cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 440 Documents
PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN OBJEK WISATA DI KECAMATAN KEMA KABUPATEN MINAHASA UTARA Junus, Alan Yehezkiel Langi; Syafriny, Reny; Egam, Pingkan P
SPASIAL Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research focuses on the community around the tourist attraction in Kema District, namely in Kema II Village, Kema III Village, and Makalisung Village. The method approach used is descriptive quantitative analysis, as well as the measuring tool used, namely the application of the SPSS (Statistical Package for the Scientists) version 25 program. The objectives, theories and analysis used are to identify the social characteristics of the community (Slamet, 1993), the forms of community participation (Dusseldorp, 1981), as well as the level of community participation (Sherry Arnstein, 1969), using analysis a frequency distribution. Then the analysis was crosstabs used to compare the number of people's participation in the first and second research objectives. The results of this study indicate that, community participation begins with the social characteristics of the community (gender, age, job level, type of work, and income level). This makes the difference between each individual characteristic that a person has in participating in community participation. Nevertheless, the community still tries and cooperates in carrying out its role in the activities of its forms of participation, without limiting the differences of each person's individual characteristics. The community's activeness in participating in activities shows that the community cares about a series of activities organized by the village government and is willing to be invited to cooperate, in order to improve and develop their village. This can be seen from the fairly good number of community participation, as well as the voluntary involvement of the community. The level of community participation, Kema II and Kema III villages are at thelevel Consultation, Makalisung Village is at thelevel Informing. Keywords: Levels and Forms of Community Participation, Tourism Object Development
EVALUASI PEMANFAATAN RUANG DI KAWASAN PESISIR KABUPATEN HALMAHERA UTARA BERDASARKAN RENCANA ZONASI WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL Herdfil S. Tambariki; Sangkertadi; Sonny Tilaar
SPASIAL Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan pesisir merupakan pusat yang didalamnya ada kegiatan ekonomi nasional dengan berbagai kegiatan regional misalnya perikanan laut, perdagangan, budidaya, transportasi, pariwisata, pengeboran minyak dan banyak lagi. Pembangunan Permukiman Pesisir Mempengaruhi Kondisi Lokal. Rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP-3-K) yang mana adalah bagian penting dalam pengendalian pemanfaatan ruang kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi pemanfaatan ruang di kawasan pesisir Kabupaten Halmahera Utara serta dilanjutkan untuk mengevaluasi pemanfaatan ruang kawasan pesisir di Kabupaten Halmahera Utara berdasarkan RZWP-3-K Provinsi Maluku Utara. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan teknik analisis data memakai metode deskriptif untuk mengidentifikasi pemanfaatan ruang kemudian dilanjutkan Analisis spasial yang adalah sekumpulan dari teknik yang bisa digunakan untuk melakukan pengolahan data SIG untuk mengevaluasi pemanfaatan ruang kawasan pesisir di Kabupaten Halmahera Utara berdasarkan RZWP-3-K, berdasarkan identifikasi ditemui pemanfaatan ruang dengan beberapa zonasi yaitu zona permukiman, zona perikanan tangkap, zona perikanan budidaya, zona pelabuhan, kawasan konservasi, alur pelayaran, alur pipa dan kabel bawah laut, alur migrasi biota laut, berdasarkan analisis yang dilakukan dengan hasil evaluasi didapatkan bahwa pemanfaatan ruang kawasan pesisir di Kabupaten Halmahera Utara berdasarkan RZWP-3-K Provinsi Maluku Utara dalam aspek struktur ruang hanya memiliki bobot 24,09 % dan untuk pola ruang hanya memiliki 24 % dengan keseluruhan nilai bobot 48,09 % yang diklasifikasikan yaitu tingkat kesesuaian sedang (>25%-50%), artinya pemanfaatan ruang masih belum sepenuhnya sesuai dengan rencana tata ruang atau aturan yang berlaku. Kata Kunci: Evaluasi, Observasi, Pemanfaatan Ruang, Pesisir, Spasial, SIG
EVALUASI PEMANFAATAN RUANG DI KAWASAN PESISIR KABUPATEN HALMAHERA UTARA BERDASARKAN RENCANA ZONASI WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL Nehemia Tirajoh; Sonny Tilaar; Suryono
SPASIAL Vol. 10 No. 1 (2023): Volume 10, No.1, Mei 2023
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

From the perspective of economic interests as an agropolitan region, Dimembe Subdistrict is a part of North Minahasa district's provincial strategic area (KSP). According to field observations made in the Dimembe District, there hasn't been any infrastructural development so far. The Agropolitan Area in the Dimembe Subdistrict still has low service levels for its agricultural infrastructure, which leads to underutilization and inefficient production and delivery of agricultural goods. This study's goal was to locate and assess the infrastructure needed to enable the growth of agropolitan regions in North Minahasa regency's Dimembe district. Descriptive qualitative and quantitative research approaches were employed in this study. According to the study's findings, there is generally excellent infrastructure accessible in rural areas for initiatives to expand agricultural areas in the Dimembe District. The study, which is based on the Public Works Service's regulatory criteria, received a score of 69.8%, indicating that there is enough rural infrastructure to sustain the agricultural industry. Keyword: Evaluation, Availability of Infrastructure, Development of Agricultural Areas, Dimembe District
IDENTIFIKASI REGIONAL HERITAGE SEBAGAI POTENSI PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA SEJARAH DI KECAMATAN AIRMADIDI KABUPATEN MINAHASA UTARA Obaja J.R. Osak; Cynthia E.V. Wuisang; Alvin J. Tinangon
SPASIAL Vol. 10 No. 1 (2023): Volume 10, No.1, Mei 2023
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Minahasa Utara memilik potensi alam yang luas serta kekayan sejarah dan budaya daerah yang menjadi daya tarik tersendiri sehingga kabupaten Minahasa Utara menjadi salah satu daerah tujuan wisata Indonesia di provinsi Sulawesi Utara. Menurut RTRW Kabupaten Minahasa Utara, kawasan wisata budaya berada di kecamatan Airmadidi yang memiliki berbagai peninggalan budaya yang seharusnya dilinduni dan dikembangkan untuk menjadi tujuan wisata berbasis budaya dan sejarah. Berdasarkan uraian di atas maka penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi peninggalan budaya di kecamatan Airmadidi, dan menganalisis karakteristik peninggalan sejarah di kecamatan Airmadidi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menjawab rumusan masalah yang ada. Berdasarkan hasil analisis, di kecamatan Airmadidi terdapat 19 objek peninggalan sejarah. Menurut UU No. 10 Tahun 2011 tentang Cagar Budaya, 10 dari 19 objek peninggalan sejarah yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya, sedangkan 9 lainnya belum ditetapkan sebagai cagar budaya. Beberapa objek peninggalan sejarah yang ada di kawasan budaya di kecamatan Airmadidi dalam kondisi kurang baik dan tidak terpelihara, padahal memiliki karakteristik yang unik dan nilai historial yang tinggi, sehingga sangat layak untuk dikembangkan sebagai potensi Kawasan Wisata Sejarah. Kata Kunci: Kawasan Wisata, Sejarah dan Budaya, Kabupaten Minahasa Utara
MODEL HARGA LAHAN MENURUT PREFERENSI MASYARAKAT DI KECAMATAN LANGOWAN TIMUR Cheysya H. Lumenta; Ricky S.M. Lakat; Fela Warouw
SPASIAL Vol. 10 No. 1 (2023): Volume 10, No.1, Mei 2023
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan harga lahan terjadi pada wilayah yang mengalami percepatan perkembangan seperti di Kecamatan Langowan Timur. Letak wilayah ini sangat startegis karena menjadi daerah transit ekonomi dan lintas perhubungan jalur tengah Provinsi Sulawesi Utara yang menghubungkan sejumlah kabupaten dan kota disekitarnya. Harga lahan tidak hanya ditentukan sepihak oleh penjual tetapi juga ada faktor-faktor lain seperti preferensi masyarakat untuk memiliki tanah itu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor kemauan dan kemampuan dalam masyarakat memilih dan membeli lahan kemudian merumuskan model harga lahan menurut preferensi masyarakat di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dimulai dengan analisis spasial ArcGIS dan dilanjutkan dengan analisis korelasi pearson serta analisis regresi linear berganda menggunakan software SPSS. Berdasarkan hasil analisis regresi ditemukan faktor-faktor kemauan masyarakat dalam memilih lahan yaitu Y = -599.801 + 230.404 X1 + 12.774 X2 + 60.019 X3, dimana