cover
Contact Name
Rizky Abdulah
Contact Email
r.abdulah@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
editorial@ijcp.or.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Klinik Indonesia
ISSN : 23375701     EISSN : 2337 5701     DOI : -
Core Subject :
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy (IJCP) is a scientific publication on all aspect of clinical pharmacy. It published 4 times a year by Clinical Pharmacy Master Program Universitas Padjadjaran to provide a forum for clinicians, pharmacists, and other healthcare professionals to share best practice, encouraging networking and a more collaborative approach in patient care. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy is intended to feature quality research articles in clinical pharmacy to become scientific guide in fields related to clinical pharmacy. It is a peer-reviewed journal and publishes original research articles, review articles, case reports, commentaries, and brief research communications on all aspects of Clinical Pharmacy. It is also a media for publicizing meetings and news relating to advances in Clinical Pharmacy in the regions.
Arjuna Subject : -
Articles 540 Documents
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Profilaksis pada Pasien Bedah Obstetri dan Ginekologi di Salah Satu Rumah Sakit Kota Bandung pada Bulan September 2023 Rahmadinna, Salsabila; Wicaksono, Imam Adi; Puspita, Falerina; Zainuddin, Hijrah Mutaqin
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2023.12.3.54972

Abstract

Antibiotik profilaksis adalah antibiotik yang diberikan pada pasien sebelum pembedahan untuk mencegah infeksi pascaoperasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah obstetri-ginekologi di salah satu rumah sakit Kota Bandung. Penelitian deskriptif noneksperimental ini menggunakan data retrospektif dari 200 pasien periode September 2023. Data yang telah terkumpul diolah dengan menghitung persentase pola penggunaan antibiotik dan parameterparameter yang meliputi jenis antibiotik yang digunakan, bentuk sediaan, dosis, rute pemberian dan waktu pemberian antibiotik. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian penggunaan jenis antibiotik profilaksis yaitu cefazolin sebesar 8,5%, kesesuaian bentuk sediaan dalam vial sebesar 100%, kesesuaian dosis yang digunakan sebanyak 2 gram sebesar 7%, kesesuaian rute pemberian antibiotik profilaksis yaitu melalui intravena kesesuaian sebesar 100%, kesesuaian waktu pemberian antibiotik 30–60 menit sebelum insisi kulit sebesar 68%. Implikasi klinisnya menunjukkan bahwa rendahnya kesesuaian dapat meningkatkan risiko infeksi pascaoperasi dan resistensi antibiotik, yang berdampak pada perburukan hasil klinis pasien dan biaya perawatan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berbasis edukasi dan pelatihan untuk meningkatkan kepatuhan tenaga medis terhadap pedoman penggunaan antibiotik profilaksis, sehingga dapat mendukung pencegahan komplikasi dan peningkatan kualitas pelayanan. Disimpulkan bahwa evaluasi penggunaan antibiotik di rumah sakit ini masih belum sesuai pedoman Permenkes RI No. 28 Tahun 2021.
Studi Penggunaan β-Blocker pada Pasien Gagal Jantung di Instalasi Rawat Inap RSJPD Harapan Kita Tahun 2022 Rusdi, Numlil Khaira; Imani, Ilfasa Ashala Noer; Zahra, Mutia; Maifitrianti, Maifitrianti; Nurhasnah, Nurhasnah; Lestiani, Lestiani
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2025.v14i1.53666

Abstract

β-blocker merupakan first-line therapy yang telah terbukti dapat meningkatkan hasil klinis pada pasien gagal jantung yang disertai penurunan fraksi ejeksi. Penelitian terkait gambaran pemberian β-blocker pada pasien gagal jantung di Indonesia masih terbatas dan menunjukkan hasil yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai penggunaan β-blocker, ketepatan obat, dosis, dan pertimbangan pemberian β-blocker pada pasien gagal jantung di instalasi rawat inap RSJPD Harapan Kita tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara prospektif menggunakan data sekunder berupa rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 200 sampel sebanyak 61% pasien mendapatkan β-blocker dan sebanyak 39% tidak menggunakan. Jenis β-blocker yang didapatkan pasien antara lain bisoprolol, carvedilol, dan metoprolol. Hasil analisis data menunjukkan penggunaan β-blocker 100% tepat obat dan 97% tepat dosis. Faktor pertimbangan tidak diberikan β-blocker pada pasien gagal jantung, yaitu kongesti (23,08%); HFpEF (12,82%); PPOK (6,41%); dan faktor lain seperti asma, blok AV II, hipotensi, bradikardia, syok kardiogenik, terapi ivabradine curiga kontraindikasi/intoleransi β-blocker, inisiasi β-blocker, gejala gagal jantung yang memburuk, NYHA I, penggunaan rifampicin, dan hiperkalemia. Penggunaan β-blocker pada pasien gagal jantung di RSJPD Harapan Kita cukup tinggi dan sudah sesuai dengan kondisi klinis pasien. Hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran kondisi klinis pasien gagal jantung yang perlu dan tidak perlu diberikan β-blocker.
Isolat Senyawa dari Spons Laut: Sitotoksisitas terhadap Lini Sel Kanker dan Mekanisme Kematian Sel Amalia, Riezki; Hanifah, Syifa; Hadad, Nur Diana; Sahidin, Idin; Diantini, Ajeng
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2023.12.2.60970

Abstract

Peningkatan angka kematian akibat kanker menyebabkan berkembangnya penelitian mengenai obat antikanker, terutama penelitian terhadap senyawa penuntun (lead compound) yang diisolasi dari bahan alam. Struktur yang unik disertai dengan kombinasi baru kelompok fungsional dan aktivitas biologis spesifik menyebabkan metabolit yang diisolasi dari spons laut menarik untuk diteliti potensinya sebagai antikanker. Dari berbagai senyawa yang telah diisolasi dari spons laut, diketahui dua diantaranya telah disetujui sebagai obat anti-kanker. Artikel ini membahas keterlibatan berbagai senyawa yang diisolasi dari spons laut terhadap mekanisme kematian sel dan potensinya untuk dikembangkan sebagai antikanker. Sebanyak 14 senyawa, yaitu gukulenin A, aaptamin, halikondramida, skalaradial, kakospongionolida, monanchocidin A, monanchocidin B, monanchoxymycalin C, N6-isopentenyladenosine, (Z)-5-(4-hydroxybenzylidene)-imidazolidine-2,4-dione, stellettin B, sipholenol A, sipholenol L, dan heteronemin, dibahas pada artikel ini serta potensinya sitotoksistasnya terhadap berbagai lini sel kanker dan mekanisme spesifiknya. Pencarian data ilmiah yang digunakan pada artikel review ini dilakukan dengan kata kunci “cancer cell line,” “cytotoxicity,” “marine sponges,” serta “anticancer mechanism,” dan berhasil didapatkan 13 artikel hasil penelusuran secara spesifik menunjukkan potensi sitotoksistas terhadap lini sel kanker senyawa yang diisolasi dari spons laut. Studi in vitro ini menunjukkan bahwa senyawa-senyawa yang dibahas pada review ini memiliki potensi untuk memicu kematian sel melalui berbagai mekanisme, yaitu induksi protein proapoptosis, penghambatan protein antiapoptosis, penghentian siklus sel, inhibisi NF-kB, penekanan metastasis, serta berbagai mekanisme lainnya. Artikel review ini diharapkan dapat menjadi rujukan penelitian lanjutan mengenai potensi sitotoksisitas senyawa yang diisolasi dari spons laut dan pengembangannya sebagai senyawa penuntun antikanker melalui eksplorasi mekanisme spesifik dan modifikasi struktur turunannya.
Patient Satifaction with Telepharmacy Services: Bibliometric Analysis Dasopang, Eva Sartika; Hasibuan, Emilia; Syarah, Siti
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2025.v14i1.50147

Abstract

Telepharmacy, the remote delivery of pharmaceutical services using information and communication technologies, is an increasingly popular trend in healthcare and has great potential to improve patient satisfaction and access to healthcare. The use of bibliometric analysis can provide a more comprehensive understanding of research developments in this area. This study used bibliometric analysis of international publications using the keywords telepharmacy AND patient satisfaction from 2016 to 2023 using data sources from Scopus and further visual analysis using VOSviewer. Fifty-two suitable documents were obtained from 207 documents received. The keyword-related searches yielded 10 articles each in 2021 and 2023, and showed an increasing trend of publications related to telepharmacy and patient satisfaction, especially in 2022 (19 articles). The results also showed the existence of three main clusters related to telepharmacy, namely patient satisfaction, pharmacy and pharmacy services. This study shows that telepharmacy has emerged as an important area of research, especially during the COVID-19 pandemic. Telepharmacy has the potential to improve patient access to pharmaceutical services, increase patient satisfaction and improve the overall quality of healthcare.
Penghambat SGLT-2 untuk Menurunkan Tekanan Darah dan Albuminuria pada Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Hipertensi: Sebuah Telaah Sistematik Azzahra, Fatimah; Muti, Annisa Farida; Dewi, Suzy Yusna; Herardi, Ryan
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2024.13.1.45

Abstract

Hipertensi pada pasien diabetes melitus (DM) tipe 2 sebagai penyakit komorbid berpotensi meningkatkan risiko mortalitas, morbiditas, dan disabilitas. Penghambat SGLT-2 merupakan golongan obat antidiabetik lini ke-2 yang diindikasikan pada pasien dengan penyakit kardiovaskular aterosklerotik, penyakit ginjal kronik dengan catatan laju filtrasi glomerulus (LFG) >60 ml/menit, risiko rentan hipoglikemia, serta masalah peningkatan berat badan. Penghambat SGLT-2 terbukti memiliki efek positif terhadap tekanan darah dan albuminuria. Studi ini bertujuan untuk menilai pengaruh penghambat SGLT-2 pada tekanan darah dan albuminuria pasien DM tipe 2 yang juga menderita hipertensi. Studi ini merupakan tinjauan pustaka sistematis dengan basis data yang digunakan untuk pencarian artikel adalah PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan EBSCOhost dengan tetap menyesuaikan kriteria eksklusi dan kriteria inklusi, yakni artikel penelitian dengan subjek pasien DM tipe 2 dengan hipertensi. Literatur yang diperoleh kemudian diseleksi menggunakan metode PRISMA 2020 dan dievaluasi kualitasnya menggunakan JBI Critical Appraisal Tools sesuai dengan desain penelitian studi yang ada. Dari hasil seleksi, ditemukan tujuh artikel yang memenuhi kriteria. Sebagian besar penelitian yang mengkaji pengaruh penghambat SGLT-2 terhadap tekanan darah menunjukkan hasil yang signifikan, dengan empat dari enam penelitian mendukung temuan tersebut. Di sisi lain, hanya satu dari dua penelitian yang mengkaji pengaruh SGLT-2 inhibitor terhadap albuminuria yang menunjukkan hasil signifikan. Jenis penghambat SGLT-2 yang digunakan dalam penelitian tersebut antara lain canagliflozin, empagliflozin, dan dapagliflozin dengan canagliflozin terbukti memberikan hasil yang paling signifikan baik pada albuminuria maupun tekanan darah. Secara keseluruhan, penghambat SGLT-2 terbukti dapat menurunkan tekanan darah dan albuminuria, yang dapat menjadi pertimbangan dalam terapi kombinasi untuk pasien DM tipe 2 dengan hipertensi.
Hubungan Penggunaan Obat Pendamping Gagal Ginjal Kronik terhadap Kualitas Hidup Pasien Lansia RSUD M. Yunus Bengkulu yang Menjalani Hemodialisis Rokhmah, Nisa Najwa; Gunawan, Dewi Oktavia; Rahmadania, Aisyah
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2023.12.3.47343

Abstract

Menurunnya aktivitas ginjal yang bersifat progresif dan irreversible disebut dengan gagal ginjal kronis. Hemodialisis merupakan satu dari berbagai contoh terapi pengganti ginjal yang seringkali dipilih oleh pasien dan umumnya prosedur tersebut disertai dengan penambahan obat pendamping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dan penggunaan obat pendamping, kualitas hidup pasien, dan hubungan penggunaan obat pendamping terhadap kualitas hidup pasien serta hubungan variabel karakteristik terhadap kualitas hidup pasien. Penelitian berjenis deskriptif observasional ini dilakukan pada bulan Maret–April 2022 secara cross-sectional, serta pengambilan data secara prospektif melalui kuesioner WHOQOL-BREF dan wawancara. Populasi pada pasien hemodialisis di RSUD M. Yunus Bengkulu sebanyak 73 pasien. Hasil penelitian menunjukkan 52 pasien yang termasuk ke dalam kriteria inklusi serta terdapat 33 (63,5%) pasien perempuan dan 19 (36,5%) pasien laki-laki dengan usia yang paling dominan, yaitu lansia awal 46–55 tahun sebanyak 18 pasien (34,6%). Berdasarkan obat pendamping pasien yang menjalani hemodialisis, ditemukan bahwa sebagian besar pasien menggunakan kombinasi asam folat, B kompleks, dan CaCO3 (42,3%); kombinasi CaCO3 dan asam folat (38,5%); tidak mengonsumsi obat pendamping (19,2%). Hasil penilaian kualitas hidup menunjukkan bahwa kelompok yang menggunakan kombinasi asam folat, B kompleks dan CaCO3 memiliki kualitas hidup sangat baik; kelompok kombinasi CaCO3 dan asam folat memiliki kualitas hidup baik; sedangkan yang tidak mengonsumsi obat memiliki kualitas hidup cukup. Berdasarkan analisis statistik dari data penelitian yang didapatkan, diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan obat pendamping terhadap kualitas hidup (p=0,000). Faktor karakteristik pasien (usia, jenis kelamin, komorbid dan lamanya menjalani terapi hemodialisis) memiliki hubungan dengan kualitas hidup pasien.
Studi Bioinformatika Varian Genetik yang Memengaruhi Tiroiditis Hashimoto dan Pola Sebarannya di Beberapa Benua Salamah, Siti Hajar; Rudi, Nyoman; Santoso, Iwan; Wibowo, Anisa Devi Karisma; Fitri, Dwiki; Sulistiyani, Nanik; Irham, Lalu Muhammad
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2023.12.3.48535

