cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
JURNAL INTEGRASI PROSES
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal integrasi proses (JIP) diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dua kali dalam setahun. JIP menerima artikel dalam bidang teknik kimia berupa original research papers, reviewed papers dan short communications dari para peneliti, akademisi, industri dan praktisi.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN LILIN LEBAH DAN GLISEROL PADA EDIBLE COATING BERBASIS PATI TALAS BENENG TERHADAP KUALITAS BUAH STROBERI Wardalia Wardalia; Nufus Kanani; Rudi Hartono; Muhammad Triyogo Adiwibowo
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i2.18000

Abstract

Buah stroberi merupakan komoditas buah-buahan yang bernilai ekonomi tinggi namun umur simpannya pendek. Kerusakan buah disebabkan oleh proses respirasi dan transpirasi. Salah satu cara untuk menekan terjadinya transpirasi yaitu dengan aplikasi edible coating berbahan dasar pati alami seperti pati dari talas beneng. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi optimum edible coating dari pati talas beneng dengan campuran lilin lebah dan gliserol terhadap kualitas buah stroberi. Tahapan dalam memproduksi edible coating ini preparasi matrik edible coating dengan cara melarutkan pati dengan konsentrasi 3% dalam akuades. Larutan pati dicampurkan gliserol dengan konsentrasi 0,5; 1; dan 2% (v/v) lalu masing masing campuran ditambahkan lilin lebah dengan variasi konsentrasi 0,4; 0,8; dan 1,6% (w/v). Hasil analisis menunjukkan bahwa edible coating berbasis pati talas beneng pada hari ke 5 didapatkan hasil yang terbaik, dengan penambahan gliserol dengan konsentrasi 1% dan lilin lebah dengan konsentrasi 1,6% memberikan susut bobot dengan nilai terendah 15,7%, menghambat penurunan kadar gula dengan nilai kadar gula 3,2% dan menghambat penurunan kadar vitamin C sebesar 12% sehingga dapat dikatakan bahwa edible coating berbasis pati talas beneng dengan penambahan gliserol dan lilin lebah dapat meningkatkan kualitas buah stroberi.
NANO CARBON SYNTHESIS FROM MICROALGAE CHLORELLA VULGARIS AS PRECURSOR OF SOLID PHASE CARBON Alexander William Prijadi; Arenst Andreas Arie; Budi Husodo Bisowarno
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i2.15652

Abstract

Nanocarbon is a nanometer-scale substance made entirely of carbon atoms. Generally, the synthesis of nanocarbon is usually conducted using a gas-phase carbon raw material which is toxic. Therefore, the use of solid-phase carbon raw material to synthesize nanocarbon started to develop. In this research, nanocarbon will be synthesized using variations of solid-phase carbon raw material derived from a novel carbon precursor, microalgae Chlorella vulgaris. Nanocarbons produced were analyzed using SEM, XRD, and TEM. SEM analysis did not show the nanocarbon formed. However, this may be due to the nanocarbon being very small. To ensure whether nanocarbon is formed or not, XRD analysis is conducted. XRD analysis shows the possibility of forming carbon nanotubes from the sample with activated carbon as a raw material. There were peaks at diffraction angles of 24–26° and 42–43,5°, which indicated carbon nanotubes. In addition, the dc value of this sample has a value like carbon nanotubes, which is 0.344 nm. In contrast, the other two samples, which used hydrochar and microalgae as raw materials, only indicated activated carbon after the synthesis. The TEM analysis supported by XRD analysis for a sample with activated carbon as a raw material showed the presence of carbon nanotubes. This is indicated by their rope-like morphology, which is not visible in SEM analysis due to their tiny size. At the same time, the other two samples did not show any morphology indicating the presence of nanocarbon. So, it can be concluded that the synthesis of nano carbon has been successfully carried out using activated carbon as raw material and produces nano carbon with the type of carbon nanotubes.
STUDI IN VITRO NANOEMULSI GEL ANTIJERAWAT EKSTRAK KULIT DURIAN TERHADAP BAKTERI PROPIONIBACTERIUM ACNES Putri Ayu Maharani; Nur Khasanah; Annindea Erza Novadila; Dzurrotin Qurrota A’yun; Dita Rahmaningtyas; Zubaidah Ningsih
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i2.15308

Abstract

Jerawat atau acne vulgaris merupakan kelainan berupa peradangan pada lapisan polisebaseus disertai adanya penumpukan dan penyumbatan keratin akibat adanya bakteri, salah satunya adalah bakteri Propionibacterium acnes. Penggunaan bahan-bahan alami berpotensi sebagai alternatif bahan aktif untuk pengobatan jerawat. Kulit durian mengandung senyawa antibakteri yaitu flavonoid, saponin, tanin, dan fenolik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui efektivitas nanoemulsi gel ekstrak kulit durian dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Uji yang dilakukan meliputi uji fitokimia, organoleptik, homogenitas, pH dan uji inhibisi bakteri. Karakterisasi yang dilakukan meliputi GCMS, FTIR, dan PSA. Gel nanoemulsi dibuat dengan formulasi minyak dalam air dari ekstrak kulit durian menggunakan teknik mikrofluidisasi. Hasil penelitian menunjukkan metode ekstraksi maserasi kulit durian menghasilkan 49 mL ekstrak dari 40 g sampel, senyawa utama antibakteri dalam ekstrak kulit durian adalah 5-Hydroxymaltol dari golongan flavonoid, teknik mikrofluidisasi dalam sistem emulsi menunjukkan potensi menurunkan droplet nanoemulsi, dan efektivitas nanoemulsi gel kulit durian pada konsentrasi 2g.
SINTESIS BIOPLASTIK DARI SELULOSA ASETAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT: SEBUAH KAJIAN Resi Levi Permadani; Silvia Silvia
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i2.16553

Abstract

Seiring perkembangan zaman, kesadaran masyarakat akan produk-produk ramah lingkungan terus meningkat. Salah satu material yang tidak ramah lingkungan adalah plastik dan yang paling sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah kantong plastik. Material plastik yang banyak dimanfaatkan saat ini merupakan plastik berbasis petrokimia yang sulit terdegradasi di alam. Seiring dengan perkembangan teknologi, alternatif yang dapat menggantikannya yaitu bioplastik. Material bioplastik diproduksi dari bahan baku biomassa. Pemanfaatan limbah biomassa seperti tandan kosong kelapa sawit (TKKS) sangat berpotensi untuk dijadikan bahan baku pembuatan bioplastik. TKKS mengandung kadar selulosa yang tinggi, yang nantinya diproses menjadi selulosa asetat untuk pembuatan bioplastik. Limbah TKKS harus melalui proses pretreatment, delignifikasi dan bleaching terlebih dahulu untuk memperoleh selulosa murni, selanjutnya selulosa murni dilakukan proses asetilasi menghasilkan selulosa asetat. Pada proses pembuatan bioplastik, selulosa asetat sebagai matriks polimer ditambahkan bahan aditif seperti plasticizer dan filler untuk meningkatkan sifat fisik dan mekaniknya. Salah satu aplikasi dari bioplastik selulosa asetat yaitu untuk packaging atau kantong kemasan. Penggunaan limbah biomassa TKKS ini dapat memberikan nilai tambah yang semulanya hanya dibuang ke lingkungan atau dijadikan kompos. Artikel kajian ini membahas mengenai pembuatan bioplastik dari selulosa asetat tandan kosong kelapa sawit yang berfokus pada penambahan plasticizer dan filler.
PENENTUAN DIFUSIVITAS BETA KAROTEN DALAM BERBAGAI PELARUT PADA EKSTRAKSI MASERASI LABU KUNING Mega Mustikaningrum; Nirmala Johar
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v12i1.19801

