cover
Contact Name
Rizky Abdulah
Contact Email
r.abdulah@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
editorial@ijcp.or.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Klinik Indonesia
ISSN : 23375701     EISSN : 2337 5701     DOI : -
Core Subject :
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy (IJCP) is a scientific publication on all aspect of clinical pharmacy. It published 4 times a year by Clinical Pharmacy Master Program Universitas Padjadjaran to provide a forum for clinicians, pharmacists, and other healthcare professionals to share best practice, encouraging networking and a more collaborative approach in patient care. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy is intended to feature quality research articles in clinical pharmacy to become scientific guide in fields related to clinical pharmacy. It is a peer-reviewed journal and publishes original research articles, review articles, case reports, commentaries, and brief research communications on all aspects of Clinical Pharmacy. It is also a media for publicizing meetings and news relating to advances in Clinical Pharmacy in the regions.
Arjuna Subject : -
Articles 545 Documents
Tinjauan Literatur: Peran TGF-β3 pada Diferensiasi Preosteoblas untuk Regenerasi Kartilago Naufalia, Alifah Fathina; Surya, Syifanindya Andari; Subekti, Andi Ervina; Amalia, Riezki
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2026.v15i1.63892

Abstract

Transforming growth factor-β3 (TGF-β3) merupakan salah satu isoform dari keluarga TGF-β yang diketahui memiliki peran penting dalam regulasi diferensiasi dan proliferasi berbagai tipe sel, termasuk sel prekursor tulang dan tulang rawan. Tinjauan ini membahas struktur dan mekanisme pensinyalan TGF-β3, mulai dari proses sintesis hingga aktivasi, serta hubungannya dengan diferensiasi preosteoblas dan regenerasi kartilago. TGF-β3 dapat memengaruhi arah diferensiasi sel mesenkimal, termasuk preosteoblas, melalui aktivasi jalur kanonikal (SMAD-dependent) maupun nonkanonikal (SMAD-independent). Beberapa bukti menunjukkan bahwa TGF-β3 memiliki potensi untuk menghambat diferensiasi osteoblastik dan mengarahkan diferensiasi ke jalur kondrogenik, yang penting dalam regenerasi kartilago. Kartilago sendiri memiliki kemampuan regeneratif yang terbatas sehingga identifikasi faktor-faktor yang mendukung pembentukan kondrosit baru, termasuk TGF-β3, menjadi krusial. Dengan memahami peran TGF-β3 secara lebih mendalam, diharapkan dapat dikembangkan strategi terapeutik yang lebih efektif untuk memperbaiki kerusakan kartilago. Studi lanjutan diperlukan untuk mengungkap mekanisme molekuler spesifik yang mendasari pengaruh TGF-β3 terhadap diferensiasi preosteoblas dalam konteks regenerasi jaringan.
Pengetahuan Orang Tua Mengenai ASI Eksklusif dan MP-ASI di Indonesia Salsabilla, Rifa Alya; Sinuraya, Rano Kurnia; Puspitasari, Irma Melyani
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2026.v15i1.69032

Abstract

Pemenuhan nutrisi pada seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK) merupakan faktor kunci dalam pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Pengetahuan orang tua mengenai praktik pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif dan makanan pendamping ASI (MP-ASI) berperan penting dalam memastikan kecukupan gizi anak sejak dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pengetahuan orang tua tentang ASI eksklusif dan MP-ASI di Indonesia serta hubungannya dengan karakteristik demografis dan wilayah tempat tinggal. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan melibatkan 853 responden dari 27 provinsi, menggunakan data High-Frequency Monitoring of COVID-19 Impacts (HiFy) yang dilaksanakan oleh World Bank, ronde ke-8 (Maret–April 2023). Analisis dilakukan dengan pembobotan sampel untuk memperoleh hasil yang representatif secara nasional. Hasil menunjukkan bahwa setelah pembobotan, data mewakili sekitar 17,17 juta orang tua yang memiliki anak usia 0–4 tahun di Indonesia. Sebanyak 52,4% responden mengetahui bahwa ASI eksklusif sebaiknya diberikan selama enam bulan, sedangkan 89,9% memiliki pengetahuan baik mengenai MP-ASI. Namun, masih terdapat kesenjangan pada aspek waktu mulai pemberian MP-ASI (54,8%) dan pemahaman terhadap sumber protein hewani (47%). Uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ASI eksklusif maupun MP-ASI dengan wilayah tempat tinggal, wilayah geografis, maupun status pekerjaan (p>0,05). Pengetahuan orang tua mengenai MP-ASI tergolong baik, sedangkan pengetahuan tentang ASI eksklusif relatif lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa pengetahuan dasar gizi anak telah relatif merata di masyarakat, namun masih diperlukan edukasi gizi yang lebih komprehensif, kontekstual, dan berkelanjutan untuk meningkatkan praktik pemberian makan anak di Indonesia.
Identifikasi Drug-Related Problems (DRPs) pada Pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis Hipertensi di Puskesmas Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya Wildan, Muhammad Maulana; Rahayuningsih, Nur; Salasanti, Citra Dewi
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2026.v15i1.64421

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti strok dan gagal ginjal sehingga memerlukan penanganan terapi obat yang tepat dan terkontrol. Meskipun Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Jamanis telah dilaksanakan untuk membantu mengendalikan tekanan darah dan meningkatkan kualitas hidup pasien, masih terdapat kendala dalam pencapaian target terapi. Salah satu kendala tersebut adalah terjadinya drug-related problems (DRPs) yang dapat menurunkan efektivitas terapi hipertensi. Identifikasi DRPs menjadi penting untuk memastikan terapi berjalan optimal dan mencegah komplikasi lanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi DRPs pada pasien Prolanis hipertensi di Puskesmas Jamanis Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah studi observasional analitik dengan pendekatan potong lintang, menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien pada bulan November dan Desember 2024. Pengumpulan data dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, serta meliputi data demografi pasien, penggunaan obat, dan data klinis. Data diskrining dan dikategorikan menggunakan standar Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) versi 9.00, fokus pada domain masalah (P1) dan penyebab (C1-C3). Pengolahan data dilakukan menggunakan uji t, uji chi-square, dan uji regresi linear logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh terapi obat yang tidak optimal (P1.2) merupakan kategori DRPs yang paling dominan dan menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap ketercapaian target tekanan darah pasien (p<0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas terapi obat masih menjadi tantangan dalam pengelolaan pasien hipertensi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi tenaga kefarmasian dalam mengidentifikasi dan mengatasi DRPs guna meningkatkan keberhasilan terapi dan kualitas hidup pasien.
Evaluasi Kepatuhan Pengobatan Pasien TB Paru Aktif dan TB Paru Laten Menggunakan MARS-5 dan Pill Count di Puskesmas Playen I, Karangmojo I, Karangmojo II, dan Ponjong I, Gunungkidul, Yogyakarta Salamah, Siti Hajar; Faridah, Imaniar Noor; Dania, Haafizah; Kristina, Susi Ari
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2026.v15i1.65113