kemauan masyarakat dalam memilih lahan dipengaruhi positif oleh tiga variabel yaitu kelengkapan fasilitas, aksesibilitas positif dan aksesibilitas negatif. Faktor-faktor kemampuan masyarakat dalam membeli lahan berdasarkan hasil analisis regresi yaitu Y = 1.010.613 - 126.235 X4 + 30.603 X5 + 34.720 X6 – 87.868 X7, dimana kemampuan masyarakat dalam membeli lahan dipengaruhi negatif oleh pendapatan dan harga lahan minimal sementara faktor total biaya pengeluaran dan kebutuhan memiliki pengaruh positif. Selanjutnya diperoleh model harga lahan menurut preferensi masyarakat di Kecamatan Langowan Timur berdasarkan hasil analisis regresi yaitu Y = 661.636 + 303.732 X1 - 98.627 X2 + 21.128 X3 - 156.778 X4 - 24.198 X5 + 77.854 X6 - 163.579 X7 dimana harga lahan dipengaruhi oleh semua variabel yaitu X1. Kelengkapan Fasilitas; X2. Aksesibilitas Positif; X3 Aksesibilitas Negatif; X4. Pendapatan; X5. Kebutuhan; X6. Total Biaya Pengeluaran; dan X7. Harga Lahan Minimal. Kata Kunci: Preferensi Masyarakat; Harga Lahan; Langowan Timur
KETANGGUHAN WILAYAH DISTRIK SORONG DAN SORONG MANOI DI KOTA SORONG TERHADAP BENCANA BANJIR Ferdinand Sagisolo; Roosje J. Poluan; Esli D. Takumansang
SPASIAL Vol. 10 No. 1 (2023): Volume 10, No.1, Mei 2023
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Sorong merupakan salah satu kota di Papua Barat yang sering menghadapi masalah banjir. Namun, belum ada data mengenai luasan wilayah yang rentan terhadap kondisi ini. Oleh karena itu, perlu dilakukan survei untuk mengetahui sebaran tingkat ketahanan banjir di Sorong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan kuantitatif dengan analisis dan persebaran pola tingkat kerawanan banjir menggunakan teknik analisis data primer dan sekunder berbasis software Arc View 10.4. Akibatnya, tingkat ketahanan banjir di Kabupaten Solon dan Solon Manoi diklasifikasikan menjadi empat rangking ketahanan banjir: kerawanan tinggi, kerawanan rendah, kerawanan rendah, dan tidak kerawanan. 4,53% wilayah metropolitan Solon tergolong sangat rawan banjir, 33,65% tergolong tidak rawan banjir, 33,65%, dan tidak rawan banjir 19,71%. Akan selesai. Perlu diketahui bahwa 38,18% wilayah Sorong Sorong Manoi rawan dan rawan banjir. Daerah ini merupakan pusat pemerintahan dan termasuk daerah padat penduduk. Kata kunci: banjir, ketahanan banjir kabupaten Sorong, Sorong Manoi
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN MENJADI LAHAN TERBANGUN DI KECAMATAN LOLAK KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Niandhary M. Putri; Raymond D. Ch. Taroreh; Michael M. Rengkung
SPASIAL Vol. 10 No. 1 (2023): Volume 10, No.1, Mei 2023
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bertambahnya Jumlah penduduk berarti kebutuhan akan lahan juga semakin meningkat Lahan tidak bertamah sehingga terjadi perubahan peruntukan penggunaan lahan yang cenderung mengurangi lahan pertanian yang sebelumnya digunakan menjadi lahan non pertanian atau lahan konstruksi. Menarik untuk dilakukan penelitian tentang evolusi penggunaan lahan pertanian menjadi lahan terbangun. Penelitian ini memiliki beberapa perbedaan dengan penelitian sebelumnya Yuyut Ariyanto (2000) meneliti perubahan penggunaan lahan sawah di permukiman di Kaupaten Pringsewu antara tahun 2010 & 2011. Selain itu Mur&ingsih (2017) memfokuskan analisis spasialnya pada perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi mendukung swasembada pangan di Kabupaten Indramayu. Penelitian ini berfokus pada konversi penggunaan lahan dari lahan pertanian menjadi lahan pemukiman di Kecamatan Lolak. Hal ini penting karena perubahan penggunaan lahan pertanian berdampak pada bertambahnya lahan non pertanian atau lahan terbangin. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi lahan terbangun di Kecamatan Lolak & menganalisis factor factor yang menyebabkan perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi lahan permukiman di Kecamatan Lolak. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif dengan analisis deskriptif & spasial. Hasil penelitian menunjukkan a&ya Perubahan Penggunaan lahan pertanian meliputi pertanian lahan kering perkeunan & persawahan di Kaupaten Lolak tahun 2009 – 2019 seesar 13821 Ha permukiman ertamah seluas 85Ha pertanian lahan kering ertamah 1782 1 Ha luas lahan pertanian campuran kering erkurang 300 ha & sawah 100 ha. Kata Kunci: perubahan lahan, lahan pertanian,lahan permukiman, Kecamatan Lolak.
