cover
Contact Name
Akbar Gunawan
Contact Email
a68ar@untirta.ac.id
Phone
+6287771183000
Journal Mail Official
admin.snis@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Alamat : Jl. Jend Sudirman km. 3 cilegon banten, kode pos : 42435 no telp (0254(376712)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Journal Industrial Servicess
ISSN : 24610623     EISSN : 24610631     DOI : -
Jurnal Industrial Servicess merupakan wadah bagi peneliti untuk publikasi jurnal hasil penelitian yang ruang lingkupnya melingkupi: Logistics & Supply Chain Management Operations Research Quality, Reliability, and Maintenance Management Data Mining & Artificial Intelligence Production Planning & Inventory Control Ergonomics & Human Factors Information Systems & Technology Service Management Sustainability Human Resources Economic
Articles 458 Documents
PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK TEPUNG KEMASAN 20 KG MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA (Studi Kasus pada PT. XYZ) Achmad Bahauddin; Vicky Arya
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 1 (2020): Oktober 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v6i1.9480

Abstract

Saat ini, berbagai perusahaan industri sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat, terutama dalam bidang makanan. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus memiliki keunggulan dan daya saing dari pesaingnya yang memproduksi produk yang sama dengan produk yang dihasilkan. Salah satu daya saing yang dapat dijalankan oleh perusahaan adalah dengan melalukan pengendalian kualitas produk menggunakan metode sixsigma. Secara sederhana six sigma (6????) dapat diterjemahkan sebagai suatu proses yang mempunyai kemungkinan cacat (defect opportunity) sebanyak 3,4 buah dalam satu juta produk (atau jasa). Dari hasil penelitian diperoleh nilai DPMO pada tahap measure yaitu sebesar 546,60 dan tingkat sigma sebesar 4,77 sigma, yang berarti industri pada perusahaan ini merupakan industri rata-rata USA. Hasil kapabilitas proses yaitu sebesar 99,78% yang berarti sejumlah produk yang diproduksi PT. XYZ mampu menghasilkan produk baik atau yang memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan sebesar 99,78%.
Travelling Salesman Problem in The Case of Refined Sugar Shipment From Distribution Centers For the beverage Industries Ratna Ekawati; Yandra Arkeman
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 1 (2020): Oktober 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v6i1.9467

Abstract

Travelling Salesman Problem (TSP) is one of the route management models with a higher level of complexity than the shortest path problem (SPP). In the logistic context, the distribution of products can be in the form of resources such as trucks, ships, aircraft, and other transportation fleets that can be completed with different settlement models. In TSP, researchers look for the shortest route that crosses all cities the product will be sent to and will end up in the city that first sent the product. The distribution of refined sugar that occurs is a problem that is not following its designation, causing the proposed creation of a distribution center to streamline the distribution of refined sugar to a beverage company that is closest to the processing plant and its delivery with the same truck trailer. with more structured through the formulation of a linear program for TSP with asymmetrical distance matrix. So that resulting in minimizes the distance distribution of refined sugar by trucks in distributing its products by 74.28%.
Analisis Faktor Prioritas Penilaian Kinerja Internal dan Eksternal Divisi C&SBU di PT XYZ Menggunakan Metode Analytical Network Process (ANP) Dyah Lintang Trenggonowati; Kulsum Kulsum
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/62012

