cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 255 Documents
MODEL CERIA (COMMUNITY EMPOWERMENT AND HEALTH INSURANCE AWARENESS) DI KEMUNING, KARANGANYAR Murti, Nugroho Wisnu; Widyaningsih, Vitri
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku II Bidang Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 2
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengatur kehidupan mereka sehingga menjadi lebih baik. Sebagian besar kegiatan yang dilakukan adalah meningkatkan kemandirian dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Model CERIA yang kami implementasikan menggabungkan pemberdayaan ekonomi dengan kesehatan, dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya memiliki asuransi kesehatan. Program yang dilakukan terintegrasi dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan oleh mahasiswa STIE Surakarta. Model yang kami terapkan adalah peningkatan kemandirian masyarakat dalam bidang ekonomi dilanjutkan dengan peningkatan kemampuan finansial dengan menanamkan . kesadaran asuransi, dalam hal ini asuransi Kesehatan. Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan melalui peningkatan kemandirian ekonomi dengan memaksimalkan potensi daerah, melalui perbaikan jalur wisata, peningkatan promosi produk serta kemasan produk teh, dan pembuatan makanan tradisional lumpia pisang. Peningkatan kesadaran asuransi dilakukan melalui kegiatan terintegrasi, dengan memberikan leaflet pentingnya asuransi. Dari hasil observasi dan wawancara, kesadaran masyarakat akan asuransi masih rendah, dimana masyarakat masih menilai asuransi kesehaan sebagai  investasi yang tak berguna apabila masyarakat tidak sakit atau tidak menggunakan asuransi. Peningkatan kemandirian ekonomi melalui peningkatan pendapatan, sangat penting disertai dengan peningkatan kemampuan masyarakat untuk mengelola keuangan, terutama untuk mengatasi kesulitan yang mungkin akan dihadapi di masa datang. Perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan program untuk dapat diimplementasikan dalam skala yang lebih luas. Kata Kunci : Pemberdayaan masyarakat, kesadaran asuransi kesehatan, model CERIA
DAYA SAING DAN TANTANGAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (Suatu Kajian Tentang Sumber Daya Manusia) Suharto, Suharto
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku I Bidang Ilmu Ekonomi dan Pertanian, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 September
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena administratif yang muncul belakangan ini adalah makin besarnya perhatian masyarakat terhadap manajemen sumberdaya manusia. Para tokoh yang berkompeten dilingkungan pemerintahan, swasta maupun ilmuwan yang menekuni berbagai cabang ilmu, seolah-olah memberikan perhatian yang makin besar dibandingkan dengan beberapa dasawarsa terakhir, sehingga memunculkan berbagai spekulasi tentang bagaimana memaknai sumberdaya manusia. Fenomena itu menyebabkan munculnya berbagai pertanyaan diseputar sumberdaya manusia. Untuk menjawabnya tentu saja akan melibatkan banyak hal. Jika ditelaah satu demi satu, masing-masing memiliki penyebab yang berbeda antara satu dengan yang lain. Kegiatan intelektual yang intensif merupakan salah satu pendekatan yang harus dilakukan bila kita ingin mengkaji lebih jauh mengenai pentingnya manajemen sumberdaya manusia. Karena melalui pendekatan intelektual itu diharapkan bisa merumuskan rekomendasi yang harus dilakukan dengan tujuan untuk menjawab beberapa persoalan yang kian komplek untuk menciptakan sumaer daya manusia sebagai kekuatan daya saing bangsa.Kata Kunci: Sumber Daya Manusia,Manajemen,Negara Berkembang.
ANALISIS INFRASTRUKTUR UNGGULAN DALAM PERKEMBANGAN WILAYAH KECAMATAN PURBALINGGA Sutomo, Sutomo; Shalihati, Sakinah Fathrunnadi
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku II Bidang Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 2
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui perkembangan infrastruktur tiap kelurahan di Kecamatan Purbalingga secara keruangan, mengetahui infrastruktur yang menjadi unggulan tiap kelurahan di Kecamatan Purbalingga dan mengetahui faktor yang mempengaruhi perkembangan infrastruktur unggulan tiap kelurahan di Kecamatan Purbalingga. Analisis infrastruktur unggulan dalam perkembangan wilayah pada penelitian ini dilihat dari sudut pandangan geospatial. Dengan menggunakan metode penelitian analisis data sekunder dengan menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG). Unit analisisnya berupa kelurahan di Kecamatan Purbalingga. Menggunakan teknik analisis kualitatif untuk analisis peta tingkat perkembangan infrastruktur tiap kelurahan Kecamatan Purbalingga, dan tabel infrastruktur yang menjadi unggulan tiap kelurahan Kecamatan Purbalingga. Kemudian untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perkembangan infrastruktur unggulan perlu melakukan wawancara kepada kepala kelurahan pada kelurahan sampel yang dipilih secara acak (randoom). Hasil Penelitian menunjukkan 1) Perkembangan potensi dan hasil pembangunan infrastruktur di Kecamatan Purbalingga menunjukkan 4 kelurahan (30,75%) berada di Klasifikasi Tinggi yaitu Kelurahan Bancar, Penambongan, Purbalingga Kidul, Purbalingga Kulon. Klasifikasi Sedang terdapat 4 kelurahan (30,75%) yaitu Kelurahan Jatisaba, Purbalingga Wetan, Purbalingga Lor, Kembaran Kulon. Sedangkan Klasifikasi Rendah terdapat di 5 kelurahan (38,5%) yaitu Kelurahan Bojong, Toyareja, Kedungmenjangan, Kadanggampang, Wirasana. 2) Kelurahan yang memiliki infrastruktur unggulan terbanyak adalah Kelurahan Jatisaba sejumlah 5 infrastruktur unggulan, di susul Kelurahan Bojong, Purbalingga Lor, Wirasana masing-masing 4 infrastruktur unggulan,  kemudian 9 kelurahan yang lainnya memiliki 3 infrastruktur unggulan. 3) Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan infrastruktur unggulan di Kecamatan Purbalingga adalah adanya dukungan dari program pemerintah dan adanya peran/partisipasi masyarakat.Kata Kunci: Infrastruktur, Pengembangan Wilayah
IbM TECHNOPRENEURSHIP BAGI ANAK ASUH PANTI ASUHAN RIYAADLUL JANNAH DAN PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH DI KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Sutrisno, Sugeng; Darmanto, Susetyo
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku I Bidang Ilmu Ekonomi dan Pertanian, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 September
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Technopreneurship atau Kewirausahaan berbasis Teknologi Informasi adalah salah satu bidang pengembangan usaha yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga kegiatan technopreneurship tersebut diharapkan memberi bekal ketrampilan dan kemandirian untuk kelak dapat mandiri dan berwirausaha.Anak asuh Panti Asuhan adalah bagaian dari kelompok masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian karena keterbatasan mengembangkan  pendidikan dan ketrampilan. Oleh karena itu dipandang perlu untuk memberikan keterampilan praktis bidang teknologi informasi bagi anak asuh Panti Asuhan RiyaadlulJannah dan Panti Asuhan Muhammadiyah di Kecamatan Pedurungan Kota Semarang sebagai bekal berwiraswasta setelah menyelesaikan pendidikan.Tujuan kegiatan ini selain kemampuan hardskill yang berupa ketrampilan membuat dan memperbaiki peralatan elektronika, komputer dan handphone, juga memberikan kemampuan softskill berupa