Abstract

Penyakit Hashimoto tiroiditis adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar tiroid, menyebabkan peradangan dan kerusakan pada jaringan tiroid. Proses peradangan pada tiroiditis Hashimoto (TH) dipahami sebagai faktor risiko potensial untuk perkembangan kanker tiroid. Sampai saat ini, banyak kemajuan telah dibuat dalam pengetahuan dan pemahaman tentang TH. Namun demikian, mekanisme yang menyebabkan rusaknya toleransi sistem kekebalan tubuh, dengan akibat respon autoimun terhadap kelenjar tiroid dan timbulnya penyakit, masih belum jelas. Pada penelitian ini dengan pendekatan bioinformatika yang kami akses di laboratorium bioinformatika tanggal 5 Juli 2023 menggunakan aplikasi GWAS, Haploreg v4.2, dan GTeX Portal, kami mengidentifikasi varian gen yang berperan dalam TH dan ekspresi gen tersebut dalam jaringan tubuh. Hasilnya diperoleh SNPs rs3184504 yang bersifar missense dengan variasi gen SH2B3. Hasil ekspresi gen SH2B3 dengan menggunakan GTEex Portal di 10 besar jaringan tubuh yaitu pada jaringan limpa, limfoma yang ditransformasikan sel-ebv, paru-paru, fibroblas yang dikultur sel, adiposa-subkutan, adiposa-visceral (omentum), arteri-koroner, tiroid, jaringan payudara-mammae, dan arteri-aorta. Hasil ekspresi SH2B3 di kelenjar tiroid lebih besar pada pria dan wanita. Selain itu dengan menggunakan aplikasi Ensembl kami juga berhasil mengidentifikasi pola sebaran SNPs rs3184504 di beberapa benua yaitu tertinggi (100%) di Asia Timur, selanjutnya di Afrika (98%), Asia Selatan (93%), Amerika (75%) dan terendah di benua Eropa (54%).
The Effect of Antioxidants Uses with Aminoglycosides Antibiotics on Serum Creatinine and Urea Levels Purnasari, Cahyani
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2024.13.2.44394

Abstract

Aminoglycosides are older-generation antibiotics used to treat infectious diseases like tuberculosis and urinary tract infections. While they improve multidrug resistant tuberculosis treatment success, their nephrotoxicity hinders optimal therapy. This study investigated the concomitant use of aminoglycosides (streptomycin, gentamicin, and kanamycin) and antioxidants to mitigate nephrotoxicity, as measured by serum creatinine and urea levels. Using a retrospective, descriptive analytical design, we analyzed medical records of 32 patients treated with aminoglycoside antibiotics at dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital, Makassar, from January 2017 to November 2018. Patients were grouped based on antioxidant treatment: N-acetylcysteine (NAC), N-acetylcysteine and Curcuma (NAC+Cur), vitamin C (Vit C), Curcuma and vitamin C (Cur+Vit C), and a control group (X) receiving no antioxidants. All antioxidant groups showed decreased creatinine and urea levels with streptomycin, except the control group, which exhibited increased levels. With gentamicin, only vitamin C decreased urea. For kanamycin, NAC, NAC+Cur, and Cur+Vit C decreased urea, while NAC+Cur also decreased creatinine. NAC alone and the NAC+Cur combination showed the greatest ability to reduce serum creatinine and urea levels for both streptomycin and kanamycin. These findings suggest that antioxidant supplementation, particularly NAC and NAC+Cur, may play a crucial role in mitigating aminoglycoside-induced nephrotoxicity. Reduced creatinine and urea levels with antioxidant use could translate to improved renal function and potentially better patient outcomes during aminoglycoside therapy. Further research is needed to confirm these findings and explore optimal antioxidant dosing strategies in clinical practice.
Future Prospects for Pharmacogenomics of Immune Checkpoint Inhibitors Cardiotoxicity Aryantha, Hasna Firdaus; Wisasani, Amiiratu Muthiia; Anggadiredja, Kusnandar; Zazuli, Zulfan
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2024.13.1.34