Abstract

Persaingan di era globalisasi dan informasi baik untuk perusahaan yang bermain di pasar domestik atau merambah ke pasaran internasional sangat ketat. Perusahaan yang ingin berkembang dan ada terus di pasar harus dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggannya disamping barang dan jasa yang bermutu baik. PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang energi dan jasa terkait, misalnya pemasangan jaringan listrik, penambahan maupun penurunan daya, dan perbaikan gangguan jaringan konsleting jaringan instalasi listrik baik untuk rumah tangga, perumahan, perkantoran, hotel dan pabrik di sekitar wilayah industri Banten. Dalam rangka meningkatkan pelayanan yang diberikan terhadap pelanggan serta meningkatkan kepuasan pelanggan, PT XYZ senantiasa melakukan survey kepuasan pelanggan, namun penilaian tersebut hanya berasal dari sisi eksternal perusahaan. Penilaian dari sisi internal terhadap kondisi eksisting yang terdapat di PT XYZ juga perlu dilakukan. Oleh karena itu pada penelitian kali ini dilakukan survey terhadap internal karyawan guna mengetehaui prioritas penilaian kinerja dari sisi internalnya, yang kemudian hasilnya akan dibandingkan dengan hasil survey kepuasan pelanggan. Penelitian kali ini dilakukan pada divisi commerce and service business unit di PT XYZ. Metode yang digunakan dalam penentuan prioritas penilaian kinerja terhadap karyawan yaitu metode Analytical Network Process (ANP), dan software yang digunakan yaitu Super Decision. Hasil yang didapatkan dari penelitian kali ini yaitu yang menjadi faktor prioritas penilaian kinerja internal PT XYZ yaitu kriteria kompetensi & profesionalisme personil, kriteria kemampuan personil dalam memahami kebutuhan, dan kriteria ketepatan waktu proyek. Sedangkan yang menjadi faktor prioritas penilaian kinerja dari sisi eksternal yaitu kriteria penawaran harga yang kompetitif & reasonable, dan kompetensi dan profesionalisme personil.
Analisa Optimalisasi Keuntungan dengan Integer Linear Programming dan Metode Branch and Bound pada Toko Bunga QuinnaStory Ayunda Zuserain; Winarno Winarno; Billy Nugraha; Ade Momon
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/62003

Abstract

QuinnaStory Flower Shop produces flower buckets with 2 types of sizes, namely small flower buckets and large flower buckets. With current problems in the form of limited resources, lack of automatic cutting machines, manpower and optimization of production planning. This study aims to determine how to solve the search for maximum profit from production. The optimal solution based on the problem at QuinnaStory Flower Shop can be solved by integer linear programming approach. The method used in this research is the simplex method to look for maximum benefits. The results obtained required the production of 36 small flower buckets and 31.5 large flower buckets to obtain a maximum profit of Rp. 2,790,000, - However, the results of product production / day are still in decimal form. Therefore, it is continued with the branch and bound method to find non-decimal results. The result of the settlement is required to produce 36 small flower buckets and 31 large flower buckets / day to get a maximum profit of IDR 2,764,000.
PERANCANGAN TATA LETAK GUDANG MENGGUNAKAN KEBIJAKAN DEDICATED STORAGE UNTUK MINIMASI TOTAL JARAK TEMPUH DI PT XYZ Ade Irman; Rieke Dwi Septiani
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 1 (2020): Oktober 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v6i1.9473

Abstract

Pengelolaan gudang yang baik dapat meminimasi biaya operasional gudang yang impaknya dapat menurunkan biaya produksi dari suatu produk. Selain dapat menurunan biaya pembuatan suatu produk, pengelolaan Gudang yang baik pun dapat meningkatkan kecepatan produksi suatu produk, sehingga dapat menghindari terjadinya keterlambatan proses logistik pada suatu perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk merancang tata letak gudang di PT.XYZ dengan menerapkan kebijakan dedicated storage. Model matematika Integer Linear Programming digunakan untuk meminimumkan total jarak tempuh yang terjadi di dalam gudang. Proses pencarian solusi dilakukan dengan menggunakan Software Lingo Versi 9. Hasil penelitian diperoleh dalam waktu kurang dari satu detik dengan total iterasi sebanyak 1.857 iterasi. Total jarak tempuh minimum diperoleh sebesar 12.132,4 meter. Proses pencarian solusi dianggap efektif karena dapat menghasilkan nilai yang optimal dalam tempo waktu yang sangat singkat. Pencarian solusi dengan menggunakan Lingo dinilai efektif dalam waktu yang singkat dapat menemukan hasil yang optimal. Metode ini dapat digunakan di perusahaan untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan waktu yang cepat
PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN PADA INDUSTRI TRANSPORTASI KERETA MASS RAPID TRANSIT JAKARTA Sirajuddin Sirajuddin; Akbar Gunawan; Fani Rahma Damayanti
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/62017

Abstract

The Jakarta Mass Rapid Transit merupakan transportasi massal berupa kereta yang dibangun untuk mengurangi angka kemacetan di DKI Jakarta. MRT Jakarta mampu mengangkut penumpang sebanyak ±250.000 penumpang. MRT Jakarta mempunyai target penumpang pada tahun 2021 sebesar 130.000 orang setiap harinya. Namun, berdasarkan data penumpang yang didapatkan dari PT. MRT Jakarta hal tersebut belum dapat tercapai, Selain karena pandemi juga karena ada beberapa faktor yang berpengaruh. Menurut pelanggan MRT, salah yang penyebab menurunnya penumpang karena pelayanan yang masih belum maksimal seperti pemeriksaan barang bawaan oleh petugas yang dirasa oleh penumpang menyebabkan antrian yang panjang, dan masih sangat minim adanya penandaan yang memberikan informasi dan edukasi pada penumpang, baik penandaan di stasiun dan kabin kereta serta sempat terjadi keterlambatan kereta yang tidak sesuai dengan jadwal. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka dibutuhkan sebuah penelitian tentang peningkatan layanan MRT termasuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi penilaian konsumen terhadap layanan MRT Jakarta, dan merekomendaskan usulan perbaikan perbaikan layanan. Dengan menggunakan metode integrasi Servqual, KANO, dan Quality Function Deployment diperoleh bahwa ada 33 atribut yang berpengaruh terhadap kualitas layanan, sedangkan atribut yang menjadi prioritas untuk perbaikan layanan ada 20 atribut yang masing-masing terbagi menjadi 3 kategori yaitu kategori attractive sebanyak 8 atribut, untuk kategori one -dimensional sebanyak 6 atribut dan untuk kategori must-be sebanyak 6 atribut.  
Usulan Aksi Mitigasi Risiko Rantai Pasok Gipang Singkong Pada IKM IKA-KE Cilegon, Banten Maria Ulfah
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/62008

Abstract

IKM IKA-KE merupakan IKM yang bergerak dibidang produksi makanan khas Cilegon yang memproduksi Gipang Singkong. Pemerintahan daerah saat ini mulai mengenalkan gipang singkong ini sebagai makanan ringan olahan khas Cilegon. Masalah yang dialami oleh IKM IKA-KE yaitu, sering ditemukan beberapa risiko yang terjadi sepanjang alur rantai pasok produk makanan tersebut terutama bahan baku dasar singkong, sehingga pemenuhan jumlah pesanan tidak tercapai. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi risiko dan sumber risiko yang mungkin terjadi dalam aktivitas rantai pasok Gipang Singkong serta mengusulkan aksi mitigasi risiko rantai pasok yang diprioritaskan di IKM IKA-KE. Dalam identifikasi risiko rantai pasok pada penelitian ini menggunakan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan House of Risk (HOR). Dari hasil identifikasi sepanjang aktivitas rantai pasok Gipang Singkong di IKM IKA-KE diperoleh 32 risiko (risk event) dan 36 sumber risiko (risk agent) serta diusulkan 15 aksi mitigasi risiko rantai pasok pada IKM IKA-KE yaitu memberikan informasi yang jelas kepada konsumen, mengatur jawal waktu tanam dan panen dari bahan baku, mengatur pesanan bahan baku dengan pertimbangan kondisi cuaca, menggunakan timbangan digital, memberikan pelayanan barang return, dibuat SOP untuk waktu memasak, diadakan seleksi sebelum pengemasan, dibuat SOP untuk pengemasan, diadakan inspeksi ulang sebelum pengemasan, memberikan informasi yang lebih detail pada jasa pengiriman, menentukan jadwal pengiriman diwaktu yang tidak sibuk, digunakan alternatif menggunakan mesin (oven), menggunakan satu supplier gula yang terpercaya, pengaturan jadwal kerja yang baik, dan memberikan ruang penyimpanan yang kering.
Relayout Gudang Bahan Baku dengan Menggunakan Metode CORELAP dan CRAFT di PT. XYZ Evi Febianti; kulsum kulsum; Deby Pradifta
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 1 (2020): Oktober 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v6i1.9481