pengetahuan tentang dunia wirausaha (teknopreneurship), sikap optimis dalam menghadapi hari esok dan sikap untuk tidak mudah menyerah.Metode pelaksanaan program meliputi : Penyusunan diktat pelajaran elektronika / komputer / hand phone, ceramah kewirausahaan, penyampaian teori, praktek, dan trouble shooting (perbaikan kerusakan). Hasil yang diharapkan dicapai adalah anak-anak semangat mengembangkan kewirausahaan dengan berbekal memiliki keterampilan elektronika berupa kemampuan mereparasikan perangkat elektronika dan komputer.Kata kunci: Technopreneurship, Anak asuh,  Panti Asuhan
PELATIHAN GERAK DAN LAGU DOLANAN AANAK DI TK UMP Wijayanti, Okto
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku II Bidang Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 2
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk membantu guru mengembangkan dan meningkatkan kemampuan, serta keterampilan dalam berkreasi gerak dan lagu dolanan anak sehingga guru dapat memiliki pengetahuan dan kepercayaan diri untuk mengajar tari kepada siswanya. Metode pendekatan untuk mendukung realisasi program Ipteks bagi Sekolah dalam bentuk pelatihan koreografi gerak dan lagu tembang dolanan anak (tembang Jawa). Pelatihan diperuntukkan untuk  guru TK UMP yang berjumlah 9 orang. Kegiatan pelatihan ini melibatkan dosen, guru, dan, mahasiswa serta siswa TK UMP. Materi pelatihan koreografi gerak dan lagu tembang dolanan anak meliputi hafalan lagu tembang dolanan anak berjudul Ojo Rame-Rame, kreatifitas penyusunan koreografi gerak,variasi garap pola lantai dan menyanyi tembang dolanan anak (gerak dan lagu). Diharapkan setelah mendapatkan materi pelatihan, guru-guru dapat mengaplikasikan keterampilan dan pengetahuan yang didapatkan setelah pelatihan untuk diajarkan kepada siswa dengan rasa percaya diri sehingga dapat mengatasi permasalahan pembelajaran yang dihadapi tanpa menggantungkan kehadiran guru tari untuk melaksanakan pembelajaran tari di kelas.Kata Kunci: Gerak dan Lagu, Tembang Dolanan Anak, TK UMP.
PENINGKATAN JUMLAH NASABAH UMKM MELALUI DIMENSI KUALITAS JASA DAN KEPUASAN NASABAH BANK PERKREDITAN RAKYAT Silaningsih, Endang; Gemina, Dwi
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku I Bidang Ilmu Ekonomi dan Pertanian, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 September
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dimensi kualitas jasa dan kepuasan nasabah merupakan kriteria standar untuk peningkatan jumlah nasabah BPR.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja PT. BPR melalui analisis penentu prioritas perbaikan dan indeks kepuasan. Responden dalam penelitian ini adalah nasabah UMKM pada PT BPR dengan sampel 100 responden.Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, dan di uji melalui uji validitas dan uji reliabilitas dan berdasarkan hasil uji validitas maupun reliabilitas menunjukkan bahwa 35 butir pernyataan dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data yang digunakan dengan  Important Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Dari hasil analisis  IPA diperoleh hasil bahwa reliability merupakan dimensi yang perlu prioritas penanganan terutama pada atribut kemudahan dan kecepatan dalam pengajuan aplikasi kredit terutama untuk agunan sertifikat rumah dan kecepatan pelayanan occount officer. Sedangkan hasil indeks kepuasan nasabah UMKM PT. BPR termasuk kedalam kategori satisfied (puas) dengan nilai 84%. Kata kunci : Dimensi kualitas jasa, Kepuasan Nasabah, UMKM
PENERAPAN PENCEGAHAN PRIMER, SEKUNDER DAN TERSIER PENULARAN TB DI TEMPAT KERJA Subijanto, Achmad Arman; Khotijah, Khotijah; Widyaningsih, Vitri
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku III Bidang Ilmu Kesehatan dan Sains Teknik, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 Se
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberculosis (Tb) yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis masih merupakan masalah kesehatan utama di dunia, termasuk di Indonesia. Tb merupakan penyebab kematian dan kesakitan utama akibat infeksi di dunia. WHO mengestimasikan sepertiga penduduk di dunia yang terinfeksi Tb, sekitar 5-10% diantaranya berkembang menjadi Tb aktif yang dapat menular. Industri Batik merupakan industri informal yang mempunyai cukup banyak tenaga kerja. Lingkungan kerja pada workplace printing dan cap yang mengharuskan lembab dan tertutup dapat meningkatkan perkembangbiakan mycobacterium tuberculosis sehingga risiko penularan penyakit Tb pada tenaga kerja sangat tinggi. Perlu dilakukan identifikasi faktor lingkungan di tempat kerja serta kondisi kesehatan secara umum untuk mencegah terjadinya penularan Tb di tempat kerja pada pekerja sektor informal. Langkah yang dilakukan meliputi identifikasi hazard, risk assessment, dan risk control dengan melaksanakan hirarkhi pengendalian yang meliputi eliminasi, substitusi, pengendalian teknik, pengendalian administratif, serta pemakaian alat pelindung diri. Setiap industri memiliki risiko dan prioritas risiko masing-masing sehingga memerlukan tindakan pengendalian yang berbeda. Pencegahan sekunder dilakukan dengan skrining dan pencegahan tersier dilakukan dengan merujuk penderita Tb ke Puskesmas.Kata Kunci: Pencegahan Primer, Sekunder, Tersier, Tempat Kerja, Tuberculosis
SIMPLE PREDICTION MODEL FOR POTATO YIELD BASED ON WATER AND NUTRIENTS AVAILABILITY IN SOIL WITH DIFFERENT FERTILIZERS AND BIOCHARS APPLICATION Wijaya, Krissandi; Ardiansyah, Ardiansyah; Kuncoro, Purwoko H; Nishimura, Taku
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku I Bidang Ilmu Ekonomi dan Pertanian, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 September
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The yield of potato crop strongly depends on water and nutrients availability in soil, which in turn are affected by type/rate of fertilizer and soil-amendment applied. This research was aimed to develop simple prediction model for potato crop (Atlantik variety) yield based on water and nutrients availability in its growing soil (pot) with different types/rates of fertilizers and biochars. The totally 60 pots of inorganic (P1; N: 100 kg/ha, P: 300 kg/ha, K: 150 kg/ha) and organic fertilizer (P2; NPK-dosage was equalized to inorganic-NPK) in combination with zero-(A0),wood-(A1),rice-husk-(A2),and activated-charcoal (A3) having dosage of 5 ton/ha (D1), 10 ton/ha (D2), and 15 ton/ha (D3) each were prepared in a screen-house located at Serang village, Purbalingga regency, and sowed by Atlantik potato seed. For the entire treatments, the water requirement (evapotranspiration) was determined from daily weather data (temperature, relative humidity, wind-speed, and solar-radiation), while soil-nutrients contents were monthly sampled and analyzed in laboratory. The yield was then measured in each cropping-pot at harvesting time. The results showed that the yield of Atlantic potato with different types/rate of fertilizers and biochars was well predicted by a simple model, in which the errors were ranged from 0.33 – 0.77%. The organic fertilizer with wood-charcoal of 10 ton/ha gave the highest yield of Atlantic potato crop.Keywords: Simple prediction model, Atlantik potato yield, inorganic and organic fertilizer, biochars, water and nutrients availability
PERBEDAAN GANGGUAN PENDENGARAN PEKERJA TERPAPAR BISING INDUSTRI DI SURAKARTA ANTARA PEKERJA MEMAKAI ALAT PELINDUNG TELINGA DAN PEKERJA TIDAK MEMAKAI ALAT PELINDUNG TELINGA Rinawati, Seviana; Utari, Siti; Sumardiyono, Sumardiyono
