cover
Contact Name
Dr. Saiful, M.Ag
Contact Email
saiful.saiful@ar-raniry.ac.id
Phone
085361728880
Journal Mail Official
jurnal.mudarrisuna@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam
ISSN : 20895127     EISSN : 24600733     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal MUDARRISUNA (JM) publishes scholarly articles on education science and Islamic education in particular, based on researches and project reports, book reviews. Jurnal MUDARRISUNA (JM) accepts submission in the field of education science and Islamic education science in scope Aqeedah, Morals, Jurisprudence, Islamic Law, Qoran, Hadith, History and Islamic Civilization to help spread new insights and concept, as well as highlights best-practices by and for many Islamic educational practitioners, teachers, lectures, and various education policy makers in the field. Published by Center for Research and Publication Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh in cooperation with Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. This journal is published biannually in January-Juny and July-December. Registered with Print ISSN 2089-5127 and Online ISSN 2460-0733.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "vol 16 no 2 (2026)" : 15 Documents clear
GURU POFESIONAL DALAM PANDANGAN ISLAM Misnan, Misnan; Hanafiah, Muhibuddin; Hadi, Abdul
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/4h769p38

Abstract

Teachers are at the forefront of successful curriculum implementation and the achievement of educational goals. This study aims to analyze the importance of teacher professionalism in managing competency-based learning processes. The primary focus of the study lies in how teachers’ abilities to facilitate effective learning, foster student motivation, and integrate relevant learning media. The method used in this study is a qualitative approach with descriptive-analytical analysis. The results indicate that the perfection of a curriculum holds no meaning without being supported by competent teachers. Teacher professionalism is not merely grounded in subject matter mastery but also in a calling, moral responsibility, commitment, and creativity. Educators who are aware of their role will demonstrate consistency in behavior and personality and possess a spirit of continuous learning (learning how to learn). In conclusion, the success of education depends heavily on the quality of educators who are capable of serving as role models and dynamic facilitators of learning. Awareness of professional responsibility drives teachers to continually enhance their capabilities to realize the ideal goals of education.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN HASAN LANGGULUNG: Manusia dan Pendidikan Syahrul, Muhammad
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/c9jdd148

Abstract

Pemikiran pendidikan Hasan Langgulung tentang manusia dan pendidikan memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya pendekatan holistik dalam sistem pendidikan. Menurut Hasan Langgulung, pendidikan bukan hanya tentang transfer pengetahuan tetapi juga pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai moral, serta pengembangan aspek spiritual dan sosial individu. Sistem pendidikan yang menggabungkan dimensi mental, fisik, dan spiritual dapat menghasilkan manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga matang secara emosional dan moral. Pengalaman pendidikan lokal menunjukkan bahwa kerja sama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat memiliki peran penting dalam implementasi pendekatan ini. Mengintegrasikan metode pendidikan tradisional dengan teknologi modern dapat menciptakan sistem pendidikan yang efektif, inklusif, dan adaptif sesuai perkembangan zaman. Dengan pendekatan yang holistik, pendidikan dapat membantu individu untuk mencapai keseimbangan antara pengetahuan, moral, dan karakter. Pemikiran Hasan Langgulung menawarkan fondasi yang solid bagi pendidikan kontemporer di Indonesia, yang dapat disesuaikan dengan kondisi lokal, budaya, serta tantangan kehidupan masa sekarang.
PERAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN ULAMA (MPU) DALAM MEMBANGUN MODERASI BERAGAMA DI PROVINSI ACEH Lismijar, Lismijar
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ppbg6461

Abstract

The Aceh MPU is an important element in realizing religious moderation in Aceh, because the Aceh MPU has significant authority and function in overcoming religious problems in society. Therefore, this research aims to determine the role of the MPU in building religious moderation in Aceh. This research uses a qualitative approach with a descriptive method, where the researcher goes directly to the research location, then the data from the analysis is presented and discussed using data collection techniques through observation, interviews and documentation. The research results show that the MPU's role in building religious moderation in Aceh is (1) in accordance with its duties and authority, the Aceh MPU participates in building religious moderation in Aceh, one of which is through the issuance of Aceh MPU Fatwa No. 5 of 2019 which regulates intolerance and radicalism according to Islamic Sharia and local wisdom, in this case the Aceh MPU issues a fatwa haram against radicalism, (2) provides guidance and advice to the community, (3) carries out cadre education and becomes a resource person in every educational implementation Ulama cadres implemented by the City Regency MPU, (2) provide enlightenment on the importance of tolerance in maintaining harmony and peace among the people through various discussion forums and religious dialogue. The obstacles faced by the Aceh MPU in developing religious moderation in Aceh are (1) lack of public understanding of the importance of religious moderation, (2) excessive development of religious understanding and practice in society.
Technology-Based Islamic Religious Education Learning Innovation Maulyda Zaskya; Rijal, Fakhrul; Rafidhah Hanum; Maisura
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/cb2kar44

