur puyuh. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan DIATF sampai 16% atau menggantikan 80% bungkil kedelai sebagai sumber protein dalam ransum dapat dilakukan tanpa menurunkan performa produksi puyuh petelur. Pada kondisi ini diperoleh konsumsi ransum 21,09 (gram/ekor/hari), produksi telur harian 76,43 %, berat telur 9,02 gram/butir, produksi massa telur 6,77 (gram/ekor/hari), dan konversi ransum sebesar 3,17, serta dapat juga menurunkan kadar kolesterol dan lemak kuning telur puyuh.
Inseminasi Buatan Menggunakan Semen Beku Dosis Ganda Pada Sapi Perah Peranakan Friesian Holstein Yekti, Aulia Puspita Anugra; Bayuardhi, Muhammad; Wahjuningsih, Sri; Susilawati, Trinil
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2023.024.02.9

Abstract

Inseminasi Buatan (IB) adalah suatu teknologi reproduksi yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan populasi dan mutu genetik ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan IB dengan menggunakan dosis tunggal dan dosis ganda pada sapi peranakan Friesian Holstein (PFH). Penelitian ini dilakukan di desa Bendosari dan Sukamulya Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Indonesia. Materi penelitian adalah sapi perah PFH sebanyak 99 ekor yang dipilih secara purposive sampling dengan kriteria yaitu memiliki BCS 2.5-3.5, sudah pernah melahirkan, mempunyai organ reproduksi yang sehat serta menunjukkan tanda estrus yang jelas. Perlakuan yang diberikan terdiri atas dua perlakuan yaitu 50 ekor sapi di IB dengan dosis tunggal (P0) dan 49 ekor sapi di IB dengan dosis ganda dengan waktu berbeda yaitu 2 dan 8 jam setelah munculnya estrus (P1). Deposisi semen yang digunakan adalah posisi 4 (korpus uteri). Pemeriksaan kebuntingan dilakukan dengan menggunakan ultrasonografi (USG). Parameter yang diamati adalah Non-Return Rate (NRR), Conception Rate (CR) dan Pregnancy Rate (PR). Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase NRR1 dan NRR2 pada P0 adalah 70% dan 60%, sedangkan pada P1 adalah 81,63% dan 71,43%. Persentase CR pada P0 dan P1 masing-masing adalah 50% dan 57%, sedangkan nilai PR pada P0 dan P1 adalah 66% dan 67%. Hasil uji chi square menunjukkan nilai NRR dan CR menunjukkan hasil yang berbeda nyata (P<0,05), sedangkan PR tidak berbeda nyata (P>0,05). Kesimpulan pada penelitian ini bahwa metode IB semen beku dosis ganda pada waktu berbeda memiliki keberhasilan kebuntingan yang lebih baik dibandingkan dengan IB dosis tunggal.
Pengaruh Bobot Awal Berbeda Terhadap Bobot Organ Dalam, Organ Luar Dan Kesehatan Kelinci Hycole Nurwahyuni, Eka; Minarti, Sri; Nurfadila, Agista Lutfi; Widyastuti, Wahyu Indah
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2023.024.02.10

Abstract

Kelinci Hycole merupakan kelinci yang memiliki produktivitas yang tinggi dan juga adaptasi yang baik untuk pengembangan di Indonesia. Kelinci dapat dimanfaatkan untuk diambil karkas sebagai daging olahan yang memiliki gizi yang tinggi. Selain karkas, kelinci juga diambil non karkas sebagai konsumsi seperti organ dalam. Pertumbuhan kelinci dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu lingkungan, bobot badan, dan penyakit. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui untuk mengevaluasi bobot organ dalam dan organ luar serta kesehatan pada kelinci Hycole dengan bobot awal yang berbeda. Penelitian ini menggunakan bobot kelinci dibagi dalam 3 kelompok yang berbeda yaitu kelompok besar dengan bobot badan berkisar 2005-2315g, kelompok sedang dengan bobot badan berkisar 1695-1900g dan kelompok kecil dengan bobot badan berkisar 1540-1640g. Hasil penelitian yang didapat adalah bobot badan awal kelinci memberikan pengaruh (P< 0.01) terhadap bobot hati dan saluran pencernaan. Namun bobot hati dan jantung tidak dipengaruhi oleh bobot awal kelinci. Hal ini dapat dipengaruhi oleh fungsi dari organ pencernaan memiliki adaptasi untuk kerja yang lebih berat sehingga organ juga bertambah bobotnya. Bobot organ luar kelinci juga dipengaruhi oleh bobot badan kelinci. Kelinci dengan bobot badan kecil mudah terserang penyakit daripada kelinci besar, hal ini disebabkan kelinci kecil memiliki imun yang lemah dibanding kelinci besar. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bobot organ dalam (hati dan saluran pencernaan) dan organ luar (kepala dan kaki) dapat dipengaruhi oleh bobot badan awal kelinci. Kelinci dengan bobot awal yang besar memberikan bobot organ dalam dan organ luar yang besar. Penyakit kelinci pada umumnya yang terjadi pada bobot kelinci kecil dan sedang adalah diare dan scabies. Hal ini perlu penanganan lebih lanjut agar tidak mempengaruhi produktivitas. 
Preservasi Spermatozoa Babi Landrace Dalam Tiga Jenis Pengencer Modifikasi Papituan, Mardan Laes; Nalley, Wilmientje Marlene; Hine, Thomas Mata
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2024.025.01.1

Abstract

Pengenceran semen memiliki dua fungsi utama yaitu untuk memperpanjang masa simpan dan memperbesar volume semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan penambahan ekstrak daun kelor (EDK) 5% dalam pengencer tris- kuning telur (T-KT), sitrat- kuning telur (S-KT) dan beltsville thawing solution®-kuning telur (BTS® -KT) terhadap kualitas semen babi landrace selama penyimpanan. Semen babi diambil seminggu sekali menggunakan metode masase dari satu ekor babi jantan berumur 2 tahun dengan kodisi sehat dan organ reproduksi yang normal. Semen yang berkualitas baik dibagi dan diencerkan dengan pengencer perlakuan yaitu : P1: T-KT – 5% EDK , P2: S-KT – 5% EDK dan P3: BTS® -KT – 5% EDK. Kemudian pengenceran semen disimpan dalam syrofoam pada suhu 18-22ᶱ C dan dievaluasi setiap 8 jam meliputi motilitas, viabilitas, abnormalitas serta membran plasma utuh (MPU). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap yang terdiri atas tiga perlakuan dan lima ulangan. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan uji anova, apabila terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan maka dilanjutkan dengan uji duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengencer S-KT modifkasi (P2) mempunyai kualitas yang lebih baik (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan lainnya yaitu selama 40 jam dengan motilitas (45,40±4,15 %), viabilitas (56,66±1,32) dan MPU (55,44±5,18%). Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu pengenceran modifikasi terbaik adalah pengencer S- KT dengan penambahan EDK 5 % (P2).
Pengaruh Pemberian Selenium dan Vitamin E Terhadap Kualitas Spermatozoa Pada Kambing Pejantan Jawarandu (Capra aegagrus hircus) Murdiyanti, Repti Ani; Nurdayati, Nurdayati; Pranatasari, Dewi
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2024.025.01.2

Abstract

Keberhasilan perkawinan kambing pejantan salah satunya dapat dilihat dari kualitas spermatozoa yang dihasilkan. Kualitas spermatozoa pejantan unggul tidak terlepas dari kebutuhan mineral yang dapat mendorong kualitas spermatozoa menjadi baik. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian Selenium dan Vitamin E terhadap kualitas spermatozoa oleh kambing pejantan Jawarandu. Rancangan percobaan pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan menggunakan One-way Anova dan Kruskall Wallis. Penelitian ini menggunakan kambing sebanyak 18 ekor, dengan perlakuan injeksi selenium 1,5 mg dan vitamin E 50 mg dengan dosis yang berbeda, yaitu : P0 sebagai kontrol, P1 diberikan 5 ml, dan P2 diberikan sebanyak 7 ml selama 3 minggu dengan injeksi seminggu sekali secara berurutan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini lain adalah volume, pH, warna, motilitas massa, viabilitas, konsentrasi, dan abnormalitas. Penelitian ini memberikan hasil signifikan (P<0,05) yakni terhadap konsentrasi dan abnormalitas dengan konsentrasi 2101 × 106/ml dan abnormalitas 9,27%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa injeksi selenium dan vitamin E sebanyak 7 ml dapat meningkatkan konsentrasi spermatozoa dan menurunkan abnormalitas spermatozoa.
Pengaruh Penggunaan Feses Domba, Feses Sapi dan Blotong Tebu Sebagai Media Hidup Terhadap Populasi, Bobot Badan, Konsumsi dan Konversi Pakan pada Cacing Tanah Eudrilus Eugeniae Kurniawan, Surya Aji; Cholis, Nur
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2024.025.01.3

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan limbah feses domba, feses sapi dan limbah blotong tebu sebagai media terhadap populasi, bobot badan, konsumsi dan konversi pakan pada cacing tanah Eudrilus eugeniae, serta untuk mendapatkan penggunaan media yang terbaik untuk pertumbuhan cacing tanah Eudrilus eugeniae. Materi penelitian yang digunakan yaitu menggunakan cacing tanah berjenis Eudrilus eugeniae sebanyak 50 ekor/media dengan umur sekitar 2 bulan. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode percobaan eksperimental kuantitatif dengan percobaan RAL yang menggunakan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap perlakuan menggunakan campuran limbah dengan perlakuan P0 (Kascing 100%), P1 (Kascing 25% + Feses Domba 75%),  P2 (Kascing + Feses Sapi 75%) dan P3 (Kascing 25% + Blotong Tebu 75%). Variabel yang diamati meliputi pertambahan populasi, bobot badan, konsumsi dan konversi pakan cacing tanah Eudrilus eugeniae. Data dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan bila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media hidup berpengaruh sangat nyata (P<0,01) pada cacing tanah Eudrilus eugeniae terhadap pertambahan populasi pada perlakuan P2: 2.1 ekor/hari, bobot badan pada perlakuan P2: 0.37 g/hari, konsumsi pakan P3: 817.6 g . Sedangkan konversi pakan cacing tanah Eudrilus eugeniae menunjukkan tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Media hidup terbaik untuk pertumbuhan cacing tanah Eudrilus eugeniae yaitu penggunaan feses sapi sebagai media hidup yang terlihat pada hasil pertambahan populasi dan bobot badan tertinggi. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang diberikan adalah penggunaan feses sapi disarankan sebagai media hidup yang digunakan dalam budidaya cacing tanah yang dapat memberikan populasi dan bobot badan yang tinggi.
Analisis Komparasi Rumus Djagra Dalam Memperkirakan Bobot Badan Ternak Sapi Bali (Studi Kasus Di UPTD. BPTHMT Serading) Mawaddah, Uswatun; Sudirman, Sudirman; Amrullah, Amrullah; Budiman, Cecep; Yani, Ahmad
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2024.025.01.4

