cover
Contact Name
Muchtaridi
Contact Email
ijpsteditor@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ijpsteditor@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology
ISSN : 23561971     EISSN : 2406856X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia (IJPST) adalah publikasi ilmiah pada seluruh aspek Sains dan Teknologi Farmasi. Jurnal ini diterbitkan 3 kali setahun untuk menyediakan forum bagi apoteker, dan profesional kesehatan lainnya untuk berbagi praktik terbaik, meningkatkan jaringan kerja dan pendekatan yang lebih kolaboratif dalam Sains dan Teknologi Farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2022)" : 7 Documents clear
Perbaikan Sifat Mekanik Deksibuprofen melalui Pembentukan Ko-Kristal Deksibuprofen-Kafein dengan Metode Ultrasound assisted Solution Co- crystallization Fikri Alatas; Titta H. Sutarna; Raisa Fakhrona Salman; Sundani Nurono Soewandhi
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v1i1.34713

Abstract

Kemampuan suatu bahan aktif farmasi untuk dapat dikempa langsung dipengaruhi oleh sifat-sifat mekaniknya, seperti daya alir dan tabletabilitas. Karakterisasi pembentukan ko-kristal meliputi morfologi kristal, difraktogram sinar-X serbuk, dan perilaku termal. Perbandingan sifat-sifat mekanik dilakukan terhadap ko-kristal DXI-CAF hasil USSC dengan DXI murni, meliputi daya alir (indeks kompresibilitas) dan tabletabilitas (tensile strength dan elastic recovery). Pengujian tabletabiltas dilakukan pada kekuatan kompresi 10-60 kg/cm2. Hasil karakterisasi menunjukkan hasil USSC memiliki habit kristal, difraktogram, dan titik lebur yang unik yang berbeda dengan DXI murni, dan hal ini mengindikasikan terbentuknya ko-kristal DXI-CAF. Indeks kompresibilitas ko-kristal DXI- CAF berada pada rentang kategori baik, sementara DXI murni berada pada rentang kategori buruk. Nilai tensile strength maksimum ko-kristal DXI-CAF adalah 1,526 MPa yang dicapai pada kekuatan kompresi 50 kg/cm2, sementara nilai tensile strength maksimum DXI murni hanya 0,853 MPa yang dicapai pada kekuatan kompresi 20 kg/cm2. Kurva elastic recovery menunjukkan persentase elastic recovery ko-kristal DXI-CAF lebih baik daripada DXI murni. Dari hasil-hasil ini dapat disimpulkan bahwa pembentukan ko-kristal DXI-CAF dengan metode USSC mampu memperbaiki sifat-sifat mekanik deksibuprofen.
Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Umbi Allium cepa L. Melzi Octaviani; Nadilla Alfitri; Haiyul Fadhli
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v1i1.29474

Abstract

Bawang merah (Allium cepa L.) selain digunakan sebagai bumbu penyedap masakan, juga bisa digunakan sebagai obat oleh masyarakat Indonesia. Bagian tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat adalah bagian umbinya. Umbi bawang merah mengandung metabolit sekunder yaitu fenolik, flavonoid, dan terpenoid yang berkhasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi n-heksana, etil asetat, dan 1-butanol umbi bawang merah terhadapbakteri Gram positif Staphylococcus aureus dan bakteri Gram negatif Escherichia coli dengan metode difusi cakram. Fraksi umbi bawang merah dibuat dalam beberapa seri konsentrasi yaitu 25%; 12,5%; 6,25%; 3,125%; dan 1,5625%. Konsentrasi 25% memberikan daya hambat paling baik dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hasil analisisdata menggunakan uji one way ANOVA dan Kruskall-Wallis didapatkan hasil p <0,05 yang menandakan adanya perbedaan daya hambat yang signifikan yang diberikan antara seri konsentrasi masing-masing fraksi dengan kontrol positif dan kontrol negatif. Simpulan dari penelitian ini adalah fraksi etil asetat memiliki daya hambat yang lebih besar terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dibandingkan fraksi n-heksana dan 1-butanol.
Pembuatan Sabun Cairan Mengandung Susu Sapi dari Usaha Kecil Menengah di Kota Cimahi Titta Hartyana Sutarna; Wulan Anggraeni; Fikri Alatas; Regita Ayu Lestari; Faizal Hermanto; Elivas Simatupang; Afifah Bambang Sutjiatmo; Ririn Puspadewi; Lucky Rachmawan; Fahmy Ahsanul Haq; Suci Nar Vikasari
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v1i1.28901

Abstract

Kulit merupakan salah satu bagian tubuh yang sering terpapar benda asing dan membutuhkan nutrisi dan pembersihan rutin menggunakan sabun. Susu sapi mengandung protein dan lemak yang berkhasiat untuk melembabkan dan menutrisi kulit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan sabun cair dari susu sapi yang berfungsi untuk meningkatkan kelembaban pada kulit. Penelitian dimulai dengan pengumpulan susu sapi dari usaha kecil menengah di kota Cimahi dan uji karakteristik secara organoleptik. Selanjutnya dibuat serangkaian seri formula sabun cair yang mengandung susu sapi sebanyak 0, 5, 10 dan 20%, kemudian dievaluasi meliputi evaluasi fisik (organoleptis, pH, viskositas, dan uji stabilitas) dan pengujian terhadap responden (pengujian daya emolien dengan alat skin analyzer, uji kesukaan, dan efektivitas pembersihan). Data yang diperoleh dianalisa statistik menggunakan uji t-berpasangan. Hasil evaluasi fisik menunjukkan bahwa formula sabun cair yang mengandung susu sapi stabil selama penyimpanan 28 hari. Hasil pengujian terhadap responden menunjukkan sediaan yang paling disukai adalah sabun cair yang mengandung susu sapi 15% dengan alasan nyaman digunakan, lembut dan tidak lengket pada kulit. Hasil pengujian efektivitas pembersihan juga menunjukkan sabun cair yang mengandung susu sapi 15% dapat membersihkan kotoran dan make up.
Isolasi Fungi Tanah Muara dan Skrining Aktivitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus aureus Afrian Rosyadi; Bawon Triatmoko; Ari Satia Nugraha
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v1i1.28834

Abstract

Penyakit infeksi merupakan salah satu penyebab kematian di dunia. Antibiotika sering digunakan dalam pengobatan infeksi bakteri namun saat ini mengalami resistensi. Berdasarkan hal tersebut, penelusuran alternatif antibiotika dari bahan alam perlu dilakukan, salah satunya dari fungi. Fungi merupakan mikrobe eukariotik sebagai sumber utama antibiotika yang tersedia saat ini termasuk penisilin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat hasil fermentasi isolat fungi tanah muara terhadap bakteri gram positif Staphylococcus aureus. Penapisan fitokimia ekstrak menggunakan metode KLT sedangkan pengujian aktivitas antibakteri penelitian ini menggunakan metode mikrodilusi. Aktivitas antibakteri dilaporkan dalam persen penghambatan. Hasil uji antibakteri ketujuh ekstrak memiliki aktivitas dengan persen penghambatan tertinggi dari kode isolate IS-IB-T2 sebesar 66,5 ± 1,1 % dan terendah dari kode isolate IS-IB-B2 sebesar 12,2 ± 0,7 % pada konsentrasi 100 μg/mL. Adanya terpenoid dalam tiap ekstrak diduga memiliki kontribusi dalam mekanisme antibakteri. Maka dari itu, fungi yang berasal dari tanah muara berpotensi untuk dieksplorasi senyawa antibiotiknya lebih jauh lagi.
Variasi Volume Sari Buah dan Infusa Kulit Buah Jeruk (Citrus sinensis) Terhadap Karakteristik dan Aktivitas Antibakteri Nanosilver David Sarono Putro; Dian E. Ermawati; Adi Yugatama
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v1i1.29870

Abstract

Biosintesis nanosilver dengan buah jeruk (C. sinensis) sebagai bioreduktor diketahui dapat menghasilkan perak berukuran nano. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh variasi volume kombinasi sari buah dengan infusa kulit buah jeruk terhadap karakteristik dan aktivitas antibakteri nanosilver. Sintesis nanosilver dilakukan dengan mencampur larutan AgNO3 1 mM dengan kombinasi sari buah – infusa kulit buah jeruk dengan perbandingan (v/v), 3:0; 1,5:1,5; 1:2; 0,5:2,5 dan 0:3 padapenangas air bersuhu 60˚C selama 45 menit. Perubahan warna larutan mengindikasikan telah terbentuknya nanosilver    dan konfirmasi dilakukan dengan spektrofotometer UV/Vis serta analisis TEM. Hasil penelitian menunjukkan penambahan sari buah pada bioreduktor kombinasi dapat mempercepat terjadinya perubahan warna dan karakterisasi nanosilver dengan spektrofotometer UV/Vis mengkonfirmasi puncak SPR direntang 438-459 nm. Pengujian stabilitas memperlihatkan nanosilver hasil reduksi dengan kombinasi sari buah – infusa kulit buah jeruk 0,5:2,5 (v/v) memiliki stabilitas paling memenuhi syarat dan pengujian zona hambat dengan metode difusi terhadap bakteri S.aureus (19,50 mm) dan S.epidermidis (18,09 mm) yang dihasilkan lebih besar daripada nanosilver hasil reduksi kombinasi formula lainnya, yang mengindikasikan responhambat sedang. Analisis TEM menunjukkan nanosilver berukuran 30-56 nm berbentuk bulat.
Preparasi Lotion Pelembab Mengandung Nanopartikel Serisin Ulat Sutera (Bombyx mori L.) Aulia Fikri Hidayat; Ratih Aryani; Indrawati Hannisah
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v1i1.30486

Abstract

Serisin yang merupakan salah satu protein yang terkandung dalam kepompong ulat sutera (Bombyx mori L.) diketahui memiliki kemampuan meningkatkan kelembaban kulit dalam sediaan kosmetik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan formula lotion nanopartikel serisin dan efektivitas lotion nanopartikel serisin. Pembentukan nanopartikel serisin secara garis besar dilakukan dengan mekanisme pencampuran dan pengadukan menggunakan urea sebagai agen taut silang. Suhu dan kecepatan pengadukan dijaga konstan, sedangkan durasi pengadukan divariasikan. Nanopartikel serisin optimal yang diperoleh memiliki rata-rata ukuran 701 nm, yang diperoleh pada pengadukan 800 rpm dalam 30 menit di suhu ruang. Kemudian diformulasikan lotion nanopartikel serisin dengan konsentrasi nanopartikel sebesar 5% dan 10%. Hasil yang diperoleh mengindikasikan bahwa lotion dengan konsentrasi nanopartikel serisin 5% dan 10% mampu meningkatkan kelembaban kulit secara signifikan.
Aktivitas Antimikroba Fraksi n-Heksan dan Fraksi Air Clerodendrum paniculatum L. Terhadap Pseudomonas aeruginosa dan MRSA Dewi Pertiwi; Panal Sitorus; Ihsanul Hafiz
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v1i1.30659

Abstract

Ada banyak tanaman obat-obatan yang berasal dari alam terbukti memiliki senyawa antimikroba yang digunakan sebagai alternatif yang berpotensi secara efektif pada penanganan bakteri. Clerodendrum telah diteliti aktivitas antimikrobanya pada beberapa bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktifitas antimikroba dari fraksi n-heksan dan fraksi air dari daun pagoda (Clerodendrum paniculatum) terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa and Metichilin Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA). Aktivitas antimikroba dari senyawa yang diisolasi diukur dengan metode difusi cakram. Fraksi n-heksan dari Clerodendrum paniculatum memiliki aktivitas antimikroba terhadap Pseudomonas aeruginosa dengan inhibisi 9,43 ± 0,057; 8,76 ± 0,057; 8,17 ± 0,115; 7,03 ± 0,057 dan terhadap MRSA 6,07 ± 0,057; 6,03 ± 0,057; 6,03 ± 0,115; 6,03 ± 0,057 pada konsentrasi 300 ppm, 200 ppm, 100 ppm dan 50 ppm. Fraksi air dari Clerodendrum paniculatum memiliki aktivitas antimikroba terhadap Pseudomonas aeruginosa dengan inhibisi 9,13 ± 0,057; 8,30 ± 0,100; 7,86 ± 0,057; 6,53 ± 0,057 dan terhadap MRSA 8.50 ± 0,100; 7,73 ± 0,057; 6,87 ± 0,057; 6,47 ± 0,057 pada konsentrasi 300 ppm, 200 ppm, 100 ppm dan 50 ppm. Hal ini menunjukkan fraksi n-heksan dan fraksi air dari Clerodendrum paniculatum memiliki potensi sebagai antimikroba yang baru.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 12 (2025): Vol. 12 Suppl. 2 (2025) 2025: Vol. 12 Suppl. 1 (2025) Vol 12, No 3 (2025) Vol 12, No 2 (2025) Vol 12, No 1 (2025) 2024: Suppl. 6, no. 3 (The 3rd Mandala Waluya International Conference on Pharmaceutical Science and Vol 11, No 3 (2024) Vol 11, No 2 (2024) Vol 11, No 1 (2024) 2024: Suppl. 6, No. 2 (Universitas Halu Uleo Conference) 2024: Suppl. 6, No. 1 (Special Issue for Mulawarman Pharmaceutical Conference) Suppl. 5, No. 2 (2023) Special Issue for The 3rd Bandung International Teleconference on Pharmacy (B Vol 10, No 3 (2023) Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023) Suppl. 5, No. 1 (2023) Vol 9, No. 3, 2022 Vol 9, No. 2, 2022 Vol 9, No 1 (2022) Suppl. 4, No. 1 (2022) Vol 8, No 3 (2021) Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 1 (2021) Suppl. 3, No. 1 (2021) Vol 7, No 3 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol 7, No 1 (2020) Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol 6, No 1 (2019 In Press) Vol 6, No 1 (2019) Suppl. 2, No. 3 (2019) Suppl. 2, No. 2 (2019) Suppl. 2, No. 1 (2019) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Suppl 1, No. 1 (2018) Suppl 1, No. 1 (2018) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Supp 1, No 1 (2017) Supp 1, No 1 (2017) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue