cover
Contact Name
Sofyan Mahfudy
Contact Email
jurnaltransformasi@uinmataram.ac.id
Phone
+6281329446085
Journal Mail Official
jurnaltransformasi@uinmataram.ac.id
Editorial Address
LPPM, UIN Mataram, Jl. Pendidikan 35 Mataram 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 18583571     EISSN : 25809628     DOI : 10.20414/transformasi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 276 Documents
Digital storytelling-based program for English-speaking practice and character education in an Indonesian Islamic elementary school Endang Sulistianingsih; Nur Aflahatun; Nabila Elandhini; Liana Gili Damaris
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 22 No. 1 (2026): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v22i1.14902

Abstract

[Bahasa]: Madrasah ibtidaiyah dapat menghadapi keterbatasan kesempatan bagi siswa untuk berlatih berbicara bahasa Inggris serta mengintegrasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa. Program pengabdian kepada masyarakat ini menerapkan program berbasis digital storytelling untuk menyediakan praktik berbicara bahasa Inggris yang terstruktur sekaligus mengintegrasikan pendidikan karakter bagi siswa sekolah dasar. Program melibatkan 65 siswa pada sebuah madrasah ibtidaiyah di Indonesia dan menggunakan kerangka pemecahan masalah partisipatif yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan program, pelaksanaan, monitoring dan umpan balik, serta evaluasi. Digital storytelling dioperasionalkan melalui narasi multimedia yang memadukan unsur visual, audio, dan teks yang ditampilkan menggunakan proyektor LCD. Setelah menyimak cerita, siswa menceritakan kembali narasi dalam bahasa Inggris, merespons pertanyaan teman, serta mendiskusikan tindakan tokoh dan nilai moral dalam cerita. Data dikumpulkan melalui asesmen berbicara dan karakter sebelum dan sesudah program, observasi kelas, wawancara guru, dan diskusi reflektif siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan perubahan positif sebelum dan sesudah program pada pelafalan, kelancaran, penggunaan kosakata, dan kepercayaan diri berbicara, serta pada empati, tanggung jawab, dan kreativitas yang diamati. Program ini menunjukkan potensi praktis digital storytelling untuk mengintegrasikan praktik berbicara bahasa Inggris dan pendidikan karakter dalam konteks madrasah ibtidaiyah. Kata Kunci: digital storytelling, praktik berbicara bahasa Inggris, pendidikan karakter, madrasah ibtidaiyah, pengabdian kepada masyarakat [English]: Islamic elementary schools may provide limited opportunities for students to practice spoken English and integrate character education into language learning. This community service program implemented a digital storytelling-based approach to provide structured English-speaking practice while incorporating character education for elementary school students. The program involved 65 students at an Islamic elementary school in Indonesia and used a participatory problem-solving framework comprising needs assessment, program design, implementation, monitoring and feedback, and evaluation. Digital storytelling was operationalized through multimedia narratives combining visual, audio, and textual elements presented using an LCD projector. After viewing the stories, students retold the narratives in English, responded to peer questions, and discussed the characters’ actions and moral values. Data were collected through pre- and post-program speaking and character assessments, classroom observations, teacher interviews, and student reflection discussions, and were analyzed descriptively. The findings showed positive pre–post shifts in pronunciation, fluency, vocabulary use, and speaking confidence, as well as in observed empathy, responsibility, and creativity. The program demonstrates the practical potential of digital storytelling to integrate English speaking practice and character education within an Islamic elementary-school context. Keywords: digital storytelling, English speaking practice, character education, Islamic elementary school, community service
The adolescent nutrition ambassador anti-stunting program as a strategy for stunting prevention Adya Kamiliah Shafwah; Nanda Fitria Salsabila; Annisa Seskia Alkhorisah; Fayruz Nadhira; Widya Astuti
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 22 No. 1 (2026): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v22i1.15066

