cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
JURNAL INTEGRASI PROSES
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal integrasi proses (JIP) diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dua kali dalam setahun. JIP menerima artikel dalam bidang teknik kimia berupa original research papers, reviewed papers dan short communications dari para peneliti, akademisi, industri dan praktisi.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
SINTESIS PERAK NANOPARTIKEL MELALUI REDUKSI SPONTAN MENGGUNAKAN REDUKTOR ALAMI EKTRAK KULIT LEMON SERTA KARAKTERISASINYA SEBAGAI ANTIFUNGI DAN ANTIBAKTERI Widya Ernayati Kosimaningrum; Alia Badra Pitaloka; Afif Sena Hidayat; Wahidatun Aisyah; Syahrul Ramadhan; Malik Abdul Rosyid
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 9 NOMOR 2 DESEMBER 2020
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v9i2.9627

Abstract

Silver nanoparticle, Ag0, is a broad spectrum antimicrobial agent with a very low risk of resistance. In this study, silver nanoparticles, Ag0, were synthesized through the spontaneous reduction of Ag + solution using a natural reducing agent of lemon peel extract. Extraction was carried out at 60oC for 10 minutes in a water solvent. The extraction of lemon peel involves varying the mass of the lemon peel powder, namely 2.5; 5; 7.5; and 10 grams to produce varying concentrations of reducing agents. Synthesis of silver nanoparticles was carried out at 60oC for 20 minutes by mixing 0.1 M Ag + solution with the extract solution with various concentrations. The result of the synthesis is a dark brown to blackish colloidal solution which indicates the formation of Ag0 from micro to nanoparticles in the solution. The concentration of lemon peel extract is directly proportional to the amount of Ag0 formed, which is characterized by the colour of the solution. The Ag0 solution showed its effectiveness as an antifungal under five days of observation. The Ag0 solution also exhibits highly effective antibacterial properties based on testing against E. coli. ‘ 
Pengaruh Penambahan Selulosa dari Serat Kapuk dan Crosslink Agent Terhadap Sifat Absorpsi dan Rasio Swelling Biopolimer Superabsorben Prahady Susmanto; Linda Santia; Intan Retri Utari; Muhammad Rendana
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 9 NOMOR 2 DESEMBER 2020
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v9i2.8948

Abstract

Polimer superabsorben dari poliakrilamida mempunyai beberapa kelemahan seperti kapasitas absorpsi dan swelling yang terbatas, karakteristik fisik yang kurang kuat, harganya mahal serta tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penambahan selulosa dari serat kapuk dan zat aditif crosslink terhadap sifat fisik superabsorben seperti kapasitas absorpsi dan rasio swelling. Terdapat empat jenis treatment yang dilakukan yaitu 0%, 5%, 10% dan 15% selulosa serat kapuk, dengan variasi crosslink agent pada setiap treatment yaitu 0 ml, 0,6 ml, 0,7 ml, 0,8 ml dan 0,9 ml larutan formalin. Uji FTIR selulosa dan penentuan kapasitas absorpsi air serta rasio swelling superabsorben dilakukan menggunakan metode standar. Hasil analisa FTIR menemukan beberapa gugus fungsi dalam selulosa serat kapuk seperti -OH, C-H, C=C dan C-O dengan jumlah kandungan selulosa yaitu 63,69%. Nilai kapasitas absorbsi dan rasio swelling meningkat dengan penambahan selulosa. Polimer superabsorben dengan konsentrasi selulosa 10% dan 0,8 ml formalin didapatkan sebagai treatment terbaik dengan nilai optimum untuk kapasitas absorbsi (1184,8%), rasio swelling dalam larutan urea (14,85 g/g) dan larutan NaCl (12,72 g/g). Kesimpulannya, penambahan selulosa dari serat kapuk dan crosslink agent dapat meningkatkan kapasitas absorpsi dan swelling biopolimer superabsorben.
Pengaruh Metode Dan Waktu Ekstraksi Terhadap Kualitas Dan Kuantitas Saponin Dalam Ekstrak Buah, Daun, Dan Tangkai Daun Belimbing Wuluh (Avverhoa Bilimbi L.) Untuk Aplikasi Detergen Muhammad Triyogo Adiwibowo; Herayati Herayati; Karen Erlangga; Dela Ayu Fitria
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 9 NOMOR 2 DESEMBER 2020
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v9i2.9262

Abstract

Saponin merupakan surfaktan nonionik yang terdapat dalam bahan alam dan dapat berfungsi sebagai agen pembersih. Dalam penelitian ini, campuran buah, daun, dan tangkai daun belimbing wuluh diekstraksi untuk mendapatkan ekstrak yang mengandung saponin menggunakan metode ekstraksi maserasi dan berbantukan sonikasi dengan variasi waktu 3, 5, dan 7 hari untuk ekstraksi maserasi serta 10, 20, dan 30 menit untuk ekstraksi berbantukan sonikasi. Variasi rasio simplisia:solven yang digunakan adalah 1:6, 1:7, dan 1:8 (g/mL). Variasi ini dilakukan untuk mendapatkan kondisi ekstraksi yang feasibel. Komposisi dari ekstrak yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan uji LC-MS sedangkan kadar saponin dalam ekstrak dianalisis menggunakan metode gravimetri. Ekstrak kemudian diuji detergensinya melalui uji pengangkatan kotoran untuk mengetahui potensinya pada aplikasi detergen. Hasil menunjukkan bahwa metode ekstraksi berbantukan sonikasi memiliki hasil yang sebanding dengan ekstraksi maserasi namun dengan waktu ekstraksi yang relatif lebih singkat sehingga lebih feasibel digunakan untuk produksi detergen.
PEMILIHAN JENIS PELARUT PADA EKSTRAKSI TANIN DARI DAUN AVERRHOA BILIMBI DENGAN METODE SOXHLETASI Helda Niawanti; Novy Pralisa Putri
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 9 NOMOR 2 DESEMBER 2020
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v9i2.9391

Abstract

Salah satu komponen dalam proses produksi yang harus diperhatikan dalam proses aplikasi green chemistry di industri adalah zat warna.  Pewarna yang lebih banyak digunakan selama ini adalah jenis pewarna sintetis karena harganya yang lebih murah. Namun, pewarna sintetis ini memiliki kekurangan yaitu berbahaya bagi lingkungan dan dapat menimbulkan reaksi alergi pada tubuh manusia jika digunakan sebagai bahan baku kosmetik. Zat warna alami merupakan solusi dari permasalahan tersebut, salah satu pewarna alami adalah tanin yang dapat diekstraksi dari daun Averrhoa bilimbi. Ekstraksi dilakukan dengan metode solid-liquid extraction dengan menggunakan alat soxhlet. Pelarut merupakan salah satu faktor yang berpengaruh pada hasil ekstraksi. Penelitian ini mempelajari efek dari jenis pelarut yaitu etanol, etanol/air dengan komposisi 90/10 (v/v) dan etanol/air dengan komposisi 80/20 (v/v). Ekstraksi dengan ketiga pelarut dilakukan pada waktu 30, 60, 120, 240, dan 480 menit. Pelarut etanol/air dengan komposisi 90/10 (v/v) memberikan waktu ekstraksi lebih singkat yaitu 60 menit dengan kadar tanin sebesar 5,509% ± 0,125. Sedangkan pelarut etanol mencapai kadar tanin 5,489% ± 0,073 dengan waktu ekstraksi yang lebih panjang yaitu 480 menit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis pelarut berpengaruh pada ekstraksi tanin dikarenakan kelarutan senyawa tanin menjadi lebih cepat ketika ditambahkan air sebagai pelarut.Kata Kunci: Tanin, Averrhoa bilimbi, ekstraksi, soxhlet, pelarut
Pengaruh Temperatur Sintesis Precipitated Calcium Carbonate (PCC) Dengan Modifier Terhadap Ukuran Dan Jenis Kristal Sri Wardhani; Miralda Syakirah; Darjito Darjito; Danar Purwonugroho
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 10 NOMOR 1 JUNI 2021
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v10i1.9207

Abstract

Batu kapur dapat ditingkatkan nilai dan kualitasnya melalui proses sintesis Precipitated Calcium Carbonate (PCC). PCC banyak digunakan dalam industri kertas karena memiliki keunggulan ukuran partikel yang lebih seragam serta derajat kecerahan dan kemurnian yang lebih tinggi. Review artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur sintesis PCC dengan modifier terhadap ukuran dan jenis kristal, mengetahui pengaruh penambahan modifier terhadap ukuran partikel PCC serta mengetahui kondisi sintesis yang menghasilkan PCC yang dapat diaplikasikan dalam industri kertas. Review artikel ini menggunakan metode kajian pustaka berdasarkan literatur jurnal ilmiah dengan menggunakan satu jurnal PCC tanpa modifier dan lima jurnal PCC dengan modifier yaitu Sodium Deoxycholate (SDC), asam oleat, dodecyltrimethylammonium bromide (DTAB), etilen glikol, dan ethylenediaminetetraacetic acid (EDTA). Metode sintesis yang digunakan dari jurnal yang diteliti adalah metode kaustik soda dan karbonasi. Penentuan jenis kristal PCC menggunakan data hasil X-Ray Diffraction (XRD) dan penentuan ukuran partikel menggunakan data hasil Scanning Electron Microscope (SEM) dan Particle Size Analyzer (PSA). Berdasarkan hasil review artikel terhadap jurnal penelitian yang digunakan, temperatur reaksi mempengaruhi ukuran dan jenis kristal PCC dengan modifier. Jenis kristal kalsit terbentuk pada temperatur rendah (≤30°C), vaterit umum terbentuk pada temperatur ≥40°C, dan aragonit terbentuk pada temperatur tinggi ≥60°C. Semakin tinggi temperatur, ukuran PCC yang dihasilkan cenderung meningkat. Penambahan modifier mempengaruhi ukuran kristal PCC dengan menghasilkan ukuran yang lebih kecil dibanding dengan PCC tanpa modifier. Ukuran partikel yang dihasilkan sebesar 0,6‒10 µm.
STUDI PENJERAPAN AMMONIA MENGGUNAKAN ZEOLIT ALAM BAYAH TANPA AKTIVASI PADA TAMBAK IKAN Nuryoto Nuryoto; Ghani Naufal; Raffli Nurmuhammad; Teguh Kurniawan
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 9 NOMOR 2 DESEMBER 2020
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v9i2.9172

Abstract

Ammonia merupakan zat beracun yang sangat berbahaya. Di dalam perairan, khusunya air tambak kadar ammonia tidak boleh melebih 0,05 mg/l, jika melebihi konsentrasi tersebut maka ikan kecil  yang ada di dalam air tersebut akan mati.  Penelitian ini mencoba  melakukan penurunan kadar  ammonia  minimal mencapai ambang batas aman. Tujuan penelitian ini adalah  mengetahui kemampuan kinerja  zeolit alam bayah tanpa aktivasi sebagai adsorben dalam menurunkan kadar ammonia yang terkandung di dalam air. Observasi dilakukan pada ukuran adsorben  60 -100 mesh, suhu penjerapan 30 , massa zeolit 600 gram/20 liter larutan, dan waktu penjerapan  30 - 120  menit.  Hasil percobaan menunjukan bahwa persentase  ammonia yang terjerap oleh zeolite alam Bayah tertinggi diperoleh pada ukuran zeolite 100 mesh dan  waktu penjerapan  75 menit yaitu sebesar 68 %. 
Pengaruh Kadar Air Dan Konsentrasi Metana Terhadap Unjuk Kerja Reaktor Bolak Balik Dengan Umpan Emisi Gas Tambang Batubara Novan Prihasa; Teguh Kurniawan; Anton Irawan
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 10 NOMOR 1 JUNI 2021
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v10i1.10834

Abstract

Proses ekstraksi batubara dalam setiap penambangan batubara melepaskan sejumlah emisi gas buang ke udara berupa gas metana sebesar 0,1 – 1%. Emisi gas metana pada tambang batubara merupakan salah satu kontributor efek rumah kaca dalam pemanasan global. Ketahanan gas metana berada di atmosfer rata-rata sekitar 12 tahun. Gas metana mampu menangkap panas dengan kemampuan 20 kali lipat lebih besar dari karbondioksida. Salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengoksidasi gas metana menjadi karbondioksida dengan konsentrasi rendah di bawah 1% adalah menggunakan Reverse Flow Reactor (RFR). Dalam penelitian ini akan dipaparkan mengenai pengaruh konsentrasi gas umpan metana, kandungan kadar air pada aliran gas umpan metana, dan pemilihan nilai switching time terhadap unjuk kerja reaktor terkait sifat auto-thermal dan kestabilan panas RFR, dengan metode simulasi pengamatan kelakuan dinamik berupa profil temperatur reaktor dan konversi metana menggunakan software FlexPDE versi 7. Nilai konsentrasi gas umpan metana berbanding lurus terhadap nilai temperatur yang dihasilkan reaktor. Sementara nilai komposisi air pada gas umpan metana dan nilai switching time berbanding terbalik terhadap nilai temperatur yang dihasilkan reaktor. Nilai konversi metana sangat dipengaruhi oleh kondisi operasi auto-thermal dan kestabilan panas dari RFR. Jika kondisi operasi auto-thermal dapat terjadi atau dengan kata lain reaktor tidak padam, maka nilai konversi metana mampu mencapai 100%.
ADITIF SABUN MANDI BERBAHAN ALAMI: ANTIMIKROBA DAN ANTIOKSIDAN Muhammad Triyogo Adiwibowo
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 9 NOMOR 1 JUNI 2020
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v9i1.8397