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan produsen semen premium. PT. XYZ menyediakan gudang sebagai tempat penyimpanan barang yang akan dikirim supplier untuk ditampung dan disimpan terlebih dahulu. Kondisi ruang gudang yang terbatas mempengaruhi penyimpanan dan pemindahan. Permasalahan yang terjadi adalah layout gudang yang tidak sesuai dengan penempatannya yang mengakibatkan proses jarak tempuh menjadi kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan perbaikan tata letak pabrik dengan meminimasi jarak tempuh. Metode yang digunakan yaitu metode CORELAP (Computerized Relationship Layout Planning) dan CRAFT (Computerized Relative Allocation Facilities Technique). Metode CORELAP dibuat dengan menempatkan kegiatan yang paling berkaitan berdasarkan kedekatan yang diinginkan dan menurut ukuran yang dibutuhkan. Sedangkan metode CRAFT dibuat dengan mempertukarkan lokasi kegiatan pada layout awal untuk menemukan pemecahan yang lebih baik berdasarkan peta hubungan aktivitas. Hasil perhitungan menunjukkan total jarak tempuh pada layout metode perusahaan sebesar 55.072,05 meter sedangkan total jarak tempuh pada layout usulan dengan metode CORELAP sebesar 41.067,02 meter dan layout usulan metode CRAFT pada iterasi ketiga sebesar 40.583,26 meter.
OPTIMASI PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU BATUBARA DENGAN METODE GOAL PROGRAMMING (Studi Kasus di PT. ABC) Asep Ridwan; Ahmad Aji Abadi
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 1 (2020): Oktober 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v6i1.9469

Abstract

PT. ABC merupakan salah satu perusahaan penyedia listrik yang mengoperasikan mesin pembangkit listrik menggunakan tenaga uap dengan batubara sebagai bahan baku yang terdiri dari tujuh unit dengan berkapasitas 3400 MegaWatt. Dalam memenuhi kebutuhan bahan bakunya yakni batubara, PT. ABC perlu memilih tempat atau supplier penyedia batubara tersebut agar kebutuhan bahan baku dapat terpenuhi dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasikan pemilihan supplier- supplier batubara dalam pemesanan batubara sehingga terpenuhinya kebutuhan batubara di Bulan Januari 2020 secara optimal. Metode yang digunakan yaitu metode Goal Programming dengan langkah awal membuat model simulasi yaitu menentukan fungsi tujuan, batasan atau constrain. Fungsi tujuannya yaitu menentukan jumlah batubara yang dipesan terhadap supplier yang ada dengan meminimasi biaya, waktu, dan memaksimasi nilai kalor yang dihasilkan, setelah dibuat model simulasinya kemudian dilakukan penyelesaian menggunakan software LINGO 18.0. Hasil yang diperoleh yaitu pemesanan batubara yang optimal pada supplier PT.1 sebesar 550.000 MT; PT.2 sebesar 90.000 MT; PT.3 sebesar 80.000 MT; PT.4 sebesar 80.000MT; PT.5 sebesar 200.000; dan PT.8 sebesar 100.000 MT. Minimasi biaya yang dihasilkan sebesar 56071.900 USD; nilai kalor sebesar 488,182 Kkal/MT; minimasi waktu bongkar sebesar 1824,833 jam; minimasi waktu pengiriman yang diperlukan sebesar 152 jam; dan total biaya sewa yang dibutuhkan yaitu sebesar 72705 USD.
Analysis of Service Quality on Customer Satisfaction Through Importance Performance Analysis and KANO Model Nurul Ummi; Nuraida Wahyuni; Iqbhal Apriadi
Journal Industrial Servicess Vol 6, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/62013

Abstract

Customer satisfaction is the level at which the perceived performance of the product will match the expectations of a customer. PT. Astra International Tbk-Daihatsu is a company that runs in the automotive field This study was conducted in the workshop division because it has a very high target in the customer satisfaction index which is 93. In addition, the failure of reaching the customer satisfaction index target in March represents the gap between customers and the company’s service. Also, the employees in the workshop service and spare parts get a warning in the form of a warning letter and income reduction in that period. The purpose of this research is to know the service attributes that need to be improved based on the integration of the Importance Performance Analysis (IPA) method and the KANO model. The results of this study show that in the IPA model there are 2 quadrants containing attributes that must be improved. Quadrant I is the main priority consisting of attribute 1, attribute 5, attribute 9, and attribute 11. On the other hand, the KANO model results in 3 attribute categories namely attractive consisting of attribute 1, attribute 2, attribute 7, attribute 9, then one dimensional consisting of attribute 3, attribute 4, attribute 5, attribute 6, attribute 8, attribute 10, attribute 11, attribute 12, attribute 14, attribute 15, attribute 16, attribute 17, attribute 18, attribute 19, attribute 20, and the last must be consisting of attribute 13. Furthermore, integration between the IPA and KANO models is carried out to produce service priorities that must be improved. From the results of the integration, it is found that the service attributes that are the priority for improvement are attribute 1, attribute 5, attribute 9, attribute 11, attribute 7, attribute 3 and attribute 14.