cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23030011     EISSN : 27150690     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 545 Documents
Kajian Implementasi Rencana Mutu Kontrak pada Proyek Irigasi Berdasarkan Metode Analisis Deskriptif Paramitha, Thifal Ayu; Usman, Kristianto; Siregar, Amril Maruf
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i4.3697

Abstract

Project quality management is a process to keep the project still fulfilled the quality level based on the demand or plan. Quality Plan Agreement is Quality Management System document that is very important in construction project. This research’s aims are to assess the quality implementation level based on Descriptive Analysis Method on Upgrading Irigation Area Project Way Sekampung, Ground Sub-Job. Primary data is obtained by providing questionnaries within 39 questions to 8 respondents and secondary data is obtained by observation and documentation in project site. Descriptive Analysis obtaining 51,28% respondents answer Good; 27,56% respondents answer Very Good; 16,67% respondents answer Acceptable; 4,17% respondents answer Not Good; and 0,32% respondents answer Very Not Good.
Pengaruh PET Sebagai Bahan Tambah Aspal Terhadap Nilai Kekuatan Sisa Campuran Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) Wibisono, Andryan; Putra, Sasana; Junaedi, Tas'an; Sulistyorini, Rahayu
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i4.3716

Abstract

Road damage often occurs due to excessive volume of heavy vehicles so that vehicle loads cause strain and stress of the pavement layer. One way to improve the quality of asphalt mixtures is by adding PET plastic. Research was conducted to determine the effect of AC-BC mixtures with the addition of PET plastic waste as a binder additive in asphalt on Marshall parameters and Durability of Residual Strength Index. Based on the results of the study, the specific gravity of asphalt increased as the level of PET mixed increased. The penetration value decreases as the PET content increases because the asphalt becomes harder. Ductility decreases as more PET content makes the asphalt more brittle. The softening point value increases as the PET content increases because the wax content in the asphalt increases. In the durability test, the largest IKS value occurred in the mixture of asphalt penetration 60/70 + 4% PET at 94.58%; asphalt penetration 60/70 + 2% PET made an IKS value of 94.00%; asphalt penetration 60/70 + 3% PET made an IKS value of 94.36%; and asphalt penetration 60/70 + 0% PET had the smallest IKS value of 91.58%. All IKS values have met the minimum Bina Marga standard of 90%. Therefore, the greater the percentage of PET mixed, the greater the IKS value.
Penentuan Letak Pengukuran Reflected Temperature dengan Menggunakan Termokopel pada Pengujian Termografi Aktif Terhadap Beton Bertulang Ikromi, Muhammad Fauzan; kartorono, suyadi; Helmi, Masdar; Isneini, Mohd
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i4.3717

Abstract

AbstrakPengujian termografi aktif merupakan salah satu pengujian non-destruktif yang menggunakan kamera inframerah sebagai perekam dan menghasilkan termogram. Termogram merupakan interpretasi energi panas yang diterima oleh sensor termal kamera inframerah yang masih mengandung noise. Reflected temperature (Trefl) merupakan salah satu noise yang muncul dari pengujian termografi aktif dan akan digunakan sebagai nilai koreksi. penelitian ini menyajikan suatu metode untuk mencari posisi pemasangan termokopel di sekitar sumber panas, sehingga nilai suhu pada posisi tersebut digunakan sebagai nilai Trefl untuk memperbaiki noise pada termogram. Sampel beton berbentuk kubus dengan ukuran 10x10x15 cm diukur suhu permukaannya menggunakan termokopel dan kamera inframerah sejauh 1 meter. Hasil penelitian menunjukkan selisih hasil pengukuran menggunakan termokopel dan termografi sebesar 2,349 ℃, lalu rata-rata nilai Trefl yang didapatkan dari pengujian termografi aktif sebesar 51,649℃ terletak 13 cm dari atas papan grid sebesar dan 5 cm di depan lampu halogen. Suhu permukaan beton sebelum dikoreksi memiliki nilai yang lebih tinggi karena memiliki noise, namun setelah dilakukan analisis perhitungan suhu mengalami penurunan dan mendekati suhu hasil pengukuran termokopel dengan analisis kesalahan (ΔTerr) rata-rata didapatkan 1,448%. Berdasarkan hasil analisis terebut menunjukkan akurasi data kesalahan tergolong bagus karena nilai rata-rata analisis kesalahan (ΔTerr) <5%.Kata kunci : Reflected Temperature, Termografi aktif, Pengujian Non-destruktif
Durabilitas Campuran Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) dengan Menggunakan Agregat Tanjungan Lampung Selatan Zillie, Muhammad Febry; Putra, Sasana; Herianto, Dwi; Sulistyorini, Rahayu
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i4.3728