Abstract

[Bahasa]: Stunting masih menjadi tantangan besar dalam kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan dengan akses informasi gizi yang terbatas. Remaja memegang peran penting dalam memutus rantai stunting antargenerasi, namun pengetahuan gizi mereka masih rendah sehingga diperlukan upaya pemberdayaan yang terstruktur. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas remaja di Desa Sarireja sebagai agen perubahan melalui pengembangan Duta Gizi Remaja Anti-Stunting. Program ini menerapkan pendekatan community development yang menekankan penguatan kapasitas, partisipasi aktif, serta pendampingan berkelanjutan. Enam sesi pelatihan yang diberikan kepada Duta Gizi Remaja mencakup materi stunting, anemia remaja, pedoman gizi seimbang, panduan Isi Piringku, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), keamanan pangan, serta keterampilan presentasi dan penyuluhan. Efektivitas program diukur melalui pre-test dan post-test pada awal dan akhir pelatihan dan dianalisis menggunakan uji paired t-test. Kegiatan aksi penyuluhan Duta Gizi Remaja melalui peer education kepada 25 siswa juga dievaluasi menggunakan pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan 15 Duta Gizi Remaja setelah pelatihan, dengan skor rata-rata meningkat dari 15,20 menjadi 17,93 (p = 0,002). Kegiatan aksi penyuluhan terhadap teman sebaya juga meningkatkan pemahaman siswa dari 4,76 menjadi 6,84 (p = 0,000). Hal ini membuktikan bahwa pelatihan duta gizi dan aksi penyuluhan berbasis peer education efektif meningkatkan literasi gizi dan membantu remaja berperan sebagai edukator kesehatan. Program duta gizi remaja anti-stunting berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan komunikasi peserta, serta direkomendasikan untuk dikembangkan melalui pelatihan lanjutan dan perluasan media edukasi. Kata Kunci: pemberdayaan remaja, stunting, pendidikan teman sebaya [English]: Stunting remains a major challenge in public health in Indonesia, especially in rural areas with limited access to nutritional information. Adolescents play an important role in breaking the intergenerational cycle of stunting, but their nutritional knowledge is still low, requiring structured empowerment efforts. This community service program aims to strengthen the capacity of adolescents in Sarireja Village as agents of change through the development of Duta Gizi Remaja Anti-Stunting. This program applies a community development approach that emphasizes capacity building, active participation, and continuous mentoring. Six training sessions were provided to Duta Gizi Remaja, including stunting, adolescent anemia, balanced nutrition guidelines, Isi Piringku, Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS), food safety, and public speaking skills. The effectiveness of the program was measured through pre-test and post-test and analyzed using a paired t-test. The outreach activities of the Duta Gizi Remaja through peer education to 25 students were also evaluated using pre-tests and post-tests, analyzed with the Wilcoxon test. The results showed a significant increase in the knowledge of 15 Duta Gizi Remaja after the training, with the average score increasing from 15.20 to 17.93 (p = 0.002). The peer education activity also increased students' understanding, from 4.76 to 6.84 (p = 0.00). This proves that nutrition ambassador training and peer education-based outreach activities are effective in improving nutrition literacy and helping adolescents play a role as health educators. The Adolescent Nutrition Ambassador Anti-Stunting program successfully enhanced participants' knowledge and communication skills and is recommended to be developed through further training and expansion of educational media. Keywords: youth empowerment, stunting, peer education
Baby massage training as an effort to empower mothers in supporting child growth and development Rizka Adela Fatsena; Nahdiyah Karimah; Emma Anastya Puriastuti; Ropitasari; Cahyaning Setyo Hutomo; M. Nur Dewi Kartikasari
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 22 No. 1 (2026): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v22i1.15171