Abstract

Betakaroten merupakan jenis senyawa bioaktif yang memiliki manfaat besar bagi kesehatan karena kandungan antioksidan yang tinggi. Betakaroten dapat diisolasi dari berbagai jenis sayur dan buah-buahan kuning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan pelarut terhadap nilai difusivitas betakaroten dari labu kuning. Isolasi dilakukan dengan teknik ekstraksi maserasi konvensional selama 48 jam dengan tiga jenis pelarut yang berbeda yaitu aseton, dietil eter, dan campuran aseton dengan dietil eter (24:1). Pelarut mempengaruhi difusivitas senyawa bioaktif yang terekstrak. Didapatkan nilai DA sebesar 0,0009; 0,0057; dan 0,0052 m2/menit pada masing-masing pelarut dietil eter, aseton, dan campuran aseton:dietil eter. Hasil akhir konsentrasi betakaroten yang didapatkan pada masing-masing pelarut sebesar 121,218; 124,369; dan 129,654 mol/liter. Nilai konstanta kecepatan esktraksi yang menunjukkan kecepatan kelarutan sampai dengan kondisi setimbang (k) diperoleh sebesar 0,0021; 0,0036; dan 0,0035 m/menit. Dalam hal ini nilai dari konstanta kesetimbangan ekstraksi (K) pada masing-masing tidak berbeda, berada pada nilai 0,9000.
PENGARUH LAMA PERENDAMAN, KONSENTRASI DAN JENIS PELARUT TERHADAP ANTOSIANIN DARI EKSTRAK BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA) Desi Riana Saputri; Yuniar Luthfia Listyadevi; Damayanti Damayanti; Wika Atroauriyani; Yunita Fahni; Andri Sanjaya; Fidel Abdiman Zega; Fikri Rahmatul Ikhlas
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v12i1.19888

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea) merupakan jenis tanaman di Indonesia yang sedang dikembangkan manfaat kandungan senyawa antosianinnya sebagai antioksidan. Proses ekstraksi untuk mendapatkan antosianin dari ekstrak bunga telang membutuhkan beberapa variasi dari segi penggunaan pelarutnya agar hasil optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh variabel lama perendaman, konsentrasi, dan jenis pelarut terhadap kandungan antosianin pada bunga telang. Proses perendaman bunga telang dilakukan selama 6, 12, dan 18 jam mengunakan pelarut etanol dengan masing-masing konsentrasi 60 dan 90%. Selanjutnya, proses penguapan pelarut dengan rotary evaporator pada suhu 60°C dengan kecepatan 50 rpm. Proses analisis senyawa dilakukan dengan menggunakan alat spektrofotometri UV-Visibel dan sampel dengan konsentrasi terbaik dianalisis menggunakan liquid chromatography-mass spectroscopy (LC-MS). Rendemen ekstrak tertinggi terdapat pada perendaman 18 jam yaitu sebesar 29, 25%b/v untuk pelarut etanol 60% dan 5%b/v untuk pelarut etil asetat 60%. Ekstrak antosianin lebih larut dengan menggunakan pelarut etanol dibandingkan etil asetat. Jenis antosianin yang teridentifikasi diindikasikan sebagai cyanidin-3-O-glucoside, Cn-3-(6”-p-coumaroylgluc-oside), Dp-3-(6”-p-coumaroylglucoside), dan delphinidin-3-O-glucoside.
PIROLISIS CAMPURAN LIMBAH PLASTIK JENIS POLIETILENA BERDENSITAS TINGGI (HDPE) DAN POLIPROPILENA (PP) DENGAN BENTONIT SEBAGAI KATALIS Emi Erawati; Farid Nur Huda
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v12i1.16631

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh persen berat katalis dan berat campuran bahan terhadap yield dan komposisi hasil pirolisis sampah polipropilen (botol air mineral) dan polietilena berdensitas tinggi (tutup botol air mineral). Pirolisis dilakukan dengan variasi jumlah katalis 0, 5, 10, 15, dan 20 %b/b, serta variasi berat campuran bahan 50, 60, 70, 80, dan 90 %b/b. Hasil yield cair, padat, dan gas tertinggi pada variasi jumlah katalis secara berurutan adalah 73,26; 26,4; dan 0,34%. Pada variasi berat campuran bahan diperoleh yield cair, padat, dan gas tertinggi pada 75,42; 21,6; dan 2,98 %. Hasil analisis gas chromatography-mass spectrometry (GCMS) didapatkan %area tertinggi pada senyawa 1,3,5,7 Cyclooctatetraene sebesar 71,61%.
PENGARUH CARBOXYMETHYL CELULLOSE TERHADAP KARAKTERISTIK BIOPLASTIK MENGGUNAKAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN PATI AMPAS TAHU Alma Alfiani; Nia Sasria
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v12i1.18932

Abstract

Bioplastik merupakan plastik yang terbuat dari bahan yang bisa terdegradasi dengan baik. Bioplastik dapat dibentuk dengan bahan-bahan seperti pati dan selulosa. Untuk memperoleh bioplastik dengan kualitas yang baik maka dapat menggunakan pemlastis seperti sorbitol dan zat aditif seperti carboxymethyl cellulose (CMC). Studi ini mengkaji pengaruh penambahan carboxymethyl cellulose (CMC) terhadap daya serap air, biodegradasi, dan kuat tarik bioplastik. Setelah diperoleh pati dari ampas tahu dan selulosa dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS), lalu bioplastik disintesis dengan Massa CMC divariasikan 2, 3, 4, dan 5 g. Berdasarkan hasil uji yang dilakukan, didapatkan hasil terbaik pada penambahan massa CMC sebesar 5 g dengan hasil daya serap air, biodegradasi, kuat tarik, dan elongasi adalah sebesar 41,69%, 22,43%, 0,089 MPa, dan 1%.
PENGARUH RASIO BAHAN DAN PELARUT ETANOL TERHADAP KARAKTERISTIK WARNA DAN KADAR ANTOSIANIN DALAM EKSTRAK BUAH GENDOLA (BASELLA RUBRA) Yunita Fahni; Desi Riana Saputri; Yuniar Luthfia Listyadevi; Wika Atro Auriyani; Damayanti Damayanti; Anis Safitri Ramadhani; Mela Rosalia
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v12i1.19817

Abstract

Buah gendola merupakan tanaman obat alami Indonesia. Buah gendola diketahui memiliki kandungan diantaranya kartenoid, saponin, pigmen antosianin, flavonoid, dan polifenol yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri alami. Antosianin merupakan senyawa organik yang bersifat antioksidan. Senyawa ini ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran. Studi ini berfokus untuk mengkaji pengaruh dari komposisi bahan dan pelarut terhadap karakteristik warna dan konsentrasi antosianin. Indentifikasi jenis antosianin dari sampel dengan kadar antosianin tertinggi dilakukan dengan analisis liquid cromatography mass spectrometry (LC-MS). Ekstraksi buah gendola dilakukan dengan metode maserasi pada temperatur 50°C, menggunakan pelarut etanol dengan variasi rasio bahan dan pelarut (1:10, 1:20, dan 1:30 b/v). Hasil studi ini menunjukan kadar antosianin terbesar (46,657 ppm) didapatkan pada sampel dengan rasio bahan dan pelarut yaitu 1:10 (b/v) dan kadar antosianin terendah (21,622 ppm) terdapat pada sampel 1:30 (b/v). Hasil identifikasi menunjukan jenis antosianin pada ekstrak gondola adalah jenis malvidin-3-O-glukosa.
THE EFFECT OF UV LIGHT ON THE YIELD AND CHARACTERISTICS OF BIODIESEL FROM CANDLENUT OIL USING A TiO2-K2O/NATURAL ZEOLITE COMPOSITE Muhammad Triyogo Adiwibowo; Indar Kustiningsih; Alia Badra Pitaloka; Wardalia Wardalia; Tati Jumiarti; Hani Mulyani
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v12i1.19881

Abstract

This study examines the effect of UV irradiation on the yield and physical characteristics of biodiesel from candlenut oil using a TiO2-K2O/natural zeolite composite. Natural zeolite was activated with KOH and impregnated with TiO2. The formed composite was analyzed with an X-ray diffractometer. Biodiesel was synthesized with candlenut oil to methanol molar ratio and catalyst loading (w/w oil) 1:4, 1:6, 1:8, and 2, 4, and 6%, respectively. The XRD analysis shows peak patterns of anatase and rutile TiO2, K2O, and zeolite. UV light can increase biodiesel yield, with the highest yield at 82.08% at oil to methanol molar ratio of 1:8 and a catalyst loading of 2%. The physical properties of biodiesel are in accordance with national standard SNI 7182:2015. GCMS results shows that the main components of fatty acid methyl ester from biodiesel are methyl oleate, methyl palmitate, and methyl linoleate.