KAJIAN KAWASAN BERPOTENSI BANJIR DAN MITIGASI BENCANA BANJIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) SANGKUB DI KECAMATAN SANGKUB KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Ryzkhita Tone; Reny Syafriny; Raymond D. Ch. Tarore
SPASIAL Vol. 10 No. 1 (2023): Volume 10, No.1, Mei 2023
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir merupakan masalah yang sering kali terjadi saat ini di kecamatan sangkub, hal itu dikarenakan intensitas hujan yang tinggi ditambah terdapat Daerah Aliran Sungai (DAS) yang melewati wilayah kecamatan sangkub membuat banjir menjadi salah satu bencana yang menimbulkan banyak kerugian bagi masyarakat dan pemerintah. Sehingga Penelitian ini dilakukan untuk melihat Kajian Potensi Daerah Banjir dan Mitigasi Bencana Banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sangkub, Kecamatan Sangkub, Kabupaten Bolang Mongondo Utara. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif analitik atau penelitian terapan termasuk studi investigatif, yaitu studi yang bertujuan untuk mengetahui probabilitas banjir yang saat ini terjadi di Kecamatan Sangkub Kabupaten Bolang Mongondo Utara serta identifikasi bahaya banjir yang ada Upaya Kemudahan. Pada subbagian sangkub, penggunaan penelitian kualitatif adalah proses penelitian nonmatematis dimana data dihasilkan dari hasil survei berupa observasi lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemungkinan terjadinya banjir di wilayah tersebut yang tinggi terdapat di desa mokusato, sang tombolang dan desa pangkusa. Dengan Mitigasi yang ada di kecamatan sangkub berfokus pada mitigasi structural, dimana dalam penanganan banjir yang ada, pemerintah telah berusaha mengurangi potensi banjir dengan adanya bendungan yang memiliki peran besar dalam mengurangi potensi banjir dan juga beberapa titik evakuasi bencana. Selain itu mitigasi structural lain yaitu berupa pembuatan tanggul dan penanaman tanaman tahunan dekat dengan DAS sangkub. Kata Kunci: Banjir, Daerah Aliran Sungai, Kerawanan, Kecamatan Sangkub
EVALUASI PEMANFAATAN LAHAN SEMPADAN SUNGAI SA’DAN Virginia D. Sura; Sonny Tilaar; Octavianus H.A. Rogi
SPASIAL Vol. 10 No. 1 (2023): Volume 10, No.1, Mei 2023
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemanfaatan lahan yaitu rangkaian kegiatan manusia di darat, seperti pemukiman, perdagangan, pertanian, dll. Setiap daerah berpotensi memanfaatkan sebidang tanah sebagai sumber kehidupan manusia. Perkembangan kota merupakan proses urbanisasi berkelanjutan yang akan membawa beban spasial pada kehidupan kota, yaitu memenuhi kebutuhan permukiman, perumahan atau perdagangan dan jasa. Bertambahnya jumlah penduduk mengakibatkan permintaan akan perumahan kurang proporsional dengan luas lahan yang tersedia. peningkatan jumlah pendudukpun semakin meningkat dan kebutuhan lahanpun meningkat serta lahan yang dapat diakses semakin mengecil , sehingga tidak mampu menjawab isu-isu penduduk yang sedang berkembang seperti ketersediaan lahan yang terbatas pada suatu 2 kota. Selain itu, sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Toraja Utara Nomor 3 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Toraja Utara Tahun 2012- 2032 ditetapkan sebagai peruntukan kawasan lindung. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengidentifikasi pemanfaatan lahan sempadan sungai sa’dan di Kecamatan Tallunglipu,Rantepao dan Kesu’ Kabupaten Toraja Utara dan Untuk menganalisis kesesuaian lahan di sempadan sungai sa’dan di Kecamatan Tallunglipu,Kecamatan Rantepao dan Kecamatan Kesu’, Kabupaten Toraja Utara. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian adalah observasi, Telaah pustaka, dan studi dokumentasi. Untuk Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis spasial (deskriptif kuantitatif dan overlay). Berdasarkan analisa data dan pembahasan yang dibahas bahwa pemanfaatan lahan sempadan sungai Sa’dan pada Kecamatan Tallunglipu yaitu RTH,rumah tinggal,perdagangan jasa,sarana peribadatan,sarana kesehatan dan pendidikan,kebun campuran dan persawahan,pada Kecamatan Rantepao terdapat RTH,rumah tunggal,perdagangan jasa,perkantoran,sarana pendidikan dan sarana peribadatan,kebun campuran dan persawahan,pada Kecamatan Kesu terdapat RTH,rumah tinggal,industri,perdagangan jasa,sarana kesehatan,dan peribadatan.Hasil analisis kesesuain lahan pada Kecamatan Tallunglipu pemanfaatan lahan tidak sesuai seluas 7,83Ha dan sesuai seluas 4,84Ha,Kecamatan Rantepao pemanfaatan lahan tidak sesuai seluas7,26Ha dan sesuai seluas 21,79Ha,Kecamatan Kesu pemanfaatan lahan tidak sesuai seluas 2,54Ha dan sesuai seluas 1,92Ha. Kata Kunci: Evaluasi, Pemanfaatan Lahan, Sempadan Sungai
ANALISIS PEMANFAATAN LAHAN PADA KAWASAN RAWAN BENCANA DI KECAMATAN TERNATE SELATAN, KOTA TERNATE Triah D. Sarihi; Andy A. M. Malik; Hendriek H. Karongkong
SPASIAL Vol. 10 No. 1 (2023): Volume 10, No.1, Mei 2023
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Ternate adalah pusat pemerintahan Kota Ternate. Kota ini sebagian besar memiliki geologi perbukitan dan pegunungan dengan kemiringan depan pantai. Geologi kepulauan Ternate pegunungan dengan lava yang berfungsi baik terletak di pulau Ternate. Pulau Ternate memiliki kemiringan aktual terbesar di atas 40% yang meruncing ke arah puncak Gunung Gamalama yang terletak di Pulau tersebut. Kawasan Ternate Selatan merupakan salah satu subkawasan di Kota Ternate yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap longsoran. Berdasarkan RTRW Kota Ternate Tahun 2010-2030 tentang Daerah Cenderung Bencana, Kota Ternate memiliki daerah rawan kejadian bencana yang terdiri dari daerah rawan longsor, tsunami, gempa bumi, lontaran gunung berapi, dan daerah rawan banjir yang tersebar di seluruh kota Ternate. Informasi Bencana Daerah Kota Ternate Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebutkan ada tiga kelemahan intens di pulau ini lebih spesifiknya, letusan Gamalama, banjir magma dingin, longsoran, dan bahaya gelombang pasang. Tujuan Penelitian ini adalah mengidentifikasi pola pemanfaatan lahan yang ada berdasarkan tingkat kerentanan bahaya longsoran di Kecamatan Ternate Selatan dan menganalisis pola pemanfaatan terbangun/tidak terbangun berdasarkan kerentanan bahaya longsor di Kecamatan Ternate Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif untuk membedah bagaimana usulan pengendalian pemanfaatan ruang pada daerah rawan longsor dengan melihat penyusunan peta bencana longsor yang ditunjukkan dengan tingkat kerentanannya. Analisis ini juga digunakan untuk memberikan usulan penanganan daerah yang rawan longsor. Tingkat kerawanan longsoran memiliki tiga kelas yaitu rendah, sedang dan tinggi. Kerentanan tinggi terhadap longsor adalah 60,60 ha atau 4%, Kerentanan Sedang 1632,69 ha atau 94% dan Kerentanan rendah 26,69 atau 2%. pemanfaatan lahan di sub-lokal Ternate Selatan untuk lahan terbangun dengan luasan rawan longsor 31,04 ha dan lahan tidak terbangun dengan tingkat rentan longsor tinggi 29,56 ha dari luas wilayah sub-kawasan. Kata Kunci: Bencana Longsor, Pemanfaatan Lahan, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate.