cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23030011     EISSN : 27150690     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 545 Documents
Upaya Peningkatan Daya Dukung Tanah Dasar (Subgrade) dengan Menggunakan Campuran Fly Ash, Bottom Ash dan Silika Putri, Silfa Nayyira; Putra, Andius Dasa; Iswan, Iswan; Syah, Aminudin
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i3.3622

Abstract

Soil or subgrade is the place where the construction made by technicians for personal and collective interests stands. Before starting a construction, soils that have low bearing capacity, water absorption and high plasticity can be stabilised by soil stabilisation methods. Soil stabilization may involve the use of chemical stabilization materials. This research aims to determine the effect and get the appropriate comparison of the results of the addition of a mixture of fly ash, bottom ash and silica. This research study was conducted using soil samples from Kalianda subdistrict and stabilization materials in the form of fly ash, bottom ash and silica matured for 24 hours. Tests were conducted at the Soil Mechanics Laboratory and physical and mechanical properties were tested.. Clay soils classified as A-7-5 (AASHTO) and OH (USCS) mixed with 4 different compositions of stabilising materials had different results. Of the 4 compositions, the mixture that has the largest bearing capacity value is only silica. Because the results of the CBR test on the mixture that added silica were greater than the mixture using only fly ash and bottom ash. Fly ash, bottom ash and silica gel are easily found or affordable, but the use of silica can increase costs due to its relatively expensive price, inversely proportional to the very affordable price of fly ash and bottom ash.  
Analisis Perbandingan Pengaruh Variasi Ukuran Panjang Pada Kawat Bendrat Terhadap Beton Konvensional Ristama, M Alvany Veschonanda; Isneini, Mohd; Noorhidana, Vera Agustriana; Widyawati, Ratna
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i3.3637

Abstract

AbstrakBeton adalah material konstruksi yang terdiri dari campuran bahan-bahan seperti semen, air, dan agregat, yang digunakan dalam berbagai jenis infrastruktur. Beton memiliki nilai kuat tekan yang tinggi namun lemah terhadap gaya tarik. Penambahan kawat bendrat pada beton dilakukan untuk menaikkan nilai kuat tarik dan kuat lentur beton. Penelitian ini menggunakan volume fraksi 0%, 0,75% dan 1,5% dengan menggunakan variasi panjang tiap volume fraksi sebesar 30 mm, 50 mm, dan 70 mm dan bertujuan untuk menganalisis panjang kawat bendrat paling efektif sebagai bahan campuran beton. Pengujian dilakukan pada umur rencana 28 hari dan pengujian kuat tekan menggunakan sampel silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm sedangkan pengujian kuat tarik lentur menggunakan sampel balok dengan ukuran 100x100x400 mm. Pada kuat tekan penambahan serat kawat bendrat dinilai tidak efektif dan mengalami penurunan terkecil pada beton volume fraksi 0,75% panjang kawat bendrat 50 mm dengan penurunan sebesar 0,68%. Sedangkan pada kuat tarik lentur penambahan serat kawat bendrat dinilai efektif dan mengalami peningkatan terbesar sebesar 168,39% dari beton normal yaitu pada beton volume fraksi 1,5% dengan panjang kawat bendrat 50 mm.Kata kunci : beton, serat kawat bendrat, variasi panjang, kuat tekan, kuat tarik lentur.
Analisis Kombinasi Campuran Serat Baja dan Kawat Bendrat pada Beton Konvensional Rahmanisa, Laila Indah; Isneini, Mohd; Noorhidana, Vera Agustriana; Widyawati, Ratna
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i3.3639

Abstract

AbstrakBeton konvensional adalah beton dengan bahan campuran yang terdiri dari semen, air, agregat kasar, dan agregat halus. Beton konvensional memiliki kelemahan, yaitu lemah terhadap tarik dan bersifat getas. Untuk mengatasi kuat tarik yang rendah, beton konvensional dapat dicampurkan dengan serat. Pada penelitian ini, dilakukan penambahan kombinasi campuran serat baja 3D Dramix dan serat kawat bendrat. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari perbandingan campuran serat baja 3D Dramix dan kawat bendrat yang optimal, karena dengan mengetahui perbandingan campuran yang optimal maka dapat ditemukan formulasi terbaik dari kerja beton serta dapat menekan pengeluaran untuk kebutuhan material (low effort, high impact). Penelitian ini dilakukan dengan penambahan volume fraksi 0%, 1%, dan 1,5% dari volume adukan beton. Benda uji yang digunakan berupa silinder dengan ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm untuk kuat tekan, dan balok dengan ukuran (100 x 100 x 400) mm untuk kuat tarik lentur. Dari hasil penelitian telah didapat kesimpulan : (1) Dari campuran kombinasi 3D Dramix dan kawat bendrat didapat perbandingan yang memberikan hasil paling optimum untuk menaikkan nilai kuat tekan yaitu pada kadar variasi 3D Dramix 0,5% dan kawat bendrat 0,5% di volume fraksi 1%. (2) Dari campuran kombinasi 3D Dramix dan kawat bendrat didapat perbandingan yang memberikan hasil paling optimum untuk menaikkan nilai kuat tarik lentur yaitu pada kadar variasi 3D Dramix 0,5% dan kawat bendrat 1% di volume fraksi 1,5%.  Kata kunci : Serat baja 3D Dramix, kawat bendrat, kuat tekan, kuat tarik lentur.
Kajian Potensi Risiko Kecelakaan pada Stasiun LRT Palembang dengan Analisis Semi-Kuantitatif Rindiani, Rahma Indah; Usman, Kristianto; Kustiani, Ika; Siregar, Amril Ma'ruf
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i3.3657

Abstract

LRT is a mass transportation facility that supports public mobility, reduces air pollution and alleviates traffic congestion, also decreases public transportation cost. Risk management is very important in LRT to ensure the safety and security for users and employees services. This research aims are to identify and determine the potential risks of accidents based on each variable, also to know the level of accident risk that may impact users and employees safety on LRT Palembang. This research involves questionnarie surveys and semi-quantitative data analysis, also makes the accident risk profile for LRT Palembang. Based on data analysis, users risk profile score with 9 variables, 5 variables result in low risks with 4-8% percentage, and 4 other variables result in medium risk with 12-20% percentage. Operators risk profile score with 10 variables, 3 variables result in low risk with 8% percentage, and other 7 variables result in medium risk with 12-20% percentage.
Analisis Pengendalian Mutu Beton dengan Metode Statistical Quality Control (Studi kasus: Rumah Susun PIK Pulo Gadung) Setiadi, Moch Sofyan; Usman, Kristianto
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i3.3669

Abstract

 Concrete quality control in the PIK Pulo Gadung Flats project is carried out by determining the concrete compression strength which affects the quality of the concrete produced. This research is about how to control the quality of concrete by testing the compressive strength of concrete. The test results data were analyzed using statistical quality control (SQC) method. The results of the analysis are in the form of a control chart consisting of the average/target line, upper control limit (UCL), and lower control limit (LCL). From the results of the analysis was found that the quality of the concrete from the columns of floors 1 to 16 was in accordance with the quality of the plan. Based on the X-chart for fc' 40 MPa on target 36,36%, below target 27,27%, out UCL 18,18%, out LCL 18,18%. For fc' 30 MPa out UCL 40%, out LCL 60%. Based on the R-chart for fc' 40 MPa on target 45,45%, below the target of 54,55%. For fc' 30 MPa on target 40%, below the target 60%. Pengendalian mutu beton pada proyek Rumah Susun PIK Pulo Gadung dilakukan dengan penentuan nilai kuat tekan beton yang berpengaruh pada mutu beton yang dihasilkan. Penelitian ini adalah mengenai cara pengendalian mutu beton dengan melakukan pengujian kekuatan tekan beton. Data-data hasil pengujian dianalisis dengan metode statistical quality control (SQC). Hasil analisis berupa control chart yang terdiri dari garis rata-rata/target sasaran, upper control limit (UCL)/batas atas, dan lower control limit (LCL)/batas bawah.Dari hasil analisa diperoleh hasil bahwa mutu beton dari kolom lantai 1 sampai 16 telah memenuhi mutu rencana. Berdasarkan X-chart untuk fc’ 40 MPa memenuhi target 36,36%, dibawah target 27,27%, keluar UCL 18,18%, keluar LCL 18,18%. Untuk fc’ 30 MPa keluar UCL 40%, keluar LCL 60%. Berdasarkan R-chart untuk fc’ 40 MPa memenuhi target 45,45%, dibawah target 54,55%. Untuk fc’ 30 MPa memenuhi target 40%, dibawah target 60%.
Pemodelan Gedung Kuliah Bersama Politeknik Negeri Lampung Menggunakan Building Information Modeling (BIM) Anggraini, Tiara; Husni, Hasti Riakara; Bayzoni, Bayzoni; Ashruri, Ashruri
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i3.3670

Abstract

Building Information Modeling (BIM) is one of the technologies that can present information about building elements through 3D modeling. One of the BIM software that can be used to model buildings in 3D is Autodesk Revit. The purpose of this research is to model the Joint Lecture Building of Lampung State Polytechnic in 3D by applying the BIM concept to obtain the volume of work as a reference for making decisions when operational and maintenance will be carried out and comparing the results obtained with the existing Bill of Quantity (BoQ). The data used in this research refers to the as plan drawing. The modeling process involves setting units, creating grids and levels, creating structural families and modeling them, creating architectural families and modeling them, entering identity data, conducting clash checks, and then issuing the volume of work. This research produces the volume of work on wall paint, doors, windows, tiles (ceramic/granite), and ceilings with scenarios in the form of volume for each room on each floor. Based on the results of this research, it can be concluded that modeling the Joint Lecture Building of Lampung State Polytechnic using the BIM concept with Autodesk Revit 2023 software is a more effective and efficient method because the volume output obtained is not only comprehensive but can be specialized on certain floors or rooms.Key words : Building Information Modeling (BIM), Autodesk Revit, operational and maintenance
ANALISIS KOMBINASI CAMPURAN 3D DRAMIX DAN KAWAT BENDRAT PADA SELF COMPACTING CONCRETE (SCC) Zahra, Ainaya Maudia; Isneini, Mohd; Irianti, Laksmi; Widyawati, Ratna
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i3.3671

Abstract

SCC is fresh concrete that is able to flow through the reinforcement and fill the entire space in the mold without requiring manual compaction or mechanical vibration. SCC has a shortage of weak tensile strength values as in other concrete. So an innovation was made, namely the addition of fiber to the concrete. In this study, using a combination of bendrat wire and 3D Dramix with a length of 6 cm and a diameter of 0.8 mm, the volume fraction of the mixture amounted to 1% and 1.5% with a total of 8 combinations.  The compressive strength test object was a cylinder with a diameter of 150 mm and a height of 300 mm totaling 24 pieces and the flexural tensile strength test was a beam with a length of 400 mm, a width of 100 mm, and a height of 100 mm totaling 24 pieces. Tests were conducted at the age of 28 days. From the test results, the highest compressive strength occurred in BSV, namely a combination of 1.25% bendrat wire and 0.25% 3D Dramix with an increase in compressive strength of 15.04% of normal concrete. In the flexural tensile strength test, the maximum increase was obtained in BSV, namely the combination of 1.25% bendrat wire and 0.25% 3D Dramix with a percentage increase of 1206.5% from normal concrete.  This shows that the addition of 3D Dramix and bendrat wire increases the compressive strength and flexural strength of SCC. However, the more fiber in SCC causes the workability of the concrete to decrease and the pores in the concrete to increase.
Analisis Perbandingan Pengaruh Variasi Ukuran Panjang Serat Baja Dramix 3D Terhadap Beton Self Compacting Concrete (SCC) Ramadhan, Vernady Napatino; Isneini, Mohd; Widyawati, Ratna; Irianti, Laksmi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i3.3692

Abstract

AbstrakSelf Compacting Concrete (SCC) merupakan beton inovatif yang dapat memadat sendiri (tanpa vibrator) dan mampu mengalir dengan beratnya sendiri untuk mengisi bekisting dengan jenuh tanpa mengalami segregasi. Hal ini dapat mengatasi masalah dalam hal produktivitas, kualitas, dan juga keselamatan kerja. Beton adalah bahan bangunan komposit yang kuat dalam menahan gaya tekan, tetapi lemah terhadap gaya tarik, juga getas dan mudah retak. Serat baja ditambahkan dalam campuran beton untuk memperbaiki karakteristik beton tersebut. Pada penelitian ini menggunakan serat baja Dramix 3D pada SCC dengan volume fraksi 1% pada setiap variasi panjang 20 mm, 40 mm, dan 60 mm. Sampel yang digunakan pada benda uji kuat tekan dan tarik belah berupa silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Sedangkan uji kuat tarik lentur berupa sampel balok dengan ukuran 100x100x400 mm. Pengujian sampel dilakukan pada umur 28 hari. Peningkatan nilai kuat tekan tertinggi terjadi pada variasi panjang 40 mm sebesar 5,99% dari beton normal. Peningkatan nilai kuat tarik belah tertinggi terjadi pada variasi panjang 60 mm sebesar 36,44% dan peningkatan nilai kuat tarik lentur tertinggi terjadi pada variasi panjang 60 mm sebesar 531,7%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi panjang serat baja pada SCC dapat mempengaruhi kuat tekan, kuat tarik,dan juga mengurangi workability atau kemudahan pengecoran beton.
Analisis Waste Material Tulangan Pelat Menggunakan Building Information Modeling (BIM) pada Proyek Pembangunan Gedung Kantor Baru Pengadilan Agama Gedong Tataan Atullah, Rafif Ansori; Husni, Hasti Riakara; Bayzoni, Bayzoni; Ashruri, Ashruri
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i3.3695

Abstract

Kemajuan teknologi membuat manusia harus bisa beradaptasi dengan teknologi seperti Building Information Modelling (BIM). Salah satu permasalahan dalam proyek konstruksi yaitu adanya waste material. Penelitian ini dilakukan di Proyek Pembangunan Gedung Kantor Baru Pengadilan Agama Gedong Tataan. Tujuan penelitian ini yaitu menghasilkan volume total dan berat material tulangan pelat, mengetahui perbandingan waste material tulangan tipe 1 dan 2, serta mengetahui penyebab terjadinya waste material pada proyek ini. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif eksperimental murni serta menggunakan software Autodesk Revit dan 1D Cutting Optimization Pro. Berdasarkan hasil analisis didapatkan berat total volume material pelat sebesar 34808,74 kg untuk tipe 1 dan 28824,59 kg untuk tipe 2. Untuk persentase berat material, tulangan tipe 2 lebih hemat 17,19% dibanding tipe 1. Untuk persentase wastematerial, tulangan pelat tipe 2 lebih hemat 84,12 % dibandingkan tipe 1. Berdasarkanwaste level, tulangan pelat tipe 1 D6 sebesar 27,44 %, D10 sebesar 0,20% serta tulangan pelat tipe 2D6 sebesar 3,08%, D10 sebesar 0,48%. Sehingga tulangan pelat tipe 2 D6lebih kecil 24,36 % dibandingkan tipe 1. Tulangan pelat tipe 1 D10 lebih kecil 0,28 % dibandingkan tipe 2. Penyebab terjadinya waste material pada penelitian ini karena adanya perbedaan pola pemotongan pada tulangan. Kata kunci : Sisa Material, Building Information Modeling (BIM), Autodesk Revit, Software 1D Cutting Optimization Pro, Volume Material.
Pengaruh Pasir Laut Sebagai Campuran dan Air Laut Untuk Curing Terhadap Kuat Tekan Beton Zikrillah, Daffa; Helmi, Masdar; Isneini, Mohd; Alami, Fikri
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i3.3696

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara maritim Namun dikarenakan belum meratanya akses masyarakat terhadap air bersih dan langkanya pasir yang sesuai standar, membuat banyak pembangunan yang dilakukan di pesisir pantai dilakukan dengan material yang tidak sesuai dengan standar dan mengakibatkan berubahnya kekuatan beton. Dalam penelitian ini dibahas kuat tekan beton yang menggunakan material pasir laut dan curing menggunakan air laut dimana didapatkan hasil bahwa pasir laut dan curing dengan air laut memiliki dampak negatif terhadap kuat tekan beton dibandingkan menggunakan pasir sungai dan curing dengan air tawar menggunakan sample beton kubus 15x15x15 cm sejumlah 48 sample dengan 2 variasi campuran dan 2 metode curing diuji di umur 7, 14, 28, dan 56 hari. Hasil kuat tekan beton yang menggunakan material pasir laut dan curing menggunakan air laut dimana didapat hasil BPLCT memiliki kuat tekan yang lebih rendah dibanding BNCT senilai 336,1 kg/cm2 dan BNCT senilai 355,9 kg/cm2 pada umur 28 hari dan curing dengan air laut memiliki dampak negatif terhadap kuat tekan beton dibandingkan menggunakan pasir sungai dan curing dengan air tawar dengan nilai BNCL 331,2 kg/cm2 dibanding BNCT senilai 355,9 kg/cm2 pada umur 28 hari. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan pasir laut sebagai pencampur beton dan air laut sebagai curing beton menghasilkan pengaruh buruk terhadap kuat tekan beton.Kata kunci : pasir laut, air laut, dan kuat tekan

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2024): Edisi Maret 2024 Vol. 11 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023 Vol. 11 No. 3 (2023): Edisi September 2023 Vol. 11 No. 2 (2023): Edisi Juni 2023 Vol. 11 No. 1 (2023): Edisi Maret 2023 Vol. 10 No. 4 (2022): Edisi Desember 2022 Vol. 10 No. 3 (2022): Edisi September 2022 Vol. 10 No. 2 (2022): Edisi Juni 2022 Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Maret 2022 Vol. 9 No. 4 (2021): Edisi Desember 2021 Vol. 9 No. 3 (2021): Edisi September 2021 Vol. 9 No. 2 (2021): Edisi Juni 2021 Vol. 9 No. 1 (2021): Edisi Maret 2021 Vol. 8 No. 4 (2020): Edisi Desember 2020 Vol. 8 No. 3 (2020): Edisi September 2020 Vol. 8 No. 2 (2020): Edisi Juni 2020 Vol. 8 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020 Vol. 7 No. 4 (2019): Edisi Desember 2019 Vol. 7 No. 3 (2019): Edisi September 2019 Vol. 7 No. 2 (2019): Edisi Juni 2019 Vol. 7 No. 1 (2019): Edisi Maret 2019 Vol. 6 No. 4 (2018): Edisi Desember 2018 Vol. 6 No. 3 (2018): Edisi September 2018 Vol. 6 No. 2 (2018): Edisi Juni 2018 Vol. 6 No. 1 (2018): Edisi Maret 2018 Vol. 5 No. 4 (2017): Edisi Desember 2017 Vol. 5 No. 3 (2017): Edisi September 2017 Vol. 5 No. 2 (2017): Edisi Juni 2017 Vol. 5 No. 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol. 4 No. 4 (2016): Edisi Desember 2016 Vol. 4 No. 3 (2016): Edisi September 2016 Vol. 4 No. 2 (2016): Edisi Juni 2016 Vol. 4 No. 1 (2016): Edisi Maret 2016 Vol. 3 No. 3 (2015): Edisi September 2015 Vol. 3 No. 2 (2015): Edisi Juni 2015 Vol. 3 No. 1 (2015): Edisi Maret 2015 Vol. 1 No. 1 (2013): Edisi Maret 2013 More Issue