cover
Contact Name
Muchtaridi
Contact Email
ijpsteditor@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ijpsteditor@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology
ISSN : 23561971     EISSN : 2406856X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia (IJPST) adalah publikasi ilmiah pada seluruh aspek Sains dan Teknologi Farmasi. Jurnal ini diterbitkan 3 kali setahun untuk menyediakan forum bagi apoteker, dan profesional kesehatan lainnya untuk berbagi praktik terbaik, meningkatkan jaringan kerja dan pendekatan yang lebih kolaboratif dalam Sains dan Teknologi Farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2014)" : 10 Documents clear
Uji Keamanan Dan Uji Aktifitas Sitotoksik Minyak Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) untuk Menghasilkan Fitofarmaka Antikanker Herdwiani, Wiwin; Leviana, Fransiska; R, Sari; Yolanda, Yolanda; Rica, Rica; Zahra, Zahra; Ikawati, Zullies; Hertiani, Triana
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2089.838 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v1i2.7513

Abstract

Kanker adalah penyakit mematikan dan angka kejadiannya di Indonesia sangat tinggi. Data di Departemen Kesehatan didapati angka 1,8 per 100 ribu penduduk. Ironisnya saat ini belum ditemukan antikanker yang efektif dan aman. Minyak kayu manisyang diperoleh dari tanaman kayu manis (Cinnamomum burmannii) diduga memiliki aktivitas antikanker. Penelitian sebelumnya  bertujuan untuk isolasi, standarisasi minyak kayu manis sudah dilakukan. Saat ini penelitian dilanjutkan terhadap uji aktifitas serta keamanan minyak kayu manis untuk  mendapatkan fitofarmaka antikanker. Pengujian aktivitas antikanker  dengan menguji kemampuan penghambatan sel kanker terhadap sel line kanker WiDr (kanker kolon). Keamanan minyak kayu manisditentukan dengan melakukan uji toksisitas sub kronis terhadap mencit putih jantan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak kayu manis memiliki aktifitas sitotoksik terhadap kultur sel WiDr dengan IC50=13,70µg/ml.  Pemberian minyak kayu manis kepada hewan uji Tikus selama 1 bulan tidak memberikan perubahan biokimia darah BUN kreatinin, SGPT dan SGOT, serta hematologi Darah. Hasil histopatologi terhadap hepar dan ginjal juga tidak memberikan kerusakan sel kecuali pada dosis 0,04ml/200 g BB. Kata kunci:Minyak kayu manis, antikanker, WiDr, toksisitas
Studi Permeabilitas In Vitro Sediaan Gel Natrium Diklofenak dan Dietilamin Diklofenak Wardhana, Yoga Windhu; B, Sriwidodo; Hasanah, Aliya Nur; Dwiestri, Priskila O; Khoerunisa, Anis
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.372 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v1i2.7514

Abstract

 Akhir-akhir ini di pasaran farmasi beredar produk gel antiinflamasi golongan NSAID diklofenak dengan bahan aktif yang berbeda. Beberapa produk dibuat menggunakan bahan aktif garam natrium diklofenak, sedangkan industri farmasi lainnya menggunakan bahan aktif garam dietilamin diklofenak. Kedua bahan aktif memiliki perbedaan sifat dan karakter terutama dari sifat kelarutannya dalam air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari kemampuan penyerapan (permeabilitas) dari kedua zat aktif tersebut. Metode penelitian meliputi pembuatan gel dengan basis gel HPC (Hidroksi Propil Selulosa), evaluasi sediaan yang meliputi: organoleptis, kadar, pH, dan viskositas. Sediaan gel yang telah memenuhi persyaratan kemudian diuji lebih lanjut permeabilitasnya secara in vitro selama 32 jam dengan sel difusi Franz dan sisa kulit ular phyton (Python reticulates) sebagai membrannya. Hasil evaluasi kualitas sediaan gel  menunjukkan bahwa kedua formula gel dari bahan aktif yang berbeda memiliki kualitas yang memenuhi persyaratan sebagai sediaan gel yang baik. Sedangkan hasil uji permeabilitas in vitro memperlihatkan bahwa kedua bahan aktif memberikan profil yang berbeda danjumlah keterserapan bahan yang berbeda. Dimana setelah 32 jam uji difusi diperoleh sebanyak 20% natrium diklofenak dan 15,5% dietilamin diklofenak. Terlihat bahwa profil dari dietilamin diklofenak memiliki efek depo, sehingga dosis yang digunakan lebih efektif untuk jangka waktu lama.  Kata kunci: Gel, dietilamin diklofenak, natrium diklofenak, permeabilitas
Aktivitas Imunomodulator Ekstrak Etanol Daun Tempuyung (Sonchus arvensis Linn.) Sukmayadi, Asep Edi; Sumuwi, Sri Adi; B, Melisa Intan; Aryanti, Anisa D.
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.472 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v1i2.7515

Abstract

 Daun tempuyung (Sonchus arvensis Linn.) merupakan tanaman obat potensial di Indonesia yang secara empiris sering digunakan untuk mengobati asam urat, kencing batu, obat bengkak, batuk, asma, demam, peradangan, dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas imunomodulator daun tempuyung terhadap peningkatan jumlah leukosit dan komponennya serta peningkatan IL-2 pada tikus jantan putih galur Wistar. Hewan coba diberi perlakuan ekstrak etanol daun tempuyung dengan dosis 100, 700, dan 1400 mg/KgBB serta Stimuno 50 mg/kgBB  yang disuspensikan dengan Na CMC 0,5%. Ekstrak diberikan setiap hari sekali selama 2 (dua) minggu dan 1 (satu) minggu setelah diberikan Shigella dysenteriae secara per oral. Darah tikus diambil dari jantung kemudian dilakukan perhitungan jumlah leukosit dan komponennya dengan flow cytometry, serta IL-2 dengan Sandwich ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antaraaktivitas imunomodulator ekstrak etanol daun tempuyung (Sonchus arvensis Linn.) pada dosis 100 mg/kgBB terhadap peningkatan jumlah leukosit, limfosit, monosit, dan IL-2 dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif dengan nilai p≤0,05.Maka, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun tempuyung dapat meningkatkan jumlah leukosit dan komponennya serta IL-2. Oleh karena itu, daun tempuyung yang merupakan obat tradisional asli Indonesia berpotensi memiliki aktivitas imunomodulator. Kata kunci:  IL-2, leukosit, limfosit, monosit, Shigella dysenteriae, Sonchus arvensis Linn.
Analisis Mikroba, Timbal, Kadmium, dan Raksa pada Es Balok dan Bahan Pembuatannya Andriany, Dinny; Levita, Jutti; Warya, Sohadi; Maelaningsih, Firdha S
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.672 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v1i2.7511

Abstract

Telah dilakukan penetapan kadar timbal, kadmium, dan raksa pada sampel es balok dan sumber air bahan baku pembuatan es balok yang berasal dari salah satu pabrik di Bandung menggunakan metode spektrofotometri serapan atom tanpa nyala. Penetapan kadar dilakukan berdasarkan persyaratan air minum yang terdapat dalam Permenkes RI No. 492/MENKES/PER/VI/2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cemaran logam terbanyak yaitu es balok dari depot. Kadar timbal tertinggi dalam es balok berasal dari depot adalah 15,5 ppb dan kadar kadmium tertinggi adalah 11 ppb, sedangkan kadar timbal tertinggi pada air bahan baku adalah 4,32  ppb dan 5,77 ppb pada es balok, dan kadar kadmium tertinggi pada air bahan baku adalah 1,85 ppb, dan pada es balok sebesar 0,88 ppb. Kadar raksa tertinggi untuk air bahan baku dan es balok adalah 0,06 ppb. Dari hasil tersebut diketahui bahwa ketiga logam yang diperiksa tidak melebihi batas yang ditetapkan yaitu 10 ppb untuk timbal, 3 ppb untuk kadmium, dan 1 ppb untuk raksa. Kata kunci: Es balok, kadmium, raksa, timbal
Analisis Farmakoekonomi Saintifikasi Jamu Antihipertensi, Antihiperglikemia, Antihiperkolesterolemia, dan Antihiperurisemia -, Supriyatna; Sukandar, Hadiyana; Maesaroh, Imas; Maelaningsih, Firdha S.
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.431 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v1i2.7512

Abstract

Saintifikasi jamu dikembangkan agar dapat dipromosikan oleh profesional medis dalam kesehatan formal, bertujuan untuk memberikan dasar ilmiah pemanfaatan jamu di pelayanan kesehatan, membangun jaringan, mendorong penyediaan jamu yang aman, efektif, dan berkualitas. Penelitian dirancang untuk mengetahui efektivitas penggunaan simplisia dalam formula jamu (antihipertensi, antihiperglikemia, antihiperkolesterolemia, dan antihiperurisemia), membandingkan biaya terapi menggunakan simplisia jamu dan obat generik. Penelitian farmakoekonomi menggunakan metode cross-sectional, analisis efektivitas biaya secara retrospektif. Penyediaan dan penggunaan simplisia saintifikasi jamu di puskesmas Gondomanan Yogyakarta dianalisis secara deskriptif. Dari hasil penelitian terdapat sebanyak 18 simplisia untuk formula jamu antihipertensi, antihiperglikemia, antihiperkolesterolemia, dan antihiperurisemia. Pengukuran terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok jamu antihipertensi menunjukkan penurunan sebsesar 12,67% dan 2,33% setelah 7 hari penggunaan; kadar glukosa darah puasa 10,09% pada jamu antihiperglikemia, kadar kolesterol total 4,33% pada jamu antihiperkolesterolemia, dan kadar asam urat 32,91% pada jamu antihiperurisemia. Harga total jamu per hari setiap 1% penurunan lebih mahal daripada obat generik, yaitu Rp 1.290 untuk antihipertensi, Rp 750 antihiperglikemia, Rp 547,5 antihiperkolesterolemia, dan Rp 377,5 antihiperurisemia.
Studi Permeabilitas In Vitro Sediaan Gel Natrium Diklofenak dan Dietilamin Diklofenak Yoga Windhu Wardhana; Sriwidodo B; Aliya Nur Hasanah; Priskila O Dwiestri; Anis Khoerunisa
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.372 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v1i2.7514

Abstract

 Akhir-akhir ini di pasaran farmasi beredar produk gel antiinflamasi golongan NSAID diklofenak dengan bahan aktif yang berbeda. Beberapa produk dibuat menggunakan bahan aktif garam natrium diklofenak, sedangkan industri farmasi lainnya menggunakan bahan aktif garam dietilamin diklofenak. Kedua bahan aktif memiliki perbedaan sifat dan karakter terutama dari sifat kelarutannya dalam air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari kemampuan penyerapan (permeabilitas) dari kedua zat aktif tersebut. Metode penelitian meliputi pembuatan gel dengan basis gel HPC (Hidroksi Propil Selulosa), evaluasi sediaan yang meliputi: organoleptis, kadar, pH, dan viskositas. Sediaan gel yang telah memenuhi persyaratan kemudian diuji lebih lanjut permeabilitasnya secara in vitro selama 32 jam dengan sel difusi Franz dan sisa kulit ular phyton (Python reticulates) sebagai membrannya. Hasil evaluasi kualitas sediaan gel  menunjukkan bahwa kedua formula gel dari bahan aktif yang berbeda memiliki kualitas yang memenuhi persyaratan sebagai sediaan gel yang baik. Sedangkan hasil uji permeabilitas in vitro memperlihatkan bahwa kedua bahan aktif memberikan profil yang berbeda danjumlah keterserapan bahan yang berbeda. Dimana setelah 32 jam uji difusi diperoleh sebanyak 20% natrium diklofenak dan 15,5% dietilamin diklofenak. Terlihat bahwa profil dari dietilamin diklofenak memiliki efek depo, sehingga dosis yang digunakan lebih efektif untuk jangka waktu lama.  Kata kunci: Gel, dietilamin diklofenak, natrium diklofenak, permeabilitas
Aktivitas Imunomodulator Ekstrak Etanol Daun Tempuyung (Sonchus arvensis Linn.) Asep Edi Sukmayadi; Sri Adi Sumuwi; Melisa Intan B; Anisa D. Aryanti
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.472 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v1i2.7515

Abstract

 Daun tempuyung (Sonchus arvensis Linn.) merupakan tanaman obat potensial di Indonesia yang secara empiris sering digunakan untuk mengobati asam urat, kencing batu, obat bengkak, batuk, asma, demam, peradangan, dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas imunomodulator daun tempuyung terhadap peningkatan jumlah leukosit dan komponennya serta peningkatan IL-2 pada tikus jantan putih galur Wistar. Hewan coba diberi perlakuan ekstrak etanol daun tempuyung dengan dosis 100, 700, dan 1400 mg/KgBB serta Stimuno 50 mg/kgBB  yang disuspensikan dengan Na CMC 0,5%. Ekstrak diberikan setiap hari sekali selama 2 (dua) minggu dan 1 (satu) minggu setelah diberikan Shigella dysenteriae secara per oral. Darah tikus diambil dari jantung kemudian dilakukan perhitungan jumlah leukosit dan komponennya dengan flow cytometry, serta IL-2 dengan Sandwich ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antaraaktivitas imunomodulator ekstrak etanol daun tempuyung (Sonchus arvensis Linn.) pada dosis 100 mg/kgBB terhadap peningkatan jumlah leukosit, limfosit, monosit, dan IL-2 dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif dengan nilai p≤0,05.Maka, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun tempuyung dapat meningkatkan jumlah leukosit dan komponennya serta IL-2. Oleh karena itu, daun tempuyung yang merupakan obat tradisional asli Indonesia berpotensi memiliki aktivitas imunomodulator. Kata kunci:  IL-2, leukosit, limfosit, monosit, Shigella dysenteriae, Sonchus arvensis Linn.
Analisis Farmakoekonomi Saintifikasi Jamu Antihipertensi, Antihiperglikemia, Antihiperkolesterolemia, dan Antihiperurisemia Supriyatna -; Hadiyana Sukandar; Imas Maesaroh; Firdha S. Maelaningsih
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.431 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v1i2.7512

Abstract

Saintifikasi jamu dikembangkan agar dapat dipromosikan oleh profesional medis dalam kesehatan formal, bertujuan untuk memberikan dasar ilmiah pemanfaatan jamu di pelayanan kesehatan, membangun jaringan, mendorong penyediaan jamu yang aman, efektif, dan berkualitas. Penelitian dirancang untuk mengetahui efektivitas penggunaan simplisia dalam formula jamu (antihipertensi, antihiperglikemia, antihiperkolesterolemia, dan antihiperurisemia), membandingkan biaya terapi menggunakan simplisia jamu dan obat generik. Penelitian farmakoekonomi menggunakan metode cross-sectional, analisis efektivitas biaya secara retrospektif. Penyediaan dan penggunaan simplisia saintifikasi jamu di puskesmas Gondomanan Yogyakarta dianalisis secara deskriptif. Dari hasil penelitian terdapat sebanyak 18 simplisia untuk formula jamu antihipertensi, antihiperglikemia, antihiperkolesterolemia, dan antihiperurisemia. Pengukuran terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok jamu antihipertensi menunjukkan penurunan sebsesar 12,67% dan 2,33% setelah 7 hari penggunaan; kadar glukosa darah puasa 10,09% pada jamu antihiperglikemia, kadar kolesterol total 4,33% pada jamu antihiperkolesterolemia, dan kadar asam urat 32,91% pada jamu antihiperurisemia. Harga total jamu per hari setiap 1% penurunan lebih mahal daripada obat generik, yaitu Rp 1.290 untuk antihipertensi, Rp 750 antihiperglikemia, Rp 547,5 antihiperkolesterolemia, dan Rp 377,5 antihiperurisemia.
Uji Keamanan Dan Uji Aktifitas Sitotoksik Minyak Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) untuk Menghasilkan Fitofarmaka Antikanker Wiwin Herdwiani; Fransiska Leviana; Sari R; Yolanda Yolanda; Rica Rica; Zahra Zahra; Zullies Ikawati; Triana Hertiani
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2089.838 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v1i2.7513

Abstract

Kanker adalah penyakit mematikan dan angka kejadiannya di Indonesia sangat tinggi. Data di Departemen Kesehatan didapati angka 1,8 per 100 ribu penduduk. Ironisnya saat ini belum ditemukan antikanker yang efektif dan aman. Minyak kayu manisyang diperoleh dari tanaman kayu manis (Cinnamomum burmannii) diduga memiliki aktivitas antikanker. Penelitian sebelumnya  bertujuan untuk isolasi, standarisasi minyak kayu manis sudah dilakukan. Saat ini penelitian dilanjutkan terhadap uji aktifitas serta keamanan minyak kayu manis untuk  mendapatkan fitofarmaka antikanker. Pengujian aktivitas antikanker  dengan menguji kemampuan penghambatan sel kanker terhadap sel line kanker WiDr (kanker kolon). Keamanan minyak kayu manisditentukan dengan melakukan uji toksisitas sub kronis terhadap mencit putih jantan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak kayu manis memiliki aktifitas sitotoksik terhadap kultur sel WiDr dengan IC50=13,70µg/ml.  Pemberian minyak kayu manis kepada hewan uji Tikus selama 1 bulan tidak memberikan perubahan biokimia darah BUN kreatinin, SGPT dan SGOT, serta hematologi Darah. Hasil histopatologi terhadap hepar dan ginjal juga tidak memberikan kerusakan sel kecuali pada dosis 0,04ml/200 g BB. Kata kunci:Minyak kayu manis, antikanker, WiDr, toksisitas
Analisis Mikroba, Timbal, Kadmium, dan Raksa pada Es Balok dan Bahan Pembuatannya Dinny Andriany; Jutti Levita; Sohadi Warya; Firdha S Maelaningsih
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.672 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v1i2.7511

Abstract

Telah dilakukan penetapan kadar timbal, kadmium, dan raksa pada sampel es balok dan sumber air bahan baku pembuatan es balok yang berasal dari salah satu pabrik di Bandung menggunakan metode spektrofotometri serapan atom tanpa nyala. Penetapan kadar dilakukan berdasarkan persyaratan air minum yang terdapat dalam Permenkes RI No. 492/MENKES/PER/VI/2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cemaran logam terbanyak yaitu es balok dari depot. Kadar timbal tertinggi dalam es balok berasal dari depot adalah 15,5 ppb dan kadar kadmium tertinggi adalah 11 ppb, sedangkan kadar timbal tertinggi pada air bahan baku adalah 4,32  ppb dan 5,77 ppb pada es balok, dan kadar kadmium tertinggi pada air bahan baku adalah 1,85 ppb, dan pada es balok sebesar 0,88 ppb. Kadar raksa tertinggi untuk air bahan baku dan es balok adalah 0,06 ppb. Dari hasil tersebut diketahui bahwa ketiga logam yang diperiksa tidak melebihi batas yang ditetapkan yaitu 10 ppb untuk timbal, 3 ppb untuk kadmium, dan 1 ppb untuk raksa. Kata kunci: Es balok, kadmium, raksa, timbal

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 12 (2025): Vol. 12 Suppl. 2 (2025) 2025: Vol. 12 Suppl. 1 (2025) Vol 12, No 3 (2025) Vol 12, No 2 (2025) Vol 12, No 1 (2025) 2024: Suppl. 6, no. 3 (The 3rd Mandala Waluya International Conference on Pharmaceutical Science and Vol 11, No 3 (2024) Vol 11, No 2 (2024) Vol 11, No 1 (2024) 2024: Suppl. 6, No. 2 (Universitas Halu Uleo Conference) 2024: Suppl. 6, No. 1 (Special Issue for Mulawarman Pharmaceutical Conference) Suppl. 5, No. 2 (2023) Special Issue for The 3rd Bandung International Teleconference on Pharmacy (B Vol 10, No 3 (2023) Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023) Suppl. 5, No. 1 (2023) Vol 9, No. 3, 2022 Vol 9, No. 2, 2022 Vol 9, No 1 (2022) Suppl. 4, No. 1 (2022) Vol 8, No 3 (2021) Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 1 (2021) Suppl. 3, No. 1 (2021) Vol 7, No 3 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol 7, No 1 (2020) Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol 6, No 1 (2019) Vol 6, No 1 (2019 In Press) Suppl. 2, No. 3 (2019) Suppl. 2, No. 2 (2019) Suppl. 2, No. 1 (2019) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Suppl 1, No. 1 (2018) Suppl 1, No. 1 (2018) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Supp 1, No 1 (2017) Supp 1, No 1 (2017) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue