cover
Contact Name
Nia Kurniasih
Contact Email
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sosioteknologi, Labtek VII, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sosioteknologi
ISSN : 18583474     EISSN : 2443258X     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Sosioteknologi is a journal that focuses on articles that discuss results of an intersection of research fields of science, technology, arts, and humanities as well as the implications of science, technology, and arts on society. It is published three times a year in April, August, and December. Jurnal Sosioteknologi is a collection of articles that discuss research results, conceptual ideas, studies, application of theories, and book reviews. Jurnal Sosioteknologi has been indexed by Google Scholar and Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474 Jurnal Sosioteknologi adalah jurnal yang memfokuskan pada tulisan berupa penelitian interseksi bidang ilmu sains, teknologi, seni, dan ilmu kemanusiaan serta implikasi sains teknologi dan seni terhadap kehidupan masyarakat. Terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. Jurnal Sosioteknologi berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan aplikasi teori, serta ulasan buku. Jurnal Sosioteknologi telah terindeks oleh Google Scholar, Citerseerx, dan Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474
Arjuna Subject : -
Articles 608 Documents
LEARNING FROM THE PAST TO PREPARE FOR THE FUTURE: A REVIEW OF RESEARCH OUTPUT ON POSTGRADUATE EDUCATION IN DESIGN AT THE FACULCITY OF VISUAL ART AND DESIGN, ITB (2015-2018) Achmad Syarief; Yan Yan Sunarya
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.2.5

Abstract

Recent technological advancement and the betterment of socio-cultural welfare put design knowledge at the forefront of life as its practice develops into more than 'activity of making'. Rapid prototyping, 3D printing, internet-of-things, and wide array of networking channels may ease the burden of producing objects. For the past 20 years, the practice of design has addressed 'activity of research' beyond previous ordinary know-how in making object. Indonesia"”more specifically the postgraduate programme of the Faculty of Visual Art and Design, ITB"”has embedded research activities in design education since 1990s, yet there is no objective review on how this 'activity of design research' is managed and learned upon. To address this issue, this study was conducted through literature review by examining 327 master's degree theses in design program (2015-2018) using content analysis on approach, output, and focus of research. A thematic content analysis was applied to identify the intertwined relation on the context of the produced knowledge and approaches to strategies in design research as derived from those of graduates' thesis. By exploring master's degree thesis in design program, the paper exposes weaknesses and advantages on approaching research in design. The result encourages us to learn from our past experiences in conducting academic program and managing research in design to prepare for more applicable and suited design education with societal needs, which serves as the main contribution in the discussions.   Kemajuan teknologi baru-baru ini dan peningkatan kesejahteraan sosial-budaya menjadikan pengetahuan desain berada di garis depan kehidupan, karena praktiknya berkembang menjadi lebih dari sekedar 'aktivitas pembuatan. Prototipe, pencetakan 3 dimensi, internet untuk semua hal, dan beragam saluran jaringan yang berkembang dengan cepat dapat meringankan beban produksi objek. Selama 20 tahun terakhir, praktik desain telah membahas 'kegiatan penelitian' di luar pengetahuan biasa dalam membuat objek. Indonesia "”khususnya program pascasarjana Fakultas Seni Rupa dan Desain, ITB"” telah memasukkan kegiatan penelitian dalam pendidikan desain sejak tahun 1990-an, namun tidak ada ulasan objektif tentang bagaimana 'kegiatan penelitian desain' ini dikelola dan dipelajari. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian dilakukan melalui tinjauan pustaka dengan menganalisis 327 tesis mahasiswa magister program desain (2015-2018) menggunakan analisis konten pada pendekatan, output, dan fokus penelitian. Analisis konten tematik diterapkan untuk mengidentifikasi hubungan yang saling terkait pada konteks pengetahuan yang dihasilkan dan pendekatan strategi dalam penelitian desain yang berasal dari tesis lulusan. Dengan menganalisis tesis mahasiswa magister program desain, penelitian ini memaparkan kelemahan dan kekuatan pendekatan penelitian di bidang desain. Hasil mendorong kami untuk belajar dari pengalaman masa lalu dalam menyelengkarakan program akademik dan mengelola penelitian di bidang desain, supaya pendidikan desain yang lebih sesuai dan cocok dengan kebutuhan masyarakat dapat dipersiapkan. Hal ini berfungsi sebagai kontribusi utama dalam penelitian ini.
TEXTING CULTURE DAN PERILAKU EMPATI DI ERA MEDIA BARU: MEMAHAMI EKSPRESI BELASUNGKAWA DI WHATSAPP Moch Fakhruroji
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.2.10

