cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
IJTIHAD
ISSN : 19074514     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Ijtihad is a scientific journal of Law and Islamic Economics, both in literature study and also on field research. Is published twice a year as a means of developing a scientific ethos in academic circles of the Faculty of Sharia, especially UNIDA, and the readers in general. The editors receive scientific articles and research reports, which are in accordance with the nature of law and Islamic economics journals.
Arjuna Subject : -
Articles 271 Documents
منهجية الاستدلال بالأحاديث النبوية للقرارات المالية في المجلس الشرعي في البنك المركزي الماليزي دراسة تحليلية تقويمية Moafaq Nuruddin; Yasir Al-Dirshawi
Ijtihad Vol. 17 No. 1 (2023): Ijtihad: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ijtihad.v17i1.7567

Abstract

يدرس هذا البحث منهجية الاستدلال بالأحاديث النبوية للقرارات المالية للمجلس الشرعي التابع للبنك المركزي الماليزي (SAC-BNM)، من خلال التعريف بهذا المجلس ومهامه وقراراته المالية الشرعية، ثمّ الكشف عن المنهجية المتبعة في الاستدلال بالأحاديث النبوية في بناء قراراته، وتحليل ذلك ونقده وتقويمه، واتبع البحث المنهج الوصفي من خلال عرض نماذجٍ من الأحاديث النبوية التي استدلّ بها المجلس ووصفها، والمنهج التحليلي من خلال تحليل تلك الأحاديث، والنظر في مدى صحة الاستدلال بها. اعتمد البحث منهجين يعني المنهج الوصفي الاستقرائي، وذلك من خلال عرض نماذجٍ من الأحاديث النبوية التي استدلّ بها المجلس الشرعي في بناء قراراته المالية. و المنهج التحليلي، بدراسة تلك الأحاديث النبوية الشريفة ، وتحليلها، والتّحقق من مدى صحة الاستناد إليها، وتقويم ذلك، ونقده. وكان مما توصّل إليه البحث عدم تحقق المجلس الشرعي من صحة الأحاديث التي عند استدلوا بها لبناء القرارات الشرعية، بالإضافة إلى الاستدلال ببعض الأحاديث الضعيفة، مع وجود ما هو صحيح في الحكم على بعض المسائل.                                                                              *Indonesia*Penelitian ini mempelajari metodologi inferensi dari hadits Nabi untuk keputusan keuangan Dewan Syariah Bank Sentral Malaysia (SAC-BNM). Dengan mendefinisikan Dewan ini dan tugas dan keputusan keuangan hukumnya, kemudian mengungkapkan metodologi yang digunakan dalam menyimpulkan hadits Nabi dalam membangun keputusannya, dan menganalisis, mengkritik dan mengevaluasinya.Hadis-hadis ini, dan mempertimbangkan validitas kesimpulannya. Penelitian ini mengadopsi dua pendekatan, yaitu pendekatan deskriptif dan induktif, dengan menghadirkan contoh-contoh dari hadits-hadits Nabi yang disimpulkan oleh Dewan Syariah dalam membangun keputusan keuangannya. Dan pendekatan analitis, dengan mempelajari dan menganalisis hadis-hadis kenabian yang terhormat itu, memverifikasi validitas ketergantungan mereka pada hadits-hadits tersebut, dan mengoreksi serta mengkritiknya. Hasil penelitian ini  adalah bahwa Dewan Syariah tidak memverifikasi keabsahan hadits-hadits yang mereka gunakan sebagai dalil untuk membangun keputusan hukum, selain menyimpulkan beberapa hadits yang lemah, dengan adanya apa yang benar dalam memutuskan beberapa masalah
ANALISIS PRODUKSI DALAM PERSFEKTIF FILSAFAT EKONOMI ISLAM Hasbi Abdul Al Wahhab KH; Pheni Chalid; Atmo Prawiro; Theo Aditya Pradhana
Ijtihad Vol. 17 No. 1 (2023): Ijtihad: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ijtihad.v17i1.9006

Abstract

*English*Production is the lifeblood of economic activity. In human life, in carrying out its economy, there will never be consumption, distribution, or trading activities without being initiated by the production process. However, as a Muslim, one must behave economically, especially in production behavior that is to Islamic values ​​and principles. The purpose of this writing is to determine production and factors of production from the perspective of Islamic economic philosophy. The method used is library research (literary study). Library research is a type of research in this case in the form of collecting in-depth information data. Results in this studyProduction in Islam is not only for profit (profit-oriented) but in worship (worship oriented). So that whatever goods are produced, a producer will emphasize Islamic principles in production and the principle is more concerned with the benefit of the people. The axioms in production activities extracted from the Al-Qur'an and Sunnah are Unity (oneness of God/Tawhid), Equilibrium, balance (justice), Free will or free will (ikhtiar), Responsibility (responsibility), and Truth ( policy and honesty). Besides that, there are four factors of production in Islam namely, natural resources, human resources, capital, and management.          *Indonesia*Produksi merupakan urat nadi dalam aktivitas ekonomi. Di dalam kehidupan manusia dalam menjalankan ekonominya tidak akan pernah ada kegiatan konsumsi, distribusi, ataupun perdagangan tanpa diawali oleh proses produksi. Namun sebagai seorang muslim harus berprilaku ekonomi, terutama pada prilaku produksi yang sesuai dengan nilai dan prinsip Islam. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui produksi dan factor-faktor produksi dalam presfektif filsafat ekonomi islam. Metode yang digunakan yaitu library research (studi kepustakaan). Penelitian kepustakaan merupakan jenis penelitian dalam hal ini berupa pengumpulan sebuah data informasi secara mendalam. Hasil dalam penelitian ini Produksi dalam Islam tidak hanya mencari keuntungan semata (profit oriented) melainkan pada ibadaah (ibadah oriented). Sehingga apapun barang yang diproduksi maka seorang produsen akan menekankan prinsip Islam dalam produksi dan pada prinsipnya lebih mementingkan kemaslahatan umat. Aksioma-aksioma  dalam  kegiatan  produksi  yang  digali  dari  Al-Qur‟an dan Sunnah, adalah Unity (keesaan  Tuhan/Tauhid), Equilibrium, keseimbangan (keadilan), Free  will atau  bebas  berkehendak  (ikhtiar), Responsibility (pertanggungjawaban), dan Kebenaran (Kebijakan dan kejujuran). Selain itu terdapat empat fakor produksi dalam Islam yaitu, sumber daya alam, sumber daya manusia, modal dan manajemen.
AMNESTI PAJAK TERHADAP KEPATUHAN PAJAK KENDARAAN DI PROVINSI JAWA TIMUR MENURUT KEBIJAKAN FISKAL ISLAM Mujibur Rahman; Eko Nur Cahyo
Ijtihad Vol. 17 No. 1 (2023): Ijtihad: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ijtihad.v17i1.9194

Abstract

*English*Tax amnesty is a breakthrough or step programmed by the East Java government, especially to provide relief to taxpayers who have dependents or fines for late payment of annual taxes. So that with the help of the tax amnesty program, people who have arrears of tax sanctions will be removed, so they are only required to pay the basic tax. Based on a program run by a researcher, this aims to find out whether taxpayers, especially transportation taxes, are eligible to launch an amnesty program or abolish tax sanctions. The method used in this study is qualitative descriptive research (literature review) by accessing various literary sources regarding the tax amnesty program in East Java. Based on the results of literature studies, it can be seen that with the tax amnesty or tax exemption program, there is an increase in the amount of tax payments from taxpayers who previously had dependents on tax penalties. As of October 2022, the number of motorized vehicles in East Java reached 24.1 million units, according to data from the National Police Corps. As a result, this number is the highest among other provinces in Indonesia. Thus, with the enactment of the tax amnesty in East Java, this program is said to have succeeded in contributing to the addition of PKB objects from vehicles outside the province to 11,091, of which 11,091 can cost IDR 22.79 billion. *Indonesia*Pengampunan pajak merupakan terobosan atau langkah yang diprogramkan oleh pemerintah Jawa Timur, khususnya untuk memberikan keuntungan kepada wajib pajak yang memiliki tanggungan atau denda atas keterlambatan pembayaran pajak tahunan. Sehingga dengan adanya program amnesti pajak, masyarakat yang memiliki tanggungan yang memiliki tunggakan sanksi pajak akan dihapus sanksinya sehingga hanya perlu membayar pajak pokok saja. Berdasarkan program yang dilakukan oleh peneliti bertujuan untuk mengetahui persetujuan wajib pajak khususnya pajak kendaraan terhadap pencanangan program amnesti atau penghapusan sanksi perpajakan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian inimerupakan penelitian deskriptif kualitatif (literature review) dengan mengakses berbagai sumber literatur tentang program tax amnesty di Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan wajib pajak pada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan hasil studi literatur terlihat bahwa dengan adanya program tax amnesty atau pembebasan pajak, terjadi peningkatan jumlah pembayaran pajak dari wajib pajak yang sebelumnya memiliki tanggungan dengan sanksi perpajakan. menurut Korlantas Polri per Oktober 2022, jumlah kendaraan bermotor di Jawa Timur mencapai 24,1 juta unit. Alhasil, jumlah tersebut merupakan yang tertinggi di antara provinsi lain di Indonesia. Demikian, dengan berakhirnya tax amnesty di Jatim, program ini disebut-sebut.
نظرية حكم الإسلام في تعيين زكاة الفطرة للجنين Annisa Silvi Kusumastuti; Ghina Alysia Amanda; Triani Aprilia Saputri; Iin Jayanti Pitaloka; Nur Lailatul Fajria; Saipul Nasution
Ijtihad Vol. 17 No. 1 (2023): Ijtihad: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ijtihad.v17i1.9364

Abstract

لن يكتمل شهر رمضان المبارك إلا بالاشتراك في إخراج زكاة الفطرة ، لأن زكاة الفطرة ركن من أركان الإسلام التي يجب على جميع المسلمين ، سواء كانوا صغارًا أو شبابًا أو بالغين ، القيام بهذا الأمر الذي تم وصفه بوضوح في كتاب الله المقدس ، أي القرآن والحديث النبوي الشريف. من حيث مشاكل المجتمع ، تثار تساؤلات حول واجبات الجنين الذي لا يزال في رحم عمره 4 أشهر لدفع زكاة فترته. في هذه الدراسة باستخدام المنهج النوعي مع منهج الدراسة المكتبية ، وهو البحث في أنواع مختلفة من الكتب والعديد من نتائج المجلات مع التركيز على آراء العلماء وأهل السنة والجماعة. الغرض من هذا البحث أن يكون بمثابة حل مجتمعي لمشكلة تحديد زكاة الفطرة ، خاصة بالنسبة للجنين. وخلصت هذه الدراسة إلى أن تحديد زكاة الفطرة لجنين عمره 4 أشهر وفق الشريعة الإسلامية لا يلزم الوالدين المرتقبين بدفع زكاة فطرة جنينهم إذا كانت مأخوذة من رأي الإمام البخوري ، حيث تكون كذلك. يجوز إذا أخذ عن الإمام ابن حزم في حديث رواه ابن عمر. *Indonesia*Bulan suci Ramadhan tidak akan sempurna tanpa adanya kontribusi pembayaran Zakat fitrah, karena Zakat fitrah merupakan salah satu rukun islam yang mana seluruh umat islam baik itu anak kecil, remaja, maupun orang dewasa wajib untuk melaksanakan hal ini telah di paparkan dengan jelas dalam kitab suci Allah yaitu Al-Qur’an dan Hadist Nabi. Ditinjau dalam permasalahan masyarakat timbulah pertanyaan-pertanyaan mengenai kewajiban janin yang masih di dalam kandungan yang masuk dalam usia 4 bulan untuk menunaikan Zakat fitrahnya. Dalam penelitian ini menggunakan methode kualitatif dengan methode studi kepustakaan yaitu meneliti dengan berbagai macam buku dan beberapa hasil jurnal dengan menitik fokuskan pada pendapata para ulama dan ahlu Sunnah waal jama’ah. Adapun tujuan penelitian ini ialah sebagai solusi masyarakat dalam permasalahan penentuan Zakat fitrah khususnya bagi janin. Hasil penelitian ini bahwasanya penentuan Zakat fitrah bagi janin usia 4 bulan berdasarkan hukum islam tidak di wajibkannya bagi calon orang tua membayar Zakat fitrah bagi janinya jika di ambil dari pendapat Imam Bukhori, sedangkan di perbolehkannya jika di ambil dari Imam Ibnu Hazm dalam hadist yang  riwayatkan oleh Ibnu Umar.
The Role of National Amil Zakat Agency (BAZNAS) Through Zakat Funds for Poverty Alleviation in Malang Regency Muhammad Abdul Aziz; Anisah Himatul Ulya; Muhammad Faris Amiruddin
Ijtihad Vol. 17 No. 1 (2023): Ijtihad: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ijtihad.v17i1.9883

Abstract

*English*This research hopefully it can provide benefits, on the distribution zakat funds to poverty alleviation is expected to provide overcome, as well as an understanding of how the benefits of giving zakat assets to people in need, hopefully it will be useful to better understand how the process of managing, distributing and utilizing zakat in order to alleviate people who have poverty and unemployment, because in Islam, poverty and unemployment can damage the faith and social order for society, this research is expected to be for people who are hesitant in providing zakat assistance so that they can become muzakki after understanding the importance of zakat assistance for people in need and help convince zakat institutions in distributing zakat funds to mustahiqs after understanding about it. Documentation in obtaining information, data sources from qualitative research using words, actions, and documents. Qualitative data analysis techniques are performed by data collection, reduction, presentation, and conclusions in qualitative research. Based on the results of the study, BAZNAS in Malang Regency has a role in providing assistance to several aspects of life such as Education, economy, and others, then BAZNAS is reasonably supported by the Government. BAZNAS Malang Regency has several programs conducted to help alleviate poverty that are experiencing shortages in the economy, education, health. These programs include Malang Makmur, Peduli, Sehat, Cerdas and Taqwa, these assistance are consumptive and productive.                                                                                                        *Indonesia*Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, dalam penyaluran dana zakat infaq dan shadaqah terhadap pengentasan kemiskinan diharapkan dapat memberikan keringanan dan penanggulanan kemiskinan, serta pemahaman tentang bagaimana manfaat dari pemberian dana zakat terhadap masyarakat yang membutuhkan, proses pengelolaan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat agar bisa mengentaskan masyarakat yang mengalami kemiskinan dan pengangguran, karena dalam islam, kemiskinan dapat merusak tatanan keimanan dan sosial masyarakat. penelitian ini diharapkan kepada masyarakat yang ragu dalam memberikan bantuan zakat sehingga mereka dapat menjadi muzakki setelah memahami pentingnya bantuan zakat bagi orang yang membutuhkan, dan membantu meyakinkan mayarakat untuk menyalurkan melalui lembaga zakat dan mendistribusikan dana zakat untuk mustahiq setelah memahami tentang hal itu. Dokumentasi dalam memperoleh informasi, sumber data dari penelitian kualitatif menggunakan kata-kata, tindakan, dan dokumen. Teknik analisis data kualitatif dilakukan dengan pengumpulan data, pengurangan, presentasi, dan kesimpulan dalam penelitian kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, BAZNAS di Kabupaten Malang berperan dalam memberikan bantuan kepada beberapa aspek kehidupan seperti Pendidikan, ekonomi, dan lain-lain, maka BAZNAS didukung oleh Pemerintah. Kabupaten BAZNAS Malang memiliki beberapa program yang dilakukan untuk membantu mengurangi kemiskinan yang mengalami kekurangan dalam ekonomi, pendidikan, kesehatan. Program-program ini termasuk Malang Makmur, Peduli, Sehat, Cerdas dan Taqwa, bantuan ini bersifat konsumtif dan produktif.
Digital Marketing Strategy to Increase Sales Through Social Media at Oriflame Jogja Resellers is Viewed From the Concept of Sharia Marketing May Shinta Retnowati; Andini Rachmawati; Muhammad Faruq Averro
Ijtihad Vol. 17 No. 1 (2023): Ijtihad: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ijtihad.v17i1.10150

Abstract

*English* In general, the marketing pattern applied by business actors is only profit-oriented, leaving the priority of empowerment and education for the community. In the current era of globalization, the business and economic world faces great challenges.  Technological progress is inevitable. Islam of course also regulates how to do business properly and correctly. In the Islamic business, marketing procedures are also considered to be in accordance with the rules as well as those applied by Oriflame Resellers Jogjakarta using marketing that is classified as traditional such as the printed catalog, Oriflame Resellers change the concept of marketing management by using the help of information technology and communication through social media. This study uses qualitative methodology that will produce descriptive data consisting of observed behavior, interviews, and documentation. The result of this research is that Oriflame Jogjakarta resellers use interaction between individuals through their respective social media accounts or what is called personal selling or individually resellers introduce products needed by consumers. While the sale of resellers' products still raises the wasteful nature of consumers, this is also supported by social media that makes it easier for consumers to get the desired product even though it is not needed.                                                                                                                  *Indonesia* Pada umumnya, pola pemasaran yang diterapkan oleh pelaku usaha hanya berorientasi terhadap profit belaka, dengan meninggalkan keutamaan pemberdayaan dan edukasi bagi masyarakat. Era globalisasi saat ini, dunia bisnis dan ekonomi menghadapi tantangan yang besar.  Kemajuan teknologi menjadi hal yang tidak dapat dihindari. Islam tentunya juga mengatur cara berbisnis dengan baik dan benar. Dalam bisnis islam tatacara pemasaran juga diperhatikan agar sesuai dengan kaidah begitu juga yang diterapkan oleh Reseller Oriflame Jogjakarta menggunakan pemasaran yang tergolong tradisional seperti katalog cetak tersebut, Reseller Oriflame mengubah konsep pengelolaan pemasaran dengan menggunakan bantuan teknologi informasi dan komunikasi melalui media sosial. Pada konsep pemasaran yang dilakukan oleh Oriflame, bagaimana Islam meninjau praktik pemasaran tersebut. Pada penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif yang akan menghasilkan suatu data deskriptif terdiri dari prilaku seseorang yang diamati, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah  reseller Oriflame Jogjakarta menggunakan interaksi antar individu melalui akun social media mereka masing-masing atau yang disebut dengan personal selling atau secara individu reseller mengenalkan produk-produk yang dibutuhkan oleh konsumen. sedangkan pada penjualan produk para reseller masih memunculkan sifat boros konsumen, hal ini juga didukung dengan media sosial yang memudahkan konsumen untuk mendapatkan produk yang diinginkan walaupun tidak dibutuhkan.
الروؤة الإسلامية في التمكين الاقتصادي المرأة في بنغلاديش (موضوع فرعي: مقاصد الشريعة والاقتصاد والاستدامة البيئية) Tajkia, Umme Sayema
Ijtihad Vol. 17 No. 2 (2023): Ijtihad: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ijtihad.v17i2.9341

Abstract

يبدأ هذا البحث من شرح مفهوم تمكين المرأة في القطاع الاقتصادي وأهميته ودوره في تنمية المجتمع والمشاركة في الدول النامية. في حين يهدف هذا البحث إلى التركيز على التمكين الاقتصادي للمرأة البنغلاديشية من حيث الحقوق التي أقرتها الشريعة الإسلامية لها، والالتزامات المفروضة عليها وكذلك الواقع الحالي في المجتمع البنغلاديشي في هذا المجال. وشرح خصائص التمكين الاقتصادي للمرأة في الإسلام، وأبرز المعوقات، والشروط اللازمة لتفعيله وفق الرؤية الإسلامية. يستخدم البحث الأساليب النوعية الوصفية. وتشير نتائج هذا البحث إلى ضرورة توضيح مفهوم تمكين المرأة في القطاع الاقتصادي وأهميته ودوره في تنمية المجتمع والمشاركة في الدول النامية. وبصرف النظر عن ذلك، فإنه يوضح أيضًا مكانة المرأة البنغلاديشية في المجتمع البنغلاديشي من خلال عرض القوانين التي أقرها القانون العام في بنغلاديش وقانون الشريعة الإسلامية. من خلال إبراز الرؤية الإسلامية بشأن قضية التمكين الاقتصادي للمرأة المسلمة. وفي حين أن أهم معوقات التمكين الاقتصادي التي تواجهها المرأة المسلمة في بنغلاديش، تشمل حواجز شخصية، أو اجتماعية، أو ثقافية، أو اقتصادية، أو حواجز تتعلق ببيئة العمل، أو حواجز تتعلق بالأزواج والأبناء، فقد حددت أهم العوامل التي يؤثر على عملية التمكين الاقتصادي للمرأة في بنغلاديش. وتفعيلها من خلال تنمية مفاهيم المساواة والمشاركة، وكذلك إزالة أثر بعض الاقتراحات السلبية في المجتمع. **Indonesia**Penelitian ini berngkat dari penjelasan konsep pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi, pentingnya dan perannya dalam pembangunan masyarakat dan partisipasi dalam membangun negara berkembang. Sedangkan tujuan penelitian ini untuk memfokuskan pemberdayaan ekonomi perempuan Bangladesh ditinjau dari hak-hak yang diakui oleh hukum Islam bagi mereka, dan kewajiban yang dibebankan kepada mereka serta bagaimana realitas terkini dalam masyarakat Bangladesh di bidang ini. Dan penjelasan tentang ciri-ciri pemberdayaan ekonomi perempuan dalam Islam, kendala utamanya, dan syarat-syarat yang diperlukan untuk mengaktifkannya sesuai visi Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini bahwa  perlu adanya penjelasan konsep pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi, pentingnya dan perannya dalam pembangunan masyarakat dan partisipasi dalam membangun negara berkembang. Selain itu juga status perempuan Bangladesh dalam masyarakat Bangladesh dengan menyajikan hukum yang disetujui oleh common law di Bangladesh dan hukum Syariah Islam. Dengan menonjolkan visi Islam pada isu pemberdayaan ekonomi perempuan muslim. Sedangkan hambatan-hambatan terpenting dalam pemberdayaan ekonomi yang dihadapi perempuan Muslim di Bangladesh, termasuk hambatan pribadi, sosial, budaya, atau ekonomi, atau hambatan yang berkaitan dengan lingkungan kerja, atau hambatan yang berkaitan dengan suami dan anak, lalu Saya mengidentifikasi faktor-faktor terpenting yang mempengaruhi proses pemberdayaan ekonomi perempuan di Bangladesh. Dan mengaktifkannya dengan mengembangkan konsep kesetaraan dan partisipasi, serta menghilangkan dampak dari beberapa saran negatif masyarakat.
Metode Istinbath KH. Muhammad Sarni Al-Alabi Tentang “Sanda Perjanjian Dengan Akad Jual Putus” Dalam Kitab Mabâdi Ilm Al-Fiqh Aisyah, Lisda; Prasetya, Teguh Eka; Firdaus, Muhammad Irkham
Ijtihad Vol. 17 No. 2 (2023): Ijtihad: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ijtihad.v17i2.9383

Abstract

**English**This study is motivated by the thoughts of K.H Muhammad Sarni al-Alabi about the permissibility of the person receiving the pledge to take advantage of the pawned goods with the term "Sanda Agreement with a Disconnected Sale Agreement". Meanwhile, in principle, the person receiving the pawn may not take advantage of the pawned item because it will be included in usury qardh which is forbidden. Therefore, this thought is very interesting to analyze further how the istinbath method used by KH Muhammad Sarni al-Alabi and how the social conditions that influence his thinking in the book Mabadi Ilm al-Fiqh. This type of research is a descriptive qualitative library research with a qualitative approach historical, sociological, anthropological, legal istinbath. The hypotheses of the findings of this study are first, in general the istinbath method used by K,H Muhammad sarni al-Alab on "Sanda Agreements with Dismissal Contracts" sourced from the Koran, Hadith, Ijma , Qiyas, Maslahah and Urf. Second, his thoughts were not born just like that, but there were social factors that influenced him, namely the condition of the Banjar people who practiced using pawned goods a lot. So this is in accordance with the rules of changing the law due to changing times, times and places.   **Indonesia**Kajian ini dilatarbelakangi oleh pemikiran K.H Muhammad Sarni al-Alabi tentang kebolehan orangyang menerima gadai untuk mengambil manfaat dari barang yang digadaikan dengan istilah “Sanda Perjanjian Dengan Akad Jual Putus”. Sedangkan secara prinsipnya orangyang menerima gadai tidak boleh mengambil manfaat dari barang yang digadaikan karena akan masuk dalam riba qardh yang diharamkan. Oleh karena itu pemikiran ini sangat menarik untuk dianalisa lebih lanjut bagaimana metode istinbath yang digunakan oleh K.H Muhammad Sarni al-Alabi dan bagaimana kondisi sosial yang mempengaruhi pemikirannya dalam kitab Mabadi Ilm al-Fiqh. Jenis penelitian ini adalah library reseach yang bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan istinbath hukum. Hipotesa temuan dari penelitian ini adalah pertama, pada umumnya metode istinbath yang digunakan oleh K,H Muhammad sarni al-Alabi tentang “Sanda Perjanjian Dengan Akad Jual Putus” bersumber dari al-Quran, Hadits, Maslahah dan Urf.  Kedua, pemikiran beliau tidak lahir begitu saja melainkan ada faktor sosial yang mempengaruhinya yaitu kondisi masyarakat Banjar yang banyak melakukan praktik memanfaatkan barang gadai. Sehingga hal ini sesuai dengan kaidah berubahnya hukum karena berubahnya zaman, waktu dan tempat.
Analisis Penyaluran Qard Hasan Menurut Tinjauan Hukum Islam pada Bank Wakaf Mikro Alpen Barokah Mandiri di Pragaan Sumenep Madura Ningsih, Astri
Ijtihad Vol. 17 No. 2 (2023): Ijtihad: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ijtihad.v17i2.9499