Abstract

Road damage is one of the problems caused by low material quality. The 2018 Bina Marga General Specifications have required material quality for asphalt mixtures, where good quality materials will produce pavement construction with high stability. This research aims to analyze the durability of the AC-BC (Asphalt Concrete-Binder Course) mixture using local materials from PT Sumber Batu Berkah, Tanjungan District, South Lampung Regency without additives based on the Marshall Testing Method. Based on the results of the research, it was found that the effect of soaking time variations of 0.5 hours, 24 hours, 168 hours, and 672 hours with a standard temperature of 60°C, the sample was soaked for a long time would make the stability and durability values smaller. Then obtained IKS value of 91.58% so it has met the minimum Bina Marga Standard of 90% and shows the longer soaking time, the smaller IKS value will obtained. Then for the IDP value is positive which means that the strength decreases by 0.44% during the soaking period so it meets the standard < 1%. And the IDK value of AC-BC mixture is 19.51 where the IDK value has decreased in strength by 19.51% during the soaking time. This is due to the decrease of stability value against the length time of soaking.
Pengaruh Penggunaan Ordinary Portland Cement (OPC), Semen Modifikasi Jenis III dan Jenis IV, dan Portland Composite Cement (PCC) Terhadap Kuat Tekan Beton Prameswari Tw, Aqilla Regita; Irianti, Laksmi; Sebayang, Surya; Isneini, Mohd.
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i4.3759

Abstract

Abstract Cement is one of the main materials used in making concrete. Cement is useful as a hydraulic binder when mixed with water. Based on the differences in usage characteristics and properties of cement, this research will discuss the effect of using OPC cement (type I), modified cement (type III and type IV), and PCC cement to see how the compressive strength of concrete develops over time with testing periods of 3 days, 7 days, 14 days, and 28 days. The research method used is an experimental study aimed at obtaining a comparison of compressive strength of concrete using OPC and PCC cement. The test specimens used are cylindrical in shape (diameter 150 mm and height 300 mm) with a total of 48 samples with 4 variations, each consisting of 3 samples. The planned concrete quality is 25 MPa. The highest compressive strength of concrete at 3 days, 7 days, 14 days, and 28 days is obtained by OPC cement, modified cement type III, PCC cement, and modified cement type III, while the lowest compressive strength of concrete at 3 days, 7 days, 14 days, and 28 days is obtained by modified cement type IV. Key words : cement, OPC cement, PCC cement, modified cement, compressive strength. AbstrakSemen merupakan salah satu bahan utama dalam pembuatan beton. Semen berguna sebagai perekat hidrolis ketika dicampur dengan air. Berdasarkan perbedaan karakteristik penggunaan dan sifat pada semen, maka penelitian ini akan membahas mengenai pengaruh penggunaan semen OPC (jenis I), semen modifikasi (jenis III dan jenis IV), dan semen PCCuntuk melihat bagaimana kuat tekan beton terhadap perkembangan umur beton dengan waktu pengujian beton berumur 3 hari, 7 hari, 14 hari, dan28 hari. Metode penelitian yang akan dilakukan adalah studi eksperimental yang bertujuan untuk mendapatkan hasil perbandingan kuat tekan beton pada semen OPC dan semen PCC. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder (diameter 150 mm dan tinggi 300 mm) dengan sampel sebanyak 48 buah dengan 4 variasi yang masing-masing terdiri dari 3 sampel. Mutu beton yang direncanakan, yaitu 25 MPa. Kuat tekan beton terbesar pada umur 3 hari, 7 hari, 14 hari, dan 28 hari secara berturut diperoleh oleh semen OPC, semen modifikasi jenis III, semen PCC, dan semen modifikasi jenis III, sedangkan kuat tekan beton terkecil pada umur 3 hari, 7 hari, 14 hari, dan 28 hari diperoleh oleh semen modifikasi IV. Kata kunci : semen, semen OPC, semen PCC, semen modifikasi, kuat tekan.
Penerapan Buiding Information Modeling (BIM) dalam Perbandingan Quantity Take Off Material pada Jembatan Kecamatan Way Bungur Kabupaten Lampung Timur Adha, Emil Surya; Bayzoni, Bayzoni; Ashruri, Ashruri; Husni, Hasti Riakara
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i4.3762

Abstract

Pengaruh digitalisasi dalam industri memberikan kesempatan yang lebih besar dan luas dalam mencari desain konstruksi modern yang inovatif dan berkelanjutan. Building Information Modeling (BIM) merupakan perkembangan digital yang berdampak besar dalam sektor industri Architecture, Engineering, and Construction (AEC).Penelitian ini mengimplementasikann Building Information Modelling (BIM) di dalam pengerjaannya. Objek model berdasarkan data pada Proyek Pembangunan Jembatan Kali Pasir Ruas Jalan Desa Tanjung Tirto–Desa Kalipasir, Lampung Timur. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui selisih perhitungan volume quantity take off metode konvensional dengan volume quantity take off outputsoftware Autodesk Revit 2024 student version. Metode penelitian yang digunakan berupa pemodelan struktur 3D menggunakan software Autodesk Revit yang berfokus pada bagian rebar jembatan. Setelah bagian jembatan selesai dimodelkan, output quantity take off berdasarkan software akan dianalisis lebih lanjut melalui Microsoft Excel. Hasilnya, didapat persentase selisih perbandingan antara metode konvensional dan metode berbasis BIM sebesar 4,04 % untuk tulangan. Diperoleh total volume tulangan sebesar 20592,14 kg dari metode berbasis BIM, sebesar 19759,5 kg dengan metode konvensional yang menghasilkanselisih sebesar 832,64 kg.
Evaluasi Jumlah Armada Angkutan Kota Bandar Lampung Trayek Rajabasa-Tanjung Karang Berdasarkan Load Factor Angkutan Jannah, Faizatul; Ofrial, Siti Anugrah Mulya Putri; Karami, Muhammad; Herianto, Dwi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i4.3789

Abstract

Salah satu sarana transportasi yang memiliki peranan penting untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat perkotaan adalah angkutan kota. Ketersediaan angkutan harus seimbang juga dengan jumlah permintaan agar kinerja angkutan dapat berjalan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah armada yang beroperasi saat ini apakah sudah sesuai dengan faktor muatannya.Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini antara lain : jumlah angkutan kota yang beroperasi saat ini dan jumlah penumpang yang naik/turun angkutan. Diketahui bahwa berdasarkan Keputusan Jendral Direktorat Perhubungan Darat Nomor 687 Tahun 2002 nilai ideal load factor angkutan umum adalah sebesar 70%. Penelitian dilakukan selama satu minggu pada periode sibuk pagi, siang dan sore. Penelitian dilakukan di sepanjang rute angkutan yaitu dari Terminal Rajabasa menuju Tanjung Karang. Dari penelitian diperoleh jumlah armada angkutan kota yang beroperasi saat ini ialah sebanyak 25 armada dan nilai load factor angkutan ialah sebesar 46%. Itu artinya perlu dilakukan pengurangan jumlah armada agar kinerja angkutan dapat berjalan dengan baik.Kata kunci : angkutan kota, kinerja, transportasi.
Perbandingan Karakteristik Campuran Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) Menggunakan Agregat Tanjungan dan Agregat Way Kanan Riani, Nurul Okta; Putra, Sasana; Sulistyorini, Rahayu; herianto, dwi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i4.3801