Abstract

WhatsApp telah melahirkan budaya spesifik untuk mengekspresikan belasungkawa berbasis teks, grafis, dan semacamnya sehingga perilaku empati mengalami transformasi akibat pengaruh teknologi, khususnya dalam konteks masyarakat Indonesia kontemporer. Dengan menggunakan metode studi kasus, data diperoleh dengan cara survei dan wawancara pada 130 orang informan. Hasil penelitian menyatakan belasungkawa di WhatsApp sebagai bagian dari texting culture telah berakibat pada transformasi perilaku empati karena tidak merepresentasikan aspek psikomotik sebagai salah satu aspek perilaku empati. Namun demikian, ekspresi ini tetap memperlihatkan signifikansinya sebagai bentuk ikatan sosial, terlebih dalam konteks budaya media.  WhatsApp has emerged a specific culture to express condolences based on text, graphics, etc. so that empathy behavior undergoes a transformation due to technology, particularly in contemporary Indonesian society. Utilizing case study, data were obtained by survey and interview with 130 informants. Based on the data, it can be seen that the expression of condolence on WhatsApp as a part of texting culture has transformed the empathy behavior since it does not represent the psychomotoric aspect of empathy behavior. However, this expression still shows its significance as a form of social cohesion, especially in the context of media culture. 
Pengalaman Prostesis Digital pada Penonton Vlog Kecantikan Fauziah Ismi Desiana; Aquarini Priyatna; Ari Jogaiswara Adipurwawidjana
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 3 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.3.2

Abstract

Penelitian ini membahas cara vlog kecantikan memproduksi pengalaman prostesis digital pada tubuh subjek penelitian. Permasalahan tersebut didudukkan dalam kerangka teoretis tentang cyborg sebagaimana yang digagas Haraway. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa prostesis digital berfungsi sebagai (1) perpanjangan tubuh, (2) alternatif pengalaman bertubuh, dan (3) medium untuk memproyeksikan citra diri yang dihasrati ke tubuh digital. Sebagai tubuh alternatif prostesis digital menyediakan sensasi menggunakan produk kecantikan dan penampilan makeup yang tidak digunakan subjek penelitian pada kehidupan sehari-hari. Sebagai perpanjangan tubuh prostesis digital memungkinkan subjek penelitian menyambungkan tubuhnya dengan tubuh beauty vlogger keturunan Arab yang diidealkan sehingga mengimplikasikan adanya ideologi kecantikan normatif yang ditubuhi oleh beauty vlogger keturunan Arab.
KOPI PRIANGAN: PENGUKUHAN IDENTITAS MELALUI BUDAYA NGOPI DAN BERMEDSOS (MEDIA SOSIAL) Lina Meilinawati Rahayu; Ritma Fakhrunnisa; Safrina Noorman
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 3 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.3.8

Abstract

Tulisan ini membahas konstruksi identitas kopi Priangan dan bagaimana kopi Priangan dikonsumsi dan dipopulerkan melalui media sosial. Kopi Priangan menjadi populer di kalangan penggemar kopi ketika harganya melambung di kancah perkopian internasional. Popularitas ini berdampak pada penghadiran kopi Priangan di kedai kopi di Jawa Barat, dalam hal ini di Bandung dan Jatinangor. Di kedua tempat ini ngopi di kedai kopi telah menjadi gaya hidup para mahasiswa yang bersekolah di sana. Tulisan ini memeriksa bagaimana kopi Priangan dikonsumsi dan dihidupkan kembali dalam wacana kopi yang telah turut membangun gerakan budaya baru di daerah tersebut. Budaya baru berkopi ini dianggap mengandung interaksi kompleks yang memuat dikotomi lokal-global dan/atau lama-baru. Melalui kuesioner yang dibagikan di kafe-kafe dan wawancara kelanjutannya, ditemukan bahwa gerakan budaya berkopi sebagai gaya hidup tidaklah menguatkan identitas yang ajeg bagi kopi Priangan. Gaya hidup dengan ngopi ternyata tidak serta merta melahirkan penggemar kopi. Oleh karena itu, untuk membangungidentitas kopi Priangan yang lebih ajeg, para pengopi perlu"dididik". Selain itu, peran sosial media perlu dioptimalkan untuk mengangkat dan menyadarkan adanya vatian kopi lokal, khususnya kopi Priangan.  ABSTRACTThis article discusses the identity construction of Priangan coffee and how it is reflected in the way it is consumed as part of a lifestyle and is later popularized via the social media. Priangan coffee has gained popularity among coffee enthusiasts as it was valued at a higher price in comparison to other Indonesian local coffee. The renewed interest has brought the coffee to the many coffee shops in West Java, in particular Bandung and Jatinangor, where going to coffee shops becomes part of the university students living there. The article looks into the way (or ways) Priangan coffee is consumed and revamped in the coffee discourse which might have partly constituted a new cultural movement in the area. The new culture surrounding coffee is assumed to contain complex interactions of dichotomies such as local-global and given-new. Through questionnaires distributed in coffee shops in Bandung and Jatinangor and interviews that follow, it was found that the cultural movement built around the idea of coffee as part of a new life lifestyle has not strengthened a solid identity for Priangan coffee. Going to coffee shops has become part of a lifestyle which does not necessarily lead to the making coffee enthusiasts. Therefore, there is a need to "educate" coffee goers and to optimize the role played by social media in developing awareness on the local coffee variants, especially Priangan coffee.Tulisan ini membahas konstruksi identitas kopi Priangan dan bagaimana kopi Priangan dikonsumsi dan dipopulerkan melalui media sosial. Kopi Priangan menjadi populer di kalangan penggemar kopi ketika harganya melambung di kancah perkopian internasional. Popularitas ini berdampak pada penghadiran kopi Priangan di kedai kopi di Jawa Barat, dalam hal ini di Bandung dan Jatinangor. Di kedua tempat ini ngopi di kedai kopi telah menjadi gaya hidup para mahasiswa yang bersekolah di sana. Tulisan ini memeriksa bagaimana kopi Priangan dikonsumsi dan dihidupkan kembali dalam wacana kopi yang telah turut membangun gerakan budaya baru di daerah tersebut. Budaya baru berkopi ini dianggap mengandung interaksi kompleks yang memuat dikotomi lokal-global dan/atau lama-baru. Melalui kuesioner yang dibagikan di kafe-kafe dan wawancara kelanjutannya, ditemukan bahwa gerakan budaya berkopi sebagai gaya hidup tidaklah menguatkan identitas yang ajeg bagi kopi Priangan. Gaya hidup dengan ngopi ternyata tidak serta merta melahirkan penggemar kopi. Oleh karena itu, untuk membangungidentitas kopi Priangan yang lebih ajeg, para pengopi perlu"dididik". Selain itu, peran sosial media perlu dioptimalkan untuk mengangkat dan menyadarkan adanya vatian kopi lokal, khususnya kopi Priangan.  ABSTRACTThis article discusses the identity construction of Priangan coffee and how it is reflected in the way it is consumed as part of a lifestyle and is later popularized via the social media. Priangan coffee has gained popularity among coffee enthusiasts as it was valued at a higher price in comparison to other Indonesian local coffee. The renewed interest has brought the coffee to the many coffee shops in West Java, in particular Bandung and Jatinangor, where going to coffee shops becomes part of the university students living there. The article looks into the way (or ways) Priangan coffee is consumed and revamped in the coffee discourse which might have partly constituted a new cultural movement in the area. The new culture surrounding coffee is assumed to contain complex interactions of dichotomies such as local-global and given-new. Through questionnaires distributed in coffee shops in Bandung and Jatinangor and interviews that follow, it was found that the cultural movement built around the idea of coffee as part of a new life lifestyle has not strengthened a solid identity for Priangan coffee. Going to coffee shops has become part of a lifestyle which does not necessarily lead to the making coffee enthusiasts. Therefore, there is a need to "educate" coffee goers and to optimize the role played by social media in developing awareness on the local coffee variants, especially Priangan coffee.
PERAN AUGMENTED REALITY DALAM MENINGKATKAN PERSEPSI VISUAL GENERASI DIGITAL NATIVE Rizki Taufik Rakhman
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 3 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.3.15

