cover
Contact Name
Ririn Irnawati
Contact Email
ririn.irnawati@untirta.ac.id
Phone
+6281325758659
Journal Mail Official
redaksijpkuntirta@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Jakarta KM 4 Pakupatan, Serang, Banten (Kampus Lama) Jalan Raya Palka KM 3 Pabuaran, Sindangsari, Serang, Banten (Kampus Baru)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Perikanan dan Kelautan
ISSN : 20893469     EISSN : 25409484     DOI : http://dx.doi.org/10.33512/jpk
JPK accommodate the result of research and review of fisheries and marine, with the focus and scope : 1. Management and Technology Aquaculture 2. Fisheries Resource Management 3. Fishery Products Processing 4. Fishing Technology and Management 5. Marine Technology and Science
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2024)" : 10 Documents clear
Arah Pergerakan Kapal dengan Sudut Kedatangan Gelombang yang Menghasilkan Amplitudo Rolling Minimum Yopi Novita; Yoga Nugraha; Prihatin Ika Wahyuningrum; Tri Nanda Citra Bangun; Dwi Putra Yuwandana
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i1.20219

Abstract

Kapal perikanan memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda. Kapal perikanan di Pelabuhan Perikanan Pantai Puger didominasi oleh kapal-kapal berukuran kecil yang berukuran <5 GT. Tujuan penelitian ini adalah menghitung besar amplitudo rolling minimum berdasarkan variasi arah kedatangan gelombang terhadap arah pergerakan kapal dan merekomendasikan arah keberangkatan kapal dan arah kepulangan kapal terhadap sudut kedatangan gelombang yang aman. Penelitian dilakukan terhadap kapal jukung berukuran p × l × t yaitu 12 × 1,3 × 1 m berbahan kayu. Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi dengan variasi sudut encounter saat kapal keluar adalah 90o, 135o, 150o dan 165o, sedangkan variasi sudut encounter saat kapal masuk adalah 15o, 30o, 45o dan 90o. Berdasarkan hasil penelitian, sudut yang menghasilkan amplitudo rolling minimum pada saat kapal keluar dan masuk pelabuhan yaitu sudut 165o dan 15o dengan nilai amplitudo rolling sebesar 8,012o dan 12,287o. Rekomendasi dari penelitian ini adalah pada saat musim timur, kapal keluar dan masuk pelabuhan dengan sudut yang paling aman berhadapan dengan gelombang secara berurut adalah sudut 165o dan 15o.
Analisis tingkat kesegaran ikan tongkol (Euthynnus sp.) yang dipasarkan di Pasar Antang Kota Makassar Rasdi Rasdi; Hardianty Askar; Istyqamah Muslimin
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i1.27661

Abstract

ABSTRAKPedagang yang menjual ikan tongkol di Pasar Antang Makassar masih kurang memperhatikan cara menjaga ikan agar tetap segar. Uji organoleptik dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kesegaran ikan. Studi ini bertujuan untuk menentukan tingkat kesegaran ikan yang dijual di Pasar Antang Makassar. Penelitian ini dilakukan dari bulan April hingga Mei 2024. Sampel ikan tongkol segar diambil di Pasar Antang, Kota Makassar tiga kali, setiap hari pada pukul 07.00, 12.00, dan 17.00 WITA. Kemudian, sampel diuji organoleptik dan pHnya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Penelitian dilakukan sekitar dua minggu menunjukkan bahwa ikan tongkol yang dijual di Pasar Antang, Kota Makassar pada pukul 07.00 pagi masih dalam kondisi segar, tetapi ikan yang dijual dari pukul 12.00 hingga 17.00 telah mengalami kemuduran mutu yang signifikan. pH daging ikan diperkirakan berada di antara 5,57-6,57, yang menunjukkan bahwa masih dalam kisaran normal untuk ikan segar. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa ikan yang dijual di Pasar Antang, Kota Makassar pada pagi hari masih segar, tetapi mulai mengalami kemunduran mutu setelah sore hari.Kata kunci: Ikan tongkol, Organoleptik, Pasar Antang, Tingkat kesegaran ikan ABSTRACTTraders who sell tuna at the Makassar Antang Market still pay little attention to how to keep the fish fresh. Organoleptic tests can be used to determine the level of freshness of fish. This study aims to determine the level of freshness of fish sold at the Makassar Antang Market. This research was conducted from April to May 2024. Fresh tuna samples were taken at the Antang market in Makassar three times, every day at 07.00, 12.00 and 17.00 WITA. Then, the samples were tested for organoleptics and pH. The data obtained was analyzed using descriptive analysis. Research conducted for about two weeks shows that the tuna sold at the Antang market in Makassar at 07.00 am is still fresh, but the fish sold from 12.00 to 17.00 has experienced a significant decline in quality. The pH of fish flesh is estimated to be between 5.57-6.57, which indicates that it is still within the normal range for fresh fish. Based on these results, it can be concluded that the fish sold at the Antang Makassar market in the morning is still fresh, but the quality begins to decline after the afternoon.Keywords: Kawakawa, Organoleptic, Antang market, Fish freshness level   
Deskripsi kelas kropyokan ikan koki (Carassius auratus) oranda yang diproduksi oleh pembudidaya ikan dari daerah Tulungagung Muhammad Dicky Firmansyah; Farikhah Farikhah
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i1.25343

Abstract

Ikan koki oranda kropyokan bernilai penting bagi agribisnis perikanan ikan hias koki, namun sejauh pengetahuan penulis hingga saat ini informasi ilmiah mengenai ikan koki jenis oranda kropyokan sangat minim. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik ikan koki oranda kropyokan dan menganalisis biometrik ikan koki oranda kropyokan dari tiga pembudidaya berbeda di Tulungagung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan ikan kropyokan sebagai objek kajian riset dan tiga pembudidaya, pada setiap pembudidaya ikan diambil 20 ekor sampel ikan. Penentuan ikan sampel secara  acak. Data yang dikumpulkan sifat morfometrik dan meristik (Habbeb, 2022), faktor kondisi, dan distribusi frekuensi panjang. Hasil penelitian analisis biometrik didapatkan standar baku ikan koki oranda kropyokan dari sifat morfometrik antara lain standard length, body width, body depth, head length, head depth, eye orbital diameter, prepectoral fin length, prepelvic fin length. Untuk sifat meristik berdasarkan Scale of lateral line, Dorsal fin branched rays, Pectoral fin branched rays, Pelvic fin branched rays. Nilai faktor kondisi di bawah nilai 3, dikatakan bahwa pertumbuhan panjang lebih dominan daripada pertumbuhan berat. Sedangkan diketahui bahwa di level pembudidaya ikan koki oranda kropyokan umumnya menjual hasil ikannya pada ukuran panjang ± 45mm. Hasil dari morfometrik terhadap SL menunjukan ikan koki oranda kropyokan tidak berbeda nyata dari ikan koki oranda standard terdahulu
Proses pengasapan ikan tuna asap berdasarkan cara pengolahan pangan yang baik (CPPB) Desa Singa, Bulukumba Hardianty Askar; Istyqamah Muslimin; Rasdi Rasdi
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i1.27691

Abstract

Pengasapan ikan tersebar dikalangan masyarakat Desa Singa yang dijadikan sebagai usaha. Sebagian penduduk melakukan usaha pengasapan ikan sebagai mata pencaharian yang dilakukan secara turun temurun. Proses pengasapan yang dilakukan masih tradisional dengan menggunakan rumah pengasapan (tungku). Namun pada proses pengasapan ikan yang dilakukan sering kali tidak sesuai dengan prosedur yang baik sehingga menghasilkan kualitas ikan asap yang tidak bertahan lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pengasapan ikan tuna di Desa Singa berdasarkan prinsip-prinsip CPPB, serta mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari metode pengasapan yang diterapkan, khususnya dalam aspek kebersihan, kontrol proses, dan kualitas produk akhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi langsung dan wawancara mendalam dengan para pengolah ikan tuna di Desa Singa. Evaluasi dilakukan terhadap seluruh tahapan proses pengasapan, mulai dari persiapan bahan baku, pengasapan, hingga pengemasan akhir. Penilaian dilakukan berdasarkan standar CPPB yang mencakup aspek kebersihan, kontrol suhu, dan pengemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CPPB dalam proses pengasapan ikan tuna telah berhasil meningkatkan kebersihan dan kontrol suhu selama pengasapan, yang berkontribusi pada peningkatan kualitas produk akhir. Namun, masih terdapat kekurangan signifikan dalam kualitas pengemasan, yang mempengaruhi umur simpan dan daya tarik produk di pasar. Pengasapan dengan kontrol suhu yang lebih baik menghasilkan ikan tuna dengan rasa dan aroma yang lebih konsisten.
Optimizing Quality and Growth of Gracilaria verrucosa (Gracilariaceae: Gracilariales) in Extensive Ponds Andi Rahmad Rahim; Ummul Firmani; Dwi Retnaningtyas Utami
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i1.25488

Abstract

Faktor penting dalam budidaya rumput laut Gracilaria verrucosa di tambak ekstensif  adalah penentuan kepadatan komoditas yang tepat, pemberian pupuk sebagai nutrisi untuk mendukung pertumbuhan rumput laut, dan tanah tambak sebagai penampung nutrisi dan menjaga kestabilan rumput laut di tambak selama proses budidaya. Indikator keberhasilan kegiatan budidaya rumput laut pada tambak ekstensif diukur dari  kualitas agar, rendemn, viskositas, dan kekuatan gel yang optimal. Tujuan penelitian ini untuk memahami sejauh mana faktor-faktor pertumbuhan, jumlah sel, dan kandungan unsur hara berkontribusi terhadap peningkatan kualitas agar rumput laut dalam bentuk model jalur, serta memastikan bahwa kondisi air dan tanah di tambak memenuhi standar yang diperlukan untuk mendukung produksi rumput laut yang berkualitas tinggi. Substrat tanah khususnya di daerah pantura jawa timur sudah banyak terkontaminasi bahan kimia dari aktivitas industri, sehingga kami ingin menguji apakah tanah dengan kondisi tersebut di atas masih layak untuk digunakan dalam peningkatan kualtias agar rumput laut. Penelitian ini dilakukan di hamparan tambak  dengan menggunakan 3 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu: A (Kepadatan Terbaik + Tanpa Pupuk Vermicompost + Substrat Tanah Tambak), B (Kepadatan Terbaik + Pupuk Vermicompost + Substrat Tanah Tambak) dan C (Kepadatan Terbaik + Pupuk Vermicompost + Tanpa Substrat Tanah Tambak). Berdasarkan model analisis jalur yang dihasilkan menunjukkan pertumbuhan, jumlah sel serta unsur hara (kandungan gizi) masing-masing memiliki hubungan medium, kuat, dan sangat kuat dalam menghasilkan peningkatan kualitas agar rumput laut  di tambak ekstensif. Kemudian, kualitas air dan tanah secara deskriptif termasuk dalam kategori layak untuk mendukung pertumbuhan dan kualitas rumput laut di tambak. 
Analisis kandungan protein opak singkong dengan formulasi konsentrat protein ikan mujair dalam upaya pencegahan stunting istyqamah Muslimin; Rasdi Rasdi; Hardianty Askar
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i1.27937

Abstract

Stunting sangat umum terjadi di Indonesia, perlu dilakukan pencegahan stunting dengan makanan kaya protein dan makanan bersumber energi misalnya hasil konsetrat protein dari ikan mujair dan singkong. Kedua jeni sumber pangan tersebut sama-sama mempunyai nutrisi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis salah satu kandungan gizi makro yakni protein pada opak singkong dengan formulasi tepung konsentrat protein ikan mujair. Penelitian dilakukan dalam dua tahapan. Tahap pertama penentuan formulasi opak singkong dengan tambahan tepung konsentrat protein ikan mujair dan tahap kedua analisis kandungan gizi pada opak singkong yang diperkaya konsentrat protein ikan mujair. Analisis kadar air memperoleh nilai A(6,43%), B(5,86%), C(7,18%), D(6,95%), E(5,67%), kadar abu memperoleh nilai A(6,43), B(5,86) C(7,18), D(6,95), E(5,67), kandungan gizi lemak memperoleh nilai A(29,17%), B(24,58%), C(23,89%), D(22,18%), dan E(17,99%) dan Hasil analisis kandungan gizi protein opak singkong dengan formulasi konsentrat protein ikan mujair yang diperoleh A(3,09 %), B(5,18%), C(6,77 %), D(8,86 %), dan E(10,02%). Semakin tinggi variasi persentasi penambahan tepung konsentrat protein ikan mujair semakin tinggi kandungan gizi protein opak singkong yang dihasilkan.
Preference Level and Iron Content of Analog Rice Combination of Seaweed Flour (Sargassum sp.) and Commercial Beneng Taro Flour Aditia Mursyid Muhede; Sakinah Haryati; Rifki Prayoga Aditia
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i1.22350

Abstract

It is hoped that making analog rice from a combination of seaweed flour (Sargassum sp.) and commercial beneng taro can become an alternative food to overcome the problem of anemia in Indonesia. The aim of this research is to determine the best combination treatment for making analog rice based on the iron content and hedonic test. The experimental design used a completely randomized design with four combination treatments of seaweed flour (Sargassum sp.) and commercial taro beneng, namely: A (0%:100%), B (5%:95%), C (10%:90 %), and D (15%:85%). The results of the research showed that treatment C was the best treatment with the product hedonic level being preferred and had iron content of 4.13 mg/100 grams.
Analisis Derivatif Aspek Ekonomi dan Sosial Nilai Tambah Smart Fisheries Village Panembangan, Banyumas, Jawa Tengah Ade Rusman; Yusuf Enril Fathurrohman; Hengky Widhiandono
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v13i2.23764