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan,termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, praktik pembelajaran PAI diberbagai lembaga pendidikan masih cenderung konvensional, berpusat pada guru, dan kurangmemanfaatkan teknologi secara optimal. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji inovasi pembelajaran PAI berbasis teknologi serta implikasinya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Metode yangdigunakan adalah kajian kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi seperti media interaktif, platform e-learning, dan aplikasi pembelajaran digital mampu meningkatkan motivasi, partisipasi, serta pemahaman siswa terhadap materi PAI. Selain itu, integrasi teknologi juga mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih kontekstual, fleksibel, dan berpusat pada peserta didik. Kebaruan dalam kajian ini terletak pada integrasi sistematis antara nilai-nilai keislaman dengan teknologi digital dalam kerangka pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga afektif dan spiritual secara holistik. Dengan demikian, inovasi pembelajaran PAI berbasis teknologi menjadi solusi strategis dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
KREDIBILITAS KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM: ANALISIS KONSEPTUAL Mashuri, Mashuri
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/q3758t68

Abstract

The credibility of madrasah principals’ leadership is a strategic aspect in efforts to improve the quality of Islamic education, especially amid the challenges of modernization and declining trust in educational institutions. This study aims to examine the concept of leadership credibility and reconstruct it from an Islamic education perspective through a conceptual approach. The method used is qualitative research with a library research and conceptual analysis design, utilizing primary data sources such as the Qur’an and Hadith as well as secondary sources from books and scientific articles. The analytical approach integrates a normative-theological perspective with modern leadership theory. The results indicate that the leadership credibility of madrasah principals is built upon four main dimensions: moral integrity, professional competence, behavioral consistency, and the ability to build trust. From an Islamic perspective, these dimensions are reinforced by the values of siddiq (honesty), amanah (responsibility), tabligh (effective communication), and fathanah (wisdom), which provide an ethical and spiritual foundation for leadership practice. These findings confirm that leadership credibility in Islamic education is not merely managerial in nature but also encompasses normative and theological dimensions. The implications of this research highlight the importance of integrating Islamic values into madrasah leadership development to produce credible, integrity-driven leaders who are also. Kaywords: Educational leadership, leadership credibility, Islamic education, madrasah principals, Islamic values  
EDUKASI NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM KEHIDUPAN TOLERANSI BERAGAMA DAN BERNEGARA PERSPEKTIF SULTAN AKBAR DI INDIA Imran Muhammad; Husnizar
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/mhbsch06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai religius dalam kehidupan toleransi beragama dan bernegara berdasarkan perspektif Jalaluddin Muhammad Akbar serta relevansinya terhadap kehidupan masyarakat Indonesia yang multikultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber primer dan sekunder berupa buku, artikel ilmiah, dokumen sejarah, dan literatur akademik yang relevan dengan pemikiran Sultan Akbar, toleransi beragama, dan pendidikan nilai religius. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan nilai-nilai religius yang terkandung dalam kebijakan dan pemikiran Akbar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sultan Akbar mengembangkan nilai-nilai religius yang berlandaskan keadilan, persamaan hak, toleransi, kasih sayang, persaudaraan, dan perdamaian. Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan, seperti penghapusan diskriminasi terhadap non-Muslim, pemberian kebebasan beribadah, penyelenggaraan dialog lintas agama melalui Ibadat Khana, serta pelibatan kelompok non-Muslim dalam pemerintahan berdasarkan kompetensi dan loyalitas. Kebijakan tersebut berhasil menciptakan stabilitas sosial dan politik di tengah-tengah masyarakat India yang multietnis dan multiagama. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai religius yang dikembangkan Sultan Akbar memiliki relevansi yang kuat dengan kehidupan beragama dan bernegara di Indonesia, khususnya dalam penguatan moderasi beragama, pendidikan toleransi, pendidikan karakter, keadilan sosial, dan budaya damai. Oleh karena itu, pemikiran Sultan Akbar dapat dijadikan sumber edukasi yang inspiratif dalam membangun kerukunan, persatuan, dan keharmonisan sosial di tengah keberagaman masyarakat modern.
ILMU PENGETAHUAN DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM: (Perbandingan antara Al-Ghazali dengan Al-Attas) Umi Kalsum; M. Sirozi
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/n4mam796

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji pandangan al-Ghazali dan al-Attas terkait ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah dalam ilmu pengetahuan, sehingga akan ditemukan perbandingan pemikiran antara al-Ghazali dan al-Attas. Penelitian ini berbentuk kualitatif, fokus pada pemikiran al-Ghazali dengan al-Attas sebagai sumber primer. Selain itu, referensi dari buku, artikel jurnal lainnya, akan menjadi rujukan sekunder. Pandangan kedua tokoh ini ditelaah dengan metode perbandingan. Hasil penelitian menemukan bahwa kurikulum pendidikan menurut al-Ghazali adalah mencakup ilmu agama dan non agama seperti fard ‘ain dan fard kifayah (ilmu wajib dan ilmu yang tidak wajib namun berpahala jika dijalankan), al-Ghazali fokusnya pada ilmu dan epistemologi memberikan dasar yang kuat untuk memahami dan menjalankan ajaran Islam dengan baik. Hal ini sangat penting di era informasi yang penuh dengan arus pemikiran dan interpretasi yang beragam. Al-Attas berpendapat bahwa kurikulum pendidikan harus mempertimbangkan sifat dualistik manusia, yang memiliki kebutuhan spiritual (fardhu 'ain) dan kebutuhan material-emosional (fardhu kifayah). Fokus pemikirannya pada identitas Islam dan kebudayaan memberikan kerangka yang penting untuk mempertahankan dan mengembangkan Islam dalam konteks global, hal ini juga sangat penting untuk menghadapi tantangan dari arus globalisasi dan sekularisme yang semakin kuat.
Pengaruh Progam Tahfiz Al-Qur’an dalam Membentuk Disiplin Waktu dan Mengurangi Kecenderungan Prokrastinasi pada Santri Nasrulloh, Alfian Ahsani; Kamil Sahri, Iksan
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/f2czcj04

Abstract

Disiplin waktu dan perilaku prokrastinasi berhubungan erat bagi penghafal Al-Qur’an. Pengembangan karakter disiplin waktu yang baik dapat membentu para penghafal Al-Qur’an mengurangi prokrastinasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji pengaruh program tahfidz Al-Qur'an terhadap peningkatan disiplin waktu dan pengurangan kecenderungan prokrastinasi pada santri. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan subjek penelitian ketua yayasan, koordinator pondok pesantren, ustazah pedamping tahfiz, waka kurikulum, waka kesiswaan, dan santri. Pada proses penggalian data, peneliti menemukan bahwa program tahfiz memiliki korelasi positif dengan peningkatan disiplin waktu santri. Proses menghafal Al-Qur'an yang sistematis menuntut konsistensi dan manajemen waktu yang baik, sehingga secara tidak langsung melatih santri untuk lebih disiplin. Selain itu, program tahfidz juga efektif dalam mengurangi perilaku prokrastinasi. Dengan target hafalan yang jelas dan pengawasan yang ketat, santri termotivasi untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka tepat waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program tahfidz tidak hanya bermanfaat untuk pengembangan spiritual, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap pengembangan karakter dan keterampilan hidup santri.
PEMIKIRAN MUHAMMAD ABDUH: REFORMASI PENDIDIKAN DAN TRILOGI PEMBARUAN Aminuddin, Yahya
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/arqt8x72

Abstract

Penelitian ini mengkaji pandangan Muhammad Abduh mengenai reformasi pendidikan Islam sebagai solusi atas kemunduran umat Islam di era modern. Persoalan utama yang dikaji adalah bagaimana konsepsi Abduh tentang integrasi ilmu agama dengan ilmu pengetahuan modern, serta trilogi reformasinya, tajdid akidah, tajdid syariah, dan pendidikan tajdid, menjawab tantangan zaman modern. Fokus penelitian ini adalah menganalisis gagasan Abduh mengenai reformasi kurikulum, metodologi, dan penyempurnaan lembaga pendidikan seperti Al-Azhar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literatur, dan temuan yang diperoleh menunjukkan bahwa taklid buta merupakan dimensi yang terlupakan dalam karya Abduh. Alih-alih mengimplikasikan bahwa masyarakat Islam terjerumus ke dalamnya, ia malah menganggapnya sebagai praktik yang tidak berprinsip dalam rangka memperoleh ilmu Islam. Selain itu, reformasi pendidikannya menunjukkan kriteria pendidikan berikut: inklusi, rasionalitas, dan relevansi dengan pencapaian ilmu pengetahuan modern. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemikiran Muhammad Abduh akan menjadi landasan penting untuk membangun sistem pendidikan Islam yang progresif, holistik, dan berbasis luas sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern.Keyword: Muhammad Abduh, Reformasi Pendidikan, Tajdid Akidah, Tajdid Syaria.
PEMANFAATAN AI DAN KREATIVITAS BELAJAR PADA PRODUKTIVITAS KERJA SISWA DENGAN INOVASI PEMBELAJARAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI Asykriyah laily Rizki; Munirul Abidin
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 16 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ndk50109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Artificial Intelligence (AI) dan kreativitas pembelajaran terhadap produktivitas kerja siswa dengan inovasi pembelajaran sebagai variabel mediasi. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan metode survei, melibatkan 103 siswa yang diseleksi melalui teknik sampling acak proporsional. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas belajar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap inovasi pembelajaran dan merupakan faktor paling dominan dalam meningkatkan produktivitas kerja siswa. Penggunaan AI telah terbukti memiliki efek yang signifikan pada inovasi pembelajaran, tetapi tidak memiliki pengaruh langsung pada produktivitas kerja. Sementara itu, inovasi pembelajaran memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja, tetapi hanya memediasi hubungan antara penggunaan AI dan produktivitas kerja siswa, bukan pada hubungan antara kreativitas belajar dan produktivitas kerja. Nilai R-Square menunjukkan bahwa kemampuan prediksi model berada dalam kategori sedang (IB = 39,2% dan PKM = 49,8%). Temuan ini menegaskan bahwa kreativitas belajar dan inovasi pembelajaran merupakan faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas kerja siswa, sedangkan penggunaan AI hanya efektif ketika mendorong inovasi dalam proses pembelajaran.

Page 1 of 2 | Total Record : 15