cover
Contact Name
Akbar Gunawan
Contact Email
a68ar@untirta.ac.id
Phone
+6287771183000
Journal Mail Official
admin.snis@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Alamat : Jl. Jend Sudirman km. 3 cilegon banten, kode pos : 42435 no telp (0254(376712)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Journal Industrial Servicess
ISSN : 24610623     EISSN : 24610631     DOI : -
Jurnal Industrial Servicess merupakan wadah bagi peneliti untuk publikasi jurnal hasil penelitian yang ruang lingkupnya melingkupi: Logistics & Supply Chain Management Operations Research Quality, Reliability, and Maintenance Management Data Mining & Artificial Intelligence Production Planning & Inventory Control Ergonomics & Human Factors Information Systems & Technology Service Management Sustainability Human Resources Economic
Articles 458 Documents
IMPLEMENTASI ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION PADA KALIBRASI MODELEXPONENTIAL SMOOTHINGDALAM MENINGKATKAN AKURASI FORECASTING PENJUALAN PRODUK Falani, Ilham; Hunusalela, Zeny Fatimah
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1c (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1c.3063

Abstract

Forecasting memberikan gambaran kondisi penjualan pada waktu yang akan datang. Informasitersebut sangat dibutuhkan oleh perusahaan manufaktur dalam membuat sebuah kebijakan. Kebijakan perusahaan sangat dipengaruhi oleh besarnya penjualan produk perusahaan tersebut.Akurasi forecasting untuk beberapa jenis industri sangat bernilai. Kemampuan untuk memperbaiki tingkat akurasi dapat menambah penjualan atau mengurangi biaya inventori dalam jumlah yang besar.Para pengusaha yang bergerak di bidang manufaktur perlu memiliki strategi dalam melakukan forecasting penjualan produknya. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan model Exponential Smoothing. Pada model Exponential Smoothing diperlukan nilai parameter stokastik yang harus ditentukan terlebih dahulu melalui kalibrasi. Algoritma Particle Swarm Optimization merupakan salah satu metode iteratif yang dapat digunakan dalam menentukan parameter stokastik . Adapun tahapan alur penelitian yang dilakukan adalah Pertama, Melakukan studi pustaka mengenai forecasting, model Exponential Smoothing,dan algoritma Particle Swarm Optimization. Kedua, Mengimplementasikanalgoritma Particle Swarm Optimization pada model Exponential Smoothing. Ketiga, Menggunakan parameter yang merupakan hasil implementasi untuk forecasting penjualan produk menggunakan model Exponential Smoothing. Hasil kalibrasi yang diperoleh melalui implementasi algoritma Particle Swarm Optimization diharapkan dapat digunakan dalam model Exponential Smoothing untuk forecasting penjualan produk menjadi lebih akurat, sehingga membantu perusahaan dalam menentukan kebijakan terkait penjualan ke depannya.Selain itu hasil implementasi ini diharapkan dapat berkontribusi sebagai referensi pengayaan bahan ajar bagi peneliti selanjutnya dalam upaya meningkatan akurasi model forecasting.
PENGEMBANGAN PROSES PRODUKSI GULA AREN SEMUT DI KABUPATEN LEBAK MELALUI MODERNISASI DAN IMPLEMENTASI TEKNOLOGI SPRAY DRYER MENUJU GMP DAN SII 2043-87 Ummi, Nurul; ., erwin; Dwisvimiar, Inge; Ferro Ferdinant, Putro; Irman Saeful Mutaqin S, Ade
Journal Industrial Servicess Vol 2, No 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v2i1.1512

Abstract

Lebak dikenal sebagai salah satu daerah penghasil gula aren terbesar di Indonesia. Industri gula aren di kabupaten ini menyerap 5.406 tenaga kerja melalui 2.982 unit usaha. Kapasitas produksi per tahun Industri gula aren di kabupaten ini mencapai 2.249,4 ton yang tersebar di 44 sentra produksi. mengingat banyaknya sumber bahan baku gula aren di Lebak, Pemerintah Kabupaten Lebak menjadikan Industri Gula aren sebagai kompetensi inti Industri Kabupaten Lebak. Akan tetapi dalam pengembangan produksi gula aren semut ini terdapat beberapa kendala diantaranya; kendala produksi dan teknologi dan masih sederhana, sehingga kualitas produk gula semut yang dihasilkan kurang baik, serta kemasan produk juga masih sederhana, kondisi inilah yang menyebabkan daya saing dipasaran menjadi rendah. Oleh sebab itu pemerintah bersama-sama dengan masyarakat Lebak berkeinginan untuk dapat memproduksi gula aren yang berkualitas dan berdaya saing disertai dengan diversifikasi produk gula aren. Tujuan dari program HI-LINK ini adalah mewujudkan industri gula aren semut di Kabupaten Lebak yang berkualitas dan berdaya saing melalui Modernisasi dan Implementasi Teknologi Spray Dryer Menuju GMP Dan SII 2043-87. Hasil yang diperoleh adalah Tersedianya Mesin Vacum Evaporator dan Mesin Spinner Gula aren Semut, Pelatihan dan Pendampingan Proses Produksi Gula aren semut menggunakan Mesin Vacum Evaporator dan Mesin Spinner, Pelatihan Teknologi Pengolahan gula Aren Semut sesuai Good Manufacturing Practices (GMP), Pelatihan dan Pendampingan Aspek Finansial & Ekonomi, tersedianya alat-alat Kemasan Gula Aren Semut baik yang berbentuk bubuk maupun yang berbentuk gula cair, dihasilkan diversivifasi produk berupa Gula aren semut dan gula aren cair. Melalui sinergitas program HI-LINK antara Perguruan Tinggi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Lebak dan Mitra Industri KUB Mitra Mandala diperoleh peningkatan kapasitas produksi pada proses pemasakan nira yang sebelumnya kapasitas produksi 20 liter/8 jam menjadi 100 liter/4 jam.  
ANALISIS RISIKO BIAYA OPERASI DISTAL MEDIAL PADA DEPARTEMEN ORTHOPEDI DAN TRAUMATOLOGI DI RUMAH SAKIT XYZ Gama Harta Nugraha Nur Rahayu; Riyanto Riyanto; Asrul Harun Ismail
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 1 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i1.4089

Abstract

Rumah sakit XYZ merupakan rumah sakit umum pemerintah tipe A yang bekerja sama dengan BPJS kesehatan, sehingga setiap pasien BPJS memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan secara gratis dari pihak rumah sakit. Biaya pelayanan rumah sakit untuk pasien BPJS ditanggung pihak BPJS dengan besaran biaya yang ditetapkan melalui hasil coding system Tarif INACBGs milik BPJS. Salah satu jenis pelayanan rumah sakit XYZ untuk pasien BPJS adalah bedah operasi tulang di departemen Orthopedi dan Traumatologi. Pada bedah operasi tulang, terdapat tindakan ORIF yang memakan biaya cukup tinggi karena menggunakan bahan habis pakai pada prosedur operasinya. Salah satu jenis tindakan ORIF adalah tindakan Distal Medial. Berdasarkan data, besaran biaya tindakan Distal Medial melalui hasil coding system Tarif INACBGs BPJS rata-rata hanya ditanggung dibawah 50% saja oleh pihak BPJS, sehingga sisanya menjadi kerugian pihak rumah sakit XYZ. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko-risiko penyebab tingginya biaya tindakan Distal Medial mulai dari identifikasi, analisis, evaluasi, dan mitigasi. Simulasi Monte Carlo dilakukan untuk mengetahui berapa biaya rata-rata yang akan terjadi sebelum dan sesudah mitigasi dilakukan. Berdasarkan identifikasi risiko, terdapat 12 indikator risiko yang mempengaruhi tingginya biaya Distal Medial. Dari hasil pemetaan risiko terdapat 3 risiko ekstrim, 3 risiko high risk, 2 moderate risk dan 4 low risk. Setelah dilakukan mitigasi risiko pada semua kelompok risiko, dengan melakukan simulasi Monte Carlo diperoleh rata-rata biaya Distal Medial menjadi sebesar Rp 61.889.153,- atau terjadi penurunan sebesar 31,06 % dari rata-rata biaya Distal Medial sebelum mitigasi yang sebesar Rp 89.773.175,-. Dengan penurunan rata-rata biaya tersebut, maka persentase selisih bayar yang dialami oleh pihak rumah sakit XYZ pun mengalami penurunan dari 63,2% menjadi 46,6%, dimana angka tersebut sudah sesuai dengan harapan manajemen pada kisaran 40-50%.
Analisa Jabatan Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Seksi Operasional (Studi Kasus : PT. Dian Swastatika Sentosa Tbk.) Akbar Gunawan; M.Naufal Muadz
Journal Industrial Servicess Vol 2, No 2 (2017): Maret 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v2i2.1551

Abstract

Karyawan memerlukan perhatian utama terhadap tugas yang dikerjakan sehingga tujuan perusahaan berdasarkan visi dan misi dapat tercapai. Oleh karena itu, perlu adanya organisasi yang fungsinya sebagai mengoptimalkan sumber daya manusia agar tercapainya suatu tujuan utama yang telah ditentukan. Pada kenyataannya disetiap organisasi, kinerja organisasi tersebut sangat dipengaruhi oleh kinerja masing-masing bagian / bidang dan seksi dan seluruh karyawan yang ada dalam organisasi tersebut. Kinerja bidang, seksi dan job description dapat dijadikan ukuran optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi oleh setiap karyawan yang ada pada masing-masing posisi.  pengolahan analisa jabatan terhadap kinerja pegawai dapat dilihat dari hasil output menggunakan SPSS 16 pada uji (One Sample Test) diperoleh T hitung = 5,327 > T table = 1,645 maka Ho ditolak. Hal ini menendakan bahwa kinerja karyawan dari bagian seksi operasional telah mencapai target pekerjaan dengan nilai pencapian job sangat baik. Faktor analisa jabatan yang paling mempengaruhi kinerja adalah Target pencapaian pekerjaan sehingga karyawan melaksanakan job dengan sebaik mungkin untuk mencapai target tersebut serta pekerjaan yang dikerjakan berdasarkan keahlian di bidang pekerjaan.
Perancangan aplikasi perhitungan beban kerja karyawan pada PT XYZ Nuraida Wahyuni; Akbar Gunawan; Putro Ferro Ferdinant; Enny Fitriyanti
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 1 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i1.6496

Abstract

PT XYZ adalah salah satu perusahaan yang bergiat di bidang jasa pembuatan dan perbaikan permesinan. Sumber Daya Manusia (SDM) memiliki posisi penting dalam sebuah organisasi. Pengoptimalan jumlah karyawan pada suatu unit organisasi sangat penting karena perusahaan dapat mengetahui hasil pencapaian target yang telah dijalankan dan mengetahui penggunaan sumber daya apakah sudah efektif dan efisien atau tidak. Sehingga perlu diadakannya pengoptimalan jumlah karyawan sesuai dengan beban kerjanya melalui analisis beban kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi beban kerja karyawan pada bagian Produksi berdasarkan perhitungan beban kerja tiap jabatan dan membuat program aplikasi perhitungan beban kerja. Metode yang digunakan untuk perhitungan beban kerja adalah Full Time Equivalent (FTE) dan p eranacangan aplikasi dilakukan dengan bahasa pemrograman Java. Hasil perhitungan FTE dengan menggunakan Java diperoleh jabatan Supervisor, Operator Milling, Operator Grinding, Operator Skrap, Operator Stik, Operator Bor, Operator Fitter, Operator Cutting, dan Operator Welding berada pada kategori Fit. Sedangkan jabatan Staff Produksi, Operator Bubut, dan Operator Drilling berada pada kategori Overload. Program aplikasi perhitungan beban kerja menggunakan Java memberikan kemudahan dalam menentukan jumlah kar yawan optimal. Jumlah karyawan optimal berdasarkan perhitungan FTE untuk bagian Produksi pada PT XYZ adalah sebanyak 41 orang.
The Strategy of Increasing Occupancy Rate at Neo Candi Hotel Using IE Matrix and SWOT Matrix Rudy Vernando Silalahi; Linasani Hadi; Ivander Immanuel
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.293

Abstract

The development in business and tourism has been growing rapidly in various areas due to the high mobility rate of people in Indonesia. The circumstances increase the needs of accommodation and positively affecting the market for hotel in various areas, including Semarang. Neo Candi Hotel is one of several hotels which has target market of people with high mobility. Along with huge opportunity in good market area, many new hotels appear and will become threat for Neo Candi Hotel as competitor. The other threats are government policy which cause in reducing number of meeting in hotel. So, the objective of this research paper is to formulate strategy to improve occupancy. The method used in thus strategic management research are defining position of hotel among competitor with competitive profile matrix, internal factor evaluation matrix, external factor valuation matrix and then formulate the strategy using SWOT Matrix and Internal External Matrix. Beginning with identifying hotel condition, facility and type of customer are defining. The research continue with comparation among hotel competitor using critical success factor as variable is resulting second place for Neo Candi Hotel. After that, internal analyzing phase begin with internal factor evaluation for define internal strength and internal weakness and following by external factor evaluation that define external opportunity and external threats. Then, internal external matrix states to hold and maintain using market penetration and product development strategy. Based on those result and using SWOT Matrix, the formulation strategy to increase occupancy is focus in social media marketing, saving energy campaign, vallet parking service, and electronic marketing. 
Analisis Penerapan Keselamatan Kerja Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assessment (HIRA) Dengan Pendekatan Fault Tree Anlysis (FTA) Ade Sri Mariawati; Ani Umyati; Febi Andiyani
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1c (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1c.2108

Abstract

PT. Barata Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha alat berat, kontruksi baja, pengecoran dan pengerjaan sipil. Dimana setiap proses produksi PT. Barata Indonesia menggunakan mesin-mesin dan alat yang penggunaan dari mesin-mesin tersebut mengandung bahaya dan resiko yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan dan kesehatan tenaga kerja. Hazard Identification and Risk Asessment (HIRA) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengendalikan risiko kecelakaan kerja dan dilakukan penilaian risiko, yang bertujuan untuk mencegah kecelakaan kerja yang dapat terjadi. Penelitian ini dilakukan untuk mengurangi kecelakaan yang dapat terjadi di PT Barata Indonesia dan mencegah kecelakaan kerja yang akan terjadi. Hasil dari penelitian Setelah melakukan penerapan menggunakan metode HIRA terdapat enam temuan potensi bahaya yang terdapat pada workshop PT Barata Indonesia skor tertinggi terdapat pada potensi bahaya yaitu tangga yang tidak berdiri tegak yang sering digunakan operator bekerja dengan nilai resiko sebesar 3A yang dapat dikatergorikan skor bobot konsekuensi 3 yang artinya kriteria keparahan moderate (sedang) dan nilai bobot kemungkinan atau peluang yaitu termasuk tingkatan A atau almost certain (hamper pasti akan terjadi). Kemudian di analisa akar penyebab kecelakaan kerja dapat terjadi menggunakan fault tree analysis (FTA). 
USULAN PENERAPAN HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT AND DETERMINING CONTROL (HIRADC) UNTUK MENGURANGI KECELAKAAN KERJA DI BAGIAN UTILITY (PARAXYLENE STORAGE TANK) PTIP Umyati ST., MT, Ani; Sri Mariawati ST., MT., Ade; Aditya, Raka
Journal Industrial Servicess Vol 2, No 1 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v2i1.1498

Abstract

PTIP adalah perusahan petrokimia penghasil bahan baku dasar untuk pembuatan polyethylene. Sebelum berganti nama menjadi PTIP perusahaan ini bernama PTPPKR. PTIP memiliki tiga tangki penyimpanan paraxylene sebagai bahan baku utama yang berkapasitas hampir 10000 m3. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan di area tangki paraxylene yaitu sounding level paraxylene dan cleaning suction filter pompa paraxylene. Ada berbagai potensi bahaya di area ini dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan di area tangki paraxylene bila dilakukan dengan tidak hati-hati akan berakibat fatal bagi diri sendiri, lingkungan kerja, dan lingkungan sekitar. Untuk mengetahui potensi-potensi bahaya yang ada pada kegiatan sounding level paraxylene dan cleaning suction filter pompa paraxylene digunakan metode Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control (HIRADC). Dari metode HIRADC dapat diketahui potensi-potensi bahaya yang akan terjadi, dampak yang ditimbulkan, dan nilai risiko dari bahaya yang ada. Bahaya yang dapat terjadi diantaranya jatuh dari ketinggian, kebakaran, kematian, hingga terjadinya ledakan yang dapat menyebabkan kerugian bagi pekerja dan perusahaan. Selanjutnya dalam menentukan pengendalian harus mempertimbangkan hirarki pengendalian mulai dari eliminasi, substitusi, pengendalian teknis, administratif, dan penyediaan alat keselamatan (APD).
PENGUKURAN TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN AIR MINUM DALAM KEMASAN PRODUK “QUELLE” DENGAN PENDEKATAN CUSTOMER SATISFACTION INDEX DI PT. X Nurul Ummi; Ulya Shofiyyah S
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i2.3193

Abstract

PT. X merupakan perusahaan yang memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK) dengan merek “QUELLE”. Dalam kegiatannya PT X berorientasi pada keuntungan dengan tetap memperhatikan prinsip sosial bagi kepentingan masyarakat umum. Saat ini, banyak masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya khususnya kebutuhan akan air minum dengan cara yang praktis yaitu dengan membeli air minum dalam kemasan. Terdapat berbagai macam produk AMDK yang beredar di pasaran sebagai pesaing produk QUELLE, hal ini menjadikan produk QUELLE harus dapat mempertahankan pangsa pasar yang sudah ada agar pelanggannya tidak berpaling ke produk lainnya. PT. X berkewajiban untuk memenuhi kualitas air dan manajemen mutu pada produksi air minum kemasannya, untuk itu PT. X mencoba meningkatkan kualitas produknya dengan cara melakukan pengukuran seberapa jauh tingkat kepuasan konsumen terhadap produk QUELLE. Dari hasil penelitian, diperoleh nilai indeks kepuasan pelanggan Customer Satification Index (CSI) terhadap produk dengan merek “QUELLE” sebesar 85,32%. Nilai tersebut menunjukkan tingat kepuasan pelanggan sangat baik, dikarenakan nilai CSI yang diperoleh berada pada rentang 84%≤X≤87%. Untuk dapat meningkatkan nilai Customer Satification Index, PT. X perlu melakukan beberapa perbaikan yaitu perbaikan pada kecepatan dan ketetapan pengiriman produk, dan pelaksanaan perawatan dispenser secara berkala. Pelaksanaan perawatan dispenser secara berkala ini sangat dibutuhkan oleh pelanggan dikarenakan kebersihan dispenser sangat mempengaruhi kualitas air minum QUELLE
Peningkatan Kualitas Air Bersih dan Pelayanan Kepada Pelanggan PDAM Melalui Pendekatan Quality Function Deployment (QFD) dan Six Sigma Nurul Ummi; Hadi Setiawan
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 2 (2016): Maret 2016
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i2.1542

Abstract

Unit Pelayanan Kasemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Al-Bantani Kabupaten Serang merupakan salah satu unit yang melayani konsumen PDAM yang berada di Perumahan Bumi Sari Kasemen, Angsoka Permai I dan Perumahan Mina Bakti Karangantu. Dalam pelayanannya, konsumen sering memberikan keluhan terhadap air yang didistribusikan. Kemudian peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) untuk menentukan prioritas mana yang perlu dilakukan perbaikan oleh perusahaan berdasarkan prioritas tertinggi dari penerjemahan bahasa teknik yang sesuai dengan harapan konsumen pada saat ini dan kedepannya dan Six Sigma yang digunakan untuk menentukan usulan perbaikan menggunakan 5W+2H. Adapun hasil keluhan pelanggan yang harus diprioritaskan perusahaan untuk dilakukan perbaikan yaitu pasokan air tidak lancar, warna air tidak jernih dan tarif pembayaran tidak sesuai dengan penggunaan. Usulan perbaikan berdasarkan faktor manusia yaitu diadakan pelatihan untuk operator produksi, pada faktor material yaitu penetapan dalam pembubuhan PAC terhadap kondisi air baku dan menguji kelayakan alat ukur meter air, pada faktor metode yaitu diadakan sosialisasi kepada operator mengenai SOP (Standard Operation Process) dan diadakan penyuluhan dan motivasi atas pentingnya rasa tanggung jawab pada pekerjaan, pada faktor mesin yaitu diadakan maintenance secara berkala untuk mesin pompa air dan mesin pompa PAC, pada faktor measurement yaitu melakukan kalibrasi alat ukur kejernihan air (Turbidymeter), pada faktor lingkungan yaitu memberikan alat safety earplug pada operator dan memberikan penutup pada alat ukur meter air.