cover
Contact Name
Akbar Gunawan
Contact Email
a68ar@untirta.ac.id
Phone
+6287771183000
Journal Mail Official
admin.snis@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Alamat : Jl. Jend Sudirman km. 3 cilegon banten, kode pos : 42435 no telp (0254(376712)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Journal Industrial Servicess
ISSN : 24610623     EISSN : 24610631     DOI : -
Jurnal Industrial Servicess merupakan wadah bagi peneliti untuk publikasi jurnal hasil penelitian yang ruang lingkupnya melingkupi: Logistics & Supply Chain Management Operations Research Quality, Reliability, and Maintenance Management Data Mining & Artificial Intelligence Production Planning & Inventory Control Ergonomics & Human Factors Information Systems & Technology Service Management Sustainability Human Resources Economic
Articles 458 Documents
MENGUKUR EFISIENSI LINTASAN DAN STASIUN KERJA MENGGUNAKAN METODE LINE BALANCING STUDI KASUS PT. XYZ Dyah Lintang Trenggonowati; Nuzullia Febriana
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 2 (2019): Maret 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i2.5158

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan Jepang yang berproduksi berdasarkan pesanan (make to order) dan sangat mengedepankan kualitas, karenanya perusahaan berusaha secara maksimal untuk terus melakukan peningkatan kualitas dan kuantitas produksinya supaya terus mendapat kepercayaan dari para konsumen. Peningkatan tersebut dapat diperoleh dengan cara memperbaiki proses produksi yang masih terhambat dengan cara menyeimbangkan lintasan, menambah tenaga kerja atau menambah mesin-mesin yang sudah tersedia. Masalah yang biasa dihadapi perusahaan adalah kurang efektifnya tenaga kerja dan mesin produksi, sehingga mengakibatkan terjadinya bottleneck pada salah satu stasiun kerja pada pabrik 2 di PT. XYZ yang merupakan bottleneck pada stasiun polishing yang merupakan akibat dari macet di proses sebelumnya yaitu proses machining. Untuk mencapai efisiensi kerja maka proses bottleneck harus dapat diminimalkan, salah satu cara adalah dengan menyeimbangkan antara jumlah operator dan kecepatan mesin yang ada. Line balancing mencakup kegiatan penambahan atau pengurangan kapasitas, dengan tujuan memaksimalkan kecepatan di tiap stasiun kerja sehingga dicapai efisiensi kerja yang tinggi di tiap stasiun kerja. Hasil Penelitian ini didapatkan waktu stasiun kerja awal yang terbesar adalah 195,5 detik dan waktu stasiun kerja usulan yang terbesar adalah 163 detik. Efisiensi awal dari stasiun kerja casting sebesar 78,37%, stasiun kerja machining sebesar 100%, stasiun kerja polishing sebesar 58,29%, stasiun kerja marking sebesar 8,65%,dan stasiun kerja platting sebesar 25,93%. Efisiensi usulan dari stasiun kerja casting sebesar 100%, stasiun kerja machining sebesar 76,69%, stasiun kerja polishing sebesar 50,92%, stasiun kerja marking sebesar 74,39%,dan stasiun kerja platting sebesar 44,13%. Keseimbangan lintasan didapatkan lima stasiun kerja dan besaran peningkatan efisiensinya 17% dari stasiun kerja awal. 
PERAMALAN PERMINTAAN PRODUK EJ DI PT. BINTANG TOEDJOE Meri Prasetyawati; Renty Anugerah Mahaji
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1a (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1a.2070

Abstract

PT Bintang Toedjoe adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang farmasi yang memproduksi antara lain Extra Joss, Trolit, Komix, Extra Joss Blend, dan masih banyak lagi yang lainnya. Sistem produksi yang digunakan Make To Stock yaitu membuat suatu produk akhir untuk disimpan, dan kebutuhan untuk konsumen akan diambil dari persediaan di gudang. Dalam melakukan penyediaan barang harus di lakukan dengan tepat, karena apabila barang tidak tersedia saat dibutuhkan juga akan menimbulkan biaya penyimpanan dan di sisi lain kekurangan jumlah persediaan akan menyebabkan terganggunya operasional atau penurunan pelayanan konsumen. Sangat penting untuk dapat menjaga biaya operasional pada level terendah yang memungkinkan. Perusahaan sejauh ini tidak menerapkan metode peramalan dalam menentukan permintaan produksi, selain itu perusahaan juga menggunakan sistem pemenuhan kebutuhan bahan baku (Extra Joss) dimana melakukan pemesanan bahan baku setiap 4 bulan sekali. Untuk mengatasi masalah yang di alami perusahaan maka harus di lakukan perbaikan atau pun perubahan, yang pertama harus di lakukan adalah melakukan peramalan permintaan, setelah di lakukan peramalan permintaan produk EJ menggunakan software winqsb terpilih metode Moving Average yang memiliki eror terkecil, yaitu nilai MAD 5.895, MSE 66.421 dan MAPE 3.91. Adapun peramalan permintaan menggunakan perhitungan manual terpilih metode Double Moving Average yang memiliki eror terkecil, yaitu nilai ME 1.77, MAE 3.77, MSE 28.38, SSE 369.00, SDE 5.55. 
Klasterisasi Wilayah Pemasaran berdasarkan Preferensi Konsumen terhadap PT. X Andhika Eko Prasetyo; Ismi Maisaroh
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1c (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1c.2093

Abstract

PT. X berupaya meningkatkan penjualan dengan menerapkan strategi pemasaran yang tepat guna mempertahankan dan meningkatkan market share. Strategi pemasaran terbagi menjadi beberapa program pemasaran yang tidak bisa dilaksanakan untuk keseluruhan wilayah pemasaran karena membutuhkan sumber daya yang cukup besar. Program Pemasaran akan disesuaikan dengan karakteristik konsumen yang berbeda-beda di masing-masing wilayah pemasaran. Wilayah pemasaran diklasifikasi menjadi beberapa kelompok (klaster) berdasarkan preferensi konsumen terhadap produk dan citra perusahaan. Pelaksanaan program pemasaran akan diterapkan berbeda untuk masing-masing klaster sehingga lebih efisien dari segi biaya dan efektif tepat pada sasaran. Upaya pengelompokan ini dapat dilakukan dengan metode K-Means Clustering. Dalam metode ini ditentukan jumlah kelompok yang akan dibentuk adalah sejumlah 3 (tiga) klaster yaitu Preferensi Positif, Netral, dan Negatif. Masing-masing klaster tersebut telah ditentukan memiliki bagian ruang yang sama dengan pusat klaster yang berbeda antar satu dan lainnya.
Penentuan batas konsentrasi PCBs pada minyak tranformator dengan metode analytical hierarchy process Harri Gunawan; Emil Budianto; Witoro Soelarno
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.8007

Abstract

olychlorinated Biphenyls (PCBs) merupakan bahan yang sangat toksik, dapat merangsang kanker, alergi, hipersensitivitas, merusak sistem syaraf dan sistem reproduksi, serta mengganggu sistem imun. Sebagian besar masyarakat Indonesia belum mengetahui dampak negatif PCBs terhadap lingkungan hidup dan kesehatan manusia. Tujuan dari penelitian adalah menganalisis batas konsentrasi PCBs yang dapat diterapkan di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden pakar dan analisis data menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa batas konsentrasi yang dapat diterapkan adalah 2 ppm dengan nilai 0,249.
Analisis Kinerja Supply Chain Pada Proyek Konstruksi Bangunan Gedung Andi Maddeppungeng; Irma Suryani; Rohaesih Yuliatin
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.317

Abstract

Suatu proyek memiliki item pekerjaan yang banyak. Kompleksitas pekerjaan menyebabkan banyaknya pihak-pihak yang terlibat dalam proses produksi konstruksi menyebabkan terjadinya fragmentasi. Maka dilakukan penerapan konsep supply chain management untuk mengetahui pola jaringan supply chain dan kinerja supply chain terhadap indikator – indikator penilaian kinerja yang mengandung konsep value, conversion, dan flow. Metode yang digunakan yaitu dengan mengolah data kualitatif yang selanjutnya dilakukan analisis deskriptif dengan menggambarkan data yang didapat dan akan menghasilkan bentuk pola dari hasil wawancara. Pada studi kasus diperoleh pola jaringan khusus dimana peran pengguna jasa sangat besar dalam menentukan jaringan supply chain, yang dipengaruhi oleh metoda kontrak, lingkup bisnis pengguna jasa, serta adanya strategi pengadaan yang dilakukan oleh kontraktor. Dari 12 (dua belas) indikator penilaian kinerja, dengan lingkup pekerjaan arsitektur terlihat bahwa terkait dengan konsep conversion, flow, dan value , diperoleh kinerja supply chain proyek studi kasus dapat dikatakan baik terhadap pemahaman dan penerapan konsep conversion dengan adanya usaha penerapan collaboration design. Konsep aliran (flow) juga telah diterapkan dengan melakukan suatu manajemen pengadaan yang baik pada pelaksanaan pekerjaan. Untuk konsep nilai (value) pemahaman kontraktor masih kepada kesesuaian antara perencanaan/ design dengan hasil pekerjaan yang dilaksanakan, hanya menyangkut mutu dari pekerjaan. Indikator penilaian kinerja yang ada terlihat bahwa kontraktor telah memahami pentingnya kinerja supply chain dan telah melakukan usaha-usaha perbaikan dan peningkatan untuk tercapainya efektifitas dan efisien proyek konstruksi bangunan gedung. 
PERANCANGAN PROSES ORDER KALIBRASI ALAT UKUR DENGAN MEMPERTIMBANGKAN RISIKO UNTUK MEMENUHI ISO 9001:2015 KLAUSUL 7.1.5 MENGGUNAKAN METODE BUSINESS PROCESS IMPROVEMENT DI CV. XYZ Tira Sefriana; Wiyono Wiyono; Heriyono Lalu
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i2.3184

Abstract

Jumlah kendaraan bermotor di Indonesia pada tahun 2014 mencapai 114.209.266. Salah satu dampak dari banyaknya penjualan kendaraan bermotor yaitu terjadi peningkatan penjualan spare parts. Jumlah permintaan spare parts yang tinggi mendorong CV.XYZ sebagai perusahaan spareparts bersaing untuk meningkatkan kualitas produknya dalam hal memenuhi kepuasan pelanggan. Kalibrasi merupakan salah satu proses untuk mempertahankan fungsi alat ukur sebagaimana mestinya agar produk yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. ISO 9001:2015 merupakan standar yang dapat membantu perusahaan mencapai kepuasan pelanggan. Perancangan proses order kalibrasi alat ukur dibuat untuk memenuhi ISO 9001:2015 klausul 7.1.5. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini berupa profil, struktur organisasi, job description, data potensi risiko, proses bisnis aktual, dan objektif proses perusahaan. Requirement yang dikumpulkan merupakan requirement ISO 9001:2015 klausul 7.1.5, ISO/IEC 17025:2008 klausul 4.7.1.a mengenai pelayanan laboratorium kalibrasi kepada pelanggan, dan teori persyaratan kalibrasi. Data proses bisnis aktual dan requirement diolah sehingga didapatkan gap, sedangkan dari data potensi risiko didapatkan output berupa risk register. Selanjutnya dilakukan perancangan proses dan hasil rancangan proses kemudian diperbaiki menggunakan metode business process improvement pada tahap apply improvement technique. Usulan proses order kalibrasi alat ukur CV.XYZ dibuat dalam bentuk SOP. Penelitian ini juga menghasilkan key performance indicators dan form sebagai rekaman.
Penjadwalan Proyek Pengadaan Perangkat SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) Online Dengan Metode Critical Path Method di PT.XYZ Gama Harta Nugraha Nur Rahayu; Mahyar Zulfikar Dwiarto
Journal Industrial Servicess Vol 2, No 2 (2017): Maret 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v2i2.1533

Abstract

Keterlambatan waktu penyelesaian proyek yang berarti melewati batas waktu yang telah disetujui dalam kontrak kerja menimbulkan kerugian terutama dari segi biaya dan kepercayaan konsumen. Salah satu penyebab terjadinya keterlambatan adalah karena perusahaan tidak menggunakan metode penjadwalan yang sesuai dengan standar manajemen proyek. PT. XYZ saat ini menjadwalkan proyek pengadaan perangkat dan instalasi SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) Online dengan pendekatan perkiraan. Untuk meminimalisasi keterlambatan penyelesaian proyek maka dilakukan penjadwalan proyek dengan standar Project Management Institute (PMI) dalam hal ini Project Management Body Of Knowledge (PMBOK). Metode yang digunakan adalah metode Critical Path Method (CPM) untuk menghitung jalur kritis dengan melakukan perhitungan maju maupun mundur. Jalur kritis berisi kegiatan-kegiatan dengan total float-nya 0. Perhitungan float dilakukan dengan cara LS (Latest Start) – EF (Early Finish). Penyusunan kegiatan dilakukan dengan metode Work Breakdown Structure (WBS). Hasil perhitungan dengan metode CPM menunjukkan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaian proyek yaitu 91 hari kerja. Sebelumnya, perusahaan sendiri telah menetapkan waktu penyelesaian proyek selama 133 hari kerja, dimana berarti dengan metode CPM waktu penyelesaian proyek 42 hari lebih cepat. Hal ini membuktikan bahwa metode CPM lebih efektif dan efisien dalam membuat perencanaan waktu proyek tersebut.
ANALISIS PRODUKSI PRODUK PANGAN YANG BERSERTIFIKASI HALAL Kulsum Kulsum; Faris Aryadi
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 2 (2019): Maret 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i2.5148

Abstract

PT Kanemory Food Service berdiri pada tahun 2012, dan merupakan joint venture antara Kanematsu Corporation dan Cimory Group, yang memusatkan bisnis pada dapur sentral produk pangan. Pabrik pertama perusahaan ini berada di Cikupa, di gedung yang sama dengan Macroprima Panganutama (salah satu perusahaan utama Cimory Group di Indonesia). PT Kanemory Food Service adalah salah satu perusahaan make to order (MTO) yang memproduksi berbagai jenis makanan frozen (beku) yang telah tersertifikasi halal. Salah satu permalasahan yang terjadi pada PT Kanemory Food Service adalah kekurangan bahan baku ketika konsumen melakukan pemesanan yang melonjak. Melonjaknya pemesanan tersebut bersifat musiman. Apabila kekurangan bahan baku, maka waktu penyelesaian pesanan akan lebih lama dikarenakan perusahaan akan membeli bahan baku yang kurang terlebih dahulu. Apabila waktu penyelesaian produksi menjadi lebih lambat, maka konsumen akan tidak puas. Untuk itu, PT Kanemory Food Service perlu melakukan peramalan permintaan agar pemesanan yang akan datang dapat diperkirakan sehingga bahan baku yang dibutuhkan pun dapat diperkirakan. 
PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN DENGAN MENGGUNAKAN SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR) BERBASIS ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Dhaniya Tri Wigati; Alfina Budi Khoirani; Safira Alsana; Dwipa Rizki Utama
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1a (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1a.2061

Abstract

UKM XYZ bergerak dalam bidang jasa konveksi dengan memproduksi t-shirt, polo, jaket, celana, jersey tim olahraga dan lain-lain. System produksi yang digunakan adalah sesuai pesanan dari pelanggan. Untuk meningkatkan produktivitas dari UKM maka dilakukan penilaian kinerja rantai pasok atau rantai suplai dari hulu yaitu supplier hingga hilir yaitu konsumen. Penilaian kinerja SCM dilakukan dengan metode Key Performance Indicator (KPI) untuk memberikan informasi sejauh mana sasaran yang ditetapkan itu tercapai, Normalisasi (Snorm) yang mana digunakan untuk penyamaan parameter indikator kinerja. Analytical Hierarchy Process (AHP) yang digunakan untuk pengambilan keputusan dan penetapan prioritas pada suatu proses yang terstruktur, dan Supply Chain Operation Reference (SCOR). Setelah didapatkan kedudukan kinerja maka dibentuk strategi untuk meningkatkan nilai kinerja.
Studi kelayakan pemanfaatan fly ash dan bottom ash menjadi paving blok di PLTU Banten 3 Lontar Zakaria Tatan; Anita Dyah Juniarti
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.7989

Abstract

Banten 3 Lontar Power Plant is a steam generating electric power plant that use coal as the main fuel. Banten 3 Lontar power plant is located in Tangerang with the production capacity are 315 MW which is distributed to consumers in the Jakarta and Tangerang areas. Accordingly, the electricity production process, PLTU Banten 3 Lontar also produces B3 waste of fly ash and bottom ash. Referring to Government Regulation No. 101 of 2014 concerning Management of Hazardous and Toxic Waste, Banten 3 Lontar PLTU routinely transferred bottom ash and fly ash to other companies that have permission to process bottom ash from Ministry of Environment and Forestry. The bottom ash expenditure process requires a fairly high cost. After conducting chemical testing, paving blocks derived from FABA material with a mixture of aggregate and cement, the chemical content is still eligible to be used as a paving block product by TCLP test, No. AAS.LHP.V.2019.0698 dated May 6, 2019, where the parameters are below the quality standard. Based on the compressive strength test on a sample of paving blocks with a curing time of 28 days, producing a strength of 262.4 kg / cm2, it was declared appropriate in accordance with certificate No. 02968 / ALBAAM, 12 August 2019. As for the economic study, the use of fly ash and bottom ash into paving blocks is feasible to be implemented. because the Return on Investment (ROI) is 13.92% and the Payback Period is 7.2 months.