Abstract

**English**The presence of BWM Alpen Barokah Mandiri with the channeling of funds in the form of financing using the qard al-hasancontract, is expected to be able to solve the problems that occur in capitalization in the business sector. So that the standard of living of the community is increasing. The existence of this capital grant is expected to be able to encourage the enthusiasm of business actors to improve their businesses. This research aims to analyze of channeling qard al-hasanat BWM Alpen Barokah Mandiri whether or not it is in accordance with Fatwa DSN MUI No 19/DSN-MUI/IV/2001. The type of research used is qualitative descriptive with interview, observation and documentation methods. The results of this study are that for distributing qard al-hasanat the Alps Barokah Mandiri Micro Waqf Bank is in accordance with the DSN-MUI Fatwa No 19/DSN-MUI/IV/2011 and the SOP for distributing qard al-hasanBWM Alps Barokah Independent because it is carried out with the identification stage, the socialization stage, the due diligence stage, the PWK (Compulsory Group Training) and HALMI (Weekly Halaqoh) stages. Although in the distribution of qard al-hasanat the Alps Barokah Mandiri Micro Waqf Bank does not have the Opinion of the Sharia Supervisory Board. This indicates that the DPS work rules are not optimal in implementing good corporate governance. **Indonesia**Kehadiran BWM Alpen Barokah Mandiri dengan penyaluran dana dalam bentuk pembiayaan menggunakan akad qard al-hasan, diharapkan mampu menyelesaikan masalah yang terjadi dalam permodalan di sektor usaha. Sehingga taraf hidup masyarakat semakin meningkat. Adanya pemberian modal ini diharapkan mampu mendorong semangat para pelaku usaha untuk mengembakan usaha yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme penyaluran  qard al-hasan pada BWM Alpen Barokah Mandiri apakah sudah sesuai atau tidak dengan Fatwa DSN MUI No 19/DSN-MUI/IV/2001. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu penyaluran qard al-hasan di Bank Wakaf Mikro Alpen Barokah Mandiri sudah sesuai dengan Fatwa DSN-MUI No 19/DSN-MUI/IV/2011 dan SOP penyaluran qard al-hasan BWM Alpen Barokah Mandiri karena dilakukan dengan tahap identifikasi, tahap sosialisasi, tahap uji kelayakan, tahap PWK (Pelatihan Wajib Kelompok) dan HALMI (Halaqoh Mingguan). Meskipun dalam penyaluran qard al-hasan di Bank Wakaf Mikro Alpen Barokah Mandiri tidak memiliki Opini Dewan Pengawas Syariah. Hal ini menandakan bahwa tidak optimalnya tata tertib kerja DPS dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.
Kejelasan Hukum Jual Beli Kratom di Pontianak Perspektif Bisnis Islam Saragih, Eka Junila; Khairunnisa, Dina
Ijtihad Vol. 17 No. 2 (2023): Ijtihad: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ijtihad.v17i2.9637

Abstract

**English**This study examines how legal clarity regarding the sale and purchase of kratom leaves that occurs in the city of Pontianak. Basically, National Narcotics Agency  (BNN)  has stated that kratom is a type of narcotic. But people are still selling it because there is no regulation or legal clarity regarding kratom’s sale and purchase. This research used normative juridical methods with qualitative approach methods. Normative juridical research methods use secondary data that can be in the form of books, journals, and laws. Islam prohibits the use of narcotics as it is associated with liquor or alcoholic beverages (khumūr). The banning of khumūr because it has a bad impact that can make a person lose their mind, as well as abuse narcotics. Kratom itself has an unfavorable impact on health. For this reason, the government must immediately issue a law banning the sale and consumption of kratom leaves. As well as being able to provide solutions to the community so that their livelihoods no longer race on kratom sales. **Indonesia**Penelitian ini mengkaji bagaimana kejelasan hukum mengenai jual beli daun kratom yang terjadi di kota Pontianak. Pada dasarnya Badan Narkotika Nasiona (BNN) telah mengeluarkan pernyataan bahwa kratom ini termasuk jenis narkotika. Tetapi masyarakat masih menjualnya karena belum ada regulasi atau kejelasan hukum mengenai jual beli kratom ini. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode yuridis normatif dengan metode pendekatan secara kualitatif. Metode penelitian yuridis normatif menggunakan data sekunder yang di dapat berupa: buku dan jurnal, undang-undang. Islam mengharamkan penggunaan narkotika sebagaimana diqiyaskan dengan minuman-minuman keras atau beralkohol (khumūr). Pelarangan khamr dikarenakan memiliki dampak yang tidak baik yang dapat membuat seseorang kehilangan akal, Begitu juga dengan penyalahgunaan narkotika. Kratom sendiri memiliki dampak yang tidak baik bagi kesehatan. Untuk itu pemerintah harus segera mengeluarkan undang-undang tentang pelarangan penjualan dan konsumsi daun kratom. Serta dapat memberikan solusi kepada masyarakata agar mata pencaharian mereka tidak lagi berpacu pada penjualan kratom. Sesuatu yang mengandung khamr itu tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi karena hukumnya adalah haram. Oleh sebab itu penjualan daun kratom ini tidak boleh dilakukan. Meskipun kadar memabukkannya sedikit.