Abstract

Immune checkpoint inhibitors (ICIs), including PD-1, PD-L1, and CTLA-4 inhibitors, have revolutionized cancer therapy but are associated with immune-related adverse events (IRAEs). Among these, ICI-associated cardiotoxicity is an uncommon yet serious complication, often resistant to glucocorticoid therapy, which effectively manages most IRAEs. A pharmacogenomic approach might be useful in prescribing ICIs and screening for relevant clinically measurable phenotypes such as the history of autoimmune diseases and cardiovascular disorders. This review explores the impact of genetic variations on ICI-associated cardiotoxicity, the mechanistic basis behind it, potential clinical applications, and directions of the future on how pharmacogenomics can assist oncologists in reducing the risk of cardiotoxicity. Evidence-based hypotheses on how ICI-associated cardiotoxicity occurs suggest that genetic differences might play a role in ICI response, especially regarding cardiotoxic IRAEs. Pharmacogenomic studies and multi-omics profiling might provide valuable insight regarding ICI-induced cardiotoxicity. They could be implemented to make fine-tuned clinical decisions for individual patients in the future.
Evaluasi dan Pengembangan Model Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Terkait Skrining Resep Menggunakan Metode End-User Computing Satisfaction di Instalasi Farmasi RSUD Mukomuko Astuty, Meilinda Windy; Peranginangin, Jason Merari; Herdwiani, Wiwin
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15416/ijcp.2024.13.2.45192

Abstract

Evaluasi sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) diperlukan untuk melihat sejauh mana penerapan SIMRS telah berjalan sesuai dengan tujuannya dan dilakukan pengembangan untuk meningkatkan kualitas SIMRS. Skrining resep berbasis teknologi sangat dibutuhkan karena dapat meningkatkan kinerja petugas kefarmasian di instalasi farmasi dan mengurangi medication error. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil observasi dan evaluasi SIMRS, khususnya skrining resep yang telah diterapkan di instalasi farmasi, mengembangkan model desain, dan melakukan implementasi sistem yang telah dirancang. Metode penelitian menggunakan pre-experimental design one group pre-test-post-test, dengan kriteria sampel, yaitu staf farmasi yang terlibat penggunaan SIMRS di instalasi farmasi dalam melakukan kegiatan pelayanan kefarmasian dengan minimal masa kerja selama 6 bulan. Nilai pre-test-post-test diperoleh dari evaluasi sistem menggunakan metode end-user computing satisfaction (EUCS) dengan penyebaran kuesioner kepada sampel penelitian dan data kelengkapan skrining resep berdasarkan observasi langsung terhadap SIMRS di instalasi farmasi. Analisis data pre-test-post-test dari variabel EUCS menggunakan uji frekuensi dan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test terhadap SIMRS yang sudah diterapkan di instalasi farmasi dari kelima variabel EUCS (content, accuracy, format, ease of use, dan timeliness) termasuk dalam kategori tidak puas dengan nilai 2,18. Pengembangan SIMRS skrining resep menggunakan metode prototipe dengan desain data flow diagram dan entity relationship diagram. Nilai rata-rata post-test yang didapat termasuk dalam kategori puas dengan nilai 3,28. Terdapat peningkatan kepuasan pengguna setelah dilakukan implementasi SIMRS skrining resep di Instalasi Farmasi RSUD Mukomuko dengan nilai p 0,000 < 0,05.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2025) Vol 14, No 2 (2025) Vol 14, No 1 (2025) Vol 13, No 3 (2024) Vol 13, No 2 (2024) Vol 13, No 1 (2024) Vol 12, No 3 (2023) Vol 12, No 2 (2023) Vol 12, No 1 (2023) Vol 11, No 4 (2022) Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol 10, No 4 (2021) Vol 10, No 3 (2021) Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol 9, No 4 (2020) Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol 9, No 1 (2020) Vol 8, No 4 (2019) Vol 8, No 3 (2019) Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 4 (2017) Vol 6, No 4 (2017) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 4 (2016) Vol 5, No 4 (2016) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 4 (2015) Vol 4, No 4 (2015) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 4 (2014) Vol 3, No 4 (2014) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 4 (2013) Vol 2, No 4 (2013) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 1, No 4 (2012) Vol 1, No 4 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue