cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Semnastek
ISSN : 24071846     EISSN : 24608416     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) merupakan kumpulan paper atau artikel ilmiah yang telah dipresentasikan di acara Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) yang diadakan secara rutin tiap tahun oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 1,032 Documents
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK DAUN KEMANGI SEBAGAI ZAT ANTISEPTIK PADA PEMBUATAN SABUN CUCI TANGAN Mahmudi, Ary Nur; Sari, Fatma; Kurniaty, Ika
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemangi merupakan salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan mempunyai kemampuan yang sangat baik dalam melawan bakteri. Kemangi mengandung bahan aktif berupa minyak atsiri, alkaloid, saponin, flavonoid, triterpenoid, steroid, tanin dan fenol yang beberapa di antaranya memiliki sifat antibakteri. Pada penelitian ini, kami berencana mengembangkan sabun cuci tangan berbahan dasar daun kemangi sebagai bahan alternatif. Daun kemangi diekstraksi melalui tiga tahap: pengeringan, ekstraksi (sonikasi), dan penguapan. Pengujian efek penghambatan ekstrak daun kemangi terhadap pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus menunjukkan adanya zona hambat. Pengujian dilakukan pada beberapa konsentrasi ekstrak yaitu 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5%. Di sini kontrol positif dilakukan dengan etanol 70% dan kontrol negatif dilakukan dengan air steril. Dari hasil penelitian, konsentrasi optimal ekstrak daun kemangi yang digunakan sebagai bahan aktif adalah 7,5 cm, zona hambat E. coli 1,3 cm, dan zona hambat Staphylococcus aureus 1,325 cm pada konsentrasi pelarut 70%. Pada konsentrasi ekstrak 2,5%, diameter zona hambat merupakan diameter minimum untuk kedua bakteri, dan pada konsentrasi 2,5%–12,5%, diameter zona hambat semakin meningkat.Kata kunci: Kemangi, E. coli, Sabun cuci tangan, Sonifikasi
PENGARUH SUHU OKSIDASI ISOEUGENOL PADA PEMBUATAN VANILLIN DENGAN OKSIDATOR M-NITROBENZENE SULFONIC ACID SODIUM SALT Marsela, Anis; Purnawan, Irfan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan akan vanillin semakin meningkat, sedangkan jumlah produk vanillin sendiri terbatas karena pembuatan vanillin dari batang tanaman vanillin memerlukan biaya yang cukup besar, sehingga diperlukan alternatif bahan baku lain untuk membuat vanillin secara sintesis salah satunya dari isoeugenol yang merupakan isomer dari eugenol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan proses oksidasi yang dapat menghasilkan rendemen vanillin yang tinggi, mengetahui pengaruh dari variasi suhu terhadap kemurnian vanillin yang dihasilkan dari reaksi oksidasi isoeugenol. Pembuatan vanillin dari isoeugenol dilakukan dengan cara mengoksidasi isoeugenol menjadi vanillin. Pada penelitian ini akan dilakukan proses oksidasi dengan oksidator Nitrobenzen Sulfonic Acid Sodium Salt untuk mendapat kondisi optimum dalam percobaan ini dilakukan variasi suhu  oksidasi 95 oC, 97,5 oC, 100 oC, 102,5 oC, 105oC, 107,5oC  selama 1 jam. Proses pembuatan vanillin dari isoeugneol terdiri dari proses oksidasi, proses ekstraksi dengan menggunakan toluen, proses evaporasi untuk menguapkan toluen dan rekristalisasi untuk memurnikan kristal vanillin.  Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa suhu terbaik untuk reaksi oksidasi adalah 102,5oC dengan kadar vanillin  setelah reaksi oksidasi adalah 93,12% , sedangkan kadar kristal vanillin  setelah rekristalisasi adalah 99,02% dan rendemen nya sebesar 82,70%. Kata kunci: Isoeugenol, Nitrobenzen Sulfonic Acid Sodium Salt, Oksidasi, Vanillin.
PENGARUH PERSEN PIGMEN TERHADAP KERAMIK BERGLASUR DENGAN PIGMEN NANOPARTIKEL CoAl2O4 Mursyid, Fadilah; Fithriyah, Nurul Hidayati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kobalt merupakan bahan kimia yang umum digunakan sebagai bahan pewarna di berbagai industri, oleh karena itu dilakukan pengembangan alternatif pembuatan pewarna dengan bahan baku CoAl2O4 sebagai pigmen pada keramik dengan teknologi nano. CoAl2O4 disintesa dengan proses kalsinasi untuk menghasilkan pigmen. Pigmen kemudian dicampurkan dengan glasur untuk menghasilkan floor tile berglasur warna melalui proses pembakaran. Floor tile berglasur warna kemudian dilakukan pengujian pengaruh persen pigmen terhadap cacat glasur, kekerasan, porositas, kekuatan tekuk, dan warna. Variable persen pigmen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 1, 2, dan 3 % dengan dua pigmen yang berbeda yaitu pigmen hasil sintesa dan standar industri.. Hasil uji cacat glasur didapatkan cacat pinhole pada pigmen 2%, 3%, hasil uji kekerasan 21,83 untuk 1% pigmen, 13,35 untuk 2% pigmen, 30,7 untuk 3%, hasil porositas berturut-turut 15,85%, 15,35%, dan 15,68%, kekuatan Tekuk berturut-turut 62,24 kg/cm², 57,42 kg/cm², 72,62 kg/cm² dan Warna keramik berglasur yang dihasilkan oleh pigmen hasil sintesa dengan persentase 1, 2, dan 3 % belum bisa menyamai warna keramik yang menggunakan pigmen standar industri dengan hasil nilai dE 15,88;14,73; dan 11,32 Kata kunci: Glasur, Kobalt, Pigmen
Analisis Stakeholder : Perawatan Jembatan Kereta Api yang Optimal Patria, Amalia Naurah; Aprisandi, Dasa; Kristia, Elisabet Merida
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan kereta api adalah komponen krusial dalam infrastruktur transportasi yang mendukung distribusi barang dan mobilitas penumpang. Keberlanjutan dan keandalannya sangat bergantung pada sistem perawatan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan pengaruh berbagai pemangku kepentingan dalam pemeliharaan jembatan kereta api, guna merumuskan strategi perawatan yang optimal. Melalui analisis stakeholder, penelitian ini mengidentifikasi tujuh pihak utama, di mana PT KAI dan Balai Teknik Perkeretaapian dikategorikan sebagai key player dengan pengaruh dominan. Hasil analisis menunjukkan pentingnya penguatan kolaborasi antara stakeholder utama dan marginal. Sebagai implementasi, forum kolaboratif antara PT KAI, Balai Teknik Perkeretaapian, dan perguruan tinggi diusulkan untuk mengadopsi riset terkini seperti pemantauan IoT dan penggunaan material inovatif. Model dari Kementerian PUPR dapat menjadi acuan kolaborasi, sementara transparansi dapat ditingkatkan melalui sistem "Open Project Dashboard" seperti yang diterapkan di proyek jalan tol. Rekomendasi lain mencakup pengembangan regulasi yang lebih komprehensif, platform digital kolaboratif, serta pemberian insentif bagi stakeholder dengan kinerja terbaik. Temuan ini diharapkan menjadi landasan bagi kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam perawatan jembatan kereta api. Kata kunci: perawatan, jembatan, kereta api, stakeholder.
Efektivitas Komposisi Arang Aktif Campuran Kulit Pisang Kepok (Musa Acuminata) Dan Zeolit Untuk Mengurangi Potensi Pencemaran Limbah Naftalena Sugiharto, Untung; Laksmana, Roza Indra; Setiawan, Risdiyana; Fatika, Siti; Febrian, Fio; Pitaloka, Adinda
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah yang dihasilkan dari kegiatan penelitian di laboratorium memiliki karakteristik yang beragam, meskipun volumenya relatif kecil. Salah satu jenis limbah yang umum ditemukan adalah limbah yang mengandung poliaromatik hidrokarbon (PAH), seperti naftalena, yang bersifat toksik dan persisten di lingkungan sehingga memerlukan metode pengolahan yang efektif. Penyisihan naftalena dari limbah cair dapat dilakukan melalui berbagai proses fisika, kimia, maupun kombinasi keduanya, dengan metode adsorpsi sebagai salah satu teknik yang banyak diterapkan karena efisiensi dan kemudahannya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas campuran arang aktif kulit pisang kepok dan zeolit dalam menurunkan konsentrasi naftalena pada limbah cair laboratorium, serta menganalisis karakteristik kinetika dan isoterm adsorpsi dari campuran tersebut. Selain itu, penelitian ini membandingkan kinerja adsorpsi campuran dengan masing-masing bahan secara terpisah. Arang aktif kulit pisang kepok dan zeolit digunakan sebagai adsorben alami, dengan analisis daya serap untuk menentukan efisiensi penyisihan naftalena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi arang aktif kulit pisang kepok dan zeolit dengan rasio 1:3 mampu mencapai efisiensi adsorpsi sebesar 99,051% dalam waktu 1 jam pada suhu 60°C. Temuan ini menunjukkan bahwa pencampuran kedua bahan tersebut menghasilkan sinergi dalam mekanisme adsorpsi, yang ditunjukkan oleh peningkatan luas permukaan dan efektivitas interaksi antara adsorben dan naftalena dalam larutan. Dengan demikian, kombinasi arang aktif kulit pisang kepok dan zeolit berpotensi sebagai material adsorben yang efektif untuk pengolahan limbah cair laboratorium yang mengandung naftalena.
Penerapan Machine Learning Dalam Optimasi Proses Konversi Biomassa Menjadi Energi Febriani, Annisa Vada; Murdifin; Idris, M; Wardhana1, Budi Setya
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi terbarukan menjadi strategi penting dalam mendukung transisi menuju sistem energi berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja model machine learning (ML) dalam mengoptimasi proses konversi biomassa, khususnya pada pengarangan pelepah dan cangkang kelapa sawit, melalui prediksi parameter nilai kalor dan Yield arang terhadap variasi suhu. Optimasi proses pengarangan dilakukan pada suhu 300°C hingga 1000°C dengan waktu tinggal 2 jam, dan hasilnya dianalisis menggunakan beberapa model ML. Evaluasi performa model dilakukan berdasarkan nilai koefisien determinasi (R²), Root Mean Square Error (RMSE), dan Mean Absolute Error (MAE). Hasil menunjukkan bahwa model GPR memiliki performa prediksi tertinggi dengan nilai R² mendekati 1, namun GPR cenderung menghasilkan prediksi yang tidak sepenuhnya sesuai dengan fenomena fisis proses pengarangan. Studi ini menekankan pentingnya pendekatan multi-model dalam optimasi konversi biomassa dan menunjukkan bahwa pemilihan model ML tidak hanya bergantung pada akurasi prediktif, tetapi juga pada kemampuan model merepresentasikan mekanisme proses yang mendasari. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan sistem cerdas dalam perancangan proses konversi biomassa secara efisien dan berkelanjutan.
Peran Manajemen Energi terhadap Efisiensi Konsumsi Listrik Rumah Tangga di Indonesia Jamilatun, Siti; Rhomadoni, Firda Rizki; Astuti, Erna; Wardhana, Budi Setya; Idris, M; Auliasari, Putry Ayu
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk Indonesia dari 255,88 juta jiwa pada tahun 2015 menjadi 281,6 juta jiwa pada tahun 2024 telah mendorong pertumbuhan konsumsi listrik rumah tangga secara signifikan. Sektor ini menyumbang sekitar 42% dari total konsumsi listrik nasional, menjadikannya sasaran strategis dalam upaya efisiensi energi. Namun, pertumbuhan konsumsi tersebut belum sepenuhnya diiringi oleh praktik penggunaan energi yang efisien, sehingga berpotensi menimbulkan krisis energi dan tekanan terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran manajemen energi dalam meningkatkan efisiensi konsumsi listrik di sektor rumah tangga melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan penelusuran berbagai sumber ilmiah, data statistik nasional, serta laporan kebijakan energi. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsumsi listrik per kapita Indonesia meningkat dari 0,84 MWh pada tahun 2013 menjadi 1,20 MWh pada tahun 2023, namun masih tertinggal dibandingkan negara-negara anggota G20, seperti Korea Selatan (11 MWh) dan Jepang (8,2 MWh). Penerapan manajemen energi melalui edukasi literasi energi, pemanfaatan peralatan hemat energi, penerapan teknologi rumah pintar, sistem tarif berbasis waktu, serta integrasi energi terbarukan seperti panel surya atap terbukti mampu menekan pemborosan energi secara signifikan. Meski demikian, implementasi strategi ini masih menghadapi tantangan berupa rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan infrastruktur, dan kendala finansial. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk mewujudkan ekosistem energi rumah tangga yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mencapai ketahanan energi nasional.
Transformasi Manajemen Energi di Gedung Perkantoran Modern melalui Teknologi Cerdas Auliasari, Putry Ayu; Astuti, Erna; Jamilatun, Siti; Rhomadoni, Firda Rizki; Wardhana, Budi Setya; febriani, Annisa Vada
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi manajemen energi di gedung perkantoran modern semakin bergantung pada teknologi cerdas untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan. Artikel ini mengkaji berbagai teknologi seperti sensor pintar, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan sistem otomasi bangunan yang diterapkan guna mengoptimalkan konsumsi energi tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi literatur dengan menelusuri dan menganalisis sumber-sumber ilmiah terpercaya yang membahas penerapan teknologi cerdas dalam manajemen energi gedung. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi teknologi cerdas mampu mengurangi konsumsi energi secara signifikan, menekan biaya operasional, serta mendukung pengelolaan energi yang adaptif dan berkelanjutan. Dari berbagai literatur yang dianalisis, Building Energy Management System (BEMS) dinilai sebagai solusi paling efisien karena mampu memantau dan mengontrol penggunaan energi secara real-time, terutama pada sistem HVAC dan pencahayaan yang merupakan komponen utama konsumsi energi di gedung. IoT mendukung otomatisasi dan pemantauan cerdas melalui konektivitas antar perangkat, sementara AI menambahkan lapisan kecerdasan dalam sistem melalui kemampuan mendeteksi anomali, memprediksi pola penggunaan energi, dan memberikan rekomendasi otomatis. Studi ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan strategi dan kebijakan energi di sektor bangunan perkantoran modern. Pengelola gedung perlu mengadopsi teknologi cerdas yang sesuai. Riset lanjutan diarahkan pada evaluasi jangka panjang dan pengembangan AI untuk efisiensi energi berkelanjutan.
Potensi Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) sebagai Bahan Adsorben untuk Mengatasi Pencemaran Zat Warna Sintetis di Limbah Industri Wardhana, Budi Setya; Hanum, Farrah Fadhillah; Lestari, Rimadina Sukmasuci; Rahayu, Dheka Esti; Amini, Mar’atu Roisa
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan industri tekstil yang pesat telah menyebabkan peningkatan limbah cair yang mengandung zat pewarna sintetis. Zat pewarna ini dikenal sulit terurai serta berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Berbagai metode pengolahan limbah telah dikembangkan, salah satunya adalah metode adsorpsi yang dinilai efisien dan ramah lingkungan. FABA yang merupakan limbah padat dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), kini tidak lagi dikategorikan sebagai limbah B3 dan berpotensi dimanfaatkan sebagai material adsorben. Artikel ini mengkaji karakteristik FABA, efektivitasnya dalam mengadsorpsi zat pewarna, serta faktor-faktor yang memengaruhi kinerjanya. Hasil kajian menunjukkan bahwa FABA mampu menurunkan konsentrasi zat pewarna seperti Rhodamine B (RhB), Direct Blue 78 (DB 78), Crystal Violet (CV), dan Direct Fast Scarlet 4BS (DFC 4BS) secara signifikan, dengan efisiensi penyisihan mencapai lebih dari 90%. Pemanfaatan FABA sebagai adsorben tidak hanya menawarkan solusi pengolahan limbah cair industri yang lebih ekonomis dan berkelanjutan, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan limbah padat PLTU. Kajian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan teknologi pengolahan limbah industri yang lebih ramah lingkungan di masa depan.
Kajian Teknologi Material Maju untuk Pengolahan Ion Sulfat pada Limbah Cair Industri Sari, Hutri Puspita; Rahayu, Aster; Hakika, Dhias Cahya
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran ion sulfat menjadi masalah serius dalam lingkungan, terutama akibat aktivitas industri seperti pertambangan dan pengolahan mineral. Tingginya konsentrasi sulfat dapat merusak kualitas air dan kesehatan manusia. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas material maju dalam menghilangkan ion sulfat dari air limbah. Metode yang digunakan mencakup studi literatur yang komprehensif, dengan fokus pada berbagai material seperti nanomaterial, komposit, dan resin penukar ion yang telah terbukti efektif dalam penghilangan sulfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ettringit dan polialuminum chloride (PAC) dapat mencapai efisiensi penghapusan sulfat hingga 90%. Selain itu, material seperti hidrokalumite dan resin penukar ion juga menunjukkan potensi yang signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pemilihan material yang tepat dan pengaturan kondisi operasional, seperti pH dan waktu kontak, sangat berpengaruh terhadap efisiensi penghilangan sulfat. Oleh karena itu, penggunaan material maju menawarkan solusi yang lebih berkelanjutan untuk mengatasi pencemaran sulfat dalam industri, sekaligus mendukung pengelolaan air limbah yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru untuk praktik pengolahan air yang lebih baik di masa depan.

Page 100 of 104 | Total Record : 1032