Abstract

Penyakit tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan bersifat menular. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kepatuhan dan faktor sosiodemografi yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pada pasien TB aktif dan TB laten di Puskesmas Playen I, Karangmojo I, Karangmojo II, Ponjong I di Gunungkidul Yogyakarta. Penelitian bersifat observasional analitik menggunakan desain potong lintang. Kriteria inklusi adalah penderita TB paru aktif dan TB paru laten, berusia ≥12 tahun, sedang menjalani pengobatan TB di puskesmas, dan bersedia mengikuti penelitian. Kriteria eksklusi, yaitu pasien TB ekstra paru, pasien TB resisten obat, dan tidak menjawab kuesioner dengan lengkap. Subyek penelitian berjumlah 36 responden (13 pasien TB paru aktif, 23 pasien TB laten) yang dilakukan menggunakan total sampling. Kepatuhan diukur dengan MARS-5 dan pill count, kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher’s exact. Hasil menunjukkan tingkat kepatuhan pada TB paru aktif 53,3% dan TB laten 85,7%. Mayoritas faktor sosiodemografi tidak berhubungan signifikan dengan kepatuhan (p>0,05), kecuali jenis kelamin yang menunjukkan hubungan signifikan (p=0,008), di mana perempuan lebih patuh dibanding laki-laki. Perbedaan hasil antara MARS-5 dan pill count disebabkan oleh potensi bias self-report pada kuesioner. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengukuran kepatuhan yang objektif serta intervensi spesifik berdasarkan jenis kelamin untuk meningkatkan keberhasilan terapi TB. 
Perbandingan Efektivitas dan Biaya Terapi Guillain-Barré Syndrome: Literature Review Wijayanti, Emy Puji; Herawati, Fauna
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2026.v15i1.62329

Abstract

Guillain-Barré syndrome (GBS) merupakan penyakit langka yang menyebabkan kelemahan pada anggota gerak. Prevalensi kejadian GBS di dunia 1–2 per 100.000 orang. Tujuan terapi GBS adalah mengatasi gejala, mempercepat penyembuhan, mengobati komplikasi, dan memperbaiki prognosis. Terapi yang dapat diberikan pada pasien GBS adalah terapi suportif dan imunoterapi. Pemilihan terapi pada pasien mempertimbangkan beberapa faktor, seperti biaya yang mahal serta ketersediaan obat. Di Indonesia, imunoterapi hanya dapat dilakukan di rumah sakit tertentu dengan biaya yang mahal. Di Eropa biaya yang dibutuhkan untuk terapi GBS adalah EUR 15.060, sedangkan di India biaya yang dibutuhkan untuk terapi intravenous immunoglobulin (IVIg) dengan dosis 1.530 gram adalah INR 195.000 dan terapi plasma exchange (PE) adalah INR 89.921. Tujuan penelitian ini digunakan untuk mengetahui pilihan terapi yang tepat untuk pasien GBS sesuai dengan kebutuhan pasien. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pencarian sumber artikel dari situs Pubmed ataupun Google Scholar berupa original artikel, systematic review-meta analysis, atau penelitian randomized control trial (RCT) yang tersedia full text selama rentang 10 tahun terakhir di situs Pubmed dan Google Scholar dengan menggunakan dengan kata kunci “Guillain-Barré syndrome”, “Guillain-Barré syndrome and therapy”, dan “cost-effectiveness therapy Guillain-Barré syndrome”. Berdasarkan hasil pencarian, ditemukan 7 artikel yang menunjukkan bahwa terapi PE dan IVIg efektif untuk mengatasi GBS dan 6 artikel yang berkaitan dengan biaya terapi GBS. Dari segi biaya terapi PE lebih murah dibandingkan IVIg. 

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026) Vol 14, No 3 (2025) Vol 14, No 2 (2025) Vol 14, No 1 (2025) Vol 13, No 3 (2024) Vol 13, No 2 (2024) Vol 13, No 1 (2024) Vol 12, No 3 (2023) Vol 12, No 2 (2023) Vol 12, No 1 (2023) Vol 11, No 4 (2022) Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol 10, No 4 (2021) Vol 10, No 3 (2021) Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol 9, No 4 (2020) Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol 9, No 1 (2020) Vol 8, No 4 (2019) Vol 8, No 3 (2019) Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 4 (2017) Vol 6, No 4 (2017) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 4 (2016) Vol 5, No 4 (2016) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 4 (2015) Vol 4, No 4 (2015) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 4 (2014) Vol 3, No 4 (2014) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 4 (2013) Vol 2, No 4 (2013) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 1, No 4 (2012) Vol 1, No 4 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue