cover
Contact Name
Ronasari Mahaji Putri
Contact Email
putrirona@gmail.com
Phone
+6282132872259
Journal Mail Official
nursing.news@unitri.ac.id
Editorial Address
. Telaga Warna, Tlogomas, MALANG 65144, Jawa Timur Telp: (0341) 565 500 / (0341) 565 522
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 25279823     DOI : https://doi.org/10.33366/nn.v5i2.2305
Core Subject : Health,
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan ISSN 2527-9823(online) adalah jurnal berkala empat bulanan (April, Agustus, Desember) yang memuat berbagai artikel/naskah berupa hasil penelitian, studi kasus, hasil pemikiran, maupun karya tulis ilmiah oleh seluruh civitas profesi kesehatan mulai dari mahasiswa, dosen, perawat klinik, maupun perawat yang bekerja di institusi non klinik seperti lembaga penelitian, LSM, Asuransi Kesehatan, dan pemerintahan. Karya ilmiah berupa artikel kesehatan. Nursing News merupakan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh UNITRI PRESS, sebagai media komunikasi dan informasi di bidang ilmu kesehatan. Scope jurnal terdiri dari keperawatan, kesehatan dan kesehatan masyarakat
Articles 739 Documents
Physical Activities Sebagai Faktor Penurunan Anxiety Pada Lansia Di Kota Malang Rahayu Hastutiningtyas, Wahidyanti; Aisyiyah Puspitarini, Nurul
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v8i3.3184

Abstract

Physical activities yang merupakan gerakan tubuh yang melibatkan otot dan membutuhkan energi, telah diidentifikasi sebagai faktor penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental pada populasi lansia. Kota Malang, yang mengalami pertumbuhan populasi lansia yang signifikan, memiliki potensi untuk menjadi lingkungan yang mendukung aktivitas fisik dengan berbagai fasilitas olahraga dan komunitas yang ada. Namun, faktor-faktor seperti urbanisasi dan tingkat stres yang tinggi di lingkungan perkotaan juga dapat berkontribusi pada tingkat kecemasan yang lebih tinggi pada lansia. Selain itu physical activities merupakan salah satu  faktor dalam menurunkan Anxiety pada Lansia.  Physical Activities tidak hanya berkontribusi pada ilmu pengetahuan tetapi juga memberikan dampak praktis untuk meningkatkan kualitas hidup lansia di Indonesia. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui physical activities sebagai  faktor dalam menurunkan anxiety pada lansia. Penelitian menggunakan desain observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, ditentukan dengan teknik simple random sampling yaitu sebanyak 50 lansia. Pengumpulan data menggunakan kuesioner physical activity scale for elderly (PASE)  untuk physical activity dan untuk anxiety menggunakan kuesioner Skala HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Analisis dilakukan secara univariat untuk melihat deskriptif statistik data penelitian dan analisis bivariat dengan korelasi spearman rank dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 16 uji spearman-rank didapatkan p-value 0,013. Hasil ini menunjukkan bahwa physical activities sebagai faktor menurunkan anxiety pada lansia di Kota Malang
Peran Orangtua Berkaitan Pengetahuan Seks Pranikah Remaja Putri (ID Scopus: 57207817968), Ronasari Mahaji; Cita, Errick Endra
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v8i2.2939

Abstract

Perilaku seksual pranikah pada remaja semakin meningkat. Pengetahuan remaja yang rendah tentang bahaya seks bebas disertai dengan kurangnya peran orangtua dalam pengawasan remaja menjadi penyebab munculnya perilaku seksual pranikah. Orangtua yang menjalankan fungsinya sebagai edukator dalam keluarga, diduga mampu menurunkan perilaku negatif remaja yakni perilaku seksual sebelum nikah.Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan peran orangtua dengan pengetahuan seks pranikah remaja di Universitas X Malang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi adalah semua mahasiswa di Universitas X Malang, dengan sampel sejumlah 135 orang mahasiswa, menggunakan accidental sampling. Instrumen menggunakan kuesioner, dan Analisa data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan hampir setengah responden (48,9%) mempunyai peran orangtua dengan kategori yang baik; Sebagian besar responden mempunyai pengetahuan keluarga yang baik (71,9%); serta ada hubungan antara peran orangtua dengan pengetahuan seks pranikah pada remaja (p=0,001). Direkomendasikan peneliti selanjutnya untuk menambahkan kajian peran orangtua lebih yang spesifik berkaitan dengan pengetahuan perilaku seks pranikah pada remaja
Gambaran Kemampuan Empati Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran Fitri, Wiani Syawalia; Hana Rizmadewi, Agustina; Aan, Nuraeni
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v8i1.2755

Abstract

Perawat merupakan garda terdepan dalam tatanan pelayanan kesehatan yang berperan memberikan pelayanan berkualitas terhadap kepuasan pasien. Kemampuan empati dibutuhkan untuk mengembangkan hubungan yang baik antara perawat dan pasien. Kemampuan empati mulai dikembangkan sejak mahasiswa menempuh pendidikan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan empati mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. Penelitian berjenis deskriptif kuantitatif, dilakukan kepada mahasiswa Profesi Ners angkatan 41 dan 42 (N=212) dengan teknik penarikan sampel total sampling. Peneliti menggunakan platform online untuk menyebarluaskan kuesioner Jefferson Scale of Physician Empathy - Nursing Student Version versi bahasa Indonesia yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Profesi Ners memiliki skor empati yang tinggi, dengan skor rata-rata 108,85 (SD = 13,17). Sebagian besar 59.44% mahasiswa menunjukkan kemampuan empati yang tinggi; sebagian besar peserta memperoleh nilai yang tinggi untuk komponen empati perspective-taking (52,36%), compassionate care (61,32%), dan standing in the patients' shoes (54,26%). Mengembangkan program pendidikan dapat merangsang kemampuan empati di kalangan mahasiswa keperawatan merupakan suatu hal yang wajib. Salah satunya melalui metode pembelajaran dengan simulasi caring dan empati.
Penerapan Terapi Relaksasi Autogenik Untuk Menurunkan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2 RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi Ambarwati, Ambarwati; Sari, Yulia Indah Permata
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v8i3.3105

Abstract

Diabetes melitus adalah gangguan metabolik yang terjadi pada tubuh, biasanya ditandai dengan adanya peningkatan kadar gula dalam darah. Banyak komplikasi yang dapat terjadi sebagai penyakit penyerta dari diabetes apabila penyakit ini tidak dikendalikan, seperti pada ginjal, jantung, mata, sistem saraf dan sistem pembuluh darah. Tata laksana yang dapat dilakukan untuk mengelola diabetes agar kadar glukosa darah tetap stabil yaitu dengan menerapkan terapi non farmakologis dalam bentuk relaksasi autogenik. Relaksasi autogenik ialah suatu teknik untuk membuat tubuh serta pikiran menjadi lebih rileks. Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu case report atau desain laporan kasus dalam bentuk pretest  dan posttest terapi relaksasi autogenik. Subjek pada penelitian adalah 1 pasien yang mengalami diabetes tipe 2 dengan masalah ketidakstabilan kadar glukosa. Standar Operasional Prosedur (SOP) relaksasi autogenik dan glukometer adalah instrumen yang dipakai di penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan analisis deskriptif dengan melakukan pemeriksaan kadar glukosa sebelum dan setelah dilakukannya relaksasi. Hasil penerapan didapatkan bahwa relaksasi autogenik yang dilakukan selama 3 hari berturut dapat menurunkan kadar glukosa sewaktu pada pasien yang mengalami diabetes tipe 2 dengan masalah ketidakstabilan glukosa darah dengan rerata penurunan sebesar 6 mg/dL. Dapat disimpulkan bahwa penerapan relaksasi autogenik dapat menurunkan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien DM Tipe 2 sehingga bisa dijadikan sebagai intervensi mandiri dirumah karena sifatnya mudah dan praktis.
Gambaran Optimalisasi Pelaksanaan Discharge Planning Terkait Media Edukasi Pada Pasien Di Ruang Jantung Sari, Ayu Komala; Mawarti, Indah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 9, No 1 (2025): EDISI APRIL
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v9i1.3106

Abstract

Masih banyak ditemukan permasalahan dalam pelaksanaan discharge planning. Discharge planning merupakan serangkaian dari tahap-tahap yang di bentuk secara terstruktur untuk memastikan perpindahan pasien dari lingkungan rumah sakit ke rumah berjalan efektif. Penerapan perencanaan pulang yang kurang efektif bisa mengakibatkan terganggunya proses perawatan, hasil perawatan dan menyebabkan perawatan berulang. Tujuan penelitian adalah memberikan gambaran optimalisasi pelaksanaan discharge planning terkait media edukasi oleh perawat kepada pasien di ruang jantung. Merupakan penelitian deskriptif, dengan jumlah sampel 14 orang perawat di ruang perawatan jantung RSUD H. Abdul Manap, yang didapatkan melalui teknik total populasi. Variabel penelitian adalah optimalisasi pelaksanaan discharge planning. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama 2 hari dengan jadwal jaga 3 shift dengan perawat yang bertugas, disertai pembuatan media edukasi. Instrumen menggunakan kuesioner. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara perawat. Saat discharge planning, perawat juga memberikan beberapa leaflet kepada pasien dan keluarga serta melakukan edukasi. Setelah dilakukan implementasi, terdapat perubahan pada pelaksanaan discharge planning dengan menggunakan media edukasi. 
Gaya Kepemimpinan Transformasional Leadership Kepala Ruangan Berhubungan Interprofessional Collaboration Perawat Fitriyani, Elsa; Febriani, Nelly
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 9, No 1 (2025): EDISI APRIL
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v9i1.3129

Abstract

Transformational leadership style is very effective in improving interprofessional collaboration in hospitals by providing a clear vision, encouraging open communication, valuing each profession, facilitating interprofessional meetings, and ensuring continuous development, transformational leaders can create a collaborative and productive work environment. The purpose of the study was to determine the relationship between the transformational leadership style of the head of the room in improving team collaboration in the inpatient room of Khidmat Sehat Afiat (KISA) Hospital, Depok City.This study used a quantitative method with a chi-square correlation test with a cross-sectional approach. Sampling using Accidental sampling sample amounted to 108 employees.The results data obtained through the Multifactor Leadership Questionnaire, Assessment of Interprofessional Team Collaboration Scale (AITCS) obtained that there is a significant relationship between the transformational leadership style of the head of the room with the level of team collaboration p-value 0.002. It is expected that future researchers will develop data by expanding the population, adding variables and different measuring instruments. It is also expected that the hospital will develop a transformational leadership training program for the head of the room to improve team performance
Analisis Hubungan Geriatric Syndrome Dan Self Acceptance Lansia Puspitarini, Nurul Aisyiyah; Hastutiningtyas, Wahidyanti Rahayu; Putri, Rona Sari Mahaji
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 9, No 1 (2025): EDISI APRIL
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v9i1.3197

Abstract

Geriatric syndrome merupakan tantangan utama bagi lansia, sebuah kondisi multifaktorial yang ditandai dengan kumpulan gejala mencakup aspek kesehatan fisik, kognitif, psikososial, dan fungsional. Self acceptance (penerimaan diri) melibatkan kelebihan dan kekurangan, serta aspek-aspek unik yang membentuk identitas individu untuk menghadapi geriatric syndrome. Lansia di Kota Malang menghadapi berbagai perubahan yang mempengaruhi kesejahteraan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara geriatric syndrome dan self acceptance pada lansia di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel ditentukan dengan teknik simple random sampling yaitu sebanyak 50 lansia. Pengumpulan data menggunakan kuseioner Geriatric Depression Syndrome (GDS) untuk geriatric syndrome dan untuk self acceptance menggunakan kuesionaer self acceptance scale. Analisis data menggunakan spearman rank dengan bantuan aplikasi SPSS versi 16. Hasil ini menunjukkan bahwa adanya hubungan antara geriatric syndrome dengan self acceptance pada lansia di Kota Malang (p-value 0,003). Penting untuk mempertimbangkan self acceptance sebagai bagian integral dari intervensi komprehensif pada lansia dengan geriatric syndrome. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi sejauh mana dukungan sosial (keluarga, teman, komunitas) mempengaruhi self-acceptance lansia yang mengalami geriatric syndrome.
Peran Keluarga Berhubungan dengan Kualitas Hidup Lansia: Studi Cross-Sectional Nurmadinah, Nurmadinah; Mursid, Aco; Muzakkir, Muzakkir; Irwan, Muhammad; Djalaluddin, Nurgadima Achmad; Irfan, Irfan; Indrawati, Indrawati; Evidamayanti, Evidamayanti
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 9, No 1 (2025): EDISI APRIL
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v9i1.3125