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku III Bidang Ilmu Kesehatan dan Sains Teknik, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 Se
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bising yang melebihi Nilai Ambang Batas pada industri dapat berisiko gangguan pendengaran terutama pada pekerja tidak memakai alat pelindung telinga yang disediakan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Gangguan Pendengaran Pekerja Terpapar Bising Industri di Surakarta antara Pekerja Memakai Alat Pelindung Telinga dan Pekerja Tidak Memakai Alat Pelindung Telinga. Metode Penelitian  yang digunakan merupakan penelitian survey analitik, desain cross sectional. Populasi : 305 pekerja dengan sampel penelitian secara purposive sampling (kriteria inklusi dan eksklusi) sejumlah 67 orang masing-masing pada pekerja memakai dan tidak memakai APT. Analisis data menggunakan uji Mann- Whitney (ρ<0,05). Hasil Penelitian Menunjukkan gangguan pendengaran tinggi pada pekerja tidak memakai APT, memiliki risiko gangguan pendengaran 3,35 kali lebih besar daripada yang memakai APT dan adanya perbedaan tersebut ditunjukkan dengan nilai p = 0,002. Dari penelitian  menunjukkan ada Perbedaan Gangguan Pendengaran Pekerja Terpapar Bising Industri di Surakarta antara Pekerja Memakai APT dan Pekerja Tidak Memakai APT. Disarankan seleksi masuk pekerja dilakukan tes kesehatan telinga dan disiplin memakai APTKata Kunci : Alat Pelindung Telinga, Bising industri, Gangguan pendengaran
SKRINING MARKA RAPD TERKAIT KARAKTER MANDUL JANTAN PADA JERUK LOKAL DAN INTRODUKSI Dewi, Prita Sari; Hadi, Sapto Nugroho; Indraswari, Giriluhita
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku I Bidang Ilmu Ekonomi dan Pertanian, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 September
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jeruk tanpa biji merupakan salah satu karakter penting dalam program pemuliaan tanaman jeruk. Salah satu metode yang sering digunakan untuk menghasilkan jeruk tanpa biji adalah menggunakan tetua persilangan dengan karakter mandul jantan (male sterility) dan partenokarpi. Penelitian yang dilakukan oleh Dewi et al. (2013c) menunjukkan adanya segregasi karakter mandul jantan pada hibrida hasil persilangan “HY16” (Citrus hanayu × C. yuzu)  × “Foster Pink” grapefruit (C. paradisi). Ada tujuh marka RAPD terseleksi dari total 260 primer yang digunakan terkait karakter mandul jantan pada hibrida hasil persilangan tersebut. Marka tersebut meliputi CMN-A10, CMN-A19, CMN-B66, CMN-B19, CMN-B92, OPA05 dan OPB17. Peta pautan antara karakter mandul jantan dan ketujuh marka tersebut sudah dibuat dengan jarak terdekat 8,4 cM terhadap gen dominan (gen R1 atau R3) dan 15,5 cM terhadap gen resesif (r1 atau r3). Ketujuh marka tersebut digunakan untuk melakukan skrining terhadap 15 jeruk lokal dan introduksi dengan karakter fertil jantan serta karakter berbiji atau non biji. Suatu varietas jeruk dikatakan bersifat non biji bila memiliki enam biji atau kurang. Profil agarose menunjukkan bahwa tiga primer (OPA5, CMN-B19 dan CMN-B92) teramplifikasi pada semua jenis jeruk yang diuji. Hasil analisis PCR menunjukkan tiga marka yaitu CMN-B66, CMN-A19 dan CMN-A10 teramplifikasi pada semua jenis jeruk yang diuji kecuali pada jeruk nipis non biji (C. aurantifolia). Di sisi lain, ada satu marka yaitu OPB17 yang teramplifikasi hanya jeruk nipis non biji. Pengamatan morfologi terhadap bunga jeruk nipis non biji menunjukkan adanya kondisi fertil jantan. Meskipun demikian, jeruk nipis non biji ini memiliki gen dominan terkait fertil jantan dan gen resesif terkait mandul jantan.  Kata kunci : Jeruk, mandul jantan, marka RAPD, pautan sifat.