cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 204 Documents
KARAKTERISTIK INDIVIDU, BEBAN KERJA, DAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PEGAWAI NON MEDIS DI RSU HASANAH GRAHA AFIAH Putri, Sinta Amalia; Nina, Nina; Ahmad, Affan
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i1.1753

Abstract

Kelelahan kerja adalah suatu keadaan yang individu rasa ketika mengalami kinerja menurun, motivasi menurun, dan prestasi menurun yang diakibatkan dari aktivitas kerja setiap harinya. Kelelahan kerja menjadi perhatian utama dalam pekerjaan yang berorientasi pada manusia karena adanya tekanan yang dirasakan setiap harinya oleh pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik individu, beban kerja, dan lingkungan kerja dengan kelelahan kerja pegawai non medis di RSU Hasanah Graha Afiah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai non medis di RSU Hasanah Graha Afiah sebanyak 90 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh, dengan analisis uji statistik yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan program SPSS melalui uji statistik Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara beban kerja (p=0,000) dan lingkungan kerja (p=0,000) dengan kelelahan kerja yang memiliki bentuk hubungan yang searah (positif). Sedangkan, umur (p=0,425) dan jenis kelamin (p=0,127) tidak ada hubungan yang signifikan dengan kelelahan kerja. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperluas bahasan tentang kelelahan kerja pada pegawai non medis dengan meneliti diluar variabel yang sudah diteliti.
EDUKASI MENINGKATKAN LITERASI IBU DALAM MEMBERIKAN MPASI (PEDOMAN BUKU KIA 2020) Munjidah, Annif; Putra, Noviyanto Eka
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v11i3.1342

Abstract

Literasi orang tua memiliki hubungan erat dengan pola pikir dan kepedulian dalam memberikan makanan kepada anak. Hal tersebut berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Masalah kesehatan khususnya status gizi anak akibat kesalahan pemberian MP-ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi pemberian MPASI sesuai buku KIA 2020  terhadap literasi Ibu balita di Posyandu Anggrek Merah dan Orange Siwalankerto Surabaya. Desain penelitian ini menggunakan pra eksperiment, dengan pendekatan One Group Pre Test dan Post Test Design. Populasi sebesar 42 orang. Dengan besar sample sebesar 38 responden dengan tekhnik probability sampling. Variable penelitian ini adalah edukasi MPASI, pengetahuan pada ibu balita. Instrumen yang digunakan lembar leafleat dan kuesioner. Analisa menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test Sebelum dan sesudah pemberian edukasi didapatkan hasil nilai p value sebesar 0,00 dimana nilai tersebut kurang dari (? =0,05) yang berarti terdapat pengaruh edukasi terhadap literasi Ibu dalam memberikan MPASI sesuai Buku KIA 2020.  Edukasi melalui media leaflet berdampak positif meningkatkan literasi ibu balita dalam memberikan MPASI sesuai buku KIA 2020. Pihak posyandu diharapkan bisa memberikan edukasi tentang  pemberian MPASI setiap bulan
DETERMINAN PERILAKU BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN DI GAMPONG KAPA SEUSAK kECAMATAN TRUMON TIMUR Mutia, Nia; Fera, Dian; Duana, Maiza; Murdani, Ihsan
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i1.1490

Abstract

Determinan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) adalah perilaku tidak sehat yang masih sering dilihat dalam kehidupan sehari-hari. BABS adalah tindakan atau kegiatan yang dilakukan individu atau masyarakat yang membuangan kotoran tinja mereka ditempat terbuka, Masalah sosial masyarakat dan perilaku kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan  (BABS)  masih menjadi tantangan pembangunan sanitasi di indonesia, sanitasi kondisi yang buruk memberikan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia. BABS merupakan penyebab penyakit bersumber lingkungan karena perilaku masyarakat yang tidak sehat setelah buang air besar yang tidak cuci tangan ataupun makanan terbuka yang mudah dihinggapi lalat. Sanitasi total berbasis  masyarakat (STBM)  merupakan suatu pendekatan dalam mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang Determinan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan di Gampong Kapa Seusak dengan variabel pengetahuan, sikap, jamban sehat dan dukungan tenaga kesehatan. Jenis penelitian ini mengunakan  metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional secara ramdom sampling untuk mengetahui Determinan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan. Penelitian ini dianalisis secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dari masing-masing variebel pengetahuan, sikap, jamban sehat dan dukungan tenaga kesehatan. penelitian dan secara bivariat untuk melihat hubungan antara variabel Independen dan variabel Dependen. Dari 4 variabel diteliti Pengetahuan, Sikap, jamban sehat, Dukungan tenaga kesehatan yang dimana 1 di antara 4  variabel yang tidak ada hubungan yaitu jamban sehat
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU IBU HAMIL DALAM MENCEGAH STUNTING DI KABUPATEN BANJARNEGARA Subekti, Ratih; Barni, Barni
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v11i3.1341

Abstract

Masalah stunting dapat dimulai semenjak masa kehamilan dan akan tampak pada saat anak berusia dua tahun. Proporsi kejadian stunting di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2021 adalah 20,9% dan di Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2021 adalah 23,3%. Intervensi penurunan prevalensi stunting yang dilakukan pada ibu hamil diantaranya adalah; memberikan suplemen gizi untuk dapat mencegah kekurangan energi, protein kronis, zat besi, asam folat dan iodium, upaya pencegahan kecacingan pada ibu, memberikan edukasi tentang pemantauan kesehatan dan gizi ibu serta bayi baru lahir melalui kelas ibu hamil dan melakukan pemeriksaan ANC secara rutin. Ibu hamil akan lebih aktif dalam mendeteksi dini dan melakukan upaya pencegahan kejadian stunting apabila memiliki pengetahuan yang baik. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk dapat mengetahui apakah terdapat hubungan antara usia, pendidikan dan gravida dengan perilaku ibu hamil dalam mencegah stunting di Kabupaten Banjarnegara. Jenis penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan crosss sectional. Teknik pengambilan sampel dengan metode accidental sampling, besar sampel 60 ibu hamil. Hasil P-value variabel usia yaitu 0.007 > 0.05, artinya ada hubungan antara usia dengan perilaku ibu hamil dalam mencegah sunting. Hasil P-value variabel pendidikan 0.020 > 0.05, artinya ada hubungan antara pendidikan dengan perilaku ibu hamil dalam mencegah stunting. Hasil P-value variabel gravida sebesar 0.036 > 0,05, artinya ada hubungan antara gravida dengan perilaku ibu hamil dalam mencegah stunting. Dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara usia, pendidikan dan gravida dengan perilaku ibu hamil dalam mencegah stunting. Ibu yang hamil diharapkan dapat melakukan ANC secara teratur serta mampu untuk dapat menerapkan perilaku yang baik dalam upaya pencegahan kejadian stunting sejak masa kehamilan.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN, FASILITAS DAN PERSEPSI DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUANG RGB RUMAH SAKIT X BOGOR TAHUN 2023 Pitaloka, Syavira Anastakim Zulian; Kusumastuti, Istiana
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i1.1772

Abstract

Rumah sakit mempunyai peran yang penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Peningkatan kepuasan pasien di rumah sakit harus dilakukan jika ingin bersaing dengan rumah sakit lain baik rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, maupun rumah sakit asing. Karena semakin banyak pilihan rumah sakit maka pasien akan semakin cerdas untuk menentukan pilihannya. Peningkatan kepuasan pasien ini berguna untuk mempertahankan pasien yang sudah ada dan juga mendatangkan pasien baru. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan, fasilitas dan persepsi dengan kepuasan pasien rawat inap di ruang RGB rumah sakit X Bogor Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian Cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di rumah sakit X Bogor. Populasi pada penelitian ini adalah pasien rawat inap di ruang RGB sebanyak 128 pasien. Untuk pengambilan sampling menggunakan teknik Purposive sampling. Jumlah sampel yang diukur menggunakan teori Lemeshow didapatkan sebanyak 97 sampel. Berdasarkan hasil uji Chi- Square dari 97 sampel didapatkan hasil bahwa ada hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien (P-Value =0,001) dengan nilai OR = 9,042. Ada hubungan fasilitas dengan kepuasan pasien (P-Value=0,001) dengan nilai OR = 22,615 dan ada hubungan persepsi dengan kepuasan pasien (P-Value=0,001) dengan nilai OR = 5,167. Dapat disimpulan bahwa ada hubungan kualitas pelayanan, fasilitas dan persepsi dengan kepuasan pasien rawat inap di ruang RGB rumah sakit X Bogor tahun 2023 dengan nilai perhitungan resiko paling besar yaitu terdapat pada variabel fasilitas. Disarankan rumah sakit X Bogor terus mengupgrade fasilitas yang akan ditawarkan kepada pasien agar bisa meningkatkan kepuasan pasien dan agar dapat terus bersaing dengan rumah sakit lain disekitarnya.
KORELASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KECACINGAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN PROBOLINGGO Gunawan, Arif; Inayah, Zufra
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i2.2198

