cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23030011     EISSN : 27150690     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 840 Documents
Pengaruh Penambahan Serat Baja Terhadap Kuat Lentur Balok Beton Bertulang pada Beton Mutu Normal Asyrofi Miranda Putra; Vera Agustriana Noorhidana; Mohd Isneini
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 8, No 3 (2020): Edisi September 2020
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pada skripsi ini merupakan studi eksperimental untuk menyelidiki pengaruh penambahan serat baja terhadap kuat lentur balok beton bertulang pada beton mutu normal. Penelitian ini juga membandingkan pola retak dan pola keruntuhan balok beton bertulang pada beton tanpa serat dan beton dengan campuran serat baja. Penelitian ini menggunakan sampel balok beton bertulang dengan ukuran 15 cm x 19 cm x 170 cm dengan 2 tulangan lentur D-10 mm (2D-10mm) dengan 1 buah sampel balok setiap volume fraction (Vf) 0%, 0,5%, 1% dan 1,5%. Sampel balok beton bertulang mempunyai bentang diantara dua tumpuan sederhana sepanjang 150 cm, dan diuji dengan dua beban titik secara bertahap dari nol sampai dengan runtuh. Pengujian tiap sampel dilakukan 28 hari setelah pengecoran. Dari hasil penelitian didapatkan: (1) Hasil uji kuat tekan tidak mengalami perbedaan yang signifikat dengan adanya penambahan serat baja., (2) Kuat tarik lentur balok beton tertinggi terdapat pada Vf 1,5% dan mengalami peningkatan sebesar 281,42% dari Vf 0%., dan (3) Kuat lentur balok beton bertulang dengan beban maksimum terdapat pada Vf 1,5% dan mengalami peningkatan sebesar 56,64% dari Vf 0%. Penambahan serat baja pada balok beton bertulang menyebabkan balok tersebut menjadi lebih kaku, penambahan serat juga dapat memperbaiki sifat getas pada beton.  Kata kunci : Serat Baja, Balok Beton Bertulang, Kuat Tekan, Kuat Tarik Lentur, dan Kuat lentur .
Analisis Struktur Bangunan Bawah Jembatan Kereta Api Way Pengubuan Aulia Vinandhitha; Setyanto Setyanto; Nur Arifaini
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 8, No 3 (2020): Edisi September 2020
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan merupakan salah satu konstruksi yang berguna untuk melancarkan proses pengiriman batu bara yang diangkut oleh KA Babaranjang. Tujuan dari penelitian ini adalah merencanakan struktur bawah jembatan kereta api dan mengetahui tingkat keamanan berdasarkan beban dari aksi tetap, aksi lingkungan, beban lalu lintas, dan aksi lainnya.  Berdasarkan penelitian analisis struktur bawah didapatkan dimensi abutment dengan tinggi 7,67 m dan panjang 6 m. Dengan dimensi abutment tersebut diperoleh angka aman untuk kontrol stabilitas guling arah x sebesar 2,5825 dan arah y sebesar 28,9128, dengan batas aman stabilitas guling sebesar 2,5. Kontrol stabilitas geser arah x sebesar 1,1003 dan arah y sebesar 1,9991, dengan batas aman stabilitas geser sebesar 1,1. Dimensi pile cap digunakan tebal 1,5 m, lebar 8,8 m, dan panjang 6 m. Pondasi yang digunakan adalah pondasi tipe bored pile dengan diameter sebesar 1 m dan kedalaman sebesar 6 m. Jumlah pondasi yang dipakai 12 buah dengan susunan 3 x 4. Dan diperoleh daya dukung aksial maksimum sebesar 1979,497 kN serta daya dukung aksial izin sebesar 3072,403 kN. Kata Kunci : Struktur Bawah Jembatan, Abument, Pile Cap, Bored Pile
Analisis dan Perencanaan Sistem Drainase di Lingkungan Universitas Lampung (Studi Kasus Zona IV: Wilayah GSG – Rusunawa Universitas Lampung) ARIEF RACHMAT DWI PUTRA; Geleng Perangin Angin; Ofik Taufik Purwadi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 8, No 4 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Lampung yang terletak di kecamatan Rajabasa menjadi salah satu lokasi rawan banjir, yang disebabkan oleh tidak berfungsinya sistem drainase. Sebagai kawasan perguruan tinggi yang seharusnya menjadi tempat pendidikan yang nyaman sepatutnya terus dilakukan peningkatan fasilitas dan infrastrukturyang menunjang peningkatan kualitas akademik dan non akademik. Salah satu bentuk peningkatan kualitas non-akademik adalah penataan lingkungan, yaitu perencanaan pembangunan sistem drainase.Hal ini dimaksudkan untuk menyelesaikan beberapa titik genangan banjir yang terjadi pada saat musim penghujan. Sistem drainase yang ada belum optimal. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini meliputi analisis hidrologi yang bertujuan untuk menghitung debit rencana menggunakan metode rasional dan mengetahui kapasitas tinggi muka air pada saluran eksisting.Nilai dari tinggi muka air akan diketahui posisi titik banjir pada saluran eksisting.Berdasarkan hasil analisis, tidak ada data bahwa tinggi muka air di saluran yang melebihi tinggi saluran. Tetapi di beberapa titik tidak memiliki saluran drainase.Sehingga menyebabkan air menggenang. Untuk mengatasi genangan tersebut harus dibuat saluran drainase dengan kode PR1 – PR4, dengan ukuran dimensi tinggi saluran 50 cm, lebar saluran 50 cm dan panjang saluran ± 240 m.
Uji Kepadatan Tanah Timbunan Pilihan Untuk Inti Bendung Terhadap Nilai Permeabilitas Hany Octavia Anggraini; Iswan Iswan; Lusmeilia Afriani
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 9, No 1 (2021): Edisi Maret 2021
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of infrastructure development in Indonesia is increasing in various areas, such as the construction of reservoirs, reservoirs, dams and other constuctions. One of the important things that is the basis of development is land because almost all buildings stand on the ground. Therefore, it is necessary to know the type of soil used and the nature of the soil permeability. Soil permeability describes the ability of the soil to pass water. Soil samples used were soil samples from Pamenang village, Pagelaran sub-district, Pringsewu district. Soil samples taken are disturbed and undisturbed soil samples. The soil is then compacted by the standard method and with the pressure method test apparatus at a pressure of 2,5 MPa, 5 MPa, 7,5 MPa, 10 MPa, 15 MPa, 20 MPa, and 30 MPa, each method has one sample being tested. Furthermore the permeability test was carried out to obtain the permeability coefficient value.Results from observations in the laboratory show that the greater the pressure exerted on the soil, the smaller the permeability coefficient. The relationship between the permeability coefficient and the standard compaction method and the pressure method obtained different permeability coefficient values.Keyword : Soil, Compaction, Pressure and Permeability
Storage Capacity Analysis On The Construction Of Reservoir C Faculty Of Medicine University Of Lampung Bayu krishna mukti; dyah indriana kusumastuti; dwi jokowinarno
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 9, No 1 (2021): Edisi Maret 2021
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reservoir is a basin that can be utilized to contain excess rain water which will be used during dry season and it is also an act of effort to nurture the existence and sustainability of the environment, nature and the ground water, so that the water can always be available in an adequate quantity and quality to fulfill the needs for the living. reservoir is also utilized to maintain the quality of the water ground and as an ecotourism object as well. In University of Lampung, there are several reservoirs that can be found, one of which is reservoir C which is located at the faculty of medicine, University of Lampung. The main purpose of this research is to find out the capacity storage of the reservoir by using several supporting softwares to simplify the calculation. the supporting softwares which are used in this research are AutoCAD 2017, Microsoft Excel 2017, and Google Earth Pro.  The outputs of this research are (1) The estimation of flood discharge at reservoir C faculty of medicine, University of Lampung (2) The storage capacity of the reservoir C faculty of medicine, University of Lampung based on this research, it can be concluded that reservoir is qualified as a conservation reservoir which has 6594.9909 m 3 storage capacity.
Pengaruh Pertambahan Tekanan Terhadap Derajat Kepadatan Tanah Eki Wahyu Putri; Andius D Putra; Ofik T Purwadi; Iswan Syah
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 9, No 4 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndonesia memiliki jenis-jenis tanah sangat beragam yang disebabkan oleh berbagai faktor. Tanah merupakan unsur penting dalam pekerjaan teknik sipil, dimana tanah sebagai penopang beban struktur yang diteruskan dari pondasi suatu konstruksi. Tanah yang digunakan adalah tanah yang stabil dan daya dukung tanahnya mampu untuk menahan beban yang berada diatasnya. Stabilisasi tanah umumnya dilakukan dengan cara pemadatan tanah untuk meningkatkan stabilitas tanah. Oleh karena pentingnya mengetahui kondisi suatu tanah, penulis melakukan uji fisik dan mekanik menggunakan sampel tanah di daerah Ulu Belu, Kab. Tanggamus, dan melakukan perbandingan pemadatan tanah dilaboratorium dengan menggunakan Proctor Modified dan alat tekan pemadat dengan percobaan variasi tekanan 3 Mpa, 6 Mpa, 9 Mpa, 12 Mpa, dan 15 MPauntuk mengetahui berat volume kering maksimum yang diperoleh dari kedua alat pemadat tersebut.
Evaluation of Traffic Performance on Z.A. Pagar Alam Street After Underpass Road In Bandar Lampung Exists Mutia Septriandini; Rahayu Sulistyorini; Aleksander Purba
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 8, No 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jammed occurs due to the road infrastructure services level which is smaller than traffic movement needs that available. And the road which potentially to congest is ZA Pagar Alam street. So the government had made a solution to decrease the traffic jam by built an underpass on ZA Pagar Alam street. Furthermore, considering the need for underpass construction aims to reduce jam that occurs, so the writer bring out a research topic that is analyzing traffic flow after the underpass was built and comparing with the traffic flow before the underpass was built. The analysis of this road section performance using the 2014 Indonesian Road Capacity Guidelines method.It is known that the degree of saturation has decreased from 2013 by 1.00. It became 0.655 in 2016 and still dropped in 2019 to 0.63. But, from 2016 to 2019 the decrease was not significant. The speed in 2016 was 42.1 km / hour, and in 2019 was 41 km / hour. From the speed data, the results are not appropriate to RSNI T-14 2004 whereas the speed standard for urban roads should be 50-80 km / hour. So, it can be concluded from the comparison research of before and after the underpass was built, the construction of underpass on the section of ZA Pagar Alam street is not effective to decrease traffic jam.Keywords: Road Section, Degree of Saturation, Underpass
Analisis Perbandingan Kedalaman Gerusan Lokal (Local Souring) Di Hilir Bangunan Pelimpah (Ogee and Stepped Spillway) Dengan Model Fisik 2D Eko Adi Saputra; Endro Prasetyo Wahono; Ahmad Zakaria
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 9, No 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSpillway atau disebut dengan bangunan pelimpah merupakan bangunan air yang memiliki fungsi untuk mengalirkan debit banjir yang masuk ke dalam waduk. Dalam perencanaan suatu bangunan air diperlukan penelitian terdahulu mengenai masalah penggerusan lokal (Local Scouring) yang terjadi akibat adanya kecepatan air dan turbulensi yang melampaui daya tahan dari dasar saluran pada bagian hilir bangunan. Dari analisis hidrolika penelitian ini menggunakan desain bangunan pelimpah Ogee and Stepped dengan model fisik 2-D dan sedimen yang digunakan adalah pasir dengan diameter seragam yaitu 1,8 mm atau lolos ayakan no. 16. Penelitian ini menunjukkan 5 kali pengamatan pola gerusan lokal di hilir bendung pada setiap percobaan selama 25 menit. Pengamatan gerusan meliputi besarnya debit dan kedalaman gerusan maksimum yang terjadi pada hilir bendung. Pada bangunan pelimpah Ogee Spillway gerusan maksimum (dsmax) terjadi pada ketinggian di hulu (H0) 3 cm sebesar 0,097 m dengan Lds sebesar 0,17 m dari hilir pelimpah. Pada bangunan pelimpah Stepped Spillway gerusan maksimum (dsmax) terjadi pada ketinggian di hulu (H0) 3 cm sebesar 0,125 m dengan Lds sebesar 0,09 m dari hilir pelimpah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar debit aliran, maka semakin besar kedalaman gerusan yang terjadi.  Kata kunci : Pelimpah Ogee and Stepped Spillway, Gerusan Lokal, Sedimen.
