cover
Contact Name
Ririn Irnawati
Contact Email
ririn.irnawati@untirta.ac.id
Phone
+6281325758659
Journal Mail Official
redaksijpkuntirta@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Jakarta KM 4 Pakupatan, Serang, Banten (Kampus Lama) Jalan Raya Palka KM 3 Pabuaran, Sindangsari, Serang, Banten (Kampus Baru)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Perikanan dan Kelautan
ISSN : 20893469     EISSN : 25409484     DOI : http://dx.doi.org/10.33512/jpk
JPK accommodate the result of research and review of fisheries and marine, with the focus and scope : 1. Management and Technology Aquaculture 2. Fisheries Resource Management 3. Fishery Products Processing 4. Fishing Technology and Management 5. Marine Technology and Science
Articles 9 Documents
Search results for , issue "vol 15, no 2 (2025)" : 9 Documents clear
IoT-Based Stability Monitoring and Mitigation System for 5 GT Fishing Vessels Ery Muchyar Hasiri; Asniati Asniati; Hendrawan Syafrie; Jabal Nur; Riyan Abdillah Takdir
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i2.39841

Abstract

Kapal perikanan 5 GT berbahan fiber-reinforced polymer (FRP) merupakan segmen armada Indonesia dengan risiko kecelakaan tertinggi, namun sistem pemantauan stabilitas real-time yang terjangkau belum tersedia secara memadai. Penelitian ini merancang dan memvalidasi sistem IoT berbasis ESP32 yang mengintegrasikan sensor MPU6050, DS18B20, dan anemometer, dengan data dikirim ke Firebase Realtime Database dan notifikasi didistribusikan melalui dashboard web serta SMS gateway. Sepuluh persamaan matematis untuk memvalidasi dan analisis komputasi pada data menggunakan metode fusi sensor, dekomposisi tahanan hidrodinamik, klasifikasi risiko, dan keputusan mitigasi, yang selanjutnya dilakukan validasi terhadap 8.928 rekaman lapangan di Perairan Buton dan Buton Selatan (Januari 2025) tanpa kesalahan komputasi. Tahanan gesek mendominasi (82,32%) dan tahanan gelombang berkorelasi kuat dengan tinggi gelombang signifikan (R²=0,9447). Sebanyak 83,4% rekaman berada pada kategori risiko Sedang hingga Sangat Tinggi selama muson barat dimana sistem mengaktifkan peringatan pada 13,0% rekaman dengan distribusi mitigasi, 48,4% perluasan operasional, 32,3% survival mode, dan 19,4% pembatasan operasional. Sistem ini menyediakan kerangka kerja keselamatan yang tervalidasi dan hemat sumber daya untuk kapal perikanan kecil di perairan tropis.
KARAKTERISTIK SENSORI DAN KIMIA IKAN ASAP PINEKUHE: PENGOLAHAN MENGGUNAKAN TUNGKU PENGASAPAN TEBIYAMA Frets Jonas Rieuwpassa; Agus Turambi; Frans Gruber Ijong; Wendy Alexander Tanod; Eko Cahyono; Novalina Maya Sari Ansar; Obyn Imhart Pumpente; Yana Sambeka; Aprelia Martina Tomasoa
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i2.31195

Abstract

Penggunaan teknik pengasapan tungku tebiyama untuk mengolah ikan asap pinekuhe belum banyak dilakukan. Padahal tungku ini memiliki banyak keunggulan misalnya efektif dan efisien dalam pengasapan serta merupakan teknik pengasapan tertutup. Tujuan penelitian ini adalah menentukan nilai organoleptik, komposisi kimia dan kandungan PAH ikan asap pinekuhe yang diasapi menggunakan tungku tebiyama. Tahapan penelitian meliputi pembuatan ikan asap penikuhe, pengemasan vakum dan disimpan selam 9 hari untuk pengamatan organoleptik, pengujian proksimat dan analisis PAH. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai organoleptik selama penyimpanan 9 hari masih dapat diterima oleh penelis untuk semua parameter. Kandungan protein cukup tinggi yaitu 32,18% sedangkan kadar air sebesar 31,28%. Analisis PAH menunjukkan terdapat 16 jenis senyawa PAH dengan senyawa benzo(a)pyrene sebesar 0,395 ppm.
UJI KINERJA SISTEM PEREKAMAN OBJEK SUARA TRANSDUSER DAN IKAN LELE DENGAN ANTARMUKA ANDROID Iskandariah Iskandariah; Rosidin Rosidin; Billi Rifa Kusumah; Ruspendi Ruspendi; Ridwan Siskandar
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i2.31745

Abstract

Perekaman suara bawah air pada umumnya membutuhkan perangkat dengan biaya tinggi dan kompleksitas tinggi, yang membatasi akses bagi berbagai kalangan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji kinerja sistem perangkat perekam objek suara bawah air berbasis antarmuka Android smartphone dengan sumber suara buatan (transduser) dan suara alami (Ikan Lele). Tahapan yang dilakukan adalah perancangan hidrofon, perancangan aplikasi android, dan pengujian kinerja sistemnya. Hasil menunjukkan bahwa sistem perekaman yang dikembangkan mampu merekam suara dengan baik pada rentang frekuensi 100 Hz hingga 15 kHz, dengan peningkatan Signal-to-Noise  Ratio (SNR) dari 30 dB menjadi 55 dB. Hasil uji integrasi seluruh sistem perangkat untuk mendeteksi suara objek di bawah air yang bersumber dari transduser dan Ikan Lele dapat dideteksi dan dibedakan.
Addition of L-Tryptophan in Feed to Reduce the Cannibalism of Asian Redtail Catfish (Hemibagrus nemurus) Seeds Rafi Maulana Rasyad; Lukman Anugrah Agung; Mas Bayu Syamsunarno; Mustahal Mustahal; Saifullah Saifullah
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i2.33229

Abstract

Fullfillment of asian redtail catfish needs in the market can be done by cultivation. The limited availability of Asian redtail catfish seeds has always been an obstacle for cultivators due to cannibalism in the larval to seed stages. One effort to reduce cannibalism in asian redtail catfish seeds is the addition of L-tryptophan which functions as a serotonin hormone synthesis so that it can reduce aggresiveness. However, giving L-Tryptophan in excessive doses can inhibit the growth rate of fish. Therefore this research aims to determine the best dose in reduce cannibalism without inhibiting the growth rate. The research was conducted in July-November 2023, located at the BRIN mini hatchery, Tajurhalang, Bogor. This research used a completely randomized design (RCD) consisting of five different L-Tryptophan dose treatments and was repeated three times. The doses used were 0%, 0,5%, 0,6%, 0,7%, 0,8% (% /kg of feed). This research consisted of four stages, namely preparation of containers, distribution of experimental fish, preparation of treatment feed and maintenance of experimental fish. The results of this research indicated the addition of L-Tryptophan at highest doses (0,8% /kg of feed) is the best treatment to reduce the cannibalism of asian redtail catfish seeds without inhibiting growth. It has the best survival rate value 94,07%, normal death 2,22%, the lowest cannibalism index of 3,70%, the lowest type 1 cannibalism of 3,70%, and no type 2 cannibalism incidents. Water quality during the research was still on the threshold of the optimum maintenance of asian redtail catfish seeds.
Combination of Bait and Shelter use on the Effectiveness of Trap Buton Catch Results in the Waters of Malaku village, North Seram. Kedswin Gerson Hehanussa; Haruna haruna
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i2.32576

Abstract

Coral reef ecosystems serve as vital habitats for various economically valuable fish species. One of the widely used fishing methods by traditional fishermen is bottom fish traps, whose effectiveness is influenced by various operational factors. This study aimed to analyze the effect of combining bait and coconut leaf shelters on the catch effectiveness of Buton fish traps. The research was conducted from September to November 2024 in the waters of Wahai Village, Malaku Hamlet, North Seram District, Central Maluku, using an experimental fishing method with four treatments: control trap (without bait or shelter), baited trap, shelter-only trap, and trap with both bait and shelter. The results showed that the highest number of fish was caught in the control trap (117 individuals or 38.49%), followed by the trap with bait and shelter (77 individuals or 25.33%), baited trap (65 individuals or 21.38%), and shelter-only trap (45 individuals or 14.80%). The Kruskal-Wallis statistical test based on catch quantity revealed a significant difference (H-value = 19.94557 > H-table = 7.814728, p < 0.05), while catch weight showed no significant difference. These findings suggest that fish social interaction and natural behavior play a more crucial role in trap effectiveness than the presence of bait or shelter alone. 
Analisis Dinamika Responsitas Buoy Tertambat terhadap Gelombang di Perairan Teluk Palabuhanratu Erik Munandar; Agitha Savetri Jasmine
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i2.39813

Abstract

Perairan Teluk Palabuhanratu memiliki karakteristik energi gelombang yang dinamis karena berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, sehingga memerlukan sistem pemantauan yang akurat dan stabil. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan rekonstruksi dan validasi pergerakan moored buoy skala kecil menggunakan sensor akselerometer ADXL345 berbasis MEMS dan mikrokontroler ESP32. Data diambil pada Juli 2024 di perairan dengan kedalaman 30–40 meter untuk menangkap energi gelombang swell selama puncak Monsun Tenggara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buoy memiliki stabilitas hidrodinamika yang sangat baik, dengan fluktuasi sudut pitch dan roll tetap berada di bawah ambang batas toleransi 15° (berkisar ±5° hingga ±7,5°). Pergerakan horizontal terjaga dalam radius maksimum 12,8 cm, yang mengonfirmasi efektivitas sistem tambat dalam meredam gaya seret arus permukaan. Analisis spektral berhasil mengidentifikasi distribusi energi multi-skala, meliputi gelombang swell pada periode ~12 detik dan sinyal pasang surut semi-diurnal pada periode ~12,4 jam. Integrasi antara stabilitas fisik dan presisi pemrosesan sinyal ini memvalidasi keandalan platform sensor dalam memantau dinamika pesisir secara komprehensif.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN PROBIOTIK EM4 TERHADAP SISTEM PENCERNAAN DAN RESPIRASI IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Moch Saad; Afifah Nurazizatul Hasanah; Desy Aryani; Muhammad Ilyasyah; Abdul Muid Mainaki
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i2.31857