Abstract

Sabun mandi merupakan salah satu bahan pembersih yang rutin digunakan oleh masyarakat. Seiring meningkatnya jumlah penduduk, maka kebutuhan produk ini terus bertambah setiap tahunnya. Perkembangan teknologi dan tren produk berbahan alami menyebabkan diversifikasi bahan baku sabun mandi ke arah sumber daya alam terbarukan termasuk pada bahan aditifnya seperti antimikroba dan antioksidan. Peran bahan-bahan aditif alami dalam produk sabun mandi menunjukkan kinerja dengan potensi yang cukup menjanjikan untuk diaplikasikan pada skala yang lebih komersil.
Preparasi dan Karakterisasi Kitosan Tertaut Silang Glutaraldehide Sebagai Matrik Pupuk Urea Retno Sulistyo Dhamar Lestari; Jayanudin Jayanudin; Dandi Irawanto; Rozak Rozak; Reyonaldo Langgeng Adi Wardana; Fakhri Muhammad
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 9 NOMOR 2 DESEMBER 2020
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v9i2.9221

Abstract

Mikrokapsul pupuk urea merupakan salah satu inovasi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan nutrisi oleh tanaman dan mengurangi kerusakan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakterisasi mikrokapsul pupuk urea dan uji pelepasan urea dari mikrokapsul. Metode mikroenkapsulasi yang digunakan yaitu crosslink emulsi dengan kitosan sebagai bahan dinding mikrokapsul dan glutaraldehyde saturated toluene (GST) sebagai agen crosslink. Hasil uji SEM menunjukkan mikrokapsul urea terbentuk dengan permukaan kasar dan berbentuk agregat. Hasil difraksi sinar X menunjukkan bahwa mikrokapsul urea dengan dengan konsentrasi larutan glutaraldehid 10% memiliki sifat kristalin lebih tinggi dibandingkan larutan glutaraldehid 5%. Hasil analisa DSC menunjukkan terjadi peningkatan titik lebur pada mikrokapsul urea dengan penambahan larutan glutaraldehyd 10%. Uji release menunjukkan bahwa kumulatif release tertinggi didapat pada larutan kitosan 2% sebesar 39,43% dan larutan glutaraldehid 3% sebesar 34,79%.  
Pengaruh Jenis Pelarut Pada Distilasi Ekstraktif Aseton-Metanol Reynardi Risyad Raytama; Yansen Hartanto; Herry Santoso
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 10 NOMOR 1 JUNI 2021
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v10i1.9643

Abstract

Distilasi merupakan teknik pemisahan yang paling banyak digunakan di industri kimia. Tetapi cara ini tidak bisa digunakan untuk memisahkan campuran azeotropik. Jika dijumpai campuran azeotropik maka harus menggunakan distilasi yang termodifikasi seperti distilasi ekstraktif, distilasi azeotropik heterogen dan pressure swing distillation. Pada penelitian ini akan digunakan distilasi ekstraktif yang menggunakan tambahan entrainer/pelarut untuk melarutkan salah satu komponen sehingga titik azeotrop bisa terpecah lalu kedua komponen bisa dipisahkan. Teknik ini menggunakan 2 kolom yaitu kolom distilasi ekstraktif dan kolom pemurnian. Pada kolom distilasi ekstraktif terjadi kontak antara umpan dan entrainer sedangkan pada kolom pemurnian terjadi pemisahan antara umpan dan entrainer. Pada penelitian ini akan dipelajari bagaimana pengaruh jenis pelarut terhadap distilasi ekstraktif campuran aseton-metanol. Pelarut yang digunakan adalah DMSO, klorobenzena dan air. Variabel yang diamati adalah besarnya biaya peralatan, biaya utilitas, dan Total Annual Cost (TAC) untuk campuran umpan yang sama dan kemurnian produk yang dijaga konstan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, TAC untuk pelarut DMSO memiliki nilai yang paling rendah sedangkan TAC untuk pelarut klorobenzena memiliki nilai yang paling tinggi.

Page 8 of 20 | Total Record : 200