Abstract

[Bahasa]: Pada tahun 2024, sebanyak 37 dari 137 bayi (27%) di Sangkrah, Surakarta, mengalami Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), jauh lebih tinggi dibandingkan dengan prevalensi BBLR di Indonesia sebesar 3,9%. Pijat bayi merupakan salah satu bentuk stimulasi yang dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pijat bayi sebagai upaya pemberdayaan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Kegiatan menggunakan desain one-group pre-test post-test dan dilaksanakan di Puskesmas Sangkrah pada 16 Juli 2025 dengan melibatkan 43 ibu yang memiliki bayi usia 0-12 bulan. Kegiatan diawali dengan pre-test pengetahuan mengenai pijat bayi, dilanjutkan dengan edukasi dan demonstrasi pijat bayi, dan diakhiri dengan post-test. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan uji paired t-test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan yang signifikan dari 80,5 menjadi 90,1 (p=0,0001). Pada pre-test, 19 responden memiliki pengetahuan yang baik, 15 cukup, dan 9 kurang. Pada post-test, meningkat menjadi 38 kategori baik dan 5 cukup. Kegiatan edukasi dan demonstrasi pijat bayi meningkatkan pengetahuan ibu secara signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan dapat menjadi strategi edukatif untuk meningkatkan pemahaman ibu mengenai pijat bayi, sedangkan peningkatan keterampilan praktis dan kemampuan ibu melakukan pijat bayi secara mandiri perlu dievaluasi melalui penilaian keterampilan secara khusus. Kata Kunci: pemberdayaan ibu, pendidikan kesehatan, pengetahuan ibu, pijat bayi, tumbuh kembang anak. [English]: In 2024, 37 out of 137 babies (27%) in Sangkrah, Surakarta, were reported to have Low Birth Weight (LBW), substantially higher than the national prevalence of LBW in Indonesia (3.9%). Baby massage is a form of stimulation that can support infant growth and development. This community service program aims to improve mothers’ knowledge of baby massage to empower families in supporting children’s growth and development. The activity employed a one-group pre-test post-test design and was conducted at Sangkrah Community Health Center on July 16, 2025, involving 43 mothers with infants aged 0-12 months. The activity began with a pre-test assessing knowledge of baby massage, followed by educational sessions and a demonstration of baby massage, and concluded with a post-test. Evaluation was conducted by comparing knowledge scores before and after the intervention using a paired t-test. The results showed a significant increase in the mean knowledge score from 80.5 to 90.1 (p=0.0001). In the pre-test, 19 respondents had good knowledge, 15 had moderate knowledge, and 9 had low knowledge. In the post-test, the number of respondents with good knowledge increased to 38, and 5 respondents had moderate knowledge. The educational and demonstration sessions significantly improved mothers’ knowledge of baby massage. These findings indicate that the training can serve as an educational strategy to improve mothers’ understanding of baby massage; however, improvements in practical skills and mothers’ ability to perform baby massage independently should be evaluated through a specific skills assessment. Keywords: maternal empowerment, health education, maternal knowledge, baby massage, child growth and development  
Canva-based digital portfolio website training as a community service intervention to enhance students' digital literacy Rivaldi Lubis; Ng Poi Wong; Sunario Megawan; Tanti; Siti Endang Kristiani Gea
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 22 No. 1 (2026): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v22i1.15273

Abstract

[Bahasa]: Literasi digital merupakan kompetensi penting bagi siswa sekolah menengah dalam menghadapi kebutuhan pendidikan lanjutan dan dunia kerja yang semakin terdigitalisasi. Salah satu bentuk literasi digital yang relevan adalah kemampuan menyusun portofolio digital berbasis website sebagai sarana representasi identitas, kompetensi, dan capaian personal. Namun, pembelajaran pembuatan website di sekolah masih didominasi pendekatan teknis berbasis pemrograman yang relatif sulit diakses oleh pemula dan belum berorientasi pada luaran portofolio yang siap digunakan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang portofolio digital dan kemampuan menghasilkan website portofolio menggunakan Canva Website Builder. Program menerapkan pendekatan pelatihan partisipatif dan berorientasi tindakan melalui pelatihan, praktik terbimbing, pengembangan portofolio mandiri, dan evaluasi selama dua hari. Kegiatan dilaksanakan di SMA Swasta W.R. Supratman 1 Medan dengan melibatkan 32 siswa. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor pemahaman konseptual yang signifikan secara statistik dari rata-rata 4,03 menjadi 6,81 (skala 0–10; n=32; uji-t berpasangan, p<0,001; d=1,64), dengan 28 peserta (87,5%) menunjukkan peningkatan skor individual. Sebanyak 30 dari 32 peserta (93,8%) berhasil menerbitkan website portofolio yang dapat diakses dan memenuhi kriteria minimum rubrik penilaian, sementara 30 peserta yang mengisi kuesioner persepsi (n=30) melaporkan penilaian positif terhadap kualitas dan relevansi pelatihan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan berbasis platform non-koding layak diterapkan dan diterima secara positif dalam mendukung penguatan literasi digital di tingkat pendidikan menengah, serta membuka peluang bagi transformasi pedagogi digital yang lebih luas dan berkelanjutan pada jenjang sekolah menengah di masa mendatang. Kata Kunci: keterampilan digital, Canva, desain web, portofolio digital  [English]: Digital literacy is a critical competency for secondary school students in responding to the increasing demands of higher education and digitally driven labor markets. One relevant form of digital literacy is the ability to develop a website-based portfolio that represents personal identity, competencies, and achievements. However, website development learning in schools is dominated by programming-oriented approaches that are less accessible to beginners and insufficiently focused on producing ready-to-use portfolios. This program aims to improve students’ understanding of digital portfolios and their ability to create publishable portfolio websites using Canva Website Builder. It employed a participatory, action-oriented training approach involving instruction, guided practice, independent portfolio development, and evaluation over two days. The program was conducted at SMA Swasta W.R. Supratman 1 Medan and involved 32 students. Evaluation results indicated a statistically significant increase in conceptual understanding scores, from a mean of 4.03 to 6.81 (0–10 scale; n = 32; paired t-test, p < .001; d = 1.64), with 28 participants (87.5%) showing an individual-level score increase. Thirty of the 32 participants (93.8%) successfully published an accessible portfolio website meeting the minimum rubric criteria, while 30 participants who completed the perception questionnaire (n = 30) reported positive evaluations of training quality and relevance. These findings suggest that non-coding, platform-based training is a feasible and well-received approach for strengthening digital literacy at the secondary education level, and point toward broader potential for sustained digital pedagogy transformation in secondary schools going forward. Keywords: digital skills, Canva, web design, digital portfolio
Community empowerment in sustainable waste management in the Cemara beach tourism area, Puger, Jember Regency Nanda Eska Anugrah Nasution; Asmi Faiqatul Himmah; Wiwin Maisyaroh; Husni Mubarok; Heni Setyawati; Imaniah Bazlina Wardani; Chairany Rizka
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 22 No. 1 (2026): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v22i1.14893