Abstract

Ancaman penyakit pada budidaya ikan menjadi tantangan utama, sehingga penggunaan probiotik diterapkan untuk meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian probiotik EM4 (Effective Microorganisms 4) dengan dosis berbeda terhadap sistem pencernaan dan respirasi ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian dilaksanakan selama 30 hari di Laboratorium Biomakro Sindangsari, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan dengan lima perlakuan dosis probiotik: 0 ml (P1), 5 ml (P2), 10 ml (P3), 15 ml (P4), dan 20 ml (P5). Parameter yang diukur meliputi pertumbuhan mutlak (PM), laju pertumbuhan relatif (LPR), tingkat kelangsungan hidup (SR), rasio konversi pakan (FCR), warna Insang dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik EM4 dosis 20 ml/L (P5) memberikan hasil terbaik dengan nilai PM sebesar 12 ±4,32c g, LPR sebesar 6,89±2,09b dan FCR sebesar 0,29±0,14a, Sementara itu, Perlakuan dengan dosis 10 ml (P3) menghasilkan pertumbuhan dan efisiensi pakan terendah. Kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran optimal untuk pertumbuhan ikan nila dengan suhu 27–30°C dan pH 7,58–8,41. Dengan demikian, penggunaan probiotik EM4 pada dosis optimal mampu meningkatkan efisiensi pencernaan, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup ikan nila.
EFFECTIVENESS of Turbinaria conoides AS A HAIR TONIC FOR HAIR GROWTH IN MICE (Mus musculus) Afifah Nurazizatul Hasanah; Ginanjar Pratama; St. Nurul Fadillah
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i2.39181

Abstract

Hair loss is a common condition that may reduce self-confidence. Hair tonics are product that used to maintain scalp health, strengthen hair follicles, and stimulate hair growth. However, commercially available products often contain synthetic compounds, which may cause adverse side effects. Therefore, the development of safer hair tonic formulations is needed. Turbinaria conoides, a brown seaweed rich in flavonoids, and celery (Apium graveolens) have been reported to possess bioactive properties that support hair growth. This study evaluated the effect of incorporating T. conoides and celery extracts into hair tonic formulations on hair growth. The research was conducted in three stages: extraction of raw materials, formulation of hair tonic preparations, and in vivo testing using mice as experimental animal models. Hair growth was assessed by measuring hair length periodically from day 7 to day 28 following topical application.. Among the tested formulations, P4 (10% seaweed extract and 0% celery extract) demonstrated the best performance with characteristics as follow: produced the highest hair growth of 11.28 mm and the highest increase in hair weight of 0.12 grams; pH 5,6 (in safe range); shows good physical stability; and demonstrated panelist acceptance at a score of 3 (like category) based on a hedonic test for color and aroma parameters. Hair tonic formulated with T. conoides and celery extracts shows potential as a natural and effective alternative for promoting hair growth and may reduce reliance on synthetic agents.
KEANEKAARAGAMAN DAN STRUKTUR VEGETASI MANGROVE DI PULAU TUNDA: FONDASI EKOLOGIS BAGI INDUSTRI PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN Ulil Amri; Nurlita Putri Anggraini; Aziz Budiman; Dimas Alif Pahlevi; Jingga Puspita Amartatiah; Prakas Santoso; Agitha Saverti Jasmine
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v15i2.35149

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi pesisir serta sebagai penyedia bahan baku alami bagi industri pengolahan hasil perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman dan struktur vegetasi mangrove di Pulau Tunda, Serang, Banten, serta mengkaji relevansinya sebagai fondasi ekologis bagi sektor pengolahan hasil perikanan. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan pada empat stasiun menggunakan pendekatan transek-kuadrat dan analisis struktur komunitas vegetasi. Delapan spesies mangrove dari empat famili berhasil diidentifikasi, dengan dominasi spesies mayor seperti Rhizophora mucronata dan Bruguiera gymnorrhiza. Analisis nilai penting (INP) menunjukkan bahwa kedua spesies tersebut berperan dominan dalam struktur ekosistem. Distribusi spasial dan kelimpahan vegetasi dipengaruhi oleh salinitas, suhu, substrat, dan kompetisi antar spesies. Selain menyediakan habitat penting bagi biota bernilai ekonomi seperti ikan dan udang, spesies mangrove juga memiliki potensi sebagai sumber senyawa bioaktif untuk pengolahan produk hasil laut. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa keberadaan vegetasi mangrove yang sehat merupakan fondasi ekologis penting dalam menunjang keberlanjutan industri pengolahan hasil perikanan di wilayah pesisir.

Page 1 of 1 | Total Record : 9