ANALISIS PERMEABILITAS TANAH YANG DIPADATKAN DENGAN MENGGUNAKAN METODA CUBIC PERMEAMETER Mohammad Yogi Alnasir; Lusmeilia Afriani; Idharmahadi Adha
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 8, No 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe development of infrastructure in Indonesia is increasing in various regions such as the construction of reservoirs, dams and other construction. One of the important things that became the basis of development is foundation ground. Therefore, it is necessary to know the type of soil used and the permeable nature of the soil. Soil permeability illustrates the ability of soil to pass water. In this study to determine the permeability of the soil by using a cubic mold and compare the results of soil permeability obtained from compacted soil using the pressure method and the standard method. Soil samples used were from Pamenang village, Pringsewu. Soil taken is disturbed and undisturbed soil samples. The soil was then compacted by a standard method and with a pressure test method at a pressure of 5 MPa, 10 MPa and 15 MPa. Then the permeability test is carried out to get the permeability coefficient. The results of observations in the laboratory show the greater pressure applied to the soil, the smaller coefficient of permeability. The relationship between the permeability coefficient with standard compaction method and the pressure method get the permeability coefficient value so that the pressure is between 5 to 10 MPa. Keywords: Soil, Compaction, Pressure and Permeability. AbstrakPerkembangan pembangunan infrastruktur di Indonesia sedang meningkat diberbagai daerah seperti pembangunan waduk, embung, bendungan dan konstruksi lainnya. Salah satu hal penting yang menjadi dasar dalam pembangunan adalah pondasi tanah. Oleh karena itu, perlu mengetahui jenis tanah yang dipakai dan sifat permeable tanah tersebut. Permeabilitas tanah menggambarkan kemampuan tanah dalam meloloskan air. Pada penelitian ini untuk mengetahui permeabilitas tanah dengan menggunakan mold segiempat dan membandingkan hasil permeabilitas tanah yang didapatkan dari tanah yang dipadatkan menggunakan metode tekanan dan secara metode standar. Sampel tanah yang digunakan berupa sampel tanah yang berasal dari desa Pamenang, Pringsewu. Tanah yang diambil merupakan sampel tanah yang terganggu dan sampel tanah tak terganggu. Tanah tersebut selanjutnya dipadatkan dengan metode standar dan dengan alat uji metode tekanan pada tekanan 5 MPa, 10 MPa, dan 15 MPa. Selanjutnya dilakukan pengujian permeabilitas untuk mendapatkan nilai koefisien permeabilitasnya. Hasil dari pengamatan di laboratorium menunjukan semakin besar tekanan yang diberikan pada tanah maka semakin kecil koefisien permeabilitasnya. Hubungan koefisien permeabilitas dengan metode pemadatan standar dan metode tekanan memperoleh nilai koefisien permeabilitas sehingga tekanan berada diantara nilai 5 sampai 10 MPa.  Kata kunci: Tanah, Pemadatan, Tekanan dan Permeabilitas.
Perbandingan Nilai Derajat Kepadatan Tanah Metode Standard Proctor dengan Alat Uji Tekan Modikasi dan Uji Sand Cone di Lapangan Novan Adenora; Lusmeilia Afriani; Iswan .; Andius Dasa Putra
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 9, No 4 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi dalam pengujian pemadatan menginspirasi Teknik Sipil Universitas Lampung untuk membuat prototipe alat uji tekan modifikasi yang dapat diatur tekanannya. Cara kerja dengan alat ini yaitu dengan menggunakan nilai kadar air optimum yang didapatkan melalui uji pemadatan standard proctor. Dengan nilai kadar air tersebut lalu digunakan untuk menguji sampel dengan tekanan yang berbeda yaitu 5 Mpa, 10 Mpa, dan 15 Mpa.  Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan uji pemadatan metode standard Proctor, dan uji pemadatan dengan alat tekan modifikasi serta uji sand cone dilapangan untuk mendapatkan nilai derajat kepadatan. Pada uji pemadatan dengan metode standard proctor didapat berat volume kering maksimum sebesar 1,42 gr/cm3 dan nilai kadar air optimum sebesar 24,05 %. Uji pemadatan tanah menggunakan metode tekan didapat berat volume kering terbesar pada tekanan 15 Mpa yaitu sebesar 1,58 gr/cm3. Dan dari uji sand cone didapat nilai derajat kepadatan tanah dari uji standard proctor dan uji menggunakan alat tekan modifikasi terdapat perbedaan antara 7,78 % sampai 10,2 %.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 1 (2024): Edisi Maret 2024 Vol. 12 No. 1 (2024): Edisi Maret 2024 Vol. 11 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023 Vol 11, No 4 (2023): Edisi Desember 2023 Vol. 11 No. 3 (2023): Edisi September 2023 Vol 11, No 3 (2023): Edisi September 2023 Vol. 11 No. 2 (2023): Edisi Juni 2023 Vol 11, No 2 (2023): Edisi Juni 2023 Vol 11, No 1 (2023): Edisi Maret 2023 Vol. 11 No. 1 (2023): Edisi Maret 2023 Vol. 10 No. 4 (2022): Edisi Desember 2022 Vol. 10 No. 3 (2022): Edisi September 2022 Vol 10, No 2 (2022): Edisi Juni 2022 Vol. 10 No. 2 (2022): Edisi Juni 2022 Vol 10, No 1 (2022): Edisi Maret 2022 Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Maret 2022 Vol 9, No 4 (2021): Edisi Desember 2021 Vol. 9 No. 4 (2021): Edisi Desember 2021 Vol. 9 No. 3 (2021): Edisi September 2021 Vol 9, No 3 (2021): Edisi September 2021 Vol. 9 No. 2 (2021): Edisi Juni 2021 Vol 9, No 2 (2021): Edisi Juni 2021 Vol 9, No 1 (2021): Edisi Maret 2021 Vol. 9 No. 1 (2021): Edisi Maret 2021 Vol. 8 No. 4 (2020): Edisi Desember 2020 Vol 8, No 4 (2020): Edisi Desember 2020 Vol. 8 No. 3 (2020): Edisi September 2020 Vol 8, No 3 (2020): Edisi September 2020 Vol. 8 No. 2 (2020): Edisi Juni 2020 Vol 8, No 2 (2020): Edisi Juni 2020 Vol 8, No 1 (2020): Edisi Maret 2020 Vol. 8 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020 Vol 7, No 4 (2019): Edisi Desember 2019 Vol. 7 No. 4 (2019): Edisi Desember 2019 Vol 7, No 3 (2019): Edisi September 2019 Vol 7, No 2 (2019): Edisi Juni 2019 Vol 7, No 1 (2019): Edisi Maret 2019 Vol 6, No 4 (2018): Edisi Desember 2018 Vol 6, No 3 (2018): Edisi September 2018 Vol 6, No 2 (2018): Edisi Juni 2018 Vol 6, No 2 (2018): Edisi Juni 2018 Vol 6, No 1 (2018): Edisi Maret 2018 Vol 6, No 1 (2018): Edisi Maret 2018 Vol 5, No 4 (2017): Edisi Desember 2017 Vol 5, No 3 (2017): Edisi September 2017 Vol 5, No 3 (2017): Edisi September 2017 Vol 5, No 2 (2017): Edisi Juni 2017 Vol 5, No 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol 5, No 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol 4, No 4 (2016): Edisi Desember 2016 Vol 4, No 3 (2016): Edisi September 2016 Vol 4, No 2 (2016): Edisi Juni 2016 Vol 4, No 2 (2016): Edisi Juni 2016 Vol 4, No 1 (2016): Edisi Maret 2016 Vol 3, No 3 (2015): Edisi September 2015 Vol 3, No 2 (2015): Edisi Juni 2015 Vol 3, No 1 (2015): Edisi Maret 2015 Vol 3, No 1 (2015): Edisi Maret 2015 Vol 1, No 1 (2013): Edisi Maret 2013 More Issue