Abstract

Kecacingan atau infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah masih menjadi masalah kesehatan di Kabupaten Probolinggo terutama berkaitan dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Pendidikan kesehatan dan kebersihan atau perilaku sehat merupakan usaha untuk mengurangi penularan dan infeksi ulang kecacingan. Tujuan penelitian ini adalah mengindentifikasi perilaku hidup bersih dan sehat berhubungan dengan kecacingan. Desain penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan Studi Potong-Lintang. Populasi adalah siswa SD di Kabupaten Probolinggo dengan besar sampel 607 siswa yang diambil secara cluster sampling dengan metode single-stage. Identifikasi dilakukan pada perilaku hidup bersih dan sehat serta jumlah telur cacing pada tinja dan tanah. Analisis data menggunakan Chi Square denga alpha 0,05. Hasil : Data menunjukkan 96,4% responden negatif dan 3,6% positif dengan distribusi telur cacing 2,1% Ascaris lumbricoides, 1,3% Cacing Tambang dan 0,5% Trichuris trichiura dengan intensitas infeksi ringan. Hasil uji Chi Square tidak ada hubungan antara cuci tangan sebelum makan, cuci tangan setelah BAB, pemakaian alas kaki, dan keadaan kuku terhadap kecacingan pada siswa dengan p value masing-masing 0,748, 0,584, 0,550, 0,777. Hasil ini kemungkinan karena riwayat paparan dan kemampuan imun sistem dalam menanggulangi invasi parasit. Paparan yang lama pada anak positif kecacingan akan membuat koloni parasit meskipun pola hidup bersih dan sehat. Sebaliknya riwayat paparan yang rendah meski perilaku kurang bersih dan sehat ditambah dengan imun yang kuat akan membuat anak terhindar dari infeksi kecacingan
STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) PELAYANAN NEONATAL DI PUSKESMAS KABUPATEN BENGKAYANG BERDASARKAN MODEL IMPLEMENTASI EDWARD III Tianto, Albert; Suryawati, Chriswardani; Sriatmi, Ayun
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v11i3.1463

Abstract

Kabupaten Bengkayang menempati urutan ke-4 sebagai kabupaten dengan angka kematian bayi tertinggi di Provinsi Kalimantan Barat. Standar pelayanan minimal untuk pelayanan bayi baru lahir di Kabupaten Bengkayang belum mencapai target nasional selama 3 tahun terakhir (2019-2021) meskipun capaian target terus mengalami kenaikan. Ketercapaian pelayanan bayi baru lahir pada tahun 2021 terendah berada di Puskesmas Tujuh Belas dan tertinggi berada di Puskesmas Lumar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada pelayanan neonatal di Puskesmas Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam SPM pelayanan neonatal belum mampu mencapai target yang telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu 100%. Dalam proses implementasi pelayanan neonatal masih ditemukan beberapa kendala seperti terbatasnya akses jalan, masih ada budaya yang dipercayai oleh masyarakat terkait kesehatan ibu dan anak, kurangnya pelatihan neonatal untuk bidan, sikap bidan yang cenderung malas, sarana dan prasarana yang terbatas dan tidak rutin dikalibrasi, insentif yang kurang, dan terdapat sikap bidan yang tidak sesuai SOP (Standard Operating Procedure). Kendala-kendala tersebut menyebabkan SPM pelayanan neonatal belum mencapai target yang telah ditetapkan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kebijakan SPM pelayanan neonatal sudah terealisasikan dengan cukup baik meskipun masih ditemukan beberapa kendala yang menghambat pencapaian target sasaran.
PERANCANGAN SISTEM PERINGATAN DARURAT BAGI PENYANDANG GANGGUAN PENDENGARAN Mirza, Muhammad Navis; Lourinx, Effin; Nugroho, Ridwan Adi; Syaifudin, Arif
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i1.2015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem peringatan darurat yang efektif dan responsif bagi individu tunarungu. Penyandang gangguan pendengaran sering kali mengalami kesulitan menerima peringatan darurat berbasis audio, seperti alarm kebakaran atau peringatan cuaca yang bergantung pada suara. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba mengatasi tantangan tersebut dengan merancang sistem yang mempertimbangkan kebutuhan khusus mereka. Metode yang digunakan mencakup survei terhadap individu dengan gangguan pendengaran untuk memahami preferensi dan kebutuhan mereka dalam menerima peringatan darurat. Selain itu, teknologi dan metode komunikasi alternatif juga dieksplorasi, termasuk penggunaan lampu sinyal, perangkat getar, dan pemberitahuan visual yang dapat diterima oleh individu dengan gangguan pendengaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sistem peringatan darurat yang menggabungkan berbagai jenis sinyal visual dan getaran lebih efektif dalam memberikan peringatan kepada individu dengan gangguan pendengaran. Desain yang responsif terhadap kebutuhan audiens ini dapat mengurangi risiko penundaan atau ketidakmampuan menerima peringatan darurat, sehingga meningkatkan kesadaran dan keselamatan mereka. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya merancang sistem peringatan darurat yang inklusif, yang mempertimbangkan kebutuhan individu dengan gangguan pendengaran. Penelitian di masa depan dapat fokus pada pengintegrasian teknologi terbaru untuk meningkatkan ketersediaan dan daya tanggap sistem peringatan darurat ini.
EFEKTIVITAS BAR CODE MEDICATION ADMINISTRATION (BCMA) SEBAGAI UPAYA PATIENT SAFETY DI RUMAH SAKIT: KAJIAN LITERATUR Wahidah, Laila Farisya; Dhamanti, Inge
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v11i3.1457

Abstract

Kejadian medication error di rumah sakit masih menunjukkan angka yang cukup tinggi. Hal ini harus menjadi perhatian khusus mengingat keselamatan pasien merupakan hal penting dalam proses pemberian pelayanan kesehatan yang bermutu. Upaya peningkatan keselamatan pasien dapat dilakukan dengan inovasi teknologi Barcode Medication Administration (BCMA). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui (1) pengaruh BCMA terhadap angka kejadian Medication Administration Error, (2) pengaruh BCMA terhadap jenis dan potensi keparahan Medication Administration Error, dan (3) pengaruh BCMA terhadap waktu yang dihabiskan untuk kegiatan penyiapan obat oleh staf medis. Studi literatur melalui database yang tersedia pada Pubmed dan Google Scholar menggunakan kata kunci “barcode medication administration”, “patient safety”, “medication error”, dan “hospital”. Hasil pencarian awal mendapatkan 316 artikel.  Kriteria inklusi adalah diterbitkan dalam lima tahun terakhir, artikel asli dari sumber utama orginal article, full text, dan free access. Lokasi penelitian adalah rumah sakit. Desain penelitian dibatasi hanya pada experimental design. Dari hasil penelusuran, didapatkan 3 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Terdapat total studi 3 rumah sakit di negara berbeda telah menerapkan teknologi BCMA menunjukkan hasil terjadi penurunan angka pada Medication Administration Error dengan tingkat penurunan bervariasi. Jenis kategori kesalahan yang terdapat pada semua studi adalah terkait dengan  kesalahan dosis. Setiap jenis kesalahan administrasi secara keseluruhan menurun secara signifikan. Namun, pada kesalahan proses administrasi terlalu cepat, kesalahan pemesanan obat, dan kesalahan teknis yang menyebabkan obat hilang justru terjadi kenaikan. Waktu yang dibutuhkan dalam kegiatan penyiapan obat juga menurun secara signifikan. Penerapan teknologi BCMA di rumah sakit menunjukkan hasil yang positif terhadap upaya keselamatan pasien khususnya pada kejadian Medication Administration Error sehingga perlu dilakukan di Indonesia agar pelayanan kesehatan yang bermutu dapat tercapai secara optimal
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PELECEHAN SEKSUAL DI SMK KESEHATAN GALANG INSAN MANDIRI BINJAI TAHUN 2023 Siregar, Nurhawati; Harapap, Juliandi; Suroyo, Razia Begum
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i1.1945

Abstract

Sebuah laporan WHO pada tahun 2020 memperkirakan bahwa 120 juta anak perempuan berusia dibawah 20 tahun telah mengalami beberapa bentuk kontak seksual paksa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pelecehan seksual di SMK Kesehatan Galang Insan Mandiri Binjai. Jenis penelitian ini menggunakan Mix Methods dengan pendekatan sequential explanatory. Populasi sebanyak 309 remaja, sampel 76 responden. Berdasarkan hasil bivariat dengan uji chi-square diperoleh variabel nilai p value < 0,05 yang berarti ada hubungan signifikan antara pengetahuan, sikap, lingkungan pergaulan, penggunaan sosial media, religius, sosial budaya dan dukungan keluarga terhadap pelecehan seksual. Pada analisis multivariat yang paling berpengaruh adalah variabel sikap diikuti dengan penggunaan sosial media. Hasil penelitian kualitatif ada pengaruh pengetahuan, sikap, lingkungan pergaulan, penggunaan sosial media, religius, sosial budaya, dukungan keluarga terhadap pelecehan seksual. Ada pengaruh pengetahuan, sikap, lingkungan pergaulan, penggunaan sosial media, religius, sosial budaya, dukungan keluarga terhadap pelecehan seksual di SMK Kesehatan Galang Insan Mandiri Binjai Tahun 2023.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 1 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 1 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 1 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 2 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 1 (2017): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Edisi Agustus 2016 Edisi Agustus 2015 Edisi Agustus 2014 Edisi Agustus 2013 More Issue