Abstract

Roads are one of the land transportation facilities that have an important role in the development of a region. In road construction today, many asphalt concrete mixtures are used which will produce a waterproof and long-lasting pavement layer. The availability of materials at the research location greatly influences the effectiveness of making asphalt concrete mixtures and tends to be cheaper to mobilize. This research was conducted to analyze the comparison of the physical properties of the aggregate and the characteristics of the asphalt concrete mixture in the layers Binder Course using aggregates originating from Tanjungan subdistrict, South Lampung and Way Kanan districts based on Marshall testing methods based on the 2018 Bina Marga specifications. The conclusion of this research is that the mixture using aggregate from Tanjungan is better than the mixture using aggregate from Way Kanan. This is because from the test results it is known that the mixture using aggregate from Tanjungan has better resistance and tightness than the mixture using aggregate from Way Kanan. Key words : asphalt concrete, aggregate, marshall, mixture Jalan merupakan salah satu fasilitas transportasi darat yang mempunyai peran penting dalam perkembangan suatu wilayah. Pada konstruksi jalan saat ini sudah banyak menggunakan campuran aspal beton yang akan menghasilkan lapisan perkerasan yang kedap air dan tahan lama. Ketersediaan bahan atau material di lokasi penelitian sangat berpengaruh dalam efektivitas pembuatan campuran aspal beton dan cenderung lebih murah dalam mobilisasinya. Penelitian ini dilakukan untuk menganilisis perbandingan sifat fisik agregat dan karakteristik campuran aspal beton pada lapisan Binder Course menggunakan agregat yang berasal dari kecamatan Tanjungan, Kabupaten Lampung Selatan dan Way Kanan berdasarkan metode pengujian Marshall berdasarkan spesifikasi Bina Marga 2018. Kesimpulan dari penelitian ini adalah campuran yang menggunakan agregat asal Tanjungan lebih baik dari pada campuran yang menggunakan agregat asal Way Kanan. Hal ini dikarenakan dari hasil pengujian diketahui bahwa campuran yang menggunakan agregat asal Tanjungan memiliki ketahan dan kekedapan yang lebih baik dibandingkan campuran yang menggunakan agregat asal Way Kanan. Kata kunci : aspal beton,agregat, marshall, campuran.
Pengaruh Limbah Plastik Sebagai Bahan Tambah Pengikat Aspal Terhadap Kekuatan Campuran Asphalt Cocrete-Binder Course (AC-BC) Novendra, Muhammad Rafly; Putra, Sasana; Herianto, Dwi; Sulistyorini, Rahayu
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i4.3802

Abstract

Asphalt can be modified using polymers which are classified into four main groups, namely: elastomers, thermoplastics, plastomers and reactive polymers. When polymers are added to the mixture it can increase the strength to a higher level. The purpose of this research is to determine the effect of adding Polyethylene Terephthalate (PET) plastic waste to the Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) mixture on marshall characteristics which refer to the 2018 Bina Marga specifications. The addition of plastic to the mixture is carried out using a wet method, namely by Add plastic to hot asphalt then mix until homogeneous so that the asphalt and plastic are mixed thoroughly. Marshall characteristics consist of Void in Mix (VIM), Void Mineral Aggregate (VMA), Void Filled Asphalt (VFA), stability, meltability (Flow), and Marshall Quotient (MQ). When adding Polyethylene Terephthalate (PET) plastic with levels of 1%, 2%, 3%, 4% and 5%, the Optimum Asphalt Content (KAO) obtained was 5.68%; 5.56%; 5.45%; 5.35%; and 5.28%. From marshall testing, the addition of Polyethylene Terephthalate (PET) will improve several marshall characteristics, including stability, VIM, VMA, and MQ. The flow and VFA values decreased. Key words : AC-BC, PET, marshall test, Bina Marga 2018 specificationsAspal dapat dimodifikasi dengan menggunakan polimer yang diklasifikasikan menjadi empat kelompok utama, yaitu: elastomer, termoplastik, plastomer, dan polimer reaktif. Ketika polimer ditambahkan ke campuran dapat meningkatkan kekuatan yang lebih tinggi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah plastik Polyethylene Terephthalate (PET) pada campuran Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) terhadap karakteristik marshall yang mengacu pada spesifikasi Bina Marga tahun 2018. Penambahan plastik kedalam campuran dilakukan dengan cara basah yaitu dengan menambahakan plastik kedalam aspal panas lalu dicampur hingga homogen agar aspal dan plastik tercampur dengan menyeluruh. Karakteristik marshall terdiri dari Void in Mix (VIM), Void Mineral Aggregate (VMA), Void Filled Asphalt (VFA), stabilitas, kelelehan (Flow), dan Marshall Quotient (MQ).  Pada penambahan plastik Polyethylene Terephthalate (PET) dengan kadar 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5% Kadar Aspal Optimum (KAO) yang didapat ialah 5,68%; 5,56%; 5,45%; 5,35%; dan 5,28%. Dari pengujian marshall, penambahan Polyethylene Terephthalate (PET) akan meningkatkan beberapa karakteristik marshall antara lain stabilitas, VIM, VMA, dan MQ. Untuk nilai flow dan VFA mengalami penurunan. Kata kunci : AC-BC, PET, pengujian marshall, spesifikasi Bina Marga 2018.
Simulasi Gradasi Pasir untuk Perbaikan Sifat Fisik Tanah Lempung Carissa, Caroline Clara; Iswan, Iswan; Syah, Aminudin; Afriani, Lusmeilia
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i4.3811

Abstract

Tanah ekspansif sering menjadi masalah dalam konstruksi jalan dan bangunan. Siklus kembang susut dapat merusak perkerasan jalan dan fondasi. Di daerah Dusun 3 Umbul Lioh Desa Palembapang, Kalianda terjadi masalah ketika musim hujan tiba, yaitu tanah menjadi lunak dan daya dukungnya menurun, yang dapat menyebabkan masalah dalam pelaksanaan konstruksi. Oleh karena itu, diperlukan usaha untuk memperbaiki tanah tersebut. Perbaikan tanah yang dilakukan yaitu dengan mencampurkan pasir bergradasi baik dengan variasi persentase mulai dari 4%; 8%; 10%; 12% dan 16%. Penelitian ini penting karena menguji perbaikan tanah dengan material bergradasi untuk meningkatkan stabilitas tanah. Berdasarkan hasil uji sifat fisik, tanah diklasifikasikan dalam kategori AASHTO sebagai A-7-5, yang termasuk jenis tanah dengan kategori buruk. Sementara dalam klasifikasi USCS, tanah ini termasuk dalam kategori OH atau MH. Penambahan pasir pada tanah lempung dapat memperbaiki sifat fisik, seperti menurunnya nilai indeks plastisitas dan batas cair, sehingga dapat menurunkan potensi pengembangan. Kadar air mengalami penurunan saat terjadinya penambahan pasir. Perubahan distribusi ukuran partikel tanah dapat memengaruhi aktivitas tanah dan kembang susut saat adanya perubahan kadar air.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2024): Edisi Maret 2024 Vol. 11 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023 Vol. 11 No. 3 (2023): Edisi September 2023 Vol. 11 No. 2 (2023): Edisi Juni 2023 Vol. 11 No. 1 (2023): Edisi Maret 2023 Vol. 10 No. 4 (2022): Edisi Desember 2022 Vol. 10 No. 3 (2022): Edisi September 2022 Vol. 10 No. 2 (2022): Edisi Juni 2022 Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Maret 2022 Vol. 9 No. 4 (2021): Edisi Desember 2021 Vol. 9 No. 3 (2021): Edisi September 2021 Vol. 9 No. 2 (2021): Edisi Juni 2021 Vol. 9 No. 1 (2021): Edisi Maret 2021 Vol. 8 No. 4 (2020): Edisi Desember 2020 Vol. 8 No. 3 (2020): Edisi September 2020 Vol. 8 No. 2 (2020): Edisi Juni 2020 Vol. 8 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020 Vol. 7 No. 4 (2019): Edisi Desember 2019 Vol. 7 No. 3 (2019): Edisi September 2019 Vol. 7 No. 2 (2019): Edisi Juni 2019 Vol. 7 No. 1 (2019): Edisi Maret 2019 Vol. 6 No. 4 (2018): Edisi Desember 2018 Vol. 6 No. 3 (2018): Edisi September 2018 Vol. 6 No. 2 (2018): Edisi Juni 2018 Vol. 6 No. 1 (2018): Edisi Maret 2018 Vol. 5 No. 4 (2017): Edisi Desember 2017 Vol. 5 No. 3 (2017): Edisi September 2017 Vol. 5 No. 2 (2017): Edisi Juni 2017 Vol. 5 No. 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol. 4 No. 4 (2016): Edisi Desember 2016 Vol. 4 No. 3 (2016): Edisi September 2016 Vol. 4 No. 2 (2016): Edisi Juni 2016 Vol. 4 No. 1 (2016): Edisi Maret 2016 Vol. 3 No. 3 (2015): Edisi September 2015 Vol. 3 No. 2 (2015): Edisi Juni 2015 Vol. 3 No. 1 (2015): Edisi Maret 2015 Vol. 1 No. 1 (2013): Edisi Maret 2013 More Issue