Abstract

Seiring bertambahnya usia, semakin rentan terhadap berbagai masalah kesehatan yang dapat memengaruhi kualitas hidup lansia. Keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam mendampingi, memberikan bantuan, dan mengatasi berbagai tantangan yang dialami oleh lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara peran keluarga dan kualitas hidup lansia. Desain penelitian observasional dengan metode cross sectional. Populasi berjumlah 507 lansia, dengan sampel sejumlah 100 orang didapatkan, melalui purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner peran keluarga dan kualitas hidup (kuesioner OPBQL-Brief), diadopsi dari Radiani, Z. F. R. (2018). Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan hampir separuh lansia (49%) mempunyai peran keluarga yang bagus; sebagian besar lansia (66%) memiliki kualitas hidup yang baik; dan ada hubungan peran keluarga dan kualitas hidup lansia (p value 0,000). Temuan ini mengindikasikan pentingnya pengembangan intervensi atau program yang dapat meningkatkan peran keluarga dalam upaya memperbaiki kualitas hidup lansia. Direkomendasikan untuk penelitian lanjutan ialah mengkaji intervensi atau program dalam meningkatkan peran keluarga terhadap peningkatan kualitas hidup lansia.
Pengaruh Psikoedukasi Tentang Masalah Kesehatan Jiwa Terhadap Keberfungsian Sosial Pasien Pasca Perawatan Skizofrenia Di Wilayah Kerja Puskesmas Wonorejo Andrila, Nike; Safrudin, Bachtiar
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 9, No 1 (2025): EDISI APRIL
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v9i1.3144

Abstract

Skizofrenia adalah suatu kondisi otak yang ditandai dengan pikiran tidak teratur, delusi, halusinasi, dan perilaku aneh. Hal ini juga mengganggu banyak aspek fungsi individu, seperti berpikir, merasakan, dan mengekspresikan emosi. Kemampuan individu dan institusi sosial untuk memenuhi kebutuhan mendasar, memenuhi kewajiban sosial, menangani tekanan (kejutan dan stres), dan memberikan kontribusi konstruktif kepada masyarakat dikenal sebagai fungsi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kelompok kontrol dan quasy eksperiment pretest dan posttest. Dalam penelitian ini,                17 responden ditempatkan pada kelompok eksperimen dan 17 responden pada kelompok kontrol dengan menggunakan purposive sampling ditambah dengan non probability sampling. Uji dependent t test dan independent t test digunakan dalam analisis data. Hasil penelitian menunjukkan hasil selisih 4,941 pada post test eksperimen dan pada post test kontrol didapatkan hasil 0.118. Dan uji t-test independen didapatkan selisih nilai 10.765. Pemberian intervensi psikoedukasi tentang masalah Kesehatan jiwa efektif meningkatkan keberfungsian sosial pasien pasca perawatan skizofrenia. Direkomendasikan penelitian lanjutan untuk memberikan psikoedukasi tidak hanya pada pasien skizofrenia, namun juga pada pasien gangguan jiwa lainnya
Perilaku Bullying Berhubungan Motivasi Belajar Santri Di Pondok Pesantren Ihyaul Qur'an Nururrahman Salahudin, Salahudin; Rosdiana, Yanti; Trishinta, Sirli Mardianna
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 9, No 1 (2025): EDISI APRIL
Publisher : Tribhuwana Tunggadewi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v9i1.3374

Abstract

Perilaku bullying merupakan masalah serius yang sering terjadi pada remaja khususnya di lingkungan pondok pesantren, dan dapat berdampak signifikan terhadap motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku bullying dengan motivasi belajar pada santri dan santriwati di Pondok Pesantren Ihyaul Qur'an Nururrahman. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Sampel sejumlah 69 diambil dari 83 responden, menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Olweus Bullying/Victim Questionnaire (OBVQ-R) untuk mengukur tingkat bullying dan Learning Motivation Scale (LMS) untuk mengukur motivasi belajar. Analisa data menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil menunjukkan sebagian besar responden menjadi korban bullying   dengan kategori rendah sebanyak 41 orang (59,4%); sebagian besar responden memiliki  Motivasi belajar kategori Sedang sebanyak 42 orang (60.9%); adanya hubungan antara perilaku bullying dan motivasi belajar (p value= 0,027 dan                            r = 0,266) pada santri dan santriwati di Pondok Pesantren Ihyaul Qur'an Nururrahman. Semakin rendah perilaku bullying maka semakin tinggi motivasi belajar. Direkomendasikan peneliti selanjutnya untuk meneliti faktor lain yang memengaruhi motivasi belajar santri, seperti dukungan teman sebaya, pola asuh orang tua, dan peran pengurus pesantren dalam menangani bullying.