Abstract

Smart Fisheries Village (SFV) atau kampung perikanan pintar merupakan program KKP RI yang kegiatan utamanya adalah usaha tani minapadi yang mempertimbangkan kearifan lokal yang bertujuan untuk mengatasi keterbatasan lahan dalam budidaya ikan dan penanaman padi, meningkatkan ketersediaan pangan dan protein hewani, meningkatkan gizi dan kesejahteraan keluarga. SFV diharapkan dapat mengubah wajah kampung perikanan menjadi lebih berdaya saing karena kegiatan ekonomi di dalamnya menjadi lebih beragam, seperti adanya spot wisata hingga produksi produk UMKM. Jenis ikan yang banyak dibudidayakan pada sistem minapadi khususnya di daerah Jawa Tengah yaitu ikan Nila (Oreochromis niloticus), Nilem (Osteochilus vittatus), Mas (Cyprinus carpio). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis turunan aspek ekonomi dan sosial nilai tambah minapadi di SFV Desa Panembangan Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci sedangkan metode kuantitatif digunakan untuk mengolah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya minapadi yang dilakukan terdiri dari beberapa proses, yaitu pemilihan lokasi, persiapan lahan dan wadah, pemilihan benih padi dan ikan, persemaian benih padi, penanaman padi, penebaran benih ikan, pemupukan, penyiangan gulma, manjemen kualitas air, pemeliharaan ikan, pengendalian hama dan penyakit serta pemanenan. Hasil turunan nilai tambah sistem minapadi adalah benih ikan sisa yang diolah menjadi kripik ikan dan pakan ikan hias serta obyek wisata yang potensial. Minapadi dapat meminimalisir risiko hilangnya sumber pendapatan petani dan pembudidaya ikan.
Rumput Laut dari Perairan Lontar: Jenis dan Potensi Pemanfaatannya Oktaviani Oktaviani; Lukman Anugrah Agung; Saifullah Saifullah
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i1.26903

Abstract

Perairan Lontar merupakan salah satu daerah penghasil rumput laut hasil budidaya di Provinsi Banten. Selain rumput laut yang dibudidayakan, di perairan ini juga terdapat rumput laut lainnya yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis rumput laut yang ditemukan di Perairan Lontar. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menggambarkan potensi rumput laut liar yang ditemukan di Perairan Lontar. Penelitian ini menggunakan metode purposive random sampling dengan sampel yang berasal dari tiga titik yang telah ditentukan di Perairan Lontar. Sampel rumput laut kemudian diidentifikasi menggunakan literatur yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima jenis rumput laut yang terdapat di Perairan Lontar, yaitu Kappaphycus, Chaetomorpha, Gracilaria, Acanthophora dan Hypnea. Rumput laut yang ditemukan di Perairan Lontar ini memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pangan, industri, atau kesehatan. 
The Utilization Pattern of Capture Fisheries in the Limited Utilization Zone of the Gili Matra Marine Protected Area in West Nusa Tenggara Province Rowi Ashari; Soraya Gigentika; Sitti Hilyana; Martanina Martanina
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v14i1.27697

Abstract

location for capture fisheries activities. However, the management has not yet assessed the area's utilization for capture fisheries activities, necessitating research on the utilization pattern of capture fisheries in the Gili Matra conservation area. This research aims to identify the types of fishing gear used and analyze the size of the dominant fish caught in the Gili Matra marine protected area. This research was conducted from February to April 2024. Data were collected through interviews with respondents and by measuring the length of the fish. The respondents in this study were groups of fishermen who caught fish within the limited utilization zone, selected using the accidental sampling method. The number of fish samples measured in this study was 30 individuals for each fish species. The fish species measured were the dominant species caught in the Gili Matra marine protected area. The data were analyzed using descriptive analysis and length frequency analysis. The study results showed fishermen use bottom handlines, gillnets, and spearguns to catch fish within the limited utilization zone in the Gili Matra marine protected area. The dominant fish species caught in the area were Lutjanus gibbus, Siganus virgatus, and Parepeneus indicus. Almost all of these fish species had capture sizes larger than the length at first maturity.

Page 1 of 1 | Total Record : 10