cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat "Cendekia Utama" merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat yang diterbitkan oleh STIKES Cendekia Utama Kudus secara berkala dua kali dalam satu tahun. ISSN : 2252-8865
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA KUALA DENAI KECAMATAN PANTAI LABU KABUPATEN DELI SERDANG Prawati, Sukma Ayu; Nanda, Meutia; Derani, Derani; Zuhair, Raisa Daffa; Rizki, Putri Amanda; Ramadhani, Aina Cici; Mawaddah, Shakinah
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v13i2.2282

Abstract

ABSTRAK Data UNICEF memperkirakan pada setiap tahunnya terdapat 1,5 juta anak meninggal dikarenakan mengalami diare. Jumlah ini melebihi penderita penyakit malaria, cacar bahkan AIDS. Meski demikian, pada kondisi di beberapa Negara yang berkembang, hanya terdapat 39% yang menderita penyakit diare yang mendapat perawatan. Penyakit diare menjadi salah satu penyakit yang terjadi dikarenakan keadaan lingkungan dan menjadi penyakit yang hamper segala penjuru dunia, umumnya penyakit ini sering terjadi dan diderita oleh anak balita dikarenakan kelompok umur ini sangat rentan Tujuan : Penelitian ini bertujuan agar dapat mengetahui hubungan sanitasi lingkungan terhadap kejadian diare pada balita, mengetahui kejadian diare pada anak balita di pengaruhi oleh kelayakan jamban keluarga yang sehat di Desa Denai Kuala, Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang. Metode : Metode penelitian yang digunakan dengan jenis penelitian kuantitatif dengan design penelitiannya Cross Sectional. Lokasi penelitian ini di Desa Denai Kuala, Kecamatan Pantai Labu. Adapun pengambilan sampel dilakukan dengan cara pengumpulan data, observasi, atau pendekatan sekaligus pada waktu yang bersamaan dengan jumlah sampel sebanyak 93 sampel. Pada tahap mengumpulkan data dilakukan dengan menggunakan media kuesioner yang diberikan pada masyarakat kemudian di uji menggunakan uji statistik chis-quare. Hasil : Hasil uji statistic dengan menggunakan uji chi – square didapatkan nilai P Value sebesar 0,006. P Value 0,006 < 0,05 sehingga dapat diasumsikan adanya hubungan antara tempat pembuangan sampah dengan kejadian diare pada balita. Sehingga hasil uji statistic dapat diartikan Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan : Pada penitian ini dapat kita ketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sanitasi air bersih dan ketersediaan pembuangan sampah dengan kejadian penyakit diare pada balita di desa denai kuala kecamatan pantai labu. Saran dari penelitian ini Perlu adanya dukungan dari seluruh steakholder dalam menyelesaikan permasalahan seperti eduaksi mengenai pengolahan dengan baik mengenai sampah yang ada dan yang dimana dengan diterapkannya pada setiap unit rumah agar memiliki tempat pembuangan sampah, yang dimana hal tersebut diperuntukkan agar tidak terjadi pembuangan sampah sembarangan. Kata Kunci: Diare, Sanitasi Lingkungan, Jamban keluarga
PENERAPAN HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESMENT AND DETERMINING CONTROL (HIRADC) DALAM PENGENDALIAN KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA DI PT. INDUSTRI KAPAL INDONESIA Islah, Dafirah; Supardi, Firdaus Alfa Rezha; Alim, Andi; Rusnita, Rusnita
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v13i1.1302

Abstract

PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Makassar dalammengelola identifikasi bahaya menggunakan metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assesment and Determining Conttrol) sejak tahun 2012 sampai 2021. Terdapat 31 potensi bahaya pada tahun 2020 yang melibatkan pekerjaan pembangunan 1 unit KMP. Takabonerate jenis Ferry Ro-Ro panjang ukuran 46.08 meter dan lebar 12 meter. Penggunaan peralatan/material dan bahan yang digunakan menjadi potensi bahaya dalam proses produksi. Beberapa peralatan dan mesin menjadi potensi bahaya dan dapat menyebabkan cedera bahkan kematian apabila penggunaan tidak dilakukan dengan benar. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan penerapan identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko (HIRADC) dalam pengendalian kecelakaan kerja di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Makassar. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan penerapan identifikasi bahaya dengan pengendalian kecelakaan kerja (p=0,03), tidak adanya hubungan penerpan penilaian risiko dengan pengendalian kecelakaan kerja (p=0,8), adanya hubungan penerapan pengendalian risiko dengan pengendalian kecelakaan kerja (p=0,01). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara penerapan identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko (HIRADC) dengan pengendalian kecelakaan kerja. Disarankan kepada pihak perusahaan untuk melakukan pelaporan kecelakaan kerja baik kategori minor maupun mayor harus dicatat secara rutin untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki tindakan pencegahan kecelakaan terbaru dan risiko terjadinya kecelakaan kerja yang serupa terulang kembali dapat diminimalkan dalam upaya pengendalian kecelakaan kerja.
PENGARUH AFIRMASI POSITIF TERHADAP KUALITAS TIDUR PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RS MARDIRAHAYU KUDUS Putri, Devi Setya; Listyarini, Anita Dyah; Mulyani, Tri Dwi
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v13i2.2348

Abstract

Patients with chronic kidney failure must undergo hemodialysis therapy to extend life expectancy. Kidney failure sufferers experience physical, psychological and social disorders. The physical problem that sufferers often experience as a result of the disease is decreased sleep quality. Poor sleep quality results in decreased quality of life, risk of accidents, malaise, fatigue, increased risk of falls and cognitive decline.  Actions to improve sleep quality by using positive affirmations. This study aims to determine the effect of positive affirmations on the sleep quality of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at Mardi Rahayu Kudus Hospital. Quasy Experiment research type with One Group Pre test and post test design. Population of Chronic Kidney Failure sufferers undergoing hemodialysis. The sampling technique was purposive sampling so the sample size was 38 respondents. Data analysis using the Wilcoxon test. The result got of sleep quality before the procedure was all poor (100%) and after the procedure was 21.1% good and 78.9% poor. Wilcoxon analysis obtained a p value of 0.000. There is a significant effect of positive affirmations on the sleep quality of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at Mardi Rahayu Kudus Hospital. It is recommended that nurses apply positive affirmative actions to improve the sleep quality of kidney failure patients undergoing hemodialysis. Keywords: Positive Affirmations, Sleep Quality, Hemodialysis.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGELOLAAN SAMPAH PASAR MERANTI BARU KOTA MEDAN Zebua, Mercy Handayani; Hartono, Hartono; Pane, Putri Yunita
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v13i1.1330

Abstract

ABSTRAK Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktivitas manusia yang menghasilkan buangan atau sisa akhir, pengelolaan yang ada saat ini hanya terbatas pada pengelolaan sampah secara konvensional yaitu hanya diangkut dari tempat penghasil sampah ke TPS dan kemudian hanya dibuang begitu saja ke TPS tanpa dilakukan pengelolaan terlebih dahulu. Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor yang berhubungan dengan Pengelolaan Sampah Pasar Meranti Baru Kota Medan. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik yaitu penelitian yang mencoba menggambarkan atau menggali suatu fenomena yang terjadi pada masyarakat atau kelompok. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang Pasar Meranti Baru Kota Medan yang berjumlah 68 orang Dengan ketentuan pengambilan sampel secara total sampel. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan pedagang dengan pengelolaan sampah di Pasar Meranti Baru dengan P-Value 0,002. Ada hubungan sikap pedagang dengan pengelolaan sampah Pasar Meranti Baru dengan P-Value 0,001. Ada hubungan antara tindakan pedagang dengan pengelolaan sampah Pasar Meranti Baru dengan P-Value 0,001. Kata Kunci: pengetahuan, sikap, tindakan, pedagang, pengelolaan sampah
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN LINGKUNGAN REMAJA TERHADAP HUBUNGAN SEKSUAL PRA NIKAH DI DESA PANCA TUNGGAL KABUPATEN OKU TIMUR Daniati, Yesi; Irnawati, Yuli; Juariyah, Anik Siti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v13i2.2283

Abstract

ABSTRAK Tingginya kejadian hubungan seks pranikah pada remaja menurut berbagai penelitian ada bermacam-macam faktor diantaranya pengetahuan yang kurang, sikap dan lingkungan remaja.  Menurut penelitian Sebayang (2018) Hubungan Seks Pranikah bisa terjadi karena imbalan dan dorongan dari pikiran, hubungan seks bukan karena tempat itu ada, tapi karena persetubuhan itu sudah ada dipikirannya untuk dilakukan.Berdasarkan data hasil pra survey di Desa Panca tunggal  Kecamatan Belitang Jaya bahwa pada tahun 2022 data puskesmas 70 remaja. Dari hasil survey awal dari 8 remaja 3 diantaranya yang mengalami hamil di luar nikah, 2 diantaranya memiliki pengetahuan baik tentang seksual pra nikah dan 2 diantaranya sebelumnya sudah bertunangan dan merasa sudah menjadi miliknya sehingga mereka didorong oleh tunangannya tersebut untuk melakukan hubungan seksual, dan yang 1 karena dipengaruhi oleh pacarnya untuk melakukan hubungan seksual. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan  pengetahuan, sikap dan lingkungan remaja terhadap hubungan seksual pranikah di Desa Panca tunggal  Kabupaten Oku timur .Jenis penelitian adalah studi korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 40 remaja dan sempel sebanyak 40 responten dengan dengan tehnik sampling secara total sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa Hasil uji hubungan dengan chi square di dapatkan hasil nilai chi square hitung  9,16  > chi square tabel 5,991 artinya Ha diterima dan Ho ditolak, berarti  ada hubungan antara pengetahuan dengan hubungan seksual pra nikah di Desa Panca Tunggal Kabupaten Oku Timur . Hasil uji hubungan sikap  dengan chi square di dapatkan hasil nilai chi square hitung  5,72 > chi square tabel 3,841 dan artinya Ha diterima dan Ho ditolak, berarti  ada hubungan antara sikap dengan hubungan seksual pra nikah di Desa Panca tunggal Kabupaten Oku Timur . Hasil uji hubungan lingkungan dengan chi square di dapatkan hasil nilai chi square hitung  6,3 > chi square tabel 3,841 artinya Ha diterima dan Ho ditolak, berarti  ada hubungan antara sikap dengan hubungan seksual pra nikah di Desa Panca tunggal   Kabupaten Oku Timur .Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Lingkungan, Remaja dan Seksual Pra Nikah.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI REMAJA MTS AL-WASHLIYAH DESA CELAWAN KEC. PANTAI CERMIN KAB. SERDANG BEDAGAI Purba, Nanda Putri; Kirani, Nadita; Sitepu, Amenda Sabarita Br.; Siregar, Indah Risky; Priantono, Djody; Partisya, Nesta Marienty; Ulandari, Ulandari; Ayu, Delfriana
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v13i1.2128

Abstract

ABSTRAKRemaja merupakan masa dimana terjadinya perubahan yang cepat dalam hal pertumbuhan fisiologis, psikologis dan kognitif. Faktor yang mempengaruhi perubahan status gizi pada remaja diantaranya yaitu umur, jenis kelamin, asupan makan, pengetahuan gizi, aktivitas fisik, dan status sosial ekonomi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi stastus gizi remaja di MTS Al-Washliyah Desa Celawan. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan 81 responden dengan teknik pengambilan sampel siswa kelas XI A dan kelas XI B. Data diolah dengan komputerisasi menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat menggunakan chi Square. Hasil penelitian diketahui terhadap 81 responden remaja didapatkan (58,0%) yang mengalami status gizi normal, (41,9 %) remaja memiliki pengetahuan gizi yang kurang baik, (76,5 %) remaja memiliki aktivitas fisik yang aktif, dan (38,2%) remaja memiliki status sosial ekonomi yang baik. Analisa bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi dengan status gizi pada remaja (p>0,05), tidak ada hubungan antara status sosial ekonomi dengan status gizi pada remaja (p>0,05) dan ada hubungan antara aktifitas fisik dengan status gizi pada remaja (p<0,05).Kata kunci: status gizi, remaja, aktivitas fisik
PENGALAMAN DAN KEPERCAYAAN DIRI RELAWAN PMI DALAM MELAKUKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN KECELAKAAN Widyastuti, Merina; Rani, Gaby Ika Septia; Rustini, Sri Anik; Wahid, Abdurahhman
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v13i2.2350

Abstract

Relawan PMI adalah salah satu relawan yang aktif dalam memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan. Tindakan yang cepat dan tepat tidak hanya membutuhkan skill namun rasa percaya diri. Namun terkadang meskipun dengan pengalaman yang cukup seperti pelatihan, lama pengabdian, frekuensi seringnya dalam siaga posko dan frekuensi seringnya mendapatkan kasus, relawan masih mengalami rasa percaya diri yang kurang sehingga pertolongan yang diberikan menjadi tidak maksimal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pengalaman dengan kepercayaan diri relawan PMI dalam melakukan pertolongan pertama pada korban kecelakaan di kota Surabaya. Desain penelitian ini menggunakan desain observational analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah relawan PMI aktif yang melakukan siaga posko sebanyak 121 orang. Teknik sampling menggunakan probability sampling dengan pendekatan simple random sampling dan didapatkan 93 responden. Instrument penelitian ini berupa kuesioner kuesioner kepercayaan diri dan data dasar tentang pelatihan, lama pengabdian, frekuensi seringnya dalam siaga posko dan frekuensi seringnya mendapatkan kasus. Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden yang mempunyai pengalaman kategori cukup sebanyak 46,2% dan kepercayaan diri sedang sebanyak 71,0%. Hasil analisis hubungan antara pengalaman dengan kepercayaan diri yaitu ?=0,037 (?< 0,05), maknanya terdapat hubungan yang signifikan antara pengalaman dengan kepercayaan diri relawan PMI dalam melakukan pertolongan pertama pada korban kecelakaan di kota Surabaya. Relawan PMI yang memiliki jam terbang tinggi akan berbeda kepercayaan dirinya dengan relawan yang masih baru mengabdi dan jarang bersiaga posko, karena dalam siaga posko tersebut relawan akan dihadapkan oleh beberapa kasus, sehingga secara tidak langsung akan menjadi latihan penyelesaian masalah dalam konflik  pada kasus tersebut. Dari situ seorang relawan PMI akan terlatih dan terbentuklah suatu kepercayaan diri yang baik.Kata Kunci : Relawan , Pengalaman , Percaya Diri
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERAPAN TEORI THE GOAL ATTAINMENT DALAM ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN TIROID PADA PERAWAT DI JAWA BARAT Wiratikusuma, Yohana; Nony, Cicilia
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v13i1.1335

Abstract

Latar Belakang: Gangguan tiroid seringkali berdampak pada kualitas hidup dan psikologis. Perawat berperan memberikan asuhan keperawatan yang tepat berlandaskan teori. Penggunaan teori  The Goal Attainment masih kurang disadari, padahal berguna sebagai panduan interaksi perawat - klien. Tujuan:    Mengetahui faktor yang berhubungan dengan penerapan teori The Goal Attainment dalam asuhan keperawatan gangguan tiroid pada perawat. Metode: Kuantitatif deskriptif korelasi desain cross sectional dilakukan Agustus – Desember 2022 di dua Rumah Sakit di Jawa Barat. Sebanyak 106 perawat dengan teknik Simple Random Sampling menjadi responden. Hasil uji valid kuesioner menunjukkan pada pengetahuan ? = 0,580, perilaku ? = 0,922. Analisis data menggunakan uji Kendalls Tau non parametrik korelasi. Hasil: Diketahui tingkat pengetahuan baik dalam penerapan teori The Goal Attainment 63 responden (59,4%), perilaku baik dalam penerapan teori The Goal Attainment sebanyak 57 responden (53,8%), sebagian besar memiliki lama bekerja ? 5 tahun yaitu sebesar 43 perawat (40,6%). Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan perawat P value 0,01 (P- value ? 0,05), perilaku perawat P value 0,01 (P- value ? 0,05)  dan lama bekerja perawat P value 0,05 (P- value ? 0,05)  dengan penerapan teori The Goal Attainment  dalam asuhan keperawatan gangguan tiroid. Kesimpulan: Penerapan teori The Goal Attainment sangat bermanfaat diterapkan dalam asuhan keperawatan gangguan tirod, interaksi perawat dan pasien menjadi kunci kesembuhan pasien melalui komunikasi dan kerjasama yang baik antara perawat, klien, dan keluarganya serta dalam relasi dengan teman sekerja, Peningkatan kemampuan petugas kesehatan dan masyaraka diharapkan dapat memberikan penanganan secara tepat dan cepat bagi masyarakat khususnya klien gangguan tiroid.
PENGARUH PIJAT ENDORPHIN TERHADAP KETERLIBATAN UTERUS DALAM PRAKTEK MANDIRI BIDAN TITIN MARYANTI,AMD.KEB WILAYAH KERJA PUSKESMAS HADIMULYO Sulasih, Sulasih; Mustaghfiroh, Lailatul; Hartotok, Hartotok
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v13i2.2284

Abstract

ABSTRAK Setelah melahirkan, rahim menyusut untuk kembali ke ukuran sebelumnya, sebuah proses yang dikenal sebagai involusi rahim. Metode non farmakologis untuk mempercepat involusi uterus adalah endorphin massage. Dalam praktek tunggal Bidan Titin Maryanti, AMd.Keb Wilayah Kerja Puskesmas Hadimulyo, tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh endorphin massage terhadap involusi uteri. Dengan menggunakan desain penelitian eksperimen semu dengan pretes dan postes kelompok kontrol non-ekuivalen, jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Seluruh ibu nifas yang menjadi klien bidan Titin Maryanti dan AMd. Keb di wilayah operasi Puskesmas Hadimulyo merupakan populasi penelitian. Itu Sampel berjumlah 28 orang. menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data untuk penelitian ini. Wilcoxon Match Signed Rank Test digunakan untuk analisis data, dan uji Mann Whitney digunakan untuk uji perbandingan.  Mayoritas ibu postpartum berusia 21 sampai 30 (50%) dan 19 (67,9%) dari mereka memiliki lebih dari satu anak. Pada delapan jam pasca persalinan, sebanyak 10 (71,4%) kelompok endorphin massage dan kelompok yang tidak mendapatkan endorphin massage memiliki tipikal involusi fundus uteri setinggi pusat. Pada hari ketujuh nifas, kelompok endorphin massage terbanyak ada 11 (78,6%), sedangkan mayoritas ada 10 (71,4%) dan tidak mendapat endorphin massage. P nilai adalah 0,009<0,05, menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat involusi uterus antara kelompok pijat endorphin dan kelompok kontrol.Kata Kunci: Endorphin Massage, Involusi, Rahim
GAMBARAN POLA MAKAN PADA PENDERITA GASTRITIS PADA WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEMBANTU DI DESA RANTAU PANJANG Gunawan, Shifa Salsabila; Hutajulu, Shofiah Amini; Hastuty, Widya; Tamara, Tasya Aulia; Rismaya, Rismaya; Batubara, Silvana Della; Siagian, Yulia Annisyah; Rahmanda, Vani; Utami, Tri Niswati
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v13i1.2129

Abstract

ABSTRAK Gastritis digambarkan sebagai suatu peradangan atau inflamasi terjadi pada mukosa lambung disebabkan oleh beberapa faktor, seperti adanya iritasi, infeksi dan juga tidak beraturnya pola makan yang dimiliki seseorang, seperti lewatnya waktu makan, makan dalam jumlah yang berlebih, makan dengan terburu-buru serta makan-makanan dengan menggunakan banyaknya bumbu serta berasa pedas. Penyebab terjadinya gastritis yaitu konsumsi makanan yang dapat memicu meningkatnya kadar asam lambung. Adapun penelitian ini dibuat dengan jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian deskriptif dengan jumlah responden pada penelitian ini yaitu 45 orang responden dengan kriteria masyarakat dengan gangguan penyakit gastritis dan bertempat tinggal di Desa Rantau Panjang Kelurahan Pantai Labu. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, penyebab penyakit gastritis yang diderita responden menimbulkan rasa sakit perut, mual serta sakit kepala oleh karenanya responden bisa makan dalam jumlah lebih dari 3 kali dalam satu hari. Yang mana dalam sehari jumlah makan responden hanya 2 kali pada satu hari serta tidak mengkonsumsi makanan selingan atau cemilan yang akhirnya kondisi lambung menjadi kosong selama 5-6 jam yang seharusnya kosong selama 3-4 jam saja. Sebab, awal dari penyebab terjadinya gangguan gastritis yaitu diakibatkan tidak beraturnya pola makan ataupun disebabkan kondisi lambung yang kosongpada durasi yang cukup lama. Kata Kunci: Gastritis, lambung, Pola Makan

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 1 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 3 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 1 (Maret 2020) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 2 (Oktober 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 8, No 1 (Maret 2019) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 2 (Oktober 2018) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2017): Edisi Oktober 2017 Vol 6, No 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol 5, No 2 (2016): Edisi Oktober 2016 Vol 5, No 1 (2016): Edisi Maret 2016 Vol 4, No 2 (2015): Edisi Oktober 2015 Vol 4, No 1 (2015): Edisi Maret 2015 Vol 3, No 2 (2014): Edisi Oktober 2014 Vol 3, No 1 (2014): Edisi Maret 2014 Vol 2, No 2 (2013): Edisi Oktober 2013 Vol 2, No 1 (2013): Edisi Maret 2013 Vol 1, No 1 (2012): Edisi Oktober 2012 More Issue