Abstract

[Bahasa]: Kawasan wisata Pantai Cemara Puger Kabupaten Jember merupakan salah satu destinasi wisata pesisir yang memiliki potensi alam namun menghadapi permasalahan lingkungan, khususnya terkait pengelolaan sampah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi dan pola pengelolaan sampah di kawasan wisata Pantai Cemara Puger Kabupaten Jember, lalu menganalisis tingkat partisipasi dan kesadaran masyarakat serta pelaku wisata terhadap pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan, dan merumuskan model pengelolaan yang efektif dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan di kawasan wisata pesisir serta mendampingi masyarakat dalam melakukannya. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Participatory Action Research dengan melibatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam setiap tahapan kegiatan. Tahapan pengabdian meliputi perencanaan, pemetaan dan identifikasi masalah, penyusunan rencana aksi, implementasi kegiatan, serta monitoring dan evaluasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti masyarakat lokal, pedagang, Pokdarwis, lembaga pendidikan, mahasiswa, serta instansi terkait. Seluruh kegiatan dilakukan pada bulan Juli 2025 hingga Februari 2026. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat dan pelaku wisata pada dasarnya memiliki kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan, namun partisipasi aktif masih belum optimal akibat keterbatasan fasilitas dan sistem pendukung. Model pemberdayaan masyarakat yang efektif diwujudkan melalui FGD partisipatif, pendampingan lapangan, penyediaan fasilitas kebersihan, edukasi lingkungan, serta penguatan aturan lokal bagi pengunjung. Program ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya kesadaran kolektif, keterlibatan masyarakat dan lembaga pendidikan, serta terbukanya peluang pengembangan sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas yang berkelanjutan dan berpotensi direplikasi di kawasan wisata pesisir lainnya. Kata Kunci: pantai cemara puger, wisata pesisir, pengelolaan sampah berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, pengabdian kepada masyarakat [English]: The Cemara Beach tourism area in Puger, Jember Regency, is one of the coastal tourism destinations with considerable natural potential but facing environmental challenges, particularly related to waste management. This community service program aims to identify the existing conditions and patterns of waste management in the Cemara Beach tourism area, Puger, Jember Regency; to analyze the level of participation and awareness of the community and tourism actors regarding the importance of sustainable waste management; and to formulate an effective management model to support sustainable waste management in coastal tourism areas, as well as to provide assistance to the community in its implementation. The method employed in this community service program is Participatory Action Research, involving the community as the main subject at every stage of the activities. The stages of the program include planning, problem mapping and identification, action plan formulation, activity implementation, and monitoring and evaluation. Data collection techniques consist of field observations, in-depth interviews, and Focus Group Discussions (FGDs) involving various stakeholders, such as local communities, traders, tourism awareness groups (Pokdarwis), educational institutions, students, and relevant government agencies. All activities were carried out from July 2025 to February 2026. The results indicate that the community and tourism actors generally possess awareness of the importance of sustainable waste management; however, active participation remains suboptimal due to limitations in facilities and supporting systems. An effective community empowerment model is realized through participatory FGDs, on-site assistance, provision of sanitation facilities, environmental education, and the strengthening of local regulations for visitors. This program has generated positive impacts in the form of positive community responses and indications of increased engagement among community members and educational institutions, as well as the opening of opportunities for the development of a sustainable, community-based waste management system that has the potential to be replicated in other coastal tourism areas. Keywords: Cemara beach tourism, community-based waste management system, community service, sustainable waste management, community empowerment
Mentoring Madrasah Ibtidaiyah teachers in developing ethnomathematics-based instructional materials for Banten cultural contexts Wida Rachmiati; Khaeroni Khaeroni; Eka Melianti; Apri Wulandari
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 22 No. 1 (2026): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v22i1.15251

Abstract

[Bahasa]: Pendidikan matematika berbasis budaya melalui pendekatan etnomatematika masih belum optimal diimplementasikan oleh guru madrasah ibtidaiyah (MI). Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru MI Islamiyah Kota Serang dalam mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis etnomatematika. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan service learning melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi. Subjek kegiatan melibatkan 18 guru. Data dikumpulkan melalui observasi keterlibatan peserta (meliputi keaktifan bertanya/menjawab, partisipasi kerja kelompok, keseriusan mengembangkan perangkat, dan kemampuan presentasi), analisis produk perangkat pembelajaran (meliputi kesesuaian tujuan, integrasi budaya lokal, kejelasan langkah pembelajaran, dan instrumen penilaian), serta refleksi peserta (meliputi manfaat pelatihan, kesulitan yang dihadapi, dan dukungan yang dibutuhkan). Data dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase dan kategorisasi. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kehadiran peserta mencapai 100% dengan keterlibatan pada kategori sangat tinggi. Respon peserta terhadap pelatihan berada pada kategori sangat positif. Produk perangkat pembelajaran yang dihasilkan berada pada kategori baik hingga sangat baik, meskipun integrasi budaya lokal masih memerlukan penguatan. Refleksi peserta mengindikasikan peningkatan pengetahuan dan keterampilan, dengan kebutuhan tindak lanjut berupa pendampingan berkelanjutan. Dengan demikian, program pendampingan efektif meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran matematika berbasis etnomatematika serta berpotensi mendukung pelestarian budaya lokal. Kata kunci: etnomatematika, pendampingan guru, perangkat pembelajaran, pengabdian masyarakat [English]: The implementation of culturally based mathematics learning through an ethnomathematics approach among madrasah ibtidaiyah teachers remains limited. This community service program aims to support teachers at MI Islamiyah Ciwaru, Serang City, in understanding ethnomathematics and developing mathematics instructional materials that incorporate local cultural contexts. The program employed a service-learning approach through three main stages: preparation, training and mentoring, and evaluation. Data were obtained from observation of participant engagement (including activeness in asking/responding, participation in group work, seriousness in developing tools, and presentation ability), analysis of instructional products (including alignment of objectives, integration of local culture, clarity of learning steps, and assessment instruments), and participant reflections (including perceived benefits, difficulties encountered, and support needed). The data were analyzed descriptively using scores, categories, and thematic synthesis. The evaluation showed full participant attendance and very high engagement across all observation indicators. Product analysis indicated very good alignment of learning objectives and clarity of learning steps, while integration of local culture and assessment instruments were categorized as good. Participant reflections indicated perceived increases in knowledge and skills, while also identifying difficulties in selecting relevant cultural elements and developing contextualized instructional materials. The program resulted in lesson plans/teaching modules, student worksheets, assessment instruments, and ethnomathematics-based questions incorporating Banten cultural contexts. These outcomes indicate that the mentoring program supported teachers in developing more contextual mathematics instructional materials, although continued mentoring and classroom implementation are needed to strengthen sustainability and the quality of cultural integration. Keywords: ethnomathematics, teacher mentoring, instructional materials, community service