Abstract

Sapi Bali (Bos javanicus domesticus) memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia sebagai penghasil daging. Produktivitas ternak dapat dilakukan. mengetahui Ukuran-ukuran tubuh ternak sangat penting sebagai kriteria dalam mengestimasi bobot badan ternak secara efisien dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keakuratan rumus Djagra dalam menentukan bobot badan sapi Bali dibandingkan dengan penimbangan langsung serta faktor-faktor yang memengaruhi akurasinya. Menggunakan sampel 40 ekor sapi terdiri dari 10 ekor sapi jantan dewasa (umur 3-5 tahun), 10 ekor sapi betina dewasa (umur 4-6 tahun), 10 ekor sapi jantan muda (umur 1-2 tahun), dan 10 ekor sapi betina muda (umur 1-2 tahun). di UPTD BPTHMT Serading, Kabupaten Sumbawa. Hasil analisis kuantitatif menggunakan SPSS versi 27 menunjukkan persentase penyimpangan bobot badan sapi Bali dewasa jantan (SP1) sebesar 4,5% dan persamaan regresi linear sederhana (Y) = -12,572 + 0,999, jantan muda (SP2) 2,46% dan Persamaan Regresi Linear (Y = 15,645 + 0,856, betina dewasa (SP3) 9,04% dan persamaan regresi linear (Y) = 84,028 + 0,532, dan betina muda (SP4) 3,25% dan Persamaan Regresi Linear (Y)= 33,355 + 0,652 + 25,929. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa rumus Djagra cukup akurat dalam memperkirakan bobot badan sapi Bali, dengan perbedaan antara perkiraan rumus Djagra dan penimbangan langsung berada dalam skala 5%-10%. Korelasi positif kuat mengindikasikan rumus ini dapat menjadi alternatif efektif saat penimbangan langsung tidak memungkinkan. Analisis kualitatif menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi bobot badan ternak sapi Bali seperti genetik (ternak) dan lingkungan (pakan, manajemen pemeliharaan, kesehatan, dan iklim).
Evaluasi Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Potong di Dataran Tinggi dan Rendah Kusumawati, Enike Dwi; Ikhwan, Amin Nur; Krisnaningsih, Aju Tjatur Nugroho
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2024.025.01.5

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan inseminasi buatan pada sapi potong di dataran tinggi dan dataran rendah. Daerah yang digunakan dalam penelitian adalah daerah dataran tinggi Kecamatan Prigen dan dataran rendah Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 27 Juni – 2 Juli 2023. Materi penelitian adalah sapi potong yang berada di wilayah Kecamatan Prigen dan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dimana data primer diperoleh dari recording inseminator disertai peninjauan secara langsung. Variabel yang diamati adalah service per conception dan conception rate pada sapi potong setelah dilakukan perkawinan dengan inseminasi buatan di dataran tinggi dan dataran rendah. Metode atau teknik analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data primer maupun data sekunder yang diperoleh dalam bentuk kuantitatif dan dianalisis menggunakan Uji T. Banyaknya akseptor IB Kecamatan Prigen selama bulan April - Mei tahun 2023 adalah 230 ekor dengan jumlah bunting 215 ekor. Banyaknya akseptor IB Kecamatan Kraton selama bulan April - Mei tahun 2023 adalah 176 ekor dengan jumlah bunting 167 ekor. Berdasarkan perhitungan Conception Rate (CR) pada dataran tinggi dan rendah. Angka konsepsi di daerah Kecamatan Kraton adalah 55,68% sedangkan daerah Kecamatan Prigen 69,13%, sedangkan berdasarkan perhitungan Service Per Conception nilai S/C di Kecamatan Kraton adalah 1,53 sedangkan nilai S/C di Kecamatan Prigen adalah 1,36. Dari hasil pengujian hipotesis menggunakan uji T didapatkan bahwa Conseption Rate dan Service Per Conception antara dataran rendah dan dataran tinggi terdapat perbedaan yang nyata. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil inseminasi buatan lebih bagus di dataran tinggi daripada dataran rendah. Nilai Conception Rate (CR) di daerah dataran tinggi Kecamatan Prigen sebesar 69,13% dan dataran rendah Kecamatan Kraton 55,68% sedangkan Service Per Conception (S/C) di dataran tinggi Kecamatan Prigen 1,36 dan dataran rendah Kecamatan Kraton 1,53.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 1 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 2 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 1 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 2 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 1 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 2 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 1 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 2 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 1 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 2 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 1 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 2 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 1 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 2 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 1 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 2 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 1 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 16, No 1 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 2 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 1 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika Vol 14, No 1 (2013): Ternak Tropika Vol 13, No 1 (2012): Ternak Tropika Vol 12, No 2 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 11, No 2 (2010): Ternak Tropika Vol 11, No 1 (2010): Ternak Tropika Vol 9, No 2 (2008): Ternak Tropika Vol 7, No 2 (2007): Ternak Tropika Vol 6, No 2 (2007): Ternak Tropika More Issue