Abstract

Perkembangan teknologi beriringan dengan perkembangan media. Augmented reality (AR) merupakan sebuah sistem terintegrasi antara elemen digital dengan dunia nyata secara realtime. Media picture book kini dapat dinikmati oleh generasi digital native seolah-olah hidup dan bergerak secara 3 dimensi dengan sistem AR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peran AR dalam meningkatkan persepsi visual generasi digital native. Metode eksperimental dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dipakai pada penelitian ini. Wawancara dan diskusi secara langsung dengan setiap subjek pada kelompok eksperimen pertama dan kedua. Kedua kelompok mendapat perlakuan berbeda dengan harapan hasil yang didapat akan berbeda sehingga analisa terhadap peluang dan kemungkinan menjadi terbuka. Teori persepsi visual dari Gestalt sangat berperan dalam membantu menganalisa temuan eksperimen. Temuan dalam penelitian ini berupa persepsi visual generasi digital native terbentuk dari: persepsi bentuk, persepsi kedalaman, persepsi gerak dan persepsi konstanta. Simpulan dari penelitian ini adalah AR memiliki peran dalam meningkatkan persepsi visual generasi digital native.
SEMIOTIKA VISUAL DALAM PERTUKARAN TANDA DAN MAKNA SOSIAL POLITIK PADA BATIK KARYA HARDJONAGORO GO TIK SWAN Suyin Pramono
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 3 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.3.16

Abstract

Membahas tentang motif dalam sehelai kain batik berarti mengamati unsur lambang dan arti yang saling membuat korelasi. Penelitian ini memaparkan tentang adanya relasi antara falsafah, unsur  kehidupan, sosial politik  dan unsur batik karya Hardjonagoro Go Tik Swan melalui semiotika visual. Dasar utama pemikiran yang digunakan dalam mencari relasi tersebut mengacu pada filsafat makna, seperti model analisis yang dikembangkan oleh Charles Sanders Pierce yaitu perspektif simbolik, suatu usaha menafsirkan simbol-simbol. Hasil kajian ini diharapkan dapat menunjukkan hubungan simbolik dan pemaknaan antara karya batik  sebagai ekspresi budaya Jawa sekaligus sebagai bahasa sosial politik melalui studi kasus batik karya Hardjonagoro Go Tik Swan. Dengan demikian diharapkan juga dapat sumbangan kreatif pada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sosial politik secara non verbal. Kata kunci: semiotika visual, batik Hardjonagoro Go Tik Swan, sosial potitik
Emotive Expressions on Social Chatbot Lia Maulia Indrayani; Rosaria Mita Amalia; Fauzia Zahira Munirul Hakim
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 3 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.3.17

Abstract

Building social chatbots to address users' needs for communication and affection is of great value to society (Shum et al., 2018). One of which, Replika, attempts to become an artificial intelligent companion by demonstrating sufficient social and emotional skills through emotive expressions. Emotive expressions are imperative in human-computer interaction, since they tend to elicit social cooperation. The present article aims to survey emotive expressions developed on Replika in order to determine the chatbot's active-reactive skills. They are collected by means of participant observation and are analysed with qualitative method. The present article observes six emotive expressions which Replika can process. These expressions include apologizing, thanking, condoling, complimenting, greeting, and welcoming. The generation of each expression is dependent of the context of each interaction. 
PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP IMPLEMENTASI PROGRAM JABAR DIGITAL DALAM AKUN INSTAGRAM RIDWAN KAMIL SEBUAH KAJIAN SOSIO-DIGITAL Chairil Nur Siregar; Sutiadi Rahmansyah
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 3 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.3.5

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkap persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap implementasi program Jabar Digital melalui akun resmi gubernur Jawa Barat periode 2018-2023, Ridwan Kamil, di Instagram @ridwankamil. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan terdiri dari 20 (dua puluh) gambar yang diunggah oleh Ridwan Kamil berkaitan dengan program Jawa Barat Digital dari bulan Januari hingga Mei 2019. Dari 20 (dua puluh) data tersebut, dua buah gambar dijadikan sampel dalam penelitian ini. Pemilihan sampel dilakukan berdasarkan jumlah dan relevansi data tentang persepsi dan partisipasi masyarakat Jawa Barat. Komentar masyarakat dalam kedua unggahan ini berjumlah 1.666 (seribu enam ratus enam puluh enam). Komentar tersebut kemudian dianalisis dan digunakan sebagai data utama dalam mengungkap persepsi dan partisipasi masyarakat pada program yang diselenggarakan oleh Ridwan Kamil sebagai gubernur Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak masyarakat berpersepsi positif terhadap program Jabar Digital dan masyarakat mau berpartispasi dan berperan serta dalam program tersebut.
Perilaku eksternalisasi anak rumah susun sederhana Leuwigajah Cimahi dalam optimalisasi ruang terbuka hijau Irmina Adiningrih Rahajuni; Marisa Fransiska Moeliono; Wilis Srisayekti
Jurnal Sosioteknologi Vol. 19 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2020.19.2.12

Abstract

Penelitian perilaku externalizing anak berkaitan pemanfaatan optimalisasi ruang terbuka hijau di rumah susun sederhana Leuwigajah Cimahi. Mayoritas anak beraktivitas di selasar rumah susun dengan kondisi ruang minimalis. Sesekali mereka memanfaatkan ruang terbuka hijau, namun bagi anak yang tinggal di lantai 2 dan 3 sangat jarang mengoptimalkan ruang tersebut. Hipotesis yang diajukan partisipan akan menunjukkan perilaku externalizing: (1) perilaku melanggar aturan, mengganggu (delinquent behavior), (2) perilaku agresif (aggressive behavior). Sebagai subjek,  penelitian ini melibatkan 42 anak usia 6-12 tahun yang tinggal di rumah susun dengan berbagai latar belakang orang tua. Metode penelitian yang digunakan ialah metode observasi, metode wawancara dan pemberian kuesioner CBCL (Child Behavior Checklist). Setelah orang tua mengisi kuesioner, peneliti melakukan pengamatan pada anak yang biasa hanya bermain di seputar selasar rumah lalu berinteraksi di ruang terbuka hijau dengan teman sebaya. Hasil penelitian memberi konfirmasi bahwa 20 anak pada kategori normal, 5 anak kategori borderline, 17 anak kategori klinis dan hanya 11 anak memanfaatkan ruang terbuka hijau. Kata kunci: Perilaku Externalizing, Rusuna Cimahi, Ruang terbuka hijau.
PENGELOLAAN AIR ASAM TAMBANG DARI DINDING BEKAS PENAMBANGAN SEBAGAI ALTERNATIF PENANGGULANGAN PENCEMARAN LINGKUNGAN: STUDI KASUS TAMBANG BATU HIJAU, NUSA TENGGARA BARAT Muhammad Suryadi
Jurnal Sosioteknologi Vol. 18 No. 3 (2019)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2019.18.3.10

Abstract

Tulisan ini akan menunjukkan dan membuktikan bahwa dinding tambang merupakan sumber penghasil air asam terbesar setelah kegiatan penambangan selesai. Kegiatan pembukaan lahan yang menyentuh batuan yang mengandung mineral sulfida berpotensi menghasilkan air yang bersifat asam. Air asam ini dapat mencemari lingkungan apabila mengalir ke perairan. Air asam tambang yang dihasilkan dari dinding tambang memiliki kontribusi yang paling besar dalam pencemaran lingkungan apabila tidak dikendalikan. Limpasan air asam dari dinding tambang ke lingkungan akan menimbulkan masalah lingkungan serius antara lain hilangnya biota air yang sensitif terhadap keasaman sehingga akan mengganggu rantai makanan yang ada. Oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya antisipatif sebelum hal itu terjadi. Upaya inilah yang akan ditunjukan dari  hasil penelitian ini. Lokasi penelitian dipilih di Tambang Batu Hijau, Nusa Tenggara Barat dengan pertimbangan bahwa lokasi tersebut merupakan tambang terbuka terbesar di Indonesia yang 80% dinding tambangnya menghasilkan air asam. Langkah awal penelitian ini adalah menghitung besarnya potensi air asam yang dihasilkan setelah penambangan selesai dengan menggunakan metode sampling. Setelah itu, akan dilakukan upaya pencegahan agar air asam yang dihasilkan tersebut tidak melimpah dan mengalir ke lingkungan yang dapat mencemari perairan. Dari hasil penelitian diperoleh dua metode pengelolaan untuk mencegah agar air asam yang dihasilkan tersebut tidak melimpah dan mengalir ke lingkungan. Metode pencegahan terdiri atas dua, yaitu metode statis (pasif) dan dinamik (aktif). Hasil penelitian membuktikan bahwa kedua metode ini efektif untuk mengendalikan air asam tambang dan dapat dijadikan alternatif pencegahan dan penanggulangan pencemaran lingkungan dari bekas kegiatan penambangan.